Lensa Piaman: Labuhan Pulau Kasiak

Secara alami sebuah jalur disela-sela karang yang mengelilingi bibir pantai Pulau Kasiak untuk dilewati perahu kecil terbentuk. "Labuhan" adalah istilah yang diberikan oleh nelayan lokal yang acap menepikan biduknya di halaman pulau yang terdapat penangkaran penyu alami milik Pemko Pariaman tersebut. Foto diambil dari atas menara mercusuar setinggi 40 meter. Pulau Kasiak memiliki luas 0,5 Hektare, ditumbuhi kelapa, pohon sukun, pepaya, dll.

Lensa Piaman: Tidur Pulas

Saat narasumber memberikan makalah di podium, beberapa hadirin terlihat menahan kantuk dan akhirnya tertidur pulas di aula utama Balaikota Pariaman dalam acara sarasehan tentang "Sejarah Pariaman dan kepahlawanan H. Bgd. Dahlan Abdullah" Senin, (25/8).

Lensa Piaman: "Lomba Melepas Anak Penyu"

Rombongan Ibu Bhayangkari Polda Sumbar terlihat memberikan semangat pada tukik (bayi penyu) yang hendak mereka lepas ke laut di pantai Konservasi Penyu, Desa Ampalu, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Jumat, 22/8/2014.

Lensa Piaman: Potensi Wisata di Pulau Kasiak

Panorama di atas menara mercusuar pulau Kasiak (Kaslik) Pariaman terumbu karang terlihat jelas di kejernihan air laut. Kawasan pulau Kasiak adalah kawasan konservasi penyu secara nature milik pemko Pariaman dibawah dinas DKP dan dikelola secara penuh oleh UPTD Konservasi Penyu. Pulau Kasiak banyak di kunjungi nelayan lokal untuk memancing ikan karang, gurita dan berbagai biota laut lainnya. Akibat perburuan swallow laut beberapa tahun lalu membuat kondisi karang rusak parah. Pemko beberapa waktu lalu bersama mahasiswa pencinta terumbu karang melakukan penanaman terumbu karang di halaman pulau ini.

Headline News :
Custom Search

Berita Terpopuler

Redaksi

Pedoman Media Siber

Powered by Blogger.
Showing posts with label POLRES PARIAMAN. Show all posts
Showing posts with label POLRES PARIAMAN. Show all posts

Parkir Mobil Beli Nasi, Kamera Berikut Isi Milik Wartawan Singgalang Disikat Maling

Written By oyong liza on Thursday, 21 April 2016 | 20:00

                                            ilustrasi


Pintu kaca mobil samping kanan depan milik wartawan harian Singgalang, Tomi Syamsuar dicongkel pencuri. Satu unit kamera merek Canon 6D di dalam tas berikut dua buah lensa, dua buah baterai cadangan, dua buah carger seharga Rp8 juta disikat si panjang tangan di depan Mesjid Al Ikhlas, Desa Toboh Palabah, Kecamatan Pariaman Selatan, sekitar pukul 14.00 WIB, Kamis (21/4).

"Sejumlah dokumen foto penting, buku tabungan dan kartu kompetensi wartawan juga berada di dalam tas itu," kata Tomi.

Tomi menuturkan, kejadiannya begitu cepat hanya berselang 20 menit. Ketika itu mobil kijang yang dia gunakan diparkir di tepi jalan di depan mesjid tersebut.

"Saat saya membeli nasi bungkus di rumah makan Bungo Tanjuang di samping Mesjid Al Ikhlas," lanjutnya.

Begitu pesanan nasi bungkus telah diterima dari pelayan rumah makan tersebut, Tomi bersama anaknya yang masih berusia tujuh tahun bergegas menuju mobil. Sesampai di mobil Tomi kaget bukan kepalang setelah membuka pintu tidak melihat tas berisi kamera kesayangannya.

"Kamera berikut tasnya kemanapun pergi selalu saya bawa sebagai penunjang profesi saya sebagai wartawan," ungkap Tomi, reporter Koran Singgalang wilayah Pariaman ini.

Tanpa pikir panjang, Tomi langsung melaporkan kejadian yang dialaminya ke Mapolres Pariaman.

Kasat Reskrim Polres Pariaman, AKP. Hidup Mulia, mengatakan, pihaknya telah menerima laporan atas nama Tomi Syamsuar.

"Setelah laporan diterima, kami langsung melakukan penyidikan di lokasi kejadian," ucapnya.

TIM

Polres Pariaman Tangkap Bandar Judi Online

Written By oyong liza on Thursday, 31 March 2016 | 22:12

ilustrasi



Tiga orang tersangka judi online dibekuk aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Pariaman, Polres Pariaman. Tiga orang tersebut diamankan di tiga lokasi berbeda.

Penangkapan yang dipimpin Kapolsek Pariaman, Kompol. Masri tersebut, dibekuk tiga orang inisial M (42), H (46) dan AU (29) pada Rabu sore (30/3).

Kapolres Pariaman, AKBP. Rico Junaldy, Kamis (31/3) di Mapolres Pariaman, kepada wartawan secara singkat menyebutkan, omset judi online yang dikelola kawanan tersebut berkisar hingga Rp3 juta dalam satu hari.

"Dari tangan M yang diduga sebagai bandar berhasil diamankan barang bukti uang tunai Rp2,5 juta. H dan AU adalah kaki tangan M dalam menjalankan bisnis judi onlinenya," ungkap Rico.

Kapolres menuturkan, komplotan pelaku bandar judi online itu sudah operasional di Pariaman selama dua tahun. Kasus tersebut akan terus dilakukan pengembangan.

"Dalam sepakan omsetnya hingga Rp15 juta,” tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian sedang melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.

TIM

Polres Pariaman Tangkap Tahanan Kabur Ronal Cengli Cs




Jajaran tim pemburu Polres Pariaman berhasil menangkap kembali dua orang tahanan yang sempat kabur dari selnya  pada hari Senin 21 Maret yang lalu. 

Tahanan kabur itu dikenal bernama Ronal Cengli (35) dan inisial F (36) yang tersangkut kasus narkoba dan curanmor di wilayah hukum Polres Pariaman.

Dituturkan Kapolres Pariaman, AKBP. Rico Junaldy, SIK, di Mapolres Pariaman, Jl. Imambonjol, Kamis (31/3), kepada sejumlah wartawan, kedua tahanan itu ditangkap di dua lokasi berbeda.

