Alfian Harun Sosialisasikan Anti KDRT dan Kekerasan Terhadap Anak
Alfian Harun berikan arahan kepada peserta sosialisasi penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. Foto/Phaik
Pariaman ----- Kekerasan dalam rumah tangga dan perlindungan terhadap perempuan dan anak, tidak lagi menjadi urusan suami istri yang bersangkutan atau urusan sebuah keluarga.

"Namun juga menjadi urusan publik, setiap kerabat dan masyarakat diharapkan ikut serta dalam melakukan pencegahan dan pengawasan agar kekerasan dalam keluarga tidak terjadi," ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pariaman Alfian Harun.

Hal itu ia ungkapkan saat memberikan arahan dalam sosialisasi penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dan dampak dari pernikahan dini di Desa Rambai, Pariaman Selatan, Jumat lalu.

Dengan mengikuti sosialisasi tersebut, diharapkan memberi wawasan pengetahuan kepada segenap peserta guna meminimalisir KDRT dalam rumah tangga.

"Kebanyakan korban KDRT adalah perempuan dan anak-anak," imbuhnya.

Peserta sosialisasi dalam acara tersebut adalah para perwakilan wanita yang ada di desa tersebut. Perangkat desa, dan kader desa yang bergerak di bidang kesehatan dan kemasyarakatan. Seluruh peserta berjumlah 45 orang.

Bhabinkamtibmas Polres Pariaman Bripka Afrianto yang menjadi narasumber pada kesempatan itu menuturkan, penanganan korban kekerasan dalam rumah tangga, khususnya terhadap perempuan dan anak, merupakan hal yang sangat baik dengan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan bagi seluruh peserta dalam mengatasi permasalahan tersebut, termasuk penanganan aspek psikologis bagi para korban.

"Ini langkah maju dalam upaya mengantisipasi terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam rumah tangga," kata dia.

Sedangkan bagi korban kekerasan, baik perempuan dan anak, kata dia, segera melaporkan perbuatan tersebut kepada pihak kepolisian.

"Bhabinkamtibmas sebagai perpanjangan tangan jajaran Polres Pariaman di tingkat desa, siap membantu korban untuk proses hukumnya," sambung dia.

Kepala Desa Rambai Arif Fuadi, menjelaskan bahwa penyuluhan anti KDRT bertujuan memberikan pemahaman kepada para peserta agar menghindari KDRT dalam rumah tangga atau lingkungannya.

"Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang prosedur penanganan KDRT dan memberikan pemahaman kepada peserta dampak negatif dari pernikahan dini," sebut dia.

Walaupun di desa Rambai belum terdapat kasus KDRT, imbuh dia, sebagai aparatur desa pihaknya bertanggung jawab dan berusaha mengajak para kaum perempuan faham akan dampak yang ditimbulkan oleh seorang korban KDRT. (Phaik/OLP)
60 Perempuan Korban KDRT Terima Pelatihan Keterampilan
Kepala Dinas Alfian Harun beri motivasi korban KDRT dalam sambutannya. Foto/Phaik
Pariaman --- Sebanyak 60 orang perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Pariaman ikuti pelatihan keterampilan rajutan dan arkelik, di Pariaman, Senin (26/3). Korban KDRT tersebut--rerata kepala keluarga--diberdayakan di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB).

Kepala DP3AKB Alfian Harun mengatakan, pelatihan keterampilan bagi korban KDRT adalah untuk meningkatkan kualitas perempuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Sebagai rangsangan agar mereka mampu membuka peluang usaha untuk memenuhi kebutuhan ekonominya," ungkapnya.

Ia berharap setelah melakukan pelatihan tersebut, perempuan yang juga merupakan kepala keluarga itu dapat meningkatkan keterampilan dalam pembuatan souvenir dari rajutan jaring dan arkelik.

Selain untuk meningkatkan keterampilan, kata dia, perempuan korban KDRT juga diimbau membimbing anaknya belajar agama dan salat berjamaah di masjid atau musala.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Evi Irma, menyampaikan bahwa pelatihan keterampilan pembuatan souvenir dari rajutan jaring dan arkelik, dilaksanakan selama empat hari terhitung dari 26 hingga 29 Maret 2018.

"Peserta pelatihan diikuti sebanyak 60 orang perempuan korban KDRT, 15 orang dari masing-masing kecamatan," kata Evi.

Dalama pelatihan tersebut, kepanitiaan mengundang narasumber Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Perindagkop & UKM) Kota Pariaman, Gusniyeti Zaunit, serta tiga orang fasilitator pengrajin rajutan jaring dan arkelik dari Kota Padang. (Ira/OLP)