Pencurian Ternak Sembelih di Tempat Beraksi di Kapalo Hilalang
Sisa jeroan sapi ditinggalkan oleh pelaku pencurian. Foto/Nanda
Kayutanam ---- Pelaku pencurian ternak (curnak) kembali beraksi, Senin (30/4). Dua ekor sapi milik warga bernama Eka Putri Putra, 21 tahun di Bindalang Korong Pasa Limau Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2 X11 Kayu Tanam, Kabupaten Padangpariaman raib dibawa pelaku.    
        
Dalam melakukan aksinya, pelaku yang diduga berkomplotan langsung menyembelih dan memotong tubuh sapi di lokasi.
        
Kapolsek 2X11 Enam Lingkung, Iptu Epy Kusnadi mengatakan, korban tidak tahu persis kapan waktu kejadian. Korban baru sadar dua ekor sapinya hilang pada pukul 06.00 WIB setelah korban bangun tidur.
        
"Usai tidak mendapati ternaknya, korban melakukan pencarian di sekitar kandang. Korban kaget saat menemukan isi perut sapi dengan jarak dari kandang," ujarnya.
         
Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian lebih kurang Rp25 juta. Menurut Iptu Epy Kusnadi, curnak yang terjadi merupakan kejadian kedua. Sebelumnya, pekan lalu pelaku curnak beraksi mencuri 2 ekor sapi milik warga di Nagari Gadur Kecamatan Enam Lingkung.
          
Ia memastikan curnak yang terjadi di wilayah hukumnya dilakukan oleh komplotan. Bekerja berkompok dan terorginisir.
          
"Kita masih melakukan penyelidikan, kita juga dalami juga pihak-pihak lain yang mengarah pada pelaku," pungkasnya.

Ia mengimbau agar masyarakat mengasuransikan ternaknya melalui program jaminan yang disediakan oleh Pemda Padangpariaman. Hal ini menurutnya dapat mengurangi kerugian yang dialami korban.
          
"Kita juga mengimbau masyarakat menghidupkan kembali siskamling dengan menggelar ronda setiap malam. Kami pun juga telah melakukan patroli, namun karena jumlah personil yang terbatas, patroli tidak dapat menjagkau seluruh wilayah," imbaunya. (Nanda)
Diduga Cabuli Bocah 9 Tahun, Guru Silek Dipolisikan
Ilustrasi/istimewa/okezone.com
Pariaman ----- EA, 45 tahun pelatih beladiri silek (silat) tradisional di Nagari Malai III Koto Kecamatan Sungai Geringging, dilaporkan ke Polres Pariaman, Jumat (27/4).
         
EA dilaporkan atas dugaan perbuatan cabul terhadap anak didiknya sendiri, Bunga (bukan nama sebenarnya), 9 tahun, warga Nagari Malai III Koto Kecamatan Sungai Geringging.
        
Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan melalui Kasat Reskrim AKP Ilham Indarmawan, membenarkan laporan orangtua korban ke Polres Pariaman.
        
Dijelaskannya, berdasarkan laporan orangtua korban, kejadian yang diduga perbuatan cabul diketahui saat pelapor korban menanyakan alasan anaknya berhenti latihan pencak silat.
      
"Anak korban menyebut jika ia takut dengan pelatih. Makanya berhenti. Korban menceritakan perbuatan cabul yang diduga dilakukan oleh terlapor ini. Korban juga diancam agar tidak menceritakan hal yang dialami kepada siapapun, sehingga korban minta berhenti," ulasnya.
       
Saat ini, kasus tersebut telah ditangani Unit PPA Satreskrim Polres Pariaman ini. Pelapor dan korban telah diperiksa. Selain itu, penyidik juga telah menerima hasil visum dari rumah sakit Pariaman.
      
"Dari kesimpulan dokter terhadap visum yang dilakukan, memang ada kerusakan pada selaput dara korban yang disebabkan benda tumpul," ujarnya.
     
