Lensa Piaman: Labuhan Pulau Kasiak

Secara alami sebuah jalur disela-sela karang yang mengelilingi bibir pantai Pulau Kasiak untuk dilewati perahu kecil terbentuk. "Labuhan" adalah istilah yang diberikan oleh nelayan lokal yang acap menepikan biduknya di halaman pulau yang terdapat penangkaran penyu alami milik Pemko Pariaman tersebut. Foto diambil dari atas menara mercusuar setinggi 40 meter. Pulau Kasiak memiliki luas 0,5 Hektare, ditumbuhi kelapa, pohon sukun, pepaya, dll.

Lensa Piaman: Tidur Pulas

Saat narasumber memberikan makalah di podium, beberapa hadirin terlihat menahan kantuk dan akhirnya tertidur pulas di aula utama Balaikota Pariaman dalam acara sarasehan tentang "Sejarah Pariaman dan kepahlawanan H. Bgd. Dahlan Abdullah" Senin, (25/8).

Lensa Piaman: "Lomba Melepas Anak Penyu"

Rombongan Ibu Bhayangkari Polda Sumbar terlihat memberikan semangat pada tukik (bayi penyu) yang hendak mereka lepas ke laut di pantai Konservasi Penyu, Desa Ampalu, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Jumat, 22/8/2014.

Lensa Piaman: Potensi Wisata di Pulau Kasiak

Panorama di atas menara mercusuar pulau Kasiak (Kaslik) Pariaman terumbu karang terlihat jelas di kejernihan air laut. Kawasan pulau Kasiak adalah kawasan konservasi penyu secara nature milik pemko Pariaman dibawah dinas DKP dan dikelola secara penuh oleh UPTD Konservasi Penyu. Pulau Kasiak banyak di kunjungi nelayan lokal untuk memancing ikan karang, gurita dan berbagai biota laut lainnya. Akibat perburuan swallow laut beberapa tahun lalu membuat kondisi karang rusak parah. Pemko beberapa waktu lalu bersama mahasiswa pencinta terumbu karang melakukan penanaman terumbu karang di halaman pulau ini.

Headline News :
Custom Search

Berita Terpopuler

Redaksi

Pedoman Media Siber

Powered by Blogger.
Showing posts with label #padangpariaman. Show all posts
Showing posts with label #padangpariaman. Show all posts

Jelang Lebaran, Pantai Legenda Padangpariaman Berbenah Seadanya

Written By oyong liza on Friday, 23 June 2017 | 21:49

Foto: http://www.promo-jitu.com
Sungai Limau -- Pantai Arta berbenah diri menyambut liburan besar Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah/2017. Sejumlah lapak pedagang dan pelbagai wahana mulai berdiri sejak H-2, Jumat (23/6/2017). Terlihat sejumlah tenda mulai dipasang di berbagai tempat strategis di pantai wilayah Sungai Limau itu.

Ketua Panitia Pesta Pantai Arta 2017, Syafruddin, menyatakan bahwa penyelenggaaraan pesta pantai di daerah itu adalah ageda rutin tahunan semenjak tahun 1981.

"Pesta Pantai Arta mulai dilaksanakan sehari setelah shalat Id dan berlangsung selama satu minggu, dari tanggal 26 Juni hingga 2 Juli 2017," kata dia.

Ke depan ia meminta dukungan dari pemda terutama perbaikan sarana dan prasarana seperti jalan, gerbang, jalan pendestrian, pemasangn baronjong di muara sungai dan penataan lainnya.

"Sehingga pengunjung yang datang akan betah berlama-lama di tempat ini, karena pantai Arta ini adalah pantai yang melegenda dan bisa menjadi ikon pariwisata Padangpariaman," sambungnya.

Kepopuleran Pantai Arta, kata dia juga tertuang dalam tembang lagu minang. Oleh sebab itu ia berharap pemerintah memberikan sentuhan/polesan agar pantai tersebut lebih bersinar sebagai destinasi bahari.

"Tinggal sedikit memberikan sentuhan maka jadilah pantai ini. Jika mau melihat ramainya pantai Arta, silahkan lihat dua hari setelah shalai id,” imbuhnya semangat.

Sementara itu, Zainal Effendi, putra asli Sungai Limau, mengatakan Pantai Arta bisa menjadi penggerak perekonomian anak nagari setempat sehingga perlu dipercantik.

Sementara itu Sekretaris Kecamatan Sungai Limau Anton Wira Tanjung, menyatakan bahwa pantai itu memang perlu pembenahan dari pemerintahan. Ia mengaku telah mengirim surat permohonan pembuatan masterplan Pantai Arta dan surat penyerahan tanah oleh masyarakat kepada pemerintah agar lokasi itu diperbaiki sarana dan prasarananya.

"Sudah kita tindaklanjuti kepada Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Padangpariaman, bahkan dalam usulan musrenbang kecamatan juga telah kita masukan," kata dia.

Pola pengelolaan Pantai Arta menurut dia ada dua metode yang dapat diterapkan: pertama dikelola oleh pemerintah nagari melalui BUMNAG dengan mekanisme memperhatikan masyarakat setempat. Atau kedua dengan metode pengelolaan secara profesional oleh pemerintah dan ditata dengan sebaik-baiknya menjadi ikon daerah serta diterbitkan retribusinya.

“Sangat sayang kita dengan modal dan potensi yang ada kita buang percuma. Kita khawatir nanti segmen pasar Pantai Artha diambil alih oleh pantai Tiku yang cukup intens diperhatikan Pemkab Agam saat ini,” pungkasnya.

TIM

Ali Mukhni Santuni 400 Anak Yatim di Pauhkambar

Bupati Ali Mukhni cium anak yatim penerima santunan
Pauhkambar -- Bupati Padangpariaman Ali Mukhni serahkan santunan kepada 400 orang anak yatim di Nagari Pauhkambar, Jumat (23/6/2017) di Masjid Jihad Kabun.

Santunan itu merupakan sumbangan bupati dan infaq yang digalang pengurus Masjid Jihad Kabun selama satu tahun dan dibagikan menjelang lebaran Idul Fitri.

Ali Mukhni berkata, santunan anak yatim merupakan bentuk kepedulian sesama antar umat muslim. Anak yatim merupakan tanggungan semua pihak.

"Sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk peduli terhadap sesama. Jangan sampai di saat kita bersuka ria, namun di sebelah ada tetangga yang kekurangan," ujarnya.

Ali Mukhni mengapresiasi penyaluran santunan kepada anak yatim yang digelar rutin setiap tahun pada akhir Ramadhan. Untuk peningkatan besar santunan dan jumlah penerimanya, ia akan mencoba menggugah perantau untuk menyalurkan santunan kepada anak yatim yang ada di kampung halaman.

"Saya akan ajak perantau untuk menyalurkan santunan kepada anak yatim yang ada di kampung, jika terealisasi tentu akan lebih luas dampaknya bagi anak anak yatim di sini," ungkapnya.

