Lensa Piaman: Labuhan Pulau Kasiak

Secara alami sebuah jalur disela-sela karang yang mengelilingi bibir pantai Pulau Kasiak untuk dilewati perahu kecil terbentuk. "Labuhan" adalah istilah yang diberikan oleh nelayan lokal yang acap menepikan biduknya di halaman pulau yang terdapat penangkaran penyu alami milik Pemko Pariaman tersebut. Foto diambil dari atas menara mercusuar setinggi 40 meter. Pulau Kasiak memiliki luas 0,5 Hektare, ditumbuhi kelapa, pohon sukun, pepaya, dll.

Lensa Piaman: Tidur Pulas

Saat narasumber memberikan makalah di podium, beberapa hadirin terlihat menahan kantuk dan akhirnya tertidur pulas di aula utama Balaikota Pariaman dalam acara sarasehan tentang "Sejarah Pariaman dan kepahlawanan H. Bgd. Dahlan Abdullah" Senin, (25/8).

Lensa Piaman: "Lomba Melepas Anak Penyu"

Rombongan Ibu Bhayangkari Polda Sumbar terlihat memberikan semangat pada tukik (bayi penyu) yang hendak mereka lepas ke laut di pantai Konservasi Penyu, Desa Ampalu, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Jumat, 22/8/2014.

Lensa Piaman: Potensi Wisata di Pulau Kasiak

Panorama di atas menara mercusuar pulau Kasiak (Kaslik) Pariaman terumbu karang terlihat jelas di kejernihan air laut. Kawasan pulau Kasiak adalah kawasan konservasi penyu secara nature milik pemko Pariaman dibawah dinas DKP dan dikelola secara penuh oleh UPTD Konservasi Penyu. Pulau Kasiak banyak di kunjungi nelayan lokal untuk memancing ikan karang, gurita dan berbagai biota laut lainnya. Akibat perburuan swallow laut beberapa tahun lalu membuat kondisi karang rusak parah. Pemko beberapa waktu lalu bersama mahasiswa pencinta terumbu karang melakukan penanaman terumbu karang di halaman pulau ini.

Headline News :
Custom Search

Berita Terpopuler

Redaksi

Pedoman Media Siber

Powered by Blogger.
Showing posts with label #kotapariaman. Show all posts
Showing posts with label #kotapariaman. Show all posts

[Penutupan Pesona Gandoriah 2017] Kementerian Dukung Pariwisata Pariaman

Written By oyong liza on Tuesday, 23 May 2017 | 19:19

Seremoni pembukaan mendatangkan penari dari 11 negara

Gandoriah -- Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, menutup secara resmi rangkaian kegiatan Festival Pesona Gandoriah tahun 2017, Selasa (23/5/2017) sore, pukul 16.00 WIB di Panggung Utama Gandoriah.

Penyanyi Minang hibur wisatawan malam hari di Panggung Gandoriah


Sebelum penutupan dan penyerahan hadiah bagi para pemenang, lomba maelo pukek yang sempat tertunda selama dua hari, diperlombakan. Cuaca pagi hingga siang yang cukup mendukung, menjadikan lomba maelo pukek tontonan menarik bagi wisatawan.


model peragakan rancangan busana pada lomba baju kuruang basiba


Festival yang dihelat selama empat hari dari tanggal 19 hingga 22 Mei 2017 tersebut, dimeriahkan dengan enam perlombaan unik khas Pariaman. Di antaranya lomba masak kapalo lauak, lomba baju kuruang basiba, lomba maelo pukek, lomba lagu pariwisata, festival band dan lomba barganzi. Ribuan wisatawan memenuhi pentas Gandoriah baik siang maupun malam. 


Kaos #ayokepariaman buka stand di lokasi Pesona Gandoriah 2017


"Semua iven yang kita selenggarakan untuk meramaikan Pariaman. Mulai dari tingkat nasional seperti lomba fashion show, festival gandoriah, hingga iven taraf internasional yakni Tour de Singkarak dan Pariaman Triathlon. Pariaman Triathlon akan kita selenggarakan bulan November mendatang," ujar Genius.


Dewan juri memberikan penilaian
Genius menambahkan, ke depan, destinasi wisata pantai akan dikembangkan sepanjang garis pantai Pariaman yang membentang sepanjang 12 kilometer. Jika sekarang destinasi tematik baru dibangun sepanjang 4 kilometer dari Pantai Kata hingga Pantai Gandoriah, nantinya akan dirangkai dari Pantai Sunur hingga Pantai Nareh hingga batas kota dengan kabupaten. Pihak Kementerian Pariwisata menurutnya sangat mengapresiasi geliat wisata Pariaman dan tentu saja akan ikut melibatkan diri dalam pengembangannya.

"Kita bertekad menjadikan Pantai Pariaman sebagai destinasi wisata bahari di Sumatera Barat. Sepanjang garis Pantai Pariaman merupakan destinasi wisata menarik yang akan menonjolkan kelebihannya masing-masing," ungkap Genius.

Di samping itu, imbuh Genius, empat pulau yang menghadap pantai juga akan mendapatkan sentuhan. Jika sekarang hanya pulau Angsoduo dan Pulau Kasiak, ke depannya Pulau Ujuang dan Pulau Tangah juga akan dipercantik, seperti rencana pembangunan taman burung dan dermaga di Pulau Tangah.

Pulau Angsoduo, ucap Genius mesti memiliki tenaga listrik sendiri. Pihaknya secara langsung telah membuat proposal yang diserahkan langsung kepada Wamen ESDM Archandra Tahar agar membuatkan pembangkit listrik di Pulau Angsoduo.

"Mari kita doakan semoga terealisasi," kata dia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman Efendi Jamal, didampingi Kepala Seksi Pemasaran Nesa Prima Dewi, menyebutkan bahwa Pesona Gandoriah 2017 atau festival serupa yang ketiga, telah berhasil menghemat anggaran setengah dari tahun sebelumnya.

Jika tahun lalu melalui APBD dianggarkan Rp650 juta, pihaknya tahun ini mampu lebih mandiri dengan anggaran Rp340 juta ditambah sokongan dari para sponsor.
Festival juga berhasil melipatgandakan wisatawan yang berkunjung ke Pariaman.
 
"Dari enam perlombaan kita menyediakan total hadiah sebesar Rp35 juta," sebut Efendi Jamal.

Ia merinci, Rp8 juta untuk lomba maelo pukek, Rp12 juta untuk lomba baju kuruang basiba, Rp10 juta untuk festival band, Rp6 juta untuk lomba masak kapalo lauak dan Rp 6 juta bagi para pemenang lomba barzanzi.

Ia menambahkan, terkait berbagai lomba yang tidak diselenggarakan pada Pesona Gandoriah 2017, disebabkan panitia menginginkan variasi lomba di tiap tahun pelaksanaannya. Jika sebelumnya wisatawan menyaksikan lomba baruak mamanjek karambiah, lomba selaju sampan dan lomba layang-layang, maka tahun ini diganti dengan tema lainnya.

"Pesona Gandoriah menonjolkan lima segi yakni agama, budaya, seni, kuliner dan busana daerah. Semua lomba yang kita laksanakan saat ini memenuhi kelima segi tersebut," imbuh Efendi Jamal.

Dalam Pesona Gandoriah 2017, panitia mendatangkan penyanyi Minang Ipang. Kemudian juri lomba lagu minang Ujang Virgo, Sekri Budiman dan Novetre.

"Kita juga diliput oleh media nasional Trans TV dan seluruh media lokal di Sumatera Barat, baik cetak, elektonik dan media online. Tunjuannya untuk promosi wisata Pariaman secara masif dan menyeluruh agar Pariaman kian dikenal, baik tingkat nasional bahkan internasional," pungkasnya.

OLP

Terima Hibah dari Yayasan LP3ESIDA, Genius Berencana Bangun Universitas


Ampalu -- Yayasan Lembaga Pengembangan Pendidikan Penelitian Ekonomi, Sosial dan Budaya (LP3ESIDA) Sumatera Barat, serahkan tanah yayasan kepada Pemko Pariaman seluas 3,1 hektar yang berlokasi di Desa Ampalu, Pariaman Utara, dan bangunan beserta lahan Gedung Nasional yang berlokasi di Kelurahan Guguak, Pariaman Tengah yang sekarang merupakan Kampus STIE lama, Senin (22/5/2017).

Penyerahan oleh Ketua LP3ESIDA Baharudin didampingi dengan Ketua STIE SB Pariaman Nurtati dan Jajaran Pembina di STIE SB di Desa Ampalu, Pariaman Utara.