Hingga saat ini, pihaknya terus mendalami dugaan EA sebagai pelaku cabul ini. (Nanda)
Kembali Beraksi, Residivis Curanmor Dibekuk Polisi di Sungai Geringging
Tersangka dan barang bukti berupa satu unit sepeda motor. Foto/Nanda Eko Putra
Sungai Geringging ----- Belum lama menghirup udara bebas, seorang residivis kembali diciduk polisi. BS, 37 tahun, warga Sungai Lawai Nagari Kuranji Hulu, Sungai Geringging, Padangpariaman, dibekuk personil gabungan Polsek Sungai Geringging dan Polsek Sungai Limau, Rabu (18/4) di rumahnya. 
       
BS merupakan residivis kasus pencurian sepeda motor yang sempat mendekam di salah satu Lembaga Permasyarakatan di Jakarta.
       
Ia ditangkap setelah sukses melakukan pencurian sepeda motor berikut dompet berisikan uang ringgit Malaysia dan satu unit telpon seluler.
      
Kapolsek Sungai Geringging, Iptu Dasrul melalui Kanit Reskrim Polsek Sungai Geringging Bripka Okto Veri mengatakan, penangkapan berawal dari kecurigaan petugas kepada BS. Ia yang dikenal sebagai napi kasus curanmor tiba-tiba hilang dan berangkat ke Jakarta tidak lama setelah kejadian pencurian.
     
Selain itu, hasil penyelidikan yang dilakukan, diketahui jika sepeda motor yang raib pernah digunakan oleh tersangka BS. Hal itu kian memperkuat dugaan polisi jika BS adalah pelakunya.
    
"Dan begitu mendapatkan laporan bahwa tersangka sedang berada di rumah, kita langsung amankan," jelasnya.
     
Selain mengamankan tersangka BS, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 unit sepeda motor dan 1 buah dompet milik korban. Kini, akibat perbuatannya BS terancam hukuman kurungan 5 tahun penjara.
     
"Dikenakan pasal 362 juncto 363 KUHP ancaman di atas 5 tahun kurungan penjara," pungkasnya. (Nanda)
Geng yang Akan Tawuran di Balaikuraitaji Namakan Diri RRC
Kasarpol PP/Damkar Pariaman Handrizal Fitri bariskan anggota geng RRC di Mapol PP Pariaman. Foto/istimewa/Nanda
Pariaman ----- 11 orang pelajar diamakan saat hendak tawuran di Desa Balaikuraitaji, Minggu (15/4) pukul 04.00 WIB dinihari.

Kelompok remaja yang menamai diri Rombongan Remaja Community (RRC) itu, awalnya diamankan warga saat tengah menunggu kelompok lain yang menjadi lawan tawuran.

Namun warga yang curiga, lantas bersama-sama mengamankan dan menyerahkan geng RRC ke Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pariaman.

Selain mengamankan 11 orang remaja, warga dan petugas Satpol PP juga mengamankan senjata tajam yang diduga akan digunakan untuk tawuran. Senjata tajam yang disita berupa parang, gir tajam, rantai hingga pedang katana samurai.

"Awalnya mereka diamankan oleh warga setempat. Selanjutnya diserahkan ke anggota," ujar Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Pariaman, Handrizal Fitri, Minggu siang (15/4).

Menurutnya, remaja yang berstatus pelajar SMA dan SMP itu berasal dari berbagai daerah di Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman. Dari usia, rata-rata berumur 14 hingga 17 tahun.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui kelompok RRC akan melakukan tawuran dengan kelompok PPT yang berasal dari Kota Bukitinggi.

"Rencananya akan tawuran di jembatan Kuraitaji ini. Namum saat diamankan lawannya ini belum datang," jelasnya.

Saat ini, seluruh remaja tersebut telah dilakukan pemeriksaan pembinaan di Mako Satpol PP Kota Pariaman dan akan kembali diserahkan kepada orangtua masing-masing.

Ditambahkan Handrizal, menurut salah seorang anggota kelompok RRC, kelompok tersebut baru terbentuk dalam hitungan bulan yang lalu. Saat ini, kelompok ini telah beranggotakan 15 orang yang berstatus pelajar.

"RRC bukanlah satu-satunya kelompok geng tawuran yang ada di Kota Pariaman. Beberapa waktu yang lalu, Satpol PP Kota Pariaman juga mengamankan beberapa orang remaja yang tergabung dalam kelompok atau Pasukan Serdadu Perang (PSP). Ini butuh kerjasama dari orangtua mengawasi anak-anaknya," pungkasnya. (Nanda)