10 July 2017

[Berita Utama] Polres Pariaman Luncurkan Tim Pegasus di Hut Bhayangkara

Alai Gelombang -- Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pariaman larut bergoyang bersama seluruh personil Polres Pariaman dalam peringatan HUT Bhayangkara ke-71 di Polres Pariaman, Senin (10/7/2017) pagi.

Dalam kegiatan tersebut, tampak bergabung Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin, Ketua Pengadilan Negeri Pariaman Admiral, Kasi Intel Kejari Pariaman Okta, Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto dan jajaran SOPD Kota Pariaman dan pejabat teras Polres Pariaman.

Seluruh undangan peringatan HUT Bhayangkara terlihat sangat fasih menirukan gerakan dance diiringi musik khas timur, gemu famire yang diperagakan oleh salah seorang instruktur.

Selain bergoyang bersama, undangan juga disuguhi penampilan atraksi ilmu bela diri Bintara Remaja Polres Pariaman. Menambah khidmat HUT Bhayangkara, ditutup dengan zikir dan doa bersama seluruh personil Polres Pariaman.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Pariaman secara resmi meluncurkan tim Penanganan Khusus (Pegasus) 3CN Polres Pariaman sebagai optimalisasi tim 3CN.

AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto usai upacara HUT Bhayangkara di Polres Pariaman, mengatakan bahwa Polri terus melakukan pembaharuan dalam melakukan fungsi kepolisian sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

“Kita terus melakukan pembaharuan untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Polisi sebagai bentuk repsentatif negara hadir di tengah masyarakat menjadi kamtibmas,” ujarnya.

Dalam momen ulang tahun Polri ke-71, ia terus memompa semangat dan jiwa ksatria personil Polres Pariaman dalam melaksanakan tugas mulia sebagai anggota Polri. Terkait dengan segala resiko bahkan kehilangan nyawa saat bertugas.

Ia menegaskan pihaknya tidak gentar dalam melaksanakan tugas kepolisian di tengah ancaman dan serangan kelompok teroris yang menargetkan personil polisi. Menghadapi hal tersebut, ia berpesan agar anggota meningkatkan kewaspadaan, namun tetap mengedepankan humanis.

“Personil Polri harus bangga diberikan tanggung jawab dan amanah melaksanakan tugas untuk menjaga pelayanan kamtibmas. Jangan takut dengan segala resiko menjalankan tugas,” tegasnya.

Hubungan Erat Polres dan Pemko

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, mengatakan bahwa hubungan Polres Pariaman dengan Pemko Pariaman berjalan dengan baik. Ia menilai Polres Pariaman telah memenuhi pemberian rasa aman kepada masyarakat yang ada di Kota Pariaman, khususnya selama operasi Ramadniya lebaran Idul Fitri silam.

Ia berharap dukungan dari Polres Pariaman untuk membackup terkait keamanan untuk melaksanakan program Pemko Pariaman.

Genius berkata, berbagai upaya bersama antara Pemko Pariaman Polres Pariaman dan pihak terkait lainnya, telah dijalankan di banyak bidang. Upaya penjagaan kamtibmas dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di Kota Pariaman telah terlaksana dengan baik.

“Kita banyak terlibat dalam kegiatan bersama, penciptaan keamanan dan upaya pemberantasan narkoba di Kota Pariaman. Semua dilakukan secara bersama,” ujarnya.

Dia mengatakan pihaknya tengah bekerjasama dengan Polres Pariaman untuk memanfaatkan kearifan lokal Pariaman untuk optimalkan situasi kamtibmas di wilayah Kota Pariaman.

“Kita sedang meramu bagaimana teknis pembinaan Dubalang dan Barakai. Koordinasi hingga tingkat terendah antara Babinkamtibasmas dengan dubalang dan barakai akan mengoptimalkan penjagaan keamanan di desa-desa,” ulasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin memuji kepemimpinan AKBP Bagus Suropratomo sebagai Kapolres Pariaman.

Menurutnya apa yang dilakukan oleh mantan Kapolres 50 Kota itu yang dekat dengan masyarakat, menjadikan setiap upaya kepolisian dalam menjaga kamtibmas didukung oleh masyarakat.

"Ke depan tentu kita berharap lebih erat lagi. Kita percaya Polres Pariaman profesional dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat," sebutnya.

Mardison terkesan dengan operasi lebaran 2017. Polres Pariaman mampu menekan angka kecelakaan lalu-lintas, kriminal dan perbuatan melawan hukum lainnya selama hari pusat keramaian tersebut.

"Kinerja Pak Bagus sesuai namanya, bagus dalam menjaga keamanan selama libur lebaran 2017," pungkasnya.

Nanda/OLP

6 July 2017

Polres Pariaman Rilis Laka-lantas Libur Lebaran 2017
Kasatlantas Iptu Fitri Dewi Utami. Foto: Dok. Istimewa
Satlantas Polres Pariaman keluarkan 50 set surat tilang dan 250 set teguran selama digelarnya operasi Ramadniya tahun 2017. Penurunan jumlah surat tilang seiring dengan menurunnya pelanggaran lalu-lintas oleh pengendara selama libur lebaran tahun 2017.

Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto melalui Kasat Lantas Polres Pariaman Iptu Fitri Dewi Utami di Pariaman, Kamis (6/7), merinci di tahun 2016 pihaknya keluarkan 260 set surat tilang dan 450 teguran.

"Menurunnya jumlah penerbitan surat tilang disebabkan jumlah kasus pelanggaran lalu-lintas selama lebaran menurun," ujarnya.

Ia mengatakan, pelanggaran lalulintas didominasi oleh pelajar dengan kasus motor trondol. "Kondisi motornya tidak standar alias trondol, dan dari sisi usia pelanggar dominan oleh pelajar," sebutnya.

Menurunnya kasus pelanggaran lalu-lintas selama digelarnya operasi Ramadniya juga diikuti oleh penurunan jumlah kasus kecelakaan lalu-lintas. Di tahun 2016, terjadi 5 kasus kecelakaan lalulintas dengan 2 orang meninggal dunia, 4 orang luka berat dan 7 korban luka ringan. Jumlah tersebut mengalami penurunan pada tahun 2017 dengan 4 kasus.

"Jumlah kasus dan kerugian materilnya menurun, namun korban jiwa meningkat 1 orang dibandingkan tahun lalu," ujarnya.

Masifnya sosialisasi yang dilakukan jajaran Satlantas Polres Pariaman, kata dia juga berdampak pada menurunnya jumlah kasus pelanggaran dan kecelakaan lalulintas.

Sementara itu Ruli (29), warga Pariaman Tengah, mengatakan selama liburan lebaran 2017 terjadi kemacetan di sejumlah kawasan wisata. Polisi dia nilai cukup sigap dalam mengurai beberapa lokasi seperti di pertigaan Jembatan Muaro, Simpang Amadin dan Simpang Kampung Cino.

"Namun kemacetan seperti di sepanjang pantai Gandoriah agak susah diurai. Kita berharap tahun-tahun ke depan rekayasa lalu-lintasnya diperbaiki," kata dia.

Ia bersyukur menurunnya angka lakalantas pada lebaran 2017 dibanding tahun sebelumnya.

Nanda

2 July 2017

Kapal Patroli Tenggelam, Polres Pariaman Rugi Rp600 Juta
Pencarian dilakukan dengan bantuan menyelami lautan. Foto: Nanda
Pulau Ujuang -- Kapolisian Resor (Polres) Pariaman bersama BPBD Kota Pariaman dibantu nelayan sekitar, masih melakukan pencaharian terhadap kapal patroli C-4 Satuan Polisi Air Polres Pariaman yang tenggelam, Kamis (29/6) siang.

Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto dalam keterangan persnya di Mapolres setempat, Sabtu (1/7/2017) siang menerangkan, pencarian kapal dilakukan sejak hari Jumat (30/6), sehari setelah tenggelamnya kapal yang dikemudikan oleh Aipda Martias tersebut.

"Tenggelamnya kan sekitar pukul 15.00 WIB. Dengan alasan keamanan, pencaharian dilakukan esok harinya," ujar dia.

Sebelumnya, kapal patroli tipe C-4 Satpol Air Polres Pariaman yang dikapteni oleh Aipda Martias tenggelam setelah dihempas gelombang setinggi 1,5 meter ketika melakukan pemindahan bantuan logistik air bersih kepada kapal KLM Amanda Indah yang mengalami kerusakan mesin di perairan Pulau Ujuang, Kota Pariaman.

"Kapal patroli C-4 merapat untuk memindahkan air menggunakan wadah derigen, tiba-tiba kapal dihempas gelombang setinggi 1,5 meter dari buritan kapal dan memenuhi seluruh lambung kapal," jelasnya. Selanjutnya kapal yang sarat muatan tersebut langsung tenggelam ke dasar lautan.

Ia menambahkan, proses pencarian saat ini terkendala kuatnya arus bawah laut, sehingga posisi kapal yang tenggelam terseret arus dan berpindah-pindah.

Kapal patroli Satpol Air tipe C-4 merupakan satu dari dua kapal patroli yang dimiliki oleh Polres Pariaman. Kapal bertugas menjaga situasi kamtibmas di perairan, wilayah Polres Pariaman.

Tenggelamnya salah satu kapal patroli Polres Pariaman, kata Bagus, tidak akan mengurangi penjagaan kamtibmas di wilayah perairan Polres Pariaman. Meski berkurangnya jumlah kapal patroli, patroli dapat dioptimalkan dengan melibatkan Pemko Pariaman.

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diprediksi mencapai Rp600 juta.

Nanda

26 June 2017

Ubah Harga Tiket, Juru Parkir Lapangan Merdeka Diamankan Polisi
Wakapolres beri nasehati I agar tidak mengulangi perbuatannya. Foto: Nanda
Kapolisian Resor Pariaman amankan seorang pria inisial I, 30 tahun ke Pos Pelayanan Operasi Ramadniya di Pasar Ampek Nagari Pariaman, Senin (26/6/2017) pukul 12.00 WIB. I yang merupakan petugas juru parkir itu, diamankan polisi setelah kedapatan merubah tarif parkir yang tertera pada karcis kendaraan roda empat (4) dari Rp3000 menjadi Rp10.000 per unit.

Wakapolres Pariaman Kompol Nofriadi Zen didampingi Kasat Intelkam Polres Pariaman Iptu Syafruddin, mengatakan, pengamanan dilakukan setelah pihaknya mendapatkan informasi dari salah seorang masyarakat ke pos pelayanan. Setelah mengamankan dan membuat surat pernyataan, I akhirnya kembali dilepaskan petugas.

"Usai mendapatkan teguran dan membuat pernyataan yang bersangkutan kita lepaskan kembali," ujarnya.

Dikatakannya, dari hasil pemeriksaan, diketahui I sengaja melakukan perubahan terhadap harga karcis/tiket retribusi parkir untuk kendaraan roda empat yang semula senilai Rp3.000 menjadi Rp10.000 menggunakan pulpen, untuk mendapatkan untung besar.

"I dan juru parkir lainnya juga kepala parkirnya telah dipanggil ke Posyan Pasar Pariaman dan dimintai keterangannya," terangnya.

Ditambahkannya, dari keterangan I, karcis retribusi tersebut telah ia berlakukan kepada 2 (dua) orang pengguna parkir.

Dalam kesempatan itu, Kompol Nofriadi mengingatkan petugas parkir di Kota Pariaman untuk memungut tarif parkir secara legal. Jika masih terdapat praktik pungli termasuk di kawasan wisata, ia akan menindak tegas pelakunya.

"Jika masih melakukan praktik pungli, jangan menyesal jika tertangkap tim saber pungli," tegasnya.

Nanda

19 June 2017

Mukhlis Izinkan Kapal Wisata Naikan Penumpang di Gandoriah

Gondariah -- Walikota Pariaman Mukhlis Rahman izinkan kapal wisata penyeberangan pulau melayani dan menaikan pengunjung di Pantai Gondariah Pariaman. Pemberian izin tersebut bersifat terbatas selama pesta pantai liburan Idul Fitri 2017. Pemberian izin guna mengantisipasi membludaknya pengunjung yang akan hendak menyeberang ke Pulau Angso Duo yang tidak dapat dilayani di Dermaga Muaro Pariaman.

"Sifatnya terbatas, tidak seterusnya. Kita hanya izinkan selama pesta pantai saja," tegasnya usai memimpin apel pasukan operasi Ramadniya 2017 di halaman Balaikota Pariman, Senin (19/6/2017) pagi.

Meskipun diberikan izin oleh Pemko Pariaman, aktivitas penyeberangan dari Pantai Gondariah tetap diberlakukan pengawasan yang ketat dengan memperhatikan Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Kita tetap tegas agar penyeberangan sesuai dengan SOP, karena berkaitan dengan keselamatan penyeberangan juga," ucapnya.

Terpisah, petugas Keamanan Laut (KAMLA) Lantamal II Padang di Pantai Gondariah, Serma Nofrialdi saat rapat Kominda Kota Pariaman di Kantor Kesbangpol Kota Pariaman, Senin (19/6) siang mengatakan bahwa pihaknya bersama pihak terkait lainnya seperti Dishub, Satpol PP, Satpol Air Polres Pariaman telah melakukan pengecekan dan penertiban terhadap kapal yang beroperasi melayani penyeberangan pulau.

Dari pengecekan, kata dia, banyak kapal ditemukan dalam kondisi tidak laik jalan karena mengalami kebocoran. Selain itu, dari pengecekan juga ditemukan kapal yang tidak lengkap alat keselamatannya seperti baju pelampung.

"Ditemukan banyak kapal yang tidak laik beroperasi, karena bocor pada lambung, baju pelampung yang tidak mencukupi. Ini tentu harus menjadi perhatian bersama," jelasnya.

Dikatakannya, ia dengan pihak terkait telah mengimbau pihak pengusaha kapal wisata penyeberagan untuk memperbaiki kapal yang mengalami kecoboran, melengkapi alat keselamatan sebelum melayani wisatawan menyeberang.

Sementara itu, Kapolres Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo memilki cara lain untuk mengajak pengusaha dan nelayan untuk mengedepankan aspek keselamatan penyeberangan wisatawan ke pulau. Polres Pariaman bersama Pemko Pariaman menggelar lomba kapal wisata selama pesta pantai dilaksanakan. Dalam lomba tersebut, kapal akan dinilai berdasarkan kelengkapan alat keselamatan, kelaikan kapal dan aspek sapta pesona lainnya.

