Lensa Piaman: Labuhan Pulau Kasiak

Secara alami sebuah jalur disela-sela karang yang mengelilingi bibir pantai Pulau Kasiak untuk dilewati perahu kecil terbentuk. "Labuhan" adalah istilah yang diberikan oleh nelayan lokal yang acap menepikan biduknya di halaman pulau yang terdapat penangkaran penyu alami milik Pemko Pariaman tersebut. Foto diambil dari atas menara mercusuar setinggi 40 meter. Pulau Kasiak memiliki luas 0,5 Hektare, ditumbuhi kelapa, pohon sukun, pepaya, dll.

Lensa Piaman: Tidur Pulas

Saat narasumber memberikan makalah di podium, beberapa hadirin terlihat menahan kantuk dan akhirnya tertidur pulas di aula utama Balaikota Pariaman dalam acara sarasehan tentang "Sejarah Pariaman dan kepahlawanan H. Bgd. Dahlan Abdullah" Senin, (25/8).

Lensa Piaman: "Lomba Melepas Anak Penyu"

Rombongan Ibu Bhayangkari Polda Sumbar terlihat memberikan semangat pada tukik (bayi penyu) yang hendak mereka lepas ke laut di pantai Konservasi Penyu, Desa Ampalu, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Jumat, 22/8/2014.

Lensa Piaman: Potensi Wisata di Pulau Kasiak

Panorama di atas menara mercusuar pulau Kasiak (Kaslik) Pariaman terumbu karang terlihat jelas di kejernihan air laut. Kawasan pulau Kasiak adalah kawasan konservasi penyu secara nature milik pemko Pariaman dibawah dinas DKP dan dikelola secara penuh oleh UPTD Konservasi Penyu. Pulau Kasiak banyak di kunjungi nelayan lokal untuk memancing ikan karang, gurita dan berbagai biota laut lainnya. Akibat perburuan swallow laut beberapa tahun lalu membuat kondisi karang rusak parah. Pemko beberapa waktu lalu bersama mahasiswa pencinta terumbu karang melakukan penanaman terumbu karang di halaman pulau ini.

Headline News :
Custom Search

Berita Terpopuler

Redaksi

Pedoman Media Siber

Powered by Blogger.
Showing posts with label #kotapariaman. Show all posts
Showing posts with label #kotapariaman. Show all posts

Kunjungi Kantor KPU, Kapolres Pariaman Petakan Kerawanan Pilkada

Written By oyong liza on Thursday, 22 June 2017 | 16:54


Air Santok -- Kapolres Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo petakan keamanan objek vital KPU menjelang Pilkada Kota Pariaman 2018 mendatang. Jalan masuk kantor KPU menuju gerbang kantor KPU yang buntu, akan menyulitkan proses evakuasi personil KPU, jika seandainya terjadi situasi kekacauan pada tahapan Pilkada.

"Kita akan lakukan pemetaan dulu. Dengan kondisi letak kantor seperti ini, maka seperti apa pengamanan yang kita siapkan jika terjadi situasi cheos pada Pilkada mendatang. Akan kita buatkan strategi pengamanan dan evakuasi nantinya,” ujarnya saat mengunjungi Kantor KPU Kota Pariaman, Kamis (22/6/2017).

Menurut Bagus, kepolisian memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk melakukan pengamanan pelaksanaan tahapan Pilkada dengan sasaran meliputi pengamanan penyelenggaraan seperti komisioner dan staf KPU Kota Pariaman-Panwaslu Kota Pariaman, pasangan calon dan objek vital lainnya. Pengamanan akan dimulai saat dimulainya tahapan awal Pilkada pada bulan September 2017 mendatang.

“Pengamanan akan kita lakukan sejak tahapan awal Pilkada dimulai hingga tahapan akhir, yaitu pelantikan pasangan calon terpilih nantinya,” ungkapnya.

Khusus kepada pasangan calon walikota dan wakil walikota, sebut dia, Polres Pariaman akan melakukan pengamanan tertutup dan melekat kepada setiap pasangan calon sepanjang tahapan.

“Kita akan tempatkan 1 orang personil per satu orang pasangan calon yang melekat pada seluruh aktivitas pada tahapan pilkada. Khusus pengamanan ini kita lakukan setelah ditetapkannya pasangan calon,” sebut dia.

Sementara itu, komisioner KPU Kota Pariaman Indra Jaya mengatakan, KPU Kota Pariaman menyerahkan persoalan pengamanan kepada Polres Pariaman. Hal tersebut telah dilakukan koordinasi dengan menyampaikan prediksi tahapan kepada Polres Pariaman pada awal Juni 2017 yang lalu.

“Tentunya pengamanan kita serahkan kepada kepolisian dan bahkan kita telah sampaikan prediksi tahapan Pilkada Kota Pariaman kepada pak Kapolres,” jelasnya.

Nanda

Marunggi Juarai MTQ Pariaman Selatan di Kampuang Apar

Penyerahan hadiah pada juara MTQ. Foto: Jupriman
Kampuang Apar -- Musabaqah Tilawatil Quran (mtq) tingkat kecematan Pariaman Selatan di Desa Kampuang Apar resmi ditutup oleh Camat Pariaman Selatan, Rabu (21/6/17).

Penutupan yang dilakukan di masjid raya Kampung Apar itu diikuti oleh seluruh elemen masyarakat Desa Kampung Apar dan seluruh kafilah.

Pada sambutannya,  Camat Pariaman Selatan Adi Junaidi kembali menyampaikan apresiasi kepada panitia yang dinilai telah sukses menyelenggarakan MTQ di desa itu.

"Izinkan saya kembali menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah berhasil melaksanakan kegiatan MTQ ini dan saya juga terkesan ternyata panitia dan pengurus remaja masjid betul-betul masih remaja," ujarnya.

Pada penutupan tersebut diumumkan para pemenang serta penyerahan hadiah berupa tropi dan tabanas. Adapun kafilah yang berhasil tampil terbaik adalah kafilah asal Desa Marunggi dengan memperoleh poin tertinggi.

Perolehan poin disusul oleh kafilah Desa Sungai Kasai, Desa Balai Kuraitaji. Sementara tuan rumah berada pada posisi ke-empat.

Jupriman

Mukhlis-Genius Serahkan Zakat Kepada 2000 Mustahik

Written By oyong liza on Tuesday, 20 June 2017 | 21:36


Walikota Pariaman Mukhlis Rahman didampingi Wakil Walikota Genius Umar serahkan zakat kepada 2000 mustahik. Zakat dari Baznas tersebut merupakan program Pariaman Makmur itu diserahkan di Musala Balaikota Pariaman, Selasa (20/6/2017) pagi.

Zakat yang dihimpun dari seluruh ASN tersebut telah dikelola sejak tahun 2009 melalui Baznas Pariaman. Pembagian zakat rutin dilaksanakan setiap tahunnya.

Saat penyerahan Mukhlis berpesan kepada penerima agar mensyukuri nikmat Allah dengan memperbanyak ibadah dan taqwa.

Ia berkata, salah satu langkah penanggulangan kemiskinan adalah dengan memaksimalkan penyelenggaraan zakat dan penyalurannya.  Zakat tidak hanya memberikan kemakmuran, tetapi dengan berzakat juga dapat menambah keberkahan rizki bagi pemberi zakat.

"Sekaligus menciptakan negeri yang baldatun toyyibatul warabbul ghofur,” ungkap Mukhlis.

Mukhlis kembali mengajak masyarakat agar menjadikan momentum Ramadhan mendapatkan rahmat dan hidayah Allah SWT. Sehingga setelah sebulan penuh berpuasa dan beribadah sampailah menuju kemenangan yang dimaknai dengan kesederhanaan.

Penyerahan tersebut disaksikan Ketua Baznas Kota Pariaman Humahyun Akbar dan Wakil Ketua II Bgd Jamohor serta pengurus Baznas lainnya. Turut hadir juga Kakenmenag Kota Pariaman Muhammad Nur.

Phaik/OLP

Meski Dibebaskan Parpol Pengusung, Genius Belum Putuskan Balon Wakil


DPD PAN Kota Pariaman memberikan kebebasan kepada bakal calon (balon) walikota yang diusungya pada Pilkada Pariaman 2018 mendatang. Genius Umar yang telah ditetapkan melalui rapat internal PAN Kota Pariaman itu diberikan kewengangan memilih sendiri bakal calon wakil walikota yang akan mendampinginya pada Pilkada 2018 mendatang.

Ketua PAN Pariaman, Priyaldi, mengatakan, meskipun pihaknya telah diinstruksikan DPP PAN agar secepatnya melakukan penjaringan bakal calon wakil walikota, namun penjaringan tidak harus dilaksanakan apabila Genius yang diplenokan sebagai balon walikota dari PAN itu telah memiliki balon wakil walikota sendiri.

