Lensa Piaman: Labuhan Pulau Kasiak

Secara alami sebuah jalur disela-sela karang yang mengelilingi bibir pantai Pulau Kasiak untuk dilewati perahu kecil terbentuk. "Labuhan" adalah istilah yang diberikan oleh nelayan lokal yang acap menepikan biduknya di halaman pulau yang terdapat penangkaran penyu alami milik Pemko Pariaman tersebut. Foto diambil dari atas menara mercusuar setinggi 40 meter. Pulau Kasiak memiliki luas 0,5 Hektare, ditumbuhi kelapa, pohon sukun, pepaya, dll.

Lensa Piaman: Tidur Pulas

Saat narasumber memberikan makalah di podium, beberapa hadirin terlihat menahan kantuk dan akhirnya tertidur pulas di aula utama Balaikota Pariaman dalam acara sarasehan tentang "Sejarah Pariaman dan kepahlawanan H. Bgd. Dahlan Abdullah" Senin, (25/8).

Lensa Piaman: "Lomba Melepas Anak Penyu"

Rombongan Ibu Bhayangkari Polda Sumbar terlihat memberikan semangat pada tukik (bayi penyu) yang hendak mereka lepas ke laut di pantai Konservasi Penyu, Desa Ampalu, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Jumat, 22/8/2014.

Lensa Piaman: Potensi Wisata di Pulau Kasiak

Panorama di atas menara mercusuar pulau Kasiak (Kaslik) Pariaman terumbu karang terlihat jelas di kejernihan air laut. Kawasan pulau Kasiak adalah kawasan konservasi penyu secara nature milik pemko Pariaman dibawah dinas DKP dan dikelola secara penuh oleh UPTD Konservasi Penyu. Pulau Kasiak banyak di kunjungi nelayan lokal untuk memancing ikan karang, gurita dan berbagai biota laut lainnya. Akibat perburuan swallow laut beberapa tahun lalu membuat kondisi karang rusak parah. Pemko beberapa waktu lalu bersama mahasiswa pencinta terumbu karang melakukan penanaman terumbu karang di halaman pulau ini.

Headline News :
Custom Search

Berita Terpopuler

Redaksi

Pedoman Media Siber

Powered by Blogger.
Showing posts with label POLRES PARIAMAN. Show all posts
Showing posts with label POLRES PARIAMAN. Show all posts

Sikat 11 Motor, Apek Cs Ditangkap

Written By oyong liza on Wednesday, 29 June 2016 | 10:22




Polres Pariaman berhasil ungkap jaringan pelaku pencurian sepeda motor antar daerah yang selama ini aktif beraksi di wilayah hukum Sumatra Barat. Komplotan tersebut merupakan pemain lama.

Disebutkan Kapolres Pariaman AKBP Rico Junaldi, Selasa (28/6), seorang tersangka utama inisial JP alias Apek ditangkap di Payakumbuh setelah melakukan pencurian di wilayah hukum Polres Pariaman.

Apek warga Tiku Agam tersebut diamankan pada Jumat (24/6), tidak hanya melakukan aksi pencurian di Pariaman saja tapi juga di wilayah Pasaman Barat, Agam, Payakumbuh dan beberapa daerah lainnya.

"Selama beberapa bulan terakhir pelaku berhasil mencuri belasan sepeda motor dari berbagai daerah di Sumbar," ungkap Rico.

Apek, imbuhnya, dibantu oleh tiga orang rekan untuk menjual hasil curiannya ke beberapa daerah dengan harga murah yakni sekitar Rp4 juta/unit. Tiga rekanan pelaku tersebut adalah F, EF dan RZ yang juga warga Tiku Agam juga ditangkap pada hari yang sama dengan Apek.

"Atas perbuatanya pelaku utama dapat diancam pasal pencurian dengan pemberatan dengan hukuman kurungan penjara diatas lima tahun dan pasal 480 KUHP bagi para penadah," ucapnya.
 

Total keseluruhan motor curian sindikat itu adalah 11 unit sepeda motor dari berbagai jenis/merk. Saat ini pihak kepolisian masih mengembangkan kasus tersebut lebih lanjut.

Untuk identifikasi barang bukti Rico mengaku telah melakukan pengecekan nomor rangka, mesin dan identitas lainnya pada sepeda motor hasil curian.
 

Dalam menjalankan aksinya, pelaku menggunakan kunci T untuk membobol berbagai sepeda motor tapi tidak untuk motor yang dikunci secara ganda.

"Oleh sebab itu kita juga menghimbau kepada masyarakat agar menjaga dan mengunci ganda sepeda motor saat diparkirkan," tuntasnya.

TIM


Berjudi di Bulan Suci, Oknum ASN Pemko Pariaman Diamankan Polisi

Written By oyong liza on Saturday, 11 June 2016 | 20:59




Polres Pariaman amankan 15 orang tersangka kasus perjudian, dua diantaranya diduga ASN Pemko Pariaman pada Jumat dinihari (10/6).

Menurut Kapolres Pariaman AKBP Rico Junaldy, 15 tersangka tersebut diciduk di dua lokasi. Dia menyayangkan perjudian itu dilakukan di saat bulan suci Ramadhan.

"Memang benar 15 tersangka kita amankan dalam kasus perjudian yang dilakukan pada saat bulan suci Ramadhan di dua lokasi berbeda," ungkapnya.

Di Desa Tungkal Selatan, kata Kapolres, pihaknya menangkap tangan tiga pelaku inisial RS, JM dan FF dengan barang bukti kartu remi dan uang tunai Rp1,45 juta.

"Di meja lainnya pada lokasi yang sama kita juga mengamankan empat pelaku ZL, MF, RS, dan AL dengan barang bukti berupa kertas rekapan judi, kartu remi dan uang tunai sebanyak Rp167 ribu," jelasnya.

Tidak sampai disitu, kepolisian kembali menangkap delapan orang pelaku perjudian di Desa Padusunan dengan barang bukti kartu remi dan uang tunai Rp652 ribu.

