Lensa Piaman: Labuhan Pulau Kasiak

Secara alami sebuah jalur disela-sela karang yang mengelilingi bibir pantai Pulau Kasiak untuk dilewati perahu kecil terbentuk. "Labuhan" adalah istilah yang diberikan oleh nelayan lokal yang acap menepikan biduknya di halaman pulau yang terdapat penangkaran penyu alami milik Pemko Pariaman tersebut. Foto diambil dari atas menara mercusuar setinggi 40 meter. Pulau Kasiak memiliki luas 0,5 Hektare, ditumbuhi kelapa, pohon sukun, pepaya, dll.

Lensa Piaman: Tidur Pulas

Saat narasumber memberikan makalah di podium, beberapa hadirin terlihat menahan kantuk dan akhirnya tertidur pulas di aula utama Balaikota Pariaman dalam acara sarasehan tentang "Sejarah Pariaman dan kepahlawanan H. Bgd. Dahlan Abdullah" Senin, (25/8).

Lensa Piaman: "Lomba Melepas Anak Penyu"

Rombongan Ibu Bhayangkari Polda Sumbar terlihat memberikan semangat pada tukik (bayi penyu) yang hendak mereka lepas ke laut di pantai Konservasi Penyu, Desa Ampalu, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Jumat, 22/8/2014.

Lensa Piaman: Potensi Wisata di Pulau Kasiak

Panorama di atas menara mercusuar pulau Kasiak (Kaslik) Pariaman terumbu karang terlihat jelas di kejernihan air laut. Kawasan pulau Kasiak adalah kawasan konservasi penyu secara nature milik pemko Pariaman dibawah dinas DKP dan dikelola secara penuh oleh UPTD Konservasi Penyu. Pulau Kasiak banyak di kunjungi nelayan lokal untuk memancing ikan karang, gurita dan berbagai biota laut lainnya. Akibat perburuan swallow laut beberapa tahun lalu membuat kondisi karang rusak parah. Pemko beberapa waktu lalu bersama mahasiswa pencinta terumbu karang melakukan penanaman terumbu karang di halaman pulau ini.

Headline News :
Custom Search

Berita Terpopuler

Redaksi

Powered by Blogger.
Showing posts with label POLRES PARIAMAN. Show all posts
Showing posts with label POLRES PARIAMAN. Show all posts

Polres Pariaman Dukung Pemko Tertibkan Kapal Wisata Operasional di Satu Kawasan

Written By oyong liza on Saturday, 9 January 2016 | 10:12



Pemerintah Kota Pariaman berencana menempatkan semua kapal wisata yang saat ini berada pada dua tempat menjadi satu lokasi guna memudahkan wisatawan yang akan berkunjung ke pulau.

"Tentunya ini tidak mudah dan harus disepakati oleh semua pihak terkait, namun harus dilakukan untuk terus menunjang sektor pariwisata Pariaman," kata Kasi Perizinan dan Pengawasan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Fatma, di Pariaman, Sabtu (9/1).

Kata dia, saat ini total sudah ada 30 kapal wisata yang terbagi di dua lokasi yakni di Muaro Pariaman dan di sekitar Pantai Gandoriah tepatnya di belakang posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Menurutnya jika semua kapal wisata ke pulau difokuskan pada satu lokasi akan memberikan dampak sangat baik bagi pemerintah dan pelancong yang ingin ke pulau.

Hal tersebut, imbuh dia disebabkan calon wisatawan yang ingin ke pulau lebih mudah mengetahui di mana tempat kapal-kapal wisata bersandar.

"Kita perkirakan jika pembangunan jembatan layang yang akan dibangun di dekat muara dapat selesai di 2016 maka harus dibarengi dengan pemindahan tersebut," ucap dia.

Terkait izin mengangkut penumpang ke pulau, pihaknya membenarkan masih ada sejumlah kapal yang belum memiliki namun tengah diurus.

"Saat ini tercatat baru 17 kapal wisata yang mengantongi izin, namun 14 diantaranya belum memiliki izin," tambahnya.

Sementara itu Kapolres Pariaman, AKBP. Riko Junaldy, sangat mendukung langkah yang akan diambil oleh pemerintah agar pariwisata ke pulau difokuskan pada satu lokasi saja.

Ia menilai hal tersebut lebih memudahkan petugas kepolisian dalam memantau dan mengawasi setiap aktivitas menuju pulau.

Terkait penempatan sandaran kapal di satu titik, pihaknya juga memberikan usulan tambahan agar pintu masuk dan pintu keluar dibedakan namun dengan jarak yang tidak terlalu jauh.

"Muara Pariaman ini tidak terlalu lebar, dengan kapasitas kapal wisata yang mencapai 30 unit mungkin kurang efektif demi mempertimbangkan keselamatan masyarakat dan wisatawan," jelasnya. 


Sumber: Antara

Polres Pariaman: 21 Kasus Narkoba Terungkap Selama 2015, Malam Tahun Baru Operasi Ketat

Written By oyong liza on Tuesday, 29 December 2015 | 20:04




Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polisi Resor (Polres) Pariaman, AKP. Ardhi Zul Hasbih Nasution, menyebut selama tahun 2015, 21 kasus narkoba terungkap di wilayah hukumnya.

Kata dia, Selasa (29/12) di Polres Pariaman, 19 diantara kasus narkoba itu adalah psikotropika jenis shabu.

"Kita akan terus melakukan peningkatan pengawasan, dan pemberantasan narkoba di Pariaman agar kota ini bersih dari berbagai jenis narkoba," kata dia.

Kasus pengungkapan terakhir, ungkap dia, Polres Pariaman berhasil menangkap dua orang yang diduga pengedar yakni AF (35) dan RT (34). Masing-masing warga Kampung Baru dan Kampung Jawo, Pariaman Tengah.

"Kedua tersangka ditangkap pada Minggu (27/12) sekitar pukul 21.00 WIB di dua lokasi yang berbeda," sebut dia kepada wartawan.

Kedua tersangka itu, beber dia, merupakan target operasi (TO) Polres Pariaman. Dari kedua pelaku berhasil diamankan lima paket shabu-shabu, dua paket kecil dan tiga paket menengah.

"Selain barang bukti shabu, kita juga mengamankan satu unit timbangan digital, plastik pembungkus shabu, dan kaca pirek yang diduga digunakan oleh tersangka," ucap dia.

Atas perbutannya, kata Ardhy, kedua tersangka diancam pasal 114 ayat 1 Undang-Undang No 35 tahun 2009 tetang narkotika dengan ancaman minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun kurungan penjara.

Saat penangkapan pihak kepolisian menurunkan 10 personel dari berbagai satuan untuk mengamankan tersangka.
 

Tahun Baru

Terkait pengamanan dan antisipsi malam pergantian tahun baru 2016, Polres Pariaman akan memberikan pengawalan ketat di wilayah hukumnya.

"Kita akan terus melakukan monitoring di lapangan agar Kota Pariaman bisa bersih dari peredaran narkoba sehingga masyarakat bisa merasa nyaman," tambahnya.

Ia mengimbau dan mengajak masyarakat secara bersama untuk memberantas penyakit masyarakat termasuk narkoba.


TIM

Lakukan Perlawanan, Tersangka Pembunuh Istri di Sungai Limau Ditembak

Written By oyong liza on Sunday, 11 October 2015 | 15:03




Tersangka utama pembunuhan sadis terhadap istrinya Afrezi Arifin (23), Z (20) langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara di Padang setibanya di Polres Pariaman Minggu dini hari untuk mendapatkan perawatan medis guna mengeluarkan timah panas yang bersarang di kakinya. Z yang sempat buron selama dua pekan itu dibekuk oleh "Tim Anti Bandit" Polres Pariaman di Bengkalis, Provinsi Riau, Sabtu (10/10).

"Tersangka Z ditembak karena melakukan perlawanan. Sekarang Z dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara di Padang," kata Kapolres Pariaman AKBP Riko Junaldi, S.IK kepada wartawan  saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu pagi (11/10). Kata dia, keterangan resmi (kronologi penangkapan dan perlawanan tersangka) Polres Pariaman kepada awak media secara resmi akan dilakukan esok hari (Senin 12/10).

Sementara itu, dari narasumber kami di Polres Pariaman menyebutkan, tersangka Z dibawa menggunakan mobil jenis minivan tiba di Mapolres Pariaman tengah malam dari Bengkalis bersama anggota polisi yang membekuknya. Saat tiba itu menurutnya kantor Polres Pariaman ramai oleh kerumunan warga.

Kemudian, kata dia, tak lama berselang, tersangka Z dinaikan ke atas mobil ambulance menuju RS Bhayangkara di Padang dikawal beberapa anggota kepolisian ditambah petugas lainnya yang mengiringi ambulance menggunakan mobil lainnya.

"Saya belum dapat informasi kronologis di mana lokasi perlawanan tersangka Z pada anggota hingga dia ditembak. Apakah saat penangkapan di Bengkalis atau di jalan saat istirahat atau di rumah makan, nanti biar atasan (beri keterangan pers)," jelas dia saat dikorek keterangan.

Masih menurutnya, Z ditembak oleh sebutir peluru di betis kaki kanannya.

"Prosedur lamanya dirawat di rumah sakit kita tidak bisa pastikan berapa harinya. Itu tergantung dokter dan kebijakan atasan. Ada bahkan di satu kasus lebih dari seminggu dirawat," jelas dia lagi saat ditanya berapa lama Z dirawat.

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, Z (20) pelaku utama pembunuhan ibu muda Afrezi Arifin (23) berhasil dibekuk oleh "Tim Anti Bandit" Polres Pariaman di Bengkalis, Provinsi Riau.

Z yang tega menghabisi nyawa mantan istri yang sudah dikaruniai balita 2 tahun itu, lebih dua pekan melarikan diri sejak penemuan jasad Ezi (sapaan Afrezi) di lahan sawit pada Kamis 24 September lalu di kawasan Kukualang, Batang Gasan. Ezi adalah warga Korong Lohong, Nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau, Padangpariaman.

Z kemudian disangka pelaku utama pembunuhan Ezi baik dari hasil olah TKP/alat bukti ditambah kesaksian Al (23) tersangka lainnya yang ikut membantu Z saat menguburkan jasad Ezi. Dari penangkapan Al, sebagaimana dituturkan Kapolres, sejumlah titik terang mulai kelihatan mengarah pelarian pelaku meski AL terlihat menyembunyikan sesuatu.


Baca juga Buron Usai Habisi Nyawa Istri, Z Ditangkap di Bengkalis Riau

OLP

Buron Usai Habisi Nyawa Istri, Z Ditangkap di Bengkalis Riau

Written By oyong liza on Saturday, 10 October 2015 | 16:30




Z (20) tersangka utama pelaku pembunuhan sadis terhadap Afrezi Arifin (23) berhasil dibekuk oleh "Tim Anti Bandit" Polres Pariaman di Bengkalis, Provinsi Riau. Z yang tega menghabisi nyawa mantan istri yang sudah dikaruniai balita 2 tahun itu, lebih dua pekan melarikan diri sejak penemuan jasad Ezi (sapaan Afrezi) di lahan sawit pada Kamis 24 September lalu di kawasan Kukualang, Batang Gasan. Ezi adalah warga Korong Lohong, Nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau, Padangpariaman.

Hal itu dibenarkan oleh Kapolres Pariaman AKBP. Riko Junaldi, S.IK saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Sabtu siang (10/10).

"Benar. Z sudah kita amankan. Pelaku ditangkap di Bengkalis Riau oleh anggota kita dan sekarang di perjalanan menuju Pariaman. Saya perintahkan ke anggota pelan-pelan saja jalannya," kata Kapolres.

Sebelumnya Kapolres mengatakan sudah memastikan bahwa Z disangka pelaku utama pembunuhan Ezi baik dari hasil olah TKP/alat bukti maupun pengakuan AL (23) tersangka lainnya yang ikut membantu Z saat menguburkan jasad Ezi.
AL dibekuk pada hari Sabtu (26/9) di Simpang Empat Parak Lamo, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Padang. 


Dari penangkapan AL, sebagaimana dituturkan Kapolres, sejumlah titik terang mulai kelihatan mengarah pelarian pelaku meski AL terlihat menyembunyikan sesuatu.

"Pengakuan tersangka AL pada penyidik bahwa Z menghubungi AL usai membunuh istrinya untuk dimintai tolong menguburkan jasadnya."

"Kemarin kita lacak sinyal HP dia (Z) posisinya di Pekanbaru, rupanya ponselnya sudah dia dijual saat anggota sampai di sana. Kita terus lakukan pengejaran dari rangkaian informasi-informasi," penuturan Kapolres di sela-sela konprensi pers usai geladi resik persiapan etape finish I Tour de Singkarak di Pantai Gandoriah (1/10) lalu.

Kapolres belum berkomentar rincian kronologis penangkapan Z di Bengkalis. Kata dia, keterangan akan diberikan kepada media setelah Tim Anti Bandit yang membekuk tersangka sampai di Polres Pariaman.

"Kita kabarkan nanti setelah anggota sampai. Sabar ya, bisa sampainya (di Pariaman) malam nanti atau dinihari," sebut Kapolres.

Sebagaimana diketahui, penemuan jasad Afrezi yang terkubur hanya sedalam satu meter itu di bawah batang sawit yang sengaja ditanam untuk menyamarkan, dua hari setelah almarhum menghilang dari rumahnya. Ada unsur sadisme dalam pembunuhan itu. Rinciannya baca disini. Motif dibalik semua peristiwa itu hingga kini belum terkuak. Masih teka-teki.

Sementara itu, Tachi Ida (49) karib disapa bunda, saudara orangtua korban yang berdomisili di Perumahan Jati Raya Indah Pariaman menuturkan bahwa pernikahan Ezi dan Z sebenarnya sempat ditentang keluarga dulunya. Keluarga memiliki firasat tidak baik pada calon menantunya ketika itu.

"Namun karena Ezi bersikeras kita paralekan (resepsi nikah) pada tahun 2012. Ezi dan Z udah setahun pisah ranjang. Ezi di Kampung dan suaminya itu di Pekanbaru. Ezi semasa hidupnya curhat kepada keluarga dia sering jadi korban kekerasan dalam rumah tangga oleh suaminya itu," sebut Tachi beberapa hari lalu.


