Lensa Piaman: Labuhan Pulau Kasiak

Secara alami sebuah jalur disela-sela karang yang mengelilingi bibir pantai Pulau Kasiak untuk dilewati perahu kecil terbentuk. "Labuhan" adalah istilah yang diberikan oleh nelayan lokal yang acap menepikan biduknya di halaman pulau yang terdapat penangkaran penyu alami milik Pemko Pariaman tersebut. Foto diambil dari atas menara mercusuar setinggi 40 meter. Pulau Kasiak memiliki luas 0,5 Hektare, ditumbuhi kelapa, pohon sukun, pepaya, dll.

Lensa Piaman: Tidur Pulas

Saat narasumber memberikan makalah di podium, beberapa hadirin terlihat menahan kantuk dan akhirnya tertidur pulas di aula utama Balaikota Pariaman dalam acara sarasehan tentang "Sejarah Pariaman dan kepahlawanan H. Bgd. Dahlan Abdullah" Senin, (25/8).

Lensa Piaman: "Lomba Melepas Anak Penyu"

Rombongan Ibu Bhayangkari Polda Sumbar terlihat memberikan semangat pada tukik (bayi penyu) yang hendak mereka lepas ke laut di pantai Konservasi Penyu, Desa Ampalu, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Jumat, 22/8/2014.

Lensa Piaman: Potensi Wisata di Pulau Kasiak

Panorama di atas menara mercusuar pulau Kasiak (Kaslik) Pariaman terumbu karang terlihat jelas di kejernihan air laut. Kawasan pulau Kasiak adalah kawasan konservasi penyu secara nature milik pemko Pariaman dibawah dinas DKP dan dikelola secara penuh oleh UPTD Konservasi Penyu. Pulau Kasiak banyak di kunjungi nelayan lokal untuk memancing ikan karang, gurita dan berbagai biota laut lainnya. Akibat perburuan swallow laut beberapa tahun lalu membuat kondisi karang rusak parah. Pemko beberapa waktu lalu bersama mahasiswa pencinta terumbu karang melakukan penanaman terumbu karang di halaman pulau ini.

Headline News :

Berita Terpopuler

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan posting dengan label POLRES PARIAMAN. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label POLRES PARIAMAN. Tampilkan semua posting

Beginilah Modus Neneng Cs Membobol Kiriman WU di Kantor Pos Pariaman

Written By oyong liza on Selasa, 09 September 2014 | 11.32

                                       Neneng


Penyidik Polres Pariaman tengah melakukan penyelidikan mendalam terhadap Neneng (38), satu dari empat pelaku pembobolan kiriman western union (WU) yang berhasil diciduk oleh Satreskrim Polres Pariaman di Kantor POS Pariaman, Kamis (4/9) lalu.

Sampai saat ini anggota Buser Polres Pariaman masih melakukan pengejaran terhadap ketiga pelaku lainnya. Dikatakan, Langkah pencegatan terhadap ketiga pelaku lainnya yang kabur sudah dilakukan dengan menyiagakan anggota Polres Pariaman di Bandara (BIM) untuk mengantisipasi ketiga pelaku kabur melalui jalur udara.

Dalam penyelidikan lanjutan dan keterangan Neneng, komplotan ini memiliki jaringan yang rapi. Hal itu terbukti dengan adanya pembagian kerja yang jelas dari masing-masing pelaku yang terlibat dalam aksi kejatahan itu. Kasat Reskrim Polres Pariaman, Iptu Hidup Mulya didampingi kanit II reskrim Polres Pariaman, Bripka Idham Fadli mengatakan, empat orang komplotan memiliki pemabagian tugas yang jelas yang dilakukan dalam setiap aksi kejatahannya.

Hidup Mulya menyebut, dari keterangan tersangka Neneng, diketahui bahwa James menjadi otak atau perancang dari setiap aksi pencarian kiriman uang di sejumlah counter POS.
 

“James berperan sebagai pencari infromasi identitas pengirim uang dari luar negeri dan identitas penerimannya, sedangkan Avi berperan sebagai pembuat KTP aspal (asli tapi palsu) yang digunakan oleh Neneng untuk pencairan kiriman dan Avit sebagai sopir. Itu gambaran awal yang kita dapatkan saat mengorek keterangan dari tersangka Neneng,” ujar dia.

Dia menambahkan, dari hasil keterangan dari tersangka Neneng, belum diketahu jelas berapa uang yang berhasil dibobol oleh keempat tersangka dalam aksi-aksi kejahatan sebelumnya. Namun yang jelas, sebutnya, Neneng diberi upah Rp.500.000,- dalam setiap aksinya.

“Ya, kata pengakuan tersangka “N”, tidak mengetahui berapa uang yang berhasil ia kumpulkan bersama temannya, “ N” mengaku diberi Rp. 500.000,- dalam setiap aksi pencairan. Dari Neneng kita juga dapat informasi bahwa ketiga pelaku diperkirakan kabur ke daerah asal mereka, di pulau Jawa,” imbuh dia.


Sementara itu, akibat perbuatannya, Neneng tercancam hukuman minimal 5 tahun kurungan penjara akibat melanggar pasal 378, 263 dan 53 KUHP.

“Untuk ancaman, tersangka kita jerat dengan pasal 378, pasal 263 dan pasal 53 KUHP dengan ancaman minimal 5 tahun kurungan penjara,” pungkas dia.
 

Nanda/editor: OLP

Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2014, Kapolres Sebut Waspadai Teroris

Written By oyong liza on Senin, 21 Juli 2014 | 14.53





Dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri 1435 Hijriyah, Polres Pariaman gelar apel pasukan pengamana (PAM) Ketupat Tahun 2014. Di halaman Mapolres Pariaman, Senin (21/7/2014).

Kapolres Pariaman AKBP Gandung D Wardoyo bertindak sebagai inspektur upacara, serta dihadiri Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Dandim 0308 Pariaman, Kadishub Kominfo serta Kalapas Kelas II B Pariaman dan diikuti personil Polres, Kodim, Dishubkominfo, Satpol PP, PMI dan Kuarcap Pramuka Kota Pariaman.

Kapolres juga mengecek kesiapan pasukan yang akan diturunkan dalam Operasi Ketupat 2014, mulai dari personel, serta kendaraan pendukung lainnya.

Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Kapolres mengatakan, operasi gelar apel siaga ketupat tahun 2014 ini, merupakan rutinitas tahunan yang digelar menghadapi hari raya Idul Fitri. Dimana kesiapan pihak kepolisian dan unsur instansi terkait dalam mengamankan sebelum dan sesudah lebaran, memberikan rasa aman kepada masyarakat. Khususnya para pemudik yang ingin lebaran di kampung.

"Kita berharap masyarat dapat merayakat Idul Fitri dengan aman dan nyaman. Dan berharap tidak ada ganggungan ketertiban sehingga kelancaran lalu lintas tertib terjaga. Operasi apel ketupat ini akan berlangsung selama 16 hari yang melibatkan 86.213 personil di seluruh Indonesia," ungkap Kapolres.

Ia juga menyebutkan walau momen pengamanan ini juga bersamaan dengan Pilpres, namun tidak mengurangi pengamanan dari berbagai pihak.

"Sesuai dengan penetapan KPU pada besok pagi (Selasa) untuk menghitung hasil rekapitulasi, kita mengharapkan siapa pun presidennya, kita tetap menjaga keamanan dan kondusifitasnya," ujarnya.

