Lensa Piaman: Labuhan Pulau Kasiak

Secara alami sebuah jalur disela-sela karang yang mengelilingi bibir pantai Pulau Kasiak untuk dilewati perahu kecil terbentuk. "Labuhan" adalah istilah yang diberikan oleh nelayan lokal yang acap menepikan biduknya di halaman pulau yang terdapat penangkaran penyu alami milik Pemko Pariaman tersebut. Foto diambil dari atas menara mercusuar setinggi 40 meter. Pulau Kasiak memiliki luas 0,5 Hektare, ditumbuhi kelapa, pohon sukun, pepaya, dll.

Lensa Piaman: Tidur Pulas

Saat narasumber memberikan makalah di podium, beberapa hadirin terlihat menahan kantuk dan akhirnya tertidur pulas di aula utama Balaikota Pariaman dalam acara sarasehan tentang "Sejarah Pariaman dan kepahlawanan H. Bgd. Dahlan Abdullah" Senin, (25/8).

Lensa Piaman: "Lomba Melepas Anak Penyu"

Rombongan Ibu Bhayangkari Polda Sumbar terlihat memberikan semangat pada tukik (bayi penyu) yang hendak mereka lepas ke laut di pantai Konservasi Penyu, Desa Ampalu, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Jumat, 22/8/2014.

Lensa Piaman: Potensi Wisata di Pulau Kasiak

Panorama di atas menara mercusuar pulau Kasiak (Kaslik) Pariaman terumbu karang terlihat jelas di kejernihan air laut. Kawasan pulau Kasiak adalah kawasan konservasi penyu secara nature milik pemko Pariaman dibawah dinas DKP dan dikelola secara penuh oleh UPTD Konservasi Penyu. Pulau Kasiak banyak di kunjungi nelayan lokal untuk memancing ikan karang, gurita dan berbagai biota laut lainnya. Akibat perburuan swallow laut beberapa tahun lalu membuat kondisi karang rusak parah. Pemko beberapa waktu lalu bersama mahasiswa pencinta terumbu karang melakukan penanaman terumbu karang di halaman pulau ini.

Headline News :
Custom Search

Berita Terpopuler

Redaksi

Pedoman Media Siber

Powered by Blogger.
Showing posts with label #dprdkotapariaman. Show all posts
Showing posts with label #dprdkotapariaman. Show all posts

Akan Masuki Tahapan Pilkada Pariaman, KPU Gelar Audiensi dengan DPRD

Written By oyong liza on Monday, 22 May 2017 | 15:53


Mangguang -- Pimpinan bersama segenap anggota DPRD​ Kota Pariaman menerima audiensi KPU Kota Pariaman, Senin (22/5/2017) di ruang kerja Ketua DPRD Kota Pariaman. Rombongan dari KPU dipimpin oleh Ketua Boedi Satria bersama seluruh anggota dan beberapa staf dari sekretariat KPU. Audiensi terkait dengan pimilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di Kota Pariaman.

Ketua DPRD Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin, mengatakan pihaknya sangat mendukung dan mendorong KPU dalam mensukseskan pesta demokrasi Pilkada serentak tahun 2018 di Kota Pariaman. Bentuk dukungan itu pihaknya melalui badan anggaran bersama pemerintah, sudah menyetujui anggaran yang diajukan oleh KPU.

"Kita ingin pemilihan kepala daerah di Kota Pariaman ini berjalan dengan lancar dan sukses. Makanya kita sepakat menyetujui seluruh anggaran yang diusulkan oleh KPU sesuai kebutuhannya sebesar Rp14,3 miliar," ujar Mardison.

Selain itu pihaknya juga mengapresiasi langkah KPU melakukan audiensi ke legislatif. Menurut politisi Golkar itu dengan adanya audiensi ini, dewan mengetahui apa saja tahapan yang dilakukan KPU dan dewan juga akan bisa menjelaskan ketika ada masyarakat yang bertanya.

Sementara itu Ketua KPU Kota Pariaman Boedi Satria, menyampaikan pihaknya masih menunggu draf rancangan undang-undang​ pemilu yang sedang dibahas dan disahkan oleh DPR --baru tahapan dimulai. Namun walaupun demikian dia bersama devisi, sudah mempersiapkan segala sesuatunya terkait dengan tahapan Pilkada yang akan dilalui. Agar ketika peraturan perundang-undangan itu disahkan, KPU bisa langsung bekerja.

"Pilkada serentak akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2018 dan Pileg (pemilihan legislatif) dilaksanakan serentak dengan pilpres (pemilihan presiden) pada tanggal 14 Juni 2019. Tahapan ini baru draf rancangan undang-undang yang sedang dibahas oleh pansus DPR, belum disahkan," ujar Boedi.

Sesuai draf itu Pilkada serentak se-Indonesia akan dilaunching pada tanggal 14 Juni 2017. Kalau undang-undang nya sudah disahkan dan diparipurnakan, imbuh Boedi, KPU Kota Pariaman sudah bisa langsung bekerja melakukan tahapan Pilkada.

Disebutkan, sesuai ketentuan bahwa untuk calon walikota dan wakil walikota Pariaman yang maju melalui jalur Partai Politik, membutuhkan 4 kursi di legislatif dan untuk calon perseorangan membutuhkan dukungan sebanyak 5.905 KTP.

Doni

Jelang Ramadhan, Ratusan Pengunjung Bersihkan Makam Keluarga di TPU Pauh

Written By oyong liza on Sunday, 21 May 2017 | 13:58


Pauh Barat -- Jelang bulan suci Ramadhan 1438 Hijriyah/2017 Masehi, ratusan peziarah kunjungan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Limau Kapeh di Desa Pauh Barat, Pariaman Tengah.

Peziarah selain dari kalangan masyarakat wilayah Pariaman sekitarnya, ada pula yang sengaja datang dari perantauan.

"Umumnya saudara kita yang ziarah membersihkan makam dan berdoa di makam sanak famil dan kerabat mereka," ujar Ketua TPU Limau Kapeh, Syafinal Akbar di Pauh Barat, Minggu (21/5/2017).




Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman itu menambahkan, selain peziarah, pemuda Pauh Barat juga aktif bergotong royong membersihkan area TPU dari semak belukar.

"Agar makam terlihat bersih dan indah. Dengan bersihnya area makam dari semak belukar, memudahkan peziarah untuk membersihkan makam keluarga mereka," sambung Syafinal yang juga ikut bergoro itu.

Ramainya makam oleh peziarah, juga mendatangkan rezeki bagi warga sekitar. Alpin (27), pemuda Pauh Barat kerap membantu peziarah membersihkan makam keluarga mereka. Alpin bersama pemuda lainnya tidak mematok imbalan jasa mereka.

"Alhamdulillah jika dikasih, tidak pun tak apa-apa. Sekalian kita beramal," kata Alpin.

Selain berkah rejeki bagi yang membantu peziarah membersihkan makam, pemuda setempat juga mengatur kendaraan pengunjung di area parkir depan TPU tersebut. Mereka tidak mematok nominal jasa parkir, tapi menerima secara sukarela bila ada yang memberikan.

OLP

Maju Pilkada, Mardison Siapkan PAW dan Ketua DPRD Pengganti dari Golkar

Written By oyong liza on Saturday, 20 May 2017 | 20:48


Ketua DPD Golkar Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin telah resmi mendaftar sebagai bakal calon Walikota Pariaman melalui Partai Nasdem Kota Pariaman, Sabtu (20/5/2017) siang. Ia mendaftar di hari terakhir di partai yang memiliki tiga kursi di DPRD Kota Pariaman itu.