OLP

Polwan Baik Hati

Written By oyong liza on Saturday, 3 October 2015 | 21:39



Seorang anak laki-laki usia empat tahun terlepas dari tangan kedua orangtuanya saat keramaian menyaksikan atraksi beruk panjat kelapa di Pantai Gandoriah Pariaman, usai finish TdS etape I.

Wajah Polwan ini baru bagi saya. Dia berjilbab. Kulit putihnya kontras dengan seragam coklat tua ia kenakan. mungkin baru berdinas di Polres Pariaman, kira saya sendiri.




Melihat dia menggendong anak itu penuh sabar, terlihat bocah berbaju kotak-kotak ini berhenti suara lengking tangisnya. Tinggal isak saja, kemudian diam. Anak itu sepertinya pasti merasa mendapat perlindungan dalam dekapan gadis muda itu. Sifat alamiah anak merasakan ketulusan.

Tidak berapa lama berselang, sebagaimana diberitahukan anak hilang lewat pengeras suara, Ayah sang anak pun datang.

Tapi anehnya bocah kecil itu seakan terpana. Dia tidak hendak melompat kepangkuan ayahnya meski tangan sang ayah telah dijulurkan.

Akibatnya, banyak orang bertanya apakah benar laki-laki yang mengaku ayah bocah itu ayah dari anak ini. Anak itu tetap diam, hingga sang polwan menanyai dia dengan lembut.

"Apakah ini ayahnya, nak?"

Sang bocah pun mengangguk. Lalu polwan itu dengan lembut memberikan anak tersebut ke pangkuan ayahnya. Sang anak pun baru mau.

Meski si polwan tidak langsung disalami oleh si ayah dan ibu dari anak itu sebagai ucapan terimakasih sebelum diingatkan warga, dia tetap tersenyum. Polwan berwajah keibuan itu, pun tutur katanya lembut.

"Lain kali mohon anaknya dijaga pak. Apalagi ditengah kerumunan warga seperti ini," nasehat dia sejuk.


OLP

Goro Polres Pariaman dan Pemko, Jadikan Pantai Gandoriah Makin Kinclong

Written By oyong liza on Saturday, 1 August 2015 | 10:43




Ratusan anggota Polres Pariaman diikuti Tenaga GO, BLH, BPBD, pemuda, pelaku pariwisata serta para ABK kapal, gotong royong bersama membersihkan Pantai Gandoriah dari sampah-sampah yang berserakan di sepanjang pantai tujuan wisata nomor wahid di Sumbar tersebut, Sabtu (1/8).

Aksi bersih tersebut terjun langsung memungut sampah Kapolres Pariaman AKBP Riko Junaldi, SIK dan Wakil Walikota Pariaman Dr. Genius Umar, M.Si. Menurut Genius, aksi goro yang diprakarsai oleh Kapolres Pariaman bertujuan untuk menimbulkan kesadaran bagi warga setempat dan pedagang akan pentingnya kebersihan pantai dari sampah berserakan.

Dia berharap ke depannya, para pedagang dan pengunjung menyadari pentingnya kebersihan dan malu membuang sampah sembarangan. Dan yang terpenting menimbulkan kesadaran bagi masyarakat akan rasa memiliki pantai itu sendiri. Dengan timbulnya rasa memiliki, kata Genius, kesadaran menjaga kebersihan akan muncul dengan sendirinya.

"Target kita akan keluar sampah tiga truk pagi ini," kata Genius.

Disamping itu, tambah Genius, dia meminta kepada Dinas Pariwisata agar memberlakukan langkah hukum pada para pembuang sampah di sepanjang Pantai Gandoriah dengan memberlakukan denda.

"Kemudian kita juga minta pada Dinas BLH membuat plang himbauan kreatif dilarang membuang sampah di sepanjang pantai," pungkasnya.

Sementara itu Kapolres Pariaman AKBP. Riko Junaldi menyebutkan aksi gotong royong bersih pantai oleh Polres Pariaman di Pantai Gandoriah adalah dalam rangka mendukung program pariwisata Pemerintah Kota Pariaman.

Dia menghimbau agar pelaku pariwisata, baik pedagang, pengunjung dan masyarakat setempat sama-sama menjaga kebersihan agar wisatawan merasa nyaman dan betah.

"Jika wisatawan betah tentu mereka akan menyampaikan kesan yang baik tentang Pantai Pariaman kepada yang lainnya sehingga menimbulkan citra positif," kata Kapolres.

Dengan adanya sinergitas antara Polres Pariaman dan Pemko Pariaman, dia berharap aksi gotong royong bersih pantai menjadi program mingguan.

"Ini intinya mengajak tokoh-tokoh masyarakat di sini, pemuda, dia terutama yang di ke depankan menjaga kebersihan. Dia yang mencari makan di sini kok oranglain yang menjaga, itulah kira-kira pesan yang ingin kita tinggalkan," pungkas Kapolres.

OLP

Polres Pariaman Peringati HUT Bayangkara ke 69

Written By oyong liza on Wednesday, 1 July 2015 | 19:36




Memperingati hari jadi Bayangkara Ke 69 tahun 2015, Kepolisian Derah Resort (Polres) Pariaman, Rabu, (01/07) menggelar  upacara di halaman Mapolres Pariaman.

Upacara yang diikuti aparat gabungan dari Polri, TNI, Dishubkominfo, Satpol-PP dan anggota Pramuka ini dipimpin langsung oleh Kapolres Pariaman AKBP Riko Junaldi, S.I.K.

Hadir pada peringatan HUT Bayangkara ke 69 ini Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman, Ketua DPRD Kota Pariaman, Mardison Mahyudin, Ketua DPRD Kabupaten Padangpariaman, Faisal Arifin serta unsur Muspida lainnya.

Dalam Amanat Presiden Republik Indonesia yang dibacakan oleh Kapolres Pariamanmengatakan, Polri harus mampu meningkatkan kinerja dan profesionalisme guna memberikan pelayanan terbaik bagi nusa dan bangsa terutama masyarakat. Polri juga telah banyak memberikan sumbangsih yang besar dalam upaya memelihara ketertiban masyarakat dan hukum.

Kata dia, kejahatan konvensional terhadap negara dan masyarakat diperlukan adanya kesanggupan dan kerja keras Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Polri harus mampu mengembangkan teknik dan taktik dalam menangani setiap kejahatan.

Terkait dengan pelayanan hukum terhadap masyarakat Presiden mengingatkan agar polisi memberikan pelayanan dengan mudah‎ dan tidak berbelit-belit dalam memberikan pelayanan kepada kaum minorotas, anak dan perempuan.

Presiden juga memberikan instruksi agar me‎manfaatkan fungsi online untuk memberikan informasi yang akurat kepada publik dimana  hakekat dari tugas Polri adalah perlidungan dan pelayanan masyarakat‎.

Pada Acara itu juga diserahkan  penghargaan kepada tiga orang anggota polisi teladan serta satu orang warga Kota Pariaman yang telah berjasa dalam membantu aparat kepolisian menagkap pelaku penjambretan.


