Lagi Kereta Sibinuang Tabrak Mobil, Sekeluarga Dilarikan ke RSUD

Kendaraan korban rusak berat akibat ditabrak kereta api. Foto: Nanda
Nan Sabaris -- Jalur perlintasan sebidang kereta api tanpa plang pintu kembali memicu terjadinya kecelakaan. Doni Prana Wahyu (39), warga Perumnas Kampung Ladang, Lubuk Alung, Padangpariaman, terpaksa melewati berbuka puasa di rumah sakit, setelah ia bersama istri dan dua orang puteranya terlibat kecelakaan dengan Kereta Api Sibinuang, Selasa (6/6/2017) pukul 15.10 WIB.

Kapolsek Nan Sabaris Iptu Pamudji melalui Kanit Intelkam Aiptu F. Wendi, menuturkan kecelakaan berawal saat Doni Prana Wahyu bersama istrinya, Tutri Sari Nengsih (26) dan dua orang anaknya Halif (3), Khairan (1,5) hendak ngabuburit sembari membeli takjil untuk berbuka puasa di daerah Ulakan. Polisi mengatakan hingga kini korban belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam perawatan tim medis

"Keterangan dari pihak keluarga korban, bahwa korban ini ngabuburit sambil nyari takjil untuk buka puasa, namun nahas, menuju lokasi terlibat kecelakaan," ujar Wendi di RSUD Pariaman.

Mobil sedan Honda Civic dengan Nomor Polisi BA 1025 QY berkelir putih yang dikemudikan Wahyu, lanjut Wendi, melaju dari Simpang Vanili menuju Jirat Kampung Tangah, Ulakan.
Saat bersamaan di perlintasan Kereta Api Korong Jiraik Baruah, Nagari Kapalo Koto, datang rangkaian kereta api Sibinuang dari arah Lubuk Alung menuju Kota Pariaman.

Kecelakaan pun tidak terelakkan lagi. Akibat benturan itu, sedan yang berpenumpang 4 orang itu terseret sejauh 20 meter ke sawah pinggir bantaran rel.

Dikatakan Wendi, usai kejadian keempat korban langsung dievakuasi ke IGD RSUD Pariaman dan sedan korban dievakuasi ke Mapolsek Nan Sabaris.

"Kami masih sedang lidik, ini korbannya semua masih di rumah sakit dan belum bisa dimintai keterangan. Untuk ranmornya (mobil) sudah kita evakuasi dan amankan," katanya.

Informasi yang dihimpun di RSUD Pariaman, keempat korban, Doni Prana Wahyu, mengalami gigi patah, Halif mengalami memar dan bengkak pada bagian kepala, Khairan mengalami luka pada sikut kanan dan Tutri Sari Nengsih mengalami trauma akibat benturan.

Salah seorang saksi mata, Rahmad Mulyadi di lokasi menuturkan, sebelum terjadinya kecelakaan, warga setempat telah berupaya meneriaki pengemudi sedan untuk berhenti karena ada kereta melintas. Namun mobil terus saja melaju hingga terjadinya kecelakaan.

"Sudah diteriaki kalo ada kereta lewat, tapi mungkin karena kaca mobil yang tertutup sehingga teriakan warga tidak terdengar hingga terjadinya tabrakan," jelasnya.

Kecelakaan kereta api versus kendaraan mobil menurutnya bukanlah pertama kali terjadi di lokasi itu. Di tahun sebelumnya kasus serupa pernah juga terjadi. Ia berhadap kepada pihak PT KAI dapat memasang portal perlintasan ataupun petugas penjaga perlintasan.

"Kalo bisa setiap perlintasan ini diberi portal atau petugas agar ke depan tidak ada lagi kecelakaan seperti ini," pungkasnya.

Nanda