Bandara Internasional Minangkabau Diperluas Hingga 2 Kali Lipat Lebih

Batang Anai - Bupati Padangpariaman Ali Mukhni hadir dan menjadi saksi penandatanganan kontrak pembangunan terminal Bandara Internasional Minangkabau (BIM) antara PT Angkasa Pura II dengan PT Waskita Karya, Rabu (12/9).

Ali Mukhni mengaku gembira rencana pengembangan fasilitas BIM teralisir pada pertengahan bulan September ini.

"Ini sesuai dengan janji Bapak Presiden Jokowi sewaktu meresmikan stasiun kereta api BIM bulan Mei lalu," ungkap Ali Mukhni.

Ia menyatakan siap membantu pihak pengembang jika di tengah jalan ditemukan kendala. Ia meyakini jaminan mutu pekerjaan kontruksi oleh Waskita Karya tidak perlu diragukan lagi kualitasnya.

"Kalau soal mutu kita tidak ragu lagi dengan Waskita Karya karena sudah berpengalaman dalam berbagai bidang pekerjaan konstruksi. Tidak hanya beroperasi di dalam negeri tapi juga di luar negeri," pujinya.

Pada kesempatan itu, Bupati Ali Mukhni juga meminta bantuan otoritas BIM untuk mengingatkan maskapai penerbangan untuk ikut mengenalkan daerah Kabupaten Padangpariaman kepada penumpang yang akan turun dari pesawat.

Maskapai penerbangan diingatkan untuk memberitahukan kepada penumpang bahwa ketika mereka turun di BIM, itu wilayah Kabupaten Padangpariaman bukan di Kota Padang.

"Kalau ada masalah di BIM, Bupati Padangpariaman yang didemo, tapi kalau nama Kota Padang yang dapat," candanya.

Director Of Engineering & Operation PT Angkasa Pura II, Djoko Murjatmodjo menjelaskan bahwa penandatangan kontrak kerja dilakukan sebagai tanda dimulainya perluasan BIM.

Sejak dibangun pada 2005 hingga kini, tercatat jumlah penumpang sudah mencapai 4 juta.
Selama itu Angkasa Pura II melakukan pengembangan baru sebatas apron, ruang tunggu, dan fasilitas di dalam saja.

Menurut Djoko, pihaknya akan mengembangkan BIM yang sekarang luasnya 22.000 m2 menjadi 49.000 m2 dengan kapasitas tampung penumpang sampai 6 juta orang.

"Sekarang, antara terminal dengan stasiun kereta api belum terhubung, kami berharap dengan perluasan gedung terminal bisa tersambung dengan stasiun kereta api," katanya.

Djoko optimis bahwa pengembangan BIM sesuai dengan pertumbuhan penumpang setiap tahun yang selalu meningkat.

"Di AP2 pertumbuhan penumpang bisa mencapai 13%," bebernya.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk sendiri telah punya pengalaman membangun bandara, termasuk Bandara Internasional Soekarno Hatta. (Tim)

Ngamuk di BIM, Pemuda Asal Nias Diamankan Polisi
Yadesman Telaumbanua diamankan polisi. Foto/Nanda
Ketaping ---- Salah seorang penumpang pesawat yang tengah transit di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padangpariaman, bikin geger, Jumat (8/6) pukul 10.30 WIB.
        
Penumpang tersebut bernama Yadesman Telaumbanua, 23 tahun, warga Nias, Sumatera Utara. Ia diamakan oleh petugas keamanan BIM setelah mengamuk di ruang tunggu bandara.

Ia merupakan salah seorang penumpang pesawat Lion Air JT 252 dan akan melanjutkan penerbangan dari Padang ke Gunung Sitoli, Sumatera Utara menggunakan pesawat Wings Air pukul 13.15 WIB.
      
Kapolres Padangpariaman, AKBP Rizky Nugroho menerangkan, Yadesman telah diamamkan dan dievakuasi ke Polsek kawasan bandara.
     
"Pesawatnya mendarat di BIM dan berganti ke pesawat untuk penerbangan lanjutan. Pada saat menunggu penerbangan berikutnya dari Padang ke Gunung Sitoli, yang bersangkutan ini mengamuk, berteriak-teriak dan mendorong penumpang lain. Kini, telah kita amankan" jelasnya.
      
Dikatakannya, Yadesman yang mengamuk menumpang pesawat bersama dua orang keluarganya. Dari keterangan keluarga, Yadesman yang juga salah seorang mahasiswa di Kota Bandung itu, diduga mengalami ganguan kejiwaan.
      
Hingga berita ini diturunkan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. (Nanda)
3.000 Jemaah Umrah per Bulan, Leonardy: BIM Perlu Penambahan Terminal
Leonardy saat mengunjungi BIM Kamis lalu. FOTO/istimewa
Ketaping ---- Bandara Internasional Minangkabau (BIM) selaku pintu gerbang provinsi Sumatera Barat telah memberikan kontribusi yang cukup besar bagi daerah. Keberadaan bandara yang semakin ramai itu, seiring dengan peningkatan kemajuan pariwisata di ranah Minang.

Menurut angka statistik yang dirilis lembaga kompeten pada bulan Juli 2017 lalu, pertumbuhan ekonomi Sumbar merupakan yang terbaik di pulau Sumatera.

General Manager Angkasa Pura II BIM Dwi Ananda Wicaksana mengatakan, data Angkasa Pura II per Desember 2017, penyintas BIM tembus angka 3,9 juta orang. Nominal yang sangat besar tentunya.

"Kepadatan pun kian meningkat saat jemaah umrah. Umumnya mereka memanfaatkan selasar bandara. Mereka kumpul di sana menunggu rombongan dengan duduk berselonjor. Jumlahnya makin besar seiring anggota keluarga yang ikut mengantar dan membawa segenap perlengkapannya," kata Dwi Ananda.

Menurut prakiraan Angkasa Pura II ada sekitar 3.000 jemaah umrah per bulan. Peningkatan ini seiring daftar tunggu ibadah haji yang makin panjang, sementara kerinduan ke Mekah semakin membuncah sehingga umrah menjadi alternatifnya. Juga bisa dipicu kebijakan bisa terbang lansung dari Padang ke Jeddah Arab Saudi.

Dia pun merasa kurang manusiawi saat melihat jemaah berkumpul di selasar bandara. Ada yang terpaksa duduk di lantai. Dwi Ananda juga melihat ruang tunggu khusus bagi jemaah umrah jadi solusi peningkatan jumlah jemaah umrah dari Sumbar.

Anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy, S.iP, MH Dt Bandaro Basa menyikapi hal tersebut. Ia menilai BIM perlu perluasan seiring meningkatnya trafik penyintas.

"Bandara kadang sudah mirip mall, penuh sesak. Kita mendorong optimalisasi kapasitas bandara, bahkan sudah saatnya bandara itu diperluas," ujar senator asal Sumbar itu saat berkunjung ke PT Angkasa Pura II BIM, Kamis (4/1) lalu.

Menantu Anas Malik itu menilai sudah saatnya penambahan terminal di BIM. Terminal baru itu nantinya akan terhubung lansung dengan skybridge dari stasiun kereta yang bakal segera diresmikan.

Keberadaan terminal baru, kata suami Ilya Rosa Anas Malik itu, diharapkan dapat menjawab lonjakan kunjungan wisata ke Sumbar seiring dijadikannya destinasi wisata halal. Ini juga jawaban atas meningkatnya animo masyarakat melaksanakan umrah.

Terkait umrah, mantan ketua DPRD Sumbar dua periode itu memandang perlu dihadirkan ruang tunggu khusus bagi jemaah umrah. Di ruang tunggu tersebut jemaah umrah bisa berkumpul dan beristirahat jelang keberangkatannya. Mereka bisa diantar atau dijemput keluarga dengan leluasa.

"Kenyamanan di bandara pasti menjadi daya tarik dan cerita tersendiri bagi pengunjung dan pengguna jasa bandara," ungkap sumando rang Piaman itu.

Kapasitas musala di BIM juga jadi perhatiannya. Belum adanya taxy way, kata Leo, juga mengakibatkan pesawat harus memutar di runway untuk mencapai tempat yang disediakan bagi maskapai untuk menaikkan/menurunkan penumpangnya (terminal).

"Taxyway memudahkan pesawat menuju terminalnya. Dengan memutar seperti saat ini pasti sangat merugikan maskapai. Waktu memutar di runway pun pasti mempengaruhi jadwal keberangkatan dan kedatangan pesawat," imbuhnya.

