8 Balon Telah Mendaftar, Hanura Jajaki Koalisi PAN PPP
Edison TRD bersama panitia pendaftaran DPC Hanura Kota Pariaman

Manggung -- Sejak dibukanya pendaftaran bakal calon (balon) kepala daerah 3 Juli 2017 silam oleh DPC Partai Hanura Kota Pariaman, sudah 8 balon mendaftarkan diri. Baik sebagai balon walikota maupun balon wakil walikota Pariaman untuk Pilkada Pariaman 2018 yang akan dihelat Juni 2018 mendatang.

Menurut Ketua DPC Hanura Kota Pariaman Edison TRD, dari 8 balon, 5 di antaranya mendaftar sebagai balon walikota dan 3 balon mendaftar sebagai wakil walikota.

"Bakal calon walikota yang mendaftar ke Hanura adalah Genius Umar, Mardison Mahyuddin, Bahrul Anif, Azwin Amir dan Dewi Fitri Deswati. Sedangkan mendaftar sebagai wakil walikota, Bagindo Jamohor, Asmi dan saya sendiri Edison TRD," ungkap Edison di kantor DPC Hanura Pariaman, Jl Prof Hamka, No 88, Desa Manggung, Pariaman Utara, Kamis (27/7/2017).

Dari 8 balon yang telah mendaftar, menurutnya baru 3 balon yang telah menyerahkan berkas pendaftaran. 3 balon tersebut yakni Mardison Mahyuddin, Edison TRD dan Dewi Fitri Deswati.

"Batas akhir penyerahan berkas tanggal 31 Juli 2017. Bagi balon yang tidak mengembalikan berkas, namanya tidak akan dibahas oleh tim Pilkada Pariaman DPC Hanura," katanya.

Tahapan selanjutnya imbuh Edison, nama balon yang telah menyerahkan berkas akan direkap dan diverifikasi persyaratannya. Pihaknya juga akan melakukan penilaian terhadap balon melalui beberapa indikator, seperti tingkat keterpilihan dan penilaian subjektif dari tim pemenangan Pilkada Pariaman DPC Hanura.

Dari semua balon yang diverifikasi sambung Edison, hanya satu pasang balon yang akan dibawa ke tingkat DPP untuk disahkan menjadi pasangan calon kepala daerah.

Bulan Agustus bersama DPD Hanura Sumbar, nama pasangan balon akan dibawa ke DPP Hanura di Jakarta untuk ditetapkan sebagai pasangan walikota dan wakil walikota Pariaman resmi yang akan diusung Hanura di Pilkada Pariaman 2018.

"Penetapan pasangan kepala daerah pada Pilkada Indonesia Serentak 2018, termasuk kota Pariaman, akan disahkan DPP Hanura pada bulan Oktober 2017," jelasnya.

Untuk kota Pariaman sendiri di mana Partai Hanura memerlukan koalisi agar bisa mengusung pasangan calon ke KPU, kata dia, sebelum pengesahan calon oleh DPP, pihaknya akan menjajaki kemungkinan koalisi dengan berbagai partai.

"Kita sudah melakukan penjajakan tahap serius untuk koalisi dengan Partai PAN dan PPP. Juga dengan Partai NasDem dan Partai Golkar. Koalisi Hanura sudah terbentuk hendaknya awal bulan Oktober menjelang pengesahan pasangan calon oleh DPP Hanura," tutur kakak ipar Wamen ESDM Archandra Tahar itu.

Edison TRD Dapat Restu Archandra Tahar

Sikap Edison TRD yang membidik kursi wakil walikota Pariaman sudah beberapa kali ia bicarakan di tingkat keluarga, termasuk kepada Wamen ESDM Archandra Tahar yang merupakan adik ipar.

"Dalam beberapa pertemuan keluarga sudah saya sampaikan niat maju sebagai calon walikota dan wakil walikota. Keinginan tersebut mendapat respon dari Ar (Archandra Tahar) dan ia tahu bahwa saya sebelumnya juga pernah mencalonkan diri sebagai calon walikota pada Pilkada Pariaman 2013," beber Edison.

Namun, melihat dinamika politik yang selalu memposisikan Genius Umar, Mardison Mahyuddin dan Mahyudin memuncaki poling dan jajak pendapat calon walikota, kata Edison, ia mulai berpikir ulang dan bersikap rasional.

Hal itu kembali ia utarakan kepada Archandra Tahar bahwa sikap rasional yang ia ambil dalam Pilkada 2018, mencalon sebagai wakil walikota.

"Archandra sangat mendukung. Ia bahkan mengarahkan saya berpasangan dengan Genius Umar karena Genius Umar dinilainya kandidat kepala daerah yang cerdas dalam membangun," terangnya.

Mendapati dukungan dari Archandra Tahar, sambung Edison, ia mulai menyusun sejumlah langkah dan strategi menghadapi dinamika politik jelang pilkada. Kepengurusan partai ia perkuat hingga ke anak ranting sebagai mesin pendulang suara.

"Di samping modal dukungan dan restu keluarga, kita tentu juga mempersiapkan modal lainnya di samping modal politik. Dan alhamdulillah, untuk Pilkada Pariaman 2018 saya sudah siap lahir dan batin," pungkas Magister Hukum itu. (OLP)
Hanura, Rugi Jika Mardison Maju Calon Wakil Walikota

Manggung -- Ketua DPD Partai Golkar Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin, resmi mendaftar sebagai bakal calon walikota ke Partai Hanura Kota Pariaman, Sabtu (22/7/2017) siang.