Awalnya tanah yang dihibahkan tersebut direncanakan untuk pembangunan kampus STIE SB Pariaman. Karena telah adanya lahan dan bangunan baru di By-pass, Jati yang lebih representatif dan megah, agar lahan hibahan itu lebih produktif, diserahkan ke Pemerintah Kota Pariaman.

"Agar dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Harapan kami agar tanah yang kami hibahkan bermanfaat bagi Pemerintah Kota Pariaman dengan menjadikannya sebagai tempat yang bermanfaat bagi masyarakat," kata Baharudin.

STIE Sumbar adalah salah satu sekolah tinggi yang dinaungi oleh LP3ESIDA Sumbar, selain Aperta, Akop dan sekolah tinggi lainya. SMA/SMK swasta, termasuk SMA Manunggal yang ada di Pariaman juga di bawah naungan yayasan yang berdiri di zaman pemerintahan Bupati Anas Malik itu.

Pemerintah Kota Pariaman menyambut baik penyerahan hibah tersebut. Wakil Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan lahan dan gedung yang telah diserahkan itu akan dimanfaatkan pihaknya untuk pembangunan.

"Kita sangat mengapresiasi sekali apa yang telah orangtua kita lakukan, Bapak Baharudin yang dengan sukarela memberikan tanah yang telah mempunyai sertifikat ini kepada Pemko Pariaman," kata dia terharu.

Ke depan, ia mengatakan akan meneruskan apa yang menjadi cita-cita dari Baharudin, untuk membuat sebuah universitas di Kota Pariaman.

"Hal ini sejalan dengan apa yang kami inginkan. Walaupun saat ini pihak Kemenristekdikti RI masih belum membuka kesempatan di daerah untuk mengajukan sebuah universitas baru, kami akan terus berupaya dengan dibantu semua pihak mewujudkan hal itu," tandasnya.

Juned/OLP

Genius, Program KB Sukses Kendalikan Pertumbuhan Penduduk Pariaman


Pantai Kata -- Pemko Pariaman melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB), gelar bulan bakhti IBI-KB-Kes dan Kampung KB tingkat Kota Pariaman dalam rangka HUT IBI ke-66. Kegiatan bertempat di taman Pantai Kata di Desa Taluka, Pariaman Selatan, Senin (22/5/2017).

Genius Umar dalam sambutannya mengatakan, pencanangan bulan bakhti tersebut merupakan langkah strategis untuk mewujudkan masyarakat Pariaman yang sehat. Upaya pengendalian penduduk melalui program itu, kata dia telah memberikan pengaruh positif ke masyarakat dengan banyaknya keluarga KB aktif.

"Suksesnya tidak terlepas dari tanggung jawab kita bersama, terutama peran para bidan dalam memberikan pelayanan KB dengan edukasi tentang kesehatan ibu dan anak begitu pula dengan kesejahteraan keluarga memiliki keterkaitan satu dengan lainya," ungkap dia.

Ia menambahkan, pengendalian dan kesehatan penduduk sangat diperlukan untuk menciptakan penduduk yang berkualitas sehingga tidak menjadi beban keluarga dan pemerintah.

"Dengan dicanangkannya Kampung KB di Desa Tungkal Utara, Desa Kampung Baru Padusunan, Kelurahan Karan Aur dan Desa Taluak, dia harpakan mampu menjadi percontohan kegiatan KB bagi desa/kelurahan lainnya di seluruh Kota Pariaman.

Kepala Bidang Advokasi Penggerakkan dan Informasi BKKBN Provinsi Sumbar, Imran, menekankan pentingnya kerjasama dengan mitra terkait dalam mempelopori kampung KB, salah satunya dengan bidan. Karena antara bidan dan KB merupakan sebuah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Bulan bhakti, sebut dia, untuk memberikan pelayanan secara gratis kepada masyarakat miskin di mana sasaran kegiatan adalah keluarga yang tidak mampu dengan pemasangan alat kontrasepsi metode kontrasepsi jangka panjang dengan metode operativ wanita, metode operativ pria, IUD dan mplan.

Ketua IBI Kota Pariaman Eva Yulia Delwita mengajak peserta untuk meningkatkan karya bhakti dalam melaksanakan tugas profesi sebagai bidan, dengan bekerja tulus ikhlas serta memberikan pelayanan terbaik demi tercapainya kesehatan masyarakat.

Phaik/OLP

Peringati Harkitnas, Genius Imbau Masyarakat Jangan Mau Diadu-domba

Written By oyong liza on Monday, 22 May 2017 | 19:36


Wakil Walikota Pariaman Genius Umar pimpin Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-109 tingkat Kota Pariaman, di halaman Balaikota Pariaman, senin (22/5/2017).

Hadir pada upacara Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin, Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo, Sekda Indra Sakti, Kepala BPS, Kepala Bank Nagari, Kepala SOPD, Kabag, Camat dan peserta upacara yang hadir.

Pada peringatanh Harkitnas ke-109 tahun ini, Genius mengatakan seluruh lapisan masyarakat harus terus membangkitkan kembali rasa nasionalisme, kebhinekaan dan NKRI, agar jangan mudah terpecah belah. Agar tidak mudah diadu-domba atas keberaneka-ragaman suku, agama, ras dan antar golongan.

"Rasa kebangkitan nasional, harus selalu kita gelorakan dalam diri kita, dan kita harus mengaplikasikannya dengan tindakan yang menjunjung persatuan dan kesatuan bangsa," katanya.

Genius Umar menyatakan, saat ini adalah zamanya digitalisasi, karena itu, sudah saatnya untuk mempersiapkan segala sarana dan prasarana penunjang untuk menuju era yang serba digital itu.

"Kita tingkatkan sumber daya manusia pada segala struktur yang ada, sehingga apa yang kita cita-citakan dengan adanya era digitalisasi, semakin memangkas birokrasi dan akan semakin transparan," tutupnya.

Juned

Akan Masuki Tahapan Pilkada Pariaman, KPU Gelar Audiensi dengan DPRD


Mangguang -- Pimpinan bersama segenap anggota DPRD​ Kota Pariaman menerima audiensi KPU Kota Pariaman, Senin (22/5/2017) di ruang kerja Ketua DPRD Kota Pariaman. Rombongan dari KPU dipimpin oleh Ketua Boedi Satria bersama seluruh anggota dan beberapa staf dari sekretariat KPU. Audiensi terkait dengan pimilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di Kota Pariaman.

Ketua DPRD Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin, mengatakan pihaknya sangat mendukung dan mendorong KPU dalam mensukseskan pesta demokrasi Pilkada serentak tahun 2018 di Kota Pariaman. Bentuk dukungan itu pihaknya melalui badan anggaran bersama pemerintah, sudah menyetujui anggaran yang diajukan oleh KPU.

"Kita ingin pemilihan kepala daerah di Kota Pariaman ini berjalan dengan lancar dan sukses. Makanya kita sepakat menyetujui seluruh anggaran yang diusulkan oleh KPU sesuai kebutuhannya sebesar Rp14,3 miliar," ujar Mardison.

Selain itu pihaknya juga mengapresiasi langkah KPU melakukan audiensi ke legislatif. Menurut politisi Golkar itu dengan adanya audiensi ini, dewan mengetahui apa saja tahapan yang dilakukan KPU dan dewan juga akan bisa menjelaskan ketika ada masyarakat yang bertanya.

Sementara itu Ketua KPU Kota Pariaman Boedi Satria, menyampaikan pihaknya masih menunggu draf rancangan undang-undang​ pemilu yang sedang dibahas dan disahkan oleh DPR --baru tahapan dimulai. Namun walaupun demikian dia bersama devisi, sudah mempersiapkan segala sesuatunya terkait dengan tahapan Pilkada yang akan dilalui. Agar ketika peraturan perundang-undangan itu disahkan, KPU bisa langsung bekerja.

"Pilkada serentak akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2018 dan Pileg (pemilihan legislatif) dilaksanakan serentak dengan pilpres (pemilihan presiden) pada tanggal 14 Juni 2019. Tahapan ini baru draf rancangan undang-undang yang sedang dibahas oleh pansus DPR, belum disahkan," ujar Boedi.

Sesuai draf itu Pilkada serentak se-Indonesia akan dilaunching pada tanggal 14 Juni 2017. Kalau undang-undang nya sudah disahkan dan diparipurnakan, imbuh Boedi, KPU Kota Pariaman sudah bisa langsung bekerja melakukan tahapan Pilkada.

Disebutkan, sesuai ketentuan bahwa untuk calon walikota dan wakil walikota Pariaman yang maju melalui jalur Partai Politik, membutuhkan 4 kursi di legislatif dan untuk calon perseorangan membutuhkan dukungan sebanyak 5.905 KTP.