Ketua pengurus Masjid Jihad Kabun Pauhkambar, Jon Kenedi didampingi Ketua Remaja Masjid Muhammad Yahya Wijaya mengatakan, pemberian santunan kepada anak yatim tahun 2017 mengalami peningkatan di banding tahun sebelumnya dari sisi jumlah penerima dan jumlah besaran santunannya.

"Tahun anak yatim dari Nagari Pauhkambar dan nagari sekitar masing-masing menerima Rp150 ribu," ujarnya.
Dikatakannya, pengurus Masjid Jihad Kabun dengan terbuka menerima sumbangan donatur untuk disalurkan kepada anak yatim.

"Kita terbuka menerima santunan dari donatur khusus santunan anak yatim, insya Allah akan kembali kita salurkan akhir Ramadhan tahun depan," pungkasnya.
 

Nanda

Diduga Dibunuh, ABG Ditemukan Tak Bernyawa di Fly Over Katapiang

Written By oyong liza on Thursday, 22 June 2017 | 12:54

Korban ditemukan dalam sudah dalam kondisi tak bernyawa. Foto: Nanda
Batang Anai -- Penemuan sesosok mayat remaja ABG di kawasan Fly Over Bandara Katapiang, Kecamatan Batang Anai, gemparkan warga setempat, Kamis (22/6/2017) dinihari.

Jenazah yang diketahui identitasnya bernama, Dayat Agustin, 15 tahun, merupakan warga Asam Jawa, Nagari Lubuak Aluang, Padangpariaman, ditemukan sekitar pukul 03.15 WIB.

Informasi dari Putra (bukan nama sebenarnya) salah satu rekan dari korban mengatakan, sebelum ditemukannya menjadi mayat, korban bersama rombongan sebanyak 5 sepeda motor pergi ke jembatan Fly Over untuk berfoto-foto. 

Sesampai di jembatan sekira pukul 02.30 WIB, korban dan temannya didatangi salah seorang pemuda yang tidak mereka kenal dan bertanya kepada rekan korban perihal asal korban dan kawannya.

"Dia orang yang datang itu nanyain kita anak mana, saya bilang kita anak Lubuak Aluang, setelah itu dia pergi dan beberapa saat kembali dengan kawan-kawannya dan mengejar kami. Kami, berpencar. Beberapa saat kemudian baru diketahui bahwa korban menghilang, setelah dicari, ditelpon malah aktif tapi tak diangkat," kisah salah seorang rekan korban yang engan disebut namanya.

Tidak berselang lama, pukul 03.15 WIB baru korban di temukan di ujung jembatan Fly Over di dalam semak-semak dalam kondisi tidak bernyawa. Usai ditemukan, rekan korban melapor ke pos polisi Fly Over.

"Pas ketemu, dia sudah sudah tidak bernyawa," jelasnya.

Kapolres Padangpariaman, AKBP Eri Dwi Heriyanto, mengatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan atas kematian korban yang diduga merupakan korban tindakan penganiayaan yang menyebabkan kematian.

Untuk keperluan penyelidikan, jenazah korban saat ini dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumatera Barat untuk dilakukan outopsi. Sedangkan pelakunya, ungkap dia, masih dalam penyelidikan kepolisian.

"Kita sudah lakukan outopsi untuk keperluan penyelidikan, namun hasilnya belum didapatkan. Pelakunya juga masih dalam lidik kami," ujarnya.

Nanda

Bazzar Murah di Pasar Grosir Kasang Berlangsung Sepi

Written By oyong liza on Tuesday, 20 June 2017 | 21:58

Suasana Bazzar di Pasar Grosir Kasang, Batang Anai
Pemerintah Kabupaten Padangpariaman berupaya melakukan optimalisasi Pasar Grosir Kasang, Kecamatan Batang Anai. Upaya ini terus dilakukan mengingat Pasar Kasang dinilai dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat di Batang Anai khususnya.

Kepala Dinas Perdagangan Padangpariaman, Nurhelmi, mengatakan pihaknya terus melakukan upaya agar pasar tersebut dapat kembali berfungsi sebagaimana layaknya pasar pada umumnya.

Terkait dengan upaya mengoptimalkan Pasar Grosir Kasang, Nurhelmi menggandeng beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk saling bersinergi. OPD yang dilibatkan di antaranya Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Mendekati hari raya Idul Fitri 1438 H pihaknya juga mengadakan bazzar kebutuhan bahan pokok guna memudahkan masyarakat mencari kebutuhannya.

"Saat ini tengah kita adakan bazzar berbagai kebutuhan masyarakat. Di antaranya beras, minyak goreng, tepung, gula dan aneka kue lebaran," kata dia.

Pemasok barang pada acara bazzar itu kata dia berasal dari UMKM internal di wilayah Kabupaten Padangpariaman. Dari pantauan, kondisi bazzar terlihat sedikit lengang. Kurang antusiasnya masyarakat dengan keberadaan bazzar tersebut perlu menjadi kajian.

Namun menurut pengakuan Nurhelmi pihaknya sudah melakukan sosialisasi sebelum bazzar dilakukan dengan cara berkeliling dengan mobil yang dilengkapi dengan pengeras suara.

TIM

Dishub Padangpariaman Uji Kelaikan Angkutan Lebaran


Dinas Perhubungan Kabupaten Padangpariaman mengadakan uji ulang kelaikan kendaraan angkutan lebaran 2017. Pengecekan terhadap angkutan desa (angdes) dari berbagai jurusan seperti Sicincin-Lubuak Aluang, Lubuak Aluang-Batas Kota Padang, berlangsung di terminal Sicincin dan terminal Lubuk Aluang, Senin (19/6/2017).

Sejumlah petugas Dishub memeriksa satu per satu kelengkapan serta kelaikan kendaraan yang akan mengangkut penumpang pada arus lebaran 2017.

Yon Hendri, Plt. Kepala UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kabupaten Padangpariaman mewakili Kadis Budi Utama, mengatakan terdapat puluhan unit kendaraan lebaran yang laik jalan ditandai dengan stiker bertuliskan angkutan lebaran tahun 2017/1438 H.

Pada pengecekan tahap awal yang dilakukan oleh Yon Hendri selaku penguji bersama dengan Pembantu Penguji Kendaraan Bermotor (PPKB) Yehardiman dan Darmadi, ia mengatakan hanya empat kendaraan yang tidak laik jalan sedangkan yang lainnya telah memenuhi standar kelaikan.

Angdes tersebut belum laik jalan antara lain karena menggunakan ban vulkanisir dan surat-surat kendaraan tidak lengkap. Ada juga lampu remnya mati, klakson mati, buku kir masa berlaku habis, dan sopir tidak membawa perlengkapan administrasi lainnya.

Yon Hendri melanjutkan, untuk angdes yang laik jalan pada angkutan lebaran haruslah memenuhi persyaratan diantaranya, perlengkapan lampu-lampu, kaca-kaca depan, ‎rem, ban, sarana pendukung lain. Klakson, pemecah kaca, kunci roda, segi tiga pengaman, kotak P3K, juga kelengkapan administrasi dan surat kendaraan bermotor tersebut.