Kapolres menjelaskan, berdasarkan hasil evalusi tahun sebelumnya, titik terjadinya kemacetan disebabkan penyempitan jalan, luas jalan yang kurang, aktifitas pasar tumpah yang tidak tertib serta lokasi objek wisata.

Selain itu, Kapolres juga menyebutkan untuk tahun ini diperkirakan terjadi peningkatan jumlah pemudik, oleh karena itu  gangguan kriminalitas yang meningkat seperti pencurian, kejahatan konvensional dan kejahatan terorisme menjadi tugas dan menuntut Polri dan masyarakat lebih optimal. 

Angga

Kapolres: Waspadai Curanmor Juga Copet di Gandoriah dan Pantai Arta Saat Lebaran

Written By oyong liza on Minggu, 20 Juli 2014 | 22.12

Bupati Ali Mukhni bersama Kapolres Pariaman AKBP Gandung Drajad Wardoyo saat hadiri Rakor lintas sektor operasi ketupat 2014  di Mapolres Pariaman, Kamis (17/7).


Kapolres Pariaman AKBP Gandung Drajad Wardoyo mengajak semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang hari raya Idul Fitri 1435 H. Karena berdasarkan pemantauan timnya dilapangan, tindakan kriminal seperti curamor dan copet masih marak terjadi khususnya di tempat wisata seperti pantai Gandoriah Pariaman dan pantai Arta Sungai Limau.

Hal tersebut dia katakan saat Rakor lintas sektor operasi ketupat 2014 dalam rangka pengamanan hari raya idul fitri 1435 H yang dihadiri oleh Bupati Padangpariaman Ali Mukhni di mapolres Pariaman, Kamis (17/7).

"Mari kita tingkatkan kewaspadaan menjelang hari raya Idul Fitri 1435 H karena berdasarkan pemantauan tim dilapangan, tindakan curamor dan copet adalah tindakan kriminal masih marak terjadi khususnya di tempat wisata sepeti pantai gandoriah dan pantai arta," kata Gandung.

Gandung mengapresiasi Pemkab Padangpariaman yang begitu peduli terhadap partisipasi dalam upaya pengamanan operasi ketupat, karena pada tahun yang lalu semua sektor ikut turut membantu jajaran kepolisian di lapangan, seperti dinas perhubungan, Satpol PP, dinas kesehatan, pramuka, PMI dan lain sebagainya.

Selanjutnya Gandung juga minta peran camat beserta unsur muspika serta tokoh masyarakat dan walikorong se-Padangpariaman harus proaktif dan waspada, khususnya dalam upaya tertib berlalu-lintas.

Menindaklanjuti hasil Rakor lintas sektor operasi ketupat 2014 tersebut, Bupati Ali Mukhni menegaskan dan mengingatkan pada jajaran terkait seperti Dishub, Pol PP, Dinkes dan  camat, agar meningkatkan koordinasi degan unsur muspika di wilayah kerja masing masing.

"Pada prinsipnya, pemerintah daerah Padangpariaman siap mensukseskan operasi ketupat dalam rangka pengamanan hari Raya Idul Fitri 1435 H," ucap Ali Mukhni didampingi Kabag Humas Hendra Aswara.


HA/OLP

Polres Pariaman HUT Bhayangkara Ke 68

Written By oyong liza on Selasa, 01 Juli 2014 | 16.18







Kepolisian Resort (Polres) Pariaman menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 68 yang diperingati secara nasional diseluruh penjuru tanah air tanggal 1 juli 2014. Upacara HUT Bhayangkara dilaksanakan dihalaman kantor Mapolres Pariaman.

Dipimpin Kapolres Pariaman AKBP Gandung D Wardoyo turut hadir dalam acara peringatan HUT Bhayangkara ke 68 tersebut, Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Dandim 0308 Letkol Nursyamsuddin, Kepala Kejari Pariaman, serta Perwira tinggi di lingkungan Polres Pariaman.

Dalam peringatan HUT Bhayangkara ke 68 tahun 2014 ini, Gandung D Wardoyo membacakan amanat Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden SBY mengucapkan selamat atas HUT Bhayangkara ke 68 baik Secara Pribadi maupun Pemerintah kepada seluruh anggota Polri sekaligus keluarga besar Polri diseluruh tanah air.

“Terimakasih saya ucapkan atas kinerja yang telah diberikan Polri kepada masyarakat, Bangsa dan Negara, demi tegaknya hukum serta terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat diseluruh tanah air,” kata Kapolres saat menyampaikan amanat Presiden.

“Melalui mementum ini, segenap anggota Polri dapat lebih memberikan pengamanan, kenyaman dan pengayoman dengan penuh kesungguhan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pesannya.

Dilanjutkan Kapolres dalam amanat Presiden, peringatan HUT Bhayangkara tahun 2014 ini terasa Khidmat karena berada dibulan suci ramadhan, dan dibulan yang sama ini juga menyambut Pemilihan Presiden untuk periode 2014- 2019 yang dilakukan 9 juli mendatang.

“Kita berharap pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 9 juli dapat berjalan dengan baik sebagaimana Pileg beberapa waktu lalu, semuanya tidak terlepas dari kinerja Polri yang bekerjasama dengan semua komponen bangsa dalam menjaga pengamanan pemilu 2014. Tunjukkan kepada dunia, bahwa Bangsa dan Negara kita matang dalam berdemokrasi,” tutur Kapolres Pariaman menyampaikan amanat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Selesai upacara Kapolres Pariaman menyerahkan penghargaan lomba Bhabinkamtipmas teladan kepada Bripka Nasri, terbaik Forum Kemitraan Polisi Masyarakat kepada Mansurdin serta Poskamling Binaan terbaik kepada April, sebagai ketua poskamling terbaik tingkat Kota Pariaman.

Angga

Kapolres: Netralitas Kita Semua Diuji Saat Penghitungan Suara

Written By oyong liza on Selasa, 01 April 2014 | 12.42




Rapat koordinasi pengamanan rekapitulasi (penghitungan suara) tingkat PPS, Desa/Kelurahan, Tingkat Kecamatan dan Tingkat KPU Kota Pariaman untuk Pemilu 2014 di adakan di aula utama Polres Pariaman, Selasa 1/4/2014. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Kapolres Pariaman AKBP Gandung D Wardoyo, Ketua KPU Kota Pariaman Budi Satria beserta Komisioner, Ketua Panwaslu Kota Pariaman Zaiyar, Camat sekota Pariaman, Kapolsek sekota Pariaman, Pol PP Kota Pariaman, serta Kepala Desa dan Lurah sekota Pariaman.

Kapolres Pariaman sekaligus penanggungjawab secara umum Pemilihan Umum legislatif (Pileg) 2014 Kota Pariaman mengatakan perlunya kerjasama semua pihak untuk menjaga keamanan, kelancaran dan kesuksesan Pemilu Legislatif 2014, dan peran aktif semua perangkat, baik Kepala Desa dan Lurah, para Camat dan unsur Muspika, dan Pemko Pariaman yang dalam hal ini Pol PP.

"KPU dan Panwaslu adalah penyelenggara, namun tanggungjawab semua elemen yang ada untuk menjaga keamanannya. Semua musti bersikap netral dan menunjukan Independensinya," kata Gandung.

Gandung menyebutkan Kapolres akan menempatkan satu orang personil di 71 Desa dan Kelurahan yang ada di Kota Pariaman pada saat hari (H) 9 April 2014 Pileg nanti.

