KPU Audit Dana Kampanye Ketiga Paslon di Pilkada Pariaman
KPU Pariaman keluarkan hasil audit LPPDK dana kampanye ketiga paslon Pilkada Pariaman
Pariaman ----- Biaya yang dikeluarkan pasangan calon walikota dan wakil walikota Pariaman 2018 dalam kegiatan kampanye tidak melebihi angka Rp500 juta. Angka tersebut jauh di bawah batas ambang maksimal pengeluaran dana kampanye yang ditetapkan, yakni sebesar Rp4,2 miliar.

Dari hasil audit Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) calon walikota dan wakil walikota Pariaman di Pilkada 2018, pasangan Genius Umar dan Mardison Mahyuddin menghabiskan total Rp450.378.200 dari Rp450.550.000 penerimaan dana kampanye.

Pasangan calon Mahyuddin dan Muhammad Ridwan menghabiskan Rp450.000.000 untuk biaya kampanye. Jumlah pengeluaran sama dengan jumlah penerimaan dana kampanye pasangan MARI itu.

Sedangkan dana kampanye yang dikeluarkan pasangan calon Dewi Fitri Deswati dan Pabrisal mencapai Rp285.000.000 dari total penerimaan dana kampanye sebesar Rp 54.771.00.

Adapun iritnya dana kampanye disebabkan masing-masing pasangan calon hanya melakukan kampanye dialogis atau tatap muka dan blusukan.

Kordiv hukum KPU Kota Pariaman, Aisyah mengatakan secara umum LPPDK ketiga paslon telah menujukkan kepatuhan terhadap PKPU Nomor 5 Tahun 2017 tentang dana kampanye. Dari 10 item kepatuhan, 6 item minimal telah dipatuhi dalam LPPDK masing-masing paslon.

"LPPDK paslon telah memenuhi unsur kepatuhan terhadap PKPU Nomor 5 Tahun 2017 Tentang Laporan Dana Kampanye, dari 10 item yang dimuat dalam aturan tersebut, 7 item telah dipenuhi," ujarnya usai penyerahan hasil audit LPPDK dana kampanye kepada masing-masing paslon, Kamis (12/9).
     
Menurutnya, hasil LPDK adalah gambaran pelaksanaan kampanye paslon. Dalam LPPDK tersebut, termuat jadwal pelaksanaan, penerimaan dan pengeluaran dana kampanye masing-masing paslon. (Nanda)

Jika Tak Ada Gugatan KPU Segera Tetapkan GEMA Paslonkada Terpilih
Hasil rekapitulasi Pilkada Pariaman tingkat kota. Foto/istimewa
Pariaman ---- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman tetapkan hasil penghitungan suara dan penetapan hasil pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pariaman 2018, Rabu (4/7).

Dalam rekapitulasi tersebut, pasangan walikota dan wakil walikota Pariaman nomor urut 3 Genius Umar dan Mardison Mahyuddin, memperoleh suara terbanyak mengungguli paslon Mahyuddin-Muhammad Ridwan dan Dewi Fitri Deswati-Pabrisal.

Pasangan Genius Umar-Mardison Mahyuddin memperoleh 24.021 atau 54,67 % dari 43.935 suara sah. Sedangkan pasangan Mahyuddin-Muhammad Ridwan memperoleh 18.211 suara atau 41,45 persen dan pasangan Dewi Fitri Deswati-Pabrisal memperoleh 1.703 suara atau 3,88 persen.

Pasangan Genius-Mardison atau disingkat GEMA mengungguli dua paslon lain di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Pariaman Tengah, Kecamatan Pariaman Timur dan Kecamatan Pariaman Selatan.

Di kecamatan Pariaman Tengah pasangan Genius Umar dan Mardison Mahyuddin memperoleh suara tertinggi dengan 8.597 suara. Sedangkan dua paslon lain, Mahyuddin-Ridwan dan Dewi-Pabrisal masing-masing memperoleh 6.270 suara dan 594 suara.