“Kita di DPD PAN Sumatera Barat telah diinstruksikan agar melakukan penjaringan balon wakil. Namun instruksi itu tidak mutlak, karena DPP tetap memberikan peluang dan kebebasan. Apabila balon walikota yang telah diplenokan oleh DPD, maka balon boleh memilih sendiri pendampingnya, namun dengan kriteria yang disepakati,” jelas Priyaldi di Pariaman, Selasa (20/6/2017) siang.

Hak menentukan pasangan balon yang akan diusung pada Pilkada merupakan langkah awal untuk menciptakan kepala daerah yang solid dilakukan oleh PAN. Hal ini, imbuh dia, didasari fenomena di berbagai daerah, kepala daerah yang pecah kongsi setelah dilantik menjadi menjadi walikota dan wakil walikota yang diawali pengusungan dengan paksanaan atau pertimbangan politis lainnya.

“Di banyak daerah fenomenanya baru dilantik beberapa bulan saja walikota dan wakil walikotanya sudah ada yang pecah kongsi, rebutan pengaruh. Nah, inilah yang ingin kita cegah. Jika dari awal diberikan kebebasan memilih pasangan wakil yang memiliki kesamaan visi, cara pandang, tentu akan awet duet kepemimpinannya dan pemerintahan pun berjalan dengan baik,” ulasnya.

PAN yang memiliki perolehan dua kursi di DPRD Kota Pariaman itu dikabarkan telah melakukan komunikasi politik dengan sejumlah parpol, seperti Partai PBB. PAN yang memperoleh dua kursi diakumulasikan dengan perolehan 3 kursi PBB telah memenuhi syarat pengusungan satu pasangan calon.

Terpisah, Genius Umar mengatakan hingga saat ini dirinya belum memiliki nama balon wakil walikota yang akan pendampingnya pada Pilkada Kota Pariaman 2018. Meskipun sejumlah nama senter digadang-gadang akan mendampingi sebagai wakil, namun belum juga diputuskan. Menurut Genius, saat ini ia bersama PAN fokus membangun koalisi dengan sejumlah parpol di Kota Pariaman.

"Menjalin komunikasi politik sudah ada, baik langsung ataupun melalui partai politik. Namun saat ini saya belum putuskan dengan siapa akan maju nantinya, karena tentu butuh penjajakan,” ujarnya.

Bagi Genius, mencari pasangan calon walikota dan wakil walikota bukanlah permasalahan sederhana. Penjajakan karekter, gaya memimpin dan kesamaan visi menjadi pertimbangan dirinya memilih sosok balon wakil yang akan mendampinginya.

Ditegaskan Genius, meskipun telah diberikan kebebasan menentukan pasangan calon, sebagai balon yang diusung melalui jalur parpol, ia akan tetap diskusikan dengan pihak parpol pengusung.

Nanda

Warga Bersyukur Pemko Gelar Bazar di Rumah Tabuik


Pemko Pariaman gelar Pasar Murah Sembako di Rumah Tabuik Subarang, samping Balaikota Pariaman, Senin (19/6/2017). Bazar akan berlangsung selama empat hari dari tanggal 19 hingga 22 Juni 2017.

Pasar murah menjual berbagai bahan kebutuhan pokok. Mulai dari gula pasir, minyak goreng, telur hingga paket sembako seharga Rp60.000 per paket yang telah disubsidi.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman pada kesempatan itu mengimbau warga masyarakat untuk belanja kebutuhan pokok di bazar tersebut. Pemerintah menurutnya akan menjamin dan menjaga ketersediaan bahan pokok beserta kestabilan harga.

“Sebab ramadan dan lebaran selalu identik dengan kenaikan harga bahan kebutuhan pokok,” sebut Mukhlis.

Di samping itu Mukhlis mengajak masyarakat memaknai Idul Fitri dengan kefitrahan. Masyarakat selama lebaran diminta tidak berlebihan dan tetap menerapkan pola hidup sederhana.

"Tetap berupaya maknai hari kemenangan dengan ketaqwaan terhadap Allah SWT dengan penuh kesederhanaan. Dan jangan lupa, kita jaga keamanan dan kenyamanan selama lebaran nanti," sambungnya.

Wati, warga Desa Bato, Pariaman Timur mengaku senang dengan adanya pasar murah tersebut. Dia bersama warga lain rela datang dari desanya untuk berbelanja di bazar itu.

"Kita belanja murah dan hemat karena disubsidi. Alhamdulillah kami merasa bersyukur," ungkapnya.

Phaik/OLP

Dishub Pariaman Uji Kelaikan Angkutan Lebaran


Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pariaman bersama Satlantas Polres Pariaman lakukan pemeriksaan terhadap kelaikan jalan armada angkutan umum di Kota Pariaman maupun yang melewati, di Terminal Jati, Senin (19/6/2017) siang.

Kadishub Pariaman Yota Balad mengungkapkan, hal itu dilakukan dalam upaya meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas selama libur lebaran 2017 dan menjamin setiap kendaraan yang akan beroperasi sebagai jasa angkutan lebaran, terjamin kondisinya untuk memastikan penumpang aman sampai di tujuan.

“Rem dan ban mutlak harus dalam kondisi baik. Perlengkapan keselamatan penumpang lainnya pun harus tersedia di dalam bus. Semua harus dalam keadaan yang baik. Setelahnya baru kita nyatakan laik jalan dan kita pasangkan stiker angkutan lebaran 2017,” ungkapnya.

Ia menegaskan pihaknya bersama Satlantas Polres Pariaman akan menindak tegas kendaraan yang melanggar aturan keselamatan berlalu-lintas.

Untuk angkutan umum yang belum lulus uji laik, sambung dia, akan diberi kesempatan untuk melengkapinya. Jika tidak juga, maka pihaknya tidak akan pasangkan stiker sebagai tanda angkutan lebaran yang boleh beroperasi.

Dalam pemeriksaan hari itu dilakukan khusus untuk angkutan umum Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Sedangkan esok direncanakan akan lakukan pengecekan terhadap angkutan kota yang beroperasi dalam Kota Pariaman.

Phaik/OLP

Mukhlis Izinkan Kapal Wisata Naikan Penumpang di Gandoriah

Written By oyong liza on Monday, 19 June 2017 | 21:35


Gondariah -- Walikota Pariaman Mukhlis Rahman izinkan kapal wisata penyeberangan pulau melayani dan menaikan pengunjung di Pantai Gondariah Pariaman. Pemberian izin tersebut bersifat terbatas selama pesta pantai liburan Idul Fitri 2017. Pemberian izin guna mengantisipasi membludaknya pengunjung yang akan hendak menyeberang ke Pulau Angso Duo yang tidak dapat dilayani di Dermaga Muaro Pariaman.

"Sifatnya terbatas, tidak seterusnya. Kita hanya izinkan selama pesta pantai saja," tegasnya usai memimpin apel pasukan operasi Ramadniya 2017 di halaman Balaikota Pariman, Senin (19/6/2017) pagi.

Meskipun diberikan izin oleh Pemko Pariaman, aktivitas penyeberangan dari Pantai Gondariah tetap diberlakukan pengawasan yang ketat dengan memperhatikan Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Kita tetap tegas agar penyeberangan sesuai dengan SOP, karena berkaitan dengan keselamatan penyeberangan juga," ucapnya.

Terpisah, petugas Keamanan Laut (KAMLA) Lantamal II Padang di Pantai Gondariah, Serma Nofrialdi saat rapat Kominda Kota Pariaman di Kantor Kesbangpol Kota Pariaman, Senin (19/6) siang mengatakan bahwa pihaknya bersama pihak terkait lainnya seperti Dishub, Satpol PP, Satpol Air Polres Pariaman telah melakukan pengecekan dan penertiban terhadap kapal yang beroperasi melayani penyeberangan pulau.

Dari pengecekan, kata dia, banyak kapal ditemukan dalam kondisi tidak laik jalan karena mengalami kebocoran. Selain itu, dari pengecekan juga ditemukan kapal yang tidak lengkap alat keselamatannya seperti baju pelampung.

"Ditemukan banyak kapal yang tidak laik beroperasi, karena bocor pada lambung, baju pelampung yang tidak mencukupi. Ini tentu harus menjadi perhatian bersama," jelasnya.

Dikatakannya, ia dengan pihak terkait telah mengimbau pihak pengusaha kapal wisata penyeberagan untuk memperbaiki kapal yang mengalami kecoboran, melengkapi alat keselamatan sebelum melayani wisatawan menyeberang.

Sementara itu, Kapolres Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo memilki cara lain untuk mengajak pengusaha dan nelayan untuk mengedepankan aspek keselamatan penyeberangan wisatawan ke pulau. Polres Pariaman bersama Pemko Pariaman menggelar lomba kapal wisata selama pesta pantai dilaksanakan. Dalam lomba tersebut, kapal akan dinilai berdasarkan kelengkapan alat keselamatan, kelaikan kapal dan aspek sapta pesona lainnya.

"Ini cara kita merangsang pengusaha kapal dan pihak lainnya untuk memperhatikan aspek keselamatan penyeberangan. Kita ajak secara persuasif dulu," katanya.

Lomba itu, ulasnya, sekaligus rangkaian peringatan HUT Bhanyangkari yang jatuh pada 1 Juli 2017 dan HUT Kota Pariaman ke 14 pada 2 Juli 2017 mendatang.

"HUT nya bersamaan antara Bhayangkari dengan Kota Pariaman, sekalian kita punya visi yang sama untuk mengajak ketertiban penyeberangan laut ini," pungkas mantan penyidik KPK itu.

Nanda

Masuki H-7 300 Personil Polres Pariaman Disebar Amankan Lebaran


Sebanyak 300 orang personil Polres Pariaman hari ini mulai bergeser ke Pos Pengaman Pos Pelayanan Operasi Ramadniya pengamanan lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah/2017, Senin (19/7/2017) pagi.

Selain personil kepolisian, instansi samping seperti Satpol PP/Damkar Kota Pariaman, Kodim 0308/Pariaman, Dishub Kota Pariaman dan BPBD Kota Pariaman ikut dilibatkan untuk mendukung operasi tersebut.

Kapolres Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo Oktoberianto mengatakan, 300 personil akan langsung melakukan aktivitas pelayanan dan pengamanan di dua pos pengamanan dan dua pos pelayanan yang telah didirikan. Dua pos pengamanan tersebar di Pantai Gondariah Pariaman, Pantai Arta Sungai Limau. Sedangkan pos pelayanan ditempatkan di Pasar Pariaman dan Pasar Sungai Limau.

“Usai apel personil langsung mengisi 4 pos yang ditetapkan melakukan pengamanan dan pelayanan. Kita langsung lakukan pelayanan optimal,” ujarnya.

Dikatakannya, selain kerawanan berupa kecelakaan lalulintas, libur Idul Fitri dan operasi Ramadniya sering terjadinya kejahatan jalanan. Dia memprediksi, ramainya masyarakat yang memadati kawasan wisata di Kota Pariaman akan dimanfaatkan pelaku kriminal menjalankan aksinya.

“Kita sudah antisipasi segala kemungkinan terjadinya kerawanan kriminalitas, kita juga siapkan petugas patrol dan tim gerak cepat pada titik yang kita anggap rawan terjadinya kriminalitas,” sambungnya. 

Dalam kesempatan itu, mantan Kapolres 50 Kota itu meminta masyarakat untuk mengutamakan keselamatan dan kewaspadaan selama melakukan mudik dan libuan di Kota Pariaman.

“Mudik tetap harus memperhatikan keselamatan jiwa, selain itu kewaspadaan perlu ditingkatkan agar terhindar dari kemungkinan menjadi korban kejahatan,” sebutnya.

Selain mengantisipasi kemungkinan terjadinya kejahatan jalanan, pihaknya tetap mewaspadai kemungkinan adanya aktivitas penyalahgunaan dan peredaran narkoba selama lebaran.

Nanda

Masuki H-7 Mukhlis Minta Proyek Jalan Dikebut

Walikota Pariaman memasangkan pita tanda ops Ramadnya pada perwakilan personil
Cimparuah -- Kepolisian Resor (Polres) Pariaman akan tilang truk bermuatan besar jika masih melintas di jalan protokol mulai H-7 hingga H+7 lebaran Idul Fitri tahun ini. Hal itu dilakukan untuk menghindari kemacetan di jalan lintas yang ada di wilayah Polres Pariaman.

Kapolres Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto menjelaskan, langkah tegas tersebut dilakukan untuk menghindari terjadinya gangguan lalulintas atas terjadinya perlambatan truk besar bermuatan.

“Truk besar-besar bermuatan jalannya lambat. Karena volume kendaraan meningkat, akan terjadi perlambatan arus kendaraan, tentunya juga akan memicu terjadinya kemacetan,” ujarnya usai gelar apel gabungan operasi Ramadniya 2017 di Balaikota Pariaman, Senin (19/7/2017) pagi.

Ia mengatakan, sebelum dilakukanya penilangan terhadap truk yang masih melintas, pihaknya melalui jajaran Satlantas Polres Pariaman telah terlebih dahulu mensosialisasikan kepada supir dan pengusaha jasa angkutan truk yang melintas di wilayah Polres Pariaman.

“Sebelumnya juga sudah kita sosialisasikan kepada para sopir dan pengusaha, bahwa H-7 hingga H+7 lebaran, truk besar tidak diizinkan melintas,” sebutnya.

Selain perlambatan arus oleh truk besar, sambung Kapolres, kemacetan di jalan juga dipicu oleh belum selesainya perbaikan jalan dari dan menuju Kota Pariaman.

“Beberapa titik yang masih dalam pengerjaan perbaikan jalan ada tumpukan material, tentu akan terjadi penyempitan jalan sehingga menimbulkan kemacetan juga. Kita akan koordinasi dengan pihak terkait agar dikebut penyelesaian perbaikannya atau menimal metarialnya dievakuasi dulu,” pungkasnya.

Sementara itu, Walikota Pariaman Mukhlis Rahman memastikan proses perbaikan tidak akan mengganggu aktivitas lalulintas selama libur lebaran Idul Fitri 2017 di Kota Pariaman. Terkait dengan perbaikan jalan, ia sudah memerintahkan pihak terkait segera mengevakuasi material bahan proyek di jalan.

“Kita sudah instruksikan kepada pihak terkait agar material yang menutupi jalan dibersihkan, jangan sampai aktivitas jalur mudik dan wisatawan terganggu,” sebutnya.

Mukhlis menjamin akses jalan di seluruh Kota Pariaman sangat baik dan tidak menjadi kendala bagi pemudik dan wisatawan berkunjung.

“Jalan yang ada sangat baik, tidak ada kendala sama sekali,” tandasnya.

Nanda

Desa Kampuang Apar Gelar MTQ Tingkat Kecamatan dari Dana Desa



Kampuang Apar - Camat Pariaman Selatan buka secara resmi kegiatan MTQ tingkat Pariaman Selatan di Desa Kampuang Apa, Minggu (18/6/2017).

MTQ tersebut digagas oleh Remaja Islam Masjid (Rismej)  Kampuang Apar yang diikuti oleh seluruh desa di Pariaman Selatan.

Ketua Rismej Muhammad Ridho menjelaskan bahwa MTQ yang dilaksanakan pada tahun ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh pihaknya. Yang membedakan adalah tahun ini Rismej meningkatkan kegitan tersebut menjadi tingkat kecamatan, yang sebelumnya hanya tingkat desa.

"Adapun tujuannya adalah untuk lebih meningkatkan kemampuan SDM kami sekaligus untuk menjalin ukhuwah islamiah antar remaja masjid di Pariaman Selatan," kata dia.

Acara berlangsung setelah salat tarawih di Mesjid Raya Kampuang Apa. Pada sambutannya, Camat Pariaman Selatan Edi Junaidi memberikan apresiasi kepada remaja masjid dan masyarakat setempat yang telah secara konsisten melaksanakan MTQ.

Selain itu dia juga memberikan apresiasi lebih kepada Desa Kampuang Apar yang tahun ini sudah menganggarkan ADD untuk pelaksanaan MTQ.

Selain itu ia mengimbau agar seluruh kepala desa yang ada di Pariaman Selatan juga melakukan hal yang sama dengan mengangarkan juga ADD untuk program pembinaan seperti MTQ.

Adapun cabang-cabang yang diperlombakan antara lain tilawah remaja, tilawah anak, tarlil dasar dan tartil menengah. Pelaksanaan MTQ berlangsung selama 2 hari, dari tanggal 20 hingga 21 Juni.

Jupriman

Warga Sungai Pasak Santuni Anak Yatim

Ketua Pelaksana Amirna menyerahkan santunan kepada anak yatim
Sungai Pasak -- Sebanyak 27 anak yatim dan miskin mendapatkan santunan dari warga Desa Sungai Pasak, Pariaman Timur. Santunan itu diserahkan usai acara berbuka bersama di Surau Jambu, Desa Sungai Pasak, Minggu (18/6/2017).

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Amirna, santunan yang diberikan kepada anak-anak yatim dan miskin tersebut berasal dari sumbangan warga Sungai Pasak. Baik yang berada di Sungai Pasak sendiri, maupun di perantauan.

