Demi Padangpariaman, Wali Feri Siap Copot PIN DPRD Sumbar

Foto: OLP
Pauhkambar - Legislator Sumbar Tri Suryadi alias Wali Feri siap copot PIN (pin emas tanda jabatan), atau siap mundur sebagai anggota DPRD Sumbar untuk maju di Pilkada Padangpariaman 2020 jika legislator tidak jadi cuti saat maju di Pilkada.

H. Faisal Arifin, S.IP Rangkayo Majo Basa sampaikan dukungan politik kepada Wali Feri. Foto: OLP
"Ini perlu saya tegaskan karena banyak isu dihembuskan diluar sana bahwa saya tidak serius maju karena menunggu revisi undang-undang. Itu isu tidak benar. Politik mesti mengedepankan etika dan adab. Bagi saya, berpolitik tidak menzalimi kompetitor," kata Wali Feri di Kantor Demokrat Padangpariaman di Pauhkambar saat mengembalikan berkas pendaftaran pencalonan di partai besutan SBY itu, Senin (30/12).

Tri Suryadi, SE alias Wali Feri serahkan berkas pendaftaran kepada panitia penjaringan Demokrat Padangpariaman. Foto: OLP
Wali Feri mengingatkan bahwa pernyataannya siap maju Pilkada Padangpariaman jauh hari telah ia ucapkan sebelum isu revisi undang-undang Pilkada mengemuka di media.


"Dan itu bisa dicek di berbagai pemberitaan media. Itu jauh hari sebelum ada wacana revisi undang-undang Pemilu," imbuh aktivis 98 itu.

Mantan anggota DPRD Padangpariaman ini mengatakan keinginginannya mencalonkan diri jadi bupati berawal dari keprihatinannya atas ketertinggalan Padangpariaman dari daerah lain terutama dari sisi ekonomi kerakyatan.

Masyarakat Padangpariaman yang 80 persen penduduknya petani, hanya menyumbang 21 persen dari total pertumbuhan ekonomi Padangpariaman sebesar 6,7 persen. Pertumbuhan ekonomi Padangpariaman justru terbesarnya disumbangkan dari sisi transportasi 35 persen dengan keberadaan bandar udara BIM dan 30 persen lagi dari teknologi informasi yang secara nasional memang meningkat pesat.

"Coba bayangkan 80 persen sektor pertanian urat nadinya Padangpariaman tidak tumbuh. Idealnya, sektor dominan (pertanian) mesti menyumbang di atas 50 persen dari total pertumbuhan ekonomi daerah," sambung mantan Walinagari Pilubang itu.

Ia menyampaikan, selama menjabat anggota DPRD Padangpariaman periode 2014-2019, bersama rekan-rekannya di DPRD, ia telah mencoba berbuat maksimal menggenjot sektor pertanian dan ekonomi sektor riil. Namun kewenangan eksekutif jauh tidak sebanding dengan 40 legislator yang ada.

"Oleh sebab itu, pesan Pak Prabowo, jika ingin merubah sistem di suatu daerah, kekuasaan eksekutifnya harus direbut. Tentu dengan cara-cara yang sah dan konstitusional," ujar sarjana akuntansi itu.

Persoalan Padangpariaman lainnya, menurut politisi Gerindra itu, adalah merebaknya penyakit masyarakat hingga ke korong-korong. Banyak generasi muda Padangpariaman terpapar narkoba, bahkan anak belasan tahun sudah mulai menghisap lem.

"Di sini perlu penguatan kembali peran tigo tali sapilin, tigo tungku sajarang. Peran Bundo Kanduang dalam nagari. Semua persoalan tidak akan bisa selesai jika tidak diintervensi bersama-sama. Di sinilah peran kepala daerah mengakomodir semua sumber daya demi menyehatkan kembali mental generasi muda Padangpariaman," urainya.

Wali Feri juga ingin membangkitkan kembali semangat kepadangpariamanan yang dulu pernah diusung oleh almarhum Anas Malik saat memimpin Padangpariaman. Anas Malik pada medio kepemimpinannya 1980-1990 selalu membawa serta peran perantau membangun Padangpariaman.

