Kodim Pariaman Renovasi Berat 4 Rumah Veteran Untuk Wilayah Padangpariaman

Dandim saat meninjau bedah rumah veteran. Foto/Nanda
Aurmalintang --- Kodim 0308/Pariaman renovasi berat rumah milik tentara veteran pejuang secara serentak di Kabupaten Padangpariaman. Renovasi rumah veteran tersebar di kecamatan Sungai Geringging, kecamatan Sungai Limau dan kecamatan IV Koto Aurmalintang itu resmi dimulai pengerjaannya oleh prajurit TNI Kodim 0308/Pariaman pada Sabtu (7/10) silam dan targetkan rampung pada Selasa (7/11) mendatang.

Dandim 0308/Pariaman Letkol Hermawansyah saat meninjau salah satu rumah veteran yang tengah direnovasi di Sungai Geringging, Rabu (1/11) siang mengatakan, awalnya dalam perencanaan, bedah atau rehab rumah veteran di wilayah Kodim 0308/Pariaman mencapai puluhan rumah yang patut untuk dilakukan rehab. Namun karena keterbatasan kemampuan dan dana, baru empat rumah saja yang bisa diperbaiki periode tahun 2017 ini.

“Program ini kerjasama dengan perusahaan BUMN, PT Jasindo. Dari puluhan yang kita usulkan baru yang disetujui untuk dibantu 4 unit. Sehingga kita tetapkan skala perioritas, bangunan yang paling tidak layak kita utamakan,” ujarnya Hermawansyah.

Dijelaskannya, bedah rumah veteran dikerjakan seluruhnya oleh personil Kodim 0308/Pariaman. Sedangkan bantuan dana yang diberikan oleh perusahaan BUMN dapat dioptimalkan untuk membeli material dan bahan bangunan.

“Semua pekerjanya dari personil kita, tukang dan buruhnya dari kita, sehingga dana bantuan dari sponsor kita optimalkan untuk keperluan bahan dan materialnya. Jika berlebih maka bangunannya akan kita perbesar dari rencana awal,” ulasnya.

Menurutnya, bedah rumah veteran merupakan program rutin Kodim 0308/Pariaman yang dibantu oleh perusahaan BUMN dengan sasaran rumah veteran atau pejuang yang tidak layak huni.

Dalam program ini, Hermawansyah mengajak masyakat dan generasi muda berpartisipasi dalam program tersebut. Tidak hanya berbentuk materil ataupun bahan bangunan, masyarakat dapat berpartisipasi melakukan gotong royong, berbaur bersama personil TNI memperbaiki rumah veteran.

“Bagi yang ingin berpartisipasi tidak hanya dengan materi saja. Partisipasi bisa dengan ikut membantu ngaduk semen, bisa bantu angkat-angkat bahan material atau gotong royong. Bisa juga jika rumah sudah selesai diperbaiki, mungkin ada masyarakat kita yang membantu kelengkapan isi rumahnya,” kata dia.

Kata Hermawansyah, agar lebih banyak lagi rumah tidak layak milik veteran di wilayah teritorial Kodim 0308/Pariaman yang bisa direnovasi, pihaknya mencoba mengkomunikasikan hal itu kepada pemerintah daerah setempat.

Untuk meningkatkan kepudulian masyarakat kepada veteran, pihaknya pun mendorong walinagari dan walikorong untuk mengajak warga agar mau membantu anggota TNI untuk bedah rumah milik veteran di daerah itu.

Salah seorang veteran yang rumahnya dibedah, Midun (86) merasa beruntung karena selama ini ia tinggal di rumah itu bersama istri dan satu anaknya.

"Saya tidak mampu merenovasi rumah yang rusak karena gempa 2009, terlebih masih menyekolahkan anak yang paling kecil di SMK," katanya.