"Disinilah peran aktif Kepala Desa dan Lurah nantinya. Peran semuanya akan di uji nantinya, baik itu netralitas maupun dalam hal mengamankan kotak suara hingga di bawa ke PPK," lanjut Gandung.

Gandung menyimpulkan untuk Kota Pariaman tidak ditemukan tingkat kerawanan pada pengamanan, semuanya dapat ditempuh dengan jalan darat. Justru kerawanan ada pada saat kotak suara menginap, baik di Kantor Desa dan Kelurahan maupun Kantor Kecamatan.

"Disinilah netralitas kita di uji. Kami tahu ada diantara keluarga baik itu Kepala Desa dan Lurah maupun Camat yang menjadi caleg, Polres pun demikian, namun kita musti menjaga keamanan dan kelancaran Pemilu agar jangan sampai terjadi konflik. Pada anggota saya tegaskan jangan sekali-sekali saudara ikut kampanye semobil dengan caleg. Saudara akan saya masukan ke sel nantinya," imbuh Gandung.

Diterangkan, pada Pileg 2014 terdapat 177 TPS yang tersebar di 71 Desa dan Kelurahan sekota Pariaman. Untuk itu diperlukan penambahan sebanyak 54 petugas. Untuk penjagaan Kotak suara selama dua hari di Kantor Desa atau Kelurahan, Polres Pariaman menurunkan 142 personil.

Untuk Desa Kampung Baru dan Desa Cimparuah yang masing-masing memiliki 6 TPS adalah Desa dengan TPS paling Maksimal sekota Pariaman. Untuk itu dibutuhkan waktu 2 hari untuk melakukan penghitungan suara.

"Dokumen Negara musti di amankan dengan baik, mari kita satukan persepsi untuk saling menjaga keamanan dan kelancaran selama penghitungan suara," Tambah Kabagops Polres Pariaman Kompol Nofiardi Zen.

Catatan Oyong Liza Piliang

Mantan Camat Kampung Dalam dan Walinagari Sikucua Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Korupsi Dana Bantuan Gempa 2007

Written By oyong liza on Kamis, 16 Januari 2014 | 21.37

                                        Ali Nurdin dan Dedi Afrizal



Kasus dugaan korupsi penyelewengan dana bantuan gempa tahun 2007 di Kecamatan V Koto Kampung Dalam Padangpariaman terus dilakukan pengembangan penyidikannya oleh jajaran Polres Pariaman.

Menurut Kasat Reskrim Polres Pariaman AKP Musrial, S.S.os, MM, dalam pengembangan lanjutan, jajaran Reskrim baru saja memeriksa kembali IY yang sebelumnya telah dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus yang merugikan keuangan negara sebanyak Rp 220 juta tersebut. Bersama IY, pada hari rabu 15/1/2014 juga diperiksa mantan Camat Kampung Dalam dan Walinagari Sikucua.

"Kita lakukan pengembangan lanjutan. Kita memang sudah periksa mantan Camat Kampung Dalam dan Walinagari Sikucua kemarin, termasuk IY sendiri," kata Musrial via seluler kepada kami.

"Sedangkan untuk meningkatkan status mereka jadi tersangka, (Mantan Camat V Koto Kampung Dalam dan Walinagari Sikucua) kita tunggu dulu hasil dari penyidik," lanjutnya.

Sementara itu, Ali Nurdin Ketua LSM GEMPUR didampingi Dedi Afrizal Kabid Korlap LSM GEMPUR, yang melaporkan dugaan korupsi dana bantuan gempa 2007 di Kecamatan V Koto Kampung Dalam pada tahun 2010 pada penegak hukum, mengatakan, 10 orang setidaknya bisa dijadikan tersangka dalam kasus itu.

"Rabu kemarin Zayadi, mantan Camat V Koto Kampung Dalam bersama Masril, Walinagari Sikucua beserta Irma Yulia (IY) kembali dipanggil Polres Pariaman untuk dimintai kesaksiannya. Disamping mereka setidaknya ada 7 orang lagi yang diduga terlibat," kata Ali.

Ali mengatakan 10 orang yang di duga terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan gempa 2007 tersebut dapat dijerat dengan UU dan pasal berlapis, yaitu UU No.31 Tahun 1999 dan UU No.20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, kemudian UU No.24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana alam, serta pasal 55-56 KUHP.

"Mereka diantaranya adalah Fahrizal Walikorong Koto Ilalang Selatan, Zairunas Walikorong Koto Ilalang Timur, Budinar Walikorong Koto Ilalang Barat dan M Ali Walikorong Durian Nangka. Kemudian dari TPM (Tim Pendamping Masyarakat) yaitu Mulyadi, Azwar Anas dan Ali Zamar," rincinya.

"Sedangkan Peran Irma Yulia adalah sebagai Fasilitator Kecamatan (FK) yang juga seorang PNS. Irma ditunjuk oleh Camat atas usulan Walinagari. Modusnya adalah dengan memotong uang bantuan bencana (15juta per rumah) dengan dalih biaya administrasi dari Rp. 1juta hingga Rp. 3juta terhadap 100 rumah penerima bantuan tahap pertama. Kerugian Negara adalah Rp. 220juta," ungkapnya blak-blakan.

"Kemudian dengan mengalihkan bantuan dari nama yang sudah terdata kepada penerima lainnya. Dalam kasus ini, Polres Pariaman sudah memanggil sebanyak 70 saksi dari 100 saksi korban," kata dia yang mengaku mengantongi semua data yang dia sebutkan diatas.


Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Pariaman AKP Musrial melalui sambungan seluler membenarkan bahwa telah ditetapkannya IY (52) sebagai tersangka dalam kasus penyelewengan dana bantuan gempa tahun 2007 di Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padangpariaman. Dia mengatakan Polres Pariaman akan transparan dalam mengungkap kasus itu kepada publik.

"Benar, IY telah ditetapkan sebagai tersangka. Kita akan transparan dalam hal ini. Berhubung Jabatan Kabag Humas Polres Pariaman belum di isi, jadi data-data untuk publikasi belum ada disana," Kata AKP Musrial Sabtu siang 11/01/2014.


Catatan Oyong Liza Piliang

Setelah Sertijab, Inilah Komposisi Pejabat Baru di Lingkungan Polres Pariaman

Written By oyong liza on Jumat, 10 Januari 2014 | 13.31





Mutasi di jajaran Perwira Polres Pariaman sudah keluar sejak penghujung Desember 2013 lalu sesuai dengan Telegram Kapolda Sumbar. Namun serah terima jabatan sekaligus kenal pamit baru dilaksanakan pada tanggal 7 Januari 2014 sebagaimana yang dikatakan eks Kabag Humas Polres Pariaman AKP Heri Setiawan SH kepada kami penghujung Desember 2013 lalu.

"Sebelumnya saya ingin mengucapkan salam perpisahan, saya dapat amanah baru menjabat sebagai Kapolsek di salah satu Kecamatan di Polres Tanah Datar, Sertijab serentak dilaksanakan pada tanggal 7 Januari 2014," Kata Heri saat itu.

Waktu itu Heri mengatakan, Mutasi adalah bagian dari penyegaran dan hal yang lumrah di jajaran lingkungan Polda Sumbar.

"Lumrah dan penyegaran. Tidak ada terkait dengan apapun," ungkapnya.