Diiringi puluhan kader dan pengurus Partai Golkar Kota Pariaman dan istri, berkas pendaftaran Mardison Mahyuddin diterima langsung oleh ketua panitia penjaringan kepala daerah DPC Hanura, Riza Saputra dan ketua DPC Hanura Kota Pariaman, Edison TRD.

Menurut Mardison, pendaftaran dirinya sebagai balon walikota Pariaman melalui Partai Hanura tidak terlepas dari kedekatan emosional Partai Hanura dengan Golkar. Kedekatan itu ditambah dengan faktor kedua partai sama-sama berada dalam barisan pendukung pemerintah.

“Kedekatan Partai Golkar dan Partai Hanura tentu sangat dekat. Banyak pengurus Partai Hanura yang dulunya juga kader Golkar, belum lagi saat ini partai juga berada dalam satu barisan pendukung pemerintah. Banyak kerjasama yang terbentuk,” ujarnya.

Meskipun terlambat dan mendaftar diakhir masa pendaftaran di Partai Hanura, menurut dia, bukan karena tanpa alasan. Pematauan situasi politik dan memperkuat komunikasi antara Golkar dan Hanura adalah yang harus dilakukan pada tahap awal.

“Kita matangkan dulu, karena melakukan pendaftaran ini merupakan langkah awal menjadi balon untuk diusung, makanya persiapan berkas lengkap dan memulai koordinasi dengan Partai Hanura penting. Ini yang menandakan saya serius meminta untuk dicalonkan oleh Hanura,” jelas dia.

Sebelum mendaftar sebagai balon kepala daerah di DPC Hanura Kota Pariaman, dua hari sebelumnya, Mardison Mahyuddin juga telah mengambil formulir pendaftaran sebagai balon walikota dan wakil walikota di DPD PAN Kota Pariaman.

“Karena pada pilkada harus dilakukan koalisi dengan beberapa partai. Bukan hanya soal persyaratan kursi untuk pengusungan, namun dalam rangka memperkuat mesin partai pada pemenangan,” sebut dia.

Sementara itu, Ketua DPC Hanura Kota Pariaman, Edison TRD mengharapkan Mardison Mahyuddin maju sebagai balon walikota, bukan sebatas wakil walikota. Ia memandang sosok ketua DPD Golkar Kota Pariaman tiga kali periode itu memiliki peluang untuk menang pada Pilkada 2018 mendatang itu.

Bagi dia, Mardison yang pernah menjadi calon wakil walikota Pariaman dan meraih perolehan suara kedua, kala berpasangan dengan Helmi Darlis pada Pilkada 2013 silam, merupakan gambaran besarnya peluang Mardison Mahyuddin menjadi walikota Pariaman.

“Hanura Kota Pariaman hanya mendukung Mardison Mahyuddin sebagai calon walikota, bukan wakil walikota. Jika Mardison pada akhirnya hanya sebagai calon wakil, maka akan berkompetisi dengan calon dari Hanura lainnya,” sebut ipar Wamen ESDM Archandra Tahar itu.

Ia mengungkapkan, dari hasil survei, Mardison Mahyuddin balon yang diunggulkan untuk menjadi calon walikota Pariaman.

Dia menambahkan, Partai Hanura dan Golkar memiliki hubungan yang erat. Tidak sebatas sesama partai yang berada dibarisan pendukung pemerintah, sejarah terbentuknya Hanura tidak terlepas dari Golkar.

“Kemungkinan kita untuk menjalin koalisi sangat besar, karena memang Golkar dan Hanura itu sangat dekat,” pungkasnya.

Nanda
Genius dan Jamohor Mendaftar Barengan di Hanura
Ketua Panitia Riza Saputra serahkan berkas pendaftaran kepada Genius Umar
Manggung -- Panitia pencalonan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kota Pariaman terima pendaftaran tiga bakal calon walikota/wakil walikota Pariaman periode 2018-2023 di Kantor DPC Hanura di Jl Prof Hamka, Manggung, Pariaman Utara, Jumat (7/7/2017).

Ketiga bakal calon yang mendaftar tersebut, ungkap Ketua DPC Hanura Kota Pariaman Edison TRD, adalah Genius Umar, Bagindo Jamohor dan dirinya sendiri. Mereka datang barengan.

"Saudara Genius Umar mendaftar sebagai bakal calon walikota, Bagindo Jamohor sebagai wakil walikota dan saya sendiri sebagai bakal calon walikota dan wakil walikota. Pendaftar diterima langsung oleh Ketua Panitia Pendaftaran Riza Saputra beserta sekretaris dan anggota," sebutnya.

Selain ketiga kandidat tersebut, sambung Edison, ada beberapa nama yang telah menghubunginya akan ikut mendaftar di Hanura. Nama tersebut ialah Azwin Amir dan Dewi Fitri Deswati.

"Untuk saudara Azwin Amir rencananya akan mendaftar siang ini (Sabtu 8 Juli). Sedangkan saudari Dewi sepulang ia dari Jakarta," sambungnya.

Ia menambahkan, dalam penentuan bakal calon yang akan diusung Hanura sebagai calon walikota dan wakil walikota, pihaknya telah memiliki mekanisme yang sudah ditetapkan dan disepakati oleh DPP Hanura beserta seluruh daerah yang menghelat Pilkada serentak Indonesia 2018.

"Mekanisme penetapan calon melalui dua tahap yakni dengan metode survey untuk mengukur tingkat keterpilihan dan hasil putusan tim yang telah dibentuk DPC," ucapnya.

Nama-nama bakal calon yang telah mendaftar, imbuhnya, akan disurvey secara internal. Bakal calon yang memiliki elektabilitas tertinggi akan dibawa ke tingkat DPC untuk diputuskan menjadi calon resmi Hanura pada Pilkada Pariaman 2018. Hal tersebut dilakukan untuk mencari kesamaan visi calon dengan partai.

"Keputusan yang diambil oleh tim dari DPC kemudian dibawa ke DPP untuk mendapatkan pengesahan. Jadi semuanya tergantung oleh DPC. DPP Hanura tidak akan melakukan intervensi karena telah melimpahkan kewenangan ke masing-masing daerah peserta Pilkada serentak 2018," tegasnya.

Ketua Panitia Pendaftaran Riza Saputra, sebelumnya menyebutkan para kandidat yang mendaftar mesti memenuhi syarat yang telah diatur dalam undang-undang Pilkada.

Para calon menurutnya tidak sedang tersangkut masalah hukum, terlibat narkoba dan harus memenuhi syarat administrasi kelengkapan pendaftaran.

"Pendaftaran dibuka dari tanggal 3 Juli hingga 31 Juli 2017. Pendaftar bisa datang ke kantor DPC Hanura pada jam kerja Senin hingga Sabtu," sebutnya.

OLP
Hanura Pariaman Buka Pendaftaran Calon Kepala Daerah
Ketua DPC Hanura Kota Pariaman Edison TRD, SH, MH serahkan map berisi formulir pendaftaran kepada ketua panitia pencalonan DPC Hanura Kota Pariaman Riza Saputra, S.Pd, Kamis (6/7), di Kantor Hanura Pariaman.
Manggung -- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kota Pariaman telah resmi membuka pendaftaran bakal calon walikota/wakil walikota Pariaman periode 2018-2023. Pendaftaran dimulai dari tanggal 3 Juli hingga 31 Juli 2017, bertempat di Kantor DPC Hanura di Desa Manggung, Kamis (6/7/2017).

Ketua DPC Hanura Kota Pariaman Edison TRD, SH, MH, didampingi Sekretaris DPC Dahdir, mengatakan, pembukaan pendaftaran merupakan perintah langsung dari DPP Hanura bagi setiap daerah yang ikut Pilkada serentak Indonesia 2018. Kandidat yang ingin mendaftar, bisa langsung ke kantor Hanura pada jam kerja Senin hingga Sabtu.

"Ini merupakan amanah dari DPP Hanura untuk seluruh wilayah Indonesia yang melaksanakan Pilkada serentak 2018. Atas dasar itu kita bentuk panitia pendaftaran yang diketuai oleh Riza Saputra, sekretaris Meri Wahyuni dan sejumlah anggota," ungkap Edison TRD.

Hanura Kota Pariaman sendiri memiliki dua kursi di DPRD Kota Pariaman dengan total perolehan suara sebanyak 2.114 pada pemilu legislatif 2014. Dengan perolehan kursi dan suara tersebut, Hanura Pariaman akan berkoalisi dengan papol lain agar memenuhi syarat administrasi pengusungan pasangan calon untuk didaftarkan ke KPU.

Hanura Pariaman, imbuh Edison, akan terbuka berkoalisi dengan parpol lain dalam Pilkada, asalkan memiliki kesamaaan visi untuk membangun Kota Pariaman ke depan. Sejauh ini, kata dia, pihaknya telah menjajaki kemungkinan koalisi dengan Partai NasDem, PPP dan PAN.

"Tidak tertutup kemungkinan untuk menjalin koalisi dengan parpol lainnya. Kita terbuka bagi semua parpol asalkan memiliki kesamaan visi dalam membangun Pariaman ke depan," sambungnya.

Partai Hanura Pariaman sendiri, imbuh dia, diberi kewenangan oleh pihak DPP untuk memutuskan pasangan calon yang nantinya resmi didaftarkan partai ke KPU.

Meski demikian, ada beberapa tahapan dan mekanisme yang harus dilalui oleh para kandidat agar bisa mendapat dukungan penuh dari parpol yang dikomandoi oleh Oesman Sapta Odang tersebut.

"Kita punya mekanisme tersendiri yang telah dirumuskan di tingkat DPP, yakni melalui survey tingkat keterpilihan dan hasil kajian tingkat DPC. Para kandidat yang memiliki elektabilitas tertinggi, namanya akan dibahas oleh tim sebelum diputuskan menjadi calon," jelasnya.

Setelah nama pasangan calon diputuskan DPC Hanura, terang Edison, barulah dibawa ke tingkat DPP. Nama yang tidak melalui proses seleksi DPC dipastikan tidak akan mendapat persetujuan dari DPP Hanura.

"Tentu kewenangan yang diberikan DPP kepada kami di DPC sudah melalui pertimbangan politik. Hal ini untuk mencari pemimpin yang benar-benar mengakar dari bawah, karena target Hanura menang dalam setiap Pilkada di masing-masing daerah," tegasnya.

Untuk mengukur tingkat elektabilitas masing-masing kandidat, pihaknya telah melakukan beberapa kali survey di tingkat internal melibatkan lembaga survey berkompeten yang telah disetujui partai secara nasional.

Survey akan terus dilakukan untuk mengukur kekuatan dan strategi pemenangan menjelang hari pungut hitung. Hasil survey sementara untuk saat ini, ungkap Edison, Genius Umar masih yang tertinggi. Kemudian posisi kedua Mahyudin, disusul Mardison Mahyuddin di peringkat ketiga, Edison TRD posisi keempat, kemudian Azwin Amir di posisi kelima.

"Itu hasil survey akhir bulan Juni 2017. Kita masih melakukan survey berkelanjutan Juli-Agustus yang hasil lima besarnya akan kita umumkan awal September 2017 bertepatan dengan tahapan Pilkada dimulai," ia menuturkan.

