Bawaslu Petakan Indeks Kerawanan Pemilu 2019 di Kota Pariaman
Tiga Komisioner Bawaslu Pariaman dan Kepala Sekretariat foto bersama di halaman Balaikota Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Pariaman mulai memetakan kerawanan pemilu tahun 2019 di Kota Pariaman. Hasil pemetaan ini, selanjutnya diajukan kepada Bawaslu RI untuk dilakukan kajian lebih mendalam.

Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kota Pariaman, Ulil Amri mengatakan, hasil pemetaan kerawanan saat ini akan digunakan untuk menyusun Indek Kerawanan Pemilu (IKP) tahun 2019.

"IKP yang diterbitkan oleh Bawaslu RI memuat potensi kerawanan selama pemilu 2019. Terhadap potensi kerawanan ini kita bisa melakukan pencegahan dan meminimalisir kerawanan ini," katanya di Pariaman, Selasa (28/8).

Pemetaan kerawanan dilakukan dengan metode wawancara mengunakan alat kerja yang telah disiapkan Bawaslu RI. Pihak terkait seperti kepolisian, internal Bawaslu, KPU dan media diwawancarai menggali informasi tentang segala bentuk gangguan pelaksanaan pemilihan umum sejak awal sejarah pelaksanaan pemilu di Kota Pariaman, hingga saat ini.

"Berbeda dengan penyusunan IKP pemilihan sebelumnya yang hanya melihat kerawanan pada pelaksanaan pemilu terakhir saja. Pada pemilu 2019, pemetaan dilakukan lebih mendalam dan tanpa batas waktu. Jika kerawanan tidak terjadi pada pemilihan yang terakhir dilaksanakan seperti pada Pilkada Kota Pariaman 2018 misalnya, kerawanan bisa dilihat pada pelaksanaan pemilu yang dilaksanakan periode sebelum-sebelumnya," ujarnya.

Ulil menyebut, pemetaan tahun 2019 dititikberatkan pada dua kerawanan, yakni politik identitas dan kampanye SARA. Dua hal ini menurutnya terproyeksi akan menjadi gangguan pelaksanaan pemilu tahun 2019 secara nasional.

Meski belum ditemukan politik identitas dan kampanye SARA selama pelaksanaan pemilu di Kota Pariaman, namun pihaknya mengoptimalkan sosialisasi mengecah terjadinya hal praktik politik identitas dan kampanye SARA.

"Karena memang dua kerawanan ini akan membuat masyarakat terpecah. Sedemikian dini, kami terus melakukan pencegahan dengan sosialisasi kepada masyarakat," pungkasnya. (Nanda)
Tiga Paslon Sudah Mendaftar ke KPU, Bawaslu Pantau Kinerja Panwaslu Pariaman
Anggota Badan Pengawas Pemilu Sumbar Vifner pantau kinerja Panwaslu Pariaman pada tahapan pendaftaran calon di KPU Pariaman. Foto/istimewa
Santok --- Bawaslu Sumbar lakukan supervisi kepada Panwaslu Kota Pariaman dalam mengawasi tahapan pendaftaran pasangan calon walikota dan wakil walikota Pariaman pada Pilwako Pariaman 2018.

"Kita memastikan bahwa Panwaslu Pariaman sudah melakukan pengawasan sesuai dengan tugas dan fungsinya," ujar anggota Bawaslu Sumbar Vifner di Kantor KPU Kota Pariaman, Desa Airsantok, Pariaman Timur, Rabu (10/1).

Vifner mengatakan, pengawasan oleh Panwaslu Pariaman saat tahapan penerimaan pendaftaran pasangan calon oleh KPU Kota Pariaman sejak tanggal 8 hingga 10 Januari 2018, meliputi syarat pencalonan.

"Berupa dukungan partai politik dan dukungan koalisi partai politik yang disebut syarat pencalonan. Syarat calon beda lagi. Syarat ini menyangkut administrasi yang wajib dipenuhi oleh setiap individu pasangan calon kepala daerah yang diserahkan kepada KPU Kota Pariaman hingga masa verifikasi hingga 20 Januari," ungkap mantan Ketua KPU Padangpariaman itu.

Ia menyatakan, saat ini pihaknya memiliki kewenangan membatalkan keputusan KPU---penetapan calon sekalipun---jika memang ditemukan kesalahan administrasi.

"Hal ini diatur oleh Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum. Dalam undang-undang tersebut Bawaslu memiliki kewenangan menyidik, menuntut dan memutuskan sengketa pemilu," jelasnya.

Dalam pantauan wartawan di kantor KPU Pariaman hingga pukul 17.30 WIB----hari terakhir pendaftaran----pasangan calon walikota dan wakil walikota Pariaman dari koalisi Partai Gerindra-PKS Mahyuddin-Muhammad Ridwan dan Dewi Fitri Deswati-Pabrisal yang diusung koalisi Partai Nasdem-Hanura sedang melakukan proses pendaftaran di KPU Kota Pariaman.

Mahyuddin-Ridwan datang sejak siang, disusul Dewi-Pabrisal sore harinya. Pendukung dua paslon tersebut terlihat memadati halaman kantor KPU. Setiap paslon mendapat pengamanan melekat dari Polres Pariaman.

Dengan demikian, hingga penutupan pendaftaran, sudah tiga bapaslon mendaftar ke KPU Pariaman dimana Genius Umar-Mardison Mahyuddin telah mendaftar Senin 8 Januari kemarin. 


Penulis: Ikhlas Bakri
Editor: Ikhlas Bakri