Pelaksanaan Sertijab dilakukan di halaman Polres Pariaman pada Selasa 7/1/2014. Kompol Ponimin yang sebelumnya menjabat Wakapolres digantikan oleh Kompol Asriwardi Can yang sebelumnya di Kasubagdiapers Bangdalpers RO SDM Polda Sumbar.

Kemudian Kompol Suhadi yang sebelumnya menjabat Kabag Ops digantikan oleh Kompol Novriadi Zen yang sebelumnya Menjabat Kapolsekta Pariaman. Kompol Suhadi sekarang menjabat Wakapolres Agam menggantikan Wakapolres Agam yang lama Kompol Ichan.

Sedangkan pengganti Kompol Novriadi Zen sebagai Kapolsekta Pariaman adalah AKP Masri yang sebelumnya berdinas dijajaran Ditres Narkoba Polda Sumbar.

Jabatan Kasatlantas Polres Pariaman yang sebelumnya dipegang oleh AKP Cipto Harjono sekarang di emban oleh AKP Choky Sentosa Meliala yang sebelumnya bertugas di jajaran Ditlantas Polda Sumbar. AKP Sucipto Harjono sendiri sekarang berdinas sebagai Kasi SIM Dirlantas Polda Sumbar.

Selain Jabatan diatas, AKP Yoze Rizal Kasat Resnarkoba sebelumnya juga digantikan dengan Kasat yang baru, yaitu AKP Vivri Andri yang sebelumnya adalah Kapolsek Pariangan Polres Tanah Datar.

Prosesi Sertijab yang dipimpin Kapolres Pariaman AKBP Gandung Drajad Wardoyo SIK itu berlangsung khidmad. Kapolres berpesan Kepada seluruh jajaran baik yang lama maupun yang baru agar bekerja dengan ikhlas.

"Mutasi adalah hal yang biasa dan penyegaran di lingkungan Polda Sumbar. Jabatan ini adalah amanah, embanlah amanah ini dengan ikhlas dan bekerjalah dengan cerdas," ungkap Kapolres saat kenal pamit di aula Polres Pariaman.

Catatan Oyong Liza Piliang

Pariaman Transit Narkoba Paling Aman di Sumbar, Transaksi Narkoba Milyaran Rupiah Perbulan

Written By oyong liza on Minggu, 29 Desember 2013 | 21.22






Pariaman adalah tempat transit Narkoba paling aman di Sumatera Barat. Perputaran Narkoba jenis sabu-sabu mencapai milyaran rupiah dalam sebulannya. Demikian hasil Investigasi kami dalam satu bulan belakangan ini.

Belum lagi dengan kejadian baru-baru ini dijajaran unit Narkoba Polres Pariaman. Dari Informasi yang kami himpun, justru beberapa oknum anggota Polres Pariaman dari unit anti narkoba pula yang di duga positif menggunakan narkoba.

"Benar, sekarang 5 oknum anggota tersebut dalam pembinaan kami. Kita sekarang sedang lakukan pembenahan di dalam dulu. Anggota dari satuan Narkoba tersebut ditangkap oleh tim reserse Polres Pariaman dalam pengembangan kasus," ungkap Kabag Humas Polres Pariaman AKP Heri Setiawan, SH.

Kata dia lagi, mendapati hal tersebut Kapolres Pariaman AKBP Gandung D Wardoyo, S.ik, marah besar dan memerintahkan setiap anggota Polres Pariaman melakukan test urine.

"Kapolres marah besar. Seluruh jajaran anggota test urine. Kapolres bertekad akan mencanangkan tahun 2014 sebagai tahun bebas Narkoba untuk wilayah Hukum Polres Pariaman," kata dia.

"Sekarang ini kita membersihkan jajaran Polres Pariaman dari penyalahgunaan narkoba, dan meminta bantuan masyarakat untuk membantu dengan melaporkan kepada kami bila ada transaksi/penyalahahgunaan narkoba, baik oleh kalangan umum maupun oleh jajaran kepolisian," imbuh Heri.

"Test urine wajib dilakukan oleh setiap anggota. Peredaran dan transit narkoba di wilayah Hukum Polres Pariaman sangat mengkhawatirkan. Dari beberapa yang tertangkap diluar daerah mengaku dapat narkoba dari Pariaman. Untuk itu kita berharap bantuan seluruh elemen masyarakat dalam memerangi peredaran narkoba di Pariaman. Narkoba adalah musuh kita bersama," tandasnya.

Sementara itu Kanit Narkoba Polres Pariaman yang baru Bripka MA Purba, menuturkan kepada kami bahwa pendidikan Agama yang baik dapat membentengi diri dari penyalahgunaan narkoba.

"Kita Maping dulu, kita petakan peredarannya, jaringan lintas Kabupaten, lintas provinsi, kita musti tahu dulu siapa-siapa pemainnya. Setelahnya baru kita sikat," kata Purba.

"Kita tidak ingin generasi muda apalagi anak sekolah terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Kita musti papas dengan cepat. Selain itu untuk membentengi diri dari penyalahgunaan narkoba generasi muda juga harus diajarkan pemahaman Agama dengan baik dan benar, semua adalah tanggungjawab kita bersama-sama, baik tokoh masyarakat, tokoh Agama, begitu juga dengan Pers," ungkap sumando Piaman mualaf ini ketika ditemui oleh beberapa awak media.

Catatan Oyong Liza Piliang

166 Polisi 10 Gegana Brimob Amankan Acara Pelantikan Walikota-Wakil Walikota Pariaman

Written By oyong liza on Selasa, 08 Oktober 2013 | 10.19






Besok, Tanggal 9 Oktober 2013, Pasangan Drs, Mukhlis Rahman, MM dan DR, Genius Umar, S.sos, M.Si, akan dilantik dan diambil Sumpahnya sebagai Walikota dan Wakil Walikota Pariaman masa jabatan 2013-2018 di Gedung DPRD Kota Pariaman, di Jalan Siti Manggopoh, Kecamatan Pariaman Utara oleh Gubernur Sumbar atas Nama Menteri Dalam Negeri. Acara dimulai pada pukul 10.00 WIB di Ruang Rapat DPRD Kota Pariaman.

Pihak Polres Pariaman, dalam hal ini sudah menyiapkan berbagai langkah Standar Pengamanan Acara Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Pariaman tersebut.

Menurut AKP. Heri Setiawan, SH, Kabag Humas Polres Pariaman, Pihak Polres menurunkan sebanyak 166 Personil, ditambah 10 Anggota Gegana Brimob Polda SUmbar.

"Pengamanan ada 2 macam, yaitu terbuka dan tertutup. Pengaman terbuka oleh Personil berpakaian Dinas, sedangkan tertupup oleh Personil berpakaian Sipil, jumlah 166 Personil, Kami juga di Backup Oleh 10 Anggota Gegana Brimob Polda Sumbar," Terang Heri kepada kami barusan.

Heri juga menjelaskan Pengamanan mulai dilakukan dengan Sterilisasi Gedung DPRD hingga mulai dari rute yang dilalui.

"Gegana Brimob Polda Sumbar mulai nanti malam melakukan sterilisasi Gedung DPRD dengan Peralatan Metal Detektor dan Penjinak BOM, itu Standar dalam setiap Pelantikan Kepala Daerah." Ujar Perwira tamatan Akpol ini.

"Kita Polres Pariaman mengamankan mulai Dari Pendopo Walikota, kemudian rute yang dilalui menuju Gedung DPRD Kota Pariaman," Lanjutnya lagi.