Pengecekan kendaraan tersebut berdasarkan surat dari Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat Nomor: 551.2/640/Dishub-SB/V/2017 perihal Imbauan Melakukan Pengawasan dan Pemeriksaaan di jalan terhadap kendaraan yang tidak laik jalan, tidak sesuai peruntukan --mobil barang membawa orang-- serta kendaraan yang tidak dilengkapi dokumen perjalanan sebagai angkutan umum.

Serta adanya surat tugas dari Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Padangpariaman Nomor: 094.4/ 153/SPT/DISHUB/LLAP-2017, yakni dengan menerjunkan 6 anggota Dishub ditambah dari UPT Pengijan Kendaraan Bermotor (PKB) Dishub Padang Pariman guna melaksanakan tugas Pengawasan dan Uji Ulang Kendaraan Penumpang Umum angkutan lebaran dan pemasangan stiker angkutan lebaran 2017 yang dimulai 14 Juni 2017 hingga selesai.

Jika kendaraan itu memenuhi persyaratan laik jalan maka dipasang stiker angkutan lebaran‎ 2017. "Tetapi jika tidak memenuhi persyaratan disarankan melakukan perbaikan fisik maupun adminstrasi. Sebab nantinya jika tidak ada stiker itu maka mobil angkutan tidak boleh masuk terminal," kata Yon Hendri.

TIM

Pemkab Padangpariaman Gelar Itikaf Mulai Malam Ini

Ilustrasi Itikaf
Dini hari Rabu (21/6/2017) jam 00.00 WIB, Bupati Padangpariaman Ali Mukhni dan Wakil Bupati Suhatri Bur beserta seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Padangpariaman melaksanakan Itikaf di Masjid Agung Syekh Burhanuddin, Ulakan Tapakih.

Penyelenggaraan Itikaf tahun ini merupakan kegiatan kedua oleh Pemkab Padangpariaman di tempat yang sama.

Pelaksanaannya selama tiga hari berturut-turut pada minggu terakhir Ramadhan. Itikaf dimulai tepat jam 00.00 WIB dan berakhir pukul 05.00 WIB.

"Saat Itikaf, yang dilakukan adalah memperbanyak ibadah zikir, membaca kitab suci Alquran dan bermunajat kepada Allah SWT," Kata Ali Mukhni di Parikmalintang, Selasa (20/6)

Ia mengingatkan kepada penyelenggara Itikaf --Bagian Kesra-- untuk memberitahukan kepada peserta agar tidak melakukan kegiatan lain selain kegiatan yang dibolehkan saat Itikaf.

"Saat Itikaf, kita lakukan komunikasi dengan Sang Pencipta. Jika ada kegiatan lain seperti berkomunikasi dengan peserta lainnya harap lakukan di luar masjid supaya peserta lain tidak terganggu," sebutnya.

Menurut Ali Mukhni, kegiatan itu dilaksanakan bertujuan untuk mengajak dan memotivasi Aparatur Sipil Negara di Pemkab Padangpariaman untuk melipat gandakan pahala dan berkah Ramadhan.

"Mari kita manfaatkan waktu yang tinggal tiga hari ini dengan memperbanyak ibadah, zikir dan bermunajat. Semoga kita mendapatkan malam Lailatul Qadar," pungkasnya.

TIM

Padangpariaman Launching Ojek Pariwisata di Tiga Lokasi


Parikmalintang -- Pemerintah Kabupaten Padangpariman melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga terus berinovasi meningkatkan kunjugan wisatawan ke daerah itu. Tidak hanya melakukan pembangunan fisik fasilitas penunjang di objek wisata dan kegiatan promosi pariwisata, namun pemerintah setempat juga berkomitmen memberdayakan masyarakat sebagai pelaku wisata.

Salah satu pemberdayaan itu diwujudkan dengan program Ojek Pariwisata (OJP) Kabupaten Padangpariaman. Program yang baru diluncurkan pada Senin (19/6/2017) itu, merupakan program pemberdayaan masyarakat agar aktif mengembangkan geliat pariwisata di Kabupaten Padangpariaman.

“Kita meluncurkan untuk objek wisata di Padangpariaman yang tidak dilewati oleh kendaraan umum. OJP ini nantinya akan melayani beberapa titik objek wisata yang terletak di pelosok, sehingga wisatawan dapat menjangkau semua objek wisata yang dimiliki Padangpariaman,” ujar Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur usai acara peluncuran OJP di Parikmalintang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Padangpariaman, Jon Kenedy didampingi Kabid Pariwisata, Wiwiek Herawati menuturkan, OJP saat ini baru dipusatkan di tiga titik jalan saja yang tersebar di Simpang Lubuak Bonta, Kecamatan 2X11 Kayutanam yang melayani pengunjung menuju objek wisata Lubuak Bonta dan Rumah Putiah.
Sedangkan dua pangkalan lainnya dipusatkan di Simpang BLKM, Lubuak Aluang yang menjemput dan mengantarkan pengunjung menuju objek wisata Lubuak Nyarai. Lalu pangkalan OJP di Simpang Kuliek, Batang Anai yang melayani pengunjung menuju objek wisata Sarasah.

Karena permulaan, anggota OJP baru berjumlah 27 orang. Namun jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dibukanya penampahan anggota OJP baru.

“Untuk awal baru ada titik pos OJP dengan 27 orang ojekersnya. Namun jumlah ojekers akan terus bertambah. Ke depan kita juga rencanakan akan membentuk OJP pada titik objek wisata lainnya,” ujarnya.

Sebelum dilucurkan, pihaknya terlebih dahulu membekali anggota OJP --yang merupakan warga setempat objek wisata-- dengan berbagai keterampilan. Pembekalan tentang sapta pesona, pelayanan prima dan yang tidak kalah penting tentang ketertiban dan keselamatan berlalu lintas.

Meningkatkan kapalisitas para ojeker, Disparpora Padangpariaman secara periodik melakukan pelatihan kepada OJP. Tidak hanya itu, dinas juga melakukan pengawasan dan evaluasi ojekers: dinas melakukan pengawasan dengan membukan layanan pengaduan pada nomor telpon pusat informasi.

“Orang OJP nya itu tidak sembarangan ada kualifikasi dan syaratnya. Syarat pertama itu kendaraannya laik dan lengkap surat-surat, pengendaranya ramah dan menguasai objek wisata,” sebutnya.

Saat ini, kata dia, operasi OJP di Padangpariaman masih dilakukan secara manual. Namun hal itu tidak tertutup kemungkinan akan dikembangkan menjadi layanan berbasis aplikasi.

Meski baru diluncurkan secara resmi oleh dinas, namun aktivitas pelayanan wisatawan dengan pelayanan ojekers wisata telah dimulai oleh masyarakat. Asep misalnya, anggota kelompok sadar wisata LA Nyarai Adventure telah menekuni pekerjaan tersebut sejak dibukanya objek wisata tracking Lubuak Nyarai. Menjemput, memandu dan mengantarkan kembali pengunjung telah ia lakoni sejak dua tahun terakhir.