Edison mengimbau bagi putra-putri terbaik Pariaman untuk segera mendaftarkan diri ke DPC Hanura. Partai besutan Wiranto tersebut, kata dia, sampai saat ini terus melakukan pengkaderan hingga ke tingkat anak ranting di seluruh wilayah Kota Pariaman.

"Saat ini sudah tercatat sebanyak 4.238 kader Hanura Pariaman yang tersebar di seluruh desa/kelurahan di empat kecamatan. Seluruh kader siap memenangkan pasangan calon yang diusung Hanura di Pilkada Pariaman 2018 nanti," pungkas kakak ipar Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar itu.

Ketua Panitia Pendaftaran Riza Saputra, mengatakan telah banyak kandidat yang berkeinginan mendaftar di Partai Hanura. Keinginan tersebut telah disampaikan secara lisan oleh para kandidat.

"Sebelum mendaftar resmi ke partai, sejumlah kandidat sudah menghubungi kami dengan niat akan mendaftar, secara lisan. Dalam waktu dekat tentu akan mendaftar secara resmi, mungkin sedang mencocokkan jadwal," ungkap Riza yang juga anggota DPRD Kota Pariaman itu.

Ketua KNPI Kota Pariaman itu menegaskan, DPC Hanura hanya akan mengusung kandidat yang telah mendaftar secara langsung di DPC Hanura Pariaman, bukan ke DPW apalagi ke DPP dengan niat memotong kompas.

"Dalam penentuan pasangan calon semua kewenangan telah dilimpahkan ke DPC oleh DPP. Itu aturan mainnya di Partai Hanura yang berlaku di seluruh Indonesia yang menghelat Pilkada serentak 2018," tandasnya.

OLP
Archandra Tahar Ziarah ke Makam Keluarga di Nareh
Foto: Nanda
Nareh -- Wakil Manteri ESDM Archandra Tahar, ziarah ke makam kaum di Desa Nareh, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Rabu (28/6/2017) siang. Mengenakan kemeja lengan panjang warna putih, Archandra didampingi oleh sanak keluarga.

"Kunjungan pribadi saja, ziarah dan taragak basuo dengan keluarga yang di Pariaman, ingin sekali nostalgia di sini," ujar Archandra Tahar.

Orang nomor dua di Kementrian ESDM itu didampingi sang istri Fhauline Thahar dan dua anaknya, Azzahra Archandra, Asyita Archandra juga mengunjungi sanak famili di Desa Nareh Pariaman. Terlihat pula politisi Pariaman Edison Trd yang merupakan kakak ipar dari Archandra.

Archandra dan keluarga tiba di Sumatera Barat hari Senin (26/6/2017) dan direncanakan akan kembali ke Jakarta, Kamis besok (29/6).

Usai ziarah dan silaturhami singkat, Archandra Tahar menyempatkan menikmati keindahan Pantai Nareh Pariaman.

Archandra Tahar mengaku takjub dengan kemajuan Kota Pariaman yang pesat. Ia tak menyangka Pariaman hal itu sebelumnya.

"Dalam perjalanan menuju kampung halaman, kendaraan berjalan pelan. Memang perkembangannya pesat," sebutnya.

Menurutnya, kunjungan saat ini merupakan kunjungan keduanya ke Kota Pariaman setelah dilantik menjadi Wamen ESDM.

Nanda
Nasdem Hanura dan PDIP Bentuk Koalisi Pilkada Pariaman Tanpa Mahar
(Dari kiri ke kanan) Ketua PDIP Yusrizal SE, MM, Ketua DPD Nasdem Ir. Dewi Fitri Deswati dan Wakil Sekretaris DPW Nasdem Sumbar Ligurnawati, SE, M.Si
Tiga partai politik (parpol) yakni Nasdem, Hanura dan PDIP --yang memiliki enam (6) kursi di DPRD Kota Pariaman-- sepakat koalisi untuk mengusung pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota Pariaman periode 2018-2023 di Pilkada Pariaman 2018 mendatang.

Koalisi yang dinamai "Nasdem Nurani Perjuangan Rakyat" itu, dideklarasikan oleh ketua partai masing-masing di Cafe Espresso, Pantai Gandoriah Pariaman, Kamis (18/5/2017).

Menurut Ketua DPD Partai Nasdem Kota Pariaman, Dewi Fitri Deswati didampingi Ketua DPC PDIP Pariaman, Yusrizal, pengusungan balon walikota didasarkan pada hasil survey yang akan dilaksanakan dari Juni hingga Agustus 2017 oleh lembaga survey independen yang dilibatkan oleh koalisi tersebut.

"Dari jajak pendapat awal, hasilnya ada empat nama balon walikota yang memiliki elektabilitas tertinggi yakni Genius Umar, Mardison Mahyuddin, Mahyuddin dan disusul Azwin Amir. Koalisi akan mengusung balon yang memiliki hasil survey elektabilitas tertinggi yang hasilnya akan keluar pada bulan Agustus mendatang," ungkap Dewi diamini Yusrizal.

Sedangkan untuk balon wakil walikota, menurut Dewi, koalisi telah menyiapkan tiga nama yakni Edison TRD, Dewi Fitri Deswati dan Yusrizal. Nama-nama tersebut merupakan ketua partai dalam koalisi tersebut.

"Tiga balon wakil yang akan diusung koalisi juga berdasarkan hasil survey. Keputusan koalisi akan menetapkan balon wakil walikota hasil survey tertinggi adalah mekanisme dalam koalisi yang telah kita sepakati," sambungnya.

Koalisi tersebut, imbuh Dewi, tidak akan memungut mahar sepeserpun dari masing-masing calon, baik balon walikota maupun wakil walikota, karena sudah merupakan instruksi dari DPP partai masing-masing.

Dewi menambahkan bahwa pembentukan koalisi parpol itu sudah sesuai dengan arahan pihak DPP partai masing-masing karena ketiga partai tersebut memiliki kesamaan ideologi.

"Usai deklarasi, kita bawa ke DPP masing-masing nama balon walikota dan wakil walikota. Keputusan penetapan paslon oleh DPP setelah hasil survey keluar," sebutnya.

Senada dengan Dewi, Yusrizal juga mengungkap, usai pengukuhan koalisi pihaknya akan langsung membentuk tim pemenangan, program koalisi dan menyiapkan saksi sebanyak 860 orang untuk mengawal proses pungut hitung di hari pencoblosan Pilkada Pariaman.

"Kita juga akan menjaring aspirasi masyarakat Pariaman melalui FGD (Focus Group Discusion) yang akan kita gelar di empat kecamatan. Masukan dari lapisan masyarakat merupakan landasan bagi program kerja paslon yang kita usung," ucap Yusrizal.

Pembentukan koalisi, imbuh Yusrizal sekaligus untuk meringankan keuangan calon atas instruksi dari DPP partai masing-masing. Ketiadaan mahar dalam pencalonan di partai koalisi juga merupakan pendidikan politik di Kota Pariaman bahwa siapapun bisa diusung menjadi walikota dan wakil walikota asal dikehendaki oleh masyarakat.

"Kita akan dipecat jika ketahuan memungut mahar dari bakal calon. Itu ditegaskan oleh partai di tingkat pusat dan wilayah," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, dalam Pemilihan Legislatif tahun 2014 Pariaman, Partai Nasdem berhasil meraih tiga kursi di DPRD Kota Pariaman, Partai Hanura dua kursi dan PDIP satu kursi. Gabungan tiga partai tersebut secara administrasi telah melebihi syarat administrasi untuk mengusung pasangan calon ke KPU.

OLP
PKS Pariaman Setor Nama Balon Walikota Hasil Penjaringan ke DPP
Dokumentasi Pilkada Pariaman 2013
DPD Partai Keadilan Sejahtera Kota Pariaman telah kirimkan nama bakal calon (balon)Walikota Pariaman hasil penjaringan ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Provinsi Sumatera Barat dan DPP PKS.

"Kita telah mengirimkan nama-nama balon dari internal PKS ke DPP PKS di Jakarta. Sedangkan balon hasil penjaringan yang bersumber dari non kader atau eksternal PKS, dikirimkan ke DPW PKS Sumatera Barat," ungkap Sekretaris DPD PKS Kota Pariaman Zulhamidi Filzan, di Pariaman, Sabtu (6/5/2017).  

Ia merinci, sejumlah nama hasil penjaringan balon Walikota Pariaman dari internal PKS seperti Refrizal, M Ridwan, Hermanto, M. Yasin dan Hermi Darlis. Sementara itu, sejumlah nama lain non kader antara lain, Genius Umar, Mardison Mahyuddin, M. Sya'ban, Mahyuddin, Indra Jaya Piliang, Azwin Amir, Syafinal Akbar, Edison Trd dan Syuryadi Sabirin, telah dikirimkan untuk dilakukan seleksi lanjutan di tingkat DPW dan DPP.

"Sudah kita kirimkan usulannya, namun tentu akan dilakukan seleksi lanjutan baik di tingkat DPW maupun DPP nantinya," imbuhnya.

Menurut Zulhamidi, nama-nama balon Walikota Pariaman hasil penjaringan merupakan balon yang memiliki keseriusan maju, bukan sekadar meramaikan perhelatan pilkada saja.

"Nama-nama yang kita kirim adalah yang inten melakukan komunikasi yang kita nilai benar-benar serius ingin maju pada pilkada, bukan sekadar meramaikan," kata dia.

Disebutkan Zulhamidi, persiapan menghadapi Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Pariaman yang akan dilaksanakan tahun 2018, DPD PKS Kota Pariaman telah memulai kegiatan menggalang dukungan dari masyarakat sejak awal. Melalui anggota dewan yang dimilikinya, pihaknya intens melakukan kunjungan ke daerah pemilihan.

"Salah satunya dengan kegiatan gerak jalan santai yang diselenggaran di rumah aspirasi Pak Refrizal Minggu ini," pungkasnya.

Nanda
PKS Pariaman Jaring 18 Nama Balon Untuk Pilkada 2018
Surat Suara (Dokumen Pilkada Pariaman 2013)



DPD PKS Kota Pariaman bergerak cepat mempersiapkan strategi pemenangan pada pilkada walikota dan wakil walikota Pariaman yang akan dihelat pertengahan tahun 2018 mendatang.

Ketua DPD PKS Kota Pariaman Yendri Mukhlis dalam keterangan persnya, Selasa (7/3/2017), di Pariaman, menuturkan, pihaknya telah melakukan penjaringan bakal calon (balon) walikota Pariaman, baik dari eksternal ataupun internal PKS.

Sejumlah nama balon yang muncul hasil penjaringan kata dia, antara lain (sesuai abjad) Ali Bakri, Azwin Amir, Bahrul Anif, Edison TRD, Hasno Welly, Indra Jaya Piliang, Is Prima Nanda,  Genius Umar, Mardison Mahyuddin, Mahyuddin, M. Sya'ban, Syafinal Akbar, Syukri Arif dan Syuryadi Sabirin.

Dari internal mencul sejumlah nama lama seperti anggota DPR RI fraksi PKS dapil Sumatera Barat 1, Refrizal, Ketua DPD PKS Kota Pariaman Yendri Mukhlis, anggota DPRD Kota Pariaman,  M. Yasin, mantan ketua DPD PKS Kota Pariaman, M Ridwan dan anggota DPR RI PKS dapil Sumatera Barat II, Hermanto.

"Menghadapi Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Pariaman, DPD PKS Kota Pariaman telah melakukan penjaringan balon walikota dan wakil walikota Pariaman yang dihadiri oleh 60 orang kader PKS. Adapun nama-nama balon yang muncul dari penjaringan merupakan aspirasi kader," sebutnya.

Selanjutnya, kata Yendri, nama hasil penjaringan tersebut akan dilakukan dengan bedah visi dan misi menghadirkan balon bersangkutan.

"Nama balon hasil penjarinan akan mengerucut menjadi dua nama yang berasal dari kader dan non kader," kata dia lagi.

Imbuh Yendri, dalam penjaringan tersebut, kader dipersilahkan melakukan penilaian dan merekomendasikan nama yang akan diusung oleh PKS pada pilkada Kota Pariaman. Hasil penjaringan itu, akan dikirimkan kepada DPW PKS Sumatera Barat. Ditagetkan pada bulan Juli 2017 sudah ada kepastian balon yang akan diusung oleh PKS Kota Pariaman.

"Setelah ditetapkan sebagai balon walikota dan wakil walikota dari DPD PKS Kota Pariaman, balon atau kandidat akan mendapatkan dukungan penuh struktur kader PKS semua jenjang desa/kelurahan hingga DPP dan dukungan 3.800 suara hasil pileg dan 250 kader PKS akan diarahkan untuk pemenangan balon dari PKS," komitnya.

Ia optimis, gerakan masif kader PKS Kota Pariaman dan perolehan suara PKS Kota Pariaman pada pileg 2014 silam menjadi modal awal upaya pemenangan Pilkada Pariaman yang akan dihelat pertengahan tahun 2018 mendatang.

Sementara itu, Sekretaris DPD PKS Kota Pariaman, Zulhamidi menjelaskan, dalam penetapan penjaringan melalui indikantor/parameter penilaian elektabilitas dan ketokohan bakal calon.

Terkait dengan pengusungan calon, ungkap dia, DPD PKS Kota Pariaman telah membangun komunikasi politik dengan parpol lain untuk menjalin kemungkinan koalisasi pengusungan balon-- karena DPD PKS Kota Pariaman tidak mencukupi persentasi 20 persen perolehan kursi di DPRD Kota Pariaman.

"Kita telah jalin komunikasi politik dengan sejumlah parpol di Kota Pariaman, karena memang perolehan kursi di DPRD Kota Pariaman tidak memungkinkan mengusung sendiri pasangan calon," jelasnya.

DPD PKS Kota Pariaman, pungkas dia, akan terus meningkatkan konsolidasi internal untuk memperkuat kesolidan kader dalam pemenangan pilkada.

Nanda/OLP
Pariaman Marathon 10K Balai Nareh Berlangsung Meriah




Pariaman Marathon 10K tahun 2016 memperebutkan piala bergilir Edison TRD, Minggu (28/8) 2016, berlangsung meriah. Lomba yang mengambil start dan finish di Desa Balai Nareh itu, diikuti lebih 500 peserta dari Padangpariaman, Kota Pariaman dan Kota Padang.


   
Kapolres Pariaman AKBP. Rico Junaldy, SIK dalam sambutan menjelang pelepasan lomba, mengajak seluruh masyarakat terutama generasi muda Pariaman agar menggiatkan kegiatan olahraga.




Dengan sarana olahraga menurutnya akan tercipta generasi muda yang sehat, cerdas, sportif, sebagaimana harapan dan tuntutan bangsa kedepan.
   
“Lewat olahraga, kegiatan-kegiatan negatif seperti terlibat dengan penyalahgunaan narkoba, miras, dan penyakit masyarakat lainnya, bisa diantisipasi,” kata Rico yang juga putra Pariaman ini.
   
Sementara itu, Edison TRD, SH, MH didampingi Ketua Panitia Pelaksana dari Karang Taruna Nan Caredek Balai Nareh, Bayu, kepada sejumlah wartawan menyebutkan, Kejuaraan Pariaman Marathon yang diselenggarakannya pagi itu, sebelumnya sempat vakum selama lima tahun. Kegiatan yang sama dulu rutin dihelat oleh pemuda setempat dengan sponsor Abang Pramuka, seorang pengusaha konveksi di Bengkulu yang merupakan putra Nareh.
   
“Setelah vakum, pemuda Nareh dibawah naungan Karang Taruna Nan Caredek kembali berkeinginan menggelar hajatan positif dan bermanfaat ini. Dalam proses yang relatif singkat, sekitar 1 minggu saja, Pariaman Marathon 10K bisa kita helat dan alhamduliillah berlansung meriah,” kata Edison, mantan anggota DPRD dan Ketua Forum Kota Sehat Kota Pariaman yang diminta masyarakat Nareh untuk ikut maju dalam pemilihan Walikota Pariaman mendatang.

Pariaman Marathon 10K Balai Nareh yang disponsorinya ini, sekaligus dalam rangka memeriahkan HUT RI Ke-71 disamping mengajak generasi muda menjadikan olahraga sebagai kegiatan rutin sehari-hari.

"Generasi muda dan olahraga ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Jika dipisah, sejumlah persoalan akan timbul. Pemuda akan rentan oleh penyakit masyarakat seperti penyalahgunaan narkoba, bermabuk-mabukan dan perbuatan yang meresahkan masyarakat lainnya," terang Ketua DPD Hanura Kota Pariaman ini.

Sedangkan bagi dunia olahraga sendiri, ungkapnya, akan terjadi kelesuan sejumlah aktivitas dan prestasi. Untuk itu dia berharap agar seluruh stakeholder Pariaman mendukung kegiatan keolahragaan jenis apapun di Pariaman.

"Kita jadikan olahraga sebagai benteng utama generasi muda agar terhindar dari narkoba. Kita mengajak, marilah kita berlomba-lomba menciptakan prestasi di bidang keolahragaan, baik itu tingkat desa/kelurahan, maupun tingkat dusun hingga RT/RW," pungkasnya.
   
Peserta lomba marathon yang mayoritas berusia remaja, dalam ajang tersebut menempuh jarak sejauh 10 kilometer dengan rute Desa Balai Nareh-Simpang Apa, Tanjuang Saba-Cubadak Aia, Kasiak Putiah-Sintuak, Padang Biriak-biriak-Balai Nareh. Di garis finis, peserta disambut oleh Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar.
   
Pada kesempatan itu, Genius Umar mengharapkan agar lomba tersebut dijadikan agenda rutin tahunan oleh generasi muda Nareh yang difasilitasi oleh Pemko Pariaman melalui Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga dan KONI.

"Pariaman Marathon 10K Balai Nareh, Insya Alah akan kita jadikan iven tahunan yang masuk kalender sport tourism Kota Pariaman," kata Genius.
   
Ali Riando Putra (17) pelajar SMK 3 Pariaman berhasil menempati posisi utama dan berhak atas piala bergilir Edison TRD ditambah tabanas sebesar Rp2,5 juta plus trophy tetap. Dibelakang Ali Rianto disusul oleh M Haviz, M Ihdal dan Riko, yang ketiganya berasal dari Pesantren Arsilah Kota Padang.

Untuk juara II, III dan juara harapan, masing-masing juga meraih piala dan trophy beserta sejumlah uang dari Edison TRD dengan rincian, juara II piala + trophy plus tabanas Rp1,5 juta, juara II trophy ditambah tabanas Rp1 juta, juara III trophy plus tabanas Rp500 ribu dan juara harapan trophy plus tabanas Rp250 ribu.

OLP
Pimpin Kembali Hanura, Edison Trd Siap Maju Calon Walikota



Edison Trd, SH terpilih secara aklamasi pada musyawarah cabang (Muscab) dewan pimpinan cabang (Dpc) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kota Pariaman ke II di Hotel Casandra, By pass Pariaman, (Sabtu 23/4). Edison akan memimpin partai besutan Wiranto tersebut untuk periode kedua 2016-2021 setelah sebelumnya 2010-2015.



Ketua Dewan Pimpinan Daerah (Dpd) Partai Hanura Sumatra Barat, Drs. Marlis, MM, di Pariaman menyebutkan, sejak tahun 2015, Partai Hanura secara nasional telah mengubah mekanisme dalam menentukan ketua partai, baik Dpc, Dpd hingga Dpp.




Menurutnya, setiap bakal calon Ketua Dpc yang mendapat dukungan dari Pac melalui musyawarah selanjutnya akan dilakukan fit and proper test oleh 7 (tujuh) orang, 3 dari unsur Dpd dan 4 orang dari unsur Dpp.

"Keputusan ditangan penguji. Misalkan ada empat calon yang diajukan kepada dewan penguji belum tentu akan dipilih salah satu, bisa saja disuruh ajukan kembali bila dinilai calonnya tidak kompeten dari sisi track record," kata Marlis yang juga Ketua Komisi IV Dprd Sumbar itu.

Kata dia hal itu dilakukan setelah pihak Dpp Hanura melakukan kajian dan belajar dari kasus meruncingnya gesekan internal di dua partai besar yang mengakibatkan perpecahan di tubuh partai. Hanura menginginkan kaderisasi di partainya tetap kompak serta menjauhkan dari pergesekan pasca Muscab.

Edison Trd, sebagai ketua terpilih Partai Hanura diberi rentang waktu seminggu untuk menyusun kepengurusan kepada pihak Dpd Hanura Sumbar, selanjutnya akan dijadwalkan pelantikan pengurud Dpc bersama.

Edison mengatakan, dalam kepengurusan dirinya bertekad akan mencari orang-orang yang benar-benar mencintai partai dan siap berjuang memenangkan Partai Hanura di dua perhelatan poltik besar yakni Pilkada Kota Pariaman dan pemilihan legislatif 2019.

"Pada awal 2017 kita sudah ajukan daftar nama calon anggota legislatif. Hanura Kota Pariaman bertekad kuat memenangkan pemilu legislatif dengan mempersiapkan kadernya jauh hari," ungkap Edison.

Dia menyebut, Partai Hanura akan sosialisasikan program partai melalui kader-kader partai di tingkat akar rumput untuk mendulang perolehan suara di pemilihan legislatif 2019.

Menghadapi Pilkada Kota Pariaman, kata Edison, partainya akan melakukan serangkaian mekanisme dalam penjaringan calon. Hanura yang memiliki dua kursi di dewan akan berkoalisi dengan partai lain agar dapat mengusung pasangan calon di 2018.

"Sesuai mekanisme kita lakukan survey internal dan eksternal untuk melihat popularitas dan elektabilitas para bakal calon walikota dan wakil walikota. Partai Hanura Kota Pariaman menargetkan berada dalam kemenangan pada Pilkada 2018," Edison menegaskan.

Selain itu, ungkap dia, dirinya akan maju kembali sebagai calon walikota di 2018. Untuk menuju ke arah itu dirinya telah mempersiapkan program yang akan ditawarkan kepada masyarakat Pariaman.