Selain didampingi kader DPD Partai Golkar Kota Pariaman, Mardison juga didampingi keluarga dan organisasi sayap partai berlambang pohon beringin itu.

Ia mengaku, pendaftaran melalui partai Nasdem pada "last time" tahapan pendaftaran, dikarenakan pihaknya harus melakukan kajian dan berkoordinasi dengan DPP, DPW, keluarga dan masyarakat sebelum memutuskan maju sebagai balon kepala daerah.

"Kita maju sebagai calon kepala daerah, tentu tahapan awalnya adalah menerima dukungan dari masyarakat dan harus dilakukan kajian terlebih dahulu. Alhamdulillah, setelah menempuh itu semua, akhirnya dengan dukungan masyarakat, hari ini secara resmi mendaftar ke Partai Nasdem," jelasnya.

Terkait visi dan misi sebagai balon, Mardison mengaku tidak memiliki visi dan misi yang sederhana. Kebijakan pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis pariwisata akan ia terapkan jika terpilih. Segala kebijakan pemerintah sekarang yang dirasakan baik oleh masyarakat, akan terus dilaksanakan.

Menjadi kepala daerah di Kota Pariaman, imbuhnya, bukanlah sebatas menjadi walikota ataupun wakil walikota. Menurutnya, menjadi keduanya sama saja memberikan kewenangan untuk berbuat lebih banyak untuk masyarakat.

"Menjadi kepada daerah itu, tidak sebatas menjadi walikota atau wakil walikota saja, penempatan saya menjadi calon walikota ataupun calon wakil walikota tergantung keinginan masyarakat, karena kedua-duanya sama untuk berbuat kepada masyarkat," ungkapnya.

Partai Golkar sendiri, sebut Mardison juga akan membuka pendaftaran bakal calon walikota dan wakil walikota Pariaman periode 2018-2023. Pendaftaran baru akan dibuka setelah Golkar Pariaman rampungkan pemilihan ketua DPD Golkar yang baru.

"Musda Golkar Pariaman direncanakan digelar dalam bulan puasa. Setelah periode kepengurusan baru terpilih, kita buka pendaftaran calon," ujar Mardison.

Mardison menyebut akan ada pergantian antar waktu di DPRD Kota Pariaman saat ia telah ditetapkan oleh KPU Pariaman sebagai calon kepala daerah.

"Keputusan maju sebagai calon kepala daerah harus ada yang dikorbankan. Jabatan sebagai ketua DPRD dan anggota DPRD sesuai amanat undang-undang harus ditinggalkan," ucapnya.

Karena ada kekosongan di DPRD tersebut, pihaknya telah menyiapkan kader pengganti antar waktu yakni Life Iswar, hingga nama Ketua DPRD Kota Pariaman yang baru.

"Ali Bakri Insya Allah akan menjabat ketua DPRD," ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Nasdem Kota Pariaman, Dewi Fitri Deswati mengatakan partai Nasdem Kota Pariaman telah menjalin koalisi dengan PDI Perjuangan, Partai Hanura Kota Pariaman. Koalisi yang terbangun pada tiga partai tersebut, kata dia memiliki kesamaan komitmen menjalankan politik tanpa mahar dalam pengusungan balon pada Pilkada Kota Pariaman.
   
Meskipun telah membentuk koalisi dan telah memenuhi kuota perolehan kursi di DPRD sebagai syarat pengusungan satu pasangan calon walikota, namun kata Dewi, koalisi yang ia bangun masih membuka koalisi dengan parpol lainnya yang memiliki komitmen politik tanpa mahar.

"Koalisi Nasdem Nurani Perjuangan telah memiliki 6 kursi di DPRD Kota Pariaman telah memenuhi persyaratan pengusungan bakal calon, namun jika Partai Golkar dengan 3 kursi di DPRD ikut bergabung dalam koalisi tersebut akan merubah persentase menjadi 45 persen. Dengan 9 orang anggota DPRD Kota Pariaman yang akan bergerak merupakan potensi besar dalam pemenangan," rincinya.

Menghadapi Pilkada terutama pungut hitung, kata Dewi, DPD Partai Nasdem telah menyiapkan mesin partai untuk memenangkan pasangan calon. Sebanyak 618 saksi pada Pilkada 2018 mendatang akan dikerahkan Nasdem untuk pemenangan dan pengamanan perolehan suara paslon yang diusung.

"Belum lagi kontribusi dari koalisi," pungkasnya.

Nanda/OLP

Maju Calon Kepala Daerah, Ratusan Pendukung Iringi Mardison Mendaftar ke Nasdem


Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin diiringi ratusan pendukungnya, resmi mendaftarkan diri ke Kantor DPD Partai Nasdem Kota Pariaman, di Jl Jenderal Sudirman, Simp. Sianik, Jawi-Jawi Pariaman Tengah, Sabtu (20/5/2017). Ia juga didampingi oleh Istri Indriati Mardison, sejumlah tokoh politik, tokoh pemuda dan kader AMPG Golkar Kota Pariaman.

Ia mendaftarkan/menyerahkan berkas sebagai bakal calon kepala daerah di partai yang telah membentuk koalisi Nasdem Nurani Perjuangan Rakyat itu.

"Saya datang dengan niat yang tulus untuk mendaftar, tentu saja sebagai calon kepala daerah," ujarnya. Mardison mengatakan pemilihan frasa "kepala daerah" yang ia kemukan karena walikota dan wakil walikota bermakna satu paket dalam kepala pemerintahan di daerah.

Ia mengapresiasi sistem penjaringan yang dibuat oleh Partai Nasdem yang ia nilai salah satu partai besar di Pariaman itu. Sistem meniadakan mahar di partai tersebut, kata dia wajib ditiru oleh partai lain jika ingin Pariaman dipimpin oleh pemimpin yang benar-benar diinginkan oleh masyarakat. Peniadaan mahar dalam partai merupakan langkah besar dalam pendidikan politik di masyarakat.

Ketua DPD Partai Golkar Pariaman itu menyebut bahwa hasil Kongres Nasional Partai Golkar di Batam, Kepulauan Riau, 18 Mei 2017 lalu, telah memutuskan bahwa DPD Golkar yang masuk Pilkada serentak Indonesia 2018 agar menjalin koalisi partai di daerah. Partai Golkar mengintrusikan kader di daerah untuk menjalin koalisi dan merangkul partai sebanyak-banyaknya untuk memenangkan Pilkada serentak 2018.

"Parpol di Pariaman harus bersatu mencari sosok pemimpin untuk kepala daerah ke depan. Pada kesempatan ini saya nyatakan siap maju di Pilkada Pariaman 2018. Alhamdulillah kita sudah mendapat rekomendasi partai tingkat DPP dan DPW Golkar," sambungnya.

Ia menyebut bahwa keputusannya untuk maju sebagai calon kepala daerah sudah mendapatkan restu dari keluarga, istri, para sahabat dan dari kader-kader Partai Golkar, baik di tingkat desa dan kecamatan, hingga tingkat DPW dan DPP.

"Untuk itu tentu saja saya siap berkorban dan akan mundur sebagai anggota DPRD Kota Pariaman saat mendaftar ke KPU nanti," sebutnya.

Dirinya mengapresiasi Partai Nasdem Pariaman yang telah membangun koalisi tiga partai untuk Pilkada. Ia menyebut, kondisi politik di Pariaman saat ini mulai memanas dengan berbagai isu jelang Pilkada. Namun ia meyakini Pilkada Pariaman tidak akan memecah belah sebagaimana Pilkada di sejumlah daerah yang masyarakatnya bisa dihasut.

"Suhu politik Pariaman hampir sama dengan DKI, tapi tidak sampai terkotak sebagaimana di DKI. Kita mengedepankan Pilkada badunsanak," imbuhnya.

Dari penelusuran wartawan, diyakini Partai Golkar tingkat pusat akan mengambil ancang-ancang "koalisi nasional" dalam Pilkada menghadapi Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019. "Koalisi nasional" itu mulai dibentuk dalam Pilkada Serentak Indonesia 2018. Golkar diyakini akan membentuk koalisi atas-bawah (button-up).

Partai Golkar sebagai partai sarat pengalaman, dari saat ini telah memantau sejumlah perubahan peta politik di Indonesia pasca Pilkada DKI hingga ke daerah-daerah. Mereka diperkirakan akan memulai kemenangan dari sejumlah Pilkada untuk kemenangan selanjutnya di Pileg dan Pilpres 2019.

"Di Sumatera Barat ada empat daerah masuk Pilkada serentak 2018. DPP Partai Golkar sudah merumuskan strategi untuk mencapai kemenangan," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Nasdem Kota Pariaman, Dewi Fitri Deswati, mengatakan sudah lima balon walikota/wakil walikota mendaftar di Nasdem sejak 20 April hingga 1 Mei 2017 lalu. Pendaftarann yang sedianya berakhir 1 Mei itu, atas usul DPW Nasdem Sumbar, diperpanjang hingga 21 Mei.

"Hari ini adalah pendaftaran terakhir di Nasdem. Besok kami tidak menerima lagi pendaftaran dari para calon," ungkap Dewi.

Lima balon yang sudah menyerahkan berkas pencalonan walikota, kata Dewi, adalah Genius Umar, Dewi Fitri Deswati, Azwin Amir dan Mardison Mahyuddin. Hingga saat ini hanya Bahrul Anif yang khusus mendaftarkan diri sebagai balon wakil walikota.

OLP

Satpol PP Pariaman Akan Tindak Tegas Penjual Petasan dan Warkel di Bulan Suci

Written By oyong liza on Thursday, 18 May 2017 | 08:17

Ilustrasi dagang petasan
Pemerintah Kota Pariaman akan mengambil tindakan tegas selama bulan suci Ramadhan 1438 Hijriyah/2017 Masehi, terhadap pelanggaran ketertiban umum yang mengganggu kekusyukan umat muslim beribadah.

Menurut Kepala Dinas Satpol PP/Damkar Kota Pariaman, Handrizal Fitri di Pariaman Tengah, Kamis (18/5/2017), pihaknya awal satu Ramadhan akan melakukan razia gabungan dengan TNI/Polri hingga akhir Ramadahan untuk menindak sejumlah pelanggaran.

"Kita akan menindak tegas penjual petasan, penyakit masyarakat dan warung kelambu yang berdagang siang hari saat umat Muslim menjalankan ibadah puasa," kata dia.

Ia menambahkan, tindakan tegas itu dilakukan karena pihaknya telah lama melakukan sosialisasi.

"Tiap tahun kita lakulan sosialisasi namun masih ada juga yang membandel," sambungnya.

Ia meneruskan, beberapa hari belakangan pihaknya telah memantau aktivitas perdagangan petasan di sejumlah lokasi di Pariaman terutama Pasar Pariaman. Ia mengaku telah ada mengamankan petasan yang dijual bebas pedagang.

"Kemarin kita sudah lakukan razia dan berhasil mengamankan sejumlah petasan yang dijual bebas. Petasan sangat mengganggu kekhusyukan umat Muslim saat menjalankan ibadah dan ketertiban umum," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin, mengimbau seluruh lapisan masyarakat saling menjaga ketertiban selama bulan suci Ramadhan.

Ia mengingatkan jangan ada oknum masyarakat yang memanfaatkan momentum Ramadhan dengan berjualan nasi selama bulan suci di siang hari.

Ia berkata, bagi yang tidak menjalankan puasa khususnya non Muslim, agar menghormati umat yang puasa dengan tidak makan minum di depan umum siang hari hingga berbuka.

"Mari sama-sama kita jaga suasana damai selama bulan suci Ramadhan. Bagi warkel yang nakal jualan selama bulan suci, jangan salahkan jika Satpol PP mengambil tindakan tegas," kata dia.

OLP

Mardison, Pendaftaran Balon Wako/Wawako di Golkar Tunggu Arahan DPP

Written By oyong liza on Tuesday, 16 May 2017 | 18:53


Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Pariaman akan membuka pendaftaran Bakal Calon Walikota Pariaman usai pelaksanaan rapat konsolidasi DPD Golkar se-Indonesia di Batam, Kepulauan Riau. Konsolidasi tersebut diikuti oleh pimpinan DPD Golkar yang mengikuti Pilkada serentak periode ke-3 pada Juni 2018 mendatang.

“Besok (17/5) diselenggarakan konsolidasi DPD Golkar yang akan mengikuti Pilkada serentak di Batam, setelah ada petunjuk, kita baru akan buka pendaftaran balon Walikota Pariaman melalui Partai Golkar,” ungkap Mardison di Pariaman, Selasa (16/5/2017).

Hingga saat ini, sebut Mardison, belum ada tanggal pasti kapan pembukaan pendaftaran balon Walikota Pariaman melalui partai berlambang pohon beringin itu. Menurutnya, meskipun beberapa partai besar telah lebih awal melakukan penjarigan dan membuka pendaftaran balon, proses penjaringan bukanlah suatu keterlambatan bagi partai Golkar. Sistem rekruitmen balon walikota/wakil walikota yang dilakukan Golkar, imbuhnya, sangat ketat dengan berbagai pertimbangan.

“Rekrutmen parpol terhadap pasangan bakal calonlon walikota/wakil walikota ini sangat penting. Jika parpol salah mengusung pasangan calon, tentu calon yang akan memimpin juga dapat menjalankan amanat sesuai dengan mestinya,” ucapnya.

Ia mengatakan pihaknya masih menunggu petunjuk dari pusat, yang jelas Golkar Kota Pariaman akan mengusung calon pada Pilwako Pariaman 2018 mendatang.

"Namun tentu harus sesuai dengan petunjuk pusat,” sebutnya lagi.

Dalam kesempatan itu juga, Mardison yang juga menjabat sebagai ketua DPRD Kota Pariaman itu menegaskan bahwa dirinya siap untuk maju sebagai calon Walikota Pariaman pada 2018 mendatang --sesuai dengan dukungan dan keinginan masyarakat kepada dirinya.

“Jika masyarakat mendukung dan menginginkan saya maju pada Pilwako, tentu saya siap menjalankan amanah dan dukungan itu. Sebagai wakil rakyat dan kader partai, sudah menjadi keharusan menerima amanah,” pungkasnya.

Nanda

Iqbal Pimpin Perolehan Suara Pilkades Pauh Barat

Written By oyong liza on Sunday, 14 May 2017 | 18:58

Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman tinjau pelaksanaan Pilkades Pauh Barat
Wanas Iqbal Tawaqal, unggul dalam perolehan suara di Pemilihan Kepala Desa Pauh Barat, Minggu (14/5/2017), dalam penghitungan yang dilaksanakan di kantor desa setempat.

