KPU Pariaman Plenokan Penambahan DPS
Ketua KPU Pariaman Boedi Satria serahkan pleno penetapan DPS kepada Dukcapil Pariaman
Pariaman ----- Pemilih pemula Kota Pariaman sumbang penambahan Daftar Pemilih Sementara (DPS) pemilihan umum tahun 2019. Sebanyak 1.384 orang pemilih pemula, masuk dalam DPS yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman dalam rapat pleno terbuka di Aula Hotel Nan Tongga, Minggu (17/6) pagi.
       
Koordinator Divisi Perencanaan Program dan Data KPU Kota Pariaman Alfiandri Zaharmi, menuturkan DPS pemilu legislatif dan presiden 2019, meningkat. Jika DPT terakhir, yakni pada pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018 sebanyak 59.245 orang pemilih, kini bertambah menjadi 60.629.

Pemilih pada DPS terdiri dari 29.758 orang pemilih laki-laki dan 30.871 pemilih perempuan. Penambahan tersebut disebabkan dimasukkannya pemilih pemula.
       
"Hasil pemutakhiran DPT Pilwako Pariaman 2018 ditemukan 1.384 orang pemilih pemula. Sehingga DPS pemilu jadi meningkat dibandingkan DPT pemilihan terakhir," tutur Alfiandri.
        
Menurut Andi, kecamatan Pariaman Tengah menjadi daerah yang memiliki penambahan pemilih pemula signifikan dibandingkan kecamatan lain. Tercatat sebanyak 457 orang pemilih pemula menyumbang penambahan DPS Kota Pariaman untuk pemilu 2019.
       
Dikatakannya, DPS yang telah ditetapkan melalui rapat pleno ini, selanjutnya diumumkan kepada publik. DPS akan diumumkan di tempat umum seperti warung, kantor desa atau kelurahan.
       
"Tujuannya adalah agar publik bisa menanggapi apabila ada masyarakat yang belum masuk namanya dalam DPS dapat melaporkan ke petugas PPS untuk diakomodir dalam Daftar Pemilih Hasil Perbaikan (DPHP)," kata dia.
       
Sementara itu, masih adanya wajib KTP yang belum melakukan perekaman data KTP Elektronik, pihaknya terus mengupayakan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat untuk melakukan perekamaan data KTP Elektronik.
       
"Kami terus sampaikan. Apalagi musim mudik warga kita pada pulang kampung, kita imbau untuk memanfaatkan waktu untuk melakukan perekaman data," pungkasnya. (Nanda)
KPU Pariaman Bilang Isu Feminisme Bisa Rangkul Pemilih Perempuan
KPU Kota Pariaman sosialisasikan Pilkada Pariaman 2018 dengan kelompok perempuan se kota Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman ----- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman sosialisasikan penyelenggaraan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pariaman 2018 kepada kelompok atau komunitas perempuan se Kota Pariaman, Kamis (26/4).
      
Ketua KPU Kota Pariaman Boedi Satria mengatakan, sosialisasi itu diselenggarakan untuk mendorong perempuan memiliki pilihan politik mandiri sesuai dengan pertimbangan politik pribadinya.
     
"Terkadang pilihan politik perempuan dipengaruhi oleh suami atau lainnya. Perempuan punya hak politik yang sama dengan laki-laki," terang Boedi.
      
Ia menyebut jika segmentasi pemilih perempuan di Kota Pariaman sangat potensial jika digarap secara serius oleh pasangan calon. Dari jumlah pemilih, perempuan jauh lebih banyak dibandingkan pemilih laki-laki.
      
"Segmen perempuan sangat potensial jika paslon serius menggarap ini. Kampanye dialogis mengangkat isu tentang feminisme, tepat untuk merangkul pemilih segmen ini," ulasnya.
      
Dalam masa kampanye, Boedi mengimbau agar kelompok pemilih perempuan mempelajari visi dan misi paslon cawako dan cawawako Pariaman sebelum menentukan pilihan. Menurutnya, mempelajari profil, visi dan misi paslon mendorong terbentuknya pemilih rasional.
       
Acara tersebut turut dihadiri oleh Lucy Genius Umar, Ketua Persit Pariaman Lia Hermawansyah, Ketua BKMT Kota Pariaman Mahya Retti dan sejumlah tokoh perempuan Pariaman lainnya. Sosialisasi ditutup dengan deklarasi anti hoaks pada pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018. (Nanda)