Seluruh tersangka, kata dia saat ini sudah diamankan di Mapolres Pariaman untuk diproses lebih lanjut. Terkait dugaan keterlibatan ASN, kepolisian akan melakukan koordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

"Kita akan pastikan dulu status kepegawaian pelaku, apakah memang terbukti ASN atau tidak dan tentunya perlu koordinasi dengan BKD," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pariaman, Irmadawani, saat dihubungi wartawan mengatakan belum mengetahui adanya dugaan keterlibatan ASN dalam kasus perjudian tersebut.

"Kita belum mengetahui adanya ASN Kota Pariaman yang terlibat kasus perjudian dan tentunya akan saling berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikanya," katanya.

Pihaknya akan menindaklanjuti permasalahan itu jika memang terbukti adanya pelanggaran Undang-Undang ASN.

"Sanksinya sesuai UU ASN bagi pelaku," tegasnya.

TIM

SDN 14 Pauh Timur Dibobol Maling

Written By oyong liza on Friday, 27 May 2016 | 20:02

ilustrasi



Sekolah Dasar (SD) Negeri 14 Pariaman di Desa Pauh Timur, Pariaman Tengah, dibobol maling Kamis malam (26/5).

Kapolsek Pariaman Kompol. Masri, kepada wartawan mengatakan, pihak sekolah mengetahui peristiwa kemalingan tersebut pertama kali oleh penjaga sekolah setempat Jumat pagi.

"Satu unit laptop dan infocus serta peralatan olahraga dan satu unit monitor komputer milik sekolah dilaporkan hilang. Total kerugian dinyatakan senilai Rp10 juta," kata Kompol Masri, Jumat (27/5).

Masri menambahkan, demi kepentingan penyelidikan pihaknya telah meminta keterangan kepala sekolah dan penjaga sekolah SDN 14 Pauh Timur.

"Peristiwa tersebut pertama kali diketahui Susilawati yang melihat salah satu kaca jendela sekolah pecah dan gembok ruangan rusak," ungkapnya.

Imbuhnya, dari hasil olah TKP, pihak penyidik menemukan bekas sidik jari yang diduga milik pencuri.

Kepala Sekolah SDN 14, Zulhana, berharap kepolisian segera menangkap pencuri tersebut.

Dirinya tidak mengungkap apa isi dokumen laptop yang hilang tersebut.

TIM

Jelang Ramadhan, Polres Pariaman Tingkatkan Kamtibmas

Written By oyong liza on Sunday, 22 May 2016 | 20:48




Polres Pariaman berjanji akan meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) jelang dan saat bulan suci ramadhan 1437 Hijriah.

Menurut Kapolres Pariaman, AKBP. Rico Junaldy, SIK, di Pariaman, Sabtu (21/5) peningkatan Kamtibmas dalam rangka menjaga warga Pariaman saat menjalankan ibadah puasa dan sholat tarawih.

Dirinya berharap kerjasama dari masyarakat agar tidak membeli petasan, berjudi dan penyakit masyarakat lainnya.

"Selain menertibkan balap liar, petasan dan judi, kita harap juga kerjasama masyarakat demi ketertiban bersama selama bulan puasa," ungkap Rico.

Pihaknya mengaku telah lakukan sosialisasi kepada pedagang agar tidak berjualan petasan, mercun dan sejenisnya selama bulan puasa.

"Masyarakat jangan beli. Jika tidak ada yang beli, yang jual akan hilang," imbaunya.

Kapolres meneruskan, selain kegiatan pengamanan pihaknya juga akan melakukan kegiatan yang mendukung terlaksananya ibadah yang baik di bulan suci ramadhan, seperti mengadakan lomba adzan tingkat pelajar SLTP dan SLTA.

"Tujuannya yaitu agar masyarakat, khususnya anak-anak lebih meningkatkan rasa ketakwaan kepada sang pencipta. Polri tidak hanya bertugas menjalankan peraturan perundang-undangan, namun kami akan mencoba bagaimana mengajak masyarakat lebih dekat kepada sang pencipta," jelasnya.

Untuk memperlancar keamanan Kamtibmas, pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah daerah seperti Satpol-PP, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), dan instansi terkait lainnya.



Terpisah, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pariaman, Ikhlas Bakri, meminta jajaran Polres Pariaman agar selalu mengedepankan persuasif dalam setiap melakukan aksi penertiban dan razia.


"Kami (wartawan) mendukung langkah Kamtibmas oleh Polres Pariaman dalam rangka menjaga kualitas ibadah warga Pariaman saat menjalankan ibadah di bulan suci," sebutnya.


Di saat yang sama, praktisi media, Oyong Liza Piliang, menegaskan penjualan/pelarangan petasan dinilai karena unsur membahayakannya lebih kuat. 

Maka untuk mengantisipasi kemungkinan kejadian yang membahayakan, langkah yang dilakukan Polres Pariaman dia nilai sudah tepat.

Di berbagai daerah, kata dia, bahkan pihak kepolisian mempidanakannya dengan Undang-Undang darurat No. 12 tahun 1951.


"Undang-Undang Darurat nomor 12 Tahun 1951 tentang bunga api, di dalamnya sangat jelas disebutkan, mana benda yang boleh dan mana benda yang tidak boleh diledakan. Itu ancaman pidananya 12 tahun," ringkasnya.

TIM

Selain Oknum Walikorong, Polres Pariaman Juga Tangkap Bandar Sabu TO Daerah Lain

Written By oyong liza on Friday, 20 May 2016 | 21:04




Jajaran satuan narkoba polisi resor (Polres) Pariaman menangkap seorang oknum walikorong di Kecamatan Sungai Geringging, Padangpariaman, AM (42) bersama rekannya HM (36) warga Desa Pauh Barat saat pesta narkoba jenis sabu di Desa Nareh Hilie, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Kamis (19/5) sekitar pukul 13.00 Wib.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kapolres Pariaman, AKBP Rico Junaldy, SIK kepada wartawan di Mapolres setempat, Jumat (20/5).

Menurut dia, oknum walikorong tersebut pesta sabu bersama dua orang rekannya, namun satu orang berhasil kabur dalam operasi tangkap tangan tersebut.