Doni

Genius Imbau Warga Pariaman Pegang Teguh 4 Pilar Kebangsaan


Cimparuah -- Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar mengatakan empat (4) konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia menjadi jawaban dari permasalahan kebhinekaan yang terjadi belakangan ini.

Menurut Genius, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI yang merupakan unsur kesepakatan dan komitmen bersama anak bangsa yang menjadi pilar atau pondasi berdirinya Indonesia.

"Komitmen bersama yang sejak awal dirumuskan oleh pendiri bangsa mesti kita terus jaga. Jika semua masyarakat komitmen dengan konsensus ini, tidak akan ada permasalahan yang akan muncul," ujarnya saat membuka kegiatan sosialisasi 4 konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara kepada pelajar dan mahasiswa se Kota Pariaman, Senin (22/5/2017) pagi.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan Kantor Kesbangpol Kota Pariaman itu, Genius menyebut keberagamaan yang dimiliki memiliki potensi kerawanan. Ancaman dis-integrasi kebangsaan, konflik SARA dan gerakan radikalisme dan saparatisme yang dapat tumbuh subur, ditegaskannya tidak terjadi di Kota Pariaman.

Kondisi tersebut seolah membuktikan bahwa masyarakat di Kota Pariaman memiliki komitmen tinggi terhadap 4 konsensus kehidupan berbangsa dan bernegara. Meskipun tidak terhadap potensi yang dapat merusak konsensus kehidupan berbangsa dan bernegara di Kota Pariaman, sebagai pencegahan kegitan sosialisasi 4 konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara penting untuk dilakukan secara terus menerus.

"Alhmadulillah di kota ini tidak ada hal yang menjurus terjadinya konflik SARA atau aktivitas radikalisme. Ini memperlihatkan bahwa warga kita memiliki komitmen kehidupan berbangsa dan bernegara," ulasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau pelajar dan mahasiswa se-Kota Pariaman untuk terus menjaga komitmen bersama kehidupan berbangsa tersebut.

Ketua Pimpinan Daerah MUI Kota Pariaman, Syofyan Jamal mengatakan bahwa sikap cinta terhadap tanah air merupakan bangian dari keimanan. Sikap ini memiliki konsekwensi mencintai seluruh masyarakat Indonesia tanpa membendakan asal-usulnya.

"Jangan mencari perbedaannya, namun carilah persamanaan di antara banyak perbedaan. Inilah cara kita menjada persatuan dan komitmen bersama tadi itu. Namun jika perbedaan yang kita tonjolkan, tentu kerawanan konfliklah yang akan muncul," paparnya.

Sebagai bagian dari keimanan, sikap cinta tanah air harus ditanamkan semenjak dini, dimulai dari pelajar semenjak dini.

Nanda

[Pesona Gandoriah 2017] 10 Lagu Wisata Pariaman Diperlombakan

Lomba baju kuruang basiba dalam Festival Pesona Gandoriah 2017 (foto Juned)
Gandoriah -- Memasuki hari ketiga Festival Pesona Gandoriah 2017, panitia akan menggelar lomba lagu pariwisata Pariaman. 10 lagu yang akan dinyanyikan oleh 65 peserta dari berbagai daerah di Sumbar itu, merupakan album Pariwisata Pariaman yang dirilis tahun 2016 lalu.

"Album pariwisata berisi 10 lagu yang dinyanyikan oleh Pak Walikota Mukhlis Rahman, Pak Wawako Genius Umar, Ibu Reny Mukhlis dan Ibu Lucy Genis serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Paraiaman Efendi Jamal," ungkap Kepala Seksi Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman, Nesa Prima Dewi di Pentas Gandoriah, Senin (22/5/2017).

Lomba yang digelar dari siang hingga pukul 23.00 WIB tersebut, akan dinilai oleh beberapa orang dewan juri profesional. Lagu yang dinyanyikan merupakan hasil ciptaan pemenang lomba cipta lagu pariwisata Pariaman dalam Festival Pesona Gandoriah kedua, tahun 2016.

Nesa menyebut dewan juri terdiri dari pencipta lagu, komposer dan penyanyi profesional. "Seperti Ujang Virgo, Sekri Budiman dan Noverte," sambung Nesa.

Lomba yang terbuka untuk umum dan segala usia itu, penyerahan hadiah pemenangnya dilaksanakan pada hari penutupan Selasa sore besok, berbarengan dengan penyerahan hadiah lima lomba lainnya.

Pada Festival Pesona Gandoriah 2017, panitia menyelenggarakan enam iven dengan total hadiah Rp35 juta. Keenam iven tersebut yakni lomba baju kuruang basiba, lomba maelo pukek, lomba masak gulai kapalo lauak, lomba barganzi, lomba band tingkat Sumbar dan lomba lagu pariwisata.

"Dengan total anggaran penyelenggaraan secara keseluruhan Rp340 juta yang mana hampir setengah dari anggaran tahun 2016 sebesar Rp650 juta," pungkasnya.

Untuk perlombaan tradisional maelo pukek oleh nelayan Pariaman, panitia telah memutuskan diselenggarakan esok pagi, Selasa, jelang acara penutupan. Penundaan lomba yang sedianya dilaksanakan Minggu pagi tersebut akibat buruknya cuaca dan tingginya gelombang laut dalam dua hari terakhir.

OLP

Inilah Program Kerja Balon Walikota Perempuan Pertama Kota Pariaman

Written By oyong liza on Sunday, 21 May 2017 | 20:23

Ir. Dewi Fitri Deswati Akbar
Dari sekian banyak bakal calon (balon) walikota/wakil walikota Pariaman, hanya satu dari gender perempuan yang telah menyatakan sikap siap bertarung di Pilkada Pariaman 2018. Ia adalah Ir. Dewi Fitri Deswati. Seorang pengusaha sukses yang telah banyak berkontribusi bagi pembangunan Kota Pariaman. Dewi yang saat ini merupakan Ketua DPD Partai Nasdem Kota Pariaman itu, dikenal sebagai developer perumahan Jati Raya Indah, Mal Pariaman dan komplek ruko di By-pass Jati.

Dewi mengatakan, keinginanan dia untuk maju sebagai calon walikota, karena ia melihat masih banyak yang perlu dibenahi dalam sistem pemerintahan dan pembangunan di Kota Pariaman. Ia menyebut, meski pembangunan berjalan lancar, masih ada pemborosan uang negara, terutama dalam pembangunan fisik yang tidak tepat sasaran dan sering bongkar pasang.

Dewi menyatakan, siapa saja bisa melibatkan diri dalam membangun Kota Pariaman, namun dengan menjabat sebagai kepala daerah, berbagai kewenangan melekat pada diri orang tersebut. Di saat itulah ia bisa berbuat lebih, karena memiliki kewenangan eksekutif yang dijamin oleh undang-undang.

"Oleh sebab itu saya mencalonkan diri sebagai calon walikota dari kalangan perempuan pertama di Pilkada Pariaman 2018 nanti, karena ingin mengabdi untuk masyarakat Pariaman dengan kebijakan yang pro kepada masyarakat. Bukan sekedar retorika," ujar Dewi di Desa Jati Hilir, Pariaman Tengah, Minggu (21/5/2017).

Ia mengatakan, jika terpilih menjadi kepala daerah, hal pertama yang akan dia tinjau adalah peraturan walikota (Perwako) tentang gaji kepala desa dan tenaga honorer Kota Pariaman yang menurutnya sangat tidak sebanding dengan kebutuhan. Ia tidak menyalahkan Perwako sekarang, namun menurut dia, kebutuhanlah yang mesti mengalahkan Perwako.

Gaji kepala desa sebesar Rp2 juta dan gaji tenaga honorer yang hanya Rp900 ribu itu dinilainya tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan ekonomi bagi kepala desa dan pegawai honor. Tanggungjawab tidak berbanding lurus dengan apa yang didapat.

Seorang kepala desa yang mengelola dana desa miliaran rupiah menurut Dewi, dengan gaji kecil bisa saja tergoda menyelewengkan dana tersebut ke kantong pribadinya karena kebutuhan hidup sehari-hari. Gaji yang tidak cukup akan menjadi motivasi paling potensial bagi seseorang berperilaku menyimpang.

Dewi berasumsi, dengan tanggungjawab yang besar kepala desa terhadap warga yang ia pimpin, ia kalkulasikan minimal kepala desa memiliki gaji pokok minimal Rp3,5 juta perbulan.