Leonardy yang sukses mengupayakan penambahan panjang runway 250 meter agar bisa didarati pesawat berbadan lebar (Boeing 747-400) di tahun 2009 tersebut, menegaskan hal itu baru terasa jika jumlah flight semakin banyak.

"Flight makin banyak tentu lalu lintas pesawat makin padat. Pesawat yang baru mendarat harus segera meninggalkan kawasan runway," sambungnya.

Pihak Angkasa Pura mengharapkan dorongan Leonardy untuk percepatan proses pembangunan terminal baru dan kawasan khusus untuk jemaah umrah. (*)
Polisi Sita Benda Mirip Granat Nanas Milik Pensiunan TNI di BIM
Foto: Nanda
Katapiang -- Polsek Kawasan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sita alat peraga berbentuk granat nanas dari salah seorang calon penumpang pesawat di BIM, Rabu (24/5/2017), pukul 04.10 WIB.

Polisi amankan benda mirip granat


Alat peraga berbentuk granat nanas tersebut ditemukan dari dalam tas milik pria bernama Muslimin. Ia merupakan seorang purnawirawan TNI AD yang tinggal di Blok Kebon Asem RT/RW 012/003 Kelurahan Trusmi Kulon, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat.

Rencananya Muslimin akan melakulan penerbangan menuju Jakarta menggunakan pesawat Lion Air pukul 05.30 WIB.

"Usai dilakukan pemeriksaan isi tas penumpang tersebut, petugas bandara melaporkan temuan tersebut kepada Polsek Bandara BIM," ujar Kapolres Padangpariaman, AKBP Dwi Eri Yulianto melalui Kapolsek Kawasan Bandara BIM, IPTU Yuliadi..

Lebih jauh dijelaskan oleh Yuliadi, penumpang yang membawa alat peraga berbentuk granat nanas tersebut telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Dari pemeriksaan yang dilakukan, diketahui alat peraga berbentuk granat nanas untuk koleksi dan kenang-kenangan setelah pensiun sebagai anggota TNI.

Untuk memastikan keamanan, tim gegana Sat Brimob Polda Sumatera Barat telah melakukan pengecekan dan pemeriksaan. Meskipun bukan granat asli, kepolisian tetap menyita benda tersebut untuk alasan keamanan.

Penemuan alat peraga berbentuk granat itu dipastikan tidak mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara BIM. Namun, Muslimin terpaksa melanjutkan keberangkatannya pada penerbangan berikutnya setelah dimintai keterangan oleh polisi.

"Kuatirnya masyarakat yang awam ketika melihat benda tersebut takut. Untuk keamanan agar tidak salah guna oleh orang lain," pungkas Yuliadi.

Nanda
Kenakan Baju Pilot Pesawat Tempur, Ali Mukhni Sambut Kedatangan 4 Jet Hawk Squadron di BIM



Bupati Padangpariaman Ali Mukhni menyambut kehadiran Penerbang Angkatan Udara beserta empat pesawat tempur jenis Hawk 100/200 dari Skuadron Udara 12, Lanud Rusmin Nuryadin Pekanbaru, di Bandara Internasional Minangkabau, Senin (13/4). Kedatangan pesawat tempur itu untuk memperkuat sistem pertahanan udara demi menjaga kedaulatan NKRI.

"Selamat datang di Ranah Minang. Semoga simulasi latihan operasi udara diatas wilayah Sumbar berjalan aman dan diridhoi Allah SWT," kata Bupati yang juga mengenakan baju penerbang Angkatan Udara itu.

Dijelaskannya bahwa empat pesawat tempur tersebut telah mendarat sejak Sabtu kemarin dan akan berada di Sumbar dari tanggal 12 s/d 17 April mendatang. Selama sepekan ke depan, para penerbang TNI Angkatan Udara berlatih penembakan dari udara ke sasaran di darat dan laut atau disebut juga air to groud dengan rudal maverick.

Ali Mukhni menilai latihan operasi udara sangat strategis dan tepat diadakan di Sumbar untuk mendukung kekuatan wilayah udara di perairan Samudera Hindia sekaligus untuk mendukung program poros maritim dunia.

"Atas nama Pemerintah dan Masyarakat Padangpariaman, kita sangat bangga dengan kekuatan Angkatan Udara dalam menjaga kedaulatan NKRI," kata Alumnus Lemhanas 2012 itu.


HA/OLP