Kegiatan bakti bedah ruman veteran menjadi program rutin Kodim 0308/Pariaman. Selain bentuk kepedulian kepada veteran, program yang dilakukan itu akan terus mendorong rasa peduli dan penghargaan masyarakat kepada veteran. (Nanda)
Kodim Pariaman Ceritakan Makna di Balik Nobar Film Merah Putih Memanggil

Pariaman --- Kodim 0308/Pariaman bersama jajaran Kantor Kamenag Kota Pariaman dan siswa MAN 1 Padusunan nonton bareng film “Merah Putih Memanggil” di salah satu Mall di Kota Padang, Jumat (13/10).

Dandim 0308/Pariaman Letkol ARH Hermawansyah, usai nobar film tersebut menjelaskan, film berkisah tentang operasi gabungan rahasia TNI untuk menyelamatkan lima orang sandera ditawan oleh kelompok teroris.

Kelompok teroris Tango pimpinan Diego yang diperankan Ario Wahab menculik lima orang  dan meminta sejumlah tebusan kepada pemerintah. Usai melakukan koordinasi dan mendapat izin dari negara asal, operasi yang melibatkan seluruh angkatan TNI: darat, laut, udara dan pasukan elit lainnya pun dilancarkan.

TNI AD melakukan sebuah operasi tertutup dengan mengirim 1 tim dari Batalyon Anti Teror Kopassus dalam regu kecil dipimpin Kapten Norman yang diperankan oleh Marulli Tampubolon dan sejumlah artis lainnya memiliki misi membebaskan sandera yang diculik ditawan oleh kelompok teroris Tango yang dipimpin Diego. Personil gabungan, juga didukung oleh Marinir, Kopaska, Penerbal, KRI Diponegoro, kapal selam KRI Nanggala dan skuadron pesawat tempur Sukhoi SU-30 dari TNI AU.

“Ada beberapa nilai yang bisa dipetik melalui film ini, pertama, semangat partriotik rela mati dengan semangat korsa “lebih baik pulang nama daripada gagal dalam tugas”. Itu menandakan bahwa seorang prajurit rela berkorban untuk negaranya. Kedua, kehebatan prajurit pilihan TNI dalam jumlah kecil melakukan operasi pembebasan hingga masuk ke titik markas teroris adalah show of bahwa Indonesia memiliki angkatan bersenjata yang hebat yang siap menjaga kedaulatan NKRI,” jelas Letkol ARH Hermawansyah.

Menurutnya, kisah yang diceritakan dalam operasi tersebut adalah kisah nyata prajurit TNI dalam bertugas. Tidak hanya prajurit, kisah keikhlasan hati keluarga melepas suami atau anak bertugas terkadang hanya pulang nama melaksanakan tugas negara. Melalui film ini, ia berharap pelajar yang telah menonton film tersebut dapat termotiviasi semangat patriotik.

“Itu nyata, suksesnya tugas seorang prajurit juga didukung oleh keluarganya,” tegasnya.

Ke depan, pihaknya siap menfasilitasi dan mendampingi pelajar atau sekolah yang ingin nobar film Merah Putih Memanggil.

“JIka ada siswa ataupun pelajar yang ingin nonton, kita akan fasilitasi kita akan antar ke tempat nontonnya dan kita juga akan dampingi,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Pariaman Muhammad Nur mengatakan, film Merah Putih Memanggil sangat memotivasi semangat juang dan patriotik generasi muda yang mulai memudar.

Pihaknya yang juga mengajak serta guru Mandrasah di Kota Pariaman itu, akan menyampaikan nilai-nilai juang yang disampaikan dalam film kepada siswa yang belum berkesempatan menonton.