Angga

Tahapan Pilkada Serentak, KPU Kota Pariaman Koordinasi dengan Polres Pariaman

Written By oyong liza on Friday, 1 May 2015 | 10:17


 



Dengan ditetapkan Tahapan Pilkada serentak oleh KPU RI, KPU Kota Pariaman melakukan kordinasi dengan instansi terkait, salah satu nya dengan Kepolisian. Dalam koordinasi tersebut diterima langsung oleh Kapolres Kota Pariaman, AKBP Riko Junaidi, SIK yang di Mapolresta Pariaman  ( 29 April 2015 )  didampingi oleh Kabag Ops Kompol Syahril Kasat Intelkam AKP Amrizal  serta anggota intel Aiptu Erianto.

“Kita akan koordinsasi dengan semua instansi terkait dalam menghadapi Pilkada serentak 2015, hari ini dengan Kepolisian. Meskipun KPU Kota Pariaman tidak melaksanakan Pilwako Kota Pariaman, tapi KPU Kota Pariaman tetap melaksanakan Pilkada yaitu Pilkada Gubernur danWakil Gubernur,” ujar Ketua KPU, Boedi Satria, SE.

Pada saat ini KPU sedang melaksanakan Tahapan Pilkada yaitu Rekrutmen Panitia Ad Hoc  yaitu PPK dan PPS.

Dalam Koordinasi tersebut KPU Kota Pariaman menyerahkan secara resmi Tahapan Pilkada Serentak 2015, serta banyak hal – hal yang lain dibincangkan  tentang Kepemiluan, dan Pak Kapolres  juga  bercerita tentang  pengalamannya  dalam pengamanan pesta demokrasi pada saat dinas Banten, Sulawesi.



“Kapolres Kota Pariaman akan membuka pintu untuk KPU selebar lebarnya  dalam menghadapi Pilkada, karna keberhasilan suatu Pilkada itu tidak hanya pada hasil suara saja tapi juga termasuk keamanan yang kondusif,”  ujar AKBP Riko yang juga keturunan Pariaman, yang bersekolah dan besar di Provinsi Jambi.

 “Kita sangat senang sekali, kepolisian membuka pintu selebar lebar untuk KPU dalam koordinasi kapan pun juga dalam menciptakan pilkada  yang aman dan kondisif, “ ujar Alfiandri Zaharmi Divisi Sosialisasi KPU Kota Pariaman.


AZ

Dalam Sehari Polres Pariaman Tangkap 2 Pengedar Sabu dan Seorang Pengedar Ganja

Written By oyong liza on Wednesday, 24 September 2014 | 18:45




Berawal dari informasi warga, Satuan Narkoba Polres Pariaman menangkap seorang pengedar narkoba jenis Sabu berinisial IR (34) di Pantai Cermin Karan Aur pada pukul 12.00 WIB 23/9/2014. Ditangan tersangka polisi menemukan alat bukti 12 paket kecil sabu yang dimasukan dalam pipet kemudian uang tunai sejumlah Rp.1.500.000,-

Atas penangkapan itu, polisi melakukan pengembangan kasus dan membekuk DC (32) warga Naras pada pukul 12.30 hari itu juga. Ditangan DC polisi menemukan barang bukti berupa 48 paket kecil narkoba jenis sabu.

Kata Kapolres Pariaman AKBP Gandung D Wardoyo bersama Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, saat jumpa pers dengan wartawan, (24/9) sabu yang didapat tersangka didapat dengan cara dibeli kepada seorang laki-laki yang lokasi transaksinya di Sungai Limau Padangpariaman sebanyak 3,5 jie atau 3,5 gram seharga Rp.4.750.000,-

"Para pelaku ini dari kalangan ekonomi bawah. Ada yang profesinya jual ikan dan sopir travel. Selain barang bukti tersebut dari tangan tersangka juga disita dua unit ponsel yang digunakan tersangka untuk sarana transaksi," ucap Gandung.

Kapolres yang saat jumpa pers menghadirkan tiga orang tersangka (satu diantaranya pengedar ganja) mengatakan sejak tahun 2014 Polres Pariaman telah menangkap 12 pengedar narkoba di wilayah hukum Polres Pariaman.

"Pelaku dijerat dengan UU No. 35 Th. 2009 pasal 112 dan 114 diancam dengan hukuman 4 hingga 12 tahun penjara. Pasal tersebut adalah pasal pemakai dan pengedar," ungkapnya.

Sementara itu Wakil Walikota sekaligus Ketua BNN Kota Pariaman Genius Umar mengatakan sangat miris melihat fenomena sosial yang terjadi di Kota Pariaman. Dia menyadari bahwa Pariaman memang sebagai daerah paling aman untuk transaksi narkoba di Sumatera Barat.

"Saya sangat miris dengan dampak aspek sosial pada warga saya. Pemerintah Kota Pariaman sangat serius memberantas narkoba di Pariaman bersama Polres. Kemarin seluruh PNS dilingkungan Pemko Pariaman diperiksa urinenya untuk membersihkan aparatur pemerintahan menggunakan narkoba. Jika ada diantara PNS kami yang menggunakan narkoba, akan kami tindak, disamping dilakukan pembinaan mental bekerjasama dengan Polres Pariaman," ucap Genius.

Genius menyebutkan, para pengedar narkoba tergiur untuk mendapatkan uang secara instan.

"Kalau jadi petani mereka harus tunggu tiga bulan baru panen, tapi kalau jadi bandar duitnya mengalir cepat. Mereka harus diberantas, karena merekalah para perusak masa depan generasi muda," tuntas Genius.

OLP

Beginilah Modus Neneng Cs Membobol Kiriman WU di Kantor Pos Pariaman

Written By oyong liza on Tuesday, 9 September 2014 | 11:32

                                       Neneng


Penyidik Polres Pariaman tengah melakukan penyelidikan mendalam terhadap Neneng (38), satu dari empat pelaku pembobolan kiriman western union (WU) yang berhasil diciduk oleh Satreskrim Polres Pariaman di Kantor POS Pariaman, Kamis (4/9) lalu.

Sampai saat ini anggota Buser Polres Pariaman masih melakukan pengejaran terhadap ketiga pelaku lainnya. Dikatakan, Langkah pencegatan terhadap ketiga pelaku lainnya yang kabur sudah dilakukan dengan menyiagakan anggota Polres Pariaman di Bandara (BIM) untuk mengantisipasi ketiga pelaku kabur melalui jalur udara.

Dalam penyelidikan lanjutan dan keterangan Neneng, komplotan ini memiliki jaringan yang rapi. Hal itu terbukti dengan adanya pembagian kerja yang jelas dari masing-masing pelaku yang terlibat dalam aksi kejatahan itu. Kasat Reskrim Polres Pariaman, Iptu Hidup Mulya didampingi kanit II reskrim Polres Pariaman, Bripka Idham Fadli mengatakan, empat orang komplotan memiliki pemabagian tugas yang jelas yang dilakukan dalam setiap aksi kejatahannya.

Hidup Mulya menyebut, dari keterangan tersangka Neneng, diketahui bahwa James menjadi otak atau perancang dari setiap aksi pencarian kiriman uang di sejumlah counter POS.
 