"Seorang pelaku berhasil kabur, teman pesta sabunya oknum walikorong yang masih aktif," ujar Kapolres.

Kata dia, kedua pelaku ditangkap saat melakukan pesta narkoba di sebuah warung internet di Nareh Hilie.

Meskipun berhasil melarikan diri, identitas pelaku yang kabur saat dilakukan penangkapan sudah dikantongi pihak kepolisian. Dirinya optimis pelaku yang kabur akan berhasil ditangkap.

Rico Junaldy menambahkan, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti dari para tersangka berupa kemasan plastik bekas sabu, alat hisap bong, beberapa mancis dan uang tunai senilai Rp2 juta.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Pariaman AKP Ardhi Zulhasbih Nasution mengatakan para pelaku merupakan target operasi tim satuan narkoba Polres Pariaman.

Dalam penangkapan itu, kata dia, para tersangka tidak melakukan perlawanan.

Sebelumnya, ungkap Kasat, pada Rabu (18/5) Polres Pariaman juga berhasil mengamankan seorang tersangka RF (43) yang diduga sebagai seorang pengedar narkoba. Pelaku sudah lama masuk dalam target operasi (TO) Polres di daerah lain.

Hasil tes urine yang dilakukan kepada tersangka AM, HM dan RF, ketiganya dinyatakan positif mengkunsumsi narkoba.

"Atas perbuatannya ketiga pelaku akan diancam dengan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika," sebut Kasat Ardhi Zulhasbih Nasution.

TIM 

Parkir Mobil Beli Nasi, Kamera Berikut Isi Milik Wartawan Singgalang Disikat Maling

Written By oyong liza on Thursday, 21 April 2016 | 20:00

                                            ilustrasi


Pintu kaca mobil samping kanan depan milik wartawan harian Singgalang, Tomi Syamsuar dicongkel pencuri. Satu unit kamera merek Canon 6D di dalam tas berikut dua buah lensa, dua buah baterai cadangan, dua buah carger seharga Rp8 juta disikat si panjang tangan di depan Mesjid Al Ikhlas, Desa Toboh Palabah, Kecamatan Pariaman Selatan, sekitar pukul 14.00 WIB, Kamis (21/4).

"Sejumlah dokumen foto penting, buku tabungan dan kartu kompetensi wartawan juga berada di dalam tas itu," kata Tomi.

Tomi menuturkan, kejadiannya begitu cepat hanya berselang 20 menit. Ketika itu mobil kijang yang dia gunakan diparkir di tepi jalan di depan mesjid tersebut.

"Saat saya membeli nasi bungkus di rumah makan Bungo Tanjuang di samping Mesjid Al Ikhlas," lanjutnya.

Begitu pesanan nasi bungkus telah diterima dari pelayan rumah makan tersebut, Tomi bersama anaknya yang masih berusia tujuh tahun bergegas menuju mobil. Sesampai di mobil Tomi kaget bukan kepalang setelah membuka pintu tidak melihat tas berisi kamera kesayangannya.

"Kamera berikut tasnya kemanapun pergi selalu saya bawa sebagai penunjang profesi saya sebagai wartawan," ungkap Tomi, reporter Koran Singgalang wilayah Pariaman ini.

Tanpa pikir panjang, Tomi langsung melaporkan kejadian yang dialaminya ke Mapolres Pariaman.

Kasat Reskrim Polres Pariaman, AKP. Hidup Mulia, mengatakan, pihaknya telah menerima laporan atas nama Tomi Syamsuar.

"Setelah laporan diterima, kami langsung melakukan penyidikan di lokasi kejadian," ucapnya.

TIM

Polres Pariaman Tangkap Bandar Judi Online

Written By oyong liza on Thursday, 31 March 2016 | 22:12

ilustrasi



Tiga orang tersangka judi online dibekuk aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Pariaman, Polres Pariaman. Tiga orang tersebut diamankan di tiga lokasi berbeda.

Penangkapan yang dipimpin Kapolsek Pariaman, Kompol. Masri tersebut, dibekuk tiga orang inisial M (42), H (46) dan AU (29) pada Rabu sore (30/3).

Kapolres Pariaman, AKBP. Rico Junaldy, Kamis (31/3) di Mapolres Pariaman, kepada wartawan secara singkat menyebutkan, omset judi online yang dikelola kawanan tersebut berkisar hingga Rp3 juta dalam satu hari.

"Dari tangan M yang diduga sebagai bandar berhasil diamankan barang bukti uang tunai Rp2,5 juta. H dan AU adalah kaki tangan M dalam menjalankan bisnis judi onlinenya," ungkap Rico.

Kapolres menuturkan, komplotan pelaku bandar judi online itu sudah operasional di Pariaman selama dua tahun. Kasus tersebut akan terus dilakukan pengembangan.

"Dalam sepakan omsetnya hingga Rp15 juta,” tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian sedang melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.

TIM

Polres Pariaman Tangkap Tahanan Kabur Ronal Cengli Cs




Jajaran tim pemburu Polres Pariaman berhasil menangkap kembali dua orang tahanan yang sempat kabur dari selnya  pada hari Senin 21 Maret yang lalu. 

Tahanan kabur itu dikenal bernama Ronal Cengli (35) dan inisial F (36) yang tersangkut kasus narkoba dan curanmor di wilayah hukum Polres Pariaman.

Dituturkan Kapolres Pariaman, AKBP. Rico Junaldy, SIK, di Mapolres Pariaman, Jl. Imambonjol, Kamis (31/3), kepada sejumlah wartawan, kedua tahanan itu ditangkap di dua lokasi berbeda.

"F ditangkap pada hari Rabu (30/3) di Lubuk Minturun, Kota Padang, sedangkan Ronal Cengli ditangkap di Pekanbaru, Riau," kata Kapolres.

Kata dia, F yang berhasil diamankan duluan sempat kabur bersama Ronal Cengli di Pekanbaru sebelum dia kembali ke Lubuk Minturun.

"Dari F didapatkan informasi tentang keberadaan Ronal di Pekanbaru, lalu kita tangkap dia di sana," jelas Kapolres.