"F ditangkap pada hari Rabu (30/3) di Lubuk Minturun, Kota Padang, sedangkan Ronal Cengli ditangkap di Pekanbaru, Riau," kata Kapolres.

Kata dia, F yang berhasil diamankan duluan sempat kabur bersama Ronal Cengli di Pekanbaru sebelum dia kembali ke Lubuk Minturun.

"Dari F didapatkan informasi tentang keberadaan Ronal di Pekanbaru, lalu kita tangkap dia di sana," jelas Kapolres.

Ronal Cengli dan F, tutur Kapolres, berhasil kabur dari selnya usai membobol loteng tahanan dan melarikan diri lewat halaman belakang Mapolres pada dini hari sekitar pukul 04.00 WIB.

"Kita bentuk dua tim untuk lakukan pengejaran dan Alhamdulillah dalam sepekan mereka berhasil kita tangkap," kata dia.

Ungkap dia, kedua tahanan tersebut saat ini telah kembali menghuni sel tahanan Mapolres Pariaman.

"Semula berkasnya sudah akan (P21) diserahkan ke Kejaksaan untuk dilakukan persidangan,” pungkasnya.

TIM

Oknum Wartawan Tertangkap Shabu Bukan Anggota PWI

Written By oyong liza on Monday, 28 March 2016 | 18:51



Jajaran Satuan Anti Narkoba Polres Pariaman amankan seorang oknum wartawan inisial EP (38) warga Nareh, Pariaman Utara, karena kedapatan memiliki narkoba jenis shabu, Senin (28/3).

Kapolres Pariaman, AKBP. Rico Junaldy, SIK, kepada wartawan menyebutkan, oknum wartawan tersebut diciduk di Kelurahan Jawi-Jawi, Pariaman Tengah pada Senin dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Kata dia, selain EP pihaknya dini hari itu juga amankan seorang tersangka lainnya inisial A (31) warga Jawi-Jawi.

Menurut dia, dari dua pelaku, pihaknya sita tiga paket shabu siap pakai ditambah sejumlah barang bukti lainnya.

"Enam unit HP, alat isap shabu (bong), aluminium foil, timbangan digital, uang tunai Rp2 juta dan satu unit minibus," terang dia.

Kedua tersangka itu, ungkap Kapolres merupakan target operasi yang sudah lama diincar pihaknya atas pengembangan beberapa kasus serupa sebelumnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Pariaman, AKP. Ardhy Zulhasbi Nasution, menyebutkan, paket sabu ditemukan di bawah telapak sandal pelaku.

"Tersangka mengaku memperoleh narkoba dari tersangka A. Berdasarkan keterangan tersebut kami langsung menangkap A di rumahnya tanpa melakukan perlawanan," tuturnya.

Menurut dia, kedua tersangka diancam pasal 114 ayat 1 junto pasal 112 ayat 1 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Ditempat berbeda, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pariaman, Ikhlas Bakri, menyebut, oknum wartawan EP yang ditangkap polisi sama sekali bukan anggota PWI atau wartawan yang bernaung di bawah organisasi tersebut.

Bersama praktisi media Oyong Liza Piliang, Ikhlas Bakri langsung memeriksa wajah EP hasil liputan wartawan di kantornya. Kedua orang itu memastikan oknum tersebut bukan wartawan yang sehari-hari mereka kenal, baik saat melakukan peliputan maupun di acara-acara resmi kejurnalistikan.

"Saya pastikan EP bukan anggota PWI. Baru kali ini saya melihat wajah dia," kata Ikhlas.

Ungkap dia, PWI secara nasional melarang keras dan akan memberikan sanksi tegas kepada setiap anggotanya yang menggunakan narkoba.

"Hal itu diatur dalam Kode Etik Jurnalistik BAB 1 pasal 1 tentang kepribadian dan integritas," jelasnya.

Ikhlas juga menghimbau kepada seluruh anggota PWI agar tidak menyentuh barang haram tersebut apalagi hingga mengedarkannya.

"Wartawan adalah profesi mulia diatur oleh Undang-Undang dan Kode Etik yang sangat tegas," pungkasnya.

TIM

(Banjir Pariaman) Foto Terbaik Evakusi Korban Banjir

Written By oyong liza on Tuesday, 22 March 2016 | 14:51





Ini adalah foto peristiwa terbaik pilihan redaksi saat evakuasi korban banjir di Kota Pariaman, Selasa (22/3).

Di dalam foto yang menyebar viral di media sosial dan terkomentari begitu banyak itu terlihat Kasat Lantas Polres Pariaman beserta jajaran melakukan evakuasi kepada warga usia lanjut di Kelurahan Alai Gelombang, Pariaman Tengah.


Terimakasih buat jajaran Lantas Polres Pariaman!!

Foto: Istimewa

Jebol Loteng, Dua Orang Tahanan Polres Pariaman Kabur

Written By oyong liza on Monday, 21 March 2016 | 16:22

ilustrasi


Dua orang tahanan polisi nekad kabur dari sel Polres Pariaman berpenjaga pada Senin dini hari (21/3) sekitar pukul 04.00 WIB. Kedua tahanan tersebut kabur melewati atap sel (loteng) dan keluar lewat belakang.

Menurut Kapolres Pariaman, AKBP. Rico Junaldy, SIK, di ruang kerjanya, Senin siang (21/3) salah seorang tahanan kabur itu dikenal bernama Ronal Cengli (35) warga Pariaman yang dijerat kasus narkoba, diduga sebagai otak pelaku pelarian. Sedangkan seorang lainnya merupakan teman satu sel pelaku dengan kasus curanmor.

"Mereka kabur dengan mencongkel ruang tahanan. Ronal Cengli (merupakan) DPO (Daftar Pencarian Orang) curanmor sudah lama. Dia (Ronal) ditangkap karena kasus narkoba. Sejak dia ditahan, kasus curanmor di Pariaman langsung turun," kata Kapolres kepada wartawan.

Dari hasil pelacakan ponsel yang digunakan pelaku saat menelpon istrinya, kata Kapolres, pihaknya mengaku berhasil mengetahui keberadaan Ronal di Padang dan sudah membentuk dua tim untuk melakukan penangkapan. Ronal dalam pelariannya diduga dibantu oleh orangtuanya.

"Kita menyayangkan keterlibatan orangtuanya dalam pelarian Ronal. Ibu pelaku bahkan sempat mengantarkan (Ronal) ke stasiun kereta api Pariaman," terangnya.

