Ribuan Peserta Ikuti Pariaman Run 2017, Eva Desiana Kembali Juara

Wakil Walikota Genius kibarkan bendera start
Pantai Kata --- Sebanyak 1.021 atlet lari Sumatera Barat ikuti lomba lari maraton tingkat Sumatera Barat di kota Pariaman, Minggu (17/9/2017).

Dalam ajang olahraga itu, peserta dikelompokkan dalam dua kategori. Kategori pelajar yang diikuti oleh pelajar se Sumatera Barat dengan berlari sejauh 5 kilometer. Sedangkan kategori umum diikuti oleh peserta umum dengan jarak 10 kilometer.

Lomba lari maraton sendiri dilaksanakan oleh Disdikpora Kota Pariaman dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-34 tahun 2017 dan HUT TNI ke-72 tingkat Kota Pariaman

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman bersama Dandim 0308 Pariaman Letkol Arh Hermawansyah mengatakan, ajang itu selain mendorong perkembangan olahraga maraton yang mendapat antusias ribuan peserta dan penonton, juga untuk mendongkrak kunjungan wisata ke Pariaman.

"Pariaman Run sebagai sport tourism mampu mendongkrak tingkat kunjungan wisata," ungkap Mukhlis saat melepas start Pariaman Run 2017 di Pantai Kata.

Mukhlis berharap iven yang baru selenggarakan itu ke depan akan ditingkatkan menjadi iven nasional dan internasional.

Kegiatan sport tourism seperti ini, menurut Mukhlis akan mampu melahirkan atlet-atlet handal ekaligus seleksi bakat pelari lokal Pariaman. Ia mendorong agar atlet lokal dominan sebagai peserta dalam kegiatan lomba itu.

"Yang jelas selain perlombaan, kegiatan ini sekaligus menjadi strategi untuk menemukan bakat atlet lari maraton kota Pariaman," sebutnya.

Dalam lomba itu, juara pertama kategori umum dengan jarak 10 kilometer dimenangi pelari asal Kota Pariaman Eva Desiana. Eva Desiana merupakan atlet
Triathlon putri peringkat pertama nasional. Ia asal Pariaman. Juara kedua diraih Juni Ramayani dari Kota Padangpanjang dan juara ketiga diraih Difti dari Kabupaten Solok.

Sementara itu juara pertama kategori umum putra dengan jarak 10 kilometer disabet Pratu Udin dari Kodim 0308 Pariaman, juara kedua oleh Hamdan Sayuti dari Kota Pariaman dan juara ketiga diraih Emyunus dari kabupaten 50 Kota.

Sedangkan untuk kategori pelajar terpaksa harus diulangi kembali. Hal itu disebabkan oleh lebih dari separuh peserta salah jalur.

Kembali Mukhlis Rahman menjelaskan, bahwa Pariaman adalah kota tujuan wisata. Penataan kawasan wisata sudah dilakukan berbasis lingkungan dan budaya. Pariaman selalu menggelar berbagai iven olahraga sebagai ajang promosi dan rekreasi.

"Olahraga di samping mencari bibit atlet juga mampu menghindari generasi muda dari bahaya narkoba. Saya berharap melalui olahraga, ke depan akan terbentuk generasi muda Pariaman yang baik, sehat jasmani dan rohani," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kota Pariaman Kanderi menyebutkan, jumlah peserta sebanyak 1021 itu berasal dari masyarakat umum, TNI, Polri dan pelajar.

"Warga Kota Pariaman 95 orang atlet, pelari dari kabupaten/kota se Sumatera Barat sebanyak 131orang. TNI dan Polri 132 orang dan pelajar 638 orang," kata Kanderi. (Nanda/ASKB)