“James berperan sebagai pencari infromasi identitas pengirim uang dari luar negeri dan identitas penerimannya, sedangkan Avi berperan sebagai pembuat KTP aspal (asli tapi palsu) yang digunakan oleh Neneng untuk pencairan kiriman dan Avit sebagai sopir. Itu gambaran awal yang kita dapatkan saat mengorek keterangan dari tersangka Neneng,” ujar dia.

Dia menambahkan, dari hasil keterangan dari tersangka Neneng, belum diketahu jelas berapa uang yang berhasil dibobol oleh keempat tersangka dalam aksi-aksi kejahatan sebelumnya. Namun yang jelas, sebutnya, Neneng diberi upah Rp.500.000,- dalam setiap aksinya.

“Ya, kata pengakuan tersangka “N”, tidak mengetahui berapa uang yang berhasil ia kumpulkan bersama temannya, “ N” mengaku diberi Rp. 500.000,- dalam setiap aksi pencairan. Dari Neneng kita juga dapat informasi bahwa ketiga pelaku diperkirakan kabur ke daerah asal mereka, di pulau Jawa,” imbuh dia.


Sementara itu, akibat perbuatannya, Neneng tercancam hukuman minimal 5 tahun kurungan penjara akibat melanggar pasal 378, 263 dan 53 KUHP.

“Untuk ancaman, tersangka kita jerat dengan pasal 378, pasal 263 dan pasal 53 KUHP dengan ancaman minimal 5 tahun kurungan penjara,” pungkas dia.
 

Nanda/editor: OLP

Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2014, Kapolres Sebut Waspadai Teroris

Written By oyong liza on Monday, 21 July 2014 | 14:53





Dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri 1435 Hijriyah, Polres Pariaman gelar apel pasukan pengamana (PAM) Ketupat Tahun 2014. Di halaman Mapolres Pariaman, Senin (21/7/2014).

Kapolres Pariaman AKBP Gandung D Wardoyo bertindak sebagai inspektur upacara, serta dihadiri Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Dandim 0308 Pariaman, Kadishub Kominfo serta Kalapas Kelas II B Pariaman dan diikuti personil Polres, Kodim, Dishubkominfo, Satpol PP, PMI dan Kuarcap Pramuka Kota Pariaman.

Kapolres juga mengecek kesiapan pasukan yang akan diturunkan dalam Operasi Ketupat 2014, mulai dari personel, serta kendaraan pendukung lainnya.

Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Kapolres mengatakan, operasi gelar apel siaga ketupat tahun 2014 ini, merupakan rutinitas tahunan yang digelar menghadapi hari raya Idul Fitri. Dimana kesiapan pihak kepolisian dan unsur instansi terkait dalam mengamankan sebelum dan sesudah lebaran, memberikan rasa aman kepada masyarakat. Khususnya para pemudik yang ingin lebaran di kampung.

"Kita berharap masyarat dapat merayakat Idul Fitri dengan aman dan nyaman. Dan berharap tidak ada ganggungan ketertiban sehingga kelancaran lalu lintas tertib terjaga. Operasi apel ketupat ini akan berlangsung selama 16 hari yang melibatkan 86.213 personil di seluruh Indonesia," ungkap Kapolres.

Ia juga menyebutkan walau momen pengamanan ini juga bersamaan dengan Pilpres, namun tidak mengurangi pengamanan dari berbagai pihak.

"Sesuai dengan penetapan KPU pada besok pagi (Selasa) untuk menghitung hasil rekapitulasi, kita mengharapkan siapa pun presidennya, kita tetap menjaga keamanan dan kondusifitasnya," ujarnya.

Kapolres menjelaskan, berdasarkan hasil evalusi tahun sebelumnya, titik terjadinya kemacetan disebabkan penyempitan jalan, luas jalan yang kurang, aktifitas pasar tumpah yang tidak tertib serta lokasi objek wisata.

Selain itu, Kapolres juga menyebutkan untuk tahun ini diperkirakan terjadi peningkatan jumlah pemudik, oleh karena itu  gangguan kriminalitas yang meningkat seperti pencurian, kejahatan konvensional dan kejahatan terorisme menjadi tugas dan menuntut Polri dan masyarakat lebih optimal. 

Angga

Kapolres: Waspadai Curanmor Juga Copet di Gandoriah dan Pantai Arta Saat Lebaran

Written By oyong liza on Sunday, 20 July 2014 | 22:12

Bupati Ali Mukhni bersama Kapolres Pariaman AKBP Gandung Drajad Wardoyo saat hadiri Rakor lintas sektor operasi ketupat 2014  di Mapolres Pariaman, Kamis (17/7).


Kapolres Pariaman AKBP Gandung Drajad Wardoyo mengajak semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang hari raya Idul Fitri 1435 H. Karena berdasarkan pemantauan timnya dilapangan, tindakan kriminal seperti curamor dan copet masih marak terjadi khususnya di tempat wisata seperti pantai Gandoriah Pariaman dan pantai Arta Sungai Limau.

Hal tersebut dia katakan saat Rakor lintas sektor operasi ketupat 2014 dalam rangka pengamanan hari raya idul fitri 1435 H yang dihadiri oleh Bupati Padangpariaman Ali Mukhni di mapolres Pariaman, Kamis (17/7).

"Mari kita tingkatkan kewaspadaan menjelang hari raya Idul Fitri 1435 H karena berdasarkan pemantauan tim dilapangan, tindakan curamor dan copet adalah tindakan kriminal masih marak terjadi khususnya di tempat wisata sepeti pantai gandoriah dan pantai arta," kata Gandung.

Gandung mengapresiasi Pemkab Padangpariaman yang begitu peduli terhadap partisipasi dalam upaya pengamanan operasi ketupat, karena pada tahun yang lalu semua sektor ikut turut membantu jajaran kepolisian di lapangan, seperti dinas perhubungan, Satpol PP, dinas kesehatan, pramuka, PMI dan lain sebagainya.

Selanjutnya Gandung juga minta peran camat beserta unsur muspika serta tokoh masyarakat dan walikorong se-Padangpariaman harus proaktif dan waspada, khususnya dalam upaya tertib berlalu-lintas.

Menindaklanjuti hasil Rakor lintas sektor operasi ketupat 2014 tersebut, Bupati Ali Mukhni menegaskan dan mengingatkan pada jajaran terkait seperti Dishub, Pol PP, Dinkes dan  camat, agar meningkatkan koordinasi degan unsur muspika di wilayah kerja masing masing.

"Pada prinsipnya, pemerintah daerah Padangpariaman siap mensukseskan operasi ketupat dalam rangka pengamanan hari Raya Idul Fitri 1435 H," ucap Ali Mukhni didampingi Kabag Humas Hendra Aswara.


HA/OLP

Polres Pariaman HUT Bhayangkara Ke 68

Written By oyong liza on Tuesday, 1 July 2014 | 16:18







Kepolisian Resort (Polres) Pariaman menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 68 yang diperingati secara nasional diseluruh penjuru tanah air tanggal 1 juli 2014. Upacara HUT Bhayangkara dilaksanakan dihalaman kantor Mapolres Pariaman.

Dipimpin Kapolres Pariaman AKBP Gandung D Wardoyo turut hadir dalam acara peringatan HUT Bhayangkara ke 68 tersebut, Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Dandim 0308 Letkol Nursyamsuddin, Kepala Kejari Pariaman, serta Perwira tinggi di lingkungan Polres Pariaman.