Ronal Cengli dan F, tutur Kapolres, berhasil kabur dari selnya usai membobol loteng tahanan dan melarikan diri lewat halaman belakang Mapolres pada dini hari sekitar pukul 04.00 WIB.

"Kita bentuk dua tim untuk lakukan pengejaran dan Alhamdulillah dalam sepekan mereka berhasil kita tangkap," kata dia.

Ungkap dia, kedua tahanan tersebut saat ini telah kembali menghuni sel tahanan Mapolres Pariaman.

"Semula berkasnya sudah akan (P21) diserahkan ke Kejaksaan untuk dilakukan persidangan,” pungkasnya.

TIM

Oknum Wartawan Tertangkap Shabu Bukan Anggota PWI

Written By oyong liza on Monday, 28 March 2016 | 18:51



Jajaran Satuan Anti Narkoba Polres Pariaman amankan seorang oknum wartawan inisial EP (38) warga Nareh, Pariaman Utara, karena kedapatan memiliki narkoba jenis shabu, Senin (28/3).

Kapolres Pariaman, AKBP. Rico Junaldy, SIK, kepada wartawan menyebutkan, oknum wartawan tersebut diciduk di Kelurahan Jawi-Jawi, Pariaman Tengah pada Senin dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Kata dia, selain EP pihaknya dini hari itu juga amankan seorang tersangka lainnya inisial A (31) warga Jawi-Jawi.

Menurut dia, dari dua pelaku, pihaknya sita tiga paket shabu siap pakai ditambah sejumlah barang bukti lainnya.

"Enam unit HP, alat isap shabu (bong), aluminium foil, timbangan digital, uang tunai Rp2 juta dan satu unit minibus," terang dia.

Kedua tersangka itu, ungkap Kapolres merupakan target operasi yang sudah lama diincar pihaknya atas pengembangan beberapa kasus serupa sebelumnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Pariaman, AKP. Ardhy Zulhasbi Nasution, menyebutkan, paket sabu ditemukan di bawah telapak sandal pelaku.

"Tersangka mengaku memperoleh narkoba dari tersangka A. Berdasarkan keterangan tersebut kami langsung menangkap A di rumahnya tanpa melakukan perlawanan," tuturnya.

Menurut dia, kedua tersangka diancam pasal 114 ayat 1 junto pasal 112 ayat 1 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Ditempat berbeda, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pariaman, Ikhlas Bakri, menyebut, oknum wartawan EP yang ditangkap polisi sama sekali bukan anggota PWI atau wartawan yang bernaung di bawah organisasi tersebut.

Bersama praktisi media Oyong Liza Piliang, Ikhlas Bakri langsung memeriksa wajah EP hasil liputan wartawan di kantornya. Kedua orang itu memastikan oknum tersebut bukan wartawan yang sehari-hari mereka kenal, baik saat melakukan peliputan maupun di acara-acara resmi kejurnalistikan.

"Saya pastikan EP bukan anggota PWI. Baru kali ini saya melihat wajah dia," kata Ikhlas.

Ungkap dia, PWI secara nasional melarang keras dan akan memberikan sanksi tegas kepada setiap anggotanya yang menggunakan narkoba.

"Hal itu diatur dalam Kode Etik Jurnalistik BAB 1 pasal 1 tentang kepribadian dan integritas," jelasnya.

Ikhlas juga menghimbau kepada seluruh anggota PWI agar tidak menyentuh barang haram tersebut apalagi hingga mengedarkannya.

"Wartawan adalah profesi mulia diatur oleh Undang-Undang dan Kode Etik yang sangat tegas," pungkasnya.

TIM

(Banjir Pariaman) Foto Terbaik Evakusi Korban Banjir

Written By oyong liza on Tuesday, 22 March 2016 | 14:51





Ini adalah foto peristiwa terbaik pilihan redaksi saat evakuasi korban banjir di Kota Pariaman, Selasa (22/3).

Di dalam foto yang menyebar viral di media sosial dan terkomentari begitu banyak itu terlihat Kasat Lantas Polres Pariaman beserta jajaran melakukan evakuasi kepada warga usia lanjut di Kelurahan Alai Gelombang, Pariaman Tengah.


Terimakasih buat jajaran Lantas Polres Pariaman!!

Foto: Istimewa

Jebol Loteng, Dua Orang Tahanan Polres Pariaman Kabur

Written By oyong liza on Monday, 21 March 2016 | 16:22

ilustrasi


Dua orang tahanan polisi nekad kabur dari sel Polres Pariaman berpenjaga pada Senin dini hari (21/3) sekitar pukul 04.00 WIB. Kedua tahanan tersebut kabur melewati atap sel (loteng) dan keluar lewat belakang.

Menurut Kapolres Pariaman, AKBP. Rico Junaldy, SIK, di ruang kerjanya, Senin siang (21/3) salah seorang tahanan kabur itu dikenal bernama Ronal Cengli (35) warga Pariaman yang dijerat kasus narkoba, diduga sebagai otak pelaku pelarian. Sedangkan seorang lainnya merupakan teman satu sel pelaku dengan kasus curanmor.

"Mereka kabur dengan mencongkel ruang tahanan. Ronal Cengli (merupakan) DPO (Daftar Pencarian Orang) curanmor sudah lama. Dia (Ronal) ditangkap karena kasus narkoba. Sejak dia ditahan, kasus curanmor di Pariaman langsung turun," kata Kapolres kepada wartawan.

Dari hasil pelacakan ponsel yang digunakan pelaku saat menelpon istrinya, kata Kapolres, pihaknya mengaku berhasil mengetahui keberadaan Ronal di Padang dan sudah membentuk dua tim untuk melakukan penangkapan. Ronal dalam pelariannya diduga dibantu oleh orangtuanya.

"Kita menyayangkan keterlibatan orangtuanya dalam pelarian Ronal. Ibu pelaku bahkan sempat mengantarkan (Ronal) ke stasiun kereta api Pariaman," terangnya.

Meski demikian, imbuh Kapolres, pihaknya mengakui peristiwa tersebut tidak terlepas akibat kelalaian anggota penjaga sel tahanan.

