Mukhlis Imbau Pedagang di Pulau Angsoduo Jaga Kebersihan
Foto/Phaik
Pariaman ----- Walikota Pariaman Mukhlis Rahman tinjau sejumlah lokasi wisata Pariaman, termasuk Pulau Angsoduo dan posko pengamanan Idul Fitri 2018, Selasa (19/6).

Mukhlis pada kesempatan itu juga menyidak kesiapan para petugas yang disiagakan pada sejumlah lokasi wisata dan pelayanan selama libur hari raya.

Kepada petugas gabungan selama lebaran ia berpesan agar melayani pengunjung sebaik-baiknya. Di kawasan wisata sejumlah petugas terlibat dalam mengamankan dan melayani pengunjung selama lebaran.

Di antaranya petugas medis Dinas Kesehatan, petugas Dinas Perhubungan dan Satpol PP, serta personil TNI dan Polri dari Polres dan Kodim 0308/Pariaman.

Dalam peninjauan tersebut, Mukhlis didampingi Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan, Pimpinan DPRD Syafinal Akbar, Kadishub Kota Pariaman Yota Balad, jajaran Kodim 0308 Pariaman, Kadis Kesehatan Bachtiar, Kadis Satpol-PP dan Damkar Handrizal Fitri dan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Elvis Candra.

Adapun tiga posko yang ditinjau tersebut terletak di Kawasan Pasar Pariaman, Pantai Gandoriah dan Pulau Angso Duo.

Mukhlis mengimbau kepada para pedagang yang berjualan di sejumlah objek wisata, termasuk Pulau Angsoduo, agar menjaga kebersihan. Para pedagang makanan dan minuman diminta membersihkan lokasi dagangannya dari sampah yang berserakan.

"Khusus bagi pedagang di Pulau Angsoduo agar mengumpulkan kembali sisa sampah untuk dibawa ke daratan oleh Petugas DLH Kota Pariaman," kata dia.

Ia mengancam akan menindak pedagang yang mengindahkan aturan tersebut. Para pedagang di pulau yang tidak memperhatikan kebersihan, tidak diperbolehkan lagi berjualan di pulau itu.

"Apabila besok masih kami lihat sampah seperti ini, kami akan lakukan penindakan. Pedagang tidak boleh lagi berjualan di Pulau Angsoduo ini, " katanya. (Tim)
Lelah Bawa Kendaraan? Polres Pariaman Persilahkan Tidur di Polsek dan Pos Lebaran
Foto/Nanda
Pariaman ----- Kasat Lantas Polres Pariaman, Iptu Fitri Dewi Utami, mengimbau pemudik dan pengendara untuk tidak memaksaan diri mengemudi atau berkendara jika dalam kondisi lelah atau kurang sehat.

Dia berkata mengemudi dalam kondisi mengantuk dan kelelahan sangat membahayakan. Mengemudi dalam waktu yang lama dan jarak tempuh yang jauh, menghilangkan konsentrasi mengemudi.

Selain itu, kondisi badan yang lelah dan mata mengantuk, kerap menjadi penyebab kecelakan lalulintas karena lepas kontrol.

"Kami sampaikan informasi kepada pemudik dan pengguna jalan lainnya untuk tidak mengemudi dalam kondisi mengantuk. Jika lelah dan mengantuk, istirahatlah," ujarnya di Pariaman, Senin (18/6) siang.

Selama operasi Ketupat Singgalang 2018 ini, sebut dia, pengemudi bisa memanfaatkan pos dan kantor polisi untuk beristirahat.

"Bisa gunakan pos pengamanan ataupun kantor Polsek yang ada," ulasnya.

Dikatakannya, Satlantas Polres Pariaman juga telah menambah pemasangan spanduk imbauan agar pengemudi tidak berkendara dalam kondisi tidak sehat. Spanduk dipasang pada titik rawan terjadinya lakalantas yang tersebar di wilayah Polres Pariaman.

Selain itu, pihaknya juga memasang spanduk cipta kondisi tersebut, memberikan warning atau peringatan kepada pengguna jalan sebelum melewati ruas jalan rawan terjadinya lakalantas. Beberapa titik rawan lakalantas tersebut, dengan kondisi tikungan tajam, ruas jalan yang lurus.

"Kondisi tikungan tajam dan rawan terjadinya kecelakaan seperti tikungan di dekat jembatan Batang Kamumuan, Sungai Limau. Sepanjang jalan Siti Manggopoh dengan jalan yang lurus rawan terjadi kecelakaan, karena pengemudi memacu kecepatan tinggi," ulasnya.

Sebelumnya, kasus kecelakaan yang disebabkan out control dan terjun ke jurang di Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu (17/6) memakan korban jiwa. 2 orang korban tewas dan 9 orang lainnya luka dalam kecelakaan yang terjadi Jalan Padang-Pessel, tepatnya di Kelok Patai. (Nanda)
Mandi Laut Bersama Ponakan, Kepsek SD Terseret Arus
ilustrasi
Pariaman ----- Seorang Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Pariaman, nyaris tewas terseret ombak saat mandi laut di Pantai Pasie Lohong, Senin (18/6) sore.
      
