17 Kabupaten/Kota di Sumbar Berlakukan New Normal

Suasana vicon Bupati Padangpariaman dan Wakil Walikota Pariaman dengan Gubernur Sumbar. Foto: istimewa
Pariaman - 16 kabupaten dan kota di Sumatra Barat masuki New Normal mulai besok 8 Juni 2020 menyusul kota Bukittinggi yang telah menerapkannya sejak akhir Mei lalu. 

Dua daerah yang masih akan menerapkan PSBB adalah kota Padang dan kabupaten Kepulauan Mentawai sembari menyiapkan masa transisi.

"Transisi kota Padang hingga 26 Juni dan Mentawai hingga 20 Juni 2020," kata Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno saat video conference dengan kepala daerah dan unsur Forkopimda se Sumbar, Minggu (7/6).

Irwan Prayitno menyebut New Normal merupakan tatanan normal baru, produktif dan aman Covid-19. Saat penerapan New Normal masing-masing daerah mengingatkan masyarakatnya disiplin dan mematuhi protokol Covid-19.

Gubernur juga meminta perbatasan daerah kabupaten/kota tetap dijaga guna mengukur suhu para pendatang. Selama New Normal pihaknya tetap melakukan testing, tracing, isolasi dan treatment guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengatakan Padangpariaman siap memasuki New Normal sembari tetap mengedukasi masyarakat agar berperilaku hidup sehat sesuai protokol Covid-19.

Padangpariaman akan gencarkan sosialisasi New Normal hingga ke tingkat nagari. New Normal bukan berarti mengabaikan protokol Covid-19, justru lebih meningkatkannya karena pada masa New Normal berbagai sektor dibuka secara bertahap.

"Standar protokol Covid-19 harus disiplin lagi karena jika tidak akan terjadi lonjakan kasus. Ini yang perlu kita edukasikan ke masyarakat," ungkap Ali Mukhni.

Sementara Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin mengatakan kota Pariaman telah menyiapkan New Normal saat masa transisi 29 Mei lalu.

"Pariaman siap dengan New Normal. Masyarakat perlu lebih disiplin lagi menerapkan protokol Covid-19," kata Mardison.

Terkait akan dibukanya berbagai objek wisata Pariaman, Mardison mengatakan pihaknya tetap memberlakukan standar protokol Covid-19. Semua cafe dan rumah makan wajib memberlakukan sosial distancing.

"Kita sudah mulai sosialisasikan saat transisi. Dan kita tetap lakukan pantauan saat New Normal," pungkasnya. (OLP)