FGD Evaluasi Pilkada, KPU: Filosofi Batabuik Terwujud di Pilwako Pariaman
FGD KPU dengan stakeholder dalam rangka evaluasi Pilkada Pariaman 2018.
Pariaman - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman klaim penyelenggaraan pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman berjalan sukses. Tahapan pemilihan berjalan lancar, hingga ditetapkannya pasangan walikota dan wakil walikota Pariaman terpilih pada 27 Juli 2018 silam.

Koordinator Divisi Perencanaan Program dan Data KPU Kota Pariaman Alfiandri Zaharmi menyebut empat indikator pelaksanaan pilkada sukses, dicapai pada penyelenggaraan Pilkada Kota Pariaman.

Pertama, kesuksesan penyelenggaraan dilihat dari sisi ketetapan pelaksanaan tahapan dengan jadwal yang ditetapkan. Selama tahapan pilkada, KPU Kota Pariaman melaksanakan sesuai dengan jadwal. Kedua, tidak adanya sangketa proses dan sangketa hasil pemilihan menandakan jika hasil pemilihan diterima oleh seluruh pihak.

Indikator lainnya adalah tingkat partipasi pemilih tinggi. Pada pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman tahun 2018, tingkat partisipasi pemilih pada Pilwako Pariaman 2018 mencapai target yang ditetapkan yakni 75 persen. Partisipasi pemilih 2018 mengalami Peningkatan dibandingkan pada saat Pilwako 2013 sebesar 63 persen.

"Indikator keempat adalah pilkada kita aman dan damai. Gambaran 'Batabuik' dalam Pilkada terwujud, meski adanya peningkatan tensi politik namun tidak ada gesekan di tengah masyarakat," rincinya.

Menurut Alfiandri, kesuksesan penyelenggaraan merupakan kerja keras seluruh pihak. Bukan hanya oleh penyelenggara pilkada saja, peran paslon, tim kampanye, partai politik selama kampanye mampu memberikan pendidikan politik kepada pemilih.

"Seluruh pihak punya peran masing-masing untuk keberhasilan penyelenggaraan Pilwako ini. Masyarakat sangat dewasa dan menghormati perbedaan pilihan," ulasnya.

Ia mengatakan, KPU Kota Pariaman juga telah mengelaborasi saran dan evaluasi dari tokoh, parpol, pasangan calon, tim kampanye dan media terhadap penyelenggaran Pilwako Pariaman 2018. Hal itu akan digunakan sebagai perbaikan dan peningkatan kualitas penyelenggaraan pemilihan ke depan.

Beberapa evaluasi diberikan yakni terkait dengan pemutakhiran data pemilih, pelibatan kepemudaan lebih luas mensosialisasikan pilkada dan penguatan koordinasi antar penyelenggara.

"Hasil evaluasi dengan stake holder sudah kami elaborasi semua. Nanti ini akan kita kirimkan agar pelaksanaan pilkada di Kota Pariaman makin optimal," pungkasnya. (Nanda)

KPU Pariaman Tetapkan DPT Pileg 2019


Pariaman - KPU Kota Pariaman tetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 tingkat Kota Pariaman. Penetapan DPT dilaksanakan di Meeting Room Hotel Nan Tongga Pariaman, Selasa (21/8).

DPT Kota Pariaman pada pemilu tahun 2019 sebanyak 61.342 pemilih, terdiri dari 30.113 pemilih laki-laki dan 31.229 pemilih perempuan.

Ketua KPU Kota Pariaman Boedi Satria didampingi Kordiv Perencanaan Program dan Data Alfiandri Zaharmi mengatakan, perubahan data pemilih DPT dengan DPSHP disebabkan adanya pemilih yang dicoret dan ada pula penambahan.

"Ada perubahan jumlah data pemilih pada DPT dibandingkan jumlah pemilih pada DPSHP. Penambahan terjadi setelah dilakukan pengecekan dan tanggapan masyarakat atas DPSHP pada pojok pemilu yang ditempatkan KPU Kota Pariaman. Tanggapan tersebut kita cek dan inputkan dalam data pemilih," ujarnya.

Ia memastikan tidak ada NIK invalid pada data pemilih Pemilu 2019. Hal ini disebabkan seluruhnya telah terekam pada data kependudukan.

"Sedangkan pemilih yang tidak melakukan perekaman data KTP elektronik, dipastikan tidak dapat menggunakan hak pilih pada pemilu 2019," ulasnya.

Namun, jelas Boedi, bagi pemilih belum terdaftar di DPT, masih bisa menggunakan hak pilih apabila melakukan perekaman data KTP elektronik.

 "Bagi yang telah merekam, akan masuk dalam DPTB satu bulan sebelum pemungutan suara pemilu legislatif 2019," pungkasnya. (Nanda)