Korban Wel Novia, 53 tahun, merupakan warga Pasie Lohong, Kecamatan Pariaman Tengah. Kejadian nahas tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Saat kejadian, korban bersama dua orang keponakannya, M. Nabil, 11 tahun dan Sadam, 12 tahun, sedang mandi laut yang tidak jauh dari rumahnya.

Kondisi cuaca yang kurang bagus dan gelombang laut yang tinggi, diduga menjadi penyebab terseretnya korban ke tengah laut.
      
Salah seorang saksi mata warga Pasie Lohong di lokasi kejadian, Afrianto, 40 tahun, mengatakan, saat kejadian dirinya sedang bersantai di pantai. Tiba-tiba, kata dia terdengar teriakan minta tolong dari salah seorang remaja.

"Bersama warga lain, kita bergegas menyebur ke laut untuk memberikan pertolongan," kata dia.
      
Tidak berselang lama, korban akhirnya berhasil diselamatkan warga. Usai diberikan pertolongan pertama di pinggir pantai, korban langsung dievakuasi ke UGD RSUD Pariaman.
       
"Dua orang keponakannya berhasil ke tepi pantai. Korban terseret ombak. Tadi itu gelombang cukup tinggi," terang Afrianto.
        
Hingga berita ini diturunkan, korban masih mendapatkan perawatan medis di RSUD Pariaman. (Nanda)
Hari Raya Ketiga: Pantai Pariaman Membludak, Parkiran Melimpah
Macet total di sepanjang pantai Gandoriah, Lohong hingga Pantai Cermin. Foto/Nanda
Pariaman ----- Kawasan Pantai Pariaman menjadi lokasi favorit bagi wisatawan selama berlibur lebaran. Sejumlah objek wisata yang terletak di sepanjang pesisir Pariaman, diserbu pengunjung. Tidak hanya lokal, pengunjung juga berasal dari sejumlah daerah luar Sumatera Barat, bahkan dari pulai Jawa.
        
Hasil pemantauan wartawan sejak pagi hingga sore hari, Minggu (17/6), tidak kurang sekitar 50.000 orang wisatawan tumpah ruah di sepanjang pantai Pariaman. Begitu juga dengan arus kendaraan yang mengarah ke kawasan pantai, juga terus meningkat.
      
Volume kendaraan yang membludak, membuat arus lalulintas di sepanjang pinggir pantai yang mengarah dari arah Pantai Cermin menuju Pantai Gondariah, sedikit tersendat.
     
Tidak hanya itu, kantong-kantong parkir yang disediakan Pemko Pariaman tidak mampu lagi menampung tingginya volume kendaraan.
     
Kepala Dinas Perhubungan Kota Pariaman Yota Balad mengatakan, pihaknya telah menyediakan banyak kantong parkir di kawasan wisata Pariaman. Jumlah kantong parkir pada lebaran Idul Fitri 1439 Hijriyah, juga mengalami penambahan jika dibandingkan tahun sebelumnya.
    
"Hasil pemantauan kami, pengunjung tahun ini membludak dan meningkat dari tahun sebelumnya. Kantong parkir yang telah kita tambah pun, penuh," kata Yota.
    
Ia mengatakan, wisatawan juga dapat memarkir kendaraan pada lahan parkir yang disediakan secara mandiri oleh masyarakat. Tidak perlu takut, soal tarif juga sama dengan yang ditetapkan pemerintah.
    
"Tarif parkirnya sama dengan yang ditetapkan oleh pemerintah. Kami sebelumnya sudah mamanggil masyarakat tersebut dan mengeluarkan edaran soal tarif parkir. Tidak boleh lebih dan sejauh ini belum ada keluhan dan laporan soal tarif parkir di kawasan wisata," ulasnya.
     
Ia menyarankan agar tidak terjebak kemacetan, pemilik kendaraan memarkir kendaraan diluar kawasan wisata pantai. Untuk mengurangi kemacetan di Pantai Gondariah, pihaknya menutup jalan pinggir pantai Gondariah untuk kendaraan.
    
"Parkirnya di kantong parkir luar, nanti bisa jalan kaki ke pantai. Minimal mengurangi kemacetan. Sedangkan mendekati pantai Gandoriah, jalan kita tutup untuk kendaraan. Hanya untuk pejalan kaki saja" pungkasnya. (Nanda)
Lebaran 2018, Piaman Banjir Pemudik
Suasana Pantai Gandoriah saat lebaran 2016 lalu. Foto/istimewa
Pariaman ----- Memasuki H-2 Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah, ratusan mobil perantau Pariaman dan Padangpariaman sudah lalu-lalang di jalanan. Dalam pantauan wartawan sejak tadi malam hingga siang ini, Rabu (13/6), mobil-mobil seperti plat BM dari Riau, D dari Bandung, B dari Jakarta, F dari Bogor, BK dari Sumut dan beberapa plat BD dan BG dari Bengkulu dan Palembang.