Kemudian Menurut Heri, Polres Pariaman juga mengantisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak di inginkan pada Acara tersebut dengan Langkah Responsif.

"Langkah SKIP juga disiapkan, tujuannya melarikan (Seluruh Orang Yang Ada dalam ruangan acara pelantikan) ketempat yang Aman jika terjadi Ancaman pada acara pelantikan tersebut." Imbuhnya lagi.

Penanggungjawab Keamanan Acara Pelantikan tersebut dipimpin oleh Kompol Suhadi, Kabag OPS Polres Pariaman.

Catatan Oyong Liza Piliang

Polres Pariaman Gelar Operasi Cipta Kondisi Dengan Sasaran Senjata Api Ilegal

Written By oyong liza on Senin, 23 September 2013 | 12.09





Banyak Masyarakat Pariaman bertanya-tanya kepada kami kenapa sekarang sering sekali Polisi melakukan Razia di wilayah Hukum Polres Pariaman. Begitu juga dengan Razia besar-besaran di Jalan By pass Pariaman pada malam Minggu 21 September lalu.

Menyadari hal tersebut, Polres Pariaman, melalui Kabag Humas, Akp, Heri Setiawan, SH, memberikan penjelasan kepada kami sebagai berikut.

Menurut Heri, Razia tersebut diberi nama sandi Cipta Kondisi. Dengan sasaran KTP, Senjata Api, dan Kendaraan bermotor demi Kamtibmas di wilayah Hukum Polres Pariaman.

"Sabtu 21 September 2013, dari pukul 22.00 hingga 24.00 WIB, di Jalan By Pass Pariaman telah dilaksanakan Operasi Cipta Kondisi, dengan sasaran Senjata Api, KTP dan Kendaraan Bermotor." Ujar Heri dalam pesan singkatnya kepada kami.

Kemudian Heri melanjutkan Operasi Cipta Kondisi tersebut dipimpin oleh Kabag Ops Kompol Suhadi dan dihadiri oleh Kapolres Pariaman Akbp, Gandung D Wardoyo, Sik.

"Giat Cipta Kondisi dipimpin Kabag Ops Kompol Suhadi, dihadiri langsung oleh Kapolres Pariaman AKBP Gandung D Wardoyo,SIK, didampingi Wakapolres Kompol Ponimin, juga Kapolsekta Pariaman Kompol Nofriadi Zen,SE." Imbuh Heri menjelaskan.

Dalam Operasi tersebut, Polres Pariaman menurunkan kekuatan sebanyak 60 Orang personil, yang terdiri dari Gabungan Lantas, Sabhara, Reskrim dan Anggota Polsek Kota Pariaman.

Operasi yang bertujuan Untuk memberi rasa aman bagi Masyarakat Pariaman dari Peredaran Senjata Api, Kelengkapan Kendaraan bermotor, dan gangguan Kamtibmas dari Balapan liar tersebut tidak berhasil menemukan Senjata Api. Namun menemukan 40 Pelanggaran Undang Undang Lalu Lintas.

"Polres Pariaman menilang sebanyak 22, SIM 4, STNK 10 dan Sepeda Motor 8 Unit." Tutup Heri merinci.

Catatan Oyong Liza Piliang

2 Peleton Personil Serta Mobil Water Canon Polda Sumbar Siap Back'up Polres Pariaman Amankan Pilkada

Written By oyong liza on Selasa, 03 September 2013 | 20.30






Hari ini 3 september 2013, pukul 09.00 WIB, Polres Pariaman melakukan pelepasan dan pergeseran Pasukan sebanyak 230 personel ke 150 TPS yang ada di empat Kecamatan di Kota Pariaman.

"Pukul 09.00 Pagi, Kapolres secara resmi melakukan pelepasan sebanyak 230 personil Anggota Polres Pariaman ke 150 TPS yang ada di 4 Kecamatan Kota Pariaman guna Melaksanakan PAM TPS Pemilukada Kota Pariaman." Ujar AKP.Heri Setiawan,SH, Kabag Humas Polres Pariaman dalam press realisenya kepada kami.

Dalam kesempatan tersebut, Dalam Operasi Mantap Praja, kode sandi Pengamanan Pilwako Pariaman tersebut, Polres Pariaman juga menerima 1 Peleton Brimob dan 1 Peleton Anggota Polda Sumbar. Dalam pengamatan Kami dilapangan juga sebuah Mobil Water Canon dan Mobil Anti Huru-Hara serta Bergulung Kawat Berduri. Standar Operasi PAM Pilkada.

"Polres Pariaman juga menerima sebanyak 31 Personil atau 1 Peleton Brimob Polda Sumbar, dan 31 Orang Personil atau 1 Peleton Dalmas Dit Sabhara Polda Sumbar dalam rangka Back up Giat Pemilukada Kota Pariaman." Imbuh Perwira lulusan Akpol Ini menjabarkan.

Sebelumnya, Akp. Heri Setiawan, SH, Kabag Humas Polres Pariaman dalam kesempatan lain, mengatakan, bahwa situasi Kamtibmas dalam keadaan kondusif, namun demikian Polres Pariaman tidak menganggap enteng hal tersebut. Berbagai antisipasi jauh hari telah dilakukan Polres Pariaman untuk mengamankan Pilkada dengan Sandi Operasi MANTAP PRAJA.

"Sejauh ini kondusif. Namun kita tidak Under Estimate. Peran Inteligen kita tingkatkan. Polres Pariaman jauh hari telah mempersiapkan Pengamanan Pilkada dengan Sandi Operasi Mantap Praja."

"Kita stanbay kan pasukan Dalmas 24 jam jika terjadi hal hal yang mengganggu Kamtibmas selama Kampanye. Polres Pariaman juga telah mempersiapkan berbagai tekhnis pengamanan, mulai dari Logistik, Kampanye hingga hari Pelantikan nantinya."

"Kita juga dibantu oleh Instansi terkait. TNI dan BRIMOB juga kita libatkan dalam Operasi Mantap Praja." Tukasnya tempo Hari di Studio Damai FM.


Catatan Oyong Liza Piliang

Inilah Penjelasan KPU Panwaslu Dan Polres Pariaman Seputar Topik Pilkada Kota Pariaman di Damai FM

Written By oyong liza on Rabu, 21 Agustus 2013 | 14.45





Forum Peduli Masyarakat Sumbar mensponsori acara Talk Show di Damai FM barusan dengan Narasumber, diantaranya, Indra Jaya, Ketua KPU, Zaiyar,S.aG, Ketua Panwaslu dan Akp. Heri Setiawan,SH, Kabag Humas Polres Pariaman. Acara tersebut membahas topik Pilkada Kota Pariaman yang sekarang ini memasuki tahapan Kampanye terbuka. Acara Live tersebut dipandu langsung oleh Direktur Radio Damai, Ima Syarief Abidin.


Indra Jaya dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa KPU Sebagai penyelenggara Pemilihan Umum bersikap Independent dan tidak memihak.

"KPU adalah lembaga yang berdiri sendiri. Sebagai penyelenggara, kita tidak memihak pada salah satu Calon. Dengan semangat Pilkada Badunsanak kita berharap suasana Kampanye berjalan Kondusif, harmonis. Siap kalah dan siap menang." Ujar Injay demikian ia akrab disapa ketika ditanya salah satu pemirsa Radio Damai via SMS.