“Ide dan persiapan kegiatan ini hanya berlangsung satu minggu. Dari pertemuan beberapa orang kaum ibu Desa Sungai Pasak, bagaimana diadakan kegiatan buka bersama dengan anak yatim sekaligus diberikan santunan alakadarnya. Selanjutnya kami sampaikan rencana kegiatan ini. Alhamdulillah sambutan warga sangat positif dan mendukung,” kata Amirna.

Dikatakan, dari donatur berhasil dikumpulkan uang sebesar Rp2,8 juta. Sehingga masing-masing anak diberikan santunan sebesar Rp50.000. Sedangkan berbuka bersama juga diikuti masyarakat dan pemuda setempat.

“Kegiatan ini diharapkan meningkatkan silaturrahmi dan kepedulian warga terhadap anak-anak yatim dan dari keluarga kurang mampu. Mudah-mudahan tahun depan dapat diselenggarakan dengan lebih banyak dan meriah,” Amirna menambahkan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada perantau Desa Sungai Pasak yang sudah berkenan menyalurkan sebagian rezekinya kepada anak yatim.

AT

Genius, Perbaikan Akhlak Generasi Muda Dengan Mewariskan Alquran Wajib Dibudayakan

Written By oyong liza on Sunday, 18 June 2017 | 09:32


Wakil Walikota Pariaman Genius Umar mengimbau seluruh umat Islam mewariskan Alquran kepada generasi muda dalam upaya memperkokoh akhlak dan budi pekerti generasi muda si tengah maraknya pengaruh negatif saat ini.

“Jika hal ini tidak diwariskan, maka tidak akan ada lagi yang mampu mengetahui dan mewujudkan perilaku berbuat baik di lingkungan kita. Maka sebagai suatu hal yang wajiblah warisan Alquran harus kita generasikan sebagai upaya pembangunan kembali mental keislaman yang berbudaya dan berakhlak,” kata Genius saat menghadiri Nuzul Qur'an di Musala Baiturrahim Kampung Baru Padusunan, Sabtu (17/6/2017).

Ia berkata bahwa hal itu wajib disampaikan pemerintah karena merupakan salah satu program perbaikan akhlak dalam suatu daerah di samping program pembangunan fisik.

Memaknai Nuzul Qur’an ini sambungnya, tentu dengan menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup. Yakni dengan belajar membaca dan menterjemahkan, memahami arti, mempraktekan serta mewariskan kepada generasi penerus.

Ustazd Afrinaldi Yunas dalam tausiah menjelaskan fungsi Alquran sebagai pedoman hidup. Panitia pengurus melanjutkan dengan penggalangan dana untuk lanjutan pembangunan Musala Baiturrahman.

Phaik/OLP

Pemko Pariaman Akan Terapkan Sekolah Fullday 5 Hari Seminggu


Pemerintah Kota Pariaman akan mengeluarkan kebijakan pemberlakuan sistem pendidikan lima hari sekolah dalam seminggu. Sekolah fullday itu diharapkan mampu membentuk karakter siswa sebagai generasi penerus bangsa.

Hal itu diungkap Wakil Walikota Pariaman Genius Umar saat pembukaan sosialisasi penyelenggaraan Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW) tingkat Kota Pariaman yang dilaksanakan di Aula Hotel Almadina By Pass Pariaman, Sabtu (17/6/2017).

"Pendidikan lima hari seminggu dengan delapan jam waktu belajar di sekolah dapat disinkronkan dengan kegiatan MDTW," kata Genius.

MDTW, sambung Genius merupakan pendidikan tambahan sebagai penyempurna bagi siswa sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA) yang hanya mendapat pendidikan agama Islam dua jam pelajaran dalam satu minggu.

Di samping itu, Pemko Pariaman bersama Kemenag Kota Pariaman dan BP4 juga akan persiapkan aturan jadwal dalam tata kelola pendidikan berbasis agama dalam sekolah fullday, sehingga tidak ada lagi rasa ketakutan lagi atas kejenuhan dalam proses pembelajaran dengan tambahan pendidikan Islam.

Sehingga ketika siswa sudah dewasa nanti dan berumah tangga, mereka mampu menguasai standar minimum penguasaan pendidikan Islam, setidaknya mampu mengajarkan kepada anak-anaknya tentang doa-doa singkat seperti doa akan makan, doa akan tidur dan lain sebagainya.

Kakenmenag Kota Pariaman Muhammad Nur menyatakan harapannya bersama Pemko dalam mensukseskan program MDTW sebagai pondasi pendidikan Islam untuk menghasilkan generasi yang berakhlak.

"Kegiatan ini bertujuan mewujudkan amanah dari pendidikan agama Islam sejak usia dini hingga tingkat remaja," kata dia.

Phaik/OLP

Buka Bareng, Nasdem Pariaman Umumkan Hasil Survey Tertinggi Para Calon


Bakal calon (balon) Walikota Pariaman Genius Umar, memiliki elektabilitas atau tingkat keterpilihan tertinggi dalam hasil survey internal yang dilakukan oleh Partai Nasdem. Survey tahap pertama yang dilakukan setelah pembukaan pendaftaran dan penjaringan balon oleh DPD Partai Nasdem Kota Pariaman itu, menunjukkan bahwa Genius Umar mengungguli elektabilitas balon lain yang ikut mendaftar ke Pantai Nasdem.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komando Pemenangan Wilayah Sumatera Barat Partai Nasdem, Endre Saiful, Sabtu (17/6/2017) usai acara berbuka puasa bersama DPD Partai Nasdem Kota Pariaman dengan seluruh kader partai, anak yatim, anak asuh dan para lansia.




Meskipun memiliki elektabilis tertinggi, kata Endre, namun hal itu belum menjadi jaminan bahwa Partai Nasdem akan mengusung Genius Umar sebagai calon walikota Pariaman pada Pilkada 2018 mendatang. Menurutnya, kondisi politik yang dinamis dan cenderung berubah, bukan jaminan elektabilitas bagi seorang calon akan selalu di atas.

“Kita realistis dalam pengusungan calon, kita tentu mempertimbangkan banyak hal, salah satunya yaitu survey calon. Nah, untuk saat ini berdasarkan hasil survey internal paska pembukaan pendaftaran dan penjaringan calon Walikota Pariaman di Pantai Nasdem, bakal calon petahana menempati elektabilitas yang tertinggi dibanding bakal calon lainnya."
 

"Namun kita akan melakukan survey dua kali lagi dan survey yang terakhir pada September adalah penentunya. Jadi belum jaminan, kalo sekarang elektabilitasnya tinggi," sambungnya.

Terkait hasil penjaringan bakal calon yang dilakukan pada pertengahan April 2017 silam, kata dia telah dalam proses verifikasi berkas di tingkat DPW. Jika telah selesai pemberkasan di DPW, ia akan membawa berkas tersebut untuk diverifikasi di tingkat DPP.

"Proses berkas yang kemarin (balon yang mendaftar) sudah diproses di tingkat DPW, nanti kalo sudah selesai langsung saya bawa ke DPP untuk diverifikasi dan dilakukan fit and proper test oleh DPP," jelasnya.

Ia menuturkan, sebagai partai pemenang ketiga di Kota Pariaman, Nasdem tidak akan memaksakan kadernya untuk tetap diusung pada Pilkada mendatang. Realisme yang dikedepannya, memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh pendaftar yang memiliki kelayakan, pepatutan dan elektabilitas yang tinggi atau yang diterima oleh masyarakat.

"Kita tidak memaksankan kader kita harus menjadi calon walikotanya, namun jika hasilnya kader kita, tentu kader. Namun kita realistis saja, jika tidak sebagai calon walikota, tentu sebagai calon wakil walikota saja," dia menjelaskan.

Menanggapi hal itu, bakal calon yang telah mendaftar ke Partai Nasdem, Genius Umar, menyambut baik prinsip realisme yang menjadi dasar Partai Nasdem memutuskan mengusung balon walikota Pariaman pada Pilkada ke depan. Menurutnya, hal itu korelasi parpol memenangkan Pilkada Kota Pariaman dengan pemilu legislatif 2019 mendatang. Rasionalisasi pengusungan calon yang tepat akan menguntungkan parpol saat bertarung pada pemilu legislatif.

"Partai Nasdem akan sangat realisitis dalam mengusung calon kepala daerah yang berbasis survey. Tentu dengan korelasi antara kemenangan Pilkada 2018 dengan kemenangan Pileg 2019. Parpol pengusung tentu tidak akan sembarangan mengusung calon pada Pilkada. Saya pikir Partai Nasdem sangat tegas dengan hal itu," ujarnya.

Dikatakan Genius, komunikasi serius yang ia bangun dengan pengurus dan kader Partai Nasdem merupakan bentuk keseriusannya untuk diusung sebagai calon walikota Pariaman. Apalagi, Partai Nasdem merupakan salah satu partai pendukung saat ia mendampingi Walikota Pariaman Mukhlis Rahman pada Pilkada Kota Pariaman 2013 silam.