Kisah kehebatan prajurit pilihan TNI dalam menyesaikan tugas negara, menimbulkan rasa nyaman dan aman masyarakat Indonesia, karena dilindungi oleh prajurit hebat. Ia berharap, dalam momen peringatan HUT TNI ke-72 tahun itu, TNI makin kuat bersama rakyat. (Nanda)
Kodim Pariaman Bedah 4 Rumah Veteran Sangat Tidak Layak Huni

Pariaman --- Kodim 0308/Pariaman serentak renovasi empat rumah milik veteran pejuang di wilayah Kabupaten Padangpariaman. Renovasi rumah veteran tersebar di kecamatan Sungai Geringging, kecamatan Sungai Limau dan kecamatan IV Koto Aurmalintang, itu resmi dimulai pengerjaannya oleh prajurit TNI Kodim 0308/Pariaman pada Sabtu (7/10) silam dan targetkan rampung pada Selasa (7/11) mendatang.

Dandim 0308/Pariaman Letkol ARH Hermawansyah mengatakan, dalam perencanaan, bedah atau rehab rumah veteran di wilayah Kodim 0308/Pariaman mencapai puluhan rumah. Namun karena keterbatasan kemampuan dan dana, baru empat rumah saja yang bisa diperbaiki periode tahun 2017 ini.

“Program ini kerjasama dengan perusahaan BUMN, PT Jasindo. Dari puluhan yang kita usulkan baru yang disetujui untuk dibantu empat unit. Sehingga kita tetapkan skala prioritas, bangunan yang paling tidak layak kita utamakan,” ujarnya di Makodim, Rabu (11/10).

Dijelaskannya, bedah rumah veteran dikerjakan seluruhnya oleh personil Kodim 0308/Pariaman. Sedangkan bantuan dana yang diberikan oleh perusahaan BUMN dapat dioptimalkan untuk membeli material bahan bangunan.

“Semua pekerjannya dari personil kita, tukang dan buruhnya dari kita, sehngga dana bantuan dari sponsor kita optimalkan untuk keperluan bahan dan materialnya. Jika berlebih maka bangunannya akan kita perbesar dari rencana awal,” ulasnya.

Menurutnya, bedah rumah veteran merupakan program rutin Kodim 0308/Pariaman yang dibantu oleh perusahaan BUMN dengan sasaran rumah veteran atau pejuang yang tidak layak huni.

Dalam program ini, Hermawansyah mengajak masyakat dan generasi muda berpartisipasi dalam program tersebut. Tidak banya berbentuk materil ataupun bahan bangunan, masyarakat dapat berpartisipasi melakukan gotong royong, berbaur bersama personil TNI memperbaiki rumah veteran.

“Bagi yang ingin berpartisipasi tidak hanya dengan materi saja. Partisipasi bisa dengan ikut membantu ngaduk semen, bisa bantu angkat-angkat bahan material atau gotong royong. Bisa juga jika rumah sudah selesai diperbaiki, mungkin ada masyarakat kita yang membantu kelengkapan isi rumahnya,” kata dia.

Ia menyebut agar lebih banyak lagi rumah tidak layak milik veteran di wilayah teritorial Kodim 0308/Pariaman yang bisa direnovasi, pihaknya mencoba mengkomunikasikan hal itu kepada pemerintah daerah setempat.

“Kita coba komunikasikan dengan pemerintah daerah setempat juga untuk ada dukungan. Bisa jadi ada program bedah rumah oleh pemerintah setempat yang bisa kita arahkan untuk pejuang veteran yang rumahnya pada kesempatan ini belum bisa direnovasi,” pungkasnya.

Bedah atau renovasi rumah sendiri, merupakan program rutin TNI yang dilakukan oleh masing-masing satuan teritorial sebagai bentuk bakti TNI kepada veteran dan pejuang. (Nanda)
Wirabraja Offroad Adventure Banjir Peserta

Pariaman --- 115 orang offroader dari berbagai daerah di Sumatera Barat ikuti gelaran Wirabraja Offroad Adventure dalam rangkat HUT TNI ke-72 di wilayah Kodim 0308/Pariaman, Sabtu (7/10) pagi.