Meski demikian, imbuh Kapolres, pihaknya mengakui peristiwa tersebut tidak terlepas akibat kelalaian anggota penjaga sel tahanan.

"Kelalaian anggota akan kita proses. Kita berharap pelaku belum jauh (masih sekitar Padang) agar bisa ditangkap secepatnya," tegasnya.

TIM

Polres Pariaman Beri Bunga ke Pengguna Jalan

Written By oyong liza on Wednesday, 2 March 2016 | 19:38




Hari ke-2 Operasi Simpatik Tahun 2016, Polisi Lalu Lintas (polantas) Polres Pariaman menggelarnya di persimpangan Jalan R.W. Monginsidi, Jati Pariaman, Selasa (2/3).

Dengan mengenakan pakaian "anak daro" jo "marapulai" (sebutan pengantin minang), personil polantas mengatur dan memberi pelayanan kepada para pengguna jalan raya.

“Mereka bertugas menggunakan pakaian adat. Ada empat pasang personil Salantas Polres Pariaman yang bertugas seperti biasa, pakaian saja yang berbeda sekaligus membawa bunga untuk dibagikan kepada pengguna jalan raya,” kata Kapolres Pariaman, AKBP Riko Junaldy, kepada wartawan.

Kata dia, selama ini aparat selalu berpakaian lengkap saat bertugas. Jika yang menegur pengguna jalan berpakaian Polisi, orang-orang terlihat kadang merasa takut. Maka dari itu, imbuhnya, dengan mengenakan pakaian adat saat operasi diharapkan masyarakat akan tertarik dan lebih simpatik kepada polisi sehingga upaya peningkatan ketertiban berupa imbauan lebih maksimal.

Kapolres mengatakan, jika terjadi pelanggaran lalu lintas selama operasi itu hanya akan mendapat teguran simpatik, ditunjukkan kesalahannya dan aparat meminta jangan melakukan kesalahan yang sama agar tidak terjadi pelanggaran untuk kedua kalinya, kemudian memberikan bunga,

Selama operasi dilangsungkan, secara kasat mata pengguna jalan cukup tertib, baik roda dua maupun roda empat. Yang roda dua semua memakai helm dan yang roda empat memakai sabuk pengaman. Kesalahan biasanya tidak menyalakan lampu dan mengunakan helm.

“Mereka ini kita beri teguran, hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan dan keselamatan pengendara karena segala bentuk pelanggaran dapat menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas,” tuntasnya.

Setelah di jalan raya, Kapolres Pariaman bersama anggota juga mengunjungi Kantor Balaikota Pariaman, Kejari Pariaman, Pengadilan Negeri Pariaman serta Makodim 0308 Pariaman.

Tim

Polres Pariaman Dukung Pemko Tertibkan Kapal Wisata Operasional di Satu Kawasan

Written By oyong liza on Saturday, 9 January 2016 | 10:12



Pemerintah Kota Pariaman berencana menempatkan semua kapal wisata yang saat ini berada pada dua tempat menjadi satu lokasi guna memudahkan wisatawan yang akan berkunjung ke pulau.

"Tentunya ini tidak mudah dan harus disepakati oleh semua pihak terkait, namun harus dilakukan untuk terus menunjang sektor pariwisata Pariaman," kata Kasi Perizinan dan Pengawasan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Fatma, di Pariaman, Sabtu (9/1).

Kata dia, saat ini total sudah ada 30 kapal wisata yang terbagi di dua lokasi yakni di Muaro Pariaman dan di sekitar Pantai Gandoriah tepatnya di belakang posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Menurutnya jika semua kapal wisata ke pulau difokuskan pada satu lokasi akan memberikan dampak sangat baik bagi pemerintah dan pelancong yang ingin ke pulau.

Hal tersebut, imbuh dia disebabkan calon wisatawan yang ingin ke pulau lebih mudah mengetahui di mana tempat kapal-kapal wisata bersandar.

"Kita perkirakan jika pembangunan jembatan layang yang akan dibangun di dekat muara dapat selesai di 2016 maka harus dibarengi dengan pemindahan tersebut," ucap dia.

Terkait izin mengangkut penumpang ke pulau, pihaknya membenarkan masih ada sejumlah kapal yang belum memiliki namun tengah diurus.

"Saat ini tercatat baru 17 kapal wisata yang mengantongi izin, namun 14 diantaranya belum memiliki izin," tambahnya.

Sementara itu Kapolres Pariaman, AKBP. Riko Junaldy, sangat mendukung langkah yang akan diambil oleh pemerintah agar pariwisata ke pulau difokuskan pada satu lokasi saja.

Ia menilai hal tersebut lebih memudahkan petugas kepolisian dalam memantau dan mengawasi setiap aktivitas menuju pulau.

Terkait penempatan sandaran kapal di satu titik, pihaknya juga memberikan usulan tambahan agar pintu masuk dan pintu keluar dibedakan namun dengan jarak yang tidak terlalu jauh.

"Muara Pariaman ini tidak terlalu lebar, dengan kapasitas kapal wisata yang mencapai 30 unit mungkin kurang efektif demi mempertimbangkan keselamatan masyarakat dan wisatawan," jelasnya. 


Sumber: Antara

Polres Pariaman: 21 Kasus Narkoba Terungkap Selama 2015, Malam Tahun Baru Operasi Ketat

Written By oyong liza on Tuesday, 29 December 2015 | 20:04




Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polisi Resor (Polres) Pariaman, AKP. Ardhi Zul Hasbih Nasution, menyebut selama tahun 2015, 21 kasus narkoba terungkap di wilayah hukumnya.

Kata dia, Selasa (29/12) di Polres Pariaman, 19 diantara kasus narkoba itu adalah psikotropika jenis shabu.

"Kita akan terus melakukan peningkatan pengawasan, dan pemberantasan narkoba di Pariaman agar kota ini bersih dari berbagai jenis narkoba," kata dia.

Kasus pengungkapan terakhir, ungkap dia, Polres Pariaman berhasil menangkap dua orang yang diduga pengedar yakni AF (35) dan RT (34). Masing-masing warga Kampung Baru dan Kampung Jawo, Pariaman Tengah.

"Kedua tersangka ditangkap pada Minggu (27/12) sekitar pukul 21.00 WIB di dua lokasi yang berbeda," sebut dia kepada wartawan.