Menurutnya, pengelolaan OJP yang dilakukan oleh Pemkab Padangpariaman merupakan bentuk intervesi pemerintah agar pelayanan wisata di daerah itu berjalan dengan baik.

Nanda

LAN RI Akan Bangun 3 Gedung di Tarok City

Berfoto bersama setelah presentasi
Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), Adi Suryanto, sampaikan keinginannya untuk dirikan tiga lembaga pendidikan di Kawasan Tarok City kepada Bupati Padangpariaman Ali Mukhni di ruang pertemuan LAN RI, Jalan Veteran, Jakarta, Jumat (16/6/2017).

"Setelah mendengarkan pemaparan dan tayangan video presentasi Bapak Bupati, kami tertarik untuk mendirikan tiga lembaga pendidikan milik LAN di Tarok City," kata dia.

Tiga lembaga yang hendak didirikan LAN RI tersebut adalah Diklat ASN, Diklat Assesment dan Politeknik Administrasi Negara.

Menurut Adi, LAN RI mengemban misi memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan kapasitas aparatur negara dan sistem administrasi negara guna mewujudkan tata pemerintahan yang baik, melalui pengembangan inovasi administrasi negara. LAN juga melakukan pengkajian kebijakan, pembinaan dan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan aparatur negara, pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi administrasi.

"Untuk mewujudkan misi tersebut, LAN butuh banyak lembaga pendidikan peningkatan kompetensi dan kualitas ASN seluruh Indonesia," jelas Adi.

Saat ini, ujar dia, pihaknya memiliki tujuh lembaga pendidikan yang tersebar di lima daerah di Indonesia. Empat Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur (PKP2A) di Bandung, Makassar, Samarinda dan Aceh. Tiga Sekolah Tingi Ilmu Administrasi (STIA) di Bandung, Jakarta dan Makassar.

Rencana pembangunan di Tarok City jika terealisir, lanjut dia, maka akan menjadi lembaga pendidikan LAN kedua di Sumatera dan menjadi pertama di Indonesia di mana ada tiga lembaga pendidikan milik LAN di satu kawasan.

Adi meminta waktu kepada bupati untuk mengkaji dan menyusun kelembagaan lembaga pendidikan yang akan dibangun di Tarok City --karena dua lembaga yang akan didirikan merupakan lembaga baru dan terobosan dari LAN RI.

Bupati Ali Mukhni yang didampingi Kepala BKPSDM Provinsi Sumbar Kepala Bapelitbangda, Ali Amran, Kabag Humas Andri Satria Masri sengaja datang ke LAN RI atas undangan resmi Kepala LAN RI terkait rencana hibah tanah di kawasan Tarok City untuk LAN RI.

Menurut Ali Mukhni, dia diundang untuk menindaklajuti pembicaraan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, dengan Menteri PAN RI Asman Abnur bersama dirinya terkait dengan rencana hibah tanah untuk pendirian Politeknik oleh Pemerintah Kabupaten Padangpariaman kepada LAN RI.

"Kami sudah siapkan 100 hektar untuk LAN RI dengan sertifikat gratis dari Pemerintah Kabupaten Padangpariaman dan BPN Padangpariaman," sebutnya.

Kembali kepada Kepala LAN. Tawaran hibah tanah seluas itu dinilainya terlalu besar. Pihaknya menyatakan cukup 45 hektar saja. Kepala LAN RI berjanji akan secepatnya menindaklanjuti rencana itu.

"Kalau semuanya mendukung, tahun 2017 ini juga kita realisasikan. Tanggal 4 Juli nanti akan kami kirim staf untuk meninjau ke Tarok City," pungkasnya.

ASM

100 Mustahiq Sungai Geringging Terima Zakat

Netty Warni menyerahkan zakat secara simbolis kepada warga
Sungai Garinggiang -- Tim Penyerahan Paket Zakat Fitrah dan Zakat Profesi Padangpariaman membagikan zakat bagi 100 orang mustahiq di Kecamatan Sungai Geringging, Senin (19/6/2017).

Asisten Bidang Perekonomian Padangpariaman, Netty Warni selaku ketua tim, mengatakan bahwa zakat tersebut merupakan kewajiban setiap umat muslim untuk membersihkan harta yang dimilikinya.

Zakat yang disalurkan kata dia berasal dari gaji PNS, TNI, Polri, BUMN, BUMD, anggota DPRD yang dikumpulkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Padangpariaman.

Dengan penyaluran zakat tersebut Netty berharap dapat meringankan beban mustahiq dan berpesan agar tidak mempergunakannya untuk hal-hal yang tidak perlu.

"Gunakan untuk kebutuhan, semoga bermanfaat," kata Netty.

Sementara itu Camat Sungai Geringging, Rustam, mengatakan penyerahan zakat fitrah salah satu bentuk silaturahmi antara pemerintah dengan masyarakatnya.

"Zakat tersebut merupakan bentuk silaturahmi pemerintah dengan masyarakat. Mempererat tali silaturahmi dapat memanjangkan umur, melancarkan rezeki dan memudahkan segala urusan," kata dia.

Agusti Aida (45), salah seorang penerima zakat, bersyukur karena dirinya salah satu penerima zakat dari pemerintah tersebut. Aida yang sehari-hari bekerja sebagai penjual sala lauak itu mengaku akan menggunakan zakat tersebut untuk keperluan sehari-hari.

"Zakat ini akan kita gunakan untuk belanja kebutuhan pokok sehari-hari," ucap Aida ditemani suaminya.

Setelah menyalurkan zakat, tim bertolak ke Pasar Sungai Geringging meninjau harga bahan pokok sekaligus memantau ketersediaan sembako hingga lebaran tiba.

Raflis Dt Pono Ameh (58), salah seorang pedagang beras di pasar itu menyampaikan bahwa tidak ada kenaikan harga beras. "Harga beras saat ini stabil, tidak terjadi peningkatan dan juga stok memadai," kata dia.

Handre/OLP

Suhatri Bur Bagi-Bagi Amplop di Patamuan

Written By oyong liza on Monday, 19 June 2017 | 21:50

Suhatri beri sambutan sebelum pembagian zakat
Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur, menyerahkan zakat kepada 100 mustahiq se Kecamatan Patamuan. Para penerima zakat terdiri atas lansia, cacat fisik dan fakir miskin, Senin (19/6/2017). Masing-masing mustahiq menerima Rp180 ribu.

Suhatri Bur menyampaikan bahwa menurut UU No. 23 Tahun 2011, setiap pengumpulan zakat resmi dari setiap muzaki sebanyak 2,5 persen, bertujuan untuk membersihkan dan mensucikan harta.

Pengumpulan zakat dari Baznas hingga saat ini, kata dia sebesar Rp2,5 miliar dan telah di salurkan sekitar Rp1,9 miliar. Dana tersebut digunakan untuk berbagai program seperti Padang Pariaman Sehat, Cerdas, Makmur, Taqwa dan Peduli --yang mana semua program itu untuk membantu masyarakat Padangpariaman.