"Ini cara kita merangsang pengusaha kapal dan pihak lainnya untuk memperhatikan aspek keselamatan penyeberangan. Kita ajak secara persuasif dulu," katanya.

Lomba itu, ulasnya, sekaligus rangkaian peringatan HUT Bhanyangkari yang jatuh pada 1 Juli 2017 dan HUT Kota Pariaman ke 14 pada 2 Juli 2017 mendatang.

"HUT nya bersamaan antara Bhayangkari dengan Kota Pariaman, sekalian kita punya visi yang sama untuk mengajak ketertiban penyeberangan laut ini," pungkas mantan penyidik KPK itu.

Nanda
Masuki H-7 Mukhlis Minta Proyek Jalan Dikebut
Walikota Pariaman memasangkan pita tanda ops Ramadnya pada perwakilan personil
Cimparuah -- Kepolisian Resor (Polres) Pariaman akan tilang truk bermuatan besar jika masih melintas di jalan protokol mulai H-7 hingga H+7 lebaran Idul Fitri tahun ini. Hal itu dilakukan untuk menghindari kemacetan di jalan lintas yang ada di wilayah Polres Pariaman.

Kapolres Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto menjelaskan, langkah tegas tersebut dilakukan untuk menghindari terjadinya gangguan lalulintas atas terjadinya perlambatan truk besar bermuatan.

“Truk besar-besar bermuatan jalannya lambat. Karena volume kendaraan meningkat, akan terjadi perlambatan arus kendaraan, tentunya juga akan memicu terjadinya kemacetan,” ujarnya usai gelar apel gabungan operasi Ramadniya 2017 di Balaikota Pariaman, Senin (19/7/2017) pagi.

Ia mengatakan, sebelum dilakukanya penilangan terhadap truk yang masih melintas, pihaknya melalui jajaran Satlantas Polres Pariaman telah terlebih dahulu mensosialisasikan kepada supir dan pengusaha jasa angkutan truk yang melintas di wilayah Polres Pariaman.

“Sebelumnya juga sudah kita sosialisasikan kepada para sopir dan pengusaha, bahwa H-7 hingga H+7 lebaran, truk besar tidak diizinkan melintas,” sebutnya.

Selain perlambatan arus oleh truk besar, sambung Kapolres, kemacetan di jalan juga dipicu oleh belum selesainya perbaikan jalan dari dan menuju Kota Pariaman.

“Beberapa titik yang masih dalam pengerjaan perbaikan jalan ada tumpukan material, tentu akan terjadi penyempitan jalan sehingga menimbulkan kemacetan juga. Kita akan koordinasi dengan pihak terkait agar dikebut penyelesaian perbaikannya atau menimal metarialnya dievakuasi dulu,” pungkasnya.

Sementara itu, Walikota Pariaman Mukhlis Rahman memastikan proses perbaikan tidak akan mengganggu aktivitas lalulintas selama libur lebaran Idul Fitri 2017 di Kota Pariaman. Terkait dengan perbaikan jalan, ia sudah memerintahkan pihak terkait segera mengevakuasi material bahan proyek di jalan.

“Kita sudah instruksikan kepada pihak terkait agar material yang menutupi jalan dibersihkan, jangan sampai aktivitas jalur mudik dan wisatawan terganggu,” sebutnya.

Mukhlis menjamin akses jalan di seluruh Kota Pariaman sangat baik dan tidak menjadi kendala bagi pemudik dan wisatawan berkunjung.

“Jalan yang ada sangat baik, tidak ada kendala sama sekali,” tandasnya.

Nanda

15 June 2017

Buka bersama, Polres Pariaman Santuni Anak Yatim
Kapolres Bagus serahkan uang santunan anak yatim. Foto: Nanda
Alai Galombang -- Keluarga besar Polres Pariaman gelar buka bersama Bhayangkari purnawirawan Polri/Wakakauri dan anak penghuni panti asuhan Aisisyah Pariaman, Kamis (15/6/2017) di aula Mapolres Pariaman, Kamis (15/6/2017).

Selain berbuka bersama, Kapolres Pariaman juga membagikan bingkisan kepada purnawiran, warakauri, dan anak panti asuhan.

Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto mengatakan, kegiatan berbuka puasa bersama ditujukan untuk memperkuat jalinan silaturahmi antara keluarga Polres Pariaman dan momen berbagi bersama anak-anak yatim.

"Semua personil polres berbaur dalam satu kegiatan. Momentun ini sekaligus untuk berbagi juga," ujarnya.

Dikatakan oleh AKBP Bagus, momentum Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk menguatkan silaturahmi dan berempati terhadap sesama manusia. Sikap kepedulian sesama yang diwujudkan dalam bentuk berbagi dapat dilakukan dengan cara sederhana, salah satu dengan kegiatan berbuka bersama.

"Simpel saja, memperkuat silaturhami dan mengedepan kepedulian antar sesama," jelasnya.

Dalam momen Ramadhan itu, ia juga mengingatkan personil Polres Pariaman untuk tetap mengoptimalkan waktu untuk beribadah. Besarnya pahala kebaikan ibadah selama Ramadhan tidak akan didapatkan pada bulan selain Ramadhan.

"Ibadahnya dioptimalkan terus meski kerjaannya padat, apalagi operasi Ramadniya, yang namanya ibadah tetap dioptimalkan," pungkasnya.

Nanda

14 June 2017

Dikira Razia Oleh Pengendara, Ternyata Polres Pariaman Bagi-Bagi Pabukoan
Kapolres Pariaman AKBP Bagus bagi-bagi takjil ke pengendara
Alai Galombang -- Pengendara mobil dan sepeda motor tampak panik saat melintas di Jalan Imam Bonjol 43 Pariaman, tepatnya di depan Mako Polres Pariaman. Puluhan polisi berseragam berbaris secara teratur memberhentikan satu demi satu kendaraan yang melintas jalan protokol itu.

Tak ayal, pengendara sepeda motor yang panik, lantas berhenti mendadak. Namun, tidak sedikit pengendara yang mengira polisi sedang menggelar razia, kembali memutar arah kendaraan mereka, karena takut ditilang petugas.

Usut punya usut, kumpulan polisi tersebut bukannya razia, namun  membagi bagi pabukoan dan takjil kepada pengendara yang melintas di depan Mako Polres Pariaman itu. Satu demi persatu pengendarapun kebagian takjil dan pabukoan dari petugas kepolisian

Kegiatan bagi-bagi takjil Polres Pariaman dipimpin langsung oleh Kapolres Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto serta didampingi para Kabag, Kasat di jajaran Polres Pariaman. Dalam kegiatan itu, ratusan paket pabukoan dan takjil pun ludes dibagikan.

“Ini bentuk empati dan berbagi kami (Polres Pariaman) kepada masyarakat dan mendekatkan diri kepada masyarakat,” ujar Kapolres Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto didampingi Wakapolres Pariaman, Kompol Nofriadi Zen.

Kegiatan bagi takjil hari ini, bukanlah yang pertama kalinya dilakukan Polres Pariaman. Sebelumnya pada awal Ramadhan, personil Polres Pariaman juga telah melakukan kegiatan serupa.

Selain pembagian takjil di depan Mapolres Pariaman, kata Bagus, pembagian takjil kepada masyarakat juga dilakukan di tingkat Polsek se Kota Pariaman di wilayah hukum Polsek masing-masing.