Kedua tersangka itu, beber dia, merupakan target operasi (TO) Polres Pariaman. Dari kedua pelaku berhasil diamankan lima paket shabu-shabu, dua paket kecil dan tiga paket menengah.

"Selain barang bukti shabu, kita juga mengamankan satu unit timbangan digital, plastik pembungkus shabu, dan kaca pirek yang diduga digunakan oleh tersangka," ucap dia.

Atas perbutannya, kata Ardhy, kedua tersangka diancam pasal 114 ayat 1 Undang-Undang No 35 tahun 2009 tetang narkotika dengan ancaman minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun kurungan penjara.

Saat penangkapan pihak kepolisian menurunkan 10 personel dari berbagai satuan untuk mengamankan tersangka.
 

Tahun Baru

Terkait pengamanan dan antisipsi malam pergantian tahun baru 2016, Polres Pariaman akan memberikan pengawalan ketat di wilayah hukumnya.

"Kita akan terus melakukan monitoring di lapangan agar Kota Pariaman bisa bersih dari peredaran narkoba sehingga masyarakat bisa merasa nyaman," tambahnya.

Ia mengimbau dan mengajak masyarakat secara bersama untuk memberantas penyakit masyarakat termasuk narkoba.


TIM

Lakukan Perlawanan, Tersangka Pembunuh Istri di Sungai Limau Ditembak

Written By oyong liza on Sunday, 11 October 2015 | 15:03




Tersangka utama pembunuhan sadis terhadap istrinya Afrezi Arifin (23), Z (20) langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara di Padang setibanya di Polres Pariaman Minggu dini hari untuk mendapatkan perawatan medis guna mengeluarkan timah panas yang bersarang di kakinya. Z yang sempat buron selama dua pekan itu dibekuk oleh "Tim Anti Bandit" Polres Pariaman di Bengkalis, Provinsi Riau, Sabtu (10/10).

"Tersangka Z ditembak karena melakukan perlawanan. Sekarang Z dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara di Padang," kata Kapolres Pariaman AKBP Riko Junaldi, S.IK kepada wartawan  saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu pagi (11/10). Kata dia, keterangan resmi (kronologi penangkapan dan perlawanan tersangka) Polres Pariaman kepada awak media secara resmi akan dilakukan esok hari (Senin 12/10).

Sementara itu, dari narasumber kami di Polres Pariaman menyebutkan, tersangka Z dibawa menggunakan mobil jenis minivan tiba di Mapolres Pariaman tengah malam dari Bengkalis bersama anggota polisi yang membekuknya. Saat tiba itu menurutnya kantor Polres Pariaman ramai oleh kerumunan warga.

Kemudian, kata dia, tak lama berselang, tersangka Z dinaikan ke atas mobil ambulance menuju RS Bhayangkara di Padang dikawal beberapa anggota kepolisian ditambah petugas lainnya yang mengiringi ambulance menggunakan mobil lainnya.

"Saya belum dapat informasi kronologis di mana lokasi perlawanan tersangka Z pada anggota hingga dia ditembak. Apakah saat penangkapan di Bengkalis atau di jalan saat istirahat atau di rumah makan, nanti biar atasan (beri keterangan pers)," jelas dia saat dikorek keterangan.

Masih menurutnya, Z ditembak oleh sebutir peluru di betis kaki kanannya.

"Prosedur lamanya dirawat di rumah sakit kita tidak bisa pastikan berapa harinya. Itu tergantung dokter dan kebijakan atasan. Ada bahkan di satu kasus lebih dari seminggu dirawat," jelas dia lagi saat ditanya berapa lama Z dirawat.

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, Z (20) pelaku utama pembunuhan ibu muda Afrezi Arifin (23) berhasil dibekuk oleh "Tim Anti Bandit" Polres Pariaman di Bengkalis, Provinsi Riau.

Z yang tega menghabisi nyawa mantan istri yang sudah dikaruniai balita 2 tahun itu, lebih dua pekan melarikan diri sejak penemuan jasad Ezi (sapaan Afrezi) di lahan sawit pada Kamis 24 September lalu di kawasan Kukualang, Batang Gasan. Ezi adalah warga Korong Lohong, Nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau, Padangpariaman.

Z kemudian disangka pelaku utama pembunuhan Ezi baik dari hasil olah TKP/alat bukti ditambah kesaksian Al (23) tersangka lainnya yang ikut membantu Z saat menguburkan jasad Ezi. Dari penangkapan Al, sebagaimana dituturkan Kapolres, sejumlah titik terang mulai kelihatan mengarah pelarian pelaku meski AL terlihat menyembunyikan sesuatu.


Baca juga Buron Usai Habisi Nyawa Istri, Z Ditangkap di Bengkalis Riau

OLP

Buron Usai Habisi Nyawa Istri, Z Ditangkap di Bengkalis Riau

Written By oyong liza on Saturday, 10 October 2015 | 16:30




Z (20) tersangka utama pelaku pembunuhan sadis terhadap Afrezi Arifin (23) berhasil dibekuk oleh "Tim Anti Bandit" Polres Pariaman di Bengkalis, Provinsi Riau. Z yang tega menghabisi nyawa mantan istri yang sudah dikaruniai balita 2 tahun itu, lebih dua pekan melarikan diri sejak penemuan jasad Ezi (sapaan Afrezi) di lahan sawit pada Kamis 24 September lalu di kawasan Kukualang, Batang Gasan. Ezi adalah warga Korong Lohong, Nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau, Padangpariaman.

Hal itu dibenarkan oleh Kapolres Pariaman AKBP. Riko Junaldi, S.IK saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Sabtu siang (10/10).

"Benar. Z sudah kita amankan. Pelaku ditangkap di Bengkalis Riau oleh anggota kita dan sekarang di perjalanan menuju Pariaman. Saya perintahkan ke anggota pelan-pelan saja jalannya," kata Kapolres.

Sebelumnya Kapolres mengatakan sudah memastikan bahwa Z disangka pelaku utama pembunuhan Ezi baik dari hasil olah TKP/alat bukti maupun pengakuan AL (23) tersangka lainnya yang ikut membantu Z saat menguburkan jasad Ezi.
AL dibekuk pada hari Sabtu (26/9) di Simpang Empat Parak Lamo, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Padang. 


Dari penangkapan AL, sebagaimana dituturkan Kapolres, sejumlah titik terang mulai kelihatan mengarah pelarian pelaku meski AL terlihat menyembunyikan sesuatu.