"Agar tidak terjadi kecurangan, amplop ini tidak di lem dan mari kita buka bersama berapa isi di dalamnya. Ternyata ada Rp180 ribu," kata Suhatri.

Di samping itu dia menyampaikan pentingnya dukungan masyarakat Patamuan dalam rencana pembangunan Tarok City yang akan berimbas pada meningkatnya pendapatan masyarakat Patamuan nantinya.

"Pemerintah Kabupaten Padangpariaman tengah berjuang mewujudkan kawasan pembangunan Tarok. Jika ini terealisasi maka akan berdiri berbagai universitas, rumah sakit vertikal dan kawasan perkantoran. Ini semua mendatangkan keuntungan bagi masyarakat Padangpariaman," jelasnya.

Pandu/OLP

Dinas PMPTP Padangpariaman Buka Berbagai Layanan Aduan Terkait Perizinan

Petugas layanan perizinan Padang pariaman memiliki motto Melayani dengan Elok (Efektif, Lancar, Optimal dan Konsisten).

Para pengusaha dan masyarakat di Padangpariaman, kini bisa mengadukan masalah pelayanan perizinan dan investasi langsung ke unit pengaduan pada Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Pemkab Padangpariaman.

"Bidang ini khusus menangani pengaduan layanan perizinan. Sudah ada kasi-nya (kepala seksi), yaitu Kasi Data dan Informasi. Pengaduan bisa bersifat umum maupun layanan yang bersifat biaya yang berkaitan dengan pelayanan perizinan," kata Kepala Dinas PMPTP Hendra Aswara di ruang kerjanya, Pariaman, (19/6/2017).

Media pengaduan itu, kata Hendra, sebagai bahan introspeksi dan evaluasi bagi petugas perizinan dalam memberikan pelayanan yang cepat, transparan dan akuntabel. Apalagi wilayah Padangpariaman sangat diminati oleh investor baik segi infrastuktur maupun ekonomi.

“Kita ingin investor senyaman mungkin berivestasi di Padangpariaman,” kata Jebolan STPDN Angakatan 11 itu.

Hendra menyadari bahwa OPD yang menangani perizinan selalu dimonitor Ombudsman Provinsi Sumatera Barat. Pelayanan yang diberikan harus sesuai Undang-Undang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Baik standar prosedur, jangka waktu, biaya dan hal teknis lainnya.

“Kita sudah terapkan perizinan online, setor retribusi via bank dan punya motto melayani dengan elok” kata mantan Kabag Humas itu.

Sementara itu Kepala Bidang Perizinan dan Non Perizinan Heri Sugianto mengatakan pengaduan dari masyarakat bisa disampaikan secara pribadi, perusahaan ataupun badan hukum, terkait perizinan dan investasi.

Adapun media pengaduan yang dapat digunakan antara lain via telepon (0751) 4784539, SMS/WhatsApp 08116607788, Email: dpmptp.pdprm@gmail.com, Website: perizinan.padangpariamankab.go.id, Facebook: Pelayanperizinan Padangpariaman.

“Jadi silahkan masyarakat memilih media pengaduan untuk memberikan saran, kritikan atau laporan terkait perizinan,” ujar Heri.

HA

Pemkab Padangpariaman Jamin Ketersediaan Sembako Saat Lebaran

Written By oyong liza on Saturday, 17 June 2017 | 09:17

Netty Warni tengah berdialog dengan pedagang didampingi Staf Ahli Bupati, Dewi Roslaini dan Camat 2x11 Enam Lingkung, Azwarman
Sicincin -- Stok sembako jelang hari raya Idul Fitri di wilayah Padangpariaman dinyatakan aman setelah Tim Pemantau Harga mengunjungi sejumlah pasar tradisional, Senin (16/6/2017).

Harga komoditi pangan yang beberapa waktu lalu ada mengalami lonjakan harga, saat ini sudah stabil. Malahan menurut beberapa pedagang, daya beli masyarakat malah berkurang.

"Pedagang mengeluhkan omset dagangan mereka yang menurun. Hal ini disebabkan oleh belum cairnya dana THR, baik di kalangan ASN maupun perusahaan swasta dan BUMN/BUMD. Kita mengimbau pedagang bersabar," ujar Asisten Pembangunan Padangpariaman Netty Warni saat meninjau Pasar Tradisional Sicicin didampingi sejumlah perangkat daerah lainnya.

Ia mengatakan, stok beras jelang lebaran cukup melimpah karena panen raya serentak di sejumlah wilayah. Hal itu menurutnya menguntungkan pedagang sekaligus masyarakat.

"Sehingga harga menjadi stabil karena tidak ada kelangkaan beras. Panen raya bertepatan dalam bulan puasa," ungkapnya.

Sementara, Unardi salah seorang pedagang di Pasar Sicincin menyebutkan tidak ada kenaikan harga cabai, bawang merah dan bawang putih. Kata dia, harga komoditi tersebut sangat stabil mengingat pasokannya dari petani selalu lancar.

"Harga stabil cuma omset menurun hingga 20 persen dari biasanya," ujar dia.

Dari hasil pemantauan harga tersebut, tidak ditemukan adanya oknum pedagang yang menimbun/mengepul barang untuk memonopoli pasar demi menaikan harga sesuka hatinya. Pemerintah menjamin stabilitas harga sembako selama lebaran karena pihaknya selalu memantau harga di pasaran setiap harinya.

TIM

Jelang dan Saat Lebaran, Kodim Pariaman Siapkan 4 Titik Rest Area Dilengkapi Tukang Pijit

Written By oyong liza on Thursday, 15 June 2017 | 22:02

Dandim saat latihan menembak di lapangan tembak Kayutanam. Foto: Nanda
Kodim 0308/Pariaman siapkan 4 titik rest area bagi pemudik yang melintasi wilayah Kabupaten Padangpariaman.

4 rest area itu tersebar di Koramil 09 Batang Anai, Koramil 05 Lubuk Alung, Koramil 04 Sicincin dan Koramil Sungai Sariak.

Dandim 0308/Pariaman, Letkol ARH Hermawansyah, Kamis (15/6), di Kayutanam, mengatakan, rest area yang didirikan di 4 Koramil itu juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang. Selain sekedar untuk berhenti dan beristirahat, pemudik dapat melakukan aktivitas ishoma dan pijat.

"Kita kerjasama dengan tukang pijat, kalo ada masyarakat yang mau jualan juga bisa numpang di rest area kita, dan pemudik yang kecapean bisa sewa tukang pijatnya disitu," ujarnya.

Rest area sendiri akan mulai dioperasionalkan sejak H-7 hingga H+7 Idul Fitri 2017 mendatang.

Kabupaten Padangpariaman merupakan salah satu jalur lalu-lintas yang padat dan rawan macet. Beberapa titik rawan macet, seperti Batang Anai, Sicincin, Kayutanam sangat dibutuhkan keberadaan rest area oleh pemudik.

"Beberapa titik rest area kita persis berada dititik rawan macet sehingga dengan adanya rest area ini tentu pemudik dapat sekedar istiraha," pungkasnya.