“Di hari-hari sebelumnya sebetulnya sudah ada kegiatan serupa di beberapa titik di wilayah hukum kita. Begitu juga di tingkat Polsek, kegiatan ini dilakukan juga pada wilayah masing-masing," sambungnya.

Salah seorang pengendara sepeda motor, Ivan Patria, mengaku terharu mendapatkan pabukoan dan takjil dari polisi. Menurutnya, tidak banyak instansi dan lembaga negara yang melakukan kegiatan sosial itu kepada masyarakat.

“Awalnya kaget, kok ada rame-rame polisi, eh gak taunya bagi-bagi takjil. Alhamdulillah, seneng dapat takjil dari pak polisi,” pujinya.

Nanda

8 June 2017

Polisi Padangpariaman Tangkap Pengguna Sabu dan Ganja di Bulan Puasa
Polisi perlihatkan barang bukti yang disita dari tersangka. Foto: Nanda
BH (27), warga Korong Padang Toboh, Kecamatan Ulakan Tapakis, Padangpariaman, terancam berlebaran dibalik jeruji besi Polres Padangpariaman, setelah ia tertangkap tangan menyimpan narkoba jenis sabu, Rabu (7/6/2017) pukul 00.15 WIB.

Kasat Resnarkoba Polres Padangpariaman, Iptu Gusnedi didampingi Kasubag Humas Polres Padangpariaman, Iptu Irwan Sikumbang menuturkan, tersangka BH ditangkap di pinggir jalan Pasar Kampung Galapung-Ulakan Tapakis saat hendak melakukan transaksi narkoba dengan pengguna lainnya.

Petugas yang mendapatkan informasi terlebih dahulu dari masyarakat tentang adanya transaksi narkoba, kata dia langsung melakukan pengintaian gerak-gerik tersangka.

“Begitu mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya aktivitas transaksi narkoba, kita lakukan pengintaian gerak-gerik tersangka, hingga saat tersangka dalam perjalanan untuk melakukan transaksi, langsung kita hentikan dan geledah. Betul adanya informasi yang kita dapatkan dan ditemukan barang bukti narkoba dari tersangka,” tuturnya.

Dari tersangka BH, polisi mengamankan barang bukti 1 (satu) paket kecil diduga narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan plastik bening dan 1 (satu) unit telepon genggam.

Kini, tersangka BH, terancam hukuman maksimal 12 tahun kurungan penjara karena melanggar pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang no.35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dipaparkan Iptu Gusnedi, sehari sebelumnya Satresnarkoba Polres Padangpariaman juga menangkap AA (35), warga Sungai Pinang, Nagari Kasang, Batang Anai, Padangpariaman. AA ditangkap di rumahnya saat akan melakukan transaksi narkoba jenis ganja.

“Dari tersangka polisi menyita barang bukti, berupa 1 (satu) paket kecil diduga narkotika jenis ganja berbungkus kertas buku dan 1 (satu) unit telpon genggam," ungkapnya.

Kini, AA terancam mendekam 12 tahun kurungan penjara atas perbuatannya melanggar pasal 111 ayat (1) Jo Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-undang no.35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dikatakannya, perang terhadap narkoba tidak berhenti meskipun pada bulan Ramadhan. Meski menjalankan rutinitas puasa, tim opsional akan terus melakukan tugas penindakan terhadap penyalahgunaan narkoba secara optimal.

“Kita akan ungkap dan tindak terus pelaku penyalahgunaan narkoba, puasa-puasa tetap semangat,” tutupnya.

Nanda

6 June 2017

Kapolres Pariaman Pererat Silaturahmi dengan DPRD

Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto didampingi Kabag Ops Kompol Abdul Syukur Felani dan Kasat Intel Iptu Syafrudin, berkunjung ke DPRD Kota Pariaman, Selasa (6/6/2017).

Kapolres dan rombongan disambut langsung oleh Ketua DPRD Mardison Mahyuddin didampingi wakil ketua Syafinal Akbar dan John Edwar beserta Ketua Komisi I Riza Saputra, bertempat di ruang kerja Ketua DPRD.

Bagus merupakan kapolres baru yang dilantik pada awal April 2017 lalu. Kunjungan itu menurutnya dalam rangka perkenalan diri sekaligus bersilaturahmi ke lembaga legislatif. Ia meminta dukungan dan sinergi dalam mengemban tugas ke depan kepada dewan dalam rangka mewujudkan situasi yang aman dan kondusif di tengah-tengah masyarakat Kota Pariaman.

“Polres sesuai tupoksinya mempastikan pemerintahan di daerah berjalan dengan baik. Komunikasi tentu harus terjalin dengan baik. Apalagi sesama unsur Forkopimda, komunikasi sangat diperlukan dalam mewujudkan keamanan masyarakat,” ujar Bagus.

Sementara itu Mardison Mahyuddin mengatakan pihaknya menyambut baik kunjungan tersebut. Ia atas nama lembaga legislatif menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas di Kota Pariaman kepada kapolres. Dewan katadia sangat mendukung kepolisian dalam mewujudkan kondisi yang kondusif di Kota Pariaman.

“Apalagi dalam bulan Ramadhan ini perlu ditingkatkan keamanan dan kenyaman, agar masyarakat khusyuk dalam melaksanakan ibadah puasa. Hal ini tentu perlu di dukung oleh kita semua, baik pihak Polres Pariaman maupun eksekutif dan legislatif,” kata Mardison.

Sebagai bagian dari Forkompimda dirinya memberikan apresiasi kepada Kapolres baru yang mampu memperlihatkan hubungan yang baik. Dia berharap ke depan komunikasi unsur Forkompimda seperti itu bisa ditingkatkan untuk Kota Pariaman yang baik.

Senada dengan Mardison, Syafinal Akbar menambahkan bahwa sesama Forkopimda sudah selayaknya saling komunikasi dan koordinasi antar lembaga. Komunikasi tersebut kata dia sangat berguna bagi kota Pariaman dalam membangun berbagai aspek.

"Diskusi sangat diperlukan antar sesama lembaga Forkopimda. Sebagaimana kita ketahui saat ini negara kita diterpa berbagai isu seperti radikalisme dan tindakan persekusi yang Alhamdulillah hingga saat ini tidak terjadi di Pariaman," kata Syafinal.


TIM

2 June 2017

Jelang Masuki Tahapan Pilkada, Ini Hasil Audiensi KPU dengan Polres Pariaman
KPU Kota Pariaman gelar audiensi dengan Polres Pariaman. Foto: Nanda
Alai Gelombang -- KPU Kota Pariaman sampaikan rancangan tahapan Pilkada Pariaman tahun 2018 ke pihak Polres Pariaman, Jumat (2/6/2017) pagi di Mapolres Pariaman. Audiensi tersebut dilaksanakan untuk mengkoordinasikan persiapan tahapan pilkada yang diprediksi akan dimulai pada bulan September 2017 mendatang.

Ketua KPU Kota Pariaman, Boedi Satria mengatakan bahwa tahapan Pilkada Pariaman yang ia disampaikan barulah sebatas rancangan atau prediksi, karena belum selesainya pembahasan dan pengesahan revisi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi Undang-Undang oleh DPR.

“Penyampaikan rancangan ini agar seluruh pihak terkait penyelenggaraan pilkada, baik pengamanan dan instansi sektoral lainnya mulai mempersiapkan program masing-masing terkait Pilkada besok (2018),” ujarnya didampingi Kordiv Data Pemilih KPU Alfiandri Zaharmi, Kordiv Hukum Aisyah dan Sekretaris KPU Hendri Jalal.

Diakuinya, Pilkada Pariaman merupakan agenda super sibuk yang akan dijalankan oleh KPU Kota Pariaman. Tahapan puncak pungut-hitung berdekatan dengan jadwal verifikasi calon Pemilu Legislative 2019 mendatang.

“Tahapan verifikasi dan pendaftaran calon legislatif 2019 sudah dimulai pada bulan Mei 2018, berdekatan dengan tahapan puncak pilkada yang dilaksanakan pada Juni 2018 mendatang, ini akan menjadi pekerjaan berat bagi KPU Kota Pariaman,” jelasnya.

Di saat yang sama, Kordiv Data Pemilih KPU Kota Pariaman Alfriandi Zaharmi, mengungkap permasalahan klasik yang biasa terjadi pada bidang yang ia tangani. Pemutakhiran data pemilih di Kota Pariaman selalu terkendala dengan masalah keberadaan warga yang memiliki KTP Kota Pariaman tapi tidak menetap di Kota Pariaman atau merantau.

Dari Pilkada Gubernur Sumatera Barat pada tahun 2015 silam kata dia misalnya, surat panggilan pemilih hanya dapat dibagikan oleh petugas KPPS sebanyak 75 persen. Sedangkan 25 persen lainnya tidak dapat diserahkan karena pemilih tidak menetap dan berada di Kota Pariaman.

Persoalan tersebut juga menyumbang atas rendahnya partisipasi pemilih pada Pilkada di Kota Pariaman di tahun sebelumnya.

“Kebanyakan dari perantau kita masih ber-KTP Kota Pariaman, alhasil pada sinkronisasi data pemilih masih terdaftar sebagai pemilih. Jika warga tersebut tidak di rumah, tentu tidak datang ke TPS. Nah ini salah satu penyumbang kenapa partisipasi pemilih menurun,” sebutnya.

Sementara itu, Kapolres Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo Oktoberianto, memastikan bahwa ia dan jajaran menjaga netralitas pada penyelanggaran Pilkada 2018 mendatang.
Tugas polisi, jelasnya, hanya memastikan segala tahapan berjalan aman yang meliputi keamanan penyelanggara, peserta, masyarakat, objek vital dan tahapan.

“Polri bertugas memastikan bahwa Pilkada berjalan dengan aman yang meliputi orang, proses dan objek vital,” jelasnya.

Sebagai persiapan awal, ia bersama jajaran akan berkunjung ke KPU Kota Pariaman untuk melakukan pemetaan kantor KPU Kota Pariaman. Hal tersebut sekaligus memetakan ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan terkait pelaksanaan pilkada.

“Kita akan petakan terkait keamanan termasuk kantor KPU. Kantor KPU adalah salah satu objek vital pada pilkada yang sangat penting untuk diamankan,” pungkas mantan penyidik komisi anti rasuah itu.

Nanda

26 May 2017

Silaturahmi ke PWI, Polres Pariaman Perkuat Kemitraan dengan Wartawan

Kampuang Belacan -- Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto, kunjungi Kantor Parsatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pariaman, Jumat (26/5/2017). Kunjungan tersebut merupakan pertama kalinya setelah ia resmi menjabat sebagai Kapolres Pariaman awal bulan April silam.

Kapolres didampingi Kasat Intelkam Iptu Syafruddin dan Kasubag Humas Polres Pariaman AKP Sumiatri, diterima oleh Sekretaris PWI Pariaman, Damanhuri, praktisi media Oyong Liza Piliang dan sejumlah wartawan Pariaman di PWI. Ketua PWI Pariaman tidak sempat hadir karena ada urusan keluarga yang tidak bisa diwakilkan.

Bagus mengatakan, kunjungannya ke PWI Pariaman merupakan silaturahmi resmi Kapolres Pariaman dalam rangka perkenalan dan menjalin kemitraan dengan insan pers di Pariaman.

Menurut dia, pertemuan dengan wartawan sudah sejak awal ia rencananakan, namun baru bisa dilakukan. Karena kesibukan dengan komando atas rencana semula yang sudah disusun selalu tertunda.

"Kemitraan dengan wartawan juga sudah terjalin dengan insan wartawan saat bertugas sebagai Kapolres 50 Kota, karena memang kita sadar bahwa media massa itu memiliki pengaruh besar. Setiap pemberitaannya berpengaruh kepada masyarakat," jelasnya.

Kedepan, ulas Bagus, Polres Pariaman akan melakukan manajemen media Polres Pariaman bekerjasmaa dengan wartawan Pariaman untuk mengoptimalkan informasi yang dapat disebar luaskan kepada masyarakat melalui insan pers.

Terpisah, Ketua PWI Pariaman Ikhlas Bakri menyatakan permintaan maafnya karena berhalangan hadir. Ia menyebut kemitraan dengan Polres Pariaman selalu berjalan baik dari berbagai kepemimpinan.

"Tentu kita menyambut baik kemitraan antara PWI dan Polres Pariaman yang telah terjalin sejak lama, apalagi besok kita sudah masuk satu Ramadhan. Kita berharap dengan kemitraan tersebut dapat memberikan mafaat bagi masyarakat Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman," ungkap Ikhlas.

Ia menyebut pihaknya selaku wadah wartawaan berhimpun akan selalu menjaga independensi pemberitaan sebagaimana diatur oleh Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Nanda

9 May 2017

Polisi Tahan Pelaku Penyimpangan Seksual Terhadap Anak di Santok
Penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Pariaman tahan BD. Foto: Nanda
Penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Pariaman akhirnya menahan BD, warga Desa Air Santok, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman. Pria 27 tahun itu merupakan tersangka kasus penyimpangan seksual terhadap beberapa orang anak laki-laki di Desa Air Santok.

Kasat Reskrim Polres Pariaman, AKP Andi P. Lorena, didampingi penyidik PPA, Brigadir Iusticia Fitri menjelaskan, BD ditangkap di rumah orangtuanya di Desa Air Santok, Jumat (5/5/2017) pukul 20.00 WIB.

"Berawal dari laporan salah seorang korban pada 16 April 2017, kita langsung lakukan penyelidikan dan penyidikan hingga akhirnya dilakukan penahanan kepada tersangka BD," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, diketahui bahwa perbuatan perilaku penyimpangan seksual dilakukannya di Surau Kosong Desa Air Santok pada bulan Desember 2016 silam.

Dalam melakukan aksinya, tersangka awalnya mengajak salah seorang korbannya mencari buah-buahan. Korban yang masih anak-anak langsung menurut, sesampai di Surau Kosong, pelaku melakukan aksinya.

"Awalnya korban ini diajak nyari buah-buahan, namun sesampai di TKP diajak dan sedikit ancaman hingga akhirnya mau menerima perbuatan penyimpangan seksual tersebut. Pengakuan tersangka, korbannya lebih dari dua orang," terangnya.

