Bina UMKM Pariaman, PT Semen Padang Akan Bentuk Kampung Sulaman
Puluhan pengrajin UMKM ikuti sosialisasi. Foto/Phaik
Pariaman --- Sebanyak 75 dari 7.065 UMKM di Kota Pariaman, telah bermitra dengan PT Semen Padang yang difasilitasi oleh Dinas Koperindagkop/UKM Kota Pariaman.

"Permodalan menjadi kendala utama bagi UMKM di samping pemasaran. Untuk itu kita bekerjasama dengan PT Semen Padang dalam membina UMKM," ujar Kepala Dinas Koperindagkop/UKM Gusniyeti Zaunit di Pariaman, Kamis (15/3).

Selain permodalan, kata dia, pemasaran juga menjadi kendala bagi sebagian besar UMKM yang ada di Pariaman. Semen Padang dengan dana CSR bagi UMKM sangat diperlukan bagi pengrajin Pariaman.

"UMKM yang ada di Pariaman Utara seperti Padang Biriak-Biriak, Nareh, Manggung akan menjadi kawasan Kampung Sulaman binaan PT Semen Padang. Kami mengundang para pengrajin dari kawasan tersebut hari ini bersama Semen Padang," imbuhnya.

Asisten II Setdako Pariaman Yandri Leza, mengatakan bahwa pihaknya serius mendukung sektor ekonomi kreatif sebagaimana tertuang dalam visi misi kepala daerah 2013-2018.

"Dari 7.065 UMKM yang tersebar di empat kecamatan, populasi terbesar di kecamatan Pariaman Tengah dengan jumlah 2.852 UMKM. Pertumbuhan UMKM dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, baik dari segi kuantitas maupun dari segi kualitas," kata dia.

Dengan adanya peningkatan tersebut, kata dia, menuntut peran aktif pemerintah dalam membuat terobosan baru agar UMKM mampu bersaing dan merasa terayomi.

Yandri membenarkan bahwa permasalahan mendasar UMKM adalah prasarana pendukung, permodalan, pemasaran, mutu produk dan pelayanan.

“Dengan jalinan kerjasama Semen Padang, kami yakin akan meningkatkan produktifitas  UMKM dalam mengatasi permasalahan yang ada,” ucapnya. (Ira/OLP)
Produk IKM Padangpariaman Bisa Dibeli di Kantor Perizinan (DPMPTP)
Galeri IKM dan produk sulaman timbul dipajang di ruang promosi DPMPTP, Pariaman, Selasa (13/2)
Pariaman ---- Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padangpariaman menyediakan ruang promosi bagi Industri Kecil Menengah (IKM) untuk dipamerkan di kantornya.

Ruang promosi tersebut satu ruangan dengan ruang pelayanan perizinan dan non perizinan. Produk IKM terlihat ditampilkan dalam lemari kaca yang juga mencamtumkan harga dan alamat produksi.

"Sesuai arahan Bapak Bupati, kita rangkul IKM untuk berpromosi di sini. Jadi sudah ada yang pajang baju kurung peniti emas, bordir, sulaman timbul, anyaman dan kerajinan lainnya," kata Kepala DPMPTP Hendra Aswara di ruang kerjanya, Pariaman, Selasa (13/2).

Dikatakannya bahwa terdapat 1.702 IKM yang sedang berkembang di Padangpariaman. Pelaku IKM tentunya membutuhkan promosi untuk pemasaran. Ia berharap dipajangnya produk IKM dapat menarik minat pengusaha besar atau pelaku bisnis untuk dijadikan mitra bisnis.

"Tamu di sini kebanyakan pengusaha, jadi sambil menunggu izin keluar mereka bisa melihat atau berbelanja produk IKM kita," kata Kepala Dinas termuda di Sumbar itu.

Saat ini, tambah Hendra, Padangpariaman sudah memiliki pusat oleh-oleh yang dipusatkan di Sekretariat HP3 Kec. Nan Sabaris, tepatnya di sebelah BRI Pauh Kambar. Sedangkan untuk IKM Cokelat dipusatkan di Malibou Anai, Kec  2x11 Kayu Tanam.

"Untuk cokelat malibou, masyarakat juga bisa mendapatkan di Hotel Grand Inna Padang  yang sudah kita launching baru-baru ini," kata Hendra yang pernah menjadi Ajudan Bupati ini.

Hendra juga berharap pelaku IKM juga diimbau segera mengurus izin pangan rumah tangga dan izin BPOM untuk produk tertentu. "Hal ini penting untuk keamanan suatu produk," pungkasnya. (HA/OLP)