Dalam peringatan HUT Bhayangkara ke 68 tahun 2014 ini, Gandung D Wardoyo membacakan amanat Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden SBY mengucapkan selamat atas HUT Bhayangkara ke 68 baik Secara Pribadi maupun Pemerintah kepada seluruh anggota Polri sekaligus keluarga besar Polri diseluruh tanah air.

“Terimakasih saya ucapkan atas kinerja yang telah diberikan Polri kepada masyarakat, Bangsa dan Negara, demi tegaknya hukum serta terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat diseluruh tanah air,” kata Kapolres saat menyampaikan amanat Presiden.

“Melalui mementum ini, segenap anggota Polri dapat lebih memberikan pengamanan, kenyaman dan pengayoman dengan penuh kesungguhan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pesannya.

Dilanjutkan Kapolres dalam amanat Presiden, peringatan HUT Bhayangkara tahun 2014 ini terasa Khidmat karena berada dibulan suci ramadhan, dan dibulan yang sama ini juga menyambut Pemilihan Presiden untuk periode 2014- 2019 yang dilakukan 9 juli mendatang.

“Kita berharap pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 9 juli dapat berjalan dengan baik sebagaimana Pileg beberapa waktu lalu, semuanya tidak terlepas dari kinerja Polri yang bekerjasama dengan semua komponen bangsa dalam menjaga pengamanan pemilu 2014. Tunjukkan kepada dunia, bahwa Bangsa dan Negara kita matang dalam berdemokrasi,” tutur Kapolres Pariaman menyampaikan amanat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Selesai upacara Kapolres Pariaman menyerahkan penghargaan lomba Bhabinkamtipmas teladan kepada Bripka Nasri, terbaik Forum Kemitraan Polisi Masyarakat kepada Mansurdin serta Poskamling Binaan terbaik kepada April, sebagai ketua poskamling terbaik tingkat Kota Pariaman.

Angga

Kapolres: Netralitas Kita Semua Diuji Saat Penghitungan Suara

Written By oyong liza on Tuesday, 1 April 2014 | 12:42




Rapat koordinasi pengamanan rekapitulasi (penghitungan suara) tingkat PPS, Desa/Kelurahan, Tingkat Kecamatan dan Tingkat KPU Kota Pariaman untuk Pemilu 2014 di adakan di aula utama Polres Pariaman, Selasa 1/4/2014. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Kapolres Pariaman AKBP Gandung D Wardoyo, Ketua KPU Kota Pariaman Budi Satria beserta Komisioner, Ketua Panwaslu Kota Pariaman Zaiyar, Camat sekota Pariaman, Kapolsek sekota Pariaman, Pol PP Kota Pariaman, serta Kepala Desa dan Lurah sekota Pariaman.

Kapolres Pariaman sekaligus penanggungjawab secara umum Pemilihan Umum legislatif (Pileg) 2014 Kota Pariaman mengatakan perlunya kerjasama semua pihak untuk menjaga keamanan, kelancaran dan kesuksesan Pemilu Legislatif 2014, dan peran aktif semua perangkat, baik Kepala Desa dan Lurah, para Camat dan unsur Muspika, dan Pemko Pariaman yang dalam hal ini Pol PP.

"KPU dan Panwaslu adalah penyelenggara, namun tanggungjawab semua elemen yang ada untuk menjaga keamanannya. Semua musti bersikap netral dan menunjukan Independensinya," kata Gandung.

Gandung menyebutkan Kapolres akan menempatkan satu orang personil di 71 Desa dan Kelurahan yang ada di Kota Pariaman pada saat hari (H) 9 April 2014 Pileg nanti.

"Disinilah peran aktif Kepala Desa dan Lurah nantinya. Peran semuanya akan di uji nantinya, baik itu netralitas maupun dalam hal mengamankan kotak suara hingga di bawa ke PPK," lanjut Gandung.

Gandung menyimpulkan untuk Kota Pariaman tidak ditemukan tingkat kerawanan pada pengamanan, semuanya dapat ditempuh dengan jalan darat. Justru kerawanan ada pada saat kotak suara menginap, baik di Kantor Desa dan Kelurahan maupun Kantor Kecamatan.

"Disinilah netralitas kita di uji. Kami tahu ada diantara keluarga baik itu Kepala Desa dan Lurah maupun Camat yang menjadi caleg, Polres pun demikian, namun kita musti menjaga keamanan dan kelancaran Pemilu agar jangan sampai terjadi konflik. Pada anggota saya tegaskan jangan sekali-sekali saudara ikut kampanye semobil dengan caleg. Saudara akan saya masukan ke sel nantinya," imbuh Gandung.

Diterangkan, pada Pileg 2014 terdapat 177 TPS yang tersebar di 71 Desa dan Kelurahan sekota Pariaman. Untuk itu diperlukan penambahan sebanyak 54 petugas. Untuk penjagaan Kotak suara selama dua hari di Kantor Desa atau Kelurahan, Polres Pariaman menurunkan 142 personil.

Untuk Desa Kampung Baru dan Desa Cimparuah yang masing-masing memiliki 6 TPS adalah Desa dengan TPS paling Maksimal sekota Pariaman. Untuk itu dibutuhkan waktu 2 hari untuk melakukan penghitungan suara.

"Dokumen Negara musti di amankan dengan baik, mari kita satukan persepsi untuk saling menjaga keamanan dan kelancaran selama penghitungan suara," Tambah Kabagops Polres Pariaman Kompol Nofiardi Zen.

Catatan Oyong Liza Piliang

Mantan Camat Kampung Dalam dan Walinagari Sikucua Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Korupsi Dana Bantuan Gempa 2007

Written By oyong liza on Thursday, 16 January 2014 | 21:37

                                        Ali Nurdin dan Dedi Afrizal



Kasus dugaan korupsi penyelewengan dana bantuan gempa tahun 2007 di Kecamatan V Koto Kampung Dalam Padangpariaman terus dilakukan pengembangan penyidikannya oleh jajaran Polres Pariaman.

Menurut Kasat Reskrim Polres Pariaman AKP Musrial, S.S.os, MM, dalam pengembangan lanjutan, jajaran Reskrim baru saja memeriksa kembali IY yang sebelumnya telah dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus yang merugikan keuangan negara sebanyak Rp 220 juta tersebut. Bersama IY, pada hari rabu 15/1/2014 juga diperiksa mantan Camat Kampung Dalam dan Walinagari Sikucua.

"Kita lakukan pengembangan lanjutan. Kita memang sudah periksa mantan Camat Kampung Dalam dan Walinagari Sikucua kemarin, termasuk IY sendiri," kata Musrial via seluler kepada kami.

"Sedangkan untuk meningkatkan status mereka jadi tersangka, (Mantan Camat V Koto Kampung Dalam dan Walinagari Sikucua) kita tunggu dulu hasil dari penyidik," lanjutnya.

Sementara itu, Ali Nurdin Ketua LSM GEMPUR didampingi Dedi Afrizal Kabid Korlap LSM GEMPUR, yang melaporkan dugaan korupsi dana bantuan gempa 2007 di Kecamatan V Koto Kampung Dalam pada tahun 2010 pada penegak hukum, mengatakan, 10 orang setidaknya bisa dijadikan tersangka dalam kasus itu.