Iqbal mengungguli perolehan suara Harianto, Mayurli dan Bendriwan dalam akumulasi total pemungutan suara di tiga TPS, yakni TPS Labuh Raya, TPS Pasir Utara dan TPS Pasir Selatan.

Dari 1.280 daftar pemilih tetap di desa tersebut, Iqbal unggul 7 suara atas saingan terdekatnya, Bendriwal. Pria 32 tahun itu, meski belum ditetapkan secara resmi oleh PPKD BPM-Des Kota Pariaman, telah mendapatkan ucapan selamat dari sejumlah pihak. Jika tidak ada aral melintang, Iqbal akan memimpin desa yang mengantongi anggaran desa sebesar Rp1,8 miliar per tahun itu hingga tahun 2023 mendatang.

Menurut Kepala Desa Pauh Barat periode 2010-2016 yang tidak mencalonkan diri kembali, Kardinal Feri (37), terpilihnya Iqbal menandakan pemimpin usia muda masih dipercaya masyarakat Pauh Barat.

"Meski belum ditetapkan oleh PPKD, dari perolehan kita bisa melihat generasi muda masih dipercaya warga Pauh Barat dalam memimpin. Generasi muda merupakan representasi dinamis, reaksional, bertindak cepat serta punya visi yang bagus untuk perkembangan Desa Pauh Barat," kata Kardinal.

Jika sudah ditetapkan sebagai Kepala Desa Pauh Barat, Kardinal berharap Iqbal dapat melanjutkan sejumlah program pembangunan yang telah ia gagas sebelelumnya, semasa menahkodai desa tersebut. Pembangunan perlu kesinambungan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa secara keseluruhan.

"Dengan dana yang besar itu kita berharap tidak hanya digunakan untuk pembangunan fisik, tapi juga sektor lainnya seperti ekonomi kreatif dan pengembangan floating market pariwisata Talao Pasir Pauh," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Syafinal Akbar, meninjau pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak sembilan desa di Kota Pariaman, salah satunya di Desa Pauh Barat, Pariaman Tengah. Pilkades untuk memilih kepala desa masa jabatan enam tahun, periode 2017 hingga 2023.

"Pilkades merupakan mementum bagi masyarakat desa untuk memilih pemimpin yang berkualitas, secara bebas dan demokratis," ujar Syafinal Akbar.

Ia mengatakan, dengan besarnya dana desa yang dikelola pemerintah desa, diharapkan dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat desa. Desa sebagai ujung tombak pemerintahan, harus mampu mengelola dana tersebut untuk membangun berbagai sarana, baik fisik maupun sumber daya masyarakat di desa masing-masing.

"Desa sebagai ujung tombak pemerintahan adalah penentu kesuksesan program Nawacita yang dicanangkan oleh Bapak Presiden Joko Widodo," sebutnya.

OLP

Syafinal Akbar Tinjau Pelaksanaan Pilkades di Desa Pauh Barat


Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Syafinal Akbar, tinjau pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak sembilan desa di Kota Pariaman, Minggu (14/5/2017), salah satunya di Desa Pauh Barat, Pariaman Tengah. Pilkades untuk memilih kepala desa masa jabatan enam tahun, periode 2017 hingga 2023.

"Pilkades merupakan mementum bagi masyarakat desa untuk memilih pemimpin yang berkualitas, secara bebas dan demokratis," ujar Syafinal Akbar didampingi Bendahara Pemuda Pancasila Kota Pariaman, Kardinal Feri.

Ia mengatakan, dengan besarnya dana desa yang dikelola pemerintah desa, diharapkan dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat desa. Desa sebagai ujung tombak pemerintahan, harus mampu mengelola dana tersebut untuk membangun berbagai sarana, baik fisik maupun sumber daya masyarakat di desa masing-masing.

"Desa sebagai ujung tombak pemerintahan adalah penentu kesuksesan program Nawacita yang dicanangkan oleh Bapak Presiden Joko Widodo," sebutnya.

Menurut Ketua PPKD BPM-Des Kota Pariaman, Mirda Wati, pemilihan kepala desa di Desa Pauh Barat berlangsung di tiga tempat pemungutas suara (TPS) dengan jumlah pemilih 1.280 yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap.

"TPS di Labuh Raya dengan 481 pemilih, TPS Dusun Pasir Selatan di SD 11 dengan 489 pemilih dan TPS Dusun Pauh Utara di TK Pasir Pauh dengan 310 pemilih," ungkap Mirda.

Pemilihan, kata dia mulai dibuka sejak pukul 08.00 hingga pukul 13.00 WIB. Usai makan siang dan salat pukul 14.00 WIB, dilanjutkan dengan penghitungan suara di masing-masing TPS. Selanjutnya pada pukul 16.00 WIB akan dilakukan penghitungan suara tingkat desa di Kantor Desa Pauh Barat.

Mirda menjelaskan, empat kandidat di Pilkades Pauh merupakan calon terbaik hasil penjaringan masyarakat melalui aspirasi desa. Keempat calon kepala desa tersebut adalah Harianto, Mayurli, Bendriwan dan Wanas Iqbal Tawaqal.

Desa Pauh Barat sendiri pada tahun 2017 mendapatkan dana desa sebesar Rp1,8 miliar. Dana besar tersebut merupakan tantangan bagi kepala desa terpilih untuk membangun desa yang terkenal dengan masakan gulai kepala ikannya tersebut.

Sembilan desa yang menggelar Pilkades serentak 2017 adalah satu desa di Pariaman Tengah yakni Pauh Barat, tiga desa di Pariaman Timur yakni, Desa Bato, Desa Koto Marapak dan Desa Kampuang Tangah. Untuk Pariaman Selatan ada empat desa yakni Desa Marabau, Desa Sikabu, Desa Sungai Kasai dan Desa Rambai. Di Kecamatan Pariaman Utara hanya satu desa yakni Desa Tungkal Selatan.

"Nama kepala desa terpilih nantinya akan ditetapkan di Dinas BPM-Des Kota Pariaman untuk seterusnya dilantik melalui Surat Keputusan Walikota Pariaman," pungkasnya.

OLP

Jelang Ramadhan, Mardison Pimpin Dewan Gelar Operasi Pasar

Written By oyong liza on Tuesday, 9 May 2017 | 11:33


Menyambut Ramadhan 1438 Hijriyah/2017, DPRD Kota Pariaman akan menggelar operasi pasar atau memantau harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional Kota Pariaman.

"Kita akan agendakan operasi pasar untuk memantau harga kebutuhan pokok dan memastikan ketersedian sembako dan kebutuhan lainnya selama bulan Ramadhan di Kota Pariaman. Seminggu jelang Ramadhan kita semua (DPRD) akan turun ke sejumlah pasar-pasar tradisional," ujar Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin melalui sambungan seluler, Selasa (9/5/2017).

Ia mengajak seluruh pihak, baik pemerintah daerah, swasta dan BUMD, agar menggelar pasar murah bagi masyarakat selama bulan Ramadhan untuk meringankan beban pengeluaran masyarakat miskin di tengah banyaknya kebutuhan selama bulan puasa dan lebaran nanti.

Bagi warga yang berdagang aneka pabukoan di Pasar Pabukoan Pariaman, Mardison mengimbau agar selalu menjaga kebersihan dan ketertiban. Jangan buka terlalu siang dan menjual nasi bungkus kepada orang yang tidak berpuasa.

"Pasar Pabukoan di Pariaman ada dua yakni Pasar Pariaman dan Kuraitaji. Selalu ramai. Jaga kebersihan, jangan biarkan dagangan terbuka," imbaunya.

Kepada masyarakat non Muslim atau bagi yang tidak berpuasa, Mardison berharap agar menghormati dengan tidak makan minum di tempat umum selama umat Muslim sedang menjalankan ibadah puasa.

"Begitu juga dengan warung-warung kelambu, jangan sampai ada yang buka kalau tidak ingin ditindak tegas oleh Satpol PP Kota Pariaman. Mari sama-sama kita menjaga ketertiban selama bulan suci," pungkasnya.

Terpisah, Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Pariaman, Yalviendri, mengatakan bahwa Walikota dan Wakil Walikota Pariaman dipastikan akan menggelar operasi pasar menjelang bulan suci Ramadhan 1438 Hijriyah.

"Pasti dan sudah agenda rutin tiap tahun. Kapan harinya sedang dalam penyesuaian agenda," ujar Yalviendri.

Penetapan tanggal 1 Ramadhan ke kalender Masehi sudah ditetapkan oleh Pimpinan Pusat Muhamadiyah, yakni bertepatan dengan hari Sabtu tanggal 27 Mei 2017. Keputusan tersebut kemungkinan besar akan diikuti oleh kaum Muhamadiyah di Kota Pariaman.

OLP

Mardison Sesalkan Minimnya Sosialisasi Pencabutan Subsidi Tarif Listrik Oleh PLN Pariaman


DPRD Kota Pariaman sayangkan minimnya sosialisasi dari PLN Rayon Pariaman atas kenaikan tarif listrik atau pencabutan subsidi listrik 900 Volt Ampere (VA) di wilayah Kota Pariaman.

"Banyak warga yang tidak tahu. Meskipun kenaikan listrik merupakan kebijakan pemerintah pusat, wajib disosialisasikan di daerah," ujar Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin melalui sambungan seluler, Selasa (9/5/2017).

Seharusnya, kata Mardison, PLN Rayon Pariaman melakukan koordinasi bersama pemerintah daerah untuk melaksanakan sosialisasi terhadap kebijakan pencabutan subsidi listrik oleh pemerintah pusat itu.

"Secara etika, pemerintah yang mempunyai hak otonomi dan wilayah, setidaknya diajak sosialisasi sehingga saat penagihan kenaikan listrik masyarakat tidak terkejut," sambungnya.

Di samping itu, imbuh Mardison, PLN hendaknya turun ke lapangan melihat kondisi masyarakat sebelum menentukan pencabutan subsidi. Kepada masyarakat yang benar-benar kurang mampu, harus ada pertimbangan khusus.


"Bagi masyarakat yang benar-benar miskin harus ada pengecualian, makanya harus dilihat langsung ke lapangan," sebutnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat menyikapi kenaikan tarif listrik atau pencabutan subsidi secara bijak dengan sejumlah langkah penghematan. Begitu juga dengan perkontaron milik pemerintahan daerah.

"Jangan hidupkan peralatan elektronik berlebihan, matikan semua lampu di siang hari," pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemerintah Pusat telah menaikan tarif listrik atau mencabut subsidi listrik pelanggan 900 VA. Keputusan tersebut ditindaklanjuti oleh PLN Rayon Pariaman dengan mencabut subsidi atau menaikan tarif listrik kepada sebanyak 20.185 pelanggan non subsidi tahap tiga mulai tanggal 1 Mei 2017 di wilayah Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman.

"Khusus pengguna prabayar mulai diberlakukan sejak 1 Mei, sedangkan pengguna pascabayar diterapkan pada Juni 2017," ujar Manager PLN Rayon Pariaman, Oktafiandi, di Pariaman, Senin (8/5/2017).

Pelanggan listrik subsidi 900 VA yang dicabut subsidinya, jelas dia, tergolong pelanggan rumah tangga mampu dari data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

"Setelah menerima data dari TNP2K, kami baru menetapkan kebijakan kenaikan tarif listrik atau pencabutan subsidi 900 VA," pungkasnya.

OLP

DPRD, PAD dari Objek Wisata Pariaman Belum Digarap Maksimal

Written By oyong liza on Wednesday, 3 May 2017 | 21:15

Ketua DPRD Mardison serahkan 23 rekomendasi dewan ke Walikota Mukhlis
DPRD Kota Pariaman berikan 23 rekomendasi terkait kinerja SOPD di Pemerintahan Kota Pariaman. Rekomendasi yang dibacakan oleh Wakil Ketua DPRD Syafinal Akbar dan John Edwar itu, disampaikan saat Paripurna Penyampaian Pandangan DPRD terhadap Laporan Kinerja Perangkat Daerah (LKPD) Kota Pariaman tahun anggaran 2016, Rabu (3/5/2017), di Gedung DPRD, Manggung.

Syafinal Akbar menyebutkan, DPRD berharap SOPD bekerja lebih maksimal dalam upaya membangun Kota Pariaman dari segala aspek--dengan memaksimalkan penyerapan anggaran. Untuk kawasan pariwisata, pihaknya menginginkan peningkatkan pendapatan asli daerah.

"Seperti retribusi parkir dan retribusi ke Pulau Angso Duo yang belum tergarap secara maksimal," ungkap Syafinal Akbar.

Sementara itu, John Edwar mengatakan masih rendahnya serapan anggaran di tahun 2016, dibuktikan masih ada di SOPD tertentu. Serapan anggarannya ada yang di bawah 90 persen.

"Hal ini harus menjadi perhatian serius oleh Pemerintah Kota Pariaman," ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Pariaman Mukhlis Rahman apresiasi 23 rekomendasi yang disampaikan oleh DPRD tersebut. Ia mengatakan rekomendasi yang disampaikan itu sejalan dengan visi dan misi Kota Pariaman yang telah ia canangkan.

"Masukan dan kritik tersebut, hendaknya dapat ditindaklanjuti oleh SOPD terkait. Fungsi DPRD adalah sebagai chek and balance pemerintahan. Dengan adanya rekomendasi dari DPRD, hal ini menunjukkan DPRD Kota Pariaman telah menjalankan tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat dengan baik,” tutur Mukhlis.

Rapat Paripurna LKPD dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin dan dihadiri oleh segenap Anggota DPRD Kota Pariaman, Kepala SOPD, Kepala Bank Nagari Pariaman, Kabag, Camat dan undangan lainya.

TIM

366 Santri MDTA Pariaman Tengah Diwisuda

Written By oyong liza on Tuesday, 2 May 2017 | 20:24


Sebanyak 366 santri dari 22 MDTA se Kecamatan Pariaman Tengah diwisuda di Aula STIT SB Pariaman, Minggu (30/4/2017). Wisuda dilakukan oleh Wakil Walikota Pariaman Genius Umar dan dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin.

Menurut Kepala Seksi Pendis Kemenag Pariaman Zahardi, wisuda bukan berarti para santri telah tamat membaca Alquran, tapi langkah awal bagi santri dalam memahami dan menanamkan nilai-nilai Alquran di tengah masyarakat.

Ia berharap melalui wisuda itu mampu membentuk karakter dan kepribadian santri agar terhindar dari pengaruh negatif seperti narkoba dan pengaruh negatif teknologi informasi.

"Untuk itu dengan wisuda ini mari ditingkatkan pendidikan belajar Alquran yang dibarengi dengan gemar membaca Alquran. Tentunya tak terlepas dari Magrib Mengaji yang telah menjadi program Pemko," kata dia.

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar pada kesempatan itu menyampaikan kebahagiannya dikelilingi oleh para santri yang merupakan cikal bakal pemimpin di masa mendatang. Ia berharap agar pendidikan di MDTA lebih ditingkatkan untuk melahirkan generasi-generasi yang Qur'ani, terjauh dari narkoba dan kenakalan remaja lainnya.

"Untuk itu kami mengimbau kepada anak-anak beserta orang tua agar melanjutkan pelajaran MDTA. Bahwasanya setelah tamat dari MDTA maka dilanjutkan dengan MDTW, sehingga tidak ada image selesai diwisuda tamat belajar mengaji," ungkapnya.

Ia juga mengajak guru-guru MTDA dan seluruh santri agar datang ke masjid menghadiri Maghrib Mengaji yang telah dilaksanakan oleh Pemko.

"Dengan demikian kebiasaan santri membaca dan mempelajari AlQuran terus berlanjut. Membaca Alquran membuat kita cerdas, terhindar dari narkoba, dan kenakalan remaja lainnya," ujarnya mengakhiri.

Juned

Bidik Walikota, Mardison: "Momentum Saya Sekarang Bukan 5 Tahun Lagi"

Written By oyong liza on Tuesday, 25 April 2017 | 11:19


Ketua DPD Partai Golkar, Mardison Mahyuddin, menyebut Pilkada Pariaman 2018 adalah momentum baginya untuk mencalonkan diri sebagai calon walikota.

"Kalau tidak sekarang kapan lagi. Kesempatan itu ada. Jika menunggu lima tahun lagi, tentu kesempatannya tidak sebaik dan terbuka seperti sekarang," ujar Mardison, di Pariaman, Selasa (25/4/2017).

Ia mengatakan keputusannya tersebut sangat logis mengingat tingkat keterpilihan dan kepopulerannya di masyarakat cukup tinggi. Dirinya juga telah membentuk tim pemenangan tersendiri disamping dari mesin Partai Golkar.

"Hasil survey tingkat internal yang kami lakukan, elektabilitas saya terus naik," sambungnya.

Disamping melakukan survey, kata Mardison, Partai Golkar yang digawanginya juga solid dan terus bergerak di akar rumput meyakinkan masyarakat. Seluruh kader Golkar menginginkan kemenangan pada Pilkada Pariaman 2018.

Ketua DPRD Kota Pariaman itu menambahkan, sejauh ini dirinya belum ada menetapkan siapa wakil yang akan mendampinginya. Ia akan melihat tingkat penerimaan masyarakat terhadap bakal calon wakil yang akan mendampinginya nanti.

"Tawaran untuk menjadi wakil sudah banyak yang datang. Baik dari tim yang bersangkutan hingga calon tersebut," ucapnya.

Syarat untuk maju sebagai pasangan walikota/wakil walikota, kata dia, akan dipenuhi Golkar dengan koalisi dengan sejumlah partai.

"Pembicaraan itu sudah dalam tahap serius, bahkan hingga DPW dan DPP. Kita pasti akan koalisi karena Golkar butuh satu kursi lagi di DPRD sebagai syarat mutlak mengusung paslon," sebutnya.
 

Ia mengaku Golkar akan menjajaki koalisi dengan Partai Gerindra dan sejumlah partai besar lainnya.

Sementara itu Ketua KPU Boedi Satria, sebelumnya mengatakan bahwa Pilkada Kota Pariaman akan diselenggarakan pada tanggal 27 Juni tahun 2018.

"KPU Pusat telah menetapkan Pilkada serentak Indonesia 2018 diselenggarakan 27 Juni 2018 yang mana Kota Pariaman bagian dari itu," kata Boedi.

OLP

Nikmatnya Kuliner Pagi, Syafinal Akbar Ungkap Sejarah Nasi Sala

Written By oyong liza on Sunday, 23 April 2017 | 12:11

Ir. Syafinal Akbar, MT bersama grup senam ibu-ibu Pariaman usai wisata kuliner pagi
Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman, Syafinal Akbar, meninjau sejumlah lokasi wisata kuliner pagi di sepanjang Pantai Pariaman, Minggu (23/4/2017). Ia bahkan sarapan pagi di Warung Nasi Sala Nyanyak di Pantai Pasir Lohong yang sedang ramai dikunjungi pelanggan.

Menurut Syafinal, dengan hidupnya kembali Nasi Sala sebagai kekayaan kuliner asli Pariaman yang diminati banyak lidah, masyarakat telah berhasil melestarikan tradisi asli masyarakat pesisir.

Ia merunut sejarah, Nasi Sala dahulunya di Pesisir Pariaman merupakan "baka" (makanan bekal) bagi para nelayan. Nasi baka ditemani sala goreng ikan, sala lauak, sambal lado tanak, gulai ikan dan menu lainnya yang semua bahannya merakyat-- dibawa para nelayan setiap hari melaut. Ia mulai dijual sedari subuh menjelang siang. Harganya pun terbilang murah ukuran kantong nelayan saat itu. Nasi Baka sudah ada sepanjang sejarah nelayan Pariaman itu sendiri.

"Ayah saya almarhum Ali Akbar (1928-1988) salah satu pemilik Warung Nasi Baka di Desa Pauh. Saya sendiri yang mengantarkan nasi baka kepada nelayan-nelayan di Pasir Pauh saat itu," ujar Syafinal Akbar.

Seiring waktu, Nasi Baka kemudian 'berevolusi' menjadi Nasi Sek dan Nasi Sala. Ciri khasnya nasi dibungkus daun pisang agar tetap hangat dan wangi. Dengan dibungkus daun pisang, nasi yang ada di dalamnya tidak cepat basi. Seiring waktu Nasi Sala dan Nasi Sek menjelma jadi kekayaan kuliner dan menjadi usaha menguntungkan bagi masyarakat yang tinggal di area wisata Pariaman.

"Sekarang Nasi Sala dan Nasi Sek begitu digemari masyarakat, baik warga lokal hingga wisatawan dan para perantau," sambungnya.

Ia mengimbau bagi pemilik warung Nasi Sala dan Nasi Sek agar terus meningkatkan kebersihan, rasa dan pelayanan kepada pelanggan. Karena menurutnya sebersih dan seenak apapun masakan, jika tidak memberikan pelayanan yang ramah, pelanggan akan menjauh.

"Saya mencontohkan Warung Nasi Sala Nyanyak tempat saya sarapan tadi yang ditata rapi, bersih, menu lengkap dan spesifik, ditambah pelayanan yang ramah telah mengundang pelanggan berdatangan berulang-ulang. Ini perlu dicontoh oleh pemilik usaha serupa di Pariaman," imbaunya.

Menemukan masakan enak di Pariaman, kata Syafinal, itu gampang, tapi menemukan warung makan yang disertai pelayanan yang ramah agak sulit.

"Karena Pariaman merupakan destinasi wisata, pelayanan ramah adalah prinsip dasar bagi setiap pelaku usaha," pungkasnya.

Nasi Sala di Pariaman memiliki waktu jual beli buka-tutup berbeda. Ada yang buka dari pagi tutup siang, ada pula buka siang hingga tutup malam hari. Sebagai contoh, Nasi Sala Nyanyak di Pasir Lohong buka dari pukul 07.30 hingga pukul 14.00 WIB, sedangkan Nasi Sala Fandos di Kampung Tangah Pasir, buka mulai pukul 13.30 WIB hingga tutup pukul 21.00 WIB.