Menjawab pertanyaan Ima Syarief tentang persiapan KPU dari mulai tahapan hingga pencoblosan, Injay menerangkan secara rinci.

"Sebagaimana kita ketahui bersama, dari tanggal 18 hingga 31 Agustus adalah jadwal kampanye. Masing Masing pasangan Calon telah mengambil jadwal Kampanyenya. Sedangkan untuk Logistik sudah datang Senin kemarin, Kita sudah sortir dan amankan. Tanggal 25 sudah Klir dan siap di distribusikan." Urai Injay dalam acara Live yang dimulai dari pukul 10.00 hingga 11.30 WIB tersebut.

Sementara itu, Zaiyar, Ketua Panwaslu Kota Pariaman mengatakan hingga kini Panwas telah menerima 6 laporan. Semua laporan sudah ditindak lanjuti.

"Kami telah menerima 6 laporan selama tahapan Pilkada. Semua ditindak lanjuti.  Panwaslu mengawasi setiap Tahapan KPU, Mulai dari penetapan Calon, distribusi, hingga Kampanye. Setiap laporan pasti ditindak lanjuti, misal, jika pelanggaran Kode etik, Panwas akan teruskan laporan tersebut ke DKPP, jika Pidana kita akan teruskan laporan tersebut kepihak Kepolisian dan Kejaksaan." Ujar Zaiyar.

Menjawab pertanyaan dari pemirsa Damai tentang Baliho himbauan Walikota yang terpampang besar di banyak tempat strategis, Zaiyar menjawab hal tersebut bukanlah pelanggaran.

"Itulah kelebihan Incumbent." Tuturnya singkat.

Dalam kesempatan tersebut Zaiyar juga menjabarkan berbagai tempat terlarang pemasangan Atribut Kampanye.

"Atribut Kampanye dilarang memasangnya di Pohon, di Tempat Ibadah serta di Tiang Listrik. Untuk pelanggaran ini kita sudah minta pada Tim masing pasangan Calon untuk menyepakatinya, begitupun masa tenang, semua atribut Kampanye musti ditanggalkan." tandas Wanita berkerudung ini menjelaskan.

Akp. Heri Setiawan, SH, Kabag Humas Polres Pariaman dalam kesempatan ini, mengatakan, bahwa situasi Kamtibmas dalam keadaan kondusif, namun demikian Polres Pariaman tidak menganggap enteng hal tersebut. Berbagai antisipasi jauh hari telah dilakukan Polres Pariaman untuk mengamankan Pilkada dengan Sandi Operasi MANTAP PRAJA.

"Sejauh ini kondusif. Namun kita tidak Under Estimate. Peran Inteligen kita tingkatkan. Polres Pariaman jauh hari telah mempersiapkan Pengamanan Pilkada dengan Sandi Operasi Mantap Praja."

"Kita stanbay kan pasukan Dalmas 24 jam jika terjadi hal hal yang mengganggu Kamtibmas selama Kampanye. Polres Pariaman juga telah mempersiapkan berbagai tekhnis pengamanan, mulai dari Logistik, Kampanye hingga hari Pelantikan nantinya."

"Kita juga dibantu oleh Instansi terkait. TNI dan BRIMOB juga kita libatkan dalam Operasi Mantap Praja." Lugas Heri menjelaskan pada pemirsa Damai FM.

Mengenai "Insiden malam" pada acara debat kandidat tanggal 18 kemarin, Injay mengatakan akan mengevaluasi cepat agar hal tersebut tidak terulang kembali.

Sebagaimana telah kami posting sebelumnya tentang Insiden tersebut, bahwa Hendra Syarief, Reporter Damai FM tidak diperbolehkan meliput acara debat kandidat pada malam tanggal 18 Agustus oleh Satpol PP dan pihak MMC Production (EO penyelenggara) karena tidak memiliki undangan resmi. Hendra terpaksa menunggu diluar acara debat Kandidat tersebut.

Hal ini tentu memicu kemarahan pemirsa setia Radio Damai FM dan rekan Jurnalis lokal lainnya karena sikap MMC yang tidak memahami situasi lokal Kota Pariaman dengan baik sebelum mengambil keputusan Arogan tersebut.

Catatan Oyong Liza Piliang

Kapolres : Operasi Mantap Praja Amankan Pilkada Kota Pariaman Dengan Simpatik

Written By oyong liza on Rabu, 14 Agustus 2013 | 11.42

                           Kapolres Pariaman AKBP Gandung D Wardoyo, S.iK



Gelar Pasukan Operasi MANTAP PRAJA digelar di Halaman Balaikota Pariaman pukul 09.00 WIB Hari ini. Polres Pariaman dalam Operasi Pengamanan Pilkada Kota Pariaman ini, bersinergis dengan berbagai Instansi dan Aparatur lainnya. Diantaranya, Kodim, Pol PP, BPBD, Hansip, Pramuka, Dinas Perhubungan dll. 







Dalam Sambutannya Kapolres Pariaman, Akbp Gandung D Wardoyo, menegaskan bahwa Operasi Mantap Praja 2013 digelar untuk mengantisipasi Gangguan Jamak dalam Pilkada sebagaimana contoh di daerah lainnya. Polres Pariaman juga di Backup oleh Polda SUMBAR.

"Operasi Mantap Praja 2013 Pariaman digelar untuk mengamankan Pilkada Kota Pariaman agar berjalan dengan Kondusif. Kita akan aktifkan peran Inteligen untuk Deteksi dini. Kita tidak ingin Pilkada Kota Pariaman mengganggu Kamtibmas Wilayah Hukum Polres Pariaman, oleh sebab itu kita Tidak Underestimate (menganggap remeh) dan meningkatkan Pengamanan. Contoh Pilkada Anarkis di Indonesia bisa kita lihat di Provinsi SUMUT yang mengakibatkan Ketua DPRD SUMUT Meninggal Dunia. Polres Pariaman di Backup oleh Polda Sumbar." Pidato Kapolres.

Kapolres Juga menghimbau pada seluruh Anggota Polres dalam pengamanan Pilkada nanti, agar mengedepankan sisi Humanisme.

"Petugas dilapangan agar Humanis dan jangan Arogan dalam menjalankan tugas. Dalam menjalankan Tugas musti Simpatik." Tegas Kapolres lagi.

Dalam Acara yang juga dihadiri oleh Dandim, Ketua KPU, Sekdako, Ketua Panwas serta jajaran Perwira dan Bintara Polres Pariaman, Kapolres menegaskan bahwa Polres Pariaman siap mengawal Pilkada Kota Pariaman untuk memilih Walikota - Wakil Walikota 5 Tahun kedepan dengan sebaik baiknya. Kapolres juga berharap Agar Pemilukada Kota Pariaman berjalan lancar, Jujur dan Adil.

Catatan Oyong Liza Piliang

Kapolres : Satu Teladan Lebih Baik Dari Seribu Nasehat

Written By oyong liza on Kamis, 02 Mei 2013 | 22.36








Dialog Palanta Polmas yang digagas Kapolres Pariaman Akbp Bondan Widjacsono, SH, Sik, MM Sudah berjalan Lima Bulan . hal tersebut dimaksud untuk menjalin jembatan hati dengan Tokoh Masyarakat Demi Penegakan Hukum yang memenuhi rasa keadilan di Wilayah Hukum Polres Pariaman yang mencakup Kota dan sebagian Kabupaten Padang Pariaman. hal tersebut disambut Positif oleh Tokoh Masyarakat yang hadir di Palanta Samping BPD barusan. Palanta ini dikenal Palanta Politik paling Kritis yang ada di Pariaman ini sepengetahuan saya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres bersama Kapolsek Pariaman beserta jajaran menjawab beberapa pertanyaan yang tentu saja terkait Kamtibmas serta isu terhangat menjelang Pilkada, Pemilu dan Pilpres oleh Tokoh-Tokoh Masyarakat.

" Untuk Pilkada Kita bangun 'Jembatan' dengan menempatkan Satu anggota di Tiap Parpol, ini bertujuan untuk mempermudah Kegiatan Kami dalam pengamanan disetiap Kegiatan yang dilakukan Parpol jelang Pilkada dan Pemilu ini, Polres Pariaman tidak Berpolitik dan tentu saja sangat Netral terkait hal tersebut. " Ujar Bondan Ketika menjawab pertanyaan Syamwir Ali Sekretaris Partai Nasdem Kota Pariaman.

" Kami dalam waktu dekat akan menandatangani MOU Dengan KPU, PANWASLU terkait pengamanan Pilkada Pariaman 2013, Kami akan melakukan Apel Besar dan Simulasi nantinya, saya sangat berharap Kota Pariaman menjadi Contoh daerah lain karena Masyarakat Pariaman dikenal Cerdas, Demokratis serta menjunjung tinggi nilai-nilai kekerabatan, kita tidak ingin Daerah Kita ini seperti Kota-Kota lainnya seperti yang diberitakan media, Kerusuhan Masif yang berujung pada pengrusakan fasilitas umum akibat Pilkada dan kepentingan segelintir Orang." Ujar Kapolres yang disambut tepuk tangan seisi Palanta.

" Masalah Kamtibmas juga demikian, saya kembalikan kepada kearifan lokal, Tigo Tungku sajarangan Kita musti aktifkan ditengah masyarakat, Kecuali Pada Tindak Pidana tertentu. hal tersebut tentu mengacu Pada Roh penegakan Hukum itu sendiri , Hukum musti memenuhi rasa keadilan. saya miris melihat pemberitaan media Nasional seorang Ibu dipenjarakan Anaknya, kita tidak ingin hal seperti itu terjadi diwilayah Hukum saya, Ninik Mamak, Alim Ulama dan Cadiak Pandai musti diaktifkan perannya dalam hal ini. " Imbuh Kapolres yang diamini seisi Palanta.

Kapolres juga menghimbau agar Masyarakat Pariaman Tertib berlalu lalu Lintas sebagai Cerminan Budaya.

" Saya menghimbau agar Tertib Berlalu Lintas sebagai Cerminan Budaya Masyarakat Pariaman." Imbuh Kapolres yang sangat Anti dengan Tilang ini.

Tokoh masyarakat yang hadir saat itu benar-benar mengapresiasif kinerja Kapolres, banyak perubahan Positif yang dirasakan langsung masyarakat sejak kepemimpinan beliau, ketika ditanyakan apa resepnya, Kapolres yang dikenal rendah Hati ini menjawab.

" Lebih Baik memberikan Satu Keteladanan daripada seribu Nasehat ." Ujar Kapolres sambil tersenyum.

Masyarakat Juga memberikan beberapa masukan Kepada Kapolres diantaranya agar setiap Solat Jumat di Mesjid disiagakan Polwan untuk menghindari pencurian.

Catatan Oyong Liza Piliang

Inilah Tanggapan Tokoh Masyarakat Pariaman Tentang Palanta Polmas Yang Di Gagas AKBP Bondan

Written By oyong liza on Senin, 04 Maret 2013 | 16.06


Palanta Polmas Polres Pariaman terus dilakukan oleh Akbp,Bondan Witjaksono,SH,Sik,MM diwilayah Hukum mencakup Kota dan Kabupaten Padang Pariaman.hal tersebut murni dilakukan untuk mendengar keluhan masyarakat menyangkut Kamtibmas di wilayah Hukum Yang dikomandoi Bondan selaku Kapolres pemegang tongkat Komando tertinggi dijajaran Polres Pariaman," Hal ini dirasa perlu untuk mendekatkan diri kepada Masyarakat Pariaman yang terkenal suka berdiskusi di Palanta ( kedai kopi ), disini kita bisa dapat Input langsung dari masyarakat disamping laporan dari anggota kami dilapangan." Jelas Bondan selaku Kapolres Pariaman dengan senyum khasnya beberapa waktu yg lalu di palanta samping BPD Pariaman.

" Selain menerima laporan dan kritikan kami juga menerima saran pikiran Tokoh Masyarakat tentang langkah kami kedepan dalam penegakan Hukum yang memenuhi rasa keadilan." Tukuk Bondan dihadapan Tokoh Masyarakat waktu itu.

Dalam Pantauan Kami, Palanta Polmas Polres Pariaman terus dilakukan baik di Pariaman Selatan, Utara, Tengah dan Timur. ketika hal tersebut kami tanyakan Via SMS kepada Kapolres, beliau menjawab," Terus ( Palanta Polmas ) kami lakukan, Kapolsek akan Meninjau Lokasi dan di agendakan segera diberbagai tempat di wilayah Hukum Polres Pariaman." Jawab Kapolres via SMS.

Sementara itu Informasi yang kami kumpulkan dijajaran Anggota Polres Pariaman ihwal Palanta Polmas ini, salah seorang anggota Polres yang tidak mau disebutkan namanya berkata," Baru sejak kepemimpinan Pak Bondan banyak terobosan yang telah dilakukan dan itu berdampak (positif) langsung pada kami selaku anggota. Pak Bondan ini memasyarakat, cocok dengan Visi Misi Polres menjadikan Polisi Mitra Masyarakat. mengenai Ide Palanta Polmas ini pak Bondan berjuang untuk mendapat izin dari Atasan, namun karena kegigihan beliau meyakinkan Atasannya akhirnya Program ini berjalan dengan Baik." Ujar Bintara senior ini ketika kami tanya disebuah tempat Pencucian Mobil sambil tersenyum.

Sudirman Palo dan Bang Sol, Tokoh Masyarakat Pariaman yang dikenal Kritis ini di Palanta Samping BPD Waktu itu berpendapat," Sejak Zamannya Danres hingga kini Kapolres, hanya Pak Bondan Kapolres yang turun langsung kemasyarakat terkait Kamtibmas, dan Palanta Polmas ini adalah terobosan yang luarbiasa dan mungkin satu-satunya di Indonesia." Ujar Bang Sol yang diamini oleh Sudirman Palo.

" Jika ada penilaian Kapolres terbaik se Sumbar, maka Kapolres Pariaman sangat pantas mendapatkan Juara Umum." Kata Sudirman Palo serius.

Iwan Piliang, Tokoh Aktivis Nasional asal Pariaman yang pernah silaturahmi dengan Kapolres senada mengatakan," Beruntung Pariaman memiliki Kapolres seperti Pak Bondan. Indonesia butuh Puluhan Bondan lainnya di Negeri ini." Ujar Iwan Piliang tanpa menjelaskan lebih rinci makna kalimat tersebut.


catatan Oyong Liza Piliang


Dialog Palanta Dengan Kapolres Pariaman Siap Dikritik, Asal Jangan Dilempar Gelas Kopi

Written By oyong liza on Selasa, 22 Januari 2013 | 21.09




Pagi tadi ada yang baru di palanta Anih, samping BPD Pariaman. kedatangan Kapolres Pariaman Akbp,Bondan Witjaksono,SH,Sik beserta Rombongan dari Polres Pariaman memang sudah diagendakan dalam kalender baru dengan tema Palanta Polmas Polres Pariaman. hal tersebut dilakukan Kapolres untuk menjemput bola , " Salam Hormat saya pada pemuka masyarakat, Palanta Polmas saya gagas untuk jemput bola demi Kamtibmas Pariaman dan kami Polres Pariaman siap dikritik dan dimarahi oleh masyarakat,Asal jangan dilempar cangkir Kopi. Palanta Polmas ini akan terus jadi agenda kami dari Palanta ke palanta." tutur Bondan dengan sopan membuka acara, diikuti tawa seisi Palanta .


Acara barusan dimoderatori oleh H.Jamohor, " Saya memoderatori untuk menjembatani dialog Tokoh masyarakat dengan Kapolres, agar lebih fokus dan terarah." ujar Jamohor yang diamini oleh Hermanto, tokoh masyarakat Pariaman Utara.

beberapa tokoh masyarakat Pariaman yang hadir sangat tidak asing lagi semacam Faisal Arifin,Jamohor,Yulius Danil,bang Sol,Sudirman Palo,Ali,Sawir Ali,Suardi P,Hermanto juga Alwis Ilyas dan A Latif dll. Kapolres menjawab semua pertanyaan tokoh masyarakat dan juga menerima berbagai masukan lainnya.



dalam menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan,Kapolres menekankan beberapa poin penting, " Tidak semua kasus musti ditindak sesuai Hukum, sebab Hukum musti memenuhi rasa keadilan, maka dari itu kami meminta dukungan Tokoh masyarakat , dan sosialisasi ini lebih efektif jika kami turun langsung ke Palanta-palanta agar dapat masukan Ril dari Warga Pariaman." Ujar Kapolres yang tak henti-hentinya mengkampanyekan Sadar berlalu lintas ini.

Senada dengan itu, Faisal Arifin sangat mendukung langkah Kapolres kepalanta " Kebiasaan Masyarakat Pariaman yang Palapau, membahas segala sesuatu dipalanta sangat menyambut baik langkah Kapolres sehingga dapat membaur dan mendengarkan keluhan masyarakat langsung, ini musti diapresiasif dengan dukungan penuh demi Kamtibmas . dan ini terobosan yang sangat bagus dan patut ditiru oleh Pemerintah agar lebih bersinergi dengan Kepolisian dalam hal  menyangkut keamanan masyarakat." ujar Faisal yang juga keponakan Bupati legendaris Pariaman Alm Anas Malik ini dengan senyum Khasnya.

banyak hal yang dibahas dalam rentang waktu 2 jam lebih tersebut, pada intinya Kapolres ingin merangkul semua elemen masyarakat untuk bahu membahu bersama Polres Pariaman demi terjaganya Kamtibnas diwilayah Hukum Polres Pariaman.

" Baru kali ini Kapolres Pariaman hadir dipalanta menjemput aspirasi dan menerima keluhan kita sejak sepengetahuan saya, ini musti kita apresiasif dengan laku budaya taat Hukum, dan menghimbau pada sanak keponakan kita agar jangan sampai melanggar Hukum, apalagi terjerat Narkoba yang marak akhir-akhir ini." tutur Hermanto yang duduk persis disamping Kapolres ketika dialog berlangsung ini.

Catatan Oyong Liza Piliang

Kapolres Versus Indra J Piliang Dipalanta

Written By oyong liza on Kamis, 01 November 2012 | 21.14


Tadi Pagi, dipalanta samping BPD (Bank Nagari),Trending Topic Palanta adalah ihwal aksi Kapolres yang berhasil meminta Angdes berhenti mogok Nambang. hal itupun saya cek langsung ke Terminal Muaro Pariaman bersama rekan-rekan,. pengunjung palanta ini bukanlah orang-orang sembarangan, mereka bisa menggoyang Kota Pariaman dalam artian yang Ril.


 terminal muaro yang lapang

Angdes Kuning dan Hijau saya perhatikan sudah mangkal dengan tertib disana.entah siapa yang memulai topic, namun yang jelas Bakrzial dan Yulis Danil menyentil Positif postingan cepat saya hari itu tentang Mogoknya Angdes Kami Di website ini.

saya memblowup berita tersebut kala itu juga, hanya dalam beberapa jam, sudah jadi berita terekomendasi,artinya sudah banyak dibaca pemirsa baik skala Pariaman hingga Nasional dan belahan dunia lainnya. diTwitter bahkan sampai direetwit oleh Artis Dewi Sandra (menyebarkan Link berita) yang ia dapat dari Indra J Piliang.

Yulius Danil, tokoh masyarakat yang juga anggota DPRD, dipalanta tersebut terang-terangan memuji aksi Kapolres yang di anggap Pro masyarakat demi Kamtibmas, begitu juga dengan beberapa tokoh masyarakat lainnya semacam Bakrizal, Inggi, Ferry, Hermanto dan saya sendiri. Bagindo Jamohor ,yang acap mendeklarasikan diri jadi calon Walikota-Wakil Walikota dipelbagai kesempatan,ketika keseleo ngomong menanggapi hal tersebut langsung di skak mat oleh Parewa-Parewa palanta,ia terdiam dan tak mampu beradu argumentasi lagi.

"kebenaran mesti berpihak pada sisi Humanis, apa yang dilakukan pak Bondan saya acungi dua jempol" ujar Yulius Danil,"Perlu kajian mendalam dalam memindahkan Angdes ke Terminal Jati, jika dipaksakan terlalu dini, sama dengan membunuh Pasar Pariaman," ujar Bakrizal yang diamini oleh Palantaiser lainnya.

Baru pagi tadi, dipalanta ini, Topic Pilkada yang selalu mendominasi dan jadi bahan diskusi hangat bergeser gelombang siarannya. dan baru tadi pagi Kontroversi pasca majunya Indra J Piliang (IJP) Tidak terlalu banyak dibahas Palantaiser yang terkenal sangat cerdas mengupas bahan Isu semacam berita pagi di MetroTv. pembahasan tentang IJP senyap, begitu juga Balon-Balon lainnya.

Masalah Angdes musti diurus dengan baik karena ini menyangkut ekonomi Micro masyarakat kita, jika berpindah Keterminal Jati(2km dari pasar pariaman) efeknya Pasar Pariaman akan sepi. Pemko seyogyanya musti mengkaji dampak ekonomi dan sosialnya, jangan buru-buru, lihatlah ini dari sudut pandang Humanisme, masalah perut acap membuat orang kalap bahkan jadi hilang adab dalam sebuah literatur yang saya baca. mintalah masukan orang yang peka akan ilmu sosial, serta punya empati tinggi dalam menangani ini.

menangani manusia sama dengan menangani diri kita sendiri,tak satupun manusia yang mau dipersusah hidupnya . Sopir Angdes dalam kerumitan, ia musti berebut sewa dengan Ojek, belum lagi telah banyaknya masyarakat memiliki Transportasi Pribadi, sehingga penumpang setia Angdes sesungguhnya benar-benar masyarakat golongan Ekonomi yang sepantut dan sepantas kita angkat derajatnya..

Catatan Oyong Liza Piliang

Topik Terhangat

postingan terdahulu