16 April 2017

Golkar Pariaman Patahkan Argumentasi Memasangkan Genius-Mardison

Mardison diapit Amrizal dan Win
Ketua DPD Partai Golkar Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin, mengatakan pihaknya punya mekanisme tersendiri dalam menentukan pasangan calon (paslon) walikota/wakil walikota Pariaman yang akan diusung dalam Pilkada Pariaman 2018.

"Tentu berbeda partai berbeda pula mekanismenya. Ada partai yang membuka pendaftaran terbuka memilih bakal calon, ada yang tidak. DPD Golkar punya mekanisme tersendiri," ujarnya di Pantai Gandoriah, Minggu (16/4/2017).

Ia menyatakan partainya sebelum mentukan paslon, akan terlebih dahulu melakukan konsolidasi internal untuk merumuskan kemenangan pada kontestasi pilkada nanti. Konsolidasi sedang dilakukan dan akan berakhir hingga bulan Juli 2017.

"Sekitar sesudah lebaran mungkin kita fokus pada siapa paslon yang akan diusung. Usai lebaran akan ada kejutan dari Partai Golkar terkait pilkada," sambungnya. Ia mengatakan tidak tertutup kemungkinan Partai Golkar akan membuka pendaftaran bakal calon. Namun fokus utama dalam pengusungan bakal calon mengutamakan kader terbaik di partai itu.

Partai Golkar Pariaman, kata dia, juga akan melakukan survey internal dan melihat hasil survey sejumlah lembaga independen tentang tingkat keterpilihan masing-masing bakal calon saat ini.

Ia menambahkan, kemungkinan akhir Partai Golkar mungkin akan menyandingkan kader internal dengan eksternal sebagai bakal calon walikota/wakil walikota Pariaman dari Golkar yang nantinya akan didaftarkan ke KPU.

Ia menyebut dari internal Golkar sudah ada beberapa nama yang sedang dibahas. Tentunya kader yang sudah terbukti berbuat untuk partai yang akan diutamakan. Untuk kader luar partai, pihaknya masih menunggu hasil survey.

"Karena target Golkar menang, partai akan mengusung kader. Dengan siapa dia berpasangan, masih menunggu hasil survey elektabilitas," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa DPD Golkar Pariaman akan mengusung calon walikota dari kalangan kader, calon wakil walikota dari kalangan eksternal.

"Hasil konsolidasi partai tingkat DPD memutuskan Golkar mengusung kader sebagai calon walikota," pungkasnya.


Sementara itu warga Pariaman bernama Os (44), berkesