Bentuk UPZ, Baznas Pariaman Telah Salurkan Zakat Sekitar Rp 5 Miliar di 2020

Walikota Genius Umar saksikan Ketua Baznas Pariaman, Bagindo Jamohor kukuhkan UPZ dari 42 desa dan kelurahan. Foto: Dewi

Pariaman - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pariaman kukuhkan unit pengumpul zakat (UPZ) masa tugas 2021 hingga 2026 dari 42 desa dan kelurahan - dari total 72 desa dan kelurahan yang ada di Pariaman.

"Sisanya dari 30 desa dan kelurahan lainnya, pengukuhannya menyusul," kata Ketua Baznas Kota Pariaman, Haji Bagindo Jamohor di Balaikota Pariaman, Rabu (17/2).

Target seluruh desa dan kelurahan ada UPZ-nya, kata Jamohor, selain untuk mengumpulkan zakat juga guna memberikan sosialisasi dan edukasi terkait program Baznas langsung ke masyarakat.

UPZ nantinya akan membantu Baznas dalam mengelola dan menyalurkan zakat kepada masyarakat melalui berbagai program yang telah diakui oleh Baznas Pusat melalui pemberian penghargaan nasional.

Di samping itu, sambung Jamohor, pihak Baznas juga memiliki tanggung jawab lain. Yakni melaporkan pertanggungjawaban keuangannya kepada Baznas Provinsi Sumbar dan Walikota Pariaman.

"Kita menganut asas keterbukaan. Kita sudah laporkan penyaluran zakat selama tahun 2020 kepada Pak Wali (Walikota Pariaman Genius Umar) beberapa hari lalu. Dan beliau mengapresiasinya," tandasnya.

Walikota Pariaman Genius Umar memuji pembentukan UPZ oleh Baznas Pariaman guna mengedukasi masyarakat terkait sejumlah program penyaluran zakat yang dikelola Baznas Pariaman.

UPZ Baznas yang merupakan perwakilan masing-masing desa/kelurahan, kata Genius, nantinya juga akan membantu pengurus BAZNAS mengumpulkan zakat dari para Muzakki di tingkat desa/kelurahan.

Sejauh ini, sambung Genius, Baznas Pariaman - yang mengelola zakat seluruh ASN di Pemko Pariaman - telah banyak menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang kurang mampu.

Baik untuk tambahan modal usaha, memperbaiki rumah tidak layak huni, hingga bantuan di bidang pendidikan.

Pada masa pandemi 2020, Baznas Pariaman telah menyalurkan zakat hingga menembus angka Rp 5 miliar yang disalurkan kepada ratusan tukang ojek dan sopir angkot, bantuan modal bagi UMKM, pedagang keliling, bantuan pengobatan dan lainnya. (Dewi/OLP)