Lensa Piaman: Labuhan Pulau Kasiak

Secara alami sebuah jalur disela-sela karang yang mengelilingi bibir pantai Pulau Kasiak untuk dilewati perahu kecil terbentuk. "Labuhan" adalah istilah yang diberikan oleh nelayan lokal yang acap menepikan biduknya di halaman pulau yang terdapat penangkaran penyu alami milik Pemko Pariaman tersebut. Foto diambil dari atas menara mercusuar setinggi 40 meter. Pulau Kasiak memiliki luas 0,5 Hektare, ditumbuhi kelapa, pohon sukun, pepaya, dll.

Lensa Piaman: Tidur Pulas

Saat narasumber memberikan makalah di podium, beberapa hadirin terlihat menahan kantuk dan akhirnya tertidur pulas di aula utama Balaikota Pariaman dalam acara sarasehan tentang "Sejarah Pariaman dan kepahlawanan H. Bgd. Dahlan Abdullah" Senin, (25/8).

Lensa Piaman: "Lomba Melepas Anak Penyu"

Rombongan Ibu Bhayangkari Polda Sumbar terlihat memberikan semangat pada tukik (bayi penyu) yang hendak mereka lepas ke laut di pantai Konservasi Penyu, Desa Ampalu, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Jumat, 22/8/2014.

Lensa Piaman: Potensi Wisata di Pulau Kasiak

Panorama di atas menara mercusuar pulau Kasiak (Kaslik) Pariaman terumbu karang terlihat jelas di kejernihan air laut. Kawasan pulau Kasiak adalah kawasan konservasi penyu secara nature milik pemko Pariaman dibawah dinas DKP dan dikelola secara penuh oleh UPTD Konservasi Penyu. Pulau Kasiak banyak di kunjungi nelayan lokal untuk memancing ikan karang, gurita dan berbagai biota laut lainnya. Akibat perburuan swallow laut beberapa tahun lalu membuat kondisi karang rusak parah. Pemko beberapa waktu lalu bersama mahasiswa pencinta terumbu karang melakukan penanaman terumbu karang di halaman pulau ini.

Headline News :
Custom Search

Berita Terpopuler

Redaksi

Pedoman Media Siber

Powered by Blogger.
Showing posts with label #padangpariaman. Show all posts
Showing posts with label #padangpariaman. Show all posts

Training ke Korsel, Begini Cara Fadhly Pantau Kinerja Dukcapil Padangpariaman

Written By oyong liza on Tuesday, 23 May 2017 | 08:32

Muhammad Fadhly
Seoul - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Padangpariaman memastikan standar pelayanan tetap berjalan seperti biasa sesuai SOP meski Kepala Dinas Dukcapil, Muhammad Fadhly sedang mengikuti pelatihan/kursus singkat di Seoul, Korea Selatan.

Pasca keberangkatan dia mengikuti training, pelaksana harian dijabat oleh sekretaris dinas, Martoni. Dalam wawancara via pesan media sosial, Muhammad Fadhly menjelaskan bahwa Dinas Dukcapil akan bisa berjalan on the track sesuai SOP, karena telah dilatih untuk itu.

"Instrumennya pun sudah tersedia dan tim kerja kami sudah dilatih sampai kepada hal-hal detail. Saya juga bisa melakukan pemantauan jarak jauh, baik via CCTV maupun kinerja para operator dari laporan-laporan hasil pekerjaan mereka berdasarkan user id masing-masing," ungkap Fadhly.

Fadhly menyebut bahwa hal yang mungkin menjadi keluhan bagi masyarakat adalah menunggu penandatanganan basah karena itu sudah diatur oleh undang-undang. Tetapi ini juga telah diatur dengan SOP, bahwa pelayanan tunda di saat kepala dinas berhalangan akan dikirimkan via pos ke alamat rumah masing-masing (delivery service) dengan semua biaya ditanggung oleh pemerintah daerah.

Dinas dengan rata-rata kunjungan 200 pelayanan setiap hari ini, juga menyediakan layanan pengaduan pada SMS nomor 08116943000 dan layanan yelepon pada 0751 93399.

Masyarakat dapat memanfaatkan sarana tersebut untuk mengatasi permasalahan yang mereka hadapi. Misalnya pengurusan pindah yang datanya masih di perantauan --sementara sudah berdomisili kembali di kampung halaman-- dinas akan membantu memfasilitasi porses pindahnya.

Disinggung mengenai training ke Seoul, Korea Selatan, dia menjelaskan bahwa keikutsertaannya pada training itu berdasarkan Surat Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri yang memberikan kesempatan kepada 10 Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Indonesia di antaranya Padangpariaman, Belitung, DKI Jakarta, Kabupaten Bandung, Kota Semarang.

"Kami sedang mengikuti training Civil Registration and Vital Statistics (CRVS) and Nasional Identity Management System, e-Learning Course and e-Govenrment. Training ini dalam upaya untuk meningkatkan pelayanan di bidang pencatatan sipil dan penerapan identitas tunggal yang saat ini telah berjalan yaitu KTP Elektronik. Banyak pengalaman yang bisa dijadikan pembanding untuk menjadi lebih baik dari negara-negara lain," tuturnya.

Terpisah, Bupatipadang Pariaman Ali Mukhni menjelaskan telah menerima surat pemberitahuan tentang keikutsertaan Kadisdukcapil pada diklat itu.

"Ini adalah penghargaan pemerintah atas prestasi pelayanan yang berkesinambungan dan kami mendorong semua ASN untuk meningkatkan kompetensi diri agar dapat bekerja secara profesional. Tidak cukup hanya dengan diklat penjenjangan, diklat teknis lain harus diikuti apalagi yang berstandar internasional dan dibiayai oleh Bank Dunia serta perguruan tinggi Korea Selatan seperti yang diikuti sekarang," ucap dia.

Ia menjelaskan bahwa sesuai Renstra Kabupaten Padangpariaman, pihaknya terus membenahi kualitas data kependudukan menuju e-Government yang lebih nyata dan mendukung Kabupaten Padangpariaman Smart-City.

Saat ini Dinas Kependudukan telah melangkah kepada fase ketiga yaitu pemanfaatan data kependudukan bagi kepentingan publik dan pembangunan khususnya dalam pengambilan kebijakan.

Dua fase sebelumnya adalah fase pendataan penduduk dan fase peningkatan kualitas data penduduk yang saat ini terus berjalan karena perkembangannya yang sangat dinamis.
Pada fase pemanfaatan data kependudukan, Dinas Dukcapil telah menyediakan data warehouse yang telah siap digunakan.

Dinas Dukcapil menghimbau OPD lain agar membangun aplikasi dalam setiap pelayanan baik internal maupun untuk masyarakat sehingga bisa tersambung dengan data kependudukan apabila layanan tersebut membutuhkan elemen data kependudukan.

"Kita akan terus melalukan percepatan untuk e-Government pada tingkat lokal di Kabupaten Padangpariaman dengan basis data kependudukan," pungkas Fadhly.

ASM

Ali Mukhni: Kebangkitan Nasional Memotivasi Aksi Nyata Pembangunan

Written By oyong liza on Monday, 22 May 2017 | 21:23


Paritmalintang -- Mengisi Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang ke-109, Pemkab Padangpariaman lakukan percepatan pembangunan yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten.

Ali Mukhni selaku kepala daerah tidak ingin hari kebangkitan nasional hanya sebatas seremonial saja. Dalam artian, melakukan upacara pengibaran bendera dan setelah itu tidak ada pergerakan maupun perubahan sesudahnya.

"Kita menginginkan aksi bukan seremoni," ujar Ali Mukhni sebagaimana disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol, Andri Satria Masri.

Untuk itu kata dia Ali Mukhni berharap agar seluruh ASN Padangpariaman berbuat untuk percepatan pembangunan di 103 nagari yang ada.

Ia menyampaikan Pemkab Padangpariaman telah membuat kesepakatan dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dalam rangka pembangunan embung di Nagari Toboh Gadang​, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, saat kunjungan kerja Menteri Eko Putra Sandjojo beberapa waktu lalu.

"Embung ini nantinya dapat bernilai ekonomis sebagai salah satu destinasi wisata yang pada akhirnya dapat menciptakan multiflier effek ekonomi di tengah-tengah masyarakat," lanjutnya.

Sejalan dengan semangat Harkitnas, pemerataan pembangunan Indonesia yang berkeadilan sebagai wujud kebangkitan bangsa, Padangpariaman tengah gencar mewujudkan hal tersebut.

Seperti pembangunan Kawasan Tarok City di Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam merupakan bukti nyata pemerintah hadir untuk pembangunan. Pemerintah Kabupaten Padangpariaman, sambungnya, telah menyediakan lahan seluas 697 hektar untuk institusi pendidikan tinggi di Sumatera Barat atau luar Sumatera Barat.

Tujuan dari pembukaan lahan untuk institusi pendidikan, kesehatan, diklat, dan sarana lainnya adalah semata mata untuk kesejahteraan masyarakat.

"Dengan dibangunnya Kawasan Tarok City ini, akan dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat, terutama masyarakat sekitar area. Berbagai bisnis akan hidup dan berkembang seperti industri rumahan, kos-kosan, makanan dan UKM lainnya," ungkap Andri.

Terakhir, Andri menyampaikan himbauan Ali Mukhni kepada seluruh masyarakat Padangpariaman untuk bahu membahu, bergotong royong dan bekerja sama demi percepatan pembangunan.

Handre

Tentukan 1 Ramadhan, 27 Mei Syatariah Padangpariaman Maniliak Bulan


Pakandangan -- Ulama Syatariyah Padangpariaman difasilitasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Padangpariaman, memutuskan maniliak (melihat) bulan 1 Ramadhan 1348 H, pada hari Sabtu tanggal 27 Mei 2017 mendatang.

Bila bulan sudah terlihat sebelumnya, Jumat (26/5/2017), secara mutawatir, dapat diterima. Kemudian bulan yang  dilihat dimusyawarah pada kadhi di masing-masing daerah.

Demikian antara lain keputusan muzakarah ulama Syatariyah Padangpariaman tentang ru’yatul hilal penentuan awal Ramadhan 1438 Hijriyah, Sabtu (20/5/2017) di Pondok Pesantren Darul Ikhlas Pakandangan. 

Muzakarah Ulama Syatariyah dihadiri lebih dari 60 ulama Syatariah Padangpariaman, Ketua Syatariyah Sumbar, Riau dan Jambi Ismet Ismail Tuanku Mudo, Ketua MUI Padangpariaman Syofyan Tuanku Bandaro, pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Padangpariaman dan ulama Syatariyah lainnya.

Ali Munar Tuanku Mulie dari pesantren Luhur Ampalu Tinggi, menyebutkan, hasil musyawarah kadhi tersebut disampaikan kepada jamaah agar besoknya berpuasa. Selain itu, hasil musyawarah  tersebut juga boleh disampaikan  melalui sarana lainnya seperti telepon dan sms.

“Kalau bulan masih tidak kelihatan pada petang Sabtu tersebut, maka 1 Ramadhan sebagai awal puasa langsung dilaksanakan saja pada Senin-nya (29/5),” kata Ali Munar membacakan keputusan muzakarah.

Sebelum diputuskan, peserta muzakarah melontarkan tiga hari yang berbeda waktu melihat bulan. Masing-masing pada Kamis, Jumat dan Sabtu. Masing-masing pengusul memberikan argumentasi kapan melihat bulan dilaksanakan.

“Setelah mendengarkan berbagai pendapat, komentar dan pandangan dari peserta, ulama-ulama senior, pimpinan pesantren, akhirnya kita sepakat melihat bulan pada Sabtu tersebut,” kata Ali Munar.

Ketua PCNU Padangpariaman Masrican Tuanku M Basa menyebutkan, belajar pada peristiwa memulai 1 Ramadhan tahun lalu. Melihat bulan dilaksanakan pada Selasa, sedangkan Senin petang bulan sudah terlihat.

"Dari saran dan masukan sejumlah ulama kepada kami, agar peristiwa tersebut tidak terulang lagi. Maka menjelang pelaksanaan melihat bulan 1 Ramadhan tahun ini, PCNU menyelenggarakan muzakarah ini," kata dia.

Ia berharap melalui muzakarah dapat disepakati kapan pelaksanaan melihat bulan. Alhamdulillah, keputusan muzakarah sudah disepakati,” kata Masrican.

AT
 

Pemkab Padangpariaman Launching Sippera


Paritmalintang -- Sekretaris Daerah Padangpariaman Jonpriadi, launching Sistem Informasi Perencanaan Penggangaran (SIPPERA) di Hall IKK, Paritmalintang, Senin (22/5/2017).

SIPPERA merupakan perangkat lunak (aplikasi) yang dikembangkan dengan tujuan untuk membantu Pemkab Padangpariaman untuk mewujudkan pengganggaran yang efisien, efektif, transparan dan akuntabel. Tujuan jangka panjang aplikasi ini sendiri adalah dapat dikembangkan dalam skala kabupaten dan disinkronkan dengan Sistim Informasi Manajemen Keuangan Daerah (SIMDA) yang telah diimpelentasikan sejak tahun 2008 lalu.

Sekda Jonpriadi memuji SIPPERA yang dirancang oleh Kabag Perencanaan Keuangan (Rankeu) Armeyn Rangkuti itu. Ia berharap aplikasi tersebut dapat segera dijalankan untuk jangka panjang dalam skala Kabupaten.

“Secara pribadi, kami sangat senang dan bangga dengan aplikasi ini. Namun, kami sangat berharap setiap aplikasi yang dibuat dan dilaunching segera diterapkan dan dilanjutkan penerapannya. Jangan hanya sebatas sekedar memenuhi tuntutan proyek perubahan dalam Diklatpim,” kata dia.

Armeyn Rangkuti pada kesempatan itu menjelaskan latar belakang ide pembuatan aplikasi SIPPERA. Mantan Kabag Umum itu mengatakan bahwa banyaknya program kegiatan di sekretariat daerah yang tidak sesuai dengan visi-misi OPD --bahkan berdempet dengan OPD lain-- menjadi kekurangan dari sistem perencanaan yang masih menggunakan sistem manual. Selain itu, jelasnya, Kementerian Komunikasi dan Informasi juga meminta setiap daerah untuk menggunakan sistem pengangaran berbasis eletronik dan online.

“Berangkat dari permasalahan tersebut, timbul ide dari kami bagaimana perencanaan pengganggaran yang manual ditinggalkan dan beralih dengan penggunaan sistem eletronik. Perencanaan pengangaran melalui teknologi informasi kami beri nama Sippera,” ujar Armeyn.

Armeyn menjelaskan beberapa manfaat pengunaan aplikasi SIPPERA, diantaranya perencanaan pengganggaran sesuai dengan visi misi OPD, perencanaan pengganggaran sesuai dengan program dan kegiatan OPD dan hasil Musrenbang, program dan kegiatan sesuai tupoksi masing-masing bagian, efisiensi waktu penyusunan perencanaan pengganggaran dan menghemat pengeluaran operasional, serta dapat diinput dimana saja oleh operator.

"Saya berharap aplikasi SIPPERA itu dapat dijalankan secara maksimal dan penggunaanya dapat ditingkatkan ke level perencanaan kabupaten," sebutnya.

  
Rescy

Nelayan Bagan Karam Bernama Kutar Selamatkan Diri Gunakan Fiber Ikan

Written By oyong liza on Sunday, 21 May 2017 | 19:23

ilustrasi
Katapiang -- Penuh perjuangan menepi ke tepi pulau, akhirnya Tarmizi alias Kutar (45), berhasil selamat. Kutar yang merupakan satu dari tujuh (7) nelayan yang menjadi korban KM Revo yang karam sekitar 3 mil dari Pantai Ketaping, Padangpariaman. Ia selamat setelah berjuang berenang menggunakan tutup fish box (fiber ikan) menuju Pulau Sawo, Kota Padang pukul 18.00 WIB.