"Kelalaian anggota akan kita proses. Kita berharap pelaku belum jauh (masih sekitar Padang) agar bisa ditangkap secepatnya," tegasnya.

TIM

Polres Pariaman Beri Bunga ke Pengguna Jalan

Written By oyong liza on Wednesday, 2 March 2016 | 19:38




Hari ke-2 Operasi Simpatik Tahun 2016, Polisi Lalu Lintas (polantas) Polres Pariaman menggelarnya di persimpangan Jalan R.W. Monginsidi, Jati Pariaman, Selasa (2/3).

Dengan mengenakan pakaian "anak daro" jo "marapulai" (sebutan pengantin minang), personil polantas mengatur dan memberi pelayanan kepada para pengguna jalan raya.

“Mereka bertugas menggunakan pakaian adat. Ada empat pasang personil Salantas Polres Pariaman yang bertugas seperti biasa, pakaian saja yang berbeda sekaligus membawa bunga untuk dibagikan kepada pengguna jalan raya,” kata Kapolres Pariaman, AKBP Riko Junaldy, kepada wartawan.

Kata dia, selama ini aparat selalu berpakaian lengkap saat bertugas. Jika yang menegur pengguna jalan berpakaian Polisi, orang-orang terlihat kadang merasa takut. Maka dari itu, imbuhnya, dengan mengenakan pakaian adat saat operasi diharapkan masyarakat akan tertarik dan lebih simpatik kepada polisi sehingga upaya peningkatan ketertiban berupa imbauan lebih maksimal.

Kapolres mengatakan, jika terjadi pelanggaran lalu lintas selama operasi itu hanya akan mendapat teguran simpatik, ditunjukkan kesalahannya dan aparat meminta jangan melakukan kesalahan yang sama agar tidak terjadi pelanggaran untuk kedua kalinya, kemudian memberikan bunga,

Selama operasi dilangsungkan, secara kasat mata pengguna jalan cukup tertib, baik roda dua maupun roda empat. Yang roda dua semua memakai helm dan yang roda empat memakai sabuk pengaman. Kesalahan biasanya tidak menyalakan lampu dan mengunakan helm.

“Mereka ini kita beri teguran, hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan dan keselamatan pengendara karena segala bentuk pelanggaran dapat menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas,” tuntasnya.

Setelah di jalan raya, Kapolres Pariaman bersama anggota juga mengunjungi Kantor Balaikota Pariaman, Kejari Pariaman, Pengadilan Negeri Pariaman serta Makodim 0308 Pariaman.

Tim

Polres Pariaman Dukung Pemko Tertibkan Kapal Wisata Operasional di Satu Kawasan

Written By oyong liza on Saturday, 9 January 2016 | 10:12



Pemerintah Kota Pariaman berencana menempatkan semua kapal wisata yang saat ini berada pada dua tempat menjadi satu lokasi guna memudahkan wisatawan yang akan berkunjung ke pulau.

"Tentunya ini tidak mudah dan harus disepakati oleh semua pihak terkait, namun harus dilakukan untuk terus menunjang sektor pariwisata Pariaman," kata Kasi Perizinan dan Pengawasan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Fatma, di Pariaman, Sabtu (9/1).

Kata dia, saat ini total sudah ada 30 kapal wisata yang terbagi di dua lokasi yakni di Muaro Pariaman dan di sekitar Pantai Gandoriah tepatnya di belakang posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Menurutnya jika semua kapal wisata ke pulau difokuskan pada satu lokasi akan memberikan dampak sangat baik bagi pemerintah dan pelancong yang ingin ke pulau.

Hal tersebut, imbuh dia disebabkan calon wisatawan yang ingin ke pulau lebih mudah mengetahui di mana tempat kapal-kapal wisata bersandar.

"Kita perkirakan jika pembangunan jembatan layang yang akan dibangun di dekat muara dapat selesai di 2016 maka harus dibarengi dengan pemindahan tersebut," ucap dia.

Terkait izin mengangkut penumpang ke pulau, pihaknya membenarkan masih ada sejumlah kapal yang belum memiliki namun tengah diurus.

"Saat ini tercatat baru 17 kapal wisata yang mengantongi izin, namun 14 diantaranya belum memiliki izin," tambahnya.

Sementara itu Kapolres Pariaman, AKBP. Riko Junaldy, sangat mendukung langkah yang akan diambil oleh pemerintah agar pariwisata ke pulau difokuskan pada satu lokasi saja.

Ia menilai hal tersebut lebih memudahkan petugas kepolisian dalam memantau dan mengawasi setiap aktivitas menuju pulau.

Terkait penempatan sandaran kapal di satu titik, pihaknya juga memberikan usulan tambahan agar pintu masuk dan pintu keluar dibedakan namun dengan jarak yang tidak terlalu jauh.

"Muara Pariaman ini tidak terlalu lebar, dengan kapasitas kapal wisata yang mencapai 30 unit mungkin kurang efektif demi mempertimbangkan keselamatan masyarakat dan wisatawan," jelasnya. 


Sumber: Antara

Polres Pariaman: 21 Kasus Narkoba Terungkap Selama 2015, Malam Tahun Baru Operasi Ketat

Written By oyong liza on Tuesday, 29 December 2015 | 20:04




Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polisi Resor (Polres) Pariaman, AKP. Ardhi Zul Hasbih Nasution, menyebut selama tahun 2015, 21 kasus narkoba terungkap di wilayah hukumnya.

Kata dia, Selasa (29/12) di Polres Pariaman, 19 diantara kasus narkoba itu adalah psikotropika jenis shabu.

"Kita akan terus melakukan peningkatan pengawasan, dan pemberantasan narkoba di Pariaman agar kota ini bersih dari berbagai jenis narkoba," kata dia.

Kasus pengungkapan terakhir, ungkap dia, Polres Pariaman berhasil menangkap dua orang yang diduga pengedar yakni AF (35) dan RT (34). Masing-masing warga Kampung Baru dan Kampung Jawo, Pariaman Tengah.