Di Kecamatan Pariaman Timur, pasangan Genius Umar-Mardison Mahyuddin juga unggul. Sebanyak 5.054 suara diperoleh pasangan ini. Perolehan suara tersebut disusul pasangan Mahyuddin-Muhammad Ridwan dengan 3.245 suara. Perolehan suara ketiga ditempati oleh Dewi Fitri Deswati-Pabrisal dengan 272 suara.

Di kecamatan Pariaman Selatan, Genius Umar dan Mardison Mahyuddin kembali unggul dengan raihan 5.147 suara. Disusul pasangan Mahyuddin-Muhammad Ridwan dengan 3.270 suara dan pasangan Dewi Fitri Deswati-Pabrisal dengan 529 suara.

Di Kecamatan Pariaman Utara pasangan Mahyuddin dan Muhammad Ridwan menang tipis atas perolehan suara pasangan Genius Umar-Mardison Mahyuddin dengan 203 suara.
 

Mahyuddin dan Muhammad Ridwan memperoleh 5.426 suara, sedangkan Genius Umar-Mardison Mahyuddin memperoleh 5.223 suara. Pasangan Dewi Fitri Deswati-Pabrisal memperoleh suara ketiga dengan 308 suara.

Ketua KPU Kota Pariaman Boedi Satria mengatakan, KPU Kota Pariaman telah menetapkan hasil perhitungan suara pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018. Hasil tersebut tidak jauh berbeda dengan hasil real count C1 yang dilakukan KPU Kota Pariaman.

Menurut Boedi, usai ditetapkannya hasil penghitungan suara pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018, KPU Kota Pariaman masih menunggu pengajuan sangketa hasil pilkada selama 3 hari, terhitung satu hari penetapan hasil dilakukan.

"Jika hingga batas waktu masa pengajuan sengkea ditutup tidak kunjung ada gugatan, KPU Kota Pariaman akan melakukan pleno penetapan calon terpilih," katanya.

Menurutnya, penyelenggaraan Pilwako Pariaman secara umum berlangsung aman dan lancar. Tidak ditemukan kendala. Begitupun dengan perbedaan pilihan politik masyarakat pada saat kampanye, kembali mencair.

"Sedangkan tingkat partisipasi sebesar 74, 5 persen, hampir mencapai target yang ditetapkan KPU RI sebesar 75 persen," pungkasnya.
 

Pilwako Pariaman kondusif

Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan mengklaim penyelenggaraan Pilwako Pariaman berlangsung kondusif. Dari tahapan awal pendaftaran hingga tahapan puncak pemungutan dan penghitungan suara, situasi terkendali.

"Selama pelaksanaan Pilwako situsi kondusif, meskipun dinamikanya cukup tinggi pada saat kampanye, semuanya kembali bersatu," ungkapnya.

Usai tahapan pemungutan, perhitungan dan rekapitulasi, pihaknya masih melakukan pengamanan logistik secara melekat. Pergeseran logistik dari TPS hingga ke KPU Kota Pariaman dikawal kepolisian.

Selain pengamanan logistik, pengamanan melekat pasangan calon masih dilakukan hingga Oktober 2018 mendatang.

"Pengamanan melekat masih dilakukan hingga pelantikan walikota dan wakil walikota Pariaman terpilih," tutupnya. (Nanda)
Semua Pihak Terima Hasil Perolehan Suara Paslon di Pilkada Pariaman
Ketua KPU Pariaman Boedi Satria. Foto/Nanda
Pariaman ----- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman Boedi Satria, menyebut pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018 berlangsung lancar dan sukses.
       
Dari sisi penyelenggaraan, pelaksaan tahapan, puncaknya pada saat pemungutan dan penghitungan suara 27 Juni 2018 lalu, tidak ada kendala yang terjadi. Begitu pula saat rekapitulasi hasil penghitungan suara yang dilaksanakan pada 28-29 Juni 2018, juga tidak mengalami kendala apapun.
      
"Saat rekapitukasi di tingkat kecamatan, ditemukan beberapa kesalahan administrasi saja saat di TPS. Sifatnya tidak merubah hasil perolehan suara masing-masing paslon.  Sedangkan yang kesalahan pencatatan tersebut, bisa diperbaiki pada saat rekapitulasi di tingkat kecamatan dan telah selesai semuanya," ujar Boedi Satria, Selasa (3/7).
       
