Reni Susriyenti Masuk 5 Besar Kader Posyandu Tingkat Sumbar

Anak PAUD Bina Insani yang terintegrasi dengan Posyandu Kasih Bundo Desa Pauah kuraitaji sambut rombongan



Kuraitaji -- Reni Susriyenti akan mewakili kota Pariaman pada lomba kader posyandu berprestasi tingkat provinsi Sumatera Barat, setelah meraih predikat pertama pada lomba tingkat kota Pariaman.

Reni merupakan kader posyandu Kasih Bunda Desa Pauah Kuraitaji, Pariaman Selatan. Ia sendiri menyisihkan sebanyak 1.090 kader dari 218 posyandu yang ada di Kota Pariaman.

Dalam penilaian yang dilakukan Nevi Irwan Prayitno selaku ketua PKK Sumbar di desa setempat, Rabu (9/8/2017), ia menyebut Reni Susriyenti sudah masuk dalam 5 besar kader posyandu tingkat provinsi.

Penilaian kata Nevi, meliputi sinkronisasi data dengan kenyataan di lapangan. Tim juri melihat bagaimana posyandu beserta kader, PAUD dan Lansia serta pengurus desa, setelah itu hasilnya nanti akan dipertimbangkan oleh tim.

"Kita sama sama berharap Kota Pariamam menjadi yang terbaik dalam lomba kader posyandu berprestasi pada tahun ini," bebernya.

Istri Gubernur Sumbar itu mengatakan, dengan meningkatnya kader posyandu, maka masyarakat tidak perlu lagi pergi ke puskesmas, pustu dan rumah sakit. Pasalnya, di posyandu semuanya sudah ada. Hanya tinggal pelayanan lagi yang harus ditingkatkan oleh masing-masing posyandu.

“Dengan adanya revitalisasi posyandu yang terintegrasi dengan BKB dan PAUD, diharapkan masyarakat lebih mudah dalam pelayanan kesehatan anak dan pembelajarannya,” tutupnya.

Sementara itu Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, menyatakan peran posyandu sebagai wahana pelayanan dari berbagai program yang ada, perlu lebih diintensifkan dengan pembinaan oleh Pokjanal Posyandu di tingkat kota dan kecamatan.

Pembinaan oleh Pokja Posyandu di desa/kelurahan di bawah kepemimpinan kepala desa/lurah sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan kegiatan posyandu.

Ia menambahkan posyandu merupakan wadah peran masyarakat dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar dan gizi kepada masyarakat guna mendukung dan membina pelayanan kesehatan dasar yang merata dan terjangkau.

“Apalagi saat ini peranan posyandu lebih ditingkatkan lagi dengan meningintegrasikan pada program bina keluarga balita (BKB) dan program pendidikan anak usia dini (PAUD),” cetusnya.

Mukhlis meminta Tim Penggerak PKK, Dinas PMD, Dinas Kesehatan serta SOPD terkait untuk lebih progresif melakukan pengintegrasian posyandu di kota Pariaman sesuai dengan kondisi desa/kelurahan. (Juned/OLP)