"Pengakuan tersangka AL pada penyidik bahwa Z menghubungi AL usai membunuh istrinya untuk dimintai tolong menguburkan jasadnya."

"Kemarin kita lacak sinyal HP dia (Z) posisinya di Pekanbaru, rupanya ponselnya sudah dia dijual saat anggota sampai di sana. Kita terus lakukan pengejaran dari rangkaian informasi-informasi," penuturan Kapolres di sela-sela konprensi pers usai geladi resik persiapan etape finish I Tour de Singkarak di Pantai Gandoriah (1/10) lalu.

Kapolres belum berkomentar rincian kronologis penangkapan Z di Bengkalis. Kata dia, keterangan akan diberikan kepada media setelah Tim Anti Bandit yang membekuk tersangka sampai di Polres Pariaman.

"Kita kabarkan nanti setelah anggota sampai. Sabar ya, bisa sampainya (di Pariaman) malam nanti atau dinihari," sebut Kapolres.

Sebagaimana diketahui, penemuan jasad Afrezi yang terkubur hanya sedalam satu meter itu di bawah batang sawit yang sengaja ditanam untuk menyamarkan, dua hari setelah almarhum menghilang dari rumahnya. Ada unsur sadisme dalam pembunuhan itu. Rinciannya baca disini. Motif dibalik semua peristiwa itu hingga kini belum terkuak. Masih teka-teki.

Sementara itu, Tachi Ida (49) karib disapa bunda, saudara orangtua korban yang berdomisili di Perumahan Jati Raya Indah Pariaman menuturkan bahwa pernikahan Ezi dan Z sebenarnya sempat ditentang keluarga dulunya. Keluarga memiliki firasat tidak baik pada calon menantunya ketika itu.

"Namun karena Ezi bersikeras kita paralekan (resepsi nikah) pada tahun 2012. Ezi dan Z udah setahun pisah ranjang. Ezi di Kampung dan suaminya itu di Pekanbaru. Ezi semasa hidupnya curhat kepada keluarga dia sering jadi korban kekerasan dalam rumah tangga oleh suaminya itu," sebut Tachi beberapa hari lalu.


OLP

Polwan Baik Hati

Written By oyong liza on Saturday, 3 October 2015 | 21:39



Seorang anak laki-laki usia empat tahun terlepas dari tangan kedua orangtuanya saat keramaian menyaksikan atraksi beruk panjat kelapa di Pantai Gandoriah Pariaman, usai finish TdS etape I.

Wajah Polwan ini baru bagi saya. Dia berjilbab. Kulit putihnya kontras dengan seragam coklat tua ia kenakan. mungkin baru berdinas di Polres Pariaman, kira saya sendiri.




Melihat dia menggendong anak itu penuh sabar, terlihat bocah berbaju kotak-kotak ini berhenti suara lengking tangisnya. Tinggal isak saja, kemudian diam. Anak itu sepertinya pasti merasa mendapat perlindungan dalam dekapan gadis muda itu. Sifat alamiah anak merasakan ketulusan.

Tidak berapa lama berselang, sebagaimana diberitahukan anak hilang lewat pengeras suara, Ayah sang anak pun datang.

Tapi anehnya bocah kecil itu seakan terpana. Dia tidak hendak melompat kepangkuan ayahnya meski tangan sang ayah telah dijulurkan.

Akibatnya, banyak orang bertanya apakah benar laki-laki yang mengaku ayah bocah itu ayah dari anak ini. Anak itu tetap diam, hingga sang polwan menanyai dia dengan lembut.

"Apakah ini ayahnya, nak?"

Sang bocah pun mengangguk. Lalu polwan itu dengan lembut memberikan anak tersebut ke pangkuan ayahnya. Sang anak pun baru mau.

Meski si polwan tidak langsung disalami oleh si ayah dan ibu dari anak itu sebagai ucapan terimakasih sebelum diingatkan warga, dia tetap tersenyum. Polwan berwajah keibuan itu, pun tutur katanya lembut.

"Lain kali mohon anaknya dijaga pak. Apalagi ditengah kerumunan warga seperti ini," nasehat dia sejuk.


OLP

Goro Polres Pariaman dan Pemko, Jadikan Pantai Gandoriah Makin Kinclong

Written By oyong liza on Saturday, 1 August 2015 | 10:43




Ratusan anggota Polres Pariaman diikuti Tenaga GO, BLH, BPBD, pemuda, pelaku pariwisata serta para ABK kapal, gotong royong bersama membersihkan Pantai Gandoriah dari sampah-sampah yang berserakan di sepanjang pantai tujuan wisata nomor wahid di Sumbar tersebut, Sabtu (1/8).

Aksi bersih tersebut terjun langsung memungut sampah Kapolres Pariaman AKBP Riko Junaldi, SIK dan Wakil Walikota Pariaman Dr. Genius Umar, M.Si. Menurut Genius, aksi goro yang diprakarsai oleh Kapolres Pariaman bertujuan untuk menimbulkan kesadaran bagi warga setempat dan pedagang akan pentingnya kebersihan pantai dari sampah berserakan.

Dia berharap ke depannya, para pedagang dan pengunjung menyadari pentingnya kebersihan dan malu membuang sampah sembarangan. Dan yang terpenting menimbulkan kesadaran bagi masyarakat akan rasa memiliki pantai itu sendiri. Dengan timbulnya rasa memiliki, kata Genius, kesadaran menjaga kebersihan akan muncul dengan sendirinya.

"Target kita akan keluar sampah tiga truk pagi ini," kata Genius.

Disamping itu, tambah Genius, dia meminta kepada Dinas Pariwisata agar memberlakukan langkah hukum pada para pembuang sampah di sepanjang Pantai Gandoriah dengan memberlakukan denda.

"Kemudian kita juga minta pada Dinas BLH membuat plang himbauan kreatif dilarang membuang sampah di sepanjang pantai," pungkasnya.

Sementara itu Kapolres Pariaman AKBP. Riko Junaldi menyebutkan aksi gotong royong bersih pantai oleh Polres Pariaman di Pantai Gandoriah adalah dalam rangka mendukung program pariwisata Pemerintah Kota Pariaman.

Dia menghimbau agar pelaku pariwisata, baik pedagang, pengunjung dan masyarakat setempat sama-sama menjaga kebersihan agar wisatawan merasa nyaman dan betah.

"Jika wisatawan betah tentu mereka akan menyampaikan kesan yang baik tentang Pantai Pariaman kepada yang lainnya sehingga menimbulkan citra positif," kata Kapolres.