"Hubungan ranah dan rantau tidak sebatas seremoni, tapi bagaimana sama-sama berpikir, berbuat dan beraksi membangun kampung halaman. Jika ini kita terapkan niscaya arah pembangunan Padangpariaman sesuai dengan apa yang kita kehendaki bersama, bukan atas kehendak penguasa," tegasnya.

Mantan Ketua DPRD Padangpariaman 2014-2019 Faisal Arifin menilai Wali Feri merupakan sosok pemimpin Padangpariaman paling ideal saat ini. Wali Feri, kata keponakan Anas Malik itu, adalah sosok pemimpin yang efektif dan efisien.

Yang dibutuhkan Padangpariaman saat ini, imbuh Faisal, adalah pemimpin yang gesit dan lincah. Pemimpin yang bisa membagi skala prioritas kerja dan melakukan eksekusi kepada hal yang paling substansi terlebih dahulu.

"Jika ada sembilan persoalan, mana yang akan dikerjakan terlebih dahulu? Jika semuanya dikerjakan akan memakan waktu lama. Pemimpin ideal mampu menyelesaikan semuanya hanya dengan fokus pada satu persoalan. Karena dengan selesainya satu persoalan itu, kedelapan persoalan lainnya akan terselesaikan dengan sendirinya oleh efek gelindingnya," Faisal Arifin mencontohkan teori bagaimana memanajemen sebuah persoalan.

Selama lima tahun bersama di DPRD Padangpariaman, imbuh Faisal, ia melihat Wali Feri punya bakat alami menyelesaikan berbagai persoalan dengan efek gelinding. Maka dari itu, ia yakin Wali Feri akan membawa perubahan pada Padangpariaman ke depannya.

Faisal Arifin sepakat dengan niat Wali Feri fokus pada sektor pertanian dan ekonomi sektor riil jika terpilih jadi bupati. Menurutnya, jika Padangpariaman ingin maju, jangan fokus kepada semua hal. Tapi fokus pada hal paling substansial seperti sektor pertanian yang merupakan ekonomi sektor rillnya Padangpariaman.

"Jika sektor pertanian maju dan petani sejahtera, sektor lainnya akan terungkit dengan sendirinya. Jika ekonomi berputar dan kuat di tengah masyarakat, secara makro, ekonomi Padangpariaman akan stabil. Jauh dari inflasi. Daya beli meningkat dan tentu saja sektor-sektor lainnya akan menggeliat dengan sendirinya," jelas Faisal.

Ia menyebut jika pemimpin fokus membangun banyak hal dengan APBD terbatas, akan dibutuhkan waktu yang lama dan terkadang hasilnya sia-sia. Waktu terbuang, hasil tak seberapa.

"Istilahnya, habis umpan dalam air," pungkasnya.

Hingga hari ini telah 17 bakal calon mendaftar ke Partai Demokrat Padangpariaman. Menurut Ketua Penjaringan Bakal Calon Bupati Wakil Bupati Padangpariaman Demokrat, Amir Husin, dari ke 17 bakal calon tersebut, baru 10 di antaranya yang sudah mengembalikan berkas dan memaparkan visi misinya di hadapan panitia penjaringan Demokrat.

Demokrat sendiri, kata dia, telah membuka pendaftaran bagi bakal calon sejak 25 Desember dan akan berakhir 31 Desember.

"Seluruh berkas bakal calon yang lengkap akan kita serahkan ke DPD Demokrat Sumbar. Bagi yang tidak mengembalikan berkas dan tidak lengkap administrasi dianggap gugur," sebutnya.

Demokrat Padangpariaman memiliki 4 kursi di DPRD Padangpariaman. Untuk mendaftarkan satu pasang calon ke KPU, Demokrat Padangpariaman perlu koalisi dengan partai lainnya hingga minimal memperoleh 8 kursi. (OLP)