"Kepala desa itu kan tokoh sentral di masyarakat. Setiap pesta pernikahan selalu duduk di tikar dan ikut badoncek. Membantu masyarakat, baik dari segi ekonomi maupun segi lainnya, perlu dana taktis. Dengan gaji Rp2 juta sebulan, gaji tersebut akan habis untuk memenuhi undangan baralek saja, kebutuhan rumah tangga terpaksa dicari-cari. Ini sebuah problem," sebutnya.

Begitu juga dengan gaji tenaga honor sekarang yang berada di bawah UMR daerah dan nasional. Ia berpendapat hal tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Ketenaga Kerjaan. Idealnya gaji pegawai honor di atas Rp1,5 juta per bulan.

Kata dia, alasan ketidak sediaan anggaran belanja daerah tidak bisa dijadikan alasan untuk menekan gaji pegawai honor.

"Kalau anggaran tidak mencukupi kenapa ada pengangkatan tenaga honor? Kebutuhan daerah harus disiasati. Akan selalu ada anggaran untuk menggaji pegawai honor sesuai UMR, jika kita memikirkan kesejahteraan mereka," tegas Dewi.

Disamping akan meninjau gaji pegawai honor dan kepala desa, Dewi juga mengatakan akan memberikan solusi percepatan pembangunan Pariaman dalam berbagai segi. Baik pendidikan, pariwisata, perdagangan dan jasa serta ekonomi kreatif.

"Pembangunan mesti memiliki perencanaan yang diperhitungkan secara matang. Harus ada planing dua tahun, lima tahun dan lima belas tahun ke depan. Blue-print pembanguanan itu harus ada goal dan capaiannya, tidak asal membangun. Membangun mesti bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Peningkatan ekonomi masyarakat. Menata kehidupan masyarakat," tuturnya.

Seorang kepala daerah menurutnya mesti memiliki visi yang mampu menembus tapal waktu. Berpikir sekarang, namun sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan hasilnya secara matematis.

"Pondasi ekonomi harus dibangun. Perusahaan Daerah (Perusda) mesti dibuat sebagai payung bagi UMKM yang tersebar hampir di setiap desa dan kelurahan. Perusda sejatinya dibangun dan dibesarkan untuk membina UMKM dan sektor ekonomi kreatif, bukan untuk membiayai hal-hal di luar dari itu sehingga Pariaman bisa menjadi kota yang mandiri secara ekonomi," kata dia panjang lebar.

Wanita kelahiran 1969 itu juga menyampaikan pentingnya membina pedagang kaki lima pasar. Pedagang kaki lima menurutnya yang identik dengan penertiban akan menimbulkan beban psikologis bagi pedagang tersebut. Beban ekonomi yang berat ditambah tekanan psikologis, menjadikan pedagang kaki lima termarjinalkan akhir-akhir ini.

"Pedagang kaki lima akan menjadi perhatian khusus jika saya terpilih nanti karena mereka sektor ril sejati. Ekonomi itu kan ibarat mesin, ada komponen kecil yang berputar untuk menggerakan komponen besar. Ekonomi Pariaman tentu komponen ekonomi terpentingnya adalah pedagang kaki lima, kita berdayakan, kita modali, kita bangun SDM-nya," imbuhnya.

Dari sektor pariwisata dan pendidikan, sambung Dewi, tentu saja menjadi fokus pembangunannya. Pariwisata Pariaman yang ia nilai saat ini berkembang perlu pengelolaan lebih maksimal dan profesional.

"Itu sudah baik meski masih ada yang perlu pembenahan. Tujuan pembangunan tentu saja untuk kesejahteraan bagi masyarakat yang adil dan merata," pungkasnya.

OLP

Resmikan Masjid Raya Rambai, Genius Langsung Jadi Imam Perdana


Rambai -- Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, resmikan Masjid Raya Rambai, Minggu (21/5/2017). Masjid yang berdiri di atas tanah wakaf keluarga Tarmizi Taher mantan Menteri Agama itu, berlokasi di Desa Rambai, Pariaman Selatan.

Seremoni peresmian masjid berlangsung meriah. Puluhan tokoh masyarakat setempat, dubalang, anggota DPRD Ali Bakri, unsur Muspika, Buya Fuadi Jalil, Kepala Desa Rambai terpilih Adi Nugroho, Camat Pariaman Selatan Adi Junaidi dan Ketua GOW Pariaman Lucy Genius, terlihat gembira atas peresmian masjid tersebut.

Genius Umar beharap dengan berdirinya masjid megah itu akan meningkatkan ketaqwaan masyarakat, khususnya di Pariaman Selatan. Masjid yang resperentatif menurutnya lebih menggiatkan kegiatan keagamaan di desa tersebut.

"Mari kita ramaikan masjid. Selepas Magrib, kita gunakan untuk kegiatan magrib mengaji yang telah kita canangkan. Gerakan magrib mengaji bertujuan mengkarakterkan generasi muda Pariaman yang Islami," ujarnya.

Genius mengatakan, masjid tersebut akan diusulkan pihaknya sebagai salah satu lokasi pelaksanaan MTQ Sumbar di mana Kota Pariaman sebagai tuan rumah tahun 2017.

"Masjid bukan hanya sebagai tempat menunaikan ibadah shalat, tetapi juga berperan sebagai pusat pendidikan dan penyebaran syiar Islam," sebutnya.

Acara peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita serta dilanjutkan dengan shalat zuhur berjamaah yang di imami langsung oleh Genius Umar.

Phaik

Jelang Ramadhan, Ratusan Pengunjung Bersihkan Makam Keluarga di TPU Pauh


Pauh Barat -- Jelang bulan suci Ramadhan 1438 Hijriyah/2017 Masehi, ratusan peziarah kunjungan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Limau Kapeh di Desa Pauh Barat, Pariaman Tengah.

Peziarah selain dari kalangan masyarakat wilayah Pariaman sekitarnya, ada pula yang sengaja datang dari perantauan.

"Umumnya saudara kita yang ziarah membersihkan makam dan berdoa di makam sanak famil dan kerabat mereka," ujar Ketua TPU Limau Kapeh, Syafinal Akbar di Pauh Barat, Minggu (21/5/2017).




Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman itu menambahkan, selain peziarah, pemuda Pauh Barat juga aktif bergotong royong membersihkan area TPU dari semak belukar.

"Agar makam terlihat bersih dan indah. Dengan bersihnya area makam dari semak belukar, memudahkan peziarah untuk membersihkan makam keluarga mereka," sambung Syafinal yang juga ikut bergoro itu.

Ramainya makam oleh peziarah, juga mendatangkan rezeki bagi warga sekitar. Alpin (27), pemuda Pauh Barat kerap membantu peziarah membersihkan makam keluarga mereka. Alpin bersama pemuda lainnya tidak mematok imbalan jasa mereka.

"Alhamdulillah jika dikasih, tidak pun tak apa-apa. Sekalian kita beramal," kata Alpin.

Selain berkah rejeki bagi yang membantu peziarah membersihkan makam, pemuda setempat juga mengatur kendaraan pengunjung di area parkir depan TPU tersebut. Mereka tidak mematok nominal jasa parkir, tapi menerima secara sukarela bila ada yang memberikan.

OLP

[Pesona Gandoriah 2017] Ombak Besar, Lomba Maelo Pukek Ditunda

Lomba baju kuruang basiba dalam Pesona Gandoriah 2017
Gandoriah -- Memasuki hari kedua Festival Pesona Gandoriah 2017, panitia berencana menunda perlombaan lomba maelo pukek. Peserta lomba tersebut terlihat sudah hadir sejak pagi di Pantai Gandoriah.

Penundaan tersebut, menurut Kepala Seksi Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman, Nesa Prima Dewi, di Pantai Gandoriah, Minggu (21/5/2017), disebabkan oleh cuaca buruk dan ombak besar yang melanda pesisir pantai Pariaman sejak subuh.

"Sehingga tidak memungkinkan bagi peserta dan panitia melaksanakan perlombaan, karena sangat berbahaya," ujar Nesa.

Pihaknya bersama panitia lomba maelo pukek, sebut Nesa akan menggelar rapat untuk menentukan hari pelaksanaan lomba itu di hari selanjutnya yang masih tersisa dua hari lagi. Dalam rapat tersebut, peserta yang sudah terlanjur datang juga akan dilibatkan dalam rapat.

"Hari penundaan lomba akan disepakati secara bersama-bersama antara panitia dengan peserta," imbuh Nesa.

Hari kedua Pesona Gandoriah juga akan melombakan festival band tingkat Sumatera Barat yang diikuti oleh 25 peserta. Meski lomba tingkat Sumbar, ada juga beberapa grup band yang sengaja datang dari provinsi tetangga, Riau dan Jambi.

"Festival band terlaksana atas kerjasama dengan Rumah Produksi Pantai Cermin Pariaman," sambungnya.

Terkait hilangnya beberapa kategori lomba pada festival kali ini, jelas Nesa, disebabkan panitia menginginkan variasi dalam lomba agar tidak monoton dari tahun ke tahun. Lomba baruak mamanjek karambiah, selaju sampan dan layang-layang, ditiadakan dalam Pesona Gandoriah 2017.

"Dalam Festival Gandoriah berpatokan pada lima segi perlombaan, yakni agama, seni, budaya, kuliner dan busana. Semua lomba festival sudah penuhi lima segi tersebut," pungkasnya.

Beberapa perlombaan yang dihelat di hari pertama seperti lomba masak gulai kapalo lauak, lomba baju kuruang basiba, telah selesai diselenggarakan. Pemberian hadiah bagi pemenang diserahkan serentak saat acara penutupan, Selasa 23 Mei 2017 bertempat di Pentas Gandoriah.

OLP

Maju Pilkada, Mardison Siapkan PAW dan Ketua DPRD Pengganti dari Golkar

Written By oyong liza on Saturday, 20 May 2017 | 20:48


Ketua DPD Golkar Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin telah resmi mendaftar sebagai bakal calon Walikota Pariaman melalui Partai Nasdem Kota Pariaman, Sabtu (20/5/2017) siang. Ia mendaftar di hari terakhir di partai yang memiliki tiga kursi di DPRD Kota Pariaman itu.

Selain didampingi kader DPD Partai Golkar Kota Pariaman, Mardison juga didampingi keluarga dan organisasi sayap partai berlambang pohon beringin itu.

Ia mengaku, pendaftaran melalui partai Nasdem pada "last time" tahapan pendaftaran, dikarenakan pihaknya harus melakukan kajian dan berkoordinasi dengan DPP, DPW, keluarga dan masyarakat sebelum memutuskan maju sebagai balon kepala daerah.

"Kita maju sebagai calon kepala daerah, tentu tahapan awalnya adalah menerima dukungan dari masyarakat dan harus dilakukan kajian terlebih dahulu. Alhamdulillah, setelah menempuh itu semua, akhirnya dengan dukungan masyarakat, hari ini secara resmi mendaftar ke Partai Nasdem," jelasnya.

Terkait visi dan misi sebagai balon, Mardison mengaku tidak memiliki visi dan misi yang sederhana. Kebijakan pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis pariwisata akan ia terapkan jika terpilih. Segala kebijakan pemerintah sekarang yang dirasakan baik oleh masyarakat, akan terus dilaksanakan.

Menjadi kepala daerah di Kota Pariaman, imbuhnya, bukanlah sebatas menjadi walikota ataupun wakil walikota. Menurutnya, menjadi keduanya sama saja memberikan kewenangan untuk berbuat lebih banyak untuk masyarakat.

"Menjadi kepada daerah itu, tidak sebatas menjadi walikota atau wakil walikota saja, penempatan saya menjadi calon walikota ataupun calon wakil walikota tergantung keinginan masyarakat, karena kedua-duanya sama untuk berbuat kepada masyarkat," ungkapnya.

Partai Golkar sendiri, sebut Mardison juga akan membuka pendaftaran bakal calon walikota dan wakil walikota Pariaman periode 2018-2023. Pendaftaran baru akan dibuka setelah Golkar Pariaman rampungkan pemilihan ketua DPD Golkar yang baru.

"Musda Golkar Pariaman direncanakan digelar dalam bulan puasa. Setelah periode kepengurusan baru terpilih, kita buka pendaftaran calon," ujar Mardison.

Mardison menyebut akan ada pergantian antar waktu di DPRD Kota Pariaman saat ia telah ditetapkan oleh KPU Pariaman sebagai calon kepala daerah.

"Keputusan maju sebagai calon kepala daerah harus ada yang dikorbankan. Jabatan sebagai ketua DPRD dan anggota DPRD sesuai amanat undang-undang harus ditinggalkan," ucapnya.

Karena ada kekosongan di DPRD tersebut, pihaknya telah menyiapkan kader pengganti antar waktu yakni Life Iswar, hingga nama Ketua DPRD Kota Pariaman yang baru.

"Ali Bakri Insya Allah akan menjabat ketua DPRD," ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Nasdem Kota Pariaman, Dewi Fitri Deswati mengatakan partai Nasdem Kota Pariaman telah menjalin koalisi dengan PDI Perjuangan, Partai Hanura Kota Pariaman. Koalisi yang terbangun pada tiga partai tersebut, kata dia memiliki kesamaan komitmen menjalankan politik tanpa mahar dalam pengusungan balon pada Pilkada Kota Pariaman.
   
Meskipun telah membentuk koalisi dan telah memenuhi kuota perolehan kursi di DPRD sebagai syarat pengusungan satu pasangan calon walikota, namun kata Dewi, koalisi yang ia bangun masih membuka koalisi dengan parpol lainnya yang memiliki komitmen politik tanpa mahar.

"Koalisi Nasdem Nurani Perjuangan telah memiliki 6 kursi di DPRD Kota Pariaman telah memenuhi persyaratan pengusungan bakal calon, namun jika Partai Golkar dengan 3 kursi di DPRD ikut bergabung dalam koalisi tersebut akan merubah persentase menjadi 45 persen. Dengan 9 orang anggota DPRD Kota Pariaman yang akan bergerak merupakan potensi besar dalam pemenangan," rincinya.

Menghadapi Pilkada terutama pungut hitung, kata Dewi, DPD Partai Nasdem telah menyiapkan mesin partai untuk memenangkan pasangan calon. Sebanyak 618 saksi pada Pilkada 2018 mendatang akan dikerahkan Nasdem untuk pemenangan dan pengamanan perolehan suara paslon yang diusung.

"Belum lagi kontribusi dari koalisi," pungkasnya.

Nanda/OLP

Ini Pesan Mukhlis Rahman bagi Alumni MIPA UNAND Yang Baru Diwisuda


Ketua Ikatan Alumni MIPA UNAND, Mukhlis Rahman, terima sebanyak 93 alumni baru MIPA di Gedung MIPA Universitas Andalas di Padang, Sabtu (20/5/2017). Dari jumlah tersebut, 37 orang di antaranya sarjana biologi, 26 sarjana kimia, 6 sarjana fisika, 11 sarjana matematika dan 2 orang magister serta 9 orang doktor.

Walikota Pariaman itu mengatakan agar para alumni jangan berpuas diri dengan apa yang telah mereka capai dalam gelar akademis. Ia meminta agar terus menimba ilmu dengan terus belajar dan belajar hingga akhir hayat.

"Tuntutlah ilmu dari ayunan sampai ke liang lahat. Jadi jangan terus berpuas diri dengan gelar yang sudah disandang saat ini," ujarnya.

Kepada seluruh wisudawan, ia mengimbau agar jangan takut dalam mengejar karier atau pekerjaan dengan menjadi lulusan MIPA. Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam yang dijuluki juga sebagai mother of science, atau ilmu dasar banyak sekali aplikasinya, sehingga lulusan MIPA cenderung untuk dapat beradaptasi dengan bidang lainnya.

"Jadi tidak salah kalau kita katakan lulusan MIPA memiliki prospek kerja yang relatif luas. Perkokoh karakter sikap dan kemauan, kreativitas, berinovasi serta kerja keras," sambungnya.

Mukhlis Rahman juga berpesan kepada alumni untuk terus meningkatkan rasa kebersamaan sesama alumni dan bergabung dengan Ikatan Alumni MIPA (IKAMIPA) UNAND.

"Dengan mulai bergabungnya saudara-saudara di IKAMIPA nantinya, diharapkan memberikan kontribusi nyata dan aktif, sehingga IKAMIPA UNAND dapat lebih besar dan mempunyai peran yang strategis dalam kemajuan kampus dan daerah kita," tutupnya.

Wisuda angkatan II MIPA UNAND tahun 2017 ini dipimpin langsung oleh Ketua Dekan MIPA UNAND, Prof. Dr. Mansyurdin, MS.

Juned

Maju Calon Kepala Daerah, Ratusan Pendukung Iringi Mardison Mendaftar ke Nasdem


Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin diiringi ratusan pendukungnya, resmi mendaftarkan diri ke Kantor DPD Partai Nasdem Kota Pariaman, di Jl Jenderal Sudirman, Simp. Sianik, Jawi-Jawi Pariaman Tengah, Sabtu (20/5/2017). Ia juga didampingi oleh Istri Indriati Mardison, sejumlah tokoh politik, tokoh pemuda dan kader AMPG Golkar Kota Pariaman.

Ia mendaftarkan/menyerahkan berkas sebagai bakal calon kepala daerah di partai yang telah membentuk koalisi Nasdem Nurani Perjuangan Rakyat itu.

"Saya datang dengan niat yang tulus untuk mendaftar, tentu saja sebagai calon kepala daerah," ujarnya. Mardison mengatakan pemilihan frasa "kepala daerah" yang ia kemukan karena walikota dan wakil walikota bermakna satu paket dalam kepala pemerintahan di daerah.

Ia mengapresiasi sistem penjaringan yang dibuat oleh Partai Nasdem yang ia nilai salah satu partai besar di Pariaman itu. Sistem meniadakan mahar di partai tersebut, kata dia wajib ditiru oleh partai lain jika ingin Pariaman dipimpin oleh pemimpin yang benar-benar diinginkan oleh masyarakat. Peniadaan mahar dalam partai merupakan langkah besar dalam pendidikan politik di masyarakat.

Ketua DPD Partai Golkar Pariaman itu menyebut bahwa hasil Kongres Nasional Partai Golkar di Batam, Kepulauan Riau, 18 Mei 2017 lalu, telah memutuskan bahwa DPD Golkar yang masuk Pilkada serentak Indonesia 2018 agar menjalin koalisi partai di daerah. Partai Golkar mengintrusikan kader di daerah untuk menjalin koalisi dan merangkul partai sebanyak-banyaknya untuk memenangkan Pilkada serentak 2018.

"Parpol di Pariaman harus bersatu mencari sosok pemimpin untuk kepala daerah ke depan. Pada kesempatan ini saya nyatakan siap maju di Pilkada Pariaman 2018. Alhamdulillah kita sudah mendapat rekomendasi partai tingkat DPP dan DPW Golkar," sambungnya.

Ia menyebut bahwa keputusannya untuk maju sebagai calon kepala daerah sudah mendapatkan restu dari keluarga, istri, para sahabat dan dari kader-kader Partai Golkar, baik di tingkat desa dan kecamatan, hingga tingkat DPW dan DPP.

"Untuk itu tentu saja saya siap berkorban dan akan mundur sebagai anggota DPRD Kota Pariaman saat mendaftar ke KPU nanti," sebutnya.

Dirinya mengapresiasi Partai Nasdem Pariaman yang telah membangun koalisi tiga partai untuk Pilkada. Ia menyebut, kondisi politik di Pariaman saat ini mulai memanas dengan berbagai isu jelang Pilkada. Namun ia meyakini Pilkada Pariaman tidak akan memecah belah sebagaimana Pilkada di sejumlah daerah yang masyarakatnya bisa dihasut.

"Suhu politik Pariaman hampir sama dengan DKI, tapi tidak sampai terkotak sebagaimana di DKI. Kita mengedepankan Pilkada badunsanak," imbuhnya.

Dari penelusuran wartawan, diyakini Partai Golkar tingkat pusat akan mengambil ancang-ancang "koalisi nasional" dalam Pilkada menghadapi Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019. "Koalisi nasional" itu mulai dibentuk dalam Pilkada Serentak Indonesia 2018. Golkar diyakini akan membentuk koalisi atas-bawah (button-up).

Partai Golkar sebagai partai sarat pengalaman, dari saat ini telah memantau sejumlah perubahan peta politik di Indonesia pasca Pilkada DKI hingga ke daerah-daerah. Mereka diperkirakan akan memulai kemenangan dari sejumlah Pilkada untuk kemenangan selanjutnya di Pileg dan Pilpres 2019.

"Di Sumatera Barat ada empat daerah masuk Pilkada serentak 2018. DPP Partai Golkar sudah merumuskan strategi untuk mencapai kemenangan," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Nasdem Kota Pariaman, Dewi Fitri Deswati, mengatakan sudah lima balon walikota/wakil walikota mendaftar di Nasdem sejak 20 April hingga 1 Mei 2017 lalu. Pendaftarann yang sedianya berakhir 1 Mei itu, atas usul DPW Nasdem Sumbar, diperpanjang hingga 21 Mei.

"Hari ini adalah pendaftaran terakhir di Nasdem. Besok kami tidak menerima lagi pendaftaran dari para calon," ungkap Dewi.

Lima balon yang sudah menyerahkan berkas pencalonan walikota, kata Dewi, adalah Genius Umar, Dewi Fitri Deswati, Azwin Amir dan Mardison Mahyuddin. Hingga saat ini hanya Bahrul Anif yang khusus mendaftarkan diri sebagai balon wakil walikota.

OLP

[Pesona Gandoriah 2017] Genius: Pariwisata Pilar Utama Penggerak Ekonomi Masyarakat

Pemukulan bedug tanda dimulainya Festival Pesona Gandoriah 2017
Pemerintah Kota Pariaman kembali menggelar Festival Pesona Gandoriah tahun 2017. Festival yang ketiga kali dihelat itu, dilaksanakan dari tanggal 20 hingga 23 Mei 2017 di Pantai Gandoriah Pariaman.

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, saat pembukaan acara yang sudah digelar sejak tahun 2015 itu, Sabtu (20/5/2017), mengatakan, dalam kurun tiga tahun terakhir, pariwisata Pariaman sudah mengalami kemajuan yang begitu pesat. Perubahan tersebut bisa dirasakan semua pihak, baik warga Pariaman maupun bagi para wisatawan itu sendiri. Saat ini kawasan wisata Pariaman telah memiliki polisi pariwisata dan Satpol PP khusus.


Tari Minang oleh Mahasiswi asal Jepang


"Jika sebelumnya Pariaman hanya dikunjungi 100 ribu wisatawan tiap tahunnya, sekarang sudah mencapai 1 juta kunjungan lebih," ujar Genius.

Geliat tersebut, sambung Genius, tidak terlepas dari suksesnya capaian program pembangunan yang menjadi fokus pembangunan oleh pihaknya. Pariaman yang memiliki jalur pantai sepanjang 12 kilometer, 4 kilometer di antaranya sudah dibangun berbagai destinasi wisata, dari Pantai Gandoriah hingga Pantai Kata Pariaman. Objek tersebut meliputi Pantai Gandoriah, Tugu Perjuangan TNI AL, Destinasi Pulau Angsoduo, Taman Anas Malik, Pantai Cermin dan Pantai Kata.

Mahasiswi asal Kirgiztan nyanyikan lagu hibur penonton


"Program bekelanjutan adalah menjadikan dan membangun sepanjang pantai Pariaman menjadi area wisata, sehingga Pariaman sebagai pusat wisata bahari di Provinsi Sumatera Barat dapat terwujud. Pariwisata adalah pilar utama penggerak ekonomi masyarakat Pariaman," sebutnya.

Ia menambahkan, rencana pembangunan Masjid Terapung Pariaman perlu mendapat dukungan semua pihak. Masjid yang ke depannya menjadi ikon wisata halal itu, akan menjadi tempat salat berjemaah lima waktu bagi wisatawan. Masjid Terapung Pariaman akan menjadi ikon pariwisata halal di sepanjang pantai barat pulau Sumatera.


Lomba masak gulai kepala ikan, peserta sedang menunggu penjurian


Di samping itu, masjid tersebut juga akan dijadikan pusat studi Islam, tempat manasik haji dengan membangun replika Kabah di area masjid itu.

Ia berharap, pihak Kementerian Pariwisata dan provinsi dapat merealisasikan wisata Sumatera Barat yang saling terintegrasi antar kota dan kabupaten. Tidak saling tumpang tindih. Agenda yang saling mendukung dalam penghelatan berbagai iven.

"Kita selalu koordinasi dengan pihak kementerian pariwisata. Bahkan, kementerian mengusulkan agar kita mengadakan festival musik jazz di Pulau Angsoduo," ungkap Genius.

Kemajuan pariwisata tambah Genius, juga mesti menjadi fokus semua pihak. Jalinan kerjasama perlu dibangun pihaknya dengan berbagai pemangku kepentingan lainnya, seperti dalam hal transportasi yang telah dijalin dengan pihak perkereta-apian.

"Saat ini 700 penumpang kereta api sekali angkut ke Pariaman. Empat kali angkut berarti sekitar 2800 orang perhari. Belum lagi bus pariwisata, mobil pribadi dan kendaraan lainnya. Semakin ramainya Pariaman oleh kunjugan wisata, ekonomi masyarakat akan terus tumbuh," yakinnya.