Dari sisi hasil, pelaksanaan Pilwako Pariaman juga terbilang sukses. Hasil perolehan suara yang telah ditetapkan di tingkat kecamatan, nyatanya diterima oleh seluruh masyarakat Kota Pariaman. Hal itu ditandai dengan tidak adanya gejolak masyarakat menyikapi perolehan suara di tingkat kecamatan.
       
"Meski terkelompok pada tiga paslon dengan dinamika yang tinggi pada saat kampanye, namun semuanya kembali bersatu dan telah saling memberi ucapan selamat," kata dia.
        
Di sisi lain, tingkat partisipasi menjadi salah satu capaian positif lainnya pada Pilwako Pariaman. Tingkat partisipasi pemilih mencapai 74 persen. Angka itu, hampir mencapai target partisipasi pemilih sebesar 75 persen yang ditetapkan oleh KPU Kota Pariaman.
       
"Tingkat partisipasi pemilih mencapai 74 persen. Angka ini menunjukkan bahwa kesadaran politik masyarakat cukup tinggi. Ini bisa juga indikator bahwa sosialisasi yang dilakukan KPU sampai ke masyarakat," pungkasnya.
       
KPU Kota Pariaman menjadwalkan akan menggelar rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan waljkota dan wakil walikota Pariaman pada hari ini, Rabu (4/7) di Hotel Nan Tongga Pariaman. (Nanda)
Arus Balik Logistik Hasil Pilkada Pariaman Dijaga Ketat
Suasana pemilihan di salah satu TPS di kota Pariaman. Foto/OLP
Pariaman ----- Logistik kotak suara di TPS mulai bergeser ke Kantor Kecamatan seiring selesainya tahapan pemungutan dan penghitungan suara Pilwako Pariaman. Pergeseran logistik mendapatkan pengawalan dari pihak kepolisian dan linmas, Rabu sore (27/6).
      
Ketua KPU Kota Pariaman Boedi Satria mengatakan, usai dilakukan pemungutan dan penghitungan suara, dilanjutkan dengan tahapan rapat pleno rekapitukasi hasil penghitungan suara di tingkat kecamatan dan tingkat kota.
     
"Rapat pleno rekapitulasi tingkat kecamatan 28-29 Juni dan tingkat kota dilaksanakan rentang pada 4-6 Juli 2018 mendatang," ujarnya.
       
Sementara itu, penetapan walikota dan wakil walikota Pariaman terpilih, baru akan diketahui jadwalnya setelah dipastikan tidak ada gugatan atau sangketa Pilkada yang diajukan pasangan calon.
       
"Kita menunggu, apakah ada sangketa atau tidak. Jika tidak ada, tentu penetapan walikota dan wakil walikota terpilih sesui hasil rekapitulasi bertingkat," pungkasnya.
     
Terpisah, Kordiv Penindakan Pelanggaran Panwaslu Kota Pariaman Riswan mengatakan, pihaknya akan memfokuskan pada pengawasan pergeseran logistik secara melekat dari TPS ke kecamatan.
     
"Kita fokus pada arus balik logistik dari TPS ke kecamatan. Pengawasan kita lakukan secara melekat," kata dia.
     
Dikatakannya, selama tahapan pemungutan dan penghitungan suara, pihaknya belum menemukan pelanggaran. Panwaslu Kota Pariaman juga belum menerima aduan atau laporan pelanggaran pemilu dari masyarakat.
     
"Hingga saa ini masih "clean". Kami belum ada menemukan ataupun menerima aduan dari masyarakat tentang pelanggaran selama tahapan pungut hitung," sebutnya.
        
Disebutkannya, kemungkinan hasil penghitungan suara saat ini, tidak banyak berubah. Perubahan tidak signifikan, kemungkinan perubahan karena kesalahan pencatatan.
       
"Hasil penghitungan pada C1 KWK ini, kemungkinan tidak berubah. Jika ada pergeseran, paling karena kesalahan pencatatan. Nanti, akan terlihat saat rapat pleno secara bertingkat," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, dalam undang-undang pilkada, selisih perolehan hasil suara merupakan salah satu syarat bagi pasangan calon yang ingin mengajukan permohonan gugatan perkara Pilkada.