"Rabu kemarin Zayadi, mantan Camat V Koto Kampung Dalam bersama Masril, Walinagari Sikucua beserta Irma Yulia (IY) kembali dipanggil Polres Pariaman untuk dimintai kesaksiannya. Disamping mereka setidaknya ada 7 orang lagi yang diduga terlibat," kata Ali.

Ali mengatakan 10 orang yang di duga terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan gempa 2007 tersebut dapat dijerat dengan UU dan pasal berlapis, yaitu UU No.31 Tahun 1999 dan UU No.20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, kemudian UU No.24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana alam, serta pasal 55-56 KUHP.

"Mereka diantaranya adalah Fahrizal Walikorong Koto Ilalang Selatan, Zairunas Walikorong Koto Ilalang Timur, Budinar Walikorong Koto Ilalang Barat dan M Ali Walikorong Durian Nangka. Kemudian dari TPM (Tim Pendamping Masyarakat) yaitu Mulyadi, Azwar Anas dan Ali Zamar," rincinya.

"Sedangkan Peran Irma Yulia adalah sebagai Fasilitator Kecamatan (FK) yang juga seorang PNS. Irma ditunjuk oleh Camat atas usulan Walinagari. Modusnya adalah dengan memotong uang bantuan bencana (15juta per rumah) dengan dalih biaya administrasi dari Rp. 1juta hingga Rp. 3juta terhadap 100 rumah penerima bantuan tahap pertama. Kerugian Negara adalah Rp. 220juta," ungkapnya blak-blakan.

"Kemudian dengan mengalihkan bantuan dari nama yang sudah terdata kepada penerima lainnya. Dalam kasus ini, Polres Pariaman sudah memanggil sebanyak 70 saksi dari 100 saksi korban," kata dia yang mengaku mengantongi semua data yang dia sebutkan diatas.


Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Pariaman AKP Musrial melalui sambungan seluler membenarkan bahwa telah ditetapkannya IY (52) sebagai tersangka dalam kasus penyelewengan dana bantuan gempa tahun 2007 di Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padangpariaman. Dia mengatakan Polres Pariaman akan transparan dalam mengungkap kasus itu kepada publik.

"Benar, IY telah ditetapkan sebagai tersangka. Kita akan transparan dalam hal ini. Berhubung Jabatan Kabag Humas Polres Pariaman belum di isi, jadi data-data untuk publikasi belum ada disana," Kata AKP Musrial Sabtu siang 11/01/2014.


Catatan Oyong Liza Piliang

Setelah Sertijab, Inilah Komposisi Pejabat Baru di Lingkungan Polres Pariaman

Written By oyong liza on Friday, 10 January 2014 | 13:31





Mutasi di jajaran Perwira Polres Pariaman sudah keluar sejak penghujung Desember 2013 lalu sesuai dengan Telegram Kapolda Sumbar. Namun serah terima jabatan sekaligus kenal pamit baru dilaksanakan pada tanggal 7 Januari 2014 sebagaimana yang dikatakan eks Kabag Humas Polres Pariaman AKP Heri Setiawan SH kepada kami penghujung Desember 2013 lalu.

"Sebelumnya saya ingin mengucapkan salam perpisahan, saya dapat amanah baru menjabat sebagai Kapolsek di salah satu Kecamatan di Polres Tanah Datar, Sertijab serentak dilaksanakan pada tanggal 7 Januari 2014," Kata Heri saat itu.

Waktu itu Heri mengatakan, Mutasi adalah bagian dari penyegaran dan hal yang lumrah di jajaran lingkungan Polda Sumbar.

"Lumrah dan penyegaran. Tidak ada terkait dengan apapun," ungkapnya.

Pelaksanaan Sertijab dilakukan di halaman Polres Pariaman pada Selasa 7/1/2014. Kompol Ponimin yang sebelumnya menjabat Wakapolres digantikan oleh Kompol Asriwardi Can yang sebelumnya di Kasubagdiapers Bangdalpers RO SDM Polda Sumbar.

Kemudian Kompol Suhadi yang sebelumnya menjabat Kabag Ops digantikan oleh Kompol Novriadi Zen yang sebelumnya Menjabat Kapolsekta Pariaman. Kompol Suhadi sekarang menjabat Wakapolres Agam menggantikan Wakapolres Agam yang lama Kompol Ichan.

Sedangkan pengganti Kompol Novriadi Zen sebagai Kapolsekta Pariaman adalah AKP Masri yang sebelumnya berdinas dijajaran Ditres Narkoba Polda Sumbar.

Jabatan Kasatlantas Polres Pariaman yang sebelumnya dipegang oleh AKP Cipto Harjono sekarang di emban oleh AKP Choky Sentosa Meliala yang sebelumnya bertugas di jajaran Ditlantas Polda Sumbar. AKP Sucipto Harjono sendiri sekarang berdinas sebagai Kasi SIM Dirlantas Polda Sumbar.

Selain Jabatan diatas, AKP Yoze Rizal Kasat Resnarkoba sebelumnya juga digantikan dengan Kasat yang baru, yaitu AKP Vivri Andri yang sebelumnya adalah Kapolsek Pariangan Polres Tanah Datar.

Prosesi Sertijab yang dipimpin Kapolres Pariaman AKBP Gandung Drajad Wardoyo SIK itu berlangsung khidmad. Kapolres berpesan Kepada seluruh jajaran baik yang lama maupun yang baru agar bekerja dengan ikhlas.

"Mutasi adalah hal yang biasa dan penyegaran di lingkungan Polda Sumbar. Jabatan ini adalah amanah, embanlah amanah ini dengan ikhlas dan bekerjalah dengan cerdas," ungkap Kapolres saat kenal pamit di aula Polres Pariaman.

Catatan Oyong Liza Piliang

Pariaman Transit Narkoba Paling Aman di Sumbar, Transaksi Narkoba Milyaran Rupiah Perbulan

Written By oyong liza on Sunday, 29 December 2013 | 21:22






Pariaman adalah tempat transit Narkoba paling aman di Sumatera Barat. Perputaran Narkoba jenis sabu-sabu mencapai milyaran rupiah dalam sebulannya. Demikian hasil Investigasi kami dalam satu bulan belakangan ini.

Belum lagi dengan kejadian baru-baru ini dijajaran unit Narkoba Polres Pariaman. Dari Informasi yang kami himpun, justru beberapa oknum anggota Polres Pariaman dari unit anti narkoba pula yang di duga positif menggunakan narkoba.

"Benar, sekarang 5 oknum anggota tersebut dalam pembinaan kami. Kita sekarang sedang lakukan pembenahan di dalam dulu. Anggota dari satuan Narkoba tersebut ditangkap oleh tim reserse Polres Pariaman dalam pengembangan kasus," ungkap Kabag Humas Polres Pariaman AKP Heri Setiawan, SH.

Kata dia lagi, mendapati hal tersebut Kapolres Pariaman AKBP Gandung D Wardoyo, S.ik, marah besar dan memerintahkan setiap anggota Polres Pariaman melakukan test urine.