Festival Pesona Gandoriah tahun 2017 sendiri, menurut Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Pariaman, Efendi Jamal didampingi Kepala Seksi Pemasaran Nesa Prima Dewi, akan dimeriahkan dengan berbagai iven manarik. Pembukaan yang diisi atraksi seni oleh Sanggar Mustika Minang Duo dan tarian oleh 11 mahasiswa dari 11 negara itu, berhasil menghibur penonton di Pentas Seni Gandoriah.

Festival Pesona Gandoriah 2017, ungkapnya, akan mengadakan berbagai iven selama empat hari penyelenggaran yakni, lomba masak kepala ikan oleh 45 peserta, lomba baju kuruang basiba yang diikuti 79 peserta, Gandoriah Band Festival yang diikuti 25 group band dari Sumbar, Riau, Jambi. Kemudian lomba maelo pukek, lomba lagu pariwisata yang diikuti 65 peserta dan lomba barganzi.

"Pesona Gandoriah sekaligus dalam rangka mensukseskan program wisata Pesona Indonesia dan Pesona Wisata Minang nan Rancak," kata dia.

Sementara itu, Asisten Deputi, Kepala Biro, Sekretaris Deputi, Inspektur dan Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Kemenpar RI, Raseno Arya, mengatakan bahwa kemajuan pariwisata Pariaman perlu terus dikembangkan secara berkesinambungan.

Ia mengatakan, semasa waktu ia SMA, di zaman Bupati Anas Malik, ia melihat Anas Malik masa itu berjuang keras membersihkan sepanjang Pantai Pariaman yang dikenal WC terpanjang di dunia. Dalam kurun tiga tahun belakangan ia melihat pesatnya pembangunan di sejumlah area pantai.

"Sekarang Pantai Pariaman sangat menakjubkan, Bali saja kalah," ujar Raseno yang kakeknya asli putra Piaman itu.

Ia yakin pertumbuhan wisata Pariaman ke depan semakin maju asal warga Pariaman melanjutkan kepemimpinan Genius Umar.

"Semua ada di Pariaman. Saya yakin kunjungan wisata Pariaman bisa mencapai 2 hingga 3 juta per tahun. Jika pariwisata maju, ekonomi meningkat. Pariwisata cepat menyerap tenaga kerja," pungkasnya.

OLP

Gelar Pertandingan Antar Club, Pemko Pariaman Jaring Pesepakbola Porprov

Written By oyong liza on Thursday, 18 May 2017 | 20:52


Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar, membuka kejuaraan sepak bola antar club se-Kota Pariaman yang ditandai dengan tendangan pertamanya, Rabu (17/5/2017), di Lapangan Sepakbola Nagari Kurai Taji Desa Pauh Kurai Taji, Pariaman Selatan. Pertandingan diikuti oleh 12 tim sepakbola yang ada di Kota Pariaman. Kejuaraan dimulai dari tanggal 17 Mei hingga 1 Juli 2017.

Genius Umar mengatakan bahwa ajang tersebut menjadikan langkah awal dalam memajukan sepakbola Pariaman termasuk secara tidak langsung menghindari para generasi muda dari kegiatan yang tidak bermanfaat.

“Dengan olahraga akan menyiapkan pemuda-pemuda yang sehat, kuat dan berdaya guna, ini akan memacu generasi muda lebih menyibukan diri dengan kegiatan-kegiatan yang positif,” sebutnya.

Dari pemuda yang maju, sehat dan berkreatifitas, kata dia, akan menghasilkan bangsa yang hebat. Pertandingan tersebut juga dikatakan menjadi ajang seleksi mencari bibit pesepak bola tangguh yang nantinya kan mengharumkan nama Pariaman.

“Jadikan pertandingan ini sebagai ajang seleksi, semua tim harus bermain serius dan sportif. Jadikan juga pertandingan ini untuk menjalin hubungan silaturahim antar sesama tim," kata dia.

Kepala Dinas Pedidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman Kanderi mengatakan bahwa kejuaraan sepak bola itu diselenggarakan dalam rangka HUT Kota Pariaman ke-15.

"Juga sebagai langkah awal pemantauan bibit atlet sepakbola untuk Porprov Sumatera Barat ke-15 tahun 2018," ujarnya.

Tim yang ikut dalam kejuaraan dibagi dalam empat grup. Pada Grup A, PS Marunggi, Pariaman United, PSKB. Di Grup B, Suratin, PSC Cimparuah, Santos FC, sedangkan Grup C, PS Mangguang, Persikatim, AMS Pauh.

"Grup D, Buana FC Nareh, PS Basoka dan Pemko Pariaman,” ungkap Kanderi.

TIM

Dipantau Kesbangpol: Belum Ada Kegiatan HTI Pariaman Resahkan Masyarakat


Pimpinan ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kota Pariaman, Junaidi Rahman, mengatakan bahwa HTI bukanlah ormas ilegal seperti informasi yang seliweran. Ia
menegaskan bahwa HTI resmi dan telah terdaftar di Kemenkum HAM RI.

"HTI terdaftar di Kemenkum HAM RI dan jelas legalitasnya hingga pengurus di tingkat kabupaten dan kota pun juga terdaftar di Kemenkum HAM. Namun di Kota
Pariaman, memang belum kita melaporkan tentang organisasi kita ini," jelasnya di Pariaman, Kamis (18/5/2017).
   
Terkait pembubaran HTI oleh Kemenpolhukam, Junaidi menegaskan bahwa pembubaran HTI yang disampaikan oleh Menkopolkuham belum bersifat final hingga
adanya putusan inkrah.

Tudingan ormas radikalisme terhadap HTI, menurut dia tidaklah masuk akal, khususnya kegiatan ormas itu di Pariaman. Ia mengaku HTI di Pariaman adalah ormas yang cinta NKRI, menentang kelompok separatisme dan peduli pendidikan.


"Bukanlah radikal seperti tudingan dalam kita berkegiatan di Pariaman. Pembubaran HTI harus melalui putusan pengadilan dan HTI pun akan melakukan upaya hukum banding terhadap keputusan jika memang putusan membubarkan HTI," singkatnya.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kota Pariaman, Yusrizal membenarkan bahwa HTI telah memiliki badan hukum dan terdaftar Kemenkum HAM. Namun, secara kepengurusan HTI di Kota Pariaman belum pernah melaporkan keberadaan dan
aktifitasnya kepada Kantor Kesbangpol Kota Pariaman.

Menurut Yusrizal, ia telah menerima edaran dari Kemendagri untuk melakukan pengawasan, pendekatan secara persuasif kepada ormas HTI usai pernyataan pembubaran HTI oleh pemerintah.

Sebagai lembaga yang memiliki fungsi pengawasan dan pembinaan terhadap ormas di Kota Pariaman, kata dia Kantor Kesbangpol Kota Pariaman hingga saat ini belum
menerima laporan terkait aktifitas dan praktik HTI Pariaman yang bertentangan dengan hukum.

"Kita terus melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap ormas, salah satunya terhadap HTI. Hingga saat ini belum ada laporan dari masyarakat tentang pelanggaran dan
aktivitas yang meresahkan dari ormas HTI ataupun pengurusnya," pungkasnya.

Nanda

Genius, Semua Ormas di Pariaman Mitra Pemerintah Dalam Pembangunan


Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar menyatakan bahwa organisasi kemasyarakatan (ormas) merupakan mitra pemerintah dalam melaksanakan fungsi pembangunan daerah. Sejarah Indonesia memberikan gambaran bahwa ormas berkontribusi bagi Indonesia. 
   
"Kontribusi ormas untuk bangsa Indonesia bukan hanya paska reformasi saja. Bahkan sejak zaman pergerakan kemerdekaan sebelum kemerdekaan, organisasi pergerakan memberikan peranan nyata seperti mendorong terjadinya sumpah pemuda, mempertahankan kemerdekaan, hingga paska reformasi," ujar Genius Umar saat membuka sosialisasi penguatan kapasitas ormas se-Kota Pariaman, Kamis (18/5/2017) siang.

Dikatakannya, peranan ormas era pergerakan kemerdekaan ikut menetapkan tujuan negara. Hal tersebut semakin memperkuat urgensi gerakan ormas di Indonesia. Selain itu, sinergitas antara ormas dengan pemerintah Kota Pariaman akan mempercepat pembangunan di Kota Pariaman.

Belakangan, ulas Genius, perbedaan visi ormas kerap menimbulkan pertentangan antar ormas. Praktik hujat-menghujat antara ormas pun tidak dapat dihindari.

“Perbedaan visi dan pemahaman eksklusifisme sebuah ormas memicu pertentangan sesama ormas. Belakangan ini juga ada ormas yang dianggap radikal, solusinya terhadap persoalan ini adalah pengembalian dasar Pancasila menjadi dasar gerakan ormas,” ulasnya.