Kasatlantas Polres Pariaman Iptu Fitri Dewi Utami memperkirakan lonjakan kendaraan pemudik akan terus meningkat hingga Jumat (15/6) mendatang. Dari pantauan jajarannya di Simpang Kuraitaji Pariaman dan Gasan Ketek Batas Agam dan Padangpariaman, jumlah perantau yang pulang kampung menggunakan mobil pribadi mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

"Lonjakan pemudik menggunakan kendaraan pribadi tahun ini meningkat dari tahun lalu. Hingga Jumat depan akan terus meningkat," ujarnya.

Lonjakan mudik lebaran 2018 di Pariaman tidak terlepas dari panjangnya masa cuti bersama dan liburan kenaikan kelas anak sekolah. Libur sekolah malahan hingga 9 Juli mendatang dan cuti bersama hingga 21 Juni yang dimulai sejak 9 Juni lalu.

Randi (41) perantau asal Kota Pekanbaru, Riau, mengaku sudah pulang kampung ke Pariaman sejak 10 Juni lalu. Ia bersama teman-teman beserta kerabatnya konvoi hingga tujuh mobil pribadi.

"Akan ada lagi 10 mobil yang akan nyusul malam ini (13/6). Kita perantau Piaman (Pariaman-Padangpariaman) di Riau sangat banyak. Ratusan ribuan lah kira-kira dan mayoritas mereka pada pulang kampung," ujarnya di salah satu tempat pencucian mobil di Pariaman.

Menurut Randi, lebaran tahun ini ia akan lebih lama di Pariaman mengingat anak-anak mereka pada libur panjang sekolah. Pria yang berprofesi pedagang ini tak perlu buru-buru kembali ke Pekanbaru sebagaimana lebaran tahun sebelumnya.

"Lebaran tahun kemaren kepepet. Mau lama-lama gak mungkin karena anak-anak pada mulai sekolah, kan," jelasnya.

Lain Randi, lain pula Rini (37). Ibu tiga anak asal Padangpariaman ini sudah 11 tahun merantau di Jakarta. Ia dan suaminya pekerja profesional di perusahaan swasta asing dengan gaji puluhan juta per bulannya.

Rini lebih memilih liburan lebaran 2018 menggunakan transportasi pesawat terbang ketimbang menggunakan mobil pribadinya. Tiket bersama suami dan ketiga anaknya telah ia pesan jauh hari sebelumnya hingga ia tiba di Pariaman 12 Juni lalu.

"Jauh hari kita juga sudah rental mobil di sini. Takut bawa mobil dari Jakarta ke Pariaman, lagian juga belum pernah. Sejak cuti, kita belanja oleh-oleh dahulu buat ayah dan ibu, mandeh, sepupu, keponakan dan bingkisan buat teman-teman. Nyampai di kampung puas rasanya kita bisa bantu dunsanak," ujarnya.

Selama liburan di Pariaman ia mengaku akan mengunjungi sejumlah lokasi wisata. Tak lupa mengunjungi Pulau Angsoduo dan Pulau Tangah. Ia juga berencana akan mencoba snorkeling di pulau-pulau tersebut.

"Iya, ita akan puas-puasin lebaran kali ini. Wisata Pariaman itu kan keren sekarang. Kita berharap akomodasi ke pulaunya aman," pungkasnya. (OLP)
SPBU Jati Pariaman: Stok BBM Aman Jelang Lebaran
Ilustrasi/istimewa
Pariaman ----- Pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pastikan stok BBM di Kota Pariaman, aman. Tiga SBPU yang tersebar di tiga titik, di Desa Toboh Palabah Kecamatan Pariaman Selatan, SPBU di Desa Jati Hilir Kecamatan Pariaman Tengah dan SBPU Kelurahan Kampung Pondok Kecamatan Pariaman Tengah.
   
Aris, salah seorang pengelola SPBU memastikan stok BBM berbagai jenis menjelang libur lebaran Idul Fitri 1439 Hijriah atau tahun 2018 mencukupi. Pasokan BBM dari Pertamina masih seperti biasaya.

“Stok hingga saat ini masih mencukupi. Pasokan masih normal seperti hari biasa,” ujarnya.

Menurut Aris, hingga saat ini pembelian BBM oleh masyarakat untuk semua jenis, masih relatif normal. Belum terlihat adanya peningkatan atau lonjakan pembelian BBM oleh masyarakat. Ia memprediksi, lonjakan konsumsi BBM akan terjadi pada H+1 lebaran Idul Fitri, bertepatan dengan masuknya kendaraan perantau yang pulang ke kampung halaman.

Di SPBU 14.255.592 Desa Jati Hilir Kota Pariaman, tidak menstok BBM jenis premium. Sedangkan jeni solar tersedia 22.157 liter, jenis Pertamax sebanyak 17.118 liter dan Jenis Pertalite sebanyak 36.093 liter.

“Sampai saat ini masih normal, paling meningkat sedikit saja. Prediksi kami, lonjakan terjadi pada satu hari setelah salat Idul Fitri, seiring dengan mulai banyaknya kendaraan dari rantau yang tiba di Pariaman. Pasokan dari Pertamina masih normal, namun jika konsumsi meningkat, kita langsung pesan sehari sebelum BBM nya habis,” pungkasnya. (Nanda)