OLP

Syafinal Akbar Jenguk Warga Pauh Dirawat di RS Siloam

Written By oyong liza on Saturday, 22 April 2017 | 11:42

Syafinal Akbar jenguk warga Pauh di RS Siloam
Jakarta -- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pariaman, Syafinal Akbar, kunjungi warga Desa Pauh, Pariaman Tengah, yang sedang dirawat di Rumah Sakit Siloam di Kebun Jeruk, Jakarta, Sabtu pagi (22/4/2017).

Dikatakan Syafinal Akbar menjenguk warga yang sedang sakit merupakan suatu kewajiban. Sebagai wakil rakyat, ketika mendengar kabar ada warga yang sakit dan kesusahan, ketika ada kesempatan tentu langsung dijenguk. Sifat humanis tersebut tidak terlepas dari keseharian Syafinal Akbar.

"Saya dapat kabar ada warga Pauh yang sedang dirawat di salah salah satu rumah sakit di Jakarta. Kebetulan kita juga sedang ada kegiatan di sini, ya sekalian melihat kondisi pasien," ujar Syafinal usai membesuk.

Dirinya sangat prihatin dengan penyakit yang diderita pasien dan begitu juga dengan keadaan kondisi keluarga pasien. Pasien ini rujuk dari rumah sakit M. Djamil Padang ke rumah sakit Siloam Jakarta karena tidak bisa ditangani di Padang.

"Pasien sudah dua minggu dirawat di sini, untung ada BPJS, jadi biaya obat bisa terbantu. Tapi kondisi keluarga juga kurang mampu. Dia tidak punya sanak famili di Jakarta. Dia harus mengontrak sampai anaknya sembuh," jelas Syafinal.

Dia berharap pasien bisa cepat sembuh seperti semula dan kepada keluarga diberikan ketabahan. Politisi Partai Nasdem itu membesuk usai melakukan olahraga pagi.

Doni

Sekda Insak-- Angka Kemiskinan Turun 10%, Mardison Sebut Naik

Written By oyong liza on Wednesday, 19 April 2017 | 20:16


Sekretaris Daerah Kota Pariaman Indra Sakti membuka Rapat Koordinasi Pendistribusian Beras Sejahtera (Rastra) bagi keluarga miskin Kota Pariaman, sekaligus launching pendistribusian Rastra tingkat Provinsi Sumatera Barat, di Aula Balaikota Pariaman, Rabu (19/4/2017).

Acara itu dihadiri oleh Kepala Divisi Regional Badan Urusan Logistik Provinsi Sumatera Barat, Benhur Ngkaimi, Tim Pengawas Independen Sumbar, John Parlis, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pariaman M. Hudaiyah dan SOPD di lingkungan Pemko Pariaman.

Tahun 2016 lalu, Indra Sakti mengatakan, jatah Rastra untuk Kota Pariaman sebanyak 3.314 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sedangkan untuk tahun 2017 terdata sebanyak 2.983 KPM yang berarti ada pengurangan angka kemiskinan sebanyak 331 KPM di Kota Pariaman.

"Hal ini, dari data yang valid, menunjukan Kota Pariaman dapat dikatakan sukses dalam mengurangi jumlah penduduk miskin 10% dari jumlah yang terdata di tahun 2016 lalu," kata Indra Sakti.

Ia juga menjelaskan KPM di tiap kecamatan, yakni Pariaman Utara jumlah KPM sebanyak 984, Pariaman Tengah 655 KPM, Kecamatan Pariaman Selatan 647 KPM dan Kecamatan Pariaman Timur 697 KPM.

"Melalui rakor ini diharapkan dapat membangun keterpaduan program penanggulangan kemiskinan yang nantinya akan berimbas dari keberhasilan kebijakan yang kita laksanakan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," tutur Insak, ia karib disapa.
 

Insak juga mengingatkan bagi para camat, kepala desa dan lurah agar dalam administrasi penyaluran bantuan, dapat memenuhi sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Sehingga di kemudian hari tidak menimbulkan masalah baru," tutupnya.

Terkait angka kemiskinan, sebelumnya Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin menyebut angka kemiskinan di Kota Pariaman merangkak naik dari tahun sebelumnya.

"Untuk itu DPRD meminta walikota melakukan evaluasi terhadap SOPD terkait," ujarnya.

Ia menyebut data kemiskinan Kota Pariaman ia ambil dari survey Bapedda Kota Pariaman, survey DPRD dan dari Badan Statistik. Namun ia tidak merinci prosentase dan parameter kenaikan angka kemiskinan dari data tersebut.

TIM

Mardison Sebut Angka Kemiskinan Naik, Warga Desak Lembaga Statistik Beber Data

Written By oyong liza on Sunday, 16 April 2017 | 14:37

Ilustrasi statistik
DPRD Kota Pariaman melalui Pansus akan menjawab Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Pariaman tahun 2016 pada tanggal 3 Mei 2017 nanti.

"Saat ini pansus yang terdiri dari fraksi-fraksi di DPRD tengah mengkaji dan memanggil sejumlah SOPD. Keputusan nanti ada di tangan Pansus DPRD," ujar Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahuyuddin di Pariaman, Minggu (16/4/2017).

Menurutnya DPRD bisa saja menolak LKPJ atau menerima LKPJ setelah dikaji dengan teliti oleh Pansus DPRD itu.

Ia menerangkan saat ini ada sejumlah OPD yang dianggap DPRD berkinerja lemah terutama dalam pengurangan angka kemiskinan dan pengangguran di Pariaman.

"Kita sudah melihat hasil survey, baik survey Bapedda, Badan Statistik dan survey oleh DPRD sendiri, angka kemiskinan meningkat begitu juga dengan angka pengangguran," ujarnya.

Oleh sebab itu pihaknya meminta walikota mengevaluasi kinerja SOPD tersebut atau mengganti kepala SOPD bersangkutan dengan pejabat yang lebih berkompeten.

Sementara itu warga Pariaman bernama Riza (41), terkait meningkatnya angka kemiskinan di Pariaman sebagaimana diungkap DPRD, meminta lembaga kompeten membuka datanya kepada publik agar terang benderang dan tidak ditunggangi kepentingan politik.

"Ini kan jelang Pilkada. Isu kemiskinan dan pengangguran selalu digoreng. Sebaiknya data validnya dibuka ke publik oleh lembaga yang disebutkan," ujarnya.

Ia mengatakan angka kemiskinan bisa saja naik atau turun. Jika naik, lembaga statistik harus mengatakan apa penyebabnya, begitu juga sebaliknya.

OLP

Golkar Pariaman Patahkan Argumentasi Memasangkan Genius-Mardison

Mardison diapit Amrizal dan Win
Ketua DPD Partai Golkar Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin, mengatakan pihaknya punya mekanisme tersendiri dalam menentukan pasangan calon (paslon) walikota/wakil walikota Pariaman yang akan diusung dalam Pilkada Pariaman 2018.

"Tentu berbeda partai berbeda pula mekanismenya. Ada partai yang membuka pendaftaran terbuka memilih bakal calon, ada yang tidak. DPD Golkar punya mekanisme tersendiri," ujarnya di Pantai Gandoriah, Minggu (16/4/2017).

