Jadi Kampung Makanan Ringan, Jalan Sempit di Kampung Perak Akan Diperlebar


Pariaman -- Pemko Pariaman rencanakan pelebaran jalan di kawasan Kampung Makanan Ringan di Keluahan Kampung Perak, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman. Pelebaran jalan tersebut merupakan dukungan Pemko Pariaman memudahkan akses jalan di kawasan sentral makanan ringan yang menjadi oleh-oleh khas Kota Pariaman itu.

Saat ini, jalan kawasan yang mencapai panjang 300 meter itu memiliki lebar 4 meter. Kondisi jalan yang sempit di kawasan tersebut, hanya bisa dilalui oleh dua kendaraan minibus dan akan tersendat jika ada kendaraan mobil parkir dibadan jalan.

“Dengan akses jalan yang luas dan lalulintasnya yang lancar, secara tidak langsung akan membuat pengunjung nyaman berbelanja oleh-oleh khas Pariaman,” ujar Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, usai meresmikan gapura Kampung Makanan Ringan di Kelurahan Kampung Perak, Jumat (18/8) pagi.

Rencana pelebaran akses jalan di kawasan sentra makanan ringan kata dia juga merupakan bentuk komitmen Pemko Pariaman mengembangkan UMKM yang ada --menupang perkembangan wisata di Pariaman.

“Wisata harus didukung dengan oleh-oleh, tentunya berkembangnya kawasan ini (kampung makanan ringan), akan membuat wisatawan betah datang ke Kota Pariaman,” sebutnya.

Kata Mukhlis, saat ini di kampung makanan ringan Kota Pariaman, terdapat 25 UMKM yang telah memiliki izin PIRT dan telah disertifikasi halal dengan jumlah tenaga kerja lebih kurang 150 orang dengan produksi mencapai 100 kg/hari dan Rp1.5 miliar.

Dikatakannya, perkembangan UMKM di kawasan kampung makanan ringan tersebut, juga mendapat dukungan dari dukungan CSR PT Semen Padang dalam melakukan pembinaan terhadap UMKM di Kota Pariaman.

“Melalui program CSRnya dengan membangun gapura kampung makanan ringan, pembinaan langsung IKM dengan tenaga ahli berkompeten dan bantuan pinjaman lunak kepada 54 IKM dari PT Semen Padang sebesar Rp 525 juta," ungkap dia.

Ia juga mengapresiasi kerja keras dan komunikasi yang dibangun Kadis Perindag Koperasi dan UMKM Kota Pariaman yang menggaet program CSR PT Semen Padang untuk dikucurkan kepada UMKM.

“SOPD yang lain harus mencontoh, kita bisa kerjasama dengan pihak lain untuk memajukan masyarakat, bukan hanya mengandalkan ABPD,” pujinya.

Sementara itu, Kepala Departemen KUS PT Semen Padang Iskandar Lubis, mengatakan, PT Semen Padang memiliki pandangan bahwa pengembangan usaha tidak hanya berorientasi pada "provite oriented", namun juga memperhatikan aspek pemberdayaan ekonomi masyarakatnya, melalui CSR perusahaan semen tertua di Asia Tengara itu, mempertegas komitmen PT Semen Padang mengembangkan ekonomi masyarakat nagari.

Ia menilai, pemusatan UMKM dengan produk sejenis dalam satu kawasan seperti di kampung makanan ringan Kampung Perak, sangat memudahkan melakukan pembinaan dan pemberian dukungan modal lainnya.

“Ibaratnya satu cluster ya, kita jadi mudah mengawasinya karena letaknya dalam satu kawasan dan juga satu jenis, jadi enak pembinaannya nanti,” ujarnya.

Ia juga berharap Pemko Pariaman melalui dinas terkait dapat terus memfasilitas PT Semen Padang melalukan kemitraan dengan pelaku UMKM di Kota Pariaman. Keterbatasan sumber daya manusia yang membidangi CSR yang hanya 10 orang dengan mitra binaan berjumlah 1800 mitra binaan, akan sangat membutuhkan dukungan dari pemko setempat.

“Kita harap dukungan fasilitasi dari Pemko Pariaman, karena memang tidak hanya saat ini saja pembinaan dan kemitraan ini kita lakukan. Bahkan bagi pelaku UMKM di sini dapat berpeluang mendapatkan pinjaman lunak dari PT Semen Padang dengn bunga 3 persen. Maka dari itu, kerjasamanya sangat kita harapkan,” pungkasnya. (Nanda)