"Kedua tersangka ditangkap pada Minggu (27/12) sekitar pukul 21.00 WIB di dua lokasi yang berbeda," sebut dia kepada wartawan.

Kedua tersangka itu, beber dia, merupakan target operasi (TO) Polres Pariaman. Dari kedua pelaku berhasil diamankan lima paket shabu-shabu, dua paket kecil dan tiga paket menengah.

"Selain barang bukti shabu, kita juga mengamankan satu unit timbangan digital, plastik pembungkus shabu, dan kaca pirek yang diduga digunakan oleh tersangka," ucap dia.

Atas perbutannya, kata Ardhy, kedua tersangka diancam pasal 114 ayat 1 Undang-Undang No 35 tahun 2009 tetang narkotika dengan ancaman minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun kurungan penjara.

Saat penangkapan pihak kepolisian menurunkan 10 personel dari berbagai satuan untuk mengamankan tersangka.
 

Tahun Baru

Terkait pengamanan dan antisipsi malam pergantian tahun baru 2016, Polres Pariaman akan memberikan pengawalan ketat di wilayah hukumnya.

"Kita akan terus melakukan monitoring di lapangan agar Kota Pariaman bisa bersih dari peredaran narkoba sehingga masyarakat bisa merasa nyaman," tambahnya.

Ia mengimbau dan mengajak masyarakat secara bersama untuk memberantas penyakit masyarakat termasuk narkoba.


TIM

Lakukan Perlawanan, Tersangka Pembunuh Istri di Sungai Limau Ditembak

Written By oyong liza on Sunday, 11 October 2015 | 15:03




Tersangka utama pembunuhan sadis terhadap istrinya Afrezi Arifin (23), Z (20) langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara di Padang setibanya di Polres Pariaman Minggu dini hari untuk mendapatkan perawatan medis guna mengeluarkan timah panas yang bersarang di kakinya. Z yang sempat buron selama dua pekan itu dibekuk oleh "Tim Anti Bandit" Polres Pariaman di Bengkalis, Provinsi Riau, Sabtu (10/10).

"Tersangka Z ditembak karena melakukan perlawanan. Sekarang Z dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara di Padang," kata Kapolres Pariaman AKBP Riko Junaldi, S.IK kepada wartawan  saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu pagi (11/10). Kata dia, keterangan resmi (kronologi penangkapan dan perlawanan tersangka) Polres Pariaman kepada awak media secara resmi akan dilakukan esok hari (Senin 12/10).

Sementara itu, dari narasumber kami di Polres Pariaman menyebutkan, tersangka Z dibawa menggunakan mobil jenis minivan tiba di Mapolres Pariaman tengah malam dari Bengkalis bersama anggota polisi yang membekuknya. Saat tiba itu menurutnya kantor Polres Pariaman ramai oleh kerumunan warga.

Kemudian, kata dia, tak lama berselang, tersangka Z dinaikan ke atas mobil ambulance menuju RS Bhayangkara di Padang dikawal beberapa anggota kepolisian ditambah petugas lainnya yang mengiringi ambulance menggunakan mobil lainnya.

"Saya belum dapat informasi kronologis di mana lokasi perlawanan tersangka Z pada anggota hingga dia ditembak. Apakah saat penangkapan di Bengkalis atau di jalan saat istirahat atau di rumah makan, nanti biar atasan (beri keterangan pers)," jelas dia saat dikorek keterangan.

Masih menurutnya, Z ditembak oleh sebutir peluru di betis kaki kanannya.

"Prosedur lamanya dirawat di rumah sakit kita tidak bisa pastikan berapa harinya. Itu tergantung dokter dan kebijakan atasan. Ada bahkan di satu kasus lebih dari seminggu dirawat," jelas dia lagi saat ditanya berapa lama Z dirawat.

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, Z (20) pelaku utama pembunuhan ibu muda Afrezi Arifin (23) berhasil dibekuk oleh "Tim Anti Bandit" Polres Pariaman di Bengkalis, Provinsi Riau.

Z yang tega menghabisi nyawa mantan istri yang sudah dikaruniai balita 2 tahun itu, lebih dua pekan melarikan diri sejak penemuan jasad Ezi (sapaan Afrezi) di lahan sawit pada Kamis 24 September lalu di kawasan Kukualang, Batang Gasan. Ezi adalah warga Korong Lohong, Nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau, Padangpariaman.

Z kemudian disangka pelaku utama pembunuhan Ezi baik dari hasil olah TKP/alat bukti ditambah kesaksian Al (23) tersangka lainnya yang ikut membantu Z saat menguburkan jasad Ezi. Dari penangkapan Al, sebagaimana dituturkan Kapolres, sejumlah titik terang mulai kelihatan mengarah pelarian pelaku meski AL terlihat menyembunyikan sesuatu.


Baca juga Buron Usai Habisi Nyawa Istri, Z Ditangkap di Bengkalis Riau

OLP

Buron Usai Habisi Nyawa Istri, Z Ditangkap di Bengkalis Riau

Written By oyong liza on Saturday, 10 October 2015 | 16:30




Z (20) tersangka utama pelaku pembunuhan sadis terhadap Afrezi Arifin (23) berhasil dibekuk oleh "Tim Anti Bandit" Polres Pariaman di Bengkalis, Provinsi Riau. Z yang tega menghabisi nyawa mantan istri yang sudah dikaruniai balita 2 tahun itu, lebih dua pekan melarikan diri sejak penemuan jasad Ezi (sapaan Afrezi) di lahan sawit pada Kamis 24 September lalu di kawasan Kukualang, Batang Gasan. Ezi adalah warga Korong Lohong, Nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau, Padangpariaman.

Hal itu dibenarkan oleh Kapolres Pariaman AKBP. Riko Junaldi, S.IK saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Sabtu siang (10/10).

"Benar. Z sudah kita amankan. Pelaku ditangkap di Bengkalis Riau oleh anggota kita dan sekarang di perjalanan menuju Pariaman. Saya perintahkan ke anggota pelan-pelan saja jalannya," kata Kapolres.

