20 March 2017

Suhatri Bur, Hoax dan Narkoba Ancaman bagi Indonesia



Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur meminta agar generasi muda Kabupaten Padangpariaman untuk tidak mudah terpancing dengan penyebaran isu yang cenderung menimbulkan perpecahan dan merusak kebhinekaan di Indonesia.

Belakangan penyebaran informasi isu yang belum jelas sempat membuat situasi keberagamaan dan kebhinekaan di Indonesia terancam.

"Penyebaran isu yang disebarkan oleh pihak tertentu, dapat memecah belah persatuan dan kesatuan serta merusak semangat kebhinekaan yang selama ini telah terjalin," ujarnya saat menjadi narasumber dalam kegiatan wawasan kebangsaan bagi generasi muda se kabupaten Padangpariaman di Hall Saiyo Sakato Pariaman, Senin (20/3/2017).

Ia optimis, upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah Padangpariaman melalui kegiatan peningkatan wawasan kebangsaan dapat mengecegah perpecahan tersebut. Ia menekankan pentingnya penanaman kesadaran kolektif kehidupan berbangsa dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa negara.

"Memelihara semangat kolektif itu penting untuk memperkuat semangat kebhinekaan, menyadari bahwa Indonesia milik bersama warga Indonesia menjadi kata kuncinya," ulasnya.

Ia juga menyoroti kondisi saat ini terjadi kemerosotan mental cinta tanah air generasi muda yang mulai terkikis secara terus menerus. Hal tersebut terlihat dari minimnya keikutsertaan generasi muda dalam peringatan kemerdekaan dan peringatan kenegaraan lainnya.

"Pendidikan wawasan kebangsaan menjadi terapi mental bagi generasi muda untuk membumikan semangat kebhinekaan," sebutnya.

Ia mengimbau generasi muda untuk menghormati keanekeramagaman yang ada di Indonesia sebagai kerangka menjaga persatuan bangsa. Hal tersebut harus dieleminir dengan pemantapan nilai-nilai Pancasila sejak dari masyarakat akar rumput. Narkoba harus dijauhi oleh generasi muda dan pemuda harus terdepan dalam memperanginya.

Dandim 0308 Pariaman, Letkol. Arh. Hermawansyah mengambarkan mempererat semangat kebhinekaan dan persatuan menjadi solusi menghadapi perang "proxy war" yang dilakukan negara lain saat ini.

"Salah satu proxy war adalah mengacaukan satu negara tidak melalui perang konvensional atau senjata. Namun menciptakan situasi yang tidak kondusif, salah satunya penciptaan konflik," terangnya.

Dikatakannya, peta konflik dunia menggambarkan bahwa konflik terjadi kawasan atau negara potensi sumber daya alam yang kaya. Indonesia yang terletak pada garis katulistiwa menjadikan Indonesia sebagai negara kaya dengan sumber daya alam.

"Kondisi ini rawan dijadikan tujuan perebutan sumber daya alam dari negara lain, sehingga upaya penguasaan SDA melalui penciptaan konflik," ungkapnya.

Salah satu ancaman nyata bagi pertahanan Indonesia adalah penyalahgunaan narkoba yang terjadi di Indonesia. Pasokan narkoba yang masuk dari negara lain dapat diterjemahkan sebagai perang yang dilakukan pihak lain untuk menghancurkan generasi mudanya.

Sebagai komitmen TNI sebagai alat pertahanan dalam memberantas narkoba, ucap dia, dilakukan dengan membersihkan internal TNI dari penyalahgunaan narkoba.

Nanda

16 March 2016

Pemuda Pariaman Harus Mampu Jadi Pelopor dan Penggerak Pembangunan


Asisten Tata Praja, Khaidir, buka secara resmi kemah kedaulatan bagi organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) Kota Pariaman yang diselenggarakan di Desa Kampung Apar, Kecamatan Pariaman Selatan, Selasa (15/3).

Dia menyebut, pemuda merupakan pelopor dan pengerak perubahan di garda paling depan.

"Pemuda bagi Bangsa Indonesia adalah kelompok usia yang memiliki nilai dan posisi strategis dalam masyarakat," kata dia.

