DCS Bacaleg Kota Pariaman Berkurang dari Ajuan Parpol

Pariaman ----- KPU Kota Pariaman telah menetapkan 271 Daftar Calon Sementara (DCS) peserta pemilu legislatif DPRD Kota Pariaman 2019. DCS itu mengalami penurun dibandingkan jumlah bacaleg yang diajukan oleh 16 parpol peserta pemilu 2019.
      
Ketua KPU Kota Pariaman, Boedi Satria mengatakan, berkurangnya DCS dari bacaleg yang diajukan disebabkan adanya bacaleg yang mengundurkan diri dan dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) karena tidak melengkapi kekurangan syarat pada masa perbaikan. 
        
"Ada bacaleg yang mengundurkan diri, ada yang TMS karena tidak memperbaiki atau melengkapi syarat pada saat perbaikan," ujarnya di Pariaman, Selasa (14/8).
       
Menurut Boedi, pihaknya telah mengumumkan DCS sejak tanggal 12 hingga 16 Agustus 2018 mendatang. Pengumuman DCS ini, agar masyarakat memberikan tanggapan terhadap calon yang ada pada DCS.
       
Ia berkata, DCS belum final. Calon yang ditetapkan sebagai DCS masih berpeluang untuk dicoret. Boedi mencontohkan, dari DCS yang diumumkan KPU Kota Pariaman pihanya menerima laporan tentang dugaan penggunaan ijazah palsu oleh calon.

Apabila laporan terkait calon yang menggunakan ijazah palsu itu benar, setelah dilakukan verifikasi, calon bisa dicoret dari DCS atau tidak masuk DCT.
       
"Masih belum final, jika ada laporan atau tanggapan masyarakat tentang calon, kita akan verifikasi dulu. Apabila pelanggaran yang dilakukan benar ada, calon dapat dicoret," katanya.
       
Sementara penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) akan ditetapkan pada 21 September 2018 mendatang.
        
Terpisah, Ketua DPD PAN Kota Pariaman Priyaldi menyebut, dari 20 nama bacaleg yang diajukan DPD PAN Kota Pariaman ke KPU, seluruhnya dinyatkan memenuhi syarat (MS) dan telah ditetapkan sebagai DCS. Meskipun sempat terjadi kekurangan syarat calon, seluruhnya dapat dilengkapi pada saat perbaikan berkas.
        
"Ini berkat kerjasama tim, baik pengurus partai, calon yang kita ajukan dan KPU yang menerima konsultasi dari partai. Nama-nama yang kita ajukan saat pendaftaran, semuanya telah ditetapkan sebagai DCS," ujarnya singkat.
        
Pengumuman DCS pemilu 2019 tingkat Kota Pariaman disambut baik berbagai kalangan. Diumumkannya DCS, dapat dijadikan sebagai referennsi oleh pemilih untuk menjajaki rekam jejak para calon anggota parlemen Kota Pariaman.
      
"Minimal kita mengetahui siapa saja orangnya. Sebelum memilih tentu kita pelajari dulu rekam jejak calon," ujar salah seorang warga Kota Pariaman, Abdul Syahril.
        
271 calon yang ditetapkan dalam DCS terbagi dalam 3 dapil yakni, dapil Pariaman 1, Pariaman 2 dan Pariaman 3. (Nanda)
KPU Pariaman Tempatkan Pojok Pemilu di Objek Wisata
KPU Pariaman tempatkan pojok pemilu di Pantai Gandoriah Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman ----- KPU Kota Pariaman datangi langsung masyarakat untuk mutakhirkan data pemilih sekaligus memberikan informasi tentang kepemiluan.

Langkah ini diwujudkan dengan menempatkan pojok pemilu di sejumlah pusat-pusat keramaian yang ada di Kota Pariaman.
         
Pojok pemilu kadang ditempatkan di pasar, kadang ditempatkan pada lokasi wisata Kota Pariaman. Sesuai dengan waktu dan lokasi keramaian.
         
Koordinator Divisi Perencanaan Program dan Data KPU Kota Pariaman, Alfiandri Zaharmi mengatakan, di pojok pemilu, masyarakat dapat mengecek apakah telah terdaftar atau belum dalam daftar pemilu 2019.
        