Ia menyatakan partainya sebelum mentukan paslon, akan terlebih dahulu melakukan konsolidasi internal untuk merumuskan kemenangan pada kontestasi pilkada nanti. Konsolidasi sedang dilakukan dan akan berakhir hingga bulan Juli 2017.

"Sekitar sesudah lebaran mungkin kita fokus pada siapa paslon yang akan diusung. Usai lebaran akan ada kejutan dari Partai Golkar terkait pilkada," sambungnya. Ia mengatakan tidak tertutup kemungkinan Partai Golkar akan membuka pendaftaran bakal calon. Namun fokus utama dalam pengusungan bakal calon mengutamakan kader terbaik di partai itu.

Partai Golkar Pariaman, kata dia, juga akan melakukan survey internal dan melihat hasil survey sejumlah lembaga independen tentang tingkat keterpilihan masing-masing bakal calon saat ini.

Ia menambahkan, kemungkinan akhir Partai Golkar mungkin akan menyandingkan kader internal dengan eksternal sebagai bakal calon walikota/wakil walikota Pariaman dari Golkar yang nantinya akan didaftarkan ke KPU.

Ia menyebut dari internal Golkar sudah ada beberapa nama yang sedang dibahas. Tentunya kader yang sudah terbukti berbuat untuk partai yang akan diutamakan. Untuk kader luar partai, pihaknya masih menunggu hasil survey.

"Karena target Golkar menang, partai akan mengusung kader. Dengan siapa dia berpasangan, masih menunggu hasil survey elektabilitas," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa DPD Golkar Pariaman akan mengusung calon walikota dari kalangan kader, calon wakil walikota dari kalangan eksternal.

"Hasil konsolidasi partai tingkat DPD memutuskan Golkar mengusung kader sebagai calon walikota," pungkasnya.


Sementara itu warga Pariaman bernama Os (44), berkesimpulan dari pernyataan Mardison, argumen memasangkan Genius-Mardison pada Pilkada Pariaman telah pupus jika keputusan akhir Golkar demikian.

"Saya menduga Mardison akan diusung oleh Golkar sebagai calon walikota karena dia kader paling senior dan sekarang ketua DPRD pula. Tentu saja Genius Umar tidak mungkin mau menjadi wakilnya Mardison. Dia kan sekarang sudah wakil walikota, tak mungkinlah akan mencalon sebagai wakil lagi," kata dia.

Keputusan tersebut menurutnya akan memicu suhu politik di Pariaman. Pilkada Pariaman 2018 menurutnya akan memanas dan sulit diprediksi siapa pemenangnya sedari kini.

"Pandangan saya sebagai warga, jika Genius-Mardison berpasangan, hemat saya mereka dengan mudah menang dan lawan pun pikir-pikir untuk maju. Suhu politik akan adem. Jika berlawanan Genius dengan Mardison suhu politik akan memanas dan akan banyak lagi calon yang akan ikut kontestasi," menurut dia.

OLP

Minggu, Hari Konsumen di Pariaman Bertabur Hadiah

Written By oyong liza on Wednesday, 12 April 2017 | 19:46

Gusniyeti Zaunit



Dinas Koperindag Kota Pariaman meriahkan peringatan hari konsumen nasional tahun 2017 dengan menggelar jalan santai berhadiah dan grand final pemilihan duta konsumen Kota Pariaman tahun 2017, Minggu (16/4/2017) pukul 07.00 WIB.

Kegiatan jalan santai tersebut akan dimulai dengan titik start dan finish di Pantai Gondariah Kecamatan Pariaman Tengah.

Direncanakan dalam kegiatan tersebut akan dihadiri oleh Walikota Pariaman, forkopimda Pariaman, pimpinan BUMD dan 5000 masyarakat Kota Pariaman. Selain dimeriahkan dengan panggung hiburan, jalan santai hari konsumen nasional juga akan bertabur hadiah undian dari panitia.

Kepala Dinas Koperindag Kota Pariaman, Gusniyetti Zaunit, Rabu (12/4), mengatakan bahwa kegiatan jalan santai dilaksanakan dalam memeriahkan peringatan hari konsumen tahun 2017.

"Ini salah satu rangkaian peringatan hari konsumen yang kita laksanakan di Kota Pariaman," ujarnya.

Sementara itu terkait sangketa konsumen di Kota Pariaman, Gusniyetti yang biasa disapa Yet itu menjelaskan selama awal tahun hingga April 2017 terdapat 6 laporan persoalan sangketa konsumen dan telah diproses melalui BPSK.

"Dari 6 laporan yang masuk, Diskoperindag telah melakukan mediasi dan persoalan konsumen tersebut, telah selesai," pungkasnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Syafinal Akbar memuji langkah pemerintah dalam memperhatikan konsumen. Warga Pariaman sebagai konsumen harus mendapat perlindungan dan pengetahuan seluas-luasnya tentang hak mereka.

"DPRD mendukung acara tersebut. Konsumen tentunya lebih memahami hak-hak mereka yang dilindungi oleh hukum terhadap setiap produk yang mereka beli," ujar Syafinal.

Adanya sengketa konsumen, imbuh Syafinal, menandakan konsumen Pariaman kian cerdas menyikapi hak mereka. "Masyarakat Pariaman menuntut hak mereka sebagai konsumen adalah pertanda bagus. Itu kesadaran konsumen akan hak mereka," pungkas Syafinal.

Nanda

DPRD Jawab Pandangan Walikota Terhadap Ranperda Inisiatif

Written By oyong liza on Wednesday, 5 April 2017 | 22:05





DPRD Kota Pariaman menjawab pandangan yang disampaikan oleh Walikota Pariaman terhadap 3 (tiga) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Inisiatif DPRD Kota Pariaman tahun 2017 yang disampaikan kemaren.

Jawaban tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Syaifinal Akbar dalam rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin, Rabu (5/4/2017) di aula utama DPRD, Manggung, Pariaman Utara.

Rapat dihadiri Wakil Walikota Genius Umar, Wakil Ketua DPRD John Edwar dan segenap anggota dewan dan sejumlah kepala OPD, lurah dan kepala desa serta undangan lainnya.

Menanggapi pertanyaan Walikota Pariaman terkait Ranperda Penyelenggaraan Bantuan Hukum diantaranya mengenai kategori masyarakat yang akan dibantu, DPRD Kota Pariaman menjawab, bahwa penerima bantuan hukum adalah masyarakat miskin yang tidak mampu membayar pengacara ketika tersangkut kasus hukum.

“Mengenai kriteria masyarakat miskin dan perkara apa saja yang akan kita bantu, nantinya dapat kita sepakati bersama melalui  pembahasan antara tingkat eksekutif dan legislatif,” kata Syafinal Akbar.

Terkait pertanyaan, apa saja yang diatur dalam Ranperda Pengelolaan Zakat, Syafinal Akbar menyebutkan, dalam ranperda mengatur yang hanya kewenangan pemerintah daerah berdasarkan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi terkait dengan pengelolaan zakat, diantaranya mengenai pemilihan dan pemberhentian pimpinan Baznas, pembinaan dan pengawasan terhadap pengelolaan zakat.

"Kemudian laporan pertanggungjawaban Baznas dan lembaga amil zakat skala daerah kepada pemerintah daerah," sebutnya.

Dalam ranperda kata Syafinal juga ada poin bantuan pembiayaan dari pemerintah daerah terhadap lembaga Baznas.


Doni

Topik Terhangat

postingan terdahulu