Dengan pengalaman sebagai Wakil Walikota Pariaman selama satu periode, ia yakin akan dapat melanjutkan kemajuan pembangunan.

"Saya komunikasi dengan semua pimpinan parpol, seperti yang telah lama saya lakukan sebelumnya. Nasdem sebagai Parpol yang memiliki basis masa yang jelas, tentu saja akan memiliki pertimbangan yang matang dalam menentukan calon yang akan diusung," katanya.

Sementara itu, Ketua DPD Nasdem Kota Pariaman Dewi Fitri Deswati mengatakan, paska dibukanya pendaftaran dan penjaringan bakal calon wali/wakil walikota Pariaman pada April 2017 silam, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan sejumlah partai politik lainnya. Beberapa parpol secara nasional yang tergabung di dalam koalisi pemerintah, seperti Partai Hanura dan Partai PDI Perjuangan telah mengarah kemungkinan terjadinya koalisi dalam Pilkada yang tahapannya akan dimulai September 2017 itu.

"Komunikasi politik dengan sejumlah tokoh parpol yang kebetulan secara nasional juga dibarisan pendukung pemerintah. Dengan pimpinan DPC Hanura Kota Pariaman dan DPC PDI Perjungan, kita juga sudah jajaki kemungkinan koalisi," ungkap Dewi.

Sebagai satu-satunya bakal calon perempuan di Partai Nasdem, Dewi mengaku siap jika parpol akhirnya menunjuk ia sebagai calon yang akan diusung partai. Jika hal itu terjadi, dirinya akan bertarung habis-habisan.

"Kita telah siapkan sejumlah strategi pemenangan. Jika partai mengamanahkan saya bertarung di Pilkada, tentu saja akan bertarung habis-habisan," tegasnya.

Meski dirinya merupakan ketua di partai besutan Surya Paloh itu, Dewi mempersilahkan jika ada balon lain memasang atribut partai pada baliho mereka. Hal itu menurutnya sangat baik mengingat Partai Nasdem partai yang terbuka dan nasionalis.

"Sudah ada baliho para balon yang menggunakan logo Nasdem. Kita Persilahkan," ucapnya.

Sekitar 500 orang hadiri acara buka bersama yang digelar oleh Partai Nasdem di kantor setempat Jl Jendral Sudirman Simpang Sianik, Jawi-Jawi, Pariaman Tengah.

Di samping bukber bersama kader partai dan masyarakat, Nasdem juga menyantuni puluhan anak yatim, lansia dan janda terlantar. Ratusan paket lebaran dibagi-bagikan kepada ratusan masyarakat yang hadir.

Untuk anak yatim, lansia dan janda, pihak Nasdem juga menyerahkan amplop berisi uang. Pada kesempatan itu, kepada penerima beasiswa Nasdem, dilakukan pelunasan uang masuk kuliah dan jaminan pembiayaan kuliah hingga meraih sarjana.

"Ini bentuk rasa terima kasih Partai Nasdem kepada masyarakat Pariaman. Ini rutin kita lakukan tiap tahunnya. Kepercayaan masyarakat kepada Nasdem telah dibuktikan dengan perolehan tiga kursi di DPRD, hal itu tidak boleh kita abaikan. Bersama masyarakat, kita yakin Nasdem akan lebih dipercayai ke depannya," kata Dewi.

Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman dari fraksi Nasdem Syafinal Akbar menambahkan bahwa setiap kader baik yang duduk di dewan dan pengurus lainnya akan mendukung penuh pemenangan paslon yang nantinya diusung oleh Nasdem.

Karena Nasdem sudah memiliki pakem dalam pengusungan calon melalui survey, ia menjamin tidak akan ada kecemburuan kader jika pada akhirnya calon yang diusung dari kalangan internal.

"Jika sudah diputuskan partai, semua kader sudah berkomitmen mendukung penuh. Baik pada calon internal maupun dari kalangan eksternal. Kita memiliki target yang jelas dan realistis pada Pilkada nanti," sebutnya.

Mekanismen survey yang dijalankan partai dalam berbagai tahapan, membuktikan keseriusan Nasdem dalam menentukan sikap dalam Pilkada. "Nasdem akan tetap bersama rakyat. Yang diinginkan rakyat, itu lah yang akan kami usung dan perjuangkan untuk menang," pungkasnya.

Nanda/OLP

Satpol PP Bersama TNI/Polri Jamin Keamanan Wisatawan Berlebaran di Pariaman

Written By oyong liza on Saturday, 17 June 2017 | 10:51


Setiap Hari Raya Idul Fitri, Pemko Pariaman selalu menghelat Pesta Pantai. Pesta pantai yang sudah menjadi agenda rutin tiap tahunnya itu, salah satu bentuk keseriusan pemerintah dalam memeriahkan liburan hari raya yang tahun ini melebihi satu minggu itu.

Terkait pengamanan pesta pantai, Dinas Satpol PP/Damkar Kota Pariaman akan menurunkan personilnya di sejumlah lokasi keramaian dan destinasi wisata. Pengamanan dimulai dari tanggal 25 Juni hingga 2 Juli 2017.

Kepala Dinas Satpol PP/Damkar Kota Pariaman, Handrizal Fitri, Sabtu (17/6/2017), di Pariaman, mengatakan bahwa pihaknya akan menurunkan sebanyak 106 personil yang akan ditempatkan di sejumlah tempat. Personil akan dibagi sesuai dengan porsi masing-masing tempat.

Pengamanan liburan lebaran, kata Handrizal, juga melibatkan polisi dan TNI. Mereka akan melakukan koordinasi selama masa itu terkait berbagai gangguan keamanan. Hal itu dilakukan untuk menjamin kenyamanan masyarakat berhari raya selama 9 hari di Pariaman.

"Selain 106 personil Satpol PP, Polres Pariaman juga menerjunkan 50 personil ditampah 30 anggota TNI Kodim 0308/Pariaman," ungkap Handrizal.

Gabungan personil tersebut akan menyebar di beberapa lokasi. Di antaranya di Pantai Gandoriah, Pantai Cermin, Taman Anas Malik, Pantai Kata dan Pantai Pauh. Selain melakukan pengamanan di wilayah pantai, Satpol PP juga akan ditempatkan di Pasar Pariaman dan Pulau Angsoduo.

Handrizal berkata bahwa skenario pengamanan meliputi zona parkir, zona wisata dan pengawasan terhadap pedagang agar tertata dengan baik.

"Semuanya bertujuan untuk memberikan rasa nyaman bagi wisatawan selama liburan hari raya di Pariaman," pungkasnya.

Sementera itu Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Syafinal Akbar mengimbau masyarakat agar menyambut hari raya dengan kesederhanaan. Sikap yang berlebihan menurutnya akan mengaburkan kefitrahan Idul Fitri itu sendiri.

"Kemudian jangan memakai perhiasan yang berlebihan, apalagi di pusat keramaian selama hari raya. Hal ini dapat mengundang tindak kriminal," sebutnya.

Syafinal memuji Satpol PP dibawah kepemimpinan Handrizal Fitri yang dinilainya tegas dan persuasif dalam melakukan setiap tindakan di lapangan.

"Dengan adanya tim pengamanan bersama TNI/Polri kita berharap selama liburan hari raya, Kota Pariaman selalu aman dan membuat betah wisatawan," tandasnya.

OLP

Pengawasan Partisipatif Ciptakan Pilkada Pariaman Badunsanak

Written By oyong liza on Friday, 16 June 2017 | 23:04

Artikel oleh Riky Falantino, S.Kom, MM, mantan Sekretaris Panwaslu Padangpariaman
Tahapan Pilkada Serentak Indonesia 2018 akan diikuti oleh 171 daerah. Pilkada digelar di 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten akan dimulai secara serentak pada Oktober 2017. Pilkada tahun 2018 merupakan pilkada gelombang ketiga yang diselenggarakan secara serentak.

Gelombang pertama dan kedua dilaksanakan pada tahun 2015 dan 2017. Dasar hukum pelaksanaan Pilkada Serentak adalah Undang-Undang  Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota Menjadi Undang-Undang.

Setelah itu, Undang-Undang ini pun mengalami perubahan melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015, hingga akhirnya diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016.
Pelaksanaan Pilkada Serentak berangkat dari evaluasi pelaksanaan Pilkada sebelumnya.
Menurut Titi Anggraini (Perludem – Jurnal Pemilu & Demokrasi  April 2016 “Evaluasi Pilkada Serentak 2015”) ada tiga hal yang hendak dijawab dari hadirnya Pilkada Serentak, yakni menciptakan penyelenggaraan pemilu yang efisien dan efektif, memperkuat derajat keterwakilan antara masyarakat dengan kepala daerahnya, dan menciptakan pemerintahan daerah yang efektif serta efisien dalam rangka menegaskan sistem pemerintahan presidensialisme.