Memperkuat penyidikan, penyidik telah mendapatkan keterangan dokter terkait hasil visum korban. Dari visum yang dilakukan diketahui bahwa korban mengalami trauma dan lecet pada dubur akibat benda tumpul yang diduga dilakukan oleh tersangka BD. Selain hasil visum korban, penyidik juga telah mengamankan pakaian korban, berupa 1 helai baju koko, 1 helai celana dalam korban dan 1 helai celana panjang.

"Dari hasil visum dan keterangan tersangka ada sinkron. Jika visum memperlihatkan bahwa ada kerusakan pada bagia dubur korban dan diakui oleh pelaku," sebutnya.

Ia mengaku mengalami kesulitan untuk mengembangkan penyidikan kasus terhadap anak yang dilakukan oleh tersangka BD. Keluarga korban yang tertutup, hingga rasa malu melapor menjadi kendala yang dialami penyidik untuk melakukan pengembangan.

Kejadian penyimpangan seksual dengan korban anak-anak, lanjut Andi P. Lorena merupakan warning kepada orang tua agar mengawasi pergaulan anak-anaknya. Protektif orang tua adalah langkah optimal mencegah anak menjadi korban kejahatan penyimpangan seksual.

"Orang tua harus lebih protektif mengawasi pergaulan anak-anak, dekat dengan siapa, berteman dengan siapa. Dengan hal itu, ancaman dari pelaku kejahatan penyimpangan seksual dapat terhindar," pungkasnya.

Pelaku terancam 15 tahun kurungan penjara sesuai dengan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan Pasal 282 KUHP.

Nanda

3 May 2017

Bawa Ganja Kiloan, Pegawai Honor Dishub Pariaman Dibekuk Polisi
Polisi ekspose penangkapan pengedar narkoba/foto: Nanda

YPC (19), oknum pegawai tenaga honorer di Dinas Perhubungan Kota Pariaman tertangkap tangan menyimpan narkoba oleh tim 3 CN Polres Pariaman. YPC alias C, merupakan warga Desa Padusunan, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman.

Ia ditangkap bersama satu orang rekannya SA (19), warga Desa Sikapak, di salah satu rumah di Desa Kampung Kandang, Kecamatan Pariaman Timur, Selasa malam (2/5/2017) sekitar pukul 20.10 WIB. Keduanya tidak dapat mengelak setelah petugas menemukan 1, 25 kilogram narkoba jenis ganja kering dalam satu bungkusan besar milik tersangka.

Selain narkoba jenis ganja, polisi juga mengamankan uang tunai Rp909.000, 1 unit HP android merk Himax, 1 unit HP samsung lipat, 1 unit sepeda motor Merk Vario warna hitam silver dengan Nopol. BA 4632 BW.


Polisi perlihatkan barang bukti yang berhasil diamankan dari tersangka/foto: Nanda


Kapolres Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo Oktoberianto, melalui Kasat Resnarkoba Polres Pariaman, IPTU Suhardi dan Kaur Bin Ops Satresnarkoba Polres Pariaman, Aiptu Darmawan, Rabu (3/5) menerangkan, penangkapan kedua tersangka terhitung cepat. Berawal dari informasi yang didapatkan oleh tim bahwa kedua tersangka menyimpan narkoba jenis ganja, tim langsung bergerak dengan menangkap keduanya.

Dalam penangkapan tersebut, polisi sempat melepaskan tembakan peringatan saat kedua tersangka mencoba melarikan diri saat polisi mendatangi rumah tersangka YPC.

"Ada informasi bahwa tersangka akan melakukan transaksi. Setelah dilakukan pengintaian tim langsung bergerak dan menangkap kedua tersangka. Awalnya sempat kabur, namun dengan tembakan peringatan yang dilepaskan, akhirnya pelaku yang sudah dikepung anggota berhasil diamankan," terangnya.


Polisi amankan tersangka


Lebih jauh dijelaskan, IPTU Suhardi, dari hasil pemeriksaan kedua tersangka diketahui bahwa ganja lebih dari 1 kg itu didapat dari salah seorang pengedar besar di Kota Bukittinggi. Rencana ganja tersebut akan dipasarkan di sekitar Kampung Kandang Pariaman Timur dan Kuraitaji Kecamatan Pariaman Selatan.

"Barang bukti ini didapatkan dari salah seorang bandar narkoba yang ada di Kota Bukittinggi yang akan diedarkan di beberapa wilayah di Kota Pariaman," ujarnya.

Sementara itu terkait dengan status pegawai honorer Dinas Perhubungan Kota Pariaman yang disandang oleh tersangka YPC, kepolisian telah melakukan koordinasi dan menyampaikan kepada pimpinan instansi tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Pariaman, Yota Balad saat dikonfirmasi via telepon selulernya, Rabu (3/5) siang membenarkan bahwa salah seorang pagawainya ditangkap tim 3 CN Polres Pariaman karena terlibat kasus narkoba. Ia mengaku kaget, pasalnya tersangka YPC yang merupakan pegawai operasional lapangan yang mulai bekerja di Dishub Kota Pariaman sejak satu tahun lalu itu, dikenal pendiam.

"Sudah ada informasi (penangkapan tersangka YPC) yang disampaikan kepada saya. Tentu agak kaget, karena memang dia pendiam dan nyaris tidak ada tanda-tanda terlibat penyalahgunaan narkoba," ujarnya.

Sedangkan status pegawai honorer yang disandang tersangka YPC, Yota Balad mengaku telah melaporkan hal tersebut kepada Walikota Pariaman dan akan dilakukan pembahasan sanksi kepada yang bersangkutan sebagai pegawai honorer.

Ditangkapnya YPC yang merupakan pegawai honorer Pemko Pariaman menambah daftar panjang pegawai Pemko Pariaman yang terlibat dalam lingkaran penyalahgunaan narkoba. Sebelumnya, pihak Polres Pariaman telah mengamankan LR, (45) yang merupakan tenaga honorer Kantor Camat Pariaman Tengah pada bulan Februari 2017 silam.

Salah seorang masyarakat Kota Pariaman, Ivan Patria mendesak agar Pemko Pariaman melakukan tes kandungan narkoba menyeluruh kepada pagawai Pemko Pariaman. Keterlibatan beberapa orang oknum pegawai dalam kasus penyalahgunaan narkoba, kata dia, harus menjadi motivasi kerja keras lagi bagi Pemko Pariaman untuk perang terhadap narkoba.

"Pemko harus melakukan tes kandungan narkoba secara periodik kepada pegawainya untuk memastikan bahwa tidak ada lagi pegawai yang diketahui terlibat narkoba setelah tertangkap oleh polisi. Dengan penangkapan ini, tentu menjadi dorongan dan motivisi bagi Pemko untuk lebih optimal melakukan pencegahan penyelahgunaan narkoba, sesuai dengan fungsinya," harap Ivan Patria.

Nanda

19 April 2017

Walikota Mukhlis Puji Kapolres Lama Berantas Narkoba
Mukhlis dan AKBP Ricko
Walikota Pariaman Mukhlis Rahman memuji kinerja mantan Kapolres Pariaman AKBP Ricko Junaldy dalam mengendalikan penyakit masyarakat selama bertugas di Pariaman. Tingginya penangkapan bandar dan pemakai narkoba dia sebut sebagai hasil upaya kerja keras kepolisian dalam pemberantasan.