Selain itu, informasi tentang kepemiluan baik tentang sejarah pelaksanaan pemilu di Indonesia, ataupun informasi seputar pemilu 2019 bisa diakses masyarakat.
       
"Hari ini adalah perdana kita tempatkan operasi pojok pemilu dan berakhir hingga pada 15 Agustus 2018 mendatang," ujarnya, Sabtu (4/8).
       
Pojok pemilu nantinya juga akan berkeliling mengunjungi kantor desa atau kelurahan. Harapannya agar masyarakat di desa juga bisa mengakses data pemilih.
      
KPU Kota Pariaman telah menetapkan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) sebanyak 61.354 orang pada Juli 2018 silam. (Nanda)
7 Bacaleg Terkuat Dapil Pariaman Tengah
Ilustrasi Pileg 2019. Foto/istimewa/internet
Pariaman Tengah dijuluki dapil neraka di tiga pembagian wilayah dapil pemilu legislatif 2019 tingkat kota Pariaman. Nama-nama baru akan bertarung mati-matian, karena di dapil tersebut terdapat beberapa politisi yang telah lama membumi. Punya basis dan dikenal lama berkiprah kepada masyarakat di dapil yang memiliki lebih dari 20 ribu DPT ini.

Dari 20 kursi DPRD Kota Pariaman, tujuh kursi akan diperebutkan di dapil Pariaman Tengah. Lalu kenapa disebut dapil neraka? Pertarungan di dapil ini selalu sengit dengan selisih suara yang tidak terlalu mencolok.

Di beberapa pileg tahun sebelumnya, di dapil ini terdapat beberapa nama moncer seperti Mardison Mahyuddin, Zalman Zaunit serta Ibnu Hajar. Ibnu Hajar pindah ke dapil Pariaman Timur dan Selatan setelah dapil Pariaman dibagi menjadi tiga dapil pada pileg 2014.

Untuk Mardison dan Zalman Zaunit. Dua nama ini bahkan pernah diklaim akan terus terpilih jika mereka terus maju di dapil tersebut untuk kursi DPRD kota. Sama ihwalnya jika almarhum Devaria masih hidup dan maju di dapil Pariaman Utara. Mereka adalah tokoh yang memiliki basis masa yang jelas. Terukur dan militan.

Bagaimana dengan pileg 2019 yang akan dihelat April 2019? Beruntung bagi kandidat lainnya. Lawan berat itu telah naik kelas. Mardison yang terpilih sebagai wakil walikota Pariaman tidak mungkin maju di pileg 2019. Begitu juga dengan Zalman Zaunit. Terpilih tiga kali berturut, Zalman Zaunit maju di Pileg Sumbar 2014, dan ia terpilih. Pada pileg 2019, ia juga maju untuk memperebutkan kursi dewan Sumbar. 

Tiga saingan berat telah berlalu. Mardison, Zalman dan Ibnu. Nama Ibnu dimasukkan karena ia terpilih dua kali berturut di dapil Pariaman Tengah (2004 dan 2009). Saat ia maju di dapil timur dan selatan di pileg 2014, kursinya direbut oleh rekan se partainya, Fawzi.

Seiringnya, dapil Pariaman Tengah dengan tujuh kursinya, saat ini jadi medan tarung lebih dari seratus bacaleg. 16 parpol mendaftarkan bacaleg yang punya nama plus petahana yang pada pileg sebelumnya mendapatkan kursi di dewan.

Dari ratusan nama tersebut, kami mencoba merangkum beberapa nama yang memiliki peluang besar. Kita tidak mengulas dari partai mana ia bernaung.

Mari kita telisik. Meski DCT caleg belum resmi diumumkan oleh KPU Pariaman, sejumlah nama politisi dapil Pariaman Tengah sudah mengemuka.

Beberapa nama yang kami sebutkan ini bukanlah hasil jajak pendapat. Bukan iklan? Namun murni dari pengamatan yang sifatnya subjektif. Meski demikian patut menjadi kajian bagi para petarung baru di dapil tersebut.

Pertama, Iskandar. Iskandar pada pileg 2014 lalu kalah tipis dari rekan se partainya Syafinal Akbar. Peluang Iskandar cukup besar pada pileg 2019 dengan alfanya Mardison Mahyuddin pada pileg tahun ini. Basis suara Mardison dan Iskandar sama-sama desa Kampung Baru. Dengan tidak majunya Mardison, jalan Iskandar diprediksi terbuka lebar.