"Setelah sampai di Pulau Sawo, yang akhirnya bersangkutan ditemukan oleh nelayan Purus Padang dan dievakuasi ke Pantai Muaro Lasak, Puruih," ujar Kanit Gakkum Satpol Air Polres Padangpariaman, Aiptu Marjan Gayo, Minggu (21/5/2017) sore.

Nelayan bersama anggota Satpol Air Polres Padangpariaman sempat melakukan pencarian Kutar alias Tarmizi dengan memutari Pulau Sawo. Pencarian yang sejak siang hingga sore dilakukan, setelah tim pencari sempat kontak dengan Kutar melalui telpon seluler, namun belum menemukan Kutar.

"Kita sudah mengelilingi pulau, karena memang ada telpon dari pak Kutar bahwa ia menepi di pulau. Setelah kita lakukan pencarian, belum ditemukan. Namun saat kita sudah menepi ke pos, yang bersangkutan sudah dievakuasi ke tepi pantai oleh nelayan Purus," ungkapnya.

Kutar yang saat ini sudah dievakuasi ke Polsek Padang Barat rencananya segera dijemput oleh keluarga dan pemilik kapal Bagan KM Revo.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tujuh dari delapan awak Kapal Bagan dengan merk lambung Revo --yang karam di diterjang gelombang badai Minggu dinihari-- akhirnya ditemukan, Minggu (21/5/2017) siang.

7 orang nelayan yang telah ditemukan tersebut bernama Leba (50), warga Desa Taluak Pariaman, Arisman (33), warga Karan Aur Pariaman, Dedi (30), warga Pesisir Selatan, Eng Suandi (40), warga Pesisir Selatan, Edo (23), warga Pesisir Selatan, Andi (23), warga Pesisir Selatan, Muklis (38), warga Pesisir Selatan. 7 orang nelayan tersebut telah dievakuasi ke Karan Aur Kota Pariaman.

7 orang nelayan tersebut diselamatkan atas kerjasama BPBD Padangpariaman, Pol Air Padangpariaman, BPBD Sumbar dan nelayan setempat.

Hilangnya nelayan diketahui pada hari Minggu (21/5) pukul 02.30 WIB. Kapal yang digunakan melaut itu pecah setelah dihamtam gelombang tinggi dan diterpa angin kencang di sekitar 1 mil dari bibir Pantai Ketaping.


Nanda

7 ABK Kapal Bagan Karam di Katapiang Sudah Ditemukan

ilustrasi tempo.co
Katapiang -- Setelah sempat terombang-ambing selama hampir 7 jam, akhirnya tujuh dari delapan awak Kapal Bagan dengan merk lambung Revo --yang karam di diterjang gelombang badai Sabtu malam (20/5/2017)-- akhirnya ditemukan, Minggu (21/5/2017) siang.

7 orang nelayan yang telah ditemukan tersebut bernama Leba (50), warga Desa Taluak Pariaman, Arisman (33), warga Karan Aur Pariaman, Dedi (30), warga Pesisir Selatan, Eng Suandi (40), warga Pesisir Selatan, Edo (23), warga Pesisir Selatan, Andi (23), warga Pesisir Selatan, Muklis (38), warga Pesisir Selatan. 7 orang nelayan tersebut telah dievakuasi ke Karan Aur Kota Pariaman.

Sementara itu, 1 nelayan bernama Kutar (30), yang telah diketahui lokasinya, masih dalam proses penjemputan oleh nelayan yang melakukan pencarian.

7 orang nelayan tersebut diselamatkan atas kerjasama BPBD Padangpariaman, Pol Air Padangpariaman, BPBD Sumbar dan nelayan setempat.

Kaur Bin Ops Sat Pol Air Polres Padangpariaman mengatakan, hilangnya nelayan diketahui pada hari Minggu (21/5) pukul 02.30 WIB. Hilangnya nelayan karena kapal yang digunakan pecah setelah dihamtam gelombang tinggi dan diterpa angin kencang di sekitar Pantai Ketaping.

"Pukul 05.30 (WIB) kapan terendam oleh air. Seluruh ABK menyelamatkan diri dan menepi ke Pulau Sawo menggunakan viber," jelasnya.

Tingginya gelombang menyulitkan pencarian nelayan yang hilang. Hingga saat ini, 1 nelayan dan tim SAR masih dalam penjemputan.

Nanda

IMAPAR UIN Imambonjol Gelar Baksos di Surau Balenggek Sikabu


Lubuk Alung -- Bupati Padangpariaman diwakili Kepala Dinas PMD Erman, membuka secara resmi kegiatan bhakti sosial masyarakat Ikatan Mahasiswa Piaman Raya (IMAPAR) cabang Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol (IB) Padang, Sabtu (20/5) di Surau Balenggek, Sikabu, Lubuk Alung.

"Pemerintah kabupaten sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan positif yang dilaksanakan IMAPAR," ungkap Erman.

Menurut Erman, kegiatan IMAPAR telah membantu program pemerintah dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan seperti itu sedikit banyak dapat meringankan beban kerja pemerintah dalam pembangunan daerah di pelosok daerah.

Menurut Erman, keterbatasan anggaran dan SDM membuat pemerintah kewalahan dalam memenuhi aspirasi masyarakat yang membutuhkan perbaikan sarana prasarana nagari.

Ia mengatakan, saat ini pemerintah sedang berupaya menuntaskan Kode Pemerintahan Nagari yang baru dimekarkan sebanyak 43. Dengan tuntutan dan aspirasi yang begitu banyak, membuat pemerintah bekerja keras untuk menyelesaikannya.

"Ini terkait dengan pesan Bupati Ali Mukhni yang meminta pejabat menjadi pelayan bukan pejabat yang minta dilayani," sebutnya.

Terkait masalah sosial, seperti penampilan orgen tunggal yang masih melanggar aturan Perbup, Erman menjelaskan bahwa diperlukan kerjasama yang baik antara pemerintah kabupaten dengan kecamatan dan nagari, terlebih lagi tokoh masyarakat, pemuda dan bundo kanduang.

"Jika semua elemen masyarakat di Kabupaten Padangpariaman Saiyo Sakato membangun dan memperbaiki daerah ini, maka permasalahan sosial kemasyarakatan dapat kita atasi," katanya.

Sementara itu Pembina IMAPAR Kota Padang, Roby Hadi Putra, mengatakan keberadaan IMAPAR adalah sebagai kontrol sosial kepada pemerintah daerah, IMAPAR juga ikut berkontribusi membangun daerah.

"Lubuk Alung adalah daerah yang sedang berkembang menuju daerah maju, perlu mendapat perhatian yang lebih baik dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Roby.

Ia menyebut bahwa kondisi sosial kemasyarakatan di Lubuk Alung sangat memprihatinkan. Sering terjadi kasus pelecehan seksual. Untuk itu Roby berharap perhatian pemerintah untuk mengantisipasi atau mencarikan solusinya.

Ketua Panitia Syahrul Mubarak dan Ketua Cabang IMAPAR UIN IB Padang, Jamal Mirdad, menjelaskan bahwa kegiatan bhakti sosial yang mereka adakan adalah dalam rangka melaksanakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian pada masyarakat. Kemudian melaksanakan program kerja organisasi.

"Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 50 orang anggota IMAPAR UIN IB Padang," sebutnya.

Ditambahkan oleh Jamal Mirdad bahwa BSM sebagai proses belajar dan mengabdi ke masyarakat. "Kegiatan yg akan dilakukan sosialisasi ke masyarakat tentang berbagai hal yang dibutuhkan masyarakat, siswa dan pelajar, gotong royong, didikan subuh, tabligh akbar," tutupnya.

Usai pembukaan, acara dilanjutkan diskusi pembangunan nagari dengan narasumber Andri Satria Masri.

TIM

Harga Kebutuhan Pokok Jelang Ramadhan Stabil di Padangpariaman

Written By oyong liza on Saturday, 20 May 2017 | 14:09


Pemerintah Kabupaten Padangpariaman memastikan ketersedian/cadangan kebutuhan pokok di wilayah Padangpariaman cukup menjelang masuknya bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1438 H.

Hal itu dijamin oleh Bupati Ali Mukhni melalui melalui telepon selular, Sabtu (20/5/2017).

Tidak hanya itu, harga berbagai barang kebutuhan menurutnya tetap terkendali alias tidak melambung tinggi.

"Kita pastikan kebutuhan 10 bahan pokok aman di Padangpariaman. Begitu juga dengan stabilitas harga," ujar Ali Mukhni.

Bupati memastikan hal tersebut setelah memantau sendiri dan menerima laporan dari Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi & UKM (Dagnakerkop) Kabupaten Padangpariaman, Nurhelmi.

"Untuk antisipasi lonjakan harga bahan pokok menjelang lebaran, kita melakukan upaya antisipasi sejak dini potensi kenaikan harga tersebut agar masyarakat tidak kecewa. Dinas terkait selalu memantau," sambungnya.

Terpisah, Kabag Humas dan Protokoler Padangpariaman menyebut bahwa Kepala Dinas Koperindagkop Nurhelmi merencanakan akan mengadakan Bazaar atau Pasar Murah di Pasar Grosir Kasang menjelang Idul Fitri nanti bekerjasama dengan distributor dan pedagang besar di Padangpariaman.

Ia berharap agar pedagang tidak menaikkan harga. Begitu juga dengan oknum tidak menimbun barang sehingga mengakibatkan kelangkaan.

"Kita sangat berharap agar bapak ibu pedagang mau bekerjasama untuk menjaga agar harga tetap stabil. Ini semua demi kepentingan kita di Padangpariaman," ujar Andri.

Andri yang baru dilantik lebih kurang 1 bulan ini jadi Kabag Humas dan Protokol, membuka diri seluas-luasnya kepada masyarakat Padangpariaman untuk segera melaporkan terkait oknum pedagang yang menimbun barang jelang bulan suci dan Ramadhan.

"Kami membuka diri dan berharap masyarakat Padangpariaman melaporkan segala bentuk pelayanan publik yang merugikan warga melalui pesan singkat ke nomor 08116492000," katanya didampingi Kasubag Komunikasi Pimpinan dan Dokumentasi, Handre.

ASM/Handre


TRC BPBD Padangpariaman Latih Teknik Penyelamatan di Gunung dan Hutan

Written By oyong liza on Wednesday, 17 May 2017 | 20:11

ilustrasi pelatihan
Pemkab Padangpariaman gelar pelatihan Search and Rescue (SAR) gunung dan hutan, untuk meningkatkan keterampilan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padangpariaman di Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Selasa (16/5/2017).

Sekda Jonpriadi mengatakan, untuk menciptakan TRC yang cepat tanggap dan tangguh di segala medan bencana, dibutuhkan pelatihan tekhnis yang mumpuni. Tim yang cekatan, akan cepat menanggulangi setiap bencana yang terjadi di wilayah Padangpariaman.

"Mewujudkan hal itu kita gandeng Basarnas Kantor SAR Padang untuk memberikan pelatihan," ungkap Jonpriadi.

Ia mengatakan, pelatihan tersebut sangat penting mengingat Padangpariaman memiliki 11 sungai, area bukit dan hutan yang rawan akan bencana alam seperti banjir dan longsor saat musim hujan.

"Kita ingin menciptakan TRC yang kompeten, tenang dalam setiap situasi, seperti permintaan korban yang saling rebutan saat bencana terjadi," sambungnya.

Desakan dari pihak korban bencana yang ingin didahulukan tersebut ditemui ketika gempa Sumbar yang terjadi pada September 2009. Ia mengimbau TRC harus memberikan ketenangan dan tidak boleh membeda-bedakan orang. Dahulukan yang benar-benar membutuhkan.

Selain hal tersebut, imbuh sekda, TRC juga dituntut mampu menjalin koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak terkait dan masyarakat.

Kepala BPBD Padangpariaman, Amiruddin menyebutkan pelatihan diikuti oleh 40 orang peserta selama empat hari ke depan. Ia yakin setelah lulus pelatihan, TRC Padangpariaman akan menjadi TRC yang tangguh, tangkas dan selalu siaga.

TIM

Didukung Tenaga Medis Teladan, Puskesmas Batang Gasan Berpeluang Wakili Sumbar Tingkat Nasional


Puskesmas Batang Gasan mewakili Kabupaten Padangpariaman dalam lomba puskesmas berprestasi dan tenaga kesehatan teladan tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2017. Sedangkan untuk dokter dan tenaga medis berprestasi, diwakili oleh Puskesmas Sungai Geringging.

Tim Juri dari Provinsi Sumatera Barat yang diketuai oleh Lila Yanwar, Selasa (16/5/2017), disambut Ketua DPRD Padangpariaman Faisal Arifin dan Kepala Dinas Kesehatan Padangpariaman Aspinuddin, mulai melakukan penilaian di Puskesmas Batang Gasan.

Ketua DPRD Padangpariaman Faisal Arifin pada kesempatan itu mengatakan bahwa Puskesmas Batang Gasan akan mampu memenuhi indikator penilaian juri untuk menjadi yang terbaik di Sumatera Barat.

"Dalam 15 tahun Puskesmas Batang Gasan sudah berbenah, momen inilah saatnya meraih prestasi terbaik," ujarnya.

Sebelum penilaian, tim juri disambut gerak bersama diiringi lagu dangdut. Suasana menjadi meriah. Dewan juri dan tenaga medis di puskesmas tersebut sama cerianya pagi itu.

Menurut Staf Ahli Bupati Padangpariaman Suarni Murad, puskesmas berprestasi adalah puskesmas yang mampu memberikan kepercayaan kepada masyarakat terhadap fasilitas kesehatan. Ia mengatakan Puskesmas Batang Gasan telah mampu meningkatkan pelayanan yang kompetitif disamping perangkat kerja yang kompak.

"Manfaat penilain ini bagi dinas kesehatan ialah sebagai wahana peningkatan mutu kinerja melalui peningkatan berkesinambungan sistem manajemen puskesmas. Mudah-Mudahan Puskesmas Batang Gasan Menjadi juara. Tunjukan pada tim penilai bahwa kita layak jadi pemenang," ungkap Suarni Murad.

Lili Yanwar menyebutkan bahwa penilaian mencakup kinerja pokok, pelayanan masyarakat, kerjasama puskesmas dengan masyarakat, dan peran serta camat dan muspika dalam menunjang  pelayanan kesehatan masyarakat.

"Yang utama sekali ialah menurunkan yang sakit dan meningkatkan yang sehat," ujarnya.

Ia mengatakan, pada tahun 2015 Puskesmas Siberut Mentawai berhasil meraih juara 1 nasional dan pada tahun 2016 Puskesmas di Dharmasraya mendapat Juara II nasional Puskemas Berprestasi. Pokok penilaian dari tim penilai sendiri terdiri dari unsur Poltekes, BPJS dan Dinas Kesehatan.

"Bukan tidak mungkin Puskesmas Batang Gasan tahun ini yang akan ke Istana Negara bertemu dengan Presiden," ia memberi semangat.

TIM

PKK Binaan Padangpariaman Berpeluang Wakili Sumbar Lomba PKK Nasional

Written By oyong liza on Sunday, 14 May 2017 | 13:55


Ketua Tim Penilai PKK Sumatera Barat, Nevi Irwan Prayitno, kunjungi Nagari Lubuak Pandan, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Padangpariaman, Jumat (12/5/2017), dalam lomba penilaian PKK terbaik tingkat Provinsi Sumatera Barat 2017.

Menurut Nevi, selain melakukan penilaian, tim yang diketuainya juga akan melakukan pembinaan terhadap PKK tersebut. Ia menyebut, PKK yang memenangkan lomba tingkat Sumbar, otomatis akan mewakili Sumbar dalam lomba serupa di tingkat nasional.

"Tim akan melakukan penilaian secara objektif. Jika baik, kami berikan applaus. Jika belum baik, kami ungkapkan serta menunjukkan solusi bagaimana menjadi lebih baik,” ucapnya.

Kaum perempuan selaku kader PKK, imbau dia hendaknya memiliki inovasi dan gigih dalam memperjuangkan anggaran organisasi dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang), baik di tingkat nagari, kecamatan maupun kabupaten. Dengan ketersediaan anggaran yang, banyak kegiatan PKK yang dapat dilaksanakan.

Jika anggaran yang diperoleh belum sesuai harapan, imbuh dia, kader PKK tetap harus bekerja keras.

Kedatangan Nevi beserta anggota Tim Penilai disambut Sekdakab Jonpriadi, Wakil Ketua DPRD Mothia Azis, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Erman, Ketua Tim Penggerak PKK Rena Ali Mukhni, jajaran pengurus, sejumlah camat serta Walinagari Lubuk Pandan Budiman SP bersama aparatur dan kader-kader PKK.

Jonpriadi mengatakan, penilaian Lomba PKK itu terdiri dari lima kategori dengan lima nagari dan kecamatan berbeda. Untuk ekspos dipusatkan di Lubuk Pandan. Selanjutnya tim penilaian melakukan peninjauan ke lima nagari dimaksud.

"Lima nagari tersebut adalah Lubuak Pandan untuk Lomba Hatinya --Halaman Asri, Teratur, Indah, Nyaman PKK, Nagari Kuranji Hilir – Kecamatan Sungai Limau untuk Lomba Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga, Malai V Suku – Gasan Gadang untuk Lomba Penanganan Kekerasan dalam Rumahtangga, Kapalo Koto – Nan Sabaris untuk Lomba Tertib Administrasi PKK dan Nagari Aie Tajun – Lubuk Alung untuk Lomba IVA Test.

Zas

Kecoh Petugas, Begini Kronologis Penangkapan Napi Sialang Bungkuk oleh Jajaran Polres Padangpariaman

Written By oyong liza on Friday, 12 May 2017 | 11:52


Zendi Ismael (20), narapidana/tahanan kabur Rutan Kelas IIB Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau, yang ditangkap tim gabungan Polres Padangpariaman dibantu Polsek Sungai Sariak, sempat diperiksa aparat di Kabupaten Bangkinang saat perjalanan kabur dari Pekanbaru menuju Padangpariaman.

Wakapolres Padangpariaman, Kompol Yuhendri didampingi Kasubag Humas Polres Padangpariaman, Iptu Irwan Sikumbang, Jumat (12/5/2017) menjelaskan bahwa Zendi sempat mengecoh petugas razia saat pemeriksaan di perbatasan Sumbar-Riau.

“Pengakuan ZI sendiri saat dilakukan pemeriksaan di atas travel Pekanbaru-Padangpariaman, semua penumpang di dalam travel dimintai KTP, termasuk dia. Namun yang bersangkutan saat diminta untuk menunjukkan KTP, mengecoh petugas mengatakan bahwa ia belum memiliki KTP karena masih berumur 16 tahun. Karena memang dilihat dari tampang napi ini masih remaja, petugas percaya,” terangnya.

Zendi yang akhirnya ditangkap tim gabungan Polres Padangpariaman di rumah orang tuanya di Korong Rukam Nagari Koto Dalam, Kecamatan Padang Sago, Padangpariaman, Kamis (11/5/2017) sore, usai menempuh beberapa titik lokasi saat perjalanan kabur.

Usai kabur dari Rutan Sialang Bungkuk bersama ratusan napi orang lainnya, ia sempat beberapa kali menumpang sepeda motor masyarakat secara estafet hingga tiba di rumah orang tuanya di Panam, Riau. Di rumah orang tuanya, ia bertemu dengan adiknya dan meminta sejumlah uang untuk ongkos pulang kampung ke Padangpariaman. Ia sendiri tiba di Padangpariaman, Sabtu (6/5/2017) dini-hari.

“Usai kabur dari Rutan, ZI ini langsung menumpang sepeda motor warga yang melintas beberapa kali hingga sampai di rumah orang tuanya dan melanjutkan perjalanan ke Padangpariaman menggunakan angkutan umum travel malam harinya,” jelasnya lagi.

Tidak hanya petugas pemeriksaan di Bangkinang yang terkecoh oleh tahanan kabur tersebut. Saat dilakukan penangkapan, petugas yang mendapatkan informasi dari masyarakat tentang keberadaannya, Kamis (11/5) sore langsung bergerak dan mengepung rumah keluarganya dan dua rumah lainnya.

"Nyaris saja petugas terkecoh, ZI kala penangkapan bersembunyi di dalam ember besar hampir tidak ditemukan petugas. Belum lagi informasi tante ZI yang mengatakan bahwa keponakannya tersebut telah pindah dan tidak berada di rumahnya lagi," tuturnya.

Dari penggeledahan di rumah tersebut, awalnya ia tidak ditemukan. Tantenya juga  bilang bahwa ia sudah keluar.

"Petugas yang tidak hilang akal terus mencari dan akhirnya menemukan ZI bersembunyi di dalam ember besar di kamar mandi rumah tantenya itu,” ungkap Yuhendri.

Hingga saat ini, kata Yuhendri, belum ada informasi tentang keberadaan napi Rutan Sialang Bungkuk lainnya yang kabur di wilayah hukum Polres Padangpariaman. Rencananya, sore ini napi tersebut akan dijemput oleh tim Polres Pekanbaru untuk dibawa kembali ke Rutan Kelas IIB Sialang Bungkuk.

Zendi merupakan narapida kasus curanmor yang diputus hukuman 2,6 tahun penjara dan telah menjalani masa tahanan selama 1 tahun.

Nanda

Polres Padangpariaman Tangkap Napi Kabur Rutan Sialang Bungkuk


Polres Padangpariaman mengamankan Zendi Ismael (20), seorang narapidana yang kabur dari Rutan Kelas II Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau, Kamis (11/5/2017) sore. Zendi Ismael diamankan di rumah orang tuanya di Korong Rukam Pauh Manih, Nagari Koto Dalam, Kecamatan Padang Sago, Padangpariaman.

Kapolres Padangpariaman, AKBP Eri Dwi Harianto mengatakan, penangkapan berawal saat tim menerima informasi dari masyarakat tentang keberadaan Zendi Ismael sekitar pukul 15.45 WIB di rumah orang tuanya.

Tidak berselang lama usai menerima informasi dari warga tersebut, tim gabungan Opsional Satreskrim Polres Padangpariaman dibantu anggota Polsek VII Koto Sungai Sariak, bergerak cepat. Akhirnya sekitar pukul 16.30 WIB, Zendi Ismael berhasil diamanan polisi tanpa perlawanan berarti.

"Memang benar, tim telah mengamankan satu orang napi Rutan Sialang Bungkuk yang kabur," ujarnya Jumat (12/5/2017), kepada wartawan.

Hingga saat ini, napi yang kabur itu masih diamakan di ruangan tahanan Polres Padangpariaman hingga proses pengembalian ke Rutan tersebut.

Zendi Ismael merupakan salah seorang tahanan yang kabur dari Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru pada Jumaat (5/5/2017) bersama ratusan orang napi lainnya. Hingga saat ini tim gabungan Polda Riau, Rutan Sialang Bungkuk dan jajaran kepolisian lainnya, terus melakukan pengejaran mencari napi lainnya ke sejumlah provinsi.

Seperti diketahui, dilansir dari detik.com, tahanan/napi Rutan Pekanbaru kabur bermula dari kericuhan yang terjadi sebelum salat Jumat. Saat pintu sel dibuka, para tahanan merangsek ke bagian depan rutan.

Para tahanan kabur setelah sebelumnya menyampaikan tuntutan terutama soal fasilitas di rutan. Seperti tuntutan masalah air, kamar, pungutan liar dan fasilitas lainnya.

Masalah tersebut dinilai terjadi karena masalah over kapasitas. Rutan tersebut seharusnya hanya bisa menampung sebanyak 561 penghuni namun tahanan/napi yang tinggal di Rutan itu diketahui sebanyak 1.870 orang.

Sementara itu total pegawai di Rutan Pekanbaru hanya 54 orang. Untuk petugas keamanan hanya 30 orang yang dibagi 6 orang setiap regunya.

Nanda/OLP

Bangun Embung, Menteri Desa Akan Berkunjung ke Padangpariaman

Written By oyong liza on Thursday, 11 May 2017 | 19:04

Sejumlah pejabat meninjau Lokasi Rencana Perletakan Batu Pertama oleh Kemdes PDTT
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo, dijadwalkan mengunjungi Nagari Toboh Gadang dalam rencana lawatannya ke Provinsi Sumatera Barat, Sabtu (13/5/2017) nanti.

Informasi tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur kepada wartawan, Kamis (11/5).

Menurut Suhatri Bur, rencana Mendes PDTT ke Padangpariaman diperkirakan tidak lebih satu jam setelah mendarat di BIM dengan pesawat pagi sekira jam 09.00 WIB. Selanjutnya Mendes akan melanjutkan perjalanan ke Bukittinggi guna membuka acara Expo BUMDES Nusantara.

Di Nagari Toboh Gadang, kata dia, Mendes akan melakukan Ground Breaking dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Embung Sungai Abu Tabek Gadang yang terletak di Korong Sawah Mansi Surau Kandang, Nagari Toboh Gadang, Kecamatan Sintuk Toboh Gadang (Sintoga).

Ketika dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Erman, membenarkan informasi tersebut dan bahkan Dinas PMD telah menyiapkan segala sesuatunya terkait acara dimaksud.

"Ground Breaking akan dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Padangpariaman serta undangan seluruh nagari di Sumatera Barat yang mendapatkan Program Pembangunan Embung," jelas Erman.

Dari Erman diperoleh data bahwa Embung Sungai Abu Tabek Gadang (SATG) merupakan embung yang dibangun oleh Kolonial Belanda pada tahun 1912. Luasnya sekitar dua hektar. Keberadaan embung SATG selama ini sangat dirasakan oleh masyarakat Kecamatan Sintoga, Nan Sabaris dan Ulakan Tapakis untuk mengairi sawah milik petani seluas 400 hektar.

Ia menceritakan, pada tahun 2009 masyarakat meminta kepada walinagari untuk melakukan pengerukan pada embung karena debit air mulai menurun oleh karena terjadinya sedimentasi --sehingga tidak mencukupi mengairi kebutuhan petani ditambah lagi dengan merimbunnya pohon kelapa dan rumbio di tepi embung.

"Pada tahun 2012 dilakukan renovasi dan pengerukan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera V," ujarnya.

Erman memaparkan bahwa Pemerintah Kabupaten Padangpariaman sudah mengajukan permohonan pembenahan embung serta perluasan satu hektar lagi melalui anggaran APBN tahun 2011, 2012, 2013 dan tahun 2014 --diperluas satu hektar lagi dengan ganti rugi oleh nagari melalui Dana Desa sebesar Rp113 juta.

Menyambut kedatangan Mendes PDTT, sambung Erman, pihak Nagari Toboh Gadang melalui Pemkab Padangpariaman akan mengajukan usulan peningkatan pemanfaatan embung dari sekedar wadah serapan air juga sebagai wisata dan sarana olahraga kolam renang setengah hektar, parkir setengah hektar dan sarana olahraga satu hektar dengan jumlah lahan seluruhnya sekitar empat hektar.


TIM

Suhatri Bur Imbau Setiap Nagari Dirikan Pondok Alquran

Written By oyong liza on Tuesday, 9 May 2017 | 19:32


Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, buka lomba Tahfizd Alquran antar pelajar SD dan SMP se kecamatan Lubuk Alung, Minggu (6/5/2017), di Surau Kajai Nurul Sadikin Kampuang Ladang, Nagari Balah Hilia, Kecamatan Lubuk Alung. Hadir bersama dalam acara tersebut Ketua Komisi I DPRD Happy Naldy dan Kadis Kominfo Padangpariaman Zahirman serta Sekretaris Camat, KUA Lubuk Alung dan Pj. Wali Nagari Balah Hilia.

Suhatri Bur dalam sambutannya mengapresiasi Majelis Taklim Humaira dan donatur yang telah menyelenggarakan acara tersebut. Untuk itu pihaknya mengharapkan kegiatan itu dapat digilirkan antar nagari sehingga melahirkan banyak hafiz dan hafizah.

Ia mengajak masyarakat agar dapat mendirikan Pondok Alquran di setiap nagari. Sebagai evaluasi dan memotivasi masyarakat, maka pihaknya akan menjadikan lomba tahfizd sebagai agenda tetap program pemerintah daerah.

Tokoh masyarakat Lubuk Alung, Happy Naldy, mengatakan bahwa kegiatan lomba Tahfiz Alquran akan memperebutkan piala bergilir Ketua DPD Gerindra Padangpariaman, disamping hadiah berupa tabanas dan trophy. 

"Ini merupakan bentuk kepedulian Partai Gerindra terhadap perkembangan syiarnya agama Islam dan peningkatan pemahaman Alquran bagi generasi muda yang akan menjadi pemimpin-pemimpin bangsa di masa depan," kata Happy.

Happy Neldi bahkan menantang Majlis Taklim dan Camat Lubuk Alung agar membuat kegiatan lomba tahfiz menjadi lebih besar. 


"Dan jika perlu antar kecamatan se-Kabupaten Padangpariaman. Partai Gerindra siap menjadi donatur," pungkasnya.

Ketua panitia pelaksana lomba, Marnelisti, dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan kegiatan tersebut untuk memotivasi dan menumbuh-kembangkan hafiz dan hafizah dalam menghafal Alquran serta mengukur kemampuan peserta.

"Lomba ini diikuti 60 orang hafiz dan hafizah se-Kecamatan Lubuk Alung, ini merupakan yang pertama dilakukan Majelis Taklim Humaira dan akan dilaksanakan setiap tahun," ungkapnya.

ZHM

PLN Rayon Pariaman Cabut Subsidi Listrik 900 VA

Written By oyong liza on Monday, 8 May 2017 | 19:26

foto liputan6.com
Pemerintah Pusat telah menaikan tarif listrik atau mencabut subsidi listrik pelanggan 900 volt ampere (VA). Keputusan tersebut ditindaklanjuti oleh PLN Rayon Pariaman dengan mencabut subsidi atau menaikan tarif listrik kepada sebanyak 20.185 pelanggan non subsidi tahap tiga.

"Kebijakan sudah diterapkan sejak tanggal 1 Mei kepada pelanggan 900 VA kategori rumah tangga mampu," ujar Kepala PLN Rayon Pariaman, Oktafiandi, dilansir dari Antarasumbar di Pariaman, Senin (8/5/2017).

Ia menyatakan bahwa terdapat sebanyak 52 ribu pelanggan listrik di PLN Rayon Pariaman yang tersebar di Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman. Dari jumlah tersebut pengguna listrik 900 VA berjumlah sebanyak 26.200 pelanggan.

"Sekitar 70 persen darinya merupakan pelanggan dari Kabupaten Padangpariaman. Pencabutan tarif non subsidi lebih dominan di Padangpariaman," ungkapnya.

Kebanyakan dari pelanggan listrik subsidi 900 di PLN Rayon Pariaman, sambung dia, termasuk kategori rumah tangga mampu. Data tersebut ia dapat dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Setelah menerima data tersebut, sebut dia, pihaknya baru menetapkan kebijakan kenaikan tarif listrik atau pencabutan subsidi 900 VA.

"Khusus pengguna prabayar mulai dilakukan sejak 1 Mei, sedangkan pengguna pascabayar diterapkan pada Juni 2017," pungkasnya.
 

Ri (43), warga Pariaman, mengatakan kenaikan listrik tersebut cukup membebani keluarga mereka. Atas kenaikan itu dirinya berencana akan beralih menggunakan tegangan listrik 1300 volt ampere.

"Mending pindah ke 1300 saja, biar ga sering mati karena kelebihan beban. Dulu masang yang 900 agar hemat bayar perbulannya. Kalau naik mending 1300 lah," kata dia.

Berdasarkan hasil kajian TNP2K, PLN dan Badan Pusat Statistik (BPS), total pelanggan listrik 900 volt ampere di Indonesia berjumlah 22,9 juta pelanggan rumah tangga. Dari jumlah tersebut hanya 4,1 juta pelanggan yang dinilai layak mendapatkan subsidi.

TIM

Suhatri Bur Imbau Perantau Pekanbaru Badoncek Demi Pendidikan

Written By oyong liza on Sunday, 7 May 2017 | 12:18


Pekanbaru -- Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur, hadiri pelantikan Pengurus Gerakan Pemuda Pariaman (GEMPAR) dan Ikatan Mahasiswa Pariaman Sekitarnya (IMAPARIS) di kantor Sekretariat PKDP Pekanbaru, Riau, Sabtu (6/5/2017). Turut mendampingi Suhatri Bur, Kepala Dinas Kominfo Zahirman dan Sekretaris DPRD Muhadek Salman.

GEMPAR dan IMAPARIS adalah dua organisasi di bawah naungan PKDP yang mewadahi pemuda dan mahasiswa asal Piaman (Kabupaten Padangpariaman dan Kota Pariaman) di Kota Pekanbaru.

Acara pelantikan turut dihadiri Ketua Badan Musyawarah Ninik Mamak Provinsi Riau (BAMUSMIN) Tuanku Jamaris, Ketua PKDP Pekanbaru​ Buyung Ahmad Chan, Kepala Badan Kesbangpol Pekanbaru Riadi, Dandim 031/Pekanbaru diwakili M. Sinaga.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati mengimbau dan mengajak Pengurus GEMPAR dan IMAPARIS untuk bisa merangkul semua anggota dan masyarakat Piaman yang ada di Pekanbaru dengan tidak membeda bedakan antara si kaya dan si miskin dalam kegiatan organisasi.

Mantan Ketua KPU Padangpariaman itu juga mengajak untuk tidak saling menjelek jelekan atau melempar fitnah yang bisa membuat perpecahan dalam organisasi itu.

"Pertahankan persatuan kita di rantau ini dengan menguatkan silaturahmi dan rasa kekeluargaan yang kuat," kata Suhatri.

Ia juga mengajak untuk saling berbagi informasi mengenai pemuda pemudi Piaman yang mau kuliah namun tidak mampu dengan cara bergotong royong, badoncek mengumpulkan dana untuk menolong pemuda pemudi yang mau kuliah tersebut.

Mantan Ketua BAZNAS Padangpariaman itu juga berharap hubungan antara ranah dan rantau selalu solid, saling dukung dan bahu membahu berpartisipasi membangun ranah dan rantau.

Kepada pengurus yang dilantik, putra Enam Lingkung ini berpesan menjaga kekompakan dan menjaga selalu silahturahmi sampai anak cucu dan melihatkan bahwa warga Piaman itu disegani karena kekompakannya dalam organisasi perantau.

Ia menyampaikan informasi bahwa Padang Pariaman sedang membangun kawasan pendidikan yang diberi nama Tarok City di Nagari Kapalo Hilalang Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam. Di kawasan itu nanti akan berkumpul lembaga pendidikan tinggi ternama di Sumatera Barat seperti Politeknik Negeri Padang, ISI Padang Panjang, STIT Syech​ Burhanudin, kampus Pariwisata dan Perhotelan UNP dan rumah sakit vertikal.

Suhatri juga menyampaikan berita tentang pembangunan jembatan rajang Lubuak Tano di Padang Sago yang batu pertamanya diletakkan oleh Menpan RB, Asman Abnur. Tidak lupa juga pembangunan lain seperti pembangunan Mesjid Raya Padangpariaman di kawasan IKK.

Sementara itu, Ketua IMAPARIS Basri berharap mahasiswa asal Piaman selalu aktif dalam kegiatan pendidikan dan non pendidikan agar menjadi mahasiswa yang berprestasi. Dia juga berharap mendapat dorongan dari Pemerintah Kabupaten Padangpariaman dan Kota Pariaman dalam bentuk biaya pendidikan, agar mahasiswa berprestasi tidak terhenti kuliahnya karena keterbatasan biaya.

Basri juga menyampaikan​ terima kasihnya kepada wakil bupati dan rombongan yang telah hadir dalam setiap acara PKDP, IKK dan organisasi himpunan nagari yang ada di rantau.

"Kami berharap kepada Bupati dan Wakil Bupati Padangpariaman agar mempertahankan silahturahmi ini, karena kehadiran pejabat pemerintah ranah adalah sebuah kebahagiaan bagi kita semuanya," ujar Basri.

Karena, lanjutnya, kehadiran pejabat dari kampung mengakat derajat mereka kepada organisasi lain.

Indra Piliang ketua GEMPAR terpilih juga ikut mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Padangpariaman yang selalu mendorong mereka dalam berorganisasi Ninik Mamak di rantau.

"Terimakasih atas sumbangan Bupati Padangpariaman baik moril maupun materil, semoga sumbangan ini bisa kami pergunakan untuk kepentingan organisasi dan terimakasih kepada khususnya Wakil Bupatipadang Pariaman Suhatri Bur yang juga sanak ambo yang gigih dalam memajukan pembangunan Padangpariaman dan selalu hadir dalam acara yang diadakan oleh kami orang rantau," kata Indra panjang lebar.

TIM

Perjuangan Banyuwangi Lepas dari Santet Inspirasi Padangpariaman


Banyuwangi -- Dinas Pariwisata Provinsi beserta Dinas Pariwisata kota/kabupaten se Sumetera Barat, lakukan studi banding ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (4/5/2017).

Asisten II Padangpariaman, Netty Warny, menilai pemerintah Banyuwangi telah berhasil mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah dengan pengelolaan sektor pariwisata.

"Sektor pariwisata Banyuwangi berkembang dan telah mampu mengangkat taraf ekonomi masyarakat setempat," ujar Netty di Kantor Bupati Banyuwangi saat rombongan dijamu oleh pemerintah setempat.

Ia mengatakan, dalam kurun 5 tahun belakangan, Kabupaten Banyuwangi telah diakui oleh pemerintah pusat sebagai daerah yang memiliki tata kelola pariwisata terbaik. Pusat bahkan memberikan penghargaan inovasi kebijakan publik kepada Banyuwangi.

"Bahkan tahun 2016 badan pariwisata PBB berikan UNWTO Award untuk Banyuwangi di Madrid, Spanyol," sambung Netty.

Banyuwangi di bawah kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas, diterangkan Netty, sebelumnya merupakan daerah yang dikenal anker. Banyuwangi bahkan lebih dikenal karena klenik dan praktek santetnya dibanding pariwisata.

"Sekarang menjelma menjadi destinasi wisata terkemuka yang ramai dikunjungi turis dari dalam dan luar negeri," sebutnya.

Di samping prestasi pariwisata, kekaguman Padangpariaman hingga studi banding ke sana juga disebabkan oleh tata kelola pemerintahan yang baik Banyuwangi. Banyuwangi sukses meraih nilai SAKIP dan LAKIP A dari perolehan sebelumnya C.

"Ini loncatan luar biasa bagi sebuah daerah. Kita saja dari CC ke B saja luarbiasa sulitnya," kata Netty.

Kepala DPMPTP Padangpariaman Hendra Aswara mengatakan sudah tepat pihaknya melakukan studi banding ke daerah tersebut. Padangpariaman sebagai daerah yang sedang giat-giatnya membangun memerlukan mentor yang luarbiasa.

"Banyuwangi adalah daerah yang tepat untuk menimba ilmu," sebutnya.

Sementara itu Asisten Administrasi Pemerintahan Banyuwangi, Choirul Ustadi Yudawanto, menyebutkan keberhasilan Banyuwangi bangkit dari image kota santet bermula awal kepemimpinan Bupati Abdulah Azwar Anas empat tahun yang lalu. Saat itu Banyuwangi hanya dikenal sebagai daerah penyeberangan ke Pulau Bali yang terletak di ujung timur Pulau Jawa.

"Kemudian Bupati mulai melakukan branding Banyuwangi 'The Sunrise of Java'. Bupati melakukan konsolidasi terhadap pejabat di bawahnya untuk membuat sebuah perubahan. Bagi yang bisa dibina, sedangkan bagi yang tak punya semangat perubahan diganti," ucap dia.

Dalam membangun pariwisata, jelas Choirul, Bupati Azwar Anas membentuk super-tim. Seluruh program dan permasalahan akan dicarikan solusinya oleh tim tersebut.

"Kami tidak memakai event organizer lagi dalam mengerjakan sebuah kegiatan besar, namun saling bekerjasama dalam supertim yang terdiri dari seluruh OPD," jelas mantan pegawai di Kabupaten Solok itu.

Ia mencontohkan, pelaksanan Tour de Banyuwangi dikerjakan secara bersama tanpa memandang bahwa kegiatan tersebut adalah kegiatan Dinas Pariwisata Olahraga oleh segenap SOPD.

"Alhasil, stigma Banyuwangi sebagai kota santet dan terasing, kini perlahan-lahan mulai sirna. Kabupaten paling timur di Pulau Jawa itu kini tumbuh menjadi tujuan destinasi dunia," pungkas dia bangga.

TIM

Finalis Cik Uniang 2017 Adeihza: "Promosi Wisata Padangpariaman Perlu Gerakan Masif"

Written By oyong liza on Thursday, 4 May 2017 | 20:03


Bicara soal keindahan alam dan pariwisata di Kabupaten Padangpariaman memang tidak pernah ada habisnya dari cilotehan perempuan muda satu ini. Ya, Adeihza Maharani, begitulah nama lengkap perempuan kelahiran Pauhkambar, 23 tahun silam itu.

Adeihza saat ini tercatat sebagai salah seorang finalis ajang pemilihan duta wisata Cik Ajo dan Cik Uniang Kabupaten Padangpariaman tahun 2017 ini memiliki hobi traveling. Baginya, traveling dan wisata tidak mesti ke luar daerah, apalagi keluar negeri. Kabupaten Padangpariaman yang memiliki keindahan alam yang luar biasa harus, wajib dikunjungi oleh wisatawan.

“Keindahan alam di Padangpariaman ini tidak kalah dengan daerah lain. Kita punya segala macam pariwisata, kita ada wisata petualangan, wisata kuliner dan ada juga wisata religi,” kata Ihza di Pariaman, Kamis (4/5/2017).

Sebetulnya, pariwisata bukanlah hal yang baru bagi perempuan yang menyukai kuliner tradisional Sala Lauk ini.  Memiliki hobi traveling dan mengunjungi objek wisata pada saat liburan, membuat dirinya menumbuhkan jiwa peduli dengan pariwisata. Memang belum besar upayanya dalam mempromosikan pariwisata di Padangpariaman. Namun upaya kecil seperti memposting objek wisata yang ada di Padangpariaman melalui akun media sosialnya adalah bentuk upaya kecil yang ia lakukan untuk mempromosikan pariwisata.

Sebagai salah perempuan muda yang mendukung kemajuan pariwisata di Padangpariaman, ia optimis bahwa pariwisata Padangpariaman akan maju dan berkembang. Sikap optimis tersebut dikarenakan ia telah melihat buah kerja keras yang dilakukan oleh Bupati Ali Mukhi dan jajaran Dinas Pariwisata Padangpariaman dalam meningkatkan infrastruktur penunjang objek pariwisata dan promosi pariwisata Padangpariaman melalui iven nasional dan internasional.

“Dalam waktu singkat saja, kabupaten Padangpariaman telah menjadi salah satu kawasan destinasi wisata yang ramai dikunjungi di Sumatera Barat. Ini tentu tidak terlepas dari buah kerja keras dari Bapak Bupati dan Dinas Pariwisata yang terus melakukan upaya peningkatan infrastruktur pendukung objek wisata, pembinaan kelompok sadar wisata dan promosi wisata melalui iven internasional,” ujarnya yakin.

Menurutnya, untuk mempercepat perkembangan pariwisata harus didukung secara masif oleh seluruh elemen masyarakat. Banyak hal yang sebetulnya dapat dilakukan oleh masyarakat Padangpariaman. Melalui promosi pariwisata secara masif melalui media sosial ajakan beriwisata ke Padangpariaman, hingga meningkatkan sadar wisata masyarakat.

“Masyarakat harus mendukung penuh upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk memajukan pariwisata, bisa ikut promosi pariwisata melalui media sosial, menerapkan sapta pesona wisata di kabupaten Padangpariaman,” sebutnya.

Menjadi bagian dari finalis Cik Uniang duta wisata adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh Adeihza Maharani untuk ikut berkontribusi dalam memajukan pariwisata di Padangpariaman, khususnya melalui kegiatan promosi.

“Melalui wadah Cik Uniang duta wisata ini gerakan promosi wisata tentu akan lebih terarah dan optimal. Inilah salah satu motivasi saat mendaftar dalam kontes pemilihan Cik Ajo dan Cik Uniang Padangpariaman tahun 2017 ini,” sebutnya mengakhiri.

Nanda

Akademisi Diskusikan "Tarok City" Padangpariaman

Written By oyong liza on Wednesday, 3 May 2017 | 22:06

Suasana FGD
Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengajak semua pihak mewujudkan rencana pembangunan kawasan terpadu "Tarok City" di Nagari Kapalo Hilalang. Ketersediaan lahan di lokasi tersebut tidak main-main luasnya, yakni 697 hektar.

Ajakan tersebut dibahas dalam acara Focus Group Discussion (FGD) di Aula IKK Paritmalintang, Rabu (3/5/2017). Selain kawasan Tarok City, FGD juga mendiskusikan rencana pembangunan Pelabuhan Marina Muaro Anai di Nagari Katapiang Kecamatan Batang Anai.

Ali Mukhni mengatakan dalam 697 hektar lahan yang disediakan direncanakan akan dibangun Kampus UNP, Kampus ISI, Kampus Syekh Burhanuddin, Rumah Sakit Vertikal, Gedung Diklat Kejaksaan Agung, Gedung Diklat Badan Pertanahan Nasional dan Kampus Universitas Bisnis Internasional.

Ali Mukhni memaparkan bahan diskusi dengan memperlihatkan olahan gambar berdimensi tinggi ke layar monitor lebar di ruangan tersebut. Di samping citra digital, juga ditampilkan video/foto asli yang diambil dari ketinggian menggunakan drone.

Guru Besar Unand, Isril Berd mengatakan rencana pembangunan yang dipaparkan Ali Mukhni merupakan rencana besar jangka panjang yang harus dilaksanakan oleh Bupati penerusnya nanti--karena jabatan Ali Mukhni sebagai Bupati berakhir tahun 2020.

Senada dengannya, Malinda Nur yang juga guru besar Unand, meminta agar Pemkab Padangpariaman segera menyiapkan dokumen rencana tata ruang wilayah (RTRW) pendidikan di Kawasan Tarok.

"Maka harus dicek dulu struktur ruangnya. Perlu ada pembangunan berkelanjutan. Tindakan preventif pengendalian terhadap eksternalitas, perlu ada pengkajian sistematis. Kemudian penyamaan persepsi berbagai pihak termasuk pemerintah dan swasta,” kata dia.

Sedangkan Prof Syamsul Amar dari UNP mengatakan pembangunan jangka panjang perlu perencanaan sistematis. Topografi juga mempengaruhi, kajian mengenai fisik wilayah sangat mempengaruhi desain bangunan. Juga perlu perhatian dan kajian geologi.

“Karena banyaknya kajian, maka perlu waktu lebih lama,  lebih dari 5 tahun.  Perlu efisiensi cost dan benefit. Selain itu,  jarak dan lokasi perlu juga menjadi pertimbangan. Perlu ada daya tarik tersendiri untuk membuat mahasiswa betah di sana,” ungkap dia.

Hal senada juga diulas Darmawan dari Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) Unand. Menurutnya, tujuan pembangunan seharusnya untuk kehidupan yang lebih baik dengan memperhatikan lingkungan.

“Perlu juga diperhatikan, apakah pembangunan Tarok City akan berpengaruh pada penurunan kualitas lingkungan hidup?” ia mempertanyakan.

Sementara itu, Eri Gas Ekaputra dari Unand mengusulkan perlu ada rencana pengembangan bisnis anak nagari untuk kemanfaatan ekonomi dan ekologi. Perlu juga pengembangan sosial entrepreneur.

TIM

Topik Terhangat

postingan terdahulu