"Tidak hanya memberantas penyakit masyarakat, Polres Pariaman juga mendukung pariwisata dengan ikut mempromosikannya," ungkap Mukhlis saat acara malam pisah sambut Kapolres Pariaman dari AKBP Ricko Junaldy kepada AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto di Balairung Walikota, Senin (17/4/2017).

Ia berharap hubungan harmonis antara Pemko dan Polres Pariaman makin erat di bawah komando AKBP Bagus. AKBP Bagus sendiri sebelumnya menjabat Kapolres Kabupaten 50 Kota.

AKBP Bagus mengapresiasi meriahnya penyambutan oleh Pemko Pariaman. Selaku baru bertugas, ia berharap saran dan masukan dari Pemko dan semua pihak dalam menjalankan tugas.

"Kami akan terus berkomitmen meneruskan apa yang sudah dilakukan oleh Kapolres yang lama Bapak AKBP Ricko Junaldy, untuk mendukung program dan kegiatan yang dilakukan oleh Pemko Pariaman,"kata dia.

AKBP Ricko Junaldy sendiri mendapatkan promosi jabatan ke Polda Kepulauan Riau. Ricko selama menjabat Kapolres Pariaman dikenal tegas memberantas narkoba. Ia juga mendukung kemajuan pariwisata Pariaman yang merupakan kampung halamannya sendiri.

TIM

17 April 2017

Kapolres Pariaman Baru, Polisi Berpotensi Sasaran Teror
Kapolres Pariaman yang baru
Kapolres Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto, perintahkan jajaran Kasat Polres Pariaman untuk meningkatkan pengamanan Mako Polres dan kewaspadaan personil Polres Pariaman paska serangan teror kepada anggota Polres Tuban di Jawa Timur.

Sebelumnya, enam orang terduga teror melakukan penembakan kepada anggota Polres Tuban yang sedang melakukan patroli wilayah, Sabtu (8/4).

"Saya bersama para kasat akan menyusun strategi pengamanan baik di Mako ataupun kepada personil melaksanakan tugas di luar mako," ujarnya usai upacara pedang pora penyambutan Kapolres di Pariaman, Senin (17/4/2017) pagi.

Peningkatan keamanan di Polres Pariaman adalah untuk melindungi anggota Polri yang merupakan aset negara. Meskipun terjadi peningkatan pengamanan Mako Polres Pariaman dan anggota yang bertugas, pelayanan di Polres Pariaman tetap dilaksanakan secara humanis dan jauh dari kesan menyeramkan.

"Kewaspadaan kita tingkatkan, namun pelayanan kepada masyarakat tetap kita lakukan secara humanis," ujar pria kelahiran 1975 itu.

Ia berharap serangan teror kepada anggota Polres Tuban awal bulan April 2017 silam tidak terjadi di Polres Pariaman. Namun pihaknya akan melakukan tindakan tegas dan terukur jika ada pihak-pihak yang ingin melukai petugas.

"Kita akan lakukan tindakan tegas dan terukur, manakala ada upaya-upaya penyerangan petugas dilakukan. Namun kita berharap, hal tersebut tidak terjadi di wilayah Polres kami," pungkasnya.

Bagus Suropratomo Oktobrianto resmi menjabat Polres Pariaman menggantikan AKBP Ricko Junaldy yang mendapatkan promosi di Polda Kepri.

Nanda

9 April 2017

Polres Pariaman Tangkap Pengguna Shabu, Dua Masih Anak Bawah Umur



Polisi membekuk 4 orang remaja saat menggelar pesta shabu di salah satu rumah di Kelurahan Jawi-Jawi II Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Parianan, Sabtu (8/4/2017) pukul 16.30 WIB.

RN (22), warga Kelurahan Jawi-Jawi II merupakan salah satu yang ikut diciduk saat penangkapan tersebut. RN sendiri merupakan target operasi Satresnarkoba Polres Pariaman karena sepak terjangnya dalam peredaran narkoba.

Sementara tiga orang lainnya, masing-masing, RP (16), warga Kelurahan Jawi-Jawi II, A (16), warga Desa Kampung Baru Kecamatan Pariaman Tengah dan  FE (27), warga Nagari Gunung Padang Alai Kecamatan V Koto Timur, Padangpariaman.

Kapolres Pariaman AKBP Rico Junaldy, S.IK menuturkan, penangkapan keempat tersangka berawal dari penyelidikan peredaran shabu oleh RN.

"Setelah mendapatkan informasi, tim langsung bergerak ke TKP dan mengamankan keempat pelaku beserta barang bukti," tuturnya.

Dari keempat pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa 5 paket kecil shabu, 4 buah HP, dan uang tunai Rp745.000.

Sementara itu, terkait dengan 2 orang tersangka, RP dan A yang masih berada di bawah umur dan berstatus sebagai pelajar di Kota Pariaman itu, kata Rico, hal tersebut akan dikoordinasikan dengan KPAI-- diarahkan untuk dilakukan rehabilitasi.

"Dua orang tersangka, RP dan A masih di bawah umur dan pelajar, kita akan koordinasi dengan KPAI untuk diarahkan untuk rehabilitasi," sebutnya.

Ditemui terpisah Ketua BNK Kota Pariaman, Genius Umar, Minggu (9/4/2017), di Pantai Gandoriah Pariaman mengatakan, peredaran narkoba di Kota Pariaman harus mendapatkan perhatian khusus dari seluruh pihak. Mengingat, peringkat Kota Pariaman menempati peringkat 3 tertinggi peredaran narkoba di Provinsi Sumatera Barat.

"Kita akan terus gencarkan perang terhadap narkoba. Melalui pencegahan dengan pendekatan sosialisasi kepada masyarakat di Kota Pariaman," ujarnya.

Menyikapi ditangkapnya 2 orang pelajar Kota Pariaman terkait penyalahgunaan narkoba oleh tim 3 CN Polres Pariaman, ia mendukung hal tersebut sebagai bentuk upaya perang terhadap narkoba. Namun ia menekankan dan mengimbau agar orang tua dan pihak sekolah lebih aktif lagi mengawasi anak, baik di rumah ataupun di sekolah.

"Dengan ditangkapnya pelaku penyalahgunaan narkoba yang masih berstatus pelajar di Kota Pariaman, menjadi kegawatdaruratan narkoba. Makanya diperlukan dukungan seluruh pihak untuk memberantas peredaran gelap narkoba dengan peningkatan pengawasan kepada anak dan siswa di sekolah," terangnya.

Genius mendorong pihak terkait, dalam hal ini Polres Pariaman agar dapat memutus rantai peredaran gelap narkoba di Kota Pariaman. Melalui BNK ia akan berkoordinasi dengan Polres Pariaman untuk menyisir titik yang rawan penyalahgunaan narkoba di Kota Pariaman.

"Harus ada gerakan bersama untuk memutus rantai peredaran gelap narkoba di Kota Pariaman. Kita sisir nantinya," pungkasnya.

Nanda

12 January 2017

Kapolres Pariaman Ungkap Data Tindak Kriminal Sepanjang Tahun 2016



Sepanjang tahun 2016 Polres Pariaman mencatat terjadi sebanyak 585 kasus tindak pidana di wilayah hukumnya-- meliputi Kota Pariaman dan wilayah utara Kabupaten Padangpariaman.