Diteruskan Genius, ormas yang memiliki peranan besar, diharapkan terus tumbuh dan berkembang menjadi mitra Pemerintah Kota Pariaman. Dukungan ormas terhadap pemerintah Kota Pariaman, dapat dilakukan dengan dukungan atas program pembangunan di Kota Pariaman.

“Banyak hal yang dapat diperkuat oleh ormas. Dukungan terhadap program pemerintah seperti magrib mengaji, gerakan perang terhadap narkoba, good government dan peningkatakan sektor pariwisata. Kerjasama ini tentu akan mempercepat pewujudkan perkembanganPariaman yang terus kita upayakan,” pungkasnya.

Kapolres Pariaman, AKPB Bagus Suropratomo Oktobrianto, melalui Kasat Intelkam Polres Pariaman, AKP Sumardi, mengatakan bahwa kepolisian memiliki kewenangan dalam melakukan pengawasan terhadap ormas.

Melalui mendataan dan monitoring, diharapkan ormas di Indonesia dapat berperan sesuai dengan fungsi dan aturan perundang-undangan.

Sumardi merinci, terdapat 44 ormas yang terdaftar di Kesbangpol Kota Pariaman. Dalam melakukan pengawasan kepada ormas,  kepolisian melakukan langkah dengan rangkaian kegiatan pendataan, deteksi dini, pemetaan kerawanan dan melakukan penggalangan terhadap ormas yang dianggap melanggar ketentuan.

“Sesuai dengan Undang-Undang Ormas, kita (Polri) memiliki fungsi pengawasan terhadap ormas. Selama aktivitasnya sesuai dengan aturan yang ada, kita akan fasilitasi, namun jika melanggar aturan tentu ada sanksi teradap hal tersebut,” ujarnya mengakhiri.

Kepala Kantor Kesbangpol Kota Pariaman, Yusrizal menegaskan dari pengawasan dan pembinaan ormas di Kota Pariaman, belum ditemukan ataupun menerima informasi dari masyarakat tentang pelanggaran yang dilakukan oleh ormas legal.

Nanda

Nasdem Hanura dan PDIP Bentuk Koalisi Pilkada Pariaman Tanpa Mahar

(Dari kiri ke kanan) Ketua PDIP Yusrizal SE, MM, Ketua DPD Nasdem Ir. Dewi Fitri Deswati dan Wakil Sekretaris DPW Nasdem Sumbar Ligurnawati, SE, M.Si
Tiga partai politik (parpol) yakni Nasdem, Hanura dan PDIP --yang memiliki enam (6) kursi di DPRD Kota Pariaman-- sepakat koalisi untuk mengusung pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota Pariaman periode 2018-2023 di Pilkada Pariaman 2018 mendatang.

Koalisi yang dinamai "Nasdem Nurani Perjuangan Rakyat" itu, dideklarasikan oleh ketua partai masing-masing di Cafe Espresso, Pantai Gandoriah Pariaman, Kamis (18/5/2017).

Menurut Ketua DPD Partai Nasdem Kota Pariaman, Dewi Fitri Deswati didampingi Ketua DPC PDIP Pariaman, Yusrizal, pengusungan balon walikota didasarkan pada hasil survey yang akan dilaksanakan dari Juni hingga Agustus 2017 oleh lembaga survey independen yang dilibatkan oleh koalisi tersebut.

"Dari jajak pendapat awal, hasilnya ada empat nama balon walikota yang memiliki elektabilitas tertinggi yakni Genius Umar, Mardison Mahyuddin, Mahyuddin dan disusul Azwin Amir. Koalisi akan mengusung balon yang memiliki hasil survey elektabilitas tertinggi yang hasilnya akan keluar pada bulan Agustus mendatang," ungkap Dewi diamini Yusrizal.

Sedangkan untuk balon wakil walikota, menurut Dewi, koalisi telah menyiapkan tiga nama yakni Edison TRD, Dewi Fitri Deswati dan Yusrizal. Nama-nama tersebut merupakan ketua partai dalam koalisi tersebut.

"Tiga balon wakil yang akan diusung koalisi juga berdasarkan hasil survey. Keputusan koalisi akan menetapkan balon wakil walikota hasil survey tertinggi adalah mekanisme dalam koalisi yang telah kita sepakati," sambungnya.

Koalisi tersebut, imbuh Dewi, tidak akan memungut mahar sepeserpun dari masing-masing calon, baik balon walikota maupun wakil walikota, karena sudah merupakan instruksi dari DPP partai masing-masing.

Dewi menambahkan bahwa pembentukan koalisi parpol itu sudah sesuai dengan arahan pihak DPP partai masing-masing karena ketiga partai tersebut memiliki kesamaan ideologi.

"Usai deklarasi, kita bawa ke DPP masing-masing nama balon walikota dan wakil walikota. Keputusan penetapan paslon oleh DPP setelah hasil survey keluar," sebutnya.

Senada dengan Dewi, Yusrizal juga mengungkap, usai pengukuhan koalisi pihaknya akan langsung membentuk tim pemenangan, program koalisi dan menyiapkan saksi sebanyak 860 orang untuk mengawal proses pungut hitung di hari pencoblosan Pilkada Pariaman.

"Kita juga akan menjaring aspirasi masyarakat Pariaman melalui FGD (Focus Group Discusion) yang akan kita gelar di empat kecamatan. Masukan dari lapisan masyarakat merupakan landasan bagi program kerja paslon yang kita usung," ucap Yusrizal.

Pembentukan koalisi, imbuh Yusrizal sekaligus untuk meringankan keuangan calon atas instruksi dari DPP partai masing-masing. Ketiadaan mahar dalam pencalonan di partai koalisi juga merupakan pendidikan politik di Kota Pariaman bahwa siapapun bisa diusung menjadi walikota dan wakil walikota asal dikehendaki oleh masyarakat.

"Kita akan dipecat jika ketahuan memungut mahar dari bakal calon. Itu ditegaskan oleh partai di tingkat pusat dan wilayah," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, dalam Pemilihan Legislatif tahun 2014 Pariaman, Partai Nasdem berhasil meraih tiga kursi di DPRD Kota Pariaman, Partai Hanura dua kursi dan PDIP satu kursi. Gabungan tiga partai tersebut secara administrasi telah melebihi syarat administrasi untuk mengusung pasangan calon ke KPU.

OLP

Satpol PP Pariaman Akan Tindak Tegas Penjual Petasan dan Warkel di Bulan Suci

Ilustrasi dagang petasan
Pemerintah Kota Pariaman akan mengambil tindakan tegas selama bulan suci Ramadhan 1438 Hijriyah/2017 Masehi, terhadap pelanggaran ketertiban umum yang mengganggu kekusyukan umat muslim beribadah.

Menurut Kepala Dinas Satpol PP/Damkar Kota Pariaman, Handrizal Fitri di Pariaman Tengah, Kamis (18/5/2017), pihaknya awal satu Ramadhan akan melakukan razia gabungan dengan TNI/Polri hingga akhir Ramadahan untuk menindak sejumlah pelanggaran.

"Kita akan menindak tegas penjual petasan, penyakit masyarakat dan warung kelambu yang berdagang siang hari saat umat Muslim menjalankan ibadah puasa," kata dia.

Ia menambahkan, tindakan tegas itu dilakukan karena pihaknya telah lama melakukan sosialisasi.

"Tiap tahun kita lakulan sosialisasi namun masih ada juga yang membandel," sambungnya.

Ia meneruskan, beberapa hari belakangan pihaknya telah memantau aktivitas perdagangan petasan di sejumlah lokasi di Pariaman terutama Pasar Pariaman. Ia mengaku telah ada mengamankan petasan yang dijual bebas pedagang.

"Kemarin kita sudah lakukan razia dan berhasil mengamankan sejumlah petasan yang dijual bebas. Petasan sangat mengganggu kekhusyukan umat Muslim saat menjalankan ibadah dan ketertiban umum," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin, mengimbau seluruh lapisan masyarakat saling menjaga ketertiban selama bulan suci Ramadhan.

Ia mengingatkan jangan ada oknum masyarakat yang memanfaatkan momentum Ramadhan dengan berjualan nasi selama bulan suci di siang hari.

Ia berkata, bagi yang tidak menjalankan puasa khususnya non Muslim, agar menghormati umat yang puasa dengan tidak makan minum di depan umum siang hari hingga berbuka.

"Mari sama-sama kita jaga suasana damai selama bulan suci Ramadhan. Bagi warkel yang nakal jualan selama bulan suci, jangan salahkan jika Satpol PP mengambil tindakan tegas," kata dia.

OLP

Topik Terhangat

postingan terdahulu