Gelar Paripurna, DPRD Umumkan Walikota Wakil Walikota Pariaman Terpilih
Suasana Paripurna pengumuman paslon walikota dan wakil walikota Pariaman terpilih. Foto/Phaik
Pariaman ----- DPRD Kota Pariaman gelar rapat Paripurna Pengumuman Penetapan Walikota dan Wakil Walikota Pariaman terpilih masa jabatan 2018-2023 di Aula DPRD Kota Pariaman, Kamis (16/8).

Paripurna dibuka oleh Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Fitri Nora didampingi Wakil Ketua Syafinal Akbar dan segenap anggota dewan, serta dihadiri Wakil Walikota Pariaman Genius Umar.

Fitri Nora menyebut, pengumuman Penetapan Walikota dan Wakil Walikota Pariaman terpilih berdasarkan surat keputusan KPU Kota Pariaman Nomor 92/PL.03.7-BA/03/KPU-kot/VII/2018 Tentang Penetapan Paslon Walikota dan Wakil Walikota Pariaman Terpilih.

"Maka dari itu Genius Umar dan Mardison Mahyuddin ditetapkan sebagai pasangan walikota dan wakil walikota Pariaman terpili periode 2018-2023.

Sedangkan pasangan walikota Mukhlis Rahman dan wakil walikota Genius Umar yang menjabat sejak 2013 sampai 2018, akan berakhir pada tanggal 9 Oktober 2018 mendatang.

"Atas nama Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Pariaman, selamat kepada Saudara Dr H Genius Umar, S.Sos, M.Si dan Saudara Mardison Mahyuddin, MM, semoga dapat menjalankan pemerintahan Kota Pariaman untuk periode selanjutnya dengan amanah dan penuh tanggung jawab," pungkasnya. (Phaik)
Sah! KPU Pariaman Tetapkan Genius-Mardison Wako-Wawako Pariaman 2018-2023
Ketua KPU Boedi Satria serahkan SK KPU Tentang Penetapan Paslon Terpilh kepada Mardison Mahyuddin. Foto/Nanda
Pariaman ----- KPU Kota Pariaman tetapkan Genius Umar dan Mardison Mahyuddin sebagai Walikota dan Wakil Walikota Pariaman terpilih periode 2018-2023. Penetapan dilakukan melalui rapat pleno KPU Kota Pariaman, Kamis (26/7) siang.
         
Keputusan penetapan pasangan walikota dan wakil walikota Pariaman terpilih dituangkan dalam keputusan KPU Kota Pariaman Nomor 50/HK.03.1-Kpt/1377/KPU-Kot/VII/2018 tentang penetapan pasangan walikota dan wakil walikota Pariaman terpilih periode 2018-2023 pada pemilihan tahun 2018.
         
Ketua KPU Kota Pariaman Boedi Satria usai rapat pleno mengatakan, penetapan pasangan calon walikota dan wakil wakil walikota Pariaman terpilih dapat dilakukan setelah KPU Kota Pariaman menerima surat edaran KPU RI No. 739/PY.03-SD/03/KPU/VII/2018.
         
Edaran KPU tersebut, kata dia, merilis daerah yang melaksanakan Pilkada yang tidak terdapat permohonan sangketa hasil perolehan suara.
         
"Penetapan paslon terpilih dilakukan paling lambat tiga hari setelah relis daerah yang tidak terdapat permohonan sangketa dikeluarkan oleh KPU RI," kata Boedi.
          
Menurutnya, penetapan pasangan walikota dan wakil walikota Pariaman terpilih, merupakan tahapan akhir penyelenggaraan Pilkada Kota Pariaman tahun 2018.
          
Setelah penetapan pasangan calon terpilih, pihaknya melaksanakan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan penyelenggaraan Pilkada Kota Pariaman.
        
Sedangkan terkait pelantikan pasangan terpilih menjadi walikota dan wakil walikota Pariaman, kemungkinan dilakukan pada 20 Desember 2018 mendatang. Dikatakan Boedi Satria, jadwal itu, merujuk kepada edaran Menteri Dalam Negeri yang merilis walikota dan wakil walikota Pariaman akan dilantik secara serentak pada gelombang II, yakni 20 Desember 2018.
       
"Jika pelantikan paslon terpilih mengalami penundaan, tentu walikota dijabat oleh Pj untuk sementara waktu," pungkasnya.
       
Calon Wakil Walikota Pariaman terpilih Mardison Mahyuddin mengatakan, ia dan walikota terpilih akan melakukan koordinasi dengan pejabat walikota, untuk memasukkan visi-misi dan program unggulan Genius-Mardison dalam penyusunan APBD tahun 2019. Hal itu dilakukan, jika pelantikan walikota dan wakil walikota Pariaman periode 2018-2023 dilakukan pada Desember 2018.
         
Namun hingga saat ini, ia mengaku belum mendapatkan informasi tentang penundaan pelantikan tersebut.
          
Mardison juga mengapresiasi kesuksesan penyelenggaran Pilkada di Kota Pariaman. Terbaginya dukungan masyarakat pada tiga paslon, nyatanya tidak mengganggu demokrasi lokal di Kota Pariaman.
        
"Semuanya sudah bersatu kambali. Perbedaan saat Pilkada, semuanya sudah hilang," pungkasnya. (Nanda)
Besok Ditetapkan KPU, Genius-Mardison Tidak Bentuk Tim Transisi Rumuskan APBD 2019
Genius-Mardison saat deklarasi sebagai paslon di Pilkada Pariaman 2018. Foto/istimewa
Pariaman ----- Genius Umar-Mardison Mahyuddin akan ditetapkan sebagai pasangan calon walikota dan wakil walikota Pariaman 2018 terpilih pada esok, 26 Juli 2018 di Hotel Al Madinah, Pariaman.
     
Koordinator Divisi Hukum KPU Kota Pariaman, Aisyah di Pariaman, Rabu (25/7) mengatakan, penetapan paslon terpilih dilakukan setelah KPU Kota Pariaman menerima Surat Edaran KPU RI Nomor 739/PY.03-SD/03/KPU/VII/2018 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih Tanpa Permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2018 di Mahkamah Konstitusi.
      
Dikatakannya, penetapan paslon terpilih dilakukan paling lambat tiga hari setelah diterimanya Surat Edaran KPU RI itu.
      
"Sesuai ketentuan dari Peraturan KPU RI No. 9 Tahun 2018 Pasal 54 ayat 4 yang menegaskan Pilkada yang tidak masuk PSHP di Mahkamah Konstitusi, KPU setempat harus menetapkan paslon terpilih paling lambat 3 hari setelah dikeluarkannya relis dari Mahkamah Konstitusi RI tentang pilkada yang diajukan PSHP atau tidak mengajukan PSHP," terangnya.

Sekretaris tim kampanye Genius-Mardison, Priyaldi mengatakan, rapat pleno penetapan paslon walikota dan wakil walikota Pariaman akan dihadiri langsung oleh wakil walikota terpilih Mardison Mahyuddin. Dalam perencanaan awal, rapat juga akan dihadiri oleh Genius Umar. Namun bersamaan dengan itu, calon walikota Pariaman mendapatkan undangan dari presiden Joko Widodo ke Jakarta.
        
"Untuk besok akan dihadiri langsung oleh Pak Mardison bersama parpol pengusung lain," ujarnya.
        
Terkait dengan pelantikan walikota dan wakik walikota Pariaman terpilih, menurutnya sampai saat ini belum ada perubahan, yakni pada Oktober 2018 mendatang.
        
"Sesuai dengan habisnya masa jabatan, baru dilakukan pelantikan. Mengacu pada hal itu, pelantikan dilakukan pada Oktober 2018," kata dia
       
Sementara itu, terkait adanya informasi tentang penundaan pelantikan kepala daerah yang dilaksanakan serentak pada Desember 2018, ia mengaku belum mendapatkan informasi itu.
        
Namun jika ada ketentuan Mendagri yang menunda pelantikan hingga Desember 2018, kepala daerah Kota Pariaman akan dijabat oleh Pejabat Walikota Pariaman.
        
Ia mengaku, walikota dan wakil walikota Pariaman Genius Umar-Mardison Mahyuddin, tidak membentuk tim transisi untuk penganggaran program Genius Umar dan Mardison Mahyuddin, jika terjadi penundaan pelantikan hingga Desember 2018 mendatang.
       
Menurutnya, walikota dan wakil walikota Pariaman cukup melakukan koordinasi dengan pejabat walikota Pariaman yang ditunjuk, untuk memasukkan visi dan misi pasangan Genius Umar dan Mardison Mahyuddin dalam APBD Kota Pariaman 2019.
       
Jika memang terjadi penundaan pelantikan, program unggulan seperti pendidikan gratis, beasiswa pendidikan dapat dimasukkan dalam APBD Kota Pariaman 2019.
       
"Cukup koordinasi dengan pejabat walikota yang ditunjuk untuk memasukkan program unggulan dalam APBD Kota Pariaman 2018," tutup dia. (Nanda)
Genius-Mardison Dilantik Desember 2018, Walikota Pariaman PLT 2 Bulan


Pariaman ----- Pasangan walikota dan wakil walikota Pariaman terpilih Genius Umar-Mardison Mahyuddin akan dilantik pada 22 Desember 2018. 

Pelantikan tersebut mengacu pada Surat Edaran Mendagri nomor 270/720/OTDA tertanggal 29 Februari 2018. Jabatan pasangan kepala daerah terpilih akan berakhir pada 22 Desember 2023. Usai habis masa jabatan kepala daerah di 2023, tahapan Pemilu Serentak 2024 langsung dimulai. Demikian poin penting dalam Surat Edaran Mendagri tersebut.

Pada 22 Desember 2018 tersebut, seluruh pasangan kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2018 Indonesia dilantik secara serentak pula. Untuk empat kota yang mengikuti Pilkada 2018 di Sumatera Barat, akan dilantik oleh Gubernur Sumbar atas nama Menteri Dalam Negeri. Pelantikannya hampir dipastikan akan dilakukan di Kantor Gubernur Sumbar.

Komisioner KPU Kota Pariaman Indra Jaya menyebutkan, jabatan walikota/wakil walikota Pariaman periode 2013-2018 Mukhlis Rahman-Genius Umar, berakhir pada 9 Oktober 2018.
 

Jelang pelantikan pasangan kepala daerah terpilih, Gubernur Sumbar akan mengajukan nama PLT Walikota Pariaman ke Mendagri guna mengisi kekosongan jabatan kepala daerah. PLT yang ditunjuk tersebut nantinya akan bertugas hingga 22 Desember.

"Sedangkan serahterima jabatan Walikota Pariaman periode 2013-2018 kepada PLT Walikota akan dilaksanakan pada 20 Oktober 2018," ujarnya di Pariaman, Minggu (22/7).

Sebagaimana diketahui, pasangan walikota wakil walikota Pariaman Genius Umar-Mardison Mahyuddin berhasil meraih suara terbanyak pada Pilkada 27 Juni 2018. Paslon nomor urut 3 tersebut mengungguli dua pesaingnya Mahyuddin-M Ridawan dan Dewi-Pabrisal.

Dalam waktu dekat, KPU Pariaman akan menetapkan Genius-Mardison sebagai walikota/wakil walikota Pariaman terpilih periode 2018-2023. (OLP)
Genius-Mardison Akan Langsung Gratiskan Pendidikan SLTA Pasca Dilantik
Genius-Mardison sampaikan pidato kemenangan usai hitung cepat Pilkada Pariaman 27 Juli 2018. Foto/Nanda
Pariaman ----- Ketua tim kampanye pasangan walikota dan wakil walikota Pariaman terpilih Genius Umar dan Mardison Mahyuddin, Mulyadi, mengatakan subsidi biaya pendidikan bagi pelajar SLTA sederajat di Kota Pariaman mulai direaliasikan awal 2019.
      
Hal itu kata dia, dilakukan seiring mulai efektifnya pemerintahan walikota dan wakil walikota Pariaman terpilih Genius Umar dan Mardison Mahyuddin atau setelah pelantikan.

"Genius Umar dan Mardion Mahyuddin dilantik pada Oktober 2018 akan mulai efektif menyusun APBD Kota Pariaman tahun 2019," kata Mulyadi di Pariaman, Minggu (15/7).
   
Menurutnya, saat ini tim ahli sedang menghitung kebutuhan biaya, selanjutnya akan dianggarkan dalam Bantuan Keuangan Khusus pada APB Kota Pariaman tahun 2018. Bantuan Keuangan Khusus tersebut, nantinya akan diberikan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk membiayai operasional pendidikan SMA di Kota Pariaman.
   
"Tim juga sedang mengelompokkan mana item biaya yang disubsidi oleh pemerintah kota dan item biaya yang merupakan kewajiban orangtua. Sehingga dengan bantuan ini, siswa tidak lagi dibebani dengan biaya SPP, atau biaya lain," jelasnya.

Seiring diberlakukannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, kewenangan pengelolan pendidikan tingkat SMA sederajat tidak lagi menjadi kewenangan pemerintah kabupaten dan kota.
       
Kini, kata dia, kewenangan tersebut menjadi tanggungjawab pemerintah provinsi. Pengalihan kewenangan tersebut di beberapa daerah, terhapusnya pendidikan SMA gratis. Sebab, anggaran yang dimiliki oleh pemerintah provinsi tidak seimbang dengan beban anggaran yang ada.
   
"Motode Bantuan Keuangan Khusus, diatur pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, yang memberikan peluang pemerintah daerah mensubsidi biaya pendidikan tingkat SMA," kata dia.

Kebijakan anggaran ini, lanjut Mulyadi, telah dikoordinasikan dengan pihak terkait. Mulyadi saat ini merupakan anggota DPRD Kota Pariaman, bersama anggota DPRD Kota Pariaman lainnya ia mengaku telah melakukan koordinasi dengan DPRD Provinsi Sumatera Barat, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Sumatera Barat, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Kementrian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan.
   
"Kita yang membiayai pendidikan gratis tingkat SMA, namun tidak langsung kita yang membiayai, melainkan bantuan pembiayaan yang kita serahkan ke provinsi untuk SMA yang ada di Kota Pariaman. Namun itu tentu harus kita sesuaikan dengan ketersedian anggaran," lanjutnya.
   
Program pendidikan gratis merupakan program unggalan pasangan Genius Umar dan Mardison Mahyuddin saat kampanye pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman. Program lain yakni satu rumah satu sarjana, juga merupakan kebijakan yang patut ditunggu publik Kota Pariaman setelah pasangan ini dilantik. (Nanda).
KPU Segera Tetapkan Genius-Mardison Sebagai Walikota dan Wakil Walikota Terpilih

Pariaman ----- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman memprediksi penetapan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Pariaman terpilih dilaksanakan pada 24 atau 25 Juli 2018 mendatang.
        
Koordinator Divisi Hukum KPU Kota Pariaman, Aisyah mengatakan, sesuai dengan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 1 Tahun 2017 yang diubah dalam PKPU Nomor 2 Tahun 2018, penetapan pemenang dilakukan tiga hari setelah penetapan hasil rekapitulasi.

"Namun dapat berubah oleh ada tidaknya sengketa yang dilakukan pihak-pihak berkepentingan terkait hasil rekapitulasi yang telah ditetapkan tersebut," ujarnya di Pariaman, Jumat (13/7).

Aisyah berkata, tiga hari pasca penetapan rekapitulasi hasil pilkada Kota Pariaman, tidak ada pengajuan sangketa hasil ke Mahkamah Konstitusi RI.
       
Demikian juga dengan pengecekan register pengajuan perkara melalui website Mahkamah Konstitusi RI. Hingga akhir batas pengajuan pada Senin 9 Juli 2018, tidak ada pengajuan sangketa hasil pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018.
        
Meskipun tidak ada pengajuan sangketa hasil, KPU Kota Pariaman belum bisa melakukan penetapan paslon walikota dan wakil walikota Pariaman. KPU, kata dia, masih menunggu surat resmi dari Mahkamah Konstitusi yang menegaskan Pilkada Kota Pariaman tidak ada sangketa.
        
"Rilis tersebut akan disampaikan dan diterima KPU kabupaten dan kota yang mengikuti Pilkada paling lambat pada 23 Juli 2018, sehingga penetapan paslon terpilih dilakukan paling lambat sehari setelahnya KPU RI menyampaikan relisnya, kemungkinan pada 24 atau 25 Juli 2018 mendatang," jelas Aisyah.
         
Penetapan paslon walikota dan wakil walikota terpilih merupakan akhir penyelenggaraan Pilkada Kota Pariaman. Usai ditetapkan sebagai paslon terpilih, KPU Kota Pariaman akan menyampaikan ketetapan tersebut kepada Kemendagri dan Gubernur Sumatera Barat untuk dilakukan pengesahan.

Sebagaimana diketahui, paslon nomor urut 3 Genius Umar-Mardison Mahyuddin telah ditetapkan sebagai peraih suara terbanyak di Pilkada Pariaman dalam rekapitulasi tingkat kota oleh KPU Kota Pariaman. Paslon disingkat GEMA itu, meraih 54,6 persen suara mengungguli paslon nomor urut 1 Mahyuddin-Muhammad Ridwan dengan perolehan suara 41 persen dan paslon nomor urut 2 Dewi-Pabrisal yang meraih 3,7 persen suara. (Nanda)