Dengan adanya sinergitas antara Polres Pariaman dan Pemko Pariaman, dia berharap aksi gotong royong bersih pantai menjadi program mingguan.

"Ini intinya mengajak tokoh-tokoh masyarakat di sini, pemuda, dia terutama yang di ke depankan menjaga kebersihan. Dia yang mencari makan di sini kok oranglain yang menjaga, itulah kira-kira pesan yang ingin kita tinggalkan," pungkas Kapolres.

OLP

Polres Pariaman Peringati HUT Bayangkara ke 69

Written By oyong liza on Wednesday, 1 July 2015 | 19:36




Memperingati hari jadi Bayangkara Ke 69 tahun 2015, Kepolisian Derah Resort (Polres) Pariaman, Rabu, (01/07) menggelar  upacara di halaman Mapolres Pariaman.

Upacara yang diikuti aparat gabungan dari Polri, TNI, Dishubkominfo, Satpol-PP dan anggota Pramuka ini dipimpin langsung oleh Kapolres Pariaman AKBP Riko Junaldi, S.I.K.

Hadir pada peringatan HUT Bayangkara ke 69 ini Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman, Ketua DPRD Kota Pariaman, Mardison Mahyudin, Ketua DPRD Kabupaten Padangpariaman, Faisal Arifin serta unsur Muspida lainnya.

Dalam Amanat Presiden Republik Indonesia yang dibacakan oleh Kapolres Pariamanmengatakan, Polri harus mampu meningkatkan kinerja dan profesionalisme guna memberikan pelayanan terbaik bagi nusa dan bangsa terutama masyarakat. Polri juga telah banyak memberikan sumbangsih yang besar dalam upaya memelihara ketertiban masyarakat dan hukum.

Kata dia, kejahatan konvensional terhadap negara dan masyarakat diperlukan adanya kesanggupan dan kerja keras Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Polri harus mampu mengembangkan teknik dan taktik dalam menangani setiap kejahatan.

Terkait dengan pelayanan hukum terhadap masyarakat Presiden mengingatkan agar polisi memberikan pelayanan dengan mudah‎ dan tidak berbelit-belit dalam memberikan pelayanan kepada kaum minorotas, anak dan perempuan.

Presiden juga memberikan instruksi agar me‎manfaatkan fungsi online untuk memberikan informasi yang akurat kepada publik dimana  hakekat dari tugas Polri adalah perlidungan dan pelayanan masyarakat‎.

Pada Acara itu juga diserahkan  penghargaan kepada tiga orang anggota polisi teladan serta satu orang warga Kota Pariaman yang telah berjasa dalam membantu aparat kepolisian menagkap pelaku penjambretan.


Angga

Tahapan Pilkada Serentak, KPU Kota Pariaman Koordinasi dengan Polres Pariaman

Written By oyong liza on Friday, 1 May 2015 | 10:17


 



Dengan ditetapkan Tahapan Pilkada serentak oleh KPU RI, KPU Kota Pariaman melakukan kordinasi dengan instansi terkait, salah satu nya dengan Kepolisian. Dalam koordinasi tersebut diterima langsung oleh Kapolres Kota Pariaman, AKBP Riko Junaidi, SIK yang di Mapolresta Pariaman  ( 29 April 2015 )  didampingi oleh Kabag Ops Kompol Syahril Kasat Intelkam AKP Amrizal  serta anggota intel Aiptu Erianto.

“Kita akan koordinsasi dengan semua instansi terkait dalam menghadapi Pilkada serentak 2015, hari ini dengan Kepolisian. Meskipun KPU Kota Pariaman tidak melaksanakan Pilwako Kota Pariaman, tapi KPU Kota Pariaman tetap melaksanakan Pilkada yaitu Pilkada Gubernur danWakil Gubernur,” ujar Ketua KPU, Boedi Satria, SE.

Pada saat ini KPU sedang melaksanakan Tahapan Pilkada yaitu Rekrutmen Panitia Ad Hoc  yaitu PPK dan PPS.

Dalam Koordinasi tersebut KPU Kota Pariaman menyerahkan secara resmi Tahapan Pilkada Serentak 2015, serta banyak hal – hal yang lain dibincangkan  tentang Kepemiluan, dan Pak Kapolres  juga  bercerita tentang  pengalamannya  dalam pengamanan pesta demokrasi pada saat dinas Banten, Sulawesi.



“Kapolres Kota Pariaman akan membuka pintu untuk KPU selebar lebarnya  dalam menghadapi Pilkada, karna keberhasilan suatu Pilkada itu tidak hanya pada hasil suara saja tapi juga termasuk keamanan yang kondusif,”  ujar AKBP Riko yang juga keturunan Pariaman, yang bersekolah dan besar di Provinsi Jambi.

 “Kita sangat senang sekali, kepolisian membuka pintu selebar lebar untuk KPU dalam koordinasi kapan pun juga dalam menciptakan pilkada  yang aman dan kondisif, “ ujar Alfiandri Zaharmi Divisi Sosialisasi KPU Kota Pariaman.


AZ

Dalam Sehari Polres Pariaman Tangkap 2 Pengedar Sabu dan Seorang Pengedar Ganja

Written By oyong liza on Wednesday, 24 September 2014 | 18:45




Berawal dari informasi warga, Satuan Narkoba Polres Pariaman menangkap seorang pengedar narkoba jenis Sabu berinisial IR (34) di Pantai Cermin Karan Aur pada pukul 12.00 WIB 23/9/2014. Ditangan tersangka polisi menemukan alat bukti 12 paket kecil sabu yang dimasukan dalam pipet kemudian uang tunai sejumlah Rp.1.500.000,-

Atas penangkapan itu, polisi melakukan pengembangan kasus dan membekuk DC (32) warga Naras pada pukul 12.30 hari itu juga. Ditangan DC polisi menemukan barang bukti berupa 48 paket kecil narkoba jenis sabu.

Kata Kapolres Pariaman AKBP Gandung D Wardoyo bersama Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, saat jumpa pers dengan wartawan, (24/9) sabu yang didapat tersangka didapat dengan cara dibeli kepada seorang laki-laki yang lokasi transaksinya di Sungai Limau Padangpariaman sebanyak 3,5 jie atau 3,5 gram seharga Rp.4.750.000,-

"Para pelaku ini dari kalangan ekonomi bawah. Ada yang profesinya jual ikan dan sopir travel. Selain barang bukti tersebut dari tangan tersangka juga disita dua unit ponsel yang digunakan tersangka untuk sarana transaksi," ucap Gandung.