Sesuai dengan amanat Undang-Undang Pemilihan, sebelum pelaksanaan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah secara serentak untuk seluruh daerah di Indonesia pada tahun 2027, pemilihan kepala daerah serentak dilaksanakan berdasarkan akhir masa jabatan kepala daerah dan wakil kepala daerah. Keserentakan pelaksanaan ini bukan saja berkaitan dengan hari dan tanggal pemungutan suara, tetapi juga berkaitan dengan seluruh proses tahapan penyelenggaraan.

Pilkada Serentak 2015 dan 2017 telah berlangsung dengan aman, lancar, tertib, dan damai. Penyelenggaraannya sukses. Partisipasi pemilih memang belum memenuhi target KPU, 77,50 persen.

Partisipasi pemilih Pilkada Serentah 2015 adalah 69,14 persen dan 2017 sebesar 74,20 persen. Partisipasi ini masuk kategori moderat atau sedang. Gelombang ketiga Pilkada Serentak akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2018. Pilkada serentak gelombang ketiga itu dilaksanakan untuk memilih kepala daerah dan wakil kepala daerah yang akhir masa jabatan (AMJ) 2018 dan 2019.

Pada Pilkada Serentak ketiga ini, di Provinsi Sumatera Barat akan dilaksanakan pemilihan walikota dan wakil walikota di empat kota, yakni Kota Pariaman, Kota Padang, Kota Padang Panjang dan Kota Sawahlunto.

Harapan kita bersama bahwa Pilkada Serentak 2018 dapat mengulangi kisah sukses penyelenggaraan Pilkada Serentak 2015 dan 2017. Tentunya sejumlah perbaikan perlu dilakukan. Suksesnya pelaksanaan Pilkada tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara (KPU dan Bawaslu), juga sangat ditentukan oleh partisipasi dari masyarakat.

Menurut Gunawan Suswantoro (Sekjen Bawaslu RI –Buku Pengawasan Pemilu Partisipstif “Gerakan Masyarakat Sipil Untuk Demokrasi Indonesia ” 2015), pada era yang “tunggang langgang” ini, sebuah lembaga tak dapat berdiri sendiri dalam menjalankan fungsi pengawasan. 

Partisipasi publik sungguh menjadi faktor penting bagi kesuksesan pemilu di era keterbukaan sekarang ini. “Pengawasan Pemilu Partisipatif “ yang diwujudkan dalam Gerakan Sejuta Relawan Pengawas Pemilu (GSRPP ). Hasilnya, gerakan tersebut  dapat mendorong partisipasi publik dalam penyelenggaraan Pemilu 2014 yang lalu.

Pengalaman penulis pada Pilkada serentak 2015, perlu adanya dukungan pengawasan pemilu partisipatif dari seluruh masyarakat.  Pada pengawasan Pilkada serentak 2015, penulis (Panwaslih Padangpariaman) membuat sebuah kegiatan pengawasan partisipatif dengan nama “Deklarasi Pengawasan Partisipatif“ yang melibatkan kepala daerah, KPU, Panwaslih, Kapolres, Kejaksaan, tokoh agama, tokoh pemuda dan PWI sebagai perwakilan media.

Cara-cara seperti ini sangat besar sekali perannya dalam menciptakan Pemilu yang Badunsanak di Ranah Minang ini, khususnya di Pariaman. Untuk mengharapkan agar peran masyarakat besar, ajaklah dalam sebuah iven/kegiatan atau "dibaok sato". Janganlah mereka merasa ditinggalkan atau tidak dilibatkan dalam setiap kegiatan tersebut. Peran alim ulama, niniak mamak dan cadiak pandai (tigo tali sapilin) di Ranah Minang ini sangatlah besar dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan di daerah.

Di samping itu nilai-nilai sosial (kearifan lokal) suatu daerah sangat menentukan juga peran dan suksesnya suatu pesta atau iven yang diadakan di daerah tersebut. Kalau di Pariaman ibarat “Batabuik” (even budaya di Pariaman), sangatlah ribut dan konflik antara kedua kelompok anak nagari (Pasa dan Subarang) di saat berlangsungnya Pesta Budaya Tabuik itu. 


Tetapi setelah Tabuik itu dibuang ke laut, semua kelompok yang berseberangan kembali rukun dan damai seperti semula. Dalam setiap pesta demokrasi pun, baik itu Pilkada maupun Pemilihan Legislatif di Pariaman tercermin nilai-nilai tersebut.  Nilai-nilai ini lah yang perlu didorong dalam setiap iven atau Pilkada di Pariaman. “ Biduak lalu  kiambang batauik “

***

Melestarikan Pesona Wisata Pariaman

Artikel oleh Nanda Eko Putra
Pariaman merupakan kota yang terkenal dengan wisata baharinya. Kondisi letak geografis di sepanjang 12 kilometer garis pantai sebelah barat pulau Sumatera dan memiliki gugusan pulau kecil nan indah, menjadikan kota yang terbentuk sejak 2 Juli 2002 silam itu menjadi destinasi wisata pilihan. Baik bagi wisatawan domestik maupun hingga wisatawan manca negara.

Tidak hanya potensi alam lautnya saja, keragaman kuliner yang khas, budaya lokal dan hasil kerajinan, menjadi alasan mengapa wisatawan betah untuk berlama-lama di Pariaman. Kota Pariaman sendiri berjarak sekitar 25 kilometer dari Bandara Internasional Minangkabau --sekitar 20 menit perjalanan menggunakan kendaraan bermotor-- saat ini merupakan salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi jika tiba di Sumatera Barat. Akses penunjang seperti jalan utama menuju lokasi objek wisata pariwisata di Kota Pariaman juga sangat baik, hal itu akan menyenangkan apabila wisatawan ingin mengelilingi kota yang luasnya hanya 73,36 kilometer persegi itu.

Kota yang akan genap berumur 14 tahun pada tanggal 2 Juli 2017 mendatang, selalu terus berbenah. Tidak sebatas pembenahan pada pembangunan fisik saja yang dilakukan, namun juga pembenahan sumber daya manusia agar tercipta masyarakat yang sadar wisata secara penuh. Jika masyarakat sudah sadar wisata, bukan tidak mungkin kelak Pariaman akan menjadi pusatnya wisata bahari di wilayah pantai barat pulau Sumatera.

Sektor pariwisata telah menjadi salah satu titik fokus pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Pariaman saat ini. Keseriusan pembangunan pada bidang pariwisata jelas tergambar pada visi duet kepemimpinan walikota dan wakil walikota Mukhlis Rahman dan Genius Umar. Duet pemimpin yang selalu kompak itu sadar betul bahwa sektor pariwisatalah yang menjadi satu-satunya potensi terbesar yang dimiliki Kota Pariaman. Sejak dilantik 10 Oktober 2013 silam, sudah banyak sarana dan prasarana pariwisata yang dibangun di sepanjang pantai hingga pulau.

Dalam mewujudkan visi-misi "Pariaman sebagai kota tujuan wisata dan ekonomi kreatif berbasis lingkungan, budaya dan agama” yang ditetapkan oleh kedua pemimpin itu sejak mencalonkan diri sebagai pasangan walikota dan wakil walikota pada tahun 2013 silam, mempertegas bahwa pemerintah menjadikan pariaman sebagai daerah tujuan wisata tanpa kehilangan identitas lokal. Prinsip Adaik Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah tetap dipegang teguh, sehingga pengelolaan pariwisata terlihat sesuai dengan norma adat dan agama.

Seperti diketahui, keindahan potensi alam saja tidak cukup untuk menjadikan sebuah daerah menjadi pusat kunjungan wisatawan. Hal tersebut harus didukung oleh campur tangan pemerintah melalui regulasi kepariwisataan, investasi pihak swasta, pembangunan fisik pendukung objek wisata berkelanjutan, hingga pemberdayaan masyarakat dan promosi yang berkesinambungan.

Pembangunan infrastruktur yang dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pelaku wisata, diharapkan terus berlanjut dan terus berjalan seiring. Dua pilar itu saling sangga menyangga dalam dunia kepariwisataan. Tidak boleh timpang sebelah karena wisata erat kaitannya dengan penciptaan nuansa. Alam yang indah didukung keramahan warga akan membuat wisatawan merasa betah. Jika itu sudah terbangun dengan baik, wisata Pariaman akan dikunjungi berulang-ulang oleh wisatawan.

Objek pariwisata di Kota Pariaman tiap waktu terus bermunculan. Pada awalnya, Pariaman hanya terkenal dengan beberapa objek wisata saja, yaitu Pantai Gondariah, Pulau Angso Duo dan Pesta Budaya Tabuik. Namun berkat keseriusan Mukhlis-Genius memajukan pariwisata, potensi lainnya pun digali.