"Kapolres marah besar. Seluruh jajaran anggota test urine. Kapolres bertekad akan mencanangkan tahun 2014 sebagai tahun bebas Narkoba untuk wilayah Hukum Polres Pariaman," kata dia.

"Sekarang ini kita membersihkan jajaran Polres Pariaman dari penyalahgunaan narkoba, dan meminta bantuan masyarakat untuk membantu dengan melaporkan kepada kami bila ada transaksi/penyalahahgunaan narkoba, baik oleh kalangan umum maupun oleh jajaran kepolisian," imbuh Heri.

"Test urine wajib dilakukan oleh setiap anggota. Peredaran dan transit narkoba di wilayah Hukum Polres Pariaman sangat mengkhawatirkan. Dari beberapa yang tertangkap diluar daerah mengaku dapat narkoba dari Pariaman. Untuk itu kita berharap bantuan seluruh elemen masyarakat dalam memerangi peredaran narkoba di Pariaman. Narkoba adalah musuh kita bersama," tandasnya.

Sementara itu Kanit Narkoba Polres Pariaman yang baru Bripka MA Purba, menuturkan kepada kami bahwa pendidikan Agama yang baik dapat membentengi diri dari penyalahgunaan narkoba.

"Kita Maping dulu, kita petakan peredarannya, jaringan lintas Kabupaten, lintas provinsi, kita musti tahu dulu siapa-siapa pemainnya. Setelahnya baru kita sikat," kata Purba.

"Kita tidak ingin generasi muda apalagi anak sekolah terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Kita musti papas dengan cepat. Selain itu untuk membentengi diri dari penyalahgunaan narkoba generasi muda juga harus diajarkan pemahaman Agama dengan baik dan benar, semua adalah tanggungjawab kita bersama-sama, baik tokoh masyarakat, tokoh Agama, begitu juga dengan Pers," ungkap sumando Piaman mualaf ini ketika ditemui oleh beberapa awak media.

Catatan Oyong Liza Piliang

166 Polisi 10 Gegana Brimob Amankan Acara Pelantikan Walikota-Wakil Walikota Pariaman

Written By oyong liza on Tuesday, 8 October 2013 | 10:19






Besok, Tanggal 9 Oktober 2013, Pasangan Drs, Mukhlis Rahman, MM dan DR, Genius Umar, S.sos, M.Si, akan dilantik dan diambil Sumpahnya sebagai Walikota dan Wakil Walikota Pariaman masa jabatan 2013-2018 di Gedung DPRD Kota Pariaman, di Jalan Siti Manggopoh, Kecamatan Pariaman Utara oleh Gubernur Sumbar atas Nama Menteri Dalam Negeri. Acara dimulai pada pukul 10.00 WIB di Ruang Rapat DPRD Kota Pariaman.

Pihak Polres Pariaman, dalam hal ini sudah menyiapkan berbagai langkah Standar Pengamanan Acara Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Pariaman tersebut.

Menurut AKP. Heri Setiawan, SH, Kabag Humas Polres Pariaman, Pihak Polres menurunkan sebanyak 166 Personil, ditambah 10 Anggota Gegana Brimob Polda SUmbar.

"Pengamanan ada 2 macam, yaitu terbuka dan tertutup. Pengaman terbuka oleh Personil berpakaian Dinas, sedangkan tertupup oleh Personil berpakaian Sipil, jumlah 166 Personil, Kami juga di Backup Oleh 10 Anggota Gegana Brimob Polda Sumbar," Terang Heri kepada kami barusan.

Heri juga menjelaskan Pengamanan mulai dilakukan dengan Sterilisasi Gedung DPRD hingga mulai dari rute yang dilalui.

"Gegana Brimob Polda Sumbar mulai nanti malam melakukan sterilisasi Gedung DPRD dengan Peralatan Metal Detektor dan Penjinak BOM, itu Standar dalam setiap Pelantikan Kepala Daerah." Ujar Perwira tamatan Akpol ini.

"Kita Polres Pariaman mengamankan mulai Dari Pendopo Walikota, kemudian rute yang dilalui menuju Gedung DPRD Kota Pariaman," Lanjutnya lagi.

Kemudian Menurut Heri, Polres Pariaman juga mengantisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak di inginkan pada Acara tersebut dengan Langkah Responsif.

"Langkah SKIP juga disiapkan, tujuannya melarikan (Seluruh Orang Yang Ada dalam ruangan acara pelantikan) ketempat yang Aman jika terjadi Ancaman pada acara pelantikan tersebut." Imbuhnya lagi.

Penanggungjawab Keamanan Acara Pelantikan tersebut dipimpin oleh Kompol Suhadi, Kabag OPS Polres Pariaman.

Catatan Oyong Liza Piliang

Polres Pariaman Gelar Operasi Cipta Kondisi Dengan Sasaran Senjata Api Ilegal

Written By oyong liza on Monday, 23 September 2013 | 12:09





Banyak Masyarakat Pariaman bertanya-tanya kepada kami kenapa sekarang sering sekali Polisi melakukan Razia di wilayah Hukum Polres Pariaman. Begitu juga dengan Razia besar-besaran di Jalan By pass Pariaman pada malam Minggu 21 September lalu.

Menyadari hal tersebut, Polres Pariaman, melalui Kabag Humas, Akp, Heri Setiawan, SH, memberikan penjelasan kepada kami sebagai berikut.

Menurut Heri, Razia tersebut diberi nama sandi Cipta Kondisi. Dengan sasaran KTP, Senjata Api, dan Kendaraan bermotor demi Kamtibmas di wilayah Hukum Polres Pariaman.

"Sabtu 21 September 2013, dari pukul 22.00 hingga 24.00 WIB, di Jalan By Pass Pariaman telah dilaksanakan Operasi Cipta Kondisi, dengan sasaran Senjata Api, KTP dan Kendaraan Bermotor." Ujar Heri dalam pesan singkatnya kepada kami.

Kemudian Heri melanjutkan Operasi Cipta Kondisi tersebut dipimpin oleh Kabag Ops Kompol Suhadi dan dihadiri oleh Kapolres Pariaman Akbp, Gandung D Wardoyo, Sik.

"Giat Cipta Kondisi dipimpin Kabag Ops Kompol Suhadi, dihadiri langsung oleh Kapolres Pariaman AKBP Gandung D Wardoyo,SIK, didampingi Wakapolres Kompol Ponimin, juga Kapolsekta Pariaman Kompol Nofriadi Zen,SE." Imbuh Heri menjelaskan.

Dalam Operasi tersebut, Polres Pariaman menurunkan kekuatan sebanyak 60 Orang personil, yang terdiri dari Gabungan Lantas, Sabhara, Reskrim dan Anggota Polsek Kota Pariaman.

Operasi yang bertujuan Untuk memberi rasa aman bagi Masyarakat Pariaman dari Peredaran Senjata Api, Kelengkapan Kendaraan bermotor, dan gangguan Kamtibmas dari Balapan liar tersebut tidak berhasil menemukan Senjata Api. Namun menemukan 40 Pelanggaran Undang Undang Lalu Lintas.

"Polres Pariaman menilang sebanyak 22, SIM 4, STNK 10 dan Sepeda Motor 8 Unit." Tutup Heri merinci.

Catatan Oyong Liza Piliang

Topik Terhangat

postingan terdahulu