"Kita lihat respon dari masyarakat secara keseluruhan nantinya secara tingkat keterpilihan melalui survey. Namun sejauh ini dukungan terus mengalir kepada saya agar kembali mencalonkan diri," kata dia meyakinkan.

Muscab II Dpc Hanura Kota Pariaman adalah Muscab ke 11 kota/kabupaten di wilayah Sumatra Barat pada tahun 2016 yang akan tuntas hingga 19 kota/kabupaten jelang lebaran 2016.

Muscab bertemakan "Sukses dan mencapai hasil maksimal pada legislatif 2019" itu dimulai pada pukul 14.10 WIB dan dihadiri oleh Walikota Pariaman diwakili Kepala Kesbangpol Yusrizal, Anggota Dprd Sumbar Zalman Zaunit, Ketua Dprd Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin yang juga Ketua Dpd Golkar Kota Pariaman, Ketua PAN Kota Pariaman, Ibnu Hajar, Ketua Nasdem Kota Pariaman, Dewi Fitri Deswati bersama Syafinal Akbar, Ketua Gerindra Jhon Edwar, Ketua PPP Mulyadi dan pengurus partai politik lainnya.

Dari internal Hanura dihadiri 60 orang kader dari unsur Pac, Dpc dan Dpd Sumbar termasuk dua anggota DPRD Kota Pariaman dari Hanura, Riza Saputra dan Marwan.

OLP
Edison TRD Siap Hadang Langkah Kompetitor Duduki BA 1 Kota Pariaman



Mantan calon Walikota Pariaman periode 2013-2018, Edison, TRD, SH, bertekad kembali maju pada bursa Pilkada Kota Pariaman yang akan dihelat pertengahan 2018 nanti.

Menurut dia, hal itu bukan tanpa sebab karena dia sudah punya popularitas pada perhelatan demokrasi sebelumnya, melainkan hasil diskusi panjang dengan berbagai tokoh masyarakat, pertimbangan matang dan dukungan dari berbagai pihak yang terus mengalir kepada dirinya.

Disamping itu, mantan Anggota DPRD Kota Pariaman periode 2009-2014 yang juga Ketua Partai Hanura Kota Pariaman itu, juga mengakui dia telah belajar banyak sejak dirinya tidak berkecimpung di legislatif lagi.

Sejak tidak menjabat di dewan, Ketua Forum Kota Sehat Kota Pariaman ini merasa jauh lebih dekat dengan masyarakat. Berbagai aspirasi langsung dia terima khususnya di tanah kelahirannya Pariaman Utara. Kata dia, sebagai seorang putra daerah, medan perjuangan tak pernah usai. Gelanggang selalu ada jika di dalam diri ada jiwa pengabdian.

"Jika periode (Pilkada) lalu saya terkesan maju tergesa-gesa karena perintah partai, untuk Pilkada 2018 saya sudah siap lahir batin. Full energi. Saya sudah persiapkan segalanya, seperti dukungan dari partai, dukungan masyarakat Kota Pariaman hingga dari tokoh perantauan," kata Edison TRD di Naras, Pariaman Utara, Minggu (27/3).

Direktur Utama PT. TRD yang bergerak di bidang kontraktor dan developer perumahan itu meyakini dirinya mampu membawa Kota Pariaman ke arah yang lebih baik sesuai harapan dan cita-cita masyarakat.

"Apa yang diinginkan masyarakat itu yang kita bangun, bukan membangun apa yang kita inginkan," lanjut peraih terbaik nasional dari Kemenpera RI tentang pelaksana pembangunan rumah subsidi tiga tahun berturut-turut itu (2013, 2014 dan 2015 daerah regional Sumbar-Riau).

Dibawah bendera PT. TRD, Edison sekarang berkecimpung sebagai developer perumahan sukses skala nasional. Hingga saat ini perusahaannya telah membangun 1000 (seribu) rumah subsidi/non subsidi yang tersebar di berbagai daerah lintas provinsi, seperti Kota Pariaman, Agam, Pasaman dan Pekanbaru, Riau.

"Untuk Pilkada 2018 saya totalitas dengan target menang," pungkasnya mantap.

Sementara itu, Zuardi, SH (25) tokoh pemuda Pariaman Utara menyebutkan bahwa saat ini masyarakat Pariaman Utara menginginkan putra daerahnya memimpin Kota Pariaman ke depan.

"Edison TRD adalah sosok paling tepat. Dia dikenal selalu dekat dengan masyarakat, baik saat menjabat maupun saat tidak menjabat. Perhatian dia kepada masyarakat membuat kami sepakat mendukungnya maju sebagai Calon Walikota Pariaman periode 2018-2023," kata dia.

Dia menuturkan, Edison TRD tidak hanya punya reputasi baik di kampungnya, namun juga hampir di seluruh kecamatan di Kota Pariaman.

"Kami melihat dukungan juga datang dari tokoh masyarakat Pariaman Selatan, Tengah dan Timur. Beliau maju untuk menang, dan kami siap mencarikan suara buat beliau," tangkasnya.



Terpisah, Sekretaris Forum Kota Sehat Kota Pariaman, Ikhlas Bakri, menyebut Edison TRD adalah pribadi yang gampang dekat dengan siapa saja. Dia orang yang gampang mengulurkan tangan melihat oranglain kesusahan.

"Dia suka membantu orang, baik dengan cara (bantuan) maupun dengan materi (uang). Dia tidak pernah mengharapkan imbalan atas apa yang telah diperbuatnya," kata Ikhlas Bakri.

OLP