Kedua, Yusra Jaya. Yusra terpilih pada pileg 2009 tapi tak maju pada pileg 2014. Ia ancaman serius bagi caleg lain yang memiliki basis di Kelurahan Pasir, Kampung Baru, Lohong dan Pauh Barat.

Ketiga Life Iswar. Pesaing terdekat satu partai Mardison di pileg 2014. Kampung Jao, Kampung Perak penyumbang terbesar suaranya. Ia mengantongi lebih dari 700 suara di pileg 2014. Dengan tidak majunya Mardison, peluang besar bagi Life Iswar.
 

Keempat Yulius Danil. Ia merupakan salah satu peraih suara terbanyak di pileg dapil Pariaman Tengah pada 2009. Basis massanya yakni Desa Cimparuah, desa dengan lumbung suara terbesar kedua di Pariaman Tengah setelah desa Kampung Baru. Pada pileg 2014 ia tak mencalonkan diri.

Kemudian ada tiga nama lagi yang juga merupakan petahana di pileg 2019 untuk dapil Tengah. Mereka Syafinal Akbar, Hamdani dan M. Fadly. Tiga nama ini memiliki potensi besar kembali merebut kursinya saat ini. Lawan terberat mereka tentu saja rekan se partai dan se basis. (OLP)
Terbit 2 Hari Lalu, KPU Padangpariaman Sosialisasikan Juknis Pergantian Bacaleg
Komisioner KPU Padangpariaman sosialisasikan juknis pergantian bacaleg ke pengurus parpol peserta Pemilu 2019. Foto/Nanda.
Pariaman ----- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Padangpariaman, Zul Naidi, menyebut parpol dalam mengganti bacaleg yang belum memenuhi syarat dengan mengajukan nama bacaleg yang baru.
        
Pengajuan bacaleg pengganti dilakukan, sesuai dengan ketentuan pada Petunjuk Teknis (Juknis) KPU 961/2018 yang baru diterbitkan KPU RI dua hari yang lalu.
        
"Hari ini kami sosialisasikan kepada seluruh pimpinan parpol untuk menjelaskan dan menyatukan pemahaman terhadap materi pergantian bacaleg yang belum memenuhi syarat," jelasnya usai rakor bersama pimpinan partai politik peserta pemilu 2019 tingkat Kabupaten Padangpariaman, Kamis (26/7) siang.
        
Diterbitkannya Juknis 961/2018, lanjut Zulnaidi, menuntaskan pertanyaan pengurus parpol tentang pergantian bacaleg, pergantian bacaleg yang belum memenuhi syarat dan bacaleg perempuan yang mengundurkan diri.
        
Dijelaskannya, penggantian bacaleg yang belum memenuhi syarat (bms) menurut verifikasi KPU, dibolehkan untuk diganti. Pergantian dilakukan oleh parpol dengan mengajukan bacaleg baru yang tidak pernah dicalonkan oleh parpol manapun untuk Pemilu 2019. Pengajuan bacaleg pengganti dilakukan pada masa perbaikan syarat calon, paling lambat 31 Juli 2018 mendatang.
       
Ia menegaskan, penggantian bacaleg belum memenuhi syarat dengan bacaleg baru, tidak mengubah nomor urut yang telah memenuhi syarat pada saat pengajuan bacaleg ke KPU 4-17 Juli 2018 silam.
       
Zulnaidi mengingkatkan agar parpol tidak mengambil resiko dengan menyerahkan dokumen di hari terakhir. Hal itu sangat riskan bagi parpol dan caleg masing-masing.
       
“Parpol mohon untuk memastikan dokumennya sudah lengkap dan memenuhi syarat atau terlebih dulu mengkonsultasikan ke KPU sebelum diserahkan secara resmi guna mengurangi risiko dokumen bermasalah” ulasnya.
         
Menurutnya, KPU Padangpariaman akan mencoret bacaleg yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dari susunan Daftar Caleg Sementara (DCS). Bagi parpol yang bacalegnya dicoret, nomor urut susunan bacaleg dapat disesuaikan dan diparaf pengurus parpol masing-masing.
         