Dari sebanyak kasus tersebut, kata Kapolres Pariaman, AKBP Ricko Junaldy di Pariaman, Kamis (12/1/2017), 365 kasus (62%) diantaranya dapat dituntaskan oleh pihaknya. Dibandingkan tahun 2015, terjadi penurunan kasus tindak pidana yakni 608 kasus dengan penuntasan 390 kasus.

Ia menerangkan, kasus tindak pidana di wilayah hukumnya selama 2016 didominasi oleh kasus pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), narkoba, dan pencurian sepeda motor (curanmor).

"Untuk kasus narkoba terjadi peningkatan pengungkapan kasus. Pada tahun 2015, 22 kasus, 2016 naik menjadi 42 kasus dengan 46 tersangka," ujarnya.

Peningkatan pengungkapan kasus narkoba, imbuhnya, merupakan kerja keras pihak kepolisian atas maraknya peredaran narkoba di Pariaman. Pihaknya bertekad memberantas narkoba di wilayah hukumnya.

"Kasus narkoba memang mengalami peningkatan pengungkapan, hal itu mencerminkan anggota polisi bekerja secara maksimal dengan mengadakan razia, penyuluhan ke sekolah, dan penangkapan yang diawali informasi masyarakat," sambungnya.


Sedangkan untuk angka kecelakaaan lalu-lintas di sepanjang tahun 2016 mengalami penurunan dibanding tahun 2015.

"Dari 144 kasus tahun 2015 menjadi 122 kasus dengan 15 korban meninggal dunia, 49 luka berat dan 175 luka ringan," terangnya.

 

Kapolres menuntaskan, dalam pengungkapan kasus di sepanjang tahun 2016, pihaknya berada di peringkat lima (5) di wilayah hukum Polda Sumbar. 

"Polres Pariaman berada di bawah Polresta Kota Padang, Direktorat Narkoba Polda Sumbar, Polres Payakumbuh dan Bukittinggi," pungkasnya.



TIM

5 January 2017

Ini Alasan DPRD Puas Akan Kinerja Polres Pariaman


Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pariaman apresiasi kinerja jajaran Polres Pariaman dalam mengungkap berbagai kasus kriminal sepanjang tahun 2016 dan awal 2017.

"Puluhan bandar narkoba beserta sindikatnya berhasil ditangkap selama tahun 2016. Ini prestasi paling cemerlang Polres Pariaman dibawah pimpinan Kapolres (AKBP) Ricko Junaldy," kata Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin, di Pariaman, Kamis (5/1/2017).

Ia menerangkan, kejahatan narkoba di Pariaman khususnya, sudah sangat mengkhawatirkan. Narkoba sudah menyasar kalangan pelajar dan anak di bawah umur.

"Sehingga diperlukan langkah-langkah luarbiasa pula untuk memeranginya. Tindakan polisi yang tegas terhadap pemakai dan pengguna narkoba, sangat sejalan dengan niat DPRD Kota Pariaman," sambungnya.

Ia menilai, selain sebagai Kapolres, Ricko Junaldy juga putra asli Pariaman sehingga semangat pemberantasan narkoba yang dia lakukan sebagai bentuk lain dalam menyelamatkan generasi muda di kampung halamannya.

"Iya, itu tanggungjawab kepada sanak kemenakannya. Saya rasa tidak berlebihan Kapolres 'beringas' dalam memberantas berbagai bentuk tindakan kriminal selain narkoba, seperti pengungkapan kasus pembunuhan di Toboh Palabah dalam empat hari," tutur Mardison.

Mardison menyatakan, tindakan kriminal yang marak terjadi akhir-akhir ini di Kota Pariaman dapat diminimalisir dengan kembali mengaktifkan siskamling di tiap desa dan kelurahan.

"Juga dibutuhkan semangat saling mengingatkan antar sesama warga," tuntasnya.

Sementara itu Ida (43), warga Pariaman Tengah mengingatkan masih ada 'PR' bagi Polres Pariaman dalam upaya pengungkapan kasus pembunuhan 'Jati Berdarah' yang menimpa Aditya Novali Rizki (14) yang terjadi bulan September 2015.

"Semoga dapat diungkap oleh Polres Pariaman. Kita warga Pariaman mendoakan semoga kepolisian menemukan titik terang untuk menguak misteri kasus tersebut dan menangkap pelakunya," kata dia.

OLP

6 November 2016

Apa Hukuman Memakai Narkoba Tapi Tak Tahu Itu Narkoba?



Karang Taruna Ikatan Pemuda Kampung Apar (IPKA) sosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba bagi generasi muda pada kegiatan wirid bulanan, Sabtu malam (5/11) di Masjid Raya Kampung Apar.

Kegiatan bertajuk “wujudkan generasi muda yang berkarakter, cerdas dan bebas dari narkoba” tersebut menghadirikan Kasat Narkoba Polres Pariaman AKP Suhardi sebagai narasumber.

Ketua IPKA Jupriman menuturkan, tujuan dilaksanakan kegiatan itu adalah dalam rangka melaksanakan program rutin Karang Taruna IPKA.

"Alasan kenapa pada wirid kali ini tema yang diangkatkan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba adalah untuk membentengi generasi muda dari penggunaan dan bahaya narkoba," kata Jupriman.

Dia mengaku pihaknya merasa miris dengan sempat hebohnya berita kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh oknum wakil rakyat yang seharusnya menjadi contoh baik bagi masyarakat.

"Berita itu menghebohkan dan viral di medsos,” ungkap Jupriman didampingi sekretaris IPKA Doni Nur Putra.

Kasat Narkoba Suhardi, pada kesempatan itu menekankan agar generasi muda menghindari penggunaan narkoba karena dampak yang ditimbulkan dengan mengkonsumsi narkoba sangat merusak apalagi terhadap generasi muda.

"Dampak-dampak yang ditimbulkan jika mengkonsumsi narkoba antara lain depresi, berhalusinasi dan stimulan atau meningkatnya kerja organ tubuh dalam waktu singkat," kata dia.

Sosialisasi diikuti sekitar 72 peserta terdiri dari anak usia sekolah, remaja, pemuda dan masyarakat umum. Dalam acara juga dilakukan sesi tanya jawab. Salah satu peserta yang bertanya yaitu Danil Sanjaya (20).

Pertanyaan yang dia sampaikan adalah bagaimana hukuman jika ada terkena razia narkoba jika yang bersangkutan tidak tahu kalau dia mengunakan narkoba.

Dia mencontohkan jika mengkonsumsi permen yang ternyata ada mengandung narkoba, dan dia benar-benar tidak tahu.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Suhardi menjelaskan, dalam setiap penindakan terhadap pengguna narkoba biasanya dilakukan secara prosedur, diantaranya pengamatan dan pengintaian.

"Kondisi seperti dipertanyaan tersebut jarang terjadi. Kalaupun ada yang bisa dilakukan adalah memberikan pembinaan dan pengarahan. Tentunya terhadap permen tersebut akan dilakukan penyelidikan," jelas Suhardi.

Selain itu Suhardi menambahkan, kalau ada anak muda atau masyarakat yang terindikasi menggunakan narkoba agar dilakukan rehabilitasi. Dengan merehabilitasi dapat menyelamatkan dari dampak yang lebih besar dari buruknya narkoba.

"Selain itu juga bisa menghindari sanksi hukum kalau si pengguna itu hanya tergolong pemakai dan masih tergolong usia muda," jelasnya lagi.

JPM