Telusuri Peredaran Mie Instan Daur Ulang, Tim Perindagkop Pariaman Datangi Distributor
Ilustrasi mie instan. Foto/istimewa/internet
Pariaman --- Jajaran Dinas Perindagkop UMKM Kota Pariaman melakukan pengecekan ke distributor mie instan yang ada di kota Pariaman. Penelusuran dilakukan menyusul ditemukannya praktek daur ulang mie instan kadaluarsa di salah satu tempat di kota Padang.

"Kita lakukan pengecekan pada distributor, dari hasil pengecekan belum ada kia temukan," ujar Kadis Perindagkop UMKM Kota Pariaman, Gusniyetti Zaunit di Pariaman, Selasa (5/12).

Selain melakukan pada distributor dan agen, pihaknya berencana akan coba lakukan pengecekan lagi kemungkinan peredaran distribusi dilakukan oleh pabrik---yang mengolah mie kadaluarsa tersebut---langsung ke toko atau konsumen seperti warkop dan pedagang bakso.

"Bersama BPOM, Disperindag Provinsi akan kita cek juga, makanya kita kumpulkan informasi dulu," ulasnya.

Meskipun belum ditemukan peredaran "mie daur ulang" di Pariaman, namun pihaknya mengimbau masyarakat dan pedagang kelontong untuk tetap berhati-hati dalam membeli mie instan. Ia juga meminta agar masyarakat melaporkan jika menemukan indikasi atau peredaran mie instan kadaluarsa daur ulang.

"Masyarakat jika menemukan peredaran mie tersebut, silahkan lapor kita akan langsung lakukan pengecekan," ulasnya.

Sebelumnya, praktik daur ulang mie kadarluarsa ditemukan di sebuah pabrik di kawasan By Pass Padang beredar luas di media sosial. Dalam rekaman yang didugan diambil dengan kamera tersebunyi itu, memperlihatkan para pekerja pabrik mendaur ulang mie instan kadarluarsa dikemas dalam bungkus baru. 


Yosi (40) warga Pariaman Tengah, mengaku terkejut mendengar informasi beredarnya mie kadaluarsa. Ia mengatakan jarang memperhatikan kode kadaluarsa saat membeli mie instan di warung-warung.

"Karena kita selalu percaya dan tidak menyangka," ujarnya.

Mendapati kabar tersebut ia menyebut akan lebih berhati-hati membeli mie instan. Ia khawatir mie yang ia beli hasil daur ulang yang membahayakan kesehatan ia dan keluarganya.

"Kalau kadaluarsa berarti udah ga sehat dan berbahaya. Kita berharap hal ini disikapi serius oleh pihak berwajib," tukuknya.(Nanda)