Istri Gubernur Sosialisasikan Peran LKKS di Pariaman
Foto: Fadli
Pariaman ----- Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Sumbar Nevi Irwan Prayitno sosialisasikan Peran Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Sumbar dalam penguatan LKS untuk penanggulangan kemiskinan dan Sustainable Depelopment Goals (SDGs) di Pariaman, Rabu (16/5).

Nevi mengemukakan program LKKS harus bisa meningkatkan peran bagi organisasi/lembaga sosial masyarakat dan dunia usaha dalam menangani permasalahan sosial. Di samping itu juga meningkatkan pengembangkan jaringan kerja dalam pelayanan sosial.

Setiap pengurus LKKS yang ada di Sumbar, kata dia harus lebih meningkatkan kompetensi dan kemandirian LKKS dalam upaya penyelenggaraan kesejahteraan sosial sebagai mitra pemerintah.

Ia meneruskan, untuk meningkatkan kesejahteraan sosial pihaknya mengimbau agar menjadikan Posdaya sebagai ujung tombak LKKS di akar rumput.

Ketua LKS Kota Pariaman Reni Mukhlis menyambut baik perhatian LKKS Sumbar dalam melakukan pembinaan terhadap anggota dan pengurus LKS dan Dharmawanita di Pariaman.

Hal itu akan memberikan kontribusi bagi terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas. Konsep Posdaya kata dia, diharapkan membantu mengatasi hambatan dalam upaya pemberdayaan keluarga. (Phaik)
50 Warga Pariaman Utara Terima Pelatihan Kewirausahaan
Mukhlis beri arahan kepada peserta pealtihan kewirausaan. Foto/Eri Elfadri
Pariaman --- Sebanyak 50 orang masyarakat desa mengikuti pelatihan kewirausahaan untuk meningkatkan keterampilan, produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Peserta pelatihan terdiri dari 25 orang dari Desa Sikapak Barat dan 25 orang dari Desa Tungka Selatan, Kecamatan Pariaman Utara. Acara yang dibuka oleh Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, itu digelar di halaman kantor Desa Sikapak Barat, Pariaman Utara, Selasa (10/4).

Muhklis mengatakan bahwa pelatihan kewirausahaan merupakan salah satu poin penting yang harus diupayakan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat yang ada di Pariaman.

"Melihat perkembangan zaman saat sekarang, kewirausahaan sangat dibutuhkan oleh siapapun. Oleh karena itu pelatihan ini sangat penting bagi masyarakat Desa Sikapak Barat dan Desa Tungka Selatan karena masyarakat akan mendapatkan wawasan kewirausahaan, secara otomatis masyakarat yang mengikuti pelatihan ini akan terarah," ujarnya.

Mukhlis meninta kepada semua peserta agar mengikuti pelatihan dengan sebaik-baiknya. Ia berharap agar setelah mengikuti pelatihan peserta dapat memberikan manfaat yang signifikan terhadap kesejahteraan diri dan lingkungannya.

"Ikuti pelatihan dengan sebaik-baiknya. Semoga setelah selesai pelatihan ini dapat mengembangkan usahanya. Mungkin selama ini peserta berusaha secara tradisional,  dengan mengikuti pelatihan ini dapat mengelola usahanya dengan lebih baik lagi. Karena usaha yang dikelola dengan baik, juga akan tumbuh dengan baik," pungkasnya.

Kepala Bidang Penyelenggaraan dan Pemberdayaan Balai Besar Peningkatan Produktivitas (BBPP) Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivias Kementerian Ketenagakerjaan RI, Yon Hendri, mengatakan bahwa faktor lapangan kerja ketersediaan tenaga kerja senantiasa menjadi permasalahan setiap negara. Keduanya memiliki hubungan yang signifikan dan saling ketergantungan antara satu dengan yang lainnya.

"Ketidakseimbangan antara ketersediaan lapangan kerja dan tenaga kerja berakibat pengangguran. Salah satu upaya untuk menanggulangi pengangguran adalah melalui pelatihan kewirausahaan ini," terangnya.

Ia berkata bahwa pelatihan itu bertujuan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat. Keberhasilan produktivitas, kata dia, perlu didukung dengan pelaksanaan sikap mental untuk lebih produktif.

Kepala Desa Sikapak Barat, Efrizal menyampaikan pelatihan kewirausahaan yang diberikan berupa keterampilan sablon, tataboga dan karangan bunga.

"Pelatihan akan dilaksanakan selama empat hari, 10 hingga 13 April," sebut dia. (Ira/OLP)