Wisata Pariaman potensial untuk terus tumbuh dan berkembang. Banyak pilihan dan ragam tema yang ditawarkan. Jika ingin wisata pantai dapat mengunjungi Pantai Gandoriah, Pantai Kata dan Pantai Cermin. Jika ingin bertualang seru, kunjungi Pulau Angso Duo dan Pulau Kasiak. Jika ingin edukasi, datanglah ke penangkaran penyu.

Kini yang teranyar, wisata edukasi/sejarah Monument Perjuangan Angkatan Laut yang berdiri megah di Muaro Pantai Gondariah, semakin menambah maraknya Pariaman. Area berswafoto pun sangat banyak, sebut saja yang sekarang lagi tren di kawasan hutan bakau di Desa Ampalu.

Kembali beroperasinya kereta api Padang-Pariaman turut meningkatkan kunjungan. Menempuh perjalanan menggunakan kereta api yang nyaman dan murah dalam waktu yang singkat, kenikmatan tersendiri bagi wisatawan menjelang menginjakkan kakinya di Pariaman.

Berkunjungnya banyak orang ke Pariaman tentu bukan datang dengan sendirinya, namun melalui sejumlah terobosan besar dan lewat ragam promosi yang dikemas menarik. Melalui berbagai iven pariwisata tahunan yang dilaksanakan oleh Pemko Pariaman seperti Festival Budaya Tabuik, Pariaman Triathloan, Festival Gondariah, Pariaman Batagak gala, Pemko Pariaman sukses mengundang minat wisatawan dari berbagai daerah dan luar negeri berkunjung ke Kota Pariaman.

Aspek keselamatan dan keamanan wisatawan

Pulau-pulau kecil yang bergugusan di sebelah barat pantai Pariaman, menjadi ikon dan daya tarik tersendiri bagi wisatawan berkunjung ke Kota Pariaman. Gugusan pulau yang terdiri dari Pulau Kasiak, Pulau Angso Duo, Pulau Tangah, Pulau Ujuang dan Pulau Bando kian hari ramai dikunjungi.

Pulau Angso Duo yang dikembangkan sejak tahun 2013 silam itu sudah menjadi ikonik Pariaman. Pulau Angso Duo menjadi magnet tersendiri bagi penikmat wisata bahari. Pulau seluas 1,6 hektar itu digemari oleh banyak kalangan. Hal itu dibuktikan dengan meningkatnya kunjungan wisatawan setiap tahunnya ke pulau itu. Dari data yang dirilis Dinas Pariwisata Kota Pariaman, awal tahun 2017 tidak kurang dari 60.000 orang wisatawan setiap bulan menyeberangi Muaro Pariaman menuju pulau yang memiliki sembilan makam bersejarah itu.

Pulau Angso Duo memiliki seluruh hal yang diinginkan oleh wisatawan ketika berkunjung ke sana. Pasir pantai nan putih, ombak yang tenang dan biota bawah laut yang unik hal yang tidak mungkin ditinggalkan wisatawan saat berada di Pariaman.

Tidak sekadar itu, di pulau tersebut sering pula wisatawan melakukan wisata ziarah dengan  mengunjungi makam berusia ratusan tahun sepanjang empat meter tempat Syekh Katik Sangko, kerabat Syekh Burhanuddin dikebumikan.

Wilayah Pariaman di pesisir pantai membentuk budaya dan karakter. Tidak hanya budaya dan aspek sosial masyarakatnya saja, namun aspek ekonomi kota itu pun tidak terpisahkan dari kehidupan laut. Hal itu membuat mayoritas warga pesisir hidup bemata pencaharian nelayan. Kondisi geografis laut jelas mempengaruhi ekonomi masyarakat lokal Pariaman.

Dulu, masyarakat pesisir pantai Kota Pariaman bermata pencaharian sebagai nelayan penangkap ikan tradisional. Nelayan tradisional berangkat pagi dan kembali sore menyisiri puluhan kilometer laut untuk mencari ikan. Namun, seiring perkembangan pariwisata dan meningkatnya kunjungan ke Pulau Angso Duo, secara langsung berdampak pada pergeseran mata pencaharian masyarakat yang sebelumnya didominasi oleh nelayan.

Saat ini banyak nelayan bergeser profesinya menjadi nelayan wisata penyeberangan, mengantar-jemput wistawan ke Pulau Angso Duo dan pulau lainnya.  Jika dilihat dari awal optimalisasi pulau Angso Duo oleh Pemko Pemko Pariaman, tentu secara kasat mata jumlah nelayan penyedia jasa penyeberangan kian bertambah seiring selaras dengan peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke pulau Angso Duo. Ini menjadi pertanda bahwa menjadi nelayan penyedia jasa penyeberangan cukup menjanjikan.

Di Kota Pariaman, setidaknya ada dua titik tempat yang melayani wisata untuk menyeberang ke Pulau Angso Duo atau pulau lainnya. Dua titik itu, Muaro Gondariah dan Pantai Gondariah. Muaro Gondariah merupakan titik penyedia jasa penyeberangan dibawah pembinaan Pemko Pariaman. Wisatawan yang menyeberang melalui titik ini dikenakan tarif sebesar Rp30.000/orang. Karena dibawah pembinaan dan pengawasan pemerintah, aspek terkait dengan penyeberangan seperti kelayakan, Standar Operasional Prosedur (SOP), keamanan, akan lebih terawasi dan dijamin standarnya.

Namun bagaimana dengan titik penyeberangan di luar Muaro Gondariah. Dengan tawaran tarif jauh lebih murah, wisatawan memiliki kecenderungan menyeberang menggunakan jasa di pantai yang notabene bukan resmi dan aspek keamanannyapun tidak terkontrol oleh pihak berwenang. Untung saja ke depan Pemko Pariaman berencana membangun darmaga di Pantai Gondariah. Muaro sebagai dermaga penyeberangan ke pulau yang saat ini mengalami pendangkalan, menjadi salah satu alasan bagi pelaku jasa penyeberangan menaikan penumpang di bibir Pantai Gandoriah.

Aspek keamanan dan kelayakan tentu menjadi perhatian dalam setiap transportasi laut dan  penyeberangan. Pemenuhan SOP yang tidak cukup, seringkali memicu terjadinya kecelakaan. Kapal yang tidak layak dan tidak memenuhi standar, jika dibiarkan operasional, tentu ikut berpotensi memicu terjadinya kecelakaan yang dapat mengancam keselamatan wisatawan.

Potensi kecelakaan yang melibatkan kapal penyeberangan yang mengangkut wisatawan ke pulau disebabkan oleh banyak hal. Faktor cuaca ektrim, menaikan penumpang melebihi tonase, menaikan penumpang di bibir pantai yang mengindahkan SOP berpotensi menimbulkan kecelakaan serius. Oleh alam dan human eror. Hal ini harus menjadi perhatian serius oleh pemerintah meskipun langkah-langkah penertiban telah dilakukan. Hingga saat ini aktivitas kapal ilegal penyeberangan ke pulau tetap saja berjalan, apalagi pada saat musim liburan Idul Fitri nanti. Akan banyak kapal-kapal yang beroperasi tanpa SOP jika tidak diawasi dan ditindak dengan tegas.

Meskipun Pemko Pariaman berencana membangun dermaga baru di Pantai Gondariah untuk penyeberangan menuju Pulau Angso Duo dan pulau lainnya, namun praktik penyeberangan illegal tetap saja berpotensi terjadi. Objek wisata di sepanjang pantai bisa menjadi pelabuhan bagi penyedia jasa penyeberangan pulau.

Oleh sebab itu memang diperlukan aturan yang tegas. Sebuah aturan mengikat dan berkelanjutan. Peraturan matang yang lahir atas potensi ancaman yang ada. Aturan yang menjawab semua persoalan.

Sulitnya melakukan penertiban secara tegas saat ini memang sepantasnya terjadi karena belum matangnya berbagai regulasi. Peraturan yang dibuat pemerintah kadang dianggap penyedia jasa penyeberangan sebagai langkah penghambat. Misalnya jika terjadi pendangkalan di ujung Muora Pariaman, berimbas pada berhentinya aktivitas penyeberangan meski cuaca sangat mendukung. Hal itulah yang menimbulkan peluang bagi penyedia jasa penyeberangan. Mereka tidak memalamkan kapalnya di muara, namun melabuhkan kapalnya dekat bibir pantai. Sehingga saat muara esoknya dangkal, mereka menaikan penumpang di sana.

Ketegasan pemerintah dalam mengatur dan mengawasi penyeberangan pulau adalah hal terpenting. Butuh pemikiran yang matang dan banyak menimbang memang. Jangan lupa, menjamin keamanan pengunjung atau wisatawan, juga merupakan penerapan sapta pesona pariwisata.