"Potensi bacaleg TMS/dicoret masih terbuka. Hal itu terjadi apabila dalam masa pengumuman DCS ada tanggapan masyarakat yang membuktikan yang bersangkutan TMS terutama bagi mantan narapidana korupsi,kejahatan seksual terhadap anak dan bandar narkoba," pungkasnya. (Nanda)
KPU Pariaman Tetapkan Data Pemilih Sementara Pileg 2019
Foto ilustrasi/istimewa/internet
Pariaman ----- KPU Kota Pariaman tetapkan Data Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) pemilihan umum 2019 tingkat Kota Pariaman sebanyak 61.354 pemilih. DPSHP itu terdiri dari 30.127 orang laki-laki dan 31.227 orang pemilih perempuan.
       
Pemilih pada DPSHP terbanyak berada di Kecamatan Pariaman Tengah sebanyak 21.017 pemilih. Di Kecamatan Pariaman Utara sebanyak 15.252 pemilih, Pariaman Selatan sebanyak 12.818 dan 12.267 orang pemilih di Kecamatan Pariaman Timur.
       
Ketua KPU Kota Pariaman Boedi Satria mengatakan terjadi penambahan jumlah pemilih yang ditetapkan dalam DPSHP.

"Penambahan tersebut berasal dari respon atau tanggapan masyarakat atas DPS pemilu 2019 dan data pemilih tambahan atau pemilih pengguna KTP pada Pilwako Pariaman 2018," kata dia di Pariaman, Senin (23/7).
      
KPU Kota Pariaman, kata Boedi, akan mengumumkan DPSHP pada 26 Juli 2018. Masyarakat diminta memberikan tanggapan apabila belum terdaftar di DPSHP tersebut.
      
"Hasil tanggapan dan masukkan masyarakat pada DPSHP ini akan kita inputkan ke dalam DPT," katanya.
       
Menurut Boedi, keakuratan data pemilih penting pada setiap pemilihan umum. Data pemilih yang akurat merupakan salah satu item kesuksesan penyelenggaraan pemilu. (Nanda)
300 Bacaleg DPRD Kota Pariaman Tak Satupun Lengkap Administrasi
Foto ilustrasi/istimewa/internet
Pariaman ----- KPU Kota Pariaman telah verifikasi seluruh berkas syarat bakal calon anggota legislatif Kota Pariaman. Dari 300 bacaleg yang diajukan 16 parpol peserta pemilu ke KPU Kota Pariaman, belum ada satupun bacaleg yang dinyatakan lengkap syarat administrasi.
     
"Hasil verifikasi berkas 300 calon, belum ada bakal calon yang lengkap syarat administrasinya. Sehingga seluruh bacaleg yang diajukan oleh parpol harus memperbaiki atau melengkapi syarat calon," terang Kordiv BURT dan Logistik KPU Kota Pariaman, Minggu (22/7) siang.
      
Indra merinci, jenis ketidaklengkapan syarat calon meliputi, pas foto bacaleg, fotocopy ijazah yang dilegasir, hasil kesehatan jasmani-rohani dan bebas narkoba, KTA parpol, Fotocopy KTP Elektronik, dan beberapa jenis surat pernyataan bagi bacaleg.
      
"Kekurangan syarat masing-masing bervariasi. Ada yang kurang syarat di sini, tapi syarat lain bacaleg lainnya punya," sebutnya.
       
Ia mengatakan, KPU Kota Pariaman telah menyerahkan hasil verifikasi kelengkapan syarat calon kepada masing-masing parpol pada 22 Juli 2018. Selanjutnya kekurangan syarat calon masih bisa dilengkapi rentang 22 hingga 31 Juli 2018 mendatang.
       
Ditambahkan Indra, calon tidak melengkapi syarat hingga batas perbaikan, KPU Kota Pariaman akan mencoret nama bacaleg tersebut pada DCS.
       
"Bacaleg harus melengkapi seluruh syarat calon. Jika tidak melengkapi syarat hingga batas waktu perbaikan, bisa gugur atau dicoret dari DCS. Begitu pula dengan bacaleg perempuan yang tidak lengkap syaratnya. Jika bacaleg perempuan gagal, mengurangi persentase kouta keterwakilan dalam dapil, satu dapil bisa gugur," pungkasnya. (Nanda)