Sebelumnya Kapolres mengatakan sudah memastikan bahwa Z disangka pelaku utama pembunuhan Ezi baik dari hasil olah TKP/alat bukti maupun pengakuan AL (23) tersangka lainnya yang ikut membantu Z saat menguburkan jasad Ezi.
AL dibekuk pada hari Sabtu (26/9) di Simpang Empat Parak Lamo, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Padang. 


Dari penangkapan AL, sebagaimana dituturkan Kapolres, sejumlah titik terang mulai kelihatan mengarah pelarian pelaku meski AL terlihat menyembunyikan sesuatu.

"Pengakuan tersangka AL pada penyidik bahwa Z menghubungi AL usai membunuh istrinya untuk dimintai tolong menguburkan jasadnya."

"Kemarin kita lacak sinyal HP dia (Z) posisinya di Pekanbaru, rupanya ponselnya sudah dia dijual saat anggota sampai di sana. Kita terus lakukan pengejaran dari rangkaian informasi-informasi," penuturan Kapolres di sela-sela konprensi pers usai geladi resik persiapan etape finish I Tour de Singkarak di Pantai Gandoriah (1/10) lalu.

Kapolres belum berkomentar rincian kronologis penangkapan Z di Bengkalis. Kata dia, keterangan akan diberikan kepada media setelah Tim Anti Bandit yang membekuk tersangka sampai di Polres Pariaman.

"Kita kabarkan nanti setelah anggota sampai. Sabar ya, bisa sampainya (di Pariaman) malam nanti atau dinihari," sebut Kapolres.

Sebagaimana diketahui, penemuan jasad Afrezi yang terkubur hanya sedalam satu meter itu di bawah batang sawit yang sengaja ditanam untuk menyamarkan, dua hari setelah almarhum menghilang dari rumahnya. Ada unsur sadisme dalam pembunuhan itu. Rinciannya baca disini. Motif dibalik semua peristiwa itu hingga kini belum terkuak. Masih teka-teki.

Sementara itu, Tachi Ida (49) karib disapa bunda, saudara orangtua korban yang berdomisili di Perumahan Jati Raya Indah Pariaman menuturkan bahwa pernikahan Ezi dan Z sebenarnya sempat ditentang keluarga dulunya. Keluarga memiliki firasat tidak baik pada calon menantunya ketika itu.

"Namun karena Ezi bersikeras kita paralekan (resepsi nikah) pada tahun 2012. Ezi dan Z udah setahun pisah ranjang. Ezi di Kampung dan suaminya itu di Pekanbaru. Ezi semasa hidupnya curhat kepada keluarga dia sering jadi korban kekerasan dalam rumah tangga oleh suaminya itu," sebut Tachi beberapa hari lalu.


OLP

Polwan Baik Hati

Written By oyong liza on Saturday, 3 October 2015 | 21:39



Seorang anak laki-laki usia empat tahun terlepas dari tangan kedua orangtuanya saat keramaian menyaksikan atraksi beruk panjat kelapa di Pantai Gandoriah Pariaman, usai finish TdS etape I.

Wajah Polwan ini baru bagi saya. Dia berjilbab. Kulit putihnya kontras dengan seragam coklat tua ia kenakan. mungkin baru berdinas di Polres Pariaman, kira saya sendiri.




Melihat dia menggendong anak itu penuh sabar, terlihat bocah berbaju kotak-kotak ini berhenti suara lengking tangisnya. Tinggal isak saja, kemudian diam. Anak itu sepertinya pasti merasa mendapat perlindungan dalam dekapan gadis muda itu. Sifat alamiah anak merasakan ketulusan.

Tidak berapa lama berselang, sebagaimana diberitahukan anak hilang lewat pengeras suara, Ayah sang anak pun datang.

Tapi anehnya bocah kecil itu seakan terpana. Dia tidak hendak melompat kepangkuan ayahnya meski tangan sang ayah telah dijulurkan.

Akibatnya, banyak orang bertanya apakah benar laki-laki yang mengaku ayah bocah itu ayah dari anak ini. Anak itu tetap diam, hingga sang polwan menanyai dia dengan lembut.

"Apakah ini ayahnya, nak?"

Sang bocah pun mengangguk. Lalu polwan itu dengan lembut memberikan anak tersebut ke pangkuan ayahnya. Sang anak pun baru mau.

Meski si polwan tidak langsung disalami oleh si ayah dan ibu dari anak itu sebagai ucapan terimakasih sebelum diingatkan warga, dia tetap tersenyum. Polwan berwajah keibuan itu, pun tutur katanya lembut.

"Lain kali mohon anaknya dijaga pak. Apalagi ditengah kerumunan warga seperti ini," nasehat dia sejuk.


OLP

Goro Polres Pariaman dan Pemko, Jadikan Pantai Gandoriah Makin Kinclong

Written By oyong liza on Saturday, 1 August 2015 | 10:43




Ratusan anggota Polres Pariaman diikuti Tenaga GO, BLH, BPBD, pemuda, pelaku pariwisata serta para ABK kapal, gotong royong bersama membersihkan Pantai Gandoriah dari sampah-sampah yang berserakan di sepanjang pantai tujuan wisata nomor wahid di Sumbar tersebut, Sabtu (1/8).

Aksi bersih tersebut terjun langsung memungut sampah Kapolres Pariaman AKBP Riko Junaldi, SIK dan Wakil Walikota Pariaman Dr. Genius Umar, M.Si. Menurut Genius, aksi goro yang diprakarsai oleh Kapolres Pariaman bertujuan untuk menimbulkan kesadaran bagi warga setempat dan pedagang akan pentingnya kebersihan pantai dari sampah berserakan.

Dia berharap ke depannya, para pedagang dan pengunjung menyadari pentingnya kebersihan dan malu membuang sampah sembarangan. Dan yang terpenting menimbulkan kesadaran bagi masyarakat akan rasa memiliki pantai itu sendiri. Dengan timbulnya rasa memiliki, kata Genius, kesadaran menjaga kebersihan akan muncul dengan sendirinya.

"Target kita akan keluar sampah tiga truk pagi ini," kata Genius.