Nanda

Jelang Lebaran Warga Sintuak Gelar Talaok Kabau Gadang

Foto: Armaidi Tanjung
Beragam cara dilakukan masyarakat dalam persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriah. Selain dengan berbagai hal yang baru, baju baru, sepatu baru, atau perabot rumah baru, warga Nagari Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang Kabupaten Padangpariaman, menggelar kegiatan Talaok Kabau Gadang yang menghadirkan ratusan ekor ternak kerbau untuk persiapan lebaran.

Dalam pantauan wartawan, setidaknya ada sekitar 200-an ekor kerbau memadati Talaok Kabau Gadang, Nagari Sintuak, Kamis (15/6/2017). Menurut Walinagari Sintuak, Anasdi, Talaok Kabau Gadang merupakan tempat berkumpulnya pedagang ternak kerbau yang berasal dari berbagai daerah. Para pedagang memamerkan ternak kerbaunya kepada masyarakat dan calon pembeli kerbau.

“Calon pembelinya bukan dari kalangan individu, tetapi utusan masing-masing pengurus masjid, surau korong atau surau kaum yang ada di berbagai nagari di Kabupaten Padangpariaman dan di luar Padangpariaman. Di lokasi ini terjadi transaksi jual beli antara pedagang dengan utusan masjid dan surau tersebut,” kata Anasdi.

Menurut Anasdi, budaya dan tradisi di Nagari Sintuak, setiap jamaah masjid, surau korong dan surau kaum, membeli daging  kerbau bersama-sama yang difasilitasi pengurus dengan kesepakatan seluruh unsur yang ada di tempat masing-masing. Yaitu alim ulama, niniak mamak, cadiak pandai, bundo kanduang dan pemuda.

“Pengurus masjid dan surau bermusyawarah pada patang limo baleh (15 Ramadhan), untuk menentukan jumlah onggokkan (tumpukan) daging  kerbau dan menentukan harga satu onggoknya. Musyawarah dihadiri pemuka masyarakat, baik kaum adat, kaum agama dan seluruh jamaah pembeli onggok daging,” sambungnya.

Panitia pelaksana kegiatan tersebut, Zeki Aliwardana, menyebutkan talaok kabau gadang sendiri merupakan tradisi yang sudah lama ada di Sintuak. Tradisi yang merupakan kearifan lokal ini kata dia, perlu dilestarikan. Setiap tahun kegiatan diadakan pada bulan Ramadhan.
Dengan banyaknya kerbau yang datang, sebut Zeki, juga diselenggarakan perlombaan kerbau yang paling besar dengan kriteria tersendiri. Tim Juri yang sudah berpengalaman menilai mana kerbau yang layak diberikan juara I, II dan III. Masing-masing pemenang diberikan tropi dan sejumlah uang.

Seorang pedagang ternak Zulkifli (46), menyebutkan, pasar ternak Sintuak mulai dirintis sejak tahun 2013 lalu. Ada 44 pedagang ternak yang setuju diadakan pasar ternak di Sintuak.

"Kami pun melapor kepada walikorong, walinagari dan camat setempat. Alhamdulillah, hingga kini masih bisa jalan. Walaupun masih belum memiliki fasilitas pendukung layaknya pasar ternak," kata Zulkifli yang sudah menekuni profesi pedagang ternak selama 31 tahun atau sejak berusia 15 tahun itu.

Setiap transaksi jual beli ternak yang membutuhkan surat jual beli, dikenai biaya Rp10.000 per transaksi. Sedangkan biaya tambangan ternak dikenai sebesar Rp15.000 per ekor. 

Dari pengamatan di lokasi pasar ternak, selain dipadati ternak  kerbau, juga ratusan kendaraan roda dua parkir di sekitar pasar ternak. Tentu saja truk pembawa kerbau juga turut meramaikan parkir.

Ramainya pengunjung di pasar itu juga dimanfaatkan para pedagang. Seperti pedagang obat ramuan tradisional, perkakas senjata tajam seperti parang, pisau, sabik, belati dengan berbagai ukuran. Meksi di bulan puasa, ada juga yang berjualan makanan. Mungkin diperuntukan bagi orang yang tidak puasa di pasar ternak tersebut.

AT

Dandim Hermawansyah Tetap Latihan Menembak di Bulan Puasa

Dandim terlihat fokus membidik di lapangan tembak Kayutanam. Foto: Nanda
Kayutanam -- Menjalani ibadah puasa bukanlah halangan untuk melakukan kegiatan yang produktif. Seperti yang dilakukan personil TNI Kodim 0308/Pariaman misalnya. Meskipun sedang menjalani ibadah puasa, tidak menjadi halangan bagi prajurit Angkatan Darat itu untuk melatih keterampilan menembaknya.

Lebih dari 200 orang personil yang terdiri dari perwira, bintara dan tamtama terlibat dalam latihan menembak triwulan II tahun anggaran 2017 di Lapangan Tembak Kayutanam, Kamis pagi (15/6/2017).

Dandim 0308/Pariaman, Letkol ARH Hermawansyah saat memimpin latihan menuturkan, pelaksanaan latihan menembak rutin yang digelar pihaknya ditujukan untuk menjaga keterampilan militer prajurit TNI, khususnya keterampilan menembak.

“Tiap triwulan selalu kita laksanakan agar keterampilan personil kita, khususnya keterampilan menembak menggunakan senjata api berbagai jenis tetap terlatih,” ujarnya.

Dikatakan Hermawansyah, dalam latihan tersebut, dua jenis senjata yang dimiliki Kodim 0308/Pariaman, yaitu, senapan laras panjang jenis M-16 dan pistol jenis FN digunakan untuk melatih keterampilan menembak. Meski dua senjata api ini tergolong sudah tua, namun masih sangat baik digunakan.

“Memang sudah tua, tapi senjatanya masih sangat bagus dan perawatannya juga sangat mudah,” terangnya.

Latihan menembak merupakan kegiatan peningkatakan kemampuan militer prajurit TNI AD yang berdinas di Kodim 0308/Pariaman. Kegiatan itu dilaksanakan selama empat (4) kali dalam satu tahun anggaran.

Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan anggotanya untuk tidak memiliki senjata api secara illegal ataupun menggunakan dengan cara melawan hukum.

"Penggunaan senjata hanyalah untuk pengamanan dan kegiatan operasi khusus lainnya," pungkasnya.

Nanda

THR ASN Padangpariaman Segera Cair

Ilustrasi
Kementerian Sekretariat Negara baru saja merilis empat Peraturan Pemerintah (PP) tentang gaji ke-13 dan tunjangan hari raya (THR).

Pertama, PP No. 23 tahun 2017 tentang pemberian gaji, pensiunan atau tunjangan ketiga belas kepada PNS, prajurit TNI, anggota Polri, pejabat negara dan penerima pensiunan atau tunjangan.

Kemudian PP No. 24 tahun 2017 tentang pemberian penghasilan ke-13 kepada pimpinan non PNS pada LNS. Lalu PP No. 25 tahun 2017 tentang pemberian THR dalam tahun anggaran 2017 kepada PNS, prajurit TNI, anggota Polri dan pejabat negara.