Kapolres yang saat jumpa pers menghadirkan tiga orang tersangka (satu diantaranya pengedar ganja) mengatakan sejak tahun 2014 Polres Pariaman telah menangkap 12 pengedar narkoba di wilayah hukum Polres Pariaman.

"Pelaku dijerat dengan UU No. 35 Th. 2009 pasal 112 dan 114 diancam dengan hukuman 4 hingga 12 tahun penjara. Pasal tersebut adalah pasal pemakai dan pengedar," ungkapnya.

Sementara itu Wakil Walikota sekaligus Ketua BNN Kota Pariaman Genius Umar mengatakan sangat miris melihat fenomena sosial yang terjadi di Kota Pariaman. Dia menyadari bahwa Pariaman memang sebagai daerah paling aman untuk transaksi narkoba di Sumatera Barat.

"Saya sangat miris dengan dampak aspek sosial pada warga saya. Pemerintah Kota Pariaman sangat serius memberantas narkoba di Pariaman bersama Polres. Kemarin seluruh PNS dilingkungan Pemko Pariaman diperiksa urinenya untuk membersihkan aparatur pemerintahan menggunakan narkoba. Jika ada diantara PNS kami yang menggunakan narkoba, akan kami tindak, disamping dilakukan pembinaan mental bekerjasama dengan Polres Pariaman," ucap Genius.

Genius menyebutkan, para pengedar narkoba tergiur untuk mendapatkan uang secara instan.

"Kalau jadi petani mereka harus tunggu tiga bulan baru panen, tapi kalau jadi bandar duitnya mengalir cepat. Mereka harus diberantas, karena merekalah para perusak masa depan generasi muda," tuntas Genius.

OLP

Beginilah Modus Neneng Cs Membobol Kiriman WU di Kantor Pos Pariaman

Written By oyong liza on Tuesday, 9 September 2014 | 11:32

                                       Neneng


Penyidik Polres Pariaman tengah melakukan penyelidikan mendalam terhadap Neneng (38), satu dari empat pelaku pembobolan kiriman western union (WU) yang berhasil diciduk oleh Satreskrim Polres Pariaman di Kantor POS Pariaman, Kamis (4/9) lalu.

Sampai saat ini anggota Buser Polres Pariaman masih melakukan pengejaran terhadap ketiga pelaku lainnya. Dikatakan, Langkah pencegatan terhadap ketiga pelaku lainnya yang kabur sudah dilakukan dengan menyiagakan anggota Polres Pariaman di Bandara (BIM) untuk mengantisipasi ketiga pelaku kabur melalui jalur udara.

Dalam penyelidikan lanjutan dan keterangan Neneng, komplotan ini memiliki jaringan yang rapi. Hal itu terbukti dengan adanya pembagian kerja yang jelas dari masing-masing pelaku yang terlibat dalam aksi kejatahan itu. Kasat Reskrim Polres Pariaman, Iptu Hidup Mulya didampingi kanit II reskrim Polres Pariaman, Bripka Idham Fadli mengatakan, empat orang komplotan memiliki pemabagian tugas yang jelas yang dilakukan dalam setiap aksi kejatahannya.

Hidup Mulya menyebut, dari keterangan tersangka Neneng, diketahui bahwa James menjadi otak atau perancang dari setiap aksi pencarian kiriman uang di sejumlah counter POS.
 

“James berperan sebagai pencari infromasi identitas pengirim uang dari luar negeri dan identitas penerimannya, sedangkan Avi berperan sebagai pembuat KTP aspal (asli tapi palsu) yang digunakan oleh Neneng untuk pencairan kiriman dan Avit sebagai sopir. Itu gambaran awal yang kita dapatkan saat mengorek keterangan dari tersangka Neneng,” ujar dia.

Dia menambahkan, dari hasil keterangan dari tersangka Neneng, belum diketahu jelas berapa uang yang berhasil dibobol oleh keempat tersangka dalam aksi-aksi kejahatan sebelumnya. Namun yang jelas, sebutnya, Neneng diberi upah Rp.500.000,- dalam setiap aksinya.

“Ya, kata pengakuan tersangka “N”, tidak mengetahui berapa uang yang berhasil ia kumpulkan bersama temannya, “ N” mengaku diberi Rp. 500.000,- dalam setiap aksi pencairan. Dari Neneng kita juga dapat informasi bahwa ketiga pelaku diperkirakan kabur ke daerah asal mereka, di pulau Jawa,” imbuh dia.


Sementara itu, akibat perbuatannya, Neneng tercancam hukuman minimal 5 tahun kurungan penjara akibat melanggar pasal 378, 263 dan 53 KUHP.

“Untuk ancaman, tersangka kita jerat dengan pasal 378, pasal 263 dan pasal 53 KUHP dengan ancaman minimal 5 tahun kurungan penjara,” pungkas dia.
 

Nanda/editor: OLP

Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2014, Kapolres Sebut Waspadai Teroris

Written By oyong liza on Monday, 21 July 2014 | 14:53





Dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri 1435 Hijriyah, Polres Pariaman gelar apel pasukan pengamana (PAM) Ketupat Tahun 2014. Di halaman Mapolres Pariaman, Senin (21/7/2014).

Kapolres Pariaman AKBP Gandung D Wardoyo bertindak sebagai inspektur upacara, serta dihadiri Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Dandim 0308 Pariaman, Kadishub Kominfo serta Kalapas Kelas II B Pariaman dan diikuti personil Polres, Kodim, Dishubkominfo, Satpol PP, PMI dan Kuarcap Pramuka Kota Pariaman.

Kapolres juga mengecek kesiapan pasukan yang akan diturunkan dalam Operasi Ketupat 2014, mulai dari personel, serta kendaraan pendukung lainnya.

Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Kapolres mengatakan, operasi gelar apel siaga ketupat tahun 2014 ini, merupakan rutinitas tahunan yang digelar menghadapi hari raya Idul Fitri. Dimana kesiapan pihak kepolisian dan unsur instansi terkait dalam mengamankan sebelum dan sesudah lebaran, memberikan rasa aman kepada masyarakat. Khususnya para pemudik yang ingin lebaran di kampung.