Dalam adventure selama dua hari menggunakan mobil penggerak ganda itu, offroader akan disuguhi spot atau keindahan alam saat melintasi banyak daerah di kabupaten Padangpariaman dan kota Pariaman.

Peserta dilepas di Makodim 0308/Pariaman terlebih dahulu menyisiri pantai Pariaman dan menyusuri beberapa daerah di Padangpariaman hingga istirahat di daerah Koto Dalam Padang Sago. Pada titik perhentian itu, peserta akan istirahat di tenda yang disediakan panitia. Peserta juga akan berhibur dengan dendang KIM.

Esok hari, offroader melanjutkan petualan menyusuri lintasan yang didominasi oleh lumpur dan sungai hingga berakhir di titik finish di Pantai Kata Pariaman.

Dandim 0308/Pariaman, Letkol ARH Hermawansyah mengatakan, kegiatan itu adalah bertualang dan menjelajah daerah, bukan balapan. Meskipun offroad identik dengan olahraga balap, namun peserta diminta untuk tetap menaati aturan dan keselamatan selama berpetualang.

 “Kita berpetualang menjelajahi dan menikmati keindahan alam yang ada, bukan balapan. Nanti di titik istirahat hari ini, kita juga berhibur dengan dendang KIM," ujarnya.

Ia bahkan mengapresiasi tingginya minat offroader mengikuti kegiatan itu. Banyaknya jumlah peserta yang mengikuti kegiatan di luar perkiraan panitia yang hanya menargetkan diikuti oleh 50an peserta. Namun, kata dia, membludaknya jumlah peserta dapat diakomodasi.

Melihat tingginya minat peserta, ia berkeinginan menjadikan ajang Wirabraja Offroad Adventure diselenggarakan setiap tahunnya.

“Jika kita tidak batasi hanya dari Sumatera Barat, bisa tiga kali lipat pesertanya, sebab rekan-rekan offroader lainnya dari provinsi tetangga juga mau bergabung. Mudah-mudahan tahun depan bisa kita selenggarakan lagi, tentu dengan jumlah dan persiapan kita tingkatkan,” ulasnya.

Dalam kesempatan itu, Hermawansyah mengungkapkan apresiasinya terhadap masyarakat, pemerintah daerah, stakeholder di Padangpariaman dan kota Pariaman yang mendukung tugas TNI, khususnya Kodim 0308/Pariaman.

“TNI komitmen hidup bersama-sama rakyat, karena TNI lahir dari rakyat dan untuk rakyat, dan rakyat harus merasa memiliki TNI,” pungkasnya.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mendukung rencana Dandim 0308/Pariaman menjadikan Wirabraja Offroad Adventure sebagai agenda tahunan Kodim 0308/Pariaman.

Ia menyatakan siap bekerjasama menyelenggarakan kegiatan itu, sekaligus promosi pariwisata yang ada di Kota Pariaman.

“Kalau bisa lebih dari satu kali dalam setahun, kita tingkatkan juga pesertanya,” ujarnya. (Nanda)
Kodim 0308 Gelar Sunatan Massal bagi Anak Kurang Mampu se Kota dan Kabupaten

Pariaman --- Memperingati HUT TNI ke-72, Komando Distrik Militer (Kodim) 0308/Pariaman menggelar sunatan masal dan donor darah, Selasa (26/9) pagi.

Dandim 0308/Pariaman Letkol ARH Hermawansyah mengatakan, pihaknya telah menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam memperingati HUT TNI ke-72 itu. Selain kegiatan donor darah dan sunat massal, pihaknya juga telah melaksanakan kegiatan lomba lari 10K dan 5K bekerjasama dengan Pemko Pariaman dan kegiatan bakti sosial lainnya, jalan sehat. 

"Dalam waktu dekat Kodim 0308 Pariaman juga akan menggelar kegiatan Offroad yang dilaksanakan awal Oktober 2017 mendatang," ujarnya.