Dalam pemilihan walikota atau bupati, terdapat empat kategori syarat pengajuan sengketa. Untuk daerah dengan jumlah penduduk kurang atau sama dengan 250 ribu jiwa sebagaimana kota Pariaman, syaratnya harus selisih maksimal dua persen suara. Sedangkan daerah dengan penduduk mencapai 250 ribu hingga 500 ribu jiwa persentasenya 1,5 persen.

Dalam hasil hitung real count Pilkada Pariaman selisih antar paslon jauh melebihi di atas 2 persen. (Nanda/OLP)
Tanpa Ridwan dan Pabrisal, Tiga Paslon Telah Gunakan Hak Pilih
Foto/istimewa/Nia
Pariaman --- Tiga kandidat calon walikota dan wakil walikota Pariaman telah menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Pariaman 2018, Rabu (27/6).
      
Calon walikota Pariaman nomor urut 1 Mahyuddin melakukan pencoblosan di TPS dekat kediamannya di TPS 2 Kelurahan Kampung Jawa I. Mahyuddin tiba di TPS sekitar pukul 09.15 WIB didampingi istri dan dua orang anaknya.
     
Sedangkan Calon Walikota Pariaman nomor urut 2 Dewi Fitri Deswati, bersama suami melakukan pencoblosan di TPS 2 Kelurahan Jati Hilir. Dewi tiba di TPS sekitar pukul 10.30 WIB.
       
Sementara calon Walikota Pariaman Genius Umar melakukan pencolosan di TPS I Kelurahan Jati Hilir. Genius datang bersama istri, Lucy Genius. Sedangkan Calon Wakil Walikota Pariaman nomor urut 3 Mardison Mahyuddin melakukan pencoblosan di TPS I Desa Kampung Baru Pariaman Tengah, pukul 12.00 WIB. Mardison melakukan pencoblosan surat suara bersama istri dan membawa ketiga anaknya.

Sementara Calon Wakil Walikota Pariaman 2018 nomor urut 1 Muhammad Ridwan dan Calon Wakil Walikota nomor urut 2 Pabrisal, tidak menggunakan hak pilih pada pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018.

Kordiv BURT dan Logistik KPU Kota Pariaman, Indra Jaya menyebutkan, dua calon wakil walikota Pariaman tersebut tidak memiliki KTP Kota Pariaman.

"KTP mereka bukan di Kota Pariaman sehingga tidak terdaftar di Daftar Pemilih," terangnya.

Tepat pukul 13.00, pemungutan suara selesai dilaksanakan. Namun TPS belum melakukan penghitungan suara karena istirahat makan siang dan salat. (Nanda)
Semua Calon Mencoblos di Pariaman Tengah
Suasana pemilihan di salah satu TPS. Foto/OLP
Pariaman ----- Dua orang calon Wakil Walikota Pariaman 2018 Pabrisal dan Muhammad tidak menggunakan hak pilih pada pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018.

Kordiv BURT dan Logistik KPU Kota Pariaman, Indra Jaya menyebutkan, calon wakil walikota Pariaman tersebut tidak memiliki KTP Kota Pariaman.

"KTP kedua bukan di Kota Pariaman, sehingga tidak terdaftar di Daftar Pemilih," terangnya di Pariaman, Rabu (27/6).

Sementara itu, 4 orang calon lainnya menggunakan hak pilih di TPS yang berbeda. Calon Walikota Pariaman nomor urut 1, Mahyuddin menggunakan hak pilih di TPS 01 Kampung Jawa I Kecamatan Pariaman Tengah. Cawako Nomor urut 2, Dewi Fitri Deswati akan menggunakan hak pilih di TPS 02 Kelurahan Jati Hilir.

Sedangkan pasangan calon walikota dan wakil walikota nomor urut 3 Genius Umar menggunakan hak pilih di TPS 01 Jati Hilir Kecamatan Pariaman Tengah. Calon wakil walikota Pariaman nomor urut 3, Mardison Mahyudin menggunakan hak pilih di TPS 01 Desa Kampung Baru. (Nanda)