Disamping itu, tambah Genius, dia meminta kepada Dinas Pariwisata agar memberlakukan langkah hukum pada para pembuang sampah di sepanjang Pantai Gandoriah dengan memberlakukan denda.

"Kemudian kita juga minta pada Dinas BLH membuat plang himbauan kreatif dilarang membuang sampah di sepanjang pantai," pungkasnya.

Sementara itu Kapolres Pariaman AKBP. Riko Junaldi menyebutkan aksi gotong royong bersih pantai oleh Polres Pariaman di Pantai Gandoriah adalah dalam rangka mendukung program pariwisata Pemerintah Kota Pariaman.

Dia menghimbau agar pelaku pariwisata, baik pedagang, pengunjung dan masyarakat setempat sama-sama menjaga kebersihan agar wisatawan merasa nyaman dan betah.

"Jika wisatawan betah tentu mereka akan menyampaikan kesan yang baik tentang Pantai Pariaman kepada yang lainnya sehingga menimbulkan citra positif," kata Kapolres.

Dengan adanya sinergitas antara Polres Pariaman dan Pemko Pariaman, dia berharap aksi gotong royong bersih pantai menjadi program mingguan.

"Ini intinya mengajak tokoh-tokoh masyarakat di sini, pemuda, dia terutama yang di ke depankan menjaga kebersihan. Dia yang mencari makan di sini kok oranglain yang menjaga, itulah kira-kira pesan yang ingin kita tinggalkan," pungkas Kapolres.

OLP

Polres Pariaman Peringati HUT Bayangkara ke 69

Written By oyong liza on Wednesday, 1 July 2015 | 19:36




Memperingati hari jadi Bayangkara Ke 69 tahun 2015, Kepolisian Derah Resort (Polres) Pariaman, Rabu, (01/07) menggelar  upacara di halaman Mapolres Pariaman.

Upacara yang diikuti aparat gabungan dari Polri, TNI, Dishubkominfo, Satpol-PP dan anggota Pramuka ini dipimpin langsung oleh Kapolres Pariaman AKBP Riko Junaldi, S.I.K.

Hadir pada peringatan HUT Bayangkara ke 69 ini Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman, Ketua DPRD Kota Pariaman, Mardison Mahyudin, Ketua DPRD Kabupaten Padangpariaman, Faisal Arifin serta unsur Muspida lainnya.

Dalam Amanat Presiden Republik Indonesia yang dibacakan oleh Kapolres Pariamanmengatakan, Polri harus mampu meningkatkan kinerja dan profesionalisme guna memberikan pelayanan terbaik bagi nusa dan bangsa terutama masyarakat. Polri juga telah banyak memberikan sumbangsih yang besar dalam upaya memelihara ketertiban masyarakat dan hukum.

Kata dia, kejahatan konvensional terhadap negara dan masyarakat diperlukan adanya kesanggupan dan kerja keras Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Polri harus mampu mengembangkan teknik dan taktik dalam menangani setiap kejahatan.

Terkait dengan pelayanan hukum terhadap masyarakat Presiden mengingatkan agar polisi memberikan pelayanan dengan mudah‎ dan tidak berbelit-belit dalam memberikan pelayanan kepada kaum minorotas, anak dan perempuan.

Presiden juga memberikan instruksi agar me‎manfaatkan fungsi online untuk memberikan informasi yang akurat kepada publik dimana  hakekat dari tugas Polri adalah perlidungan dan pelayanan masyarakat‎.

Pada Acara itu juga diserahkan  penghargaan kepada tiga orang anggota polisi teladan serta satu orang warga Kota Pariaman yang telah berjasa dalam membantu aparat kepolisian menagkap pelaku penjambretan.


Angga

Tahapan Pilkada Serentak, KPU Kota Pariaman Koordinasi dengan Polres Pariaman

Written By oyong liza on Friday, 1 May 2015 | 10:17


 



Dengan ditetapkan Tahapan Pilkada serentak oleh KPU RI, KPU Kota Pariaman melakukan kordinasi dengan instansi terkait, salah satu nya dengan Kepolisian. Dalam koordinasi tersebut diterima langsung oleh Kapolres Kota Pariaman, AKBP Riko Junaidi, SIK yang di Mapolresta Pariaman  ( 29 April 2015 )  didampingi oleh Kabag Ops Kompol Syahril Kasat Intelkam AKP Amrizal  serta anggota intel Aiptu Erianto.

“Kita akan koordinsasi dengan semua instansi terkait dalam menghadapi Pilkada serentak 2015, hari ini dengan Kepolisian. Meskipun KPU Kota Pariaman tidak melaksanakan Pilwako Kota Pariaman, tapi KPU Kota Pariaman tetap melaksanakan Pilkada yaitu Pilkada Gubernur danWakil Gubernur,” ujar Ketua KPU, Boedi Satria, SE.

Pada saat ini KPU sedang melaksanakan Tahapan Pilkada yaitu Rekrutmen Panitia Ad Hoc  yaitu PPK dan PPS.

Dalam Koordinasi tersebut KPU Kota Pariaman menyerahkan secara resmi Tahapan Pilkada Serentak 2015, serta banyak hal – hal yang lain dibincangkan  tentang Kepemiluan, dan Pak Kapolres  juga  bercerita tentang  pengalamannya  dalam pengamanan pesta demokrasi pada saat dinas Banten, Sulawesi.



“Kapolres Kota Pariaman akan membuka pintu untuk KPU selebar lebarnya  dalam menghadapi Pilkada, karna keberhasilan suatu Pilkada itu tidak hanya pada hasil suara saja tapi juga termasuk keamanan yang kondusif,”  ujar AKBP Riko yang juga keturunan Pariaman, yang bersekolah dan besar di Provinsi Jambi.

 “Kita sangat senang sekali, kepolisian membuka pintu selebar lebar untuk KPU dalam koordinasi kapan pun juga dalam menciptakan pilkada  yang aman dan kondisif, “ ujar Alfiandri Zaharmi Divisi Sosialisasi KPU Kota Pariaman.


AZ

Topik Terhangat

postingan terdahulu