Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Temukan Parang di TKP Bungo Tanjuang Berdarah, Polisi Turunkan Anjing Pelacak

7 Juni 2017 | 7.6.17 WIB Last Updated 2017-06-07T06:19:26Z
Zulbaidah ditemukan bersimbah darah di rumahnya. Foto: Nanda
Bungo Tanjuang -- Polisi Resor (Polres) Pariaman masih melakukan penyelidikan penyebab kematian Zulbaidah (55), warga Dusun Mudiak, Desa Bungo Tanjuang, Kecamatan Pariaman Timur.

Sebelumnya, warga Dusun Mudiak, Desa Bungo Tanjuang, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, digemparkan dengan penemuan jenazah Zulbaidah, alias Ijun bersimbah darah di dalam kamar tidurnya, Rabu (7/6/2017) pukul 05.30 WIB.

Korban pertama kali ditemukan oleh keponakannya, Adrianto (29), sebelum azan subuh. Usai mendapati korban, saksi langsung melaporkan kepada ibunya yang merupakan adik kandung korban.

Kapolres Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto, di TKP menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengambilan keterangan dan olah TKP di rumah korban dan beberapa rumah sekitar rumah korban, usai mendapatkan laporan penemuan jenazah dari masyarakat di SKPT Polres Pariaman pukul 07.00 WIB.

Dari hasil visum bagian luar tubuh korban diketahui terdapat luka-luka pada bagian pipi kanan, sikut kanan pada jasad korban yang diduga akibat benda tajam. Untuk memperjelas fakta tentang kematin jezanah, Polres Pariaman dibantu Unit K-9 Direktorat Shabara Polda Sumatera Barat menggunakan dua ekor anjing pelacak.

Dari TKP, polisi telah mengamankan beberapa barang bukti yang mungkin terkait dengan fakta kematian korban. Beberapa barang bukti, berupa sebilah parang, kain, ikut diamankan polisi dari TKP dan mengambil keterangan saksi-saksi.

“Usai mendapatkan informasi melalui SPKT, kita langsung mendatangi TKP dan melakukan pengambilan keterangan dan olah TKP,” sebutnya.

Dari pantauan wartawan, kepolisian terlihat membawa adik kandung korban, bersama anaknya Adrianto ke kantor Polres Pariaman untuk diambil keterangan lengkap terkait peristiwa tersebut.

Usai dilakukan oleh TKP, jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumatera Barat untuk dilakukan autopsi.

Sementara itu, Devi (26), salah seorang tetangga korban mengatakan, korban mengalami gangguan jiwa, namun tidak menganggu orang lain. Korban yang memiliki seorang putera itu diketahui bekerja serabutan sebagai tukang pembersih cabai di Pasar Pariaman.

“Orangnya tidak ada mengganggu orang lain, dia sibuk sendiri,” kenangnya.

Nanda
×
Berita Terbaru Update