Nanda Eko Putra

Senin Besok, PPP Kota Pariaman Buka Pendaftaran Calon Kepala Daerah

Mulyadi (kanan) dan Syafril Huda (kiri) saat jumpa pers dengan awak media. Foto: Nanda
Kampung Perak -- Dewan Pimpinan Daerah (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Pariaman akan membuka pendaftaran sekaligus penjaringan bakal calon (balon) walikota/wakil walikota Pariaman Pilkada 2018, Senin 19 Juni mendatang.

Ketua DPC PPP Kota Pariaman, Mulyadi, usai menggelar buka bersama dengan wartawan di Pariaman (16/6/2017) menjelaskan, pendaftaran dan penjaringan bakal calon di DPC PPP dilaksanakan selama 21 hari sejak  Senin, 19 Juli 2017 hingga Rabu, 12 Juli 2017.

"Pembukaan penjaringan kita buka setelah adanya instruksi dari DPP PPP pada 1 Juni 2017 silam, bahwa DPC dan DPW PPP segera membuka pendaftaran dan menjaring calon kepala daerah," kata Mulyadi.

PPP Kota Pariaman, ungkap dia, harus membangun koalisi dengan parpol lainnya. Pihaknya telah menjajaki kemungkinan membangun koalisi guna mengusung satu pasangan calon dengan sejumlah partai politik.

"Sudah ada terbangun lintas parpol di Kota Pariaman. Beberapa parpol seperti Golkar, Gerindra, Hanura, PAN pada tataran Kota Pariaman telah melakukan komunikasi politik untuk kemungkinan membentuk koalisi. Koalisi PPP pada saat Pilkada DKI Jakarta, mungkin saja juga terbentuk pada pengusungan calon walikota Pariaman,” tuturnya.

Ia mengatakan, sejumlah balon telah menjalin komunikasi dengan DPC PPP Kota Pariaman. Beberapa nama yang mencuat kepermukaan seperti Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin, tokoh perantau Azwin Amir mulai menjalin komunikasi dengan pihaknya.

Selain dari luar kader, lanjutnya, PPP juga punya tiga nama politisi yang layak maju pada Pilkada 2018 mendatang. Mantan Walikota Pariaman Mahyuddin, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Zalman Zaunit, hingga Ketua DPC PPP Kota Pariaman Mulyadi, sangat layak diusung sebagai calon.

Untuk tahap pertama, imbuh dia, DPC PPP Kota Pariaman telah melakukan survey elektabilitas calon walikota/wakil walikota Pariaman yang diinginkan oleh masyarat, namun karena sifatnya terbatas belum bisa dipublikasikan.

“Kita tidak memaksakan calon yang diusung dari dalam PPP. Kita Pilkada itu untuk menang. Kami realisitis dengan mempertimbangkan elektabilitas, kapasitas dari calon yang akan diusung. Jika elektabilitasnya berdasarkan survey rendah, tentu sulit untuk diusung,” sebutnya.

Ditegaskan Mulyadi, pendaftaran balon melalui PPP tidak dipungut biaya. Namun, dia tidak menampik jika dalam pemenangan pasangan calon yang diusung nantinya, calon ikut mendukung pembiayaan untuk menggerakkan mesin parpol demi pemenangan.

Sebagai persiapan menghadapi Pilkada, jelas Mulyadi, pengurus PPP Kota Pariaman versi Rohamrumzy telah mulai merangkul kader PPP versi Djan Faridz yang sempat dilanda kisruh.

Hal yang tidak jauh berbeda juga diungkapkan oleh Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Provinsi Sumatera Barat, Syafril Huda. Ia mengatakan, jika kisruh internal PPP yang membuat balon gamang untuk diusung oleh PPP sebagai calon walikota, tidak perlu ditakutkan lagi. Usai PTUN telah memutuskan pengurus PPP yang sah adalah versi Rohmurumzy yang juga telah mengantongi SK Menkum HAM RI.

“Aturan PKPU Nomor 1 tahun 2015 mengatur bahwa parpol yang diperbolehkan mengusung calon kepala daerah adalah parpol yang diakui oleh Menkum HAM RI, yaitu kepengurusan Rohmarumzy. Sehingga calon tidak perlu khawatir harus mendapatkan rekomendasi dari dua versi pengurus yang waktu itu bersiteru,” ujarnya.

Pada Pilkada serentak tahap III, jelas Syafril, DPP PPP memberikan kewenangan DPC untuk melakukan penjaringan dan verifikasi berkas balon. Sebelumnya pada Pilkada tahun 2015, DPC PPP hanya diberikan kewenangan sebatas pendaftaran/penjaringan saja.

Dalam penetapan pasangan calon yang diusung PPP pada Pilkada merupakan kewenangan DPP PPP, namun DPP mempertimbangan rekomendasi DPC dalam menetapkan calon.

“DPP memberikan kewenangan penuh kepada DPC PPP di kabupaten dan kota untuk melakukan penjaringan dan verifikasi berkas. Nanti keputusan siapa yang diusung ditetapkan oleh DPP, namun dipastikan memperhatikan rekomendasi dari DPC,” pungkasnya.

Nanda

Buka bersama, Polres Pariaman Santuni Anak Yatim

Written By oyong liza on Thursday, 15 June 2017 | 22:19

Kapolres Bagus serahkan uang santunan anak yatim. Foto: Nanda
Alai Galombang -- Keluarga besar Polres Pariaman gelar buka bersama Bhayangkari purnawirawan Polri/Wakakauri dan anak penghuni panti asuhan Aisisyah Pariaman, Kamis (15/6/2017) di aula Mapolres Pariaman, Kamis (15/6/2017).

Selain berbuka bersama, Kapolres Pariaman juga membagikan bingkisan kepada purnawiran, warakauri, dan anak panti asuhan.

Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto mengatakan, kegiatan berbuka puasa bersama ditujukan untuk memperkuat jalinan silaturahmi antara keluarga Polres Pariaman dan momen berbagi bersama anak-anak yatim.

"Semua personil polres berbaur dalam satu kegiatan. Momentun ini sekaligus untuk berbagi juga," ujarnya.

Dikatakan oleh AKBP Bagus, momentum Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk menguatkan silaturahmi dan berempati terhadap sesama manusia. Sikap kepedulian sesama yang diwujudkan dalam bentuk berbagi dapat dilakukan dengan cara sederhana, salah satu dengan kegiatan berbuka bersama.

"Simpel saja, memperkuat silaturhami dan mengedepan kepedulian antar sesama," jelasnya.

Dalam momen Ramadhan itu, ia juga mengingatkan personil Polres Pariaman untuk tetap mengoptimalkan waktu untuk beribadah. Besarnya pahala kebaikan ibadah selama Ramadhan tidak akan didapatkan pada bulan selain Ramadhan.

"Ibadahnya dioptimalkan terus meski kerjaannya padat, apalagi operasi Ramadniya, yang namanya ibadah tetap dioptimalkan," pungkasnya.

Nanda

Mukhlis Serahkan Zakat ASN Senilai Rp349 Juta ke Imam dan Garin

Written By oyong liza on Wednesday, 14 June 2017 | 22:40


Sebanyak 1.164 orang terdiri dari para imam, khatib, garin, labai, ubiyah masjid dan surau yang ada di Kota Pariaman, menerima pendistribusian zakat ASN Pemko Pariaman. Zakat tersebut disalurkan oleh Baznas Kota Pariaman, bertempat di Musala Balaikota, Rabu (14/6/2017).

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengatakan, di samping penyaluran zakat, kegiatan itu sekaligus silaturahmi antara pimpinan dengan para pegawai masjid dan musala tentang penatalaksanaan program magrib mengaji dan subuh mubarokah yang dicanangkan oleh Pemko Pariaman.

“Selama ini kami berkeliling ke setiap masjid dan musala, jamaah masih minim. Kita bertekad memakmurkan masjid, kita ingin rumah ibadah selalu ramai," ujarnya.

Menurut Mukhlis, imam, khatib, garin, labai dan ubiyah termasuk mustahik fisabilillah, orang yang berhak menerima zakat dari 8 golongan yang telah ditentukan.

"Karena merekalah yang telah berjasa dalam membangun pondasi keagamaan di masyarakat kita,” sambung Mukhlis.

Ketua Baznas Kota Pariaman Humahyun Akbar, mengatakan pihaknya menyalurkan zakat Taqwa kepada sebanyak 1.164 mustahik. Dengan rincian Kecamatan Pariaman Tengah dan Kecamatan Pariaman Selatan sebanyak 580 penerima, dan Kecamatan Pariaman Timur dan Utara sebanyak 584 penerima.

“Total Rp349.200.000 dengan masing-masing penerima sebanyak Rp300.000,” jelasnya.

Juned

Topik Terhangat

postingan terdahulu