"Kita berharap masyarat dapat merayakat Idul Fitri dengan aman dan nyaman. Dan berharap tidak ada ganggungan ketertiban sehingga kelancaran lalu lintas tertib terjaga. Operasi apel ketupat ini akan berlangsung selama 16 hari yang melibatkan 86.213 personil di seluruh Indonesia," ungkap Kapolres.

Ia juga menyebutkan walau momen pengamanan ini juga bersamaan dengan Pilpres, namun tidak mengurangi pengamanan dari berbagai pihak.

"Sesuai dengan penetapan KPU pada besok pagi (Selasa) untuk menghitung hasil rekapitulasi, kita mengharapkan siapa pun presidennya, kita tetap menjaga keamanan dan kondusifitasnya," ujarnya.

Kapolres menjelaskan, berdasarkan hasil evalusi tahun sebelumnya, titik terjadinya kemacetan disebabkan penyempitan jalan, luas jalan yang kurang, aktifitas pasar tumpah yang tidak tertib serta lokasi objek wisata.

Selain itu, Kapolres juga menyebutkan untuk tahun ini diperkirakan terjadi peningkatan jumlah pemudik, oleh karena itu  gangguan kriminalitas yang meningkat seperti pencurian, kejahatan konvensional dan kejahatan terorisme menjadi tugas dan menuntut Polri dan masyarakat lebih optimal. 

Angga

Kapolres: Waspadai Curanmor Juga Copet di Gandoriah dan Pantai Arta Saat Lebaran

Written By oyong liza on Sunday, 20 July 2014 | 22:12

Bupati Ali Mukhni bersama Kapolres Pariaman AKBP Gandung Drajad Wardoyo saat hadiri Rakor lintas sektor operasi ketupat 2014  di Mapolres Pariaman, Kamis (17/7).


Kapolres Pariaman AKBP Gandung Drajad Wardoyo mengajak semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang hari raya Idul Fitri 1435 H. Karena berdasarkan pemantauan timnya dilapangan, tindakan kriminal seperti curamor dan copet masih marak terjadi khususnya di tempat wisata seperti pantai Gandoriah Pariaman dan pantai Arta Sungai Limau.

Hal tersebut dia katakan saat Rakor lintas sektor operasi ketupat 2014 dalam rangka pengamanan hari raya idul fitri 1435 H yang dihadiri oleh Bupati Padangpariaman Ali Mukhni di mapolres Pariaman, Kamis (17/7).

"Mari kita tingkatkan kewaspadaan menjelang hari raya Idul Fitri 1435 H karena berdasarkan pemantauan tim dilapangan, tindakan curamor dan copet adalah tindakan kriminal masih marak terjadi khususnya di tempat wisata sepeti pantai gandoriah dan pantai arta," kata Gandung.

Gandung mengapresiasi Pemkab Padangpariaman yang begitu peduli terhadap partisipasi dalam upaya pengamanan operasi ketupat, karena pada tahun yang lalu semua sektor ikut turut membantu jajaran kepolisian di lapangan, seperti dinas perhubungan, Satpol PP, dinas kesehatan, pramuka, PMI dan lain sebagainya.

Selanjutnya Gandung juga minta peran camat beserta unsur muspika serta tokoh masyarakat dan walikorong se-Padangpariaman harus proaktif dan waspada, khususnya dalam upaya tertib berlalu-lintas.

Menindaklanjuti hasil Rakor lintas sektor operasi ketupat 2014 tersebut, Bupati Ali Mukhni menegaskan dan mengingatkan pada jajaran terkait seperti Dishub, Pol PP, Dinkes dan  camat, agar meningkatkan koordinasi degan unsur muspika di wilayah kerja masing masing.

"Pada prinsipnya, pemerintah daerah Padangpariaman siap mensukseskan operasi ketupat dalam rangka pengamanan hari Raya Idul Fitri 1435 H," ucap Ali Mukhni didampingi Kabag Humas Hendra Aswara.


HA/OLP

Polres Pariaman HUT Bhayangkara Ke 68

Written By oyong liza on Tuesday, 1 July 2014 | 16:18







Kepolisian Resort (Polres) Pariaman menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 68 yang diperingati secara nasional diseluruh penjuru tanah air tanggal 1 juli 2014. Upacara HUT Bhayangkara dilaksanakan dihalaman kantor Mapolres Pariaman.

Dipimpin Kapolres Pariaman AKBP Gandung D Wardoyo turut hadir dalam acara peringatan HUT Bhayangkara ke 68 tersebut, Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Dandim 0308 Letkol Nursyamsuddin, Kepala Kejari Pariaman, serta Perwira tinggi di lingkungan Polres Pariaman.

Dalam peringatan HUT Bhayangkara ke 68 tahun 2014 ini, Gandung D Wardoyo membacakan amanat Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden SBY mengucapkan selamat atas HUT Bhayangkara ke 68 baik Secara Pribadi maupun Pemerintah kepada seluruh anggota Polri sekaligus keluarga besar Polri diseluruh tanah air.

“Terimakasih saya ucapkan atas kinerja yang telah diberikan Polri kepada masyarakat, Bangsa dan Negara, demi tegaknya hukum serta terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat diseluruh tanah air,” kata Kapolres saat menyampaikan amanat Presiden.

“Melalui mementum ini, segenap anggota Polri dapat lebih memberikan pengamanan, kenyaman dan pengayoman dengan penuh kesungguhan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pesannya.

Dilanjutkan Kapolres dalam amanat Presiden, peringatan HUT Bhayangkara tahun 2014 ini terasa Khidmat karena berada dibulan suci ramadhan, dan dibulan yang sama ini juga menyambut Pemilihan Presiden untuk periode 2014- 2019 yang dilakukan 9 juli mendatang.

“Kita berharap pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 9 juli dapat berjalan dengan baik sebagaimana Pileg beberapa waktu lalu, semuanya tidak terlepas dari kinerja Polri yang bekerjasama dengan semua komponen bangsa dalam menjaga pengamanan pemilu 2014. Tunjukkan kepada dunia, bahwa Bangsa dan Negara kita matang dalam berdemokrasi,” tutur Kapolres Pariaman menyampaikan amanat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Selesai upacara Kapolres Pariaman menyerahkan penghargaan lomba Bhabinkamtipmas teladan kepada Bripka Nasri, terbaik Forum Kemitraan Polisi Masyarakat kepada Mansurdin serta Poskamling Binaan terbaik kepada April, sebagai ketua poskamling terbaik tingkat Kota Pariaman.

Angga

Topik Terhangat

postingan terdahulu