192 peserta sunatan massal HUT TNI didominasi oleh masyarakat atau anak kurang mampu di wilayah Kabupaten Padangpariaman dan Kota Pariaman. Peserta yang mengikuti sunatan telah didata oleh Babinsa.

"Rata-rata peserta sunatan massal adalah anak kurang mampu. Peserta yang mengikuti sunatan gratis ini didata oleh Babinsa," ujarnya.

Peserta yang mengikuti sunatan massal itu, kata Dandim juga diberikan kain sarung, bingkisan dan makanan.

Terpisah, Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur memuji kegiatan sunatan massal dan donor darah yang dikemas oleh Kodim 0308/Pariaman menyentuh seluruh lapisan sosial masyarakat di wilayah teritorialnya.

"Ini benar-benar menyentuh masyarakat. Dengan kegiatan yang menyentuh ini lebih mendekatkan masyakat kepasa TNI," ujarnya.

Ia mengajak masyarakat untuk mendukung program yang dilaksanakan Kodim 0308/Pariaman baik di bidang pertahanan atapun bidang lainnya. (Nanda)
30 September, Pariaman Gelar Nonton Akbar Film G30S PKI
Poster Film G30S/PKI. Foto Istimewa
Pariaman --- Sekretaris Daerah Kota Pariaman Indra Sakti mengatakan film sejarah pemberontakan G30S/PKI perlu diputar kembali di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman agar ASN memahami sejarah G30S/PKI.

"Ada ASN kita yang masih muda atau kelahiran 90an yang mungkin belum mendapatkan pelajaran sejarah tentang G30S PKI atau menonton filmnya. Dengan kembali diputar film G30S PKI, mereka akan memahami sejarah tersebut,'' ujarnya usai nonton bareng film sejarah G30S PKI di Aula Balaikota Pariaman, Senin (25/9/2017) pagi.

Memahami fakta sejarah tentang peristiwa G30S PKI, kata dia, salah satunya dengan menonton film G30S PKI guna mencegah masuknya paham komunis yang saat ini dengan mudah disebarkan melalui media sosial.

"Nonton bareng ini medianya untuk memahami sejarah G30S PKI. Jika masyarakat sudah memahami PKI sebuah ancaman, maka inilah langkah penangkalnya," sebutnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0308/Pariaman Letkol ARH Hermawansyah menjelaskan pihaknya siap memfasilitasi nonton bareng dengan memberikan file sejarah film G30S PKI. Film yang ditonton terlebih dahulu dilakukan proses editing dengan menghilangkan adegan kekerasan dan penyiksaan yang dialami oleh Jenderal TNI kala itu.

Hermawansyah menegaskan film sejarah G30S PKI jelas fakta bukan rekayasa seperti yang diungkapkan pihak-pihak tertentu yang mengingingkan komunis hidup kembali.

"Terdapat indikasi pihak-pihak yang ingin memutar balikkan fakta sejarah tentang sejarah PKI seolah-olah PKI menjadi korban dalam peristiwa kelam yang berakhir pada 1 Oktober 1965 itu," tegasnya.

Ia mengatakan, TNI dan masyarakat yang menjadi korban G30S PKI memastikan tidak pernah dendam dengan pihak-pihak yang melakukan pemberontakan G30S ataupun keluarga saat ini. Namun pemutaran film sejarah G30S PKI, lebih tepat untuk merecall ingatan masyarakat bahwa di Indonesia pernah terjadi peristiwa kelam pemberontakan.

"Perintah pemutaran kembali film G30S PKI hanyalah untuk mengingatkan kembali sejarah bahwa Indonesia pernah mengalami peristiwa kelam. Tidak ada unsur dendam dan masyarakat sudah berbaur utuh," pungkasnya.

Untuk menyeberluaskan film tersebut, rencananya masyarakat kota Pariaman akan menggelar nonton akbar film sejarah G30S PKI yang akan diikuti oleh pelajar se kota Pariaman pada tanggal 30 September 2017 mendatang. (Nanda)