Terakhir PP No. 26 tahun 2017 tentang pemberian THR dalam tahun anggaran 2017 kepada pimpinan dan pegawai non PNS pada LNS, menjadi angin segar yang dinanti oleh ASN se Indonesia, tidak terkecuali ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padangpariaman.

Kepala Bagian Perencanaan Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Padangpariaman Armeyn Rangkuti, mengaku telah menerima dan menindaklanjuti PP tentang gaji 13 dan THR tersebut.

Menurut dia ada perbedaan teknis gaji 13 dan THR tahun ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Yakni untuk THR dibayarkan sebelum lebaran Idul Fitri, sedangkan untuk gaji 13 dibayarkan di bulan Juli 2017 setelah diterimanya gaji bulan Juli tahun 2017.

"Saat ini telah dibuat amprah gaji Juli, gaji 13 dan THR oleh BPKD Padangpariaman dan langsung dilanjutkan dengan pembuatan rekapitulasi gaji, SPP dan SPM oleh bendahara gaji masing-masing OPD, untuk diajukan kembali ke BPKD agar diterbitkanya SP2D," ujarnya.

Pihaknya melalui bendahara gaji mengaku mempercepat persiapkan administrasi pembayaran gaji-gaji tersebut. Menurutnya, proses administrasi biasanya paling lama memakan waktu dua hari kerja sampai diterbitkanya SP2D.

"Gaji 13 terdiri atas gaji pokok ditambahkan berbagai tunjangan, sedangkan THR terdiri dari gaji pokok masing-masing pegawai berdasarkan golongan dan pangkat," imbuhnya.

Saat ini kata dia, terdapat sebanyak 547 ASN yang gajinya berada di sekretariat daerah. Yakni OPD sekretariat, seluruh kecamatan, Dinas Lingkungan Hidup dan Perumahan, Dinas Kawasan Pemukiman dan Pertanahan, Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Dinas Penanaman Modal/Pelayanan Terpadu dan Perindustrian, Badan Penagulangan Bencana Daerah, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana dan Sekretariat DPRD.

Rangkuti berkata, proses pembayaran gaji 13 dan THR yang gajinya di sekretariat daerah dilakukan secara transfer ke rekening masing-masing.

Gaji ke 13 aprsiasi pemerintah untuk biaya pendidikan sekolah putra-putri aparatur pemerintah, sedangkan THR diberikan dengan pertimbangan peningkatkan kesejahteraan aparatur negara dalam menyambut hari raya keagamaan.

"Diperikirakan paling lama awal pekan depan THR telah diterima," tandasnya.


Rescy/OLP

Kemenaker RI Latih Pemuda Padangpariaman Bikin Sofa

Written By oyong liza on Tuesday, 13 June 2017 | 10:25


Pungguang Kasiak -- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI melalui Balai Besar Peningkatan Produkvitas (BBPP) Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktifitas Kementerian Ketenagakerjaan bekerjasama dengan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor, mengadakan pelatihan Pembuatan Sofa dan Mebel yang diikuti 50 pemuda dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

Kepala Bidang Penyelenggaraan dan Pemberdayaan BBPP Dirjen Binalatas Kemnaker  Yonhendri, ketika pembukaan pelatihan, Senin (12/6/2017), di Pondok Pesantren Bustanul Yaqin, Pungguang Kasiak, Kecamatan Lubuak Aluang Kabupaten Padangpariaman, mengharapkan pelatihan calon wirausaha baru bisa mendorong dan menyiapkan generasi pengusaha.

“Harus juga dibangun strategi untuk menciptakan lapangan kerja. Apalagi dengan kehadiran dan dukungan semua pihak. Terutama dari Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Padang Pariaman merupakan sinergitas yang sangat baik untuk mewujudkan wirausaha yang produktif,” kata Yonhendri.

Menurutnya, ke depan pemuda harus punya daya saing untuk terus mengembangkan usahanya sehingga mampu menjadi pelopor di bidang usaha apa pun. Jangan takut gagal, terus maju dengan segala kreatifitas.

"Jadilah pemuda yang menawarkan solusi bukan pemuda yang hanya diam dan menunggu, terus semangat untuk memajukan bangsa Indonesia," sambungnya.

Ketua Bidang Pertanian dan Kedaulatan Pangan PP GP Ansor Adhe Musa Said, berharap kerjasama tersebut bisa melahirkan wirausaha-wirausaha mandiri dan profesional dalam segala bidang profesi.

Hal itu kata dia sejalan dengan visi Ansor dan pemerintah untuk membangun sektor riel di masyarakat, yaitu membangun kemandirian kader dan menciptakan pengusaha-pengusaha muda yang lebih kreatif dan profesional.

“Inilah harapan dari PP GP Ansor. Kita akan melakukan kerjasama untuk melakukan pelatihan di beberapa daerah di Indonesia. Amanah Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, seluruh kader Ansor harus mampu menjadi penggerak ekonomi rakyat di daerahnya masing-masing dan melakukan konsolidasi kader dalam bidang ekomoni untuk membangun kemandirian kader secara maksimal. Pesan khususnya untuk tetap menjaga persatuan, kedamaian dan keutuhan Indonesia dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tuturnya.

Pelatihan ini dilakukan untuk mengajak para pemuda di Padangpariaman dan daerah lain di Sumatera Barat mulai berwirausaha  meningkatkan sumberdaya eknomi.

Sumatera Barat sendiri adalah daerah yang masyarakatnya dianugerahi kreatifitas yang tinggi. Hal ini menjadi sangat tepat untuk melatih para pemuda bekerja keras dalam menyongsong masa depan yang lebih baik.

Sementara itu Ketua PW GP Ansor Sumbar Rahmat Tuanku Sulaiman menambahkan,  pelatihan bisa  menjadi pintu masuk untuk membuka ruang usaha baru dan meningkatkan hasil secara ekonomi.

Pelatihan dilaksanakan selama  4 hari dari tanggal 12 hingga 15 Juni 2017 di Pondok Pesantren Bustanul yaqin.

AT

Nasrul Abit: Tarok City Akan Menjadi Kawasan Terbaik di Sumbar

Written By oyong liza on Monday, 12 June 2017 | 22:03


Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit memuji kinerja Bupati Ali Mukhni atas kinerjanya membangun Kabupaten Padangpariaman.

Hal itu dia sampaikan saat peletakan batu pertama pembangunan masjid di komplek Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih (PTSW SNA) Sicincin, Kamis lalu.

Semasa dirinya masih menjabat Bupati Pesisir Selatan, diakuinya ia sering bersaing dengan Ali Mukhni dalam menggaet dana APBN dan APBD Provinsi beserta investor.

"Sekarang pak Ali Mukhni tidak ada lawan," sambungnya.

Ia mengaku panas juga terkait pembangunan MAN Insan Cendikia saat diputuskan berada Padangpariaman. Padahal pihaknya telah menyiapkan lahan yang cukup luas di Pesisir Selatan.

"Rupanya lobinya lebih hebat dari saya," imbuh Nasrul disambut tepuk tangan hadirin.

Menurut Nasrul, untuk membangun daerah, tidak bisa hanya mengandalkan APBD kabupaten/kota saja atau dari DAU/DAK saja. Perlu tambahan dana segar lainnya dari luar APBD daerah.

"Kalau ada pemimpin yang hanya mengandalkan APBD daerah saja, bagi saya itu bukan pemimpin," sebutnya.

Menurutnya Ali Mukhni besar bukan karena pencitraan, namun karena bekerja keras yang hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Terkait dengan rencana pengembangan kawasan Tarok City, Nasrul Abit mengaku mendukung penuh. Menurutnya nanti seluruh perguruan tinggi terbaik di Sumbar akan kumpul di Tarok City. Akan ada Diklat ASN seluruh Indonesia, Diklat BPN, Diklat Kejaksaan, Diklat Kemendagri, dan lain lain.

"Tarok City akan menjadi kawasan yang terbaik di Sumbar," tambahnya.

Di samping itu, sambung Nasrul, pasangan Ali Mukhni-Suhatri Bur merupakan pasangan kepala daerah harmonis, pandai menempatkan diri dan mengetahui tugas dan fungsi masing-masing.

Hal itu ia ketahui setelah pihaknya baru saja menandatangani surat pemeriksaan kepala daerah, sekda dan kepala OPD di Sumbar. Surat pemeriksaan itu tentang hubungan antara pejabat daerah.

"Salah satu pasangan terbaik di Sumbar saat ini. Di daerah lain jalan 1 tahun setengah sudah ada yang pecah kongsi. Semestinya masing-masing harus tahu posisi dan pandai menempatkan diri. Mudah-mudahan setelah pemeriksaan nanti, pecah kongsi dan disharmoni antara pejabat negara di Sumbar ini kembali membaik dan mulai fokus memikirkan masyarakatnya," pungkas Nasrul.

TIM

Direncanakan Sejak 2005, Jembatan Lubuak Tano Terealisasi 2017

Bupati Ali Mukhni tinjau pembangunan pembangunan jembatan Lubuak Tano, Buluh Kasok, Kec. VII Koto, Minggu (11/6).
Di saat banyak pejabat mengisi hari Minggu berlibur bersama keluarga, lain halnya dengan Bupati Padangpariaman Ali Mukhni. Peraih Satya Lencana Pembangunan dari Presiden RI itu terus memonitor jalannya pembangunan di daerahnya. Meski puasa dalam suasana panas terik, tak menyurutkan semangatnya untuk meninjau pembangunan jembatan Lubuak Tano, Buluah Kasok, Kec. VII Koto, Minggu (11/6).

Dengan memakai sandai jepit yang menjadi ciri khasnya, Ali Mukhni berjalan cepat menuju pembuatan pondasi jembatan. Di tengah para tukang, ia turut memberi arahan mengenai kedalaman tiang pancang dan kekuatan pengecoran. Hal yang sama juga dilakukannya ketika meninjau pembangunan Jembatan Kampuang Galapuang dan Jembatan Campago.

"Jembatan Buluah Kasok ini lebih panjang dari jembatan Kampuang Galapuang dan Campago. Alhamdulillah, pekerjaan pondasi sudah bagus, kita doakan cuaca bagus, sehingga pembangunan lebih bisa dipacu," ujar Ali Mukhni yang terlihat nyaman berbaur dengan tukang-tukang setempat.

Jembatan Buluah Kasok memiliki panjang 100 meter dengan lebar 8 meter, menghubungkan dua kecamatan yaitu Padang Sago dan VII Koto. Sebenarnya, kata Ali Mukhni, pembangunan jembatan sudah direncanakan sejak dia menjabat wakil bupati 2005-2010. Namun keterbatasan dana, baru bisa diwujudkan tahun anggaran 2017.

"Kita apresiasi DPRD, masyarakat ranah dan rantau, khususnya putra daerah, Bapak Menteri PAN/RB Asman Abnur, yang mendorong terealisasinya jembatan yang didambakan seluruh pihak," kata Ketua DPW PAN Sumbar itu.

Kabid Bina Marga Rahim Thamrin mengatakan bahwa progress jembatan sudah mencapai hampir 40 %. Ia mengaku pekerjaan yang telah berjalan selama delapan minggu ini, selalu dimonitor langsung oleh Bupati Ali Mukhni.

Adapun anggaran Tahap I sebesar Rp6.170.129.000 dengan nomor kontrak 040/SP-DPUPR/IV-2017 kontraktor pelaksana PT. Amar Permata Indonesia dan Konsultan Pengawas CV. Entrance Consultant.

Sedangakan waktu pekerjaan dimulai pada tanggal 20 April hingga 16 September atau 150 hari kalender.

"Kita berharap pekerjaan selesai tepat waktu dan kemudian kita ajukan penambahan anggaran tahun selanjutnya," ujar Rahim Thamrin.

HA

Ali Mukhni Optimis Jembatan Lubuak Tano Tuntas 2018

Written By oyong liza on Sunday, 11 June 2017 | 21:31

Pengerjaan jembatan sudah mencapai 39 persen. Foto: Masrudi Suryanto
Koto Baru -- Bupati Padangpariaman Ali Mukhni meninjau pembangunan jembatan Lubuak Tano di perbatasan Nagari Sungai Sariak dan Nagari Koto Baru, Minggu (11/6/2017).

Ali Mukhni yang saat itu didampingi oleh Kepala Dinas Kominfo Zahirman dan Kepala Bidang Binamarga Dinas PU Padangpariaman Rahim, meminta pengawas memastikan setiap tahapan pengerjaan berjalan dengan lancar.

Bupati memberikan motivasi pada pekerja. Foto: Masrudi Suryanto


Ali Mukhni juga terlibat perbincangan serius dengan pekerja di lapangan. Selain memotivasi, ia menekankan agar pihak pemborong memperhatikan setiap item pekerjaan agar jembatan yang dibangun kokoh dan tahan lama sesuai dengan anggaran yang telah dikucurkan pihaknya.

Jembatan senilai Rp6,5 miliar itu terdiri dari dua ABT dan satu pilar oprit di bagian bawah. Pengerjaan jembatan sejak diawali dua bulan lalu itu, telah mencapai sekitar 39 persen.

"Insya Allah jembatan selesai sesuai jadwal di tahun 2018. Semoga berjalan dengan baik dan tepat waktu," ujar Ali Mukhni.

Ali Mukhni berkata bahwa jembatan tersebut sudah sangat lama diharapkan masyarakat. Jembatan itu nantinya akan dapat meningkatkan mobilitas warga setempat sehingga menunjang pertumbuhan ekonomi.

Walinagari Koto Baru mengatakan, pembangunan itu didukung penuh oleh segenap masyarakat mereka. Ia berharap pembangunan jembatan terus didukukng penganggarannya hingga selesai.

Masrudi

Topik Terhangat

postingan terdahulu