Dalam sejarah perjalanan Bangsa Indonesia menurut dia pemuda selalu memiliki peran besar, baik diminta maupun secara sukarela. Berbagai momen penting Bangsa Indonesia lahir dari ide, semangat dan kepemimpinan para pemuda.

"Pemuda Kota Pariaman harus mampu menjadi agent of change (agen perubahan). Pemuda Pariaman harus menjadi motor pengerak kemajuan ketika terjadi proses pembangunan," imbuhnya.

Dia mengakui kemah bhakti pemuda merupakan momentum sangat baik di mana pemuda bisa memberikan suatu karya untuk pembangunan. Kegiatan seperti itu bisa dijadikan awal kebangkitan pemuda untuk memberikan andil dalam membangun.

Kegiatan tersebut, kata dia bisa dimanfaatkan sebagi momen untuk menambah pengetahuan dan tukar pengalaman para pemuda, memperkokoh persatuan dan menumbuhkan rasa empati terhadap sesama.

"Mari pemuda Indonesia kita bangkit, terbangkan bangsa ini setinggi langit, mari kita raih bersama cita-cita bangsa Indonesia," tutupnya.

Pada kesempatan ini turut hadir Ketua DPRD Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin, Kepala Kantor Kesbangpol Yusrizal, Kabag Ops Kodim 0308/Pariaman mewakili Dandim Letkol. Arh. Endro Nurbiantoro dan Ketua KNPI Kota Pariaman, Riza Saputra.


TIM

10 March 2016

Cemaskan Dampak Negatif Globalisasi, Pemkab Padangpariaman Kumpulkan SMA/SMK Sederajad


Elda Husniwar, mewakili Bupati Padangpariaman pada acara pembinaan generasi muda se Kabupaten Padangpariaman, di Islamic Center Pariaman. Acara yang digelar oleh Bagian Kesra Setdakab Padangpariaman itu diikuti oleh seluruh perwakilan SMA/SMK sederajad di Padangpariaman.

Sambutan tertulis bupati yang dia bacakan menyebut bahwa pemuda Indonesia saat ini sudah mengalami degradasi moral, terlena dengan kesenangan dan lupa akan tanggung jawab sebagai seorang pemuda.

"Tidak banyak pemuda yang peka terhadap kondisi sosial masyarakat saat ini. Dalam urusan akademik pun banyak siswa tidak menyadari bahwa mereka dapat memberikan pengaruh besar dalam perubahan menuju kemajuan bangsa," kata dia.

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa problematika pemuda saat ini sangat kompleks, mulai dari masalah pengangguran, krisis eksistensi, krisis mental hingga masalah dekadensi moral.


"Budaya permisif dan pragmatisme yang kian merebak membuat sebagian pemuda terjebak dalam kehidupan serba instant, hedonis, dan terlepas dari idealisme sehingga cenderung menjadi manusia yang anti sosial," tambahnya.

Masalah lain yang turut menjadi pemicu terancamnya posisi pemuda, kata dia adalah lemahnya pengawasan orang tua, keluarga, serta orang terdekat termasuk pula lemahnya pemahaman pemuda terhadap agama, melanggar tatanan hukum yang berlaku yang mengakibatkan pemuda banyak terjerumus dalam pusaran pergaulan yang mengantarkan pemuda pada titik kehancuran.

"Saya melihat fenomena sekarang betapa banyak pemuda dan pemudi melakukan hal hal yang mubazir, seperti bermain game di warnet, keluyuran saat jam belajar, lebih banyak menghabiskan waktu di dunia maya dengan membangun komunitas yang membuat mereka lupa akan hakikat kehidupan yang sebenarnya," kata dia.


Sebagaimana pesan bupati yang dia sampaikan bahwa pemuda adalah tumpuan banyak orang.

"Jangan sia siakan masa muda Anda, lakukanlah hal yang bermanfaat, ingat doa dan harapan orang tua kita, jangan kecewakan mereka, jadilah generasi yang bermanfaat bagi keluarga, bangsa dan agama, pacu prestasi mari berlomba dalam kebaikan dan kesabaran inilah hakikat hidup yang sebenarnya,” ungkapnya.

Berkaitan dengan maraknya propaganda yang akan merusak dan menghancurkan negara melalui generasi muda, kata dia, hal itu sebenarnya bisa diatasi dengan kembali kepada ajaran islam yang menganjurkan umatnya selalu bertaqwa dan berserah diri kepadaNya.

“Narkoba, pergalulan bebas, aksi radikalisme merupakan ancaman serius bagi generasi muda kita saat ini. Jangan sampai pemuda terjerumus, karena itu akan mengahancurkan masa depan kita,” kata dia.



HS

3 June 2012

daki lah langik , kapulang bao kaba..

demikian kata paman saya ketika saya bujang tanggung dulu ketika meminta dicarikan pekerjaan kepada beliau, bukan tanpa alasan.. beliau ketika itu "urang mamacik" disebuah kota yang sangat maju pesat. dan jadi ketua diberbagai macam organisasi kepemudaan dan "jatahnyo" dari mana mana tiap bulan. ketika itu paman saya ini sudah memiliki 13 orang istri dan semua dibangunkan rumah, begitulah ilustrasi betapa "akaknya" dia saat itu..jawaban yang demikian membuat saya terdiam, terpana dan tak pernah menyangka kata2 demikian keluar dari mulut paman saya, yg andai saja jika ia mau dimanapun saat itu dia bisa saja memasukkan saya pekerjaan yang saya inginkan. namun jawabannya : "waang laki2.. dakilah langik dek waang,, kapulang jo bao kaba". sabana maleset dugaan saya ketika itu.orang lain tak terhitung banyaknya yg ia masukkan dan carikan pekerjaan.masak sama anak sendiri beliau berkata demikian.. demikianlah perasaan saya saat itu..


namun meskipun beliau berkata demikian namun uang belanja saya selalu ada yang mengantarkan, baik yg ia suruh dan ada juga yang dari kesadaran teman2 paman saya ini yang sangat tidak terhitung jumlahnya. saya terkenal karena saya anak kakak tertua dari paman saya ini, banyak yang segan kepada saya hanya karena faktor itu saja.. 


saya lahir dan besar memang dikota itu. seiring beriringnya waktu saya menyadari apa yang diucapkan paman saya tadi, dia mendidik saya jadi pria jantan, terhormat dan punya tanggungjawab atas apa yang saya lakukan. merantau pulalah saya kesebuah pulau yg masih satu provinsi dengan kota kelahiran saya ketika itu.. dari sinilah saya belajar jadi "seorang laki laki". identitas saya sembunyikan, sebab dikala itu memang saya memang lagi jadi DPO karena sebuah kasus. disanapun dikalangan "akak" nama paman saya sangat dipandang, namun saya menyembunyikan identitas diri saya demi keselamatan nyawa saya pula. semua nasehat ayahanda dan paman serta orang2 yang saya hormati semasa dikota kelahiran saya , saya terapkan. prinsip hidup saya tanamkan, dimana laki2 tidak boleh menyesal, tak boleh takut, dan jangan sekali2 merendahkn oranglain, serta perbanyak teman dari kalangan mana saja.. disini saya berkawan dengan etnis madura, batak, flores, ambon , makasar dll.. sesuai prinsip hidup yang saya pegang dan saya tanamkan saya diterima disemua kalangan dari berbagai etnis, dan berbagai macam pula karakteristik bawaan mereka.. disini saya bisa hidup.. punya penghasilan melimpah dan suka berfoya2.. kenapa? saya masih amat muda matah yg masih belum mengecap kenikmatan dunia.. begitu mudahnya mendapatkan uang di dalam jalan hidup yang saya pilih ketika itu membuat saya lama kelamaan bosan juga.. sedikit demi sedikit kesadaran saya tumbuh.. hati kecil saya tidak sesuai dengan kehidupan saya rupanya...


banyak yang bilang saya terlalu beruntung jadi orang ketika itu.. selain gagah (ini kata orang lho.. jangan sirik ye :) ) saya juga pintar berdiplomasi dan juga punya mentalitas yang tak kalah dengan paman saya tadi. namun perbedaan saya dan dirinya hanya satu.. apa itu ? saya terlalu takut akan kehidupan sesudah mati.. bukannya paman saya tidak takut juga,, namun pola hidupnya tidak mencerminkan akan hal itu.. mungkin kesadaran ini timbulnya akibat didikan mandeh saya juga semaca kecil,, belum genap 6tahun saya sudah bisa menghapal ayat kursi, disekolah dasar saya lulusan terbaik. sadar akan hal ini saya pulang kampung.. lalu ke bukittinggi dimana kakak perempuan saya berdomisili. banyak pekerjaan yang telah saya coba, dan tentu saja aliran hidup saya terpakai juga dikota ini, namun tak separah seperti apa yang saya lakukan dikota2 lainnya.. 


lompatan besar dalam diri saya sebenarnya tidaklah terlalu wah.. saya hanya mencoba hidup dengan pola batin sehat, saya hanya mencoba membaur dengan masyarakat yang selama ini sangat susah bagi saya untuk menyesuaikan diri dengan mereka. namun lambat laun akhirnya bisa juga saya lakukan dikampung saya ini. sekarang meskipun saya tidak bisa juga dikatakan kaya atau sebaliknya merasa menemukan siapa diri saya sesungguhnya. saya sangat bersyukur punya paman yang tidak mau memanjakan anaknya. saya sangat bersyukur tidak dicarikannya pekerjaan kala itu .. dan saya amat sangat bersyukur ketika kata kata itu terluncur dari mulutnya.."DAKILAH LANGIK, KAPULANG BAO KABA"

catatan oyong liza piliang

4 May 2012

PERAN PEMUDA SEBAGAI UJUNG TOMBAK PEMBANGUNAN KOTA PARIAMAN
                
                            IR.H.RUSLAN ABDULGANI (SEKJEN PKDP PUSAT)


sebagaimana kita ketahui bersama negara ini didirikan, diperjuangkan dan diproklamasikan oleh pemuda.pemuda dalah generasi penerus bangsa ini kedepan. baik buruknya era masa depan ditentukan oleh pemuda era sekarang ini.begitu pula untuk kota pariaman pemuda sebagai ujung tombak pembangunan maju mundurnya kota ini kedepannya, dan juga bertanggung jawab terhadap generasi berikutnya (estafet).


pemuda khususnya dikota pariaman memiliki tantangan yang sangat berat terhadap pembanguna kota pariaman,termasuk juga pembangunan SDM generasi penerusnya.guna mensejahterakan masyarakat pariaman, karena kota pariaman tidak memiliki SDA (sumber daya alam). maka dari itu dituntut peran pemuda dalam penetrasi agresif demi meningkatkan SDM. untuk itu pola pikir pemuda harus dirubah menjadi kreatif dan inovatif serta berjiwa enterpreneurship atau kewira usahawan yang mandiri demi menopang jalannya roda pembangunan kota pariaman.


berfikir kreatif dan inovatif dapat dilakukan dengan terobosan2 dan mengemukakan ide2 yang membawa perubahan positif, dengan istilah yang ambo pakai "RESTORASI KOTA PARIAMAN".disamping itupemuda dituntut harus berjiwa wiraswasta yang dapat menyerap tenaga kerja dan juga menghasilkan sesuatu yang bernilai bagi pembangunan kota pariaman yang dinamis dan seutuhnya.


pemuda tidak lagi berfikiran konvensional yang menerima , menjadi buruh , pns dan karyawan akan tetapi telah banyak kita lihat pemuda yang mandiri dalam menciptakan sesuatu. mendirikan usaha dan menjadi pemimpin.untuk dapat menjadi pemuda kreatif dan inovatifserta berjiwa wiraswasta tersebut pemuda harus memiliki wawasan,networking (memiliki jaringan) , integritas ,serta moral yang baik ,sesuai dengan kearifan dan budaya diminangkabau adat basandi syarak,syarak basandi kitabullah. atau dalam arti kata lain pemuda selain berwawasan luas dan punya jaringan kuat selain dituntut berperan positif dalam pembangunan kota pariaman ,juga harus menjunjung tinggi integritas moralnya, dan tentunya pemuda demikianlah harapan dan tulang punggung kota pariaman kedepannya.


opini : IR. H. RUSLAN ABDUL GANI (wartawan senior dan tokoh pemuda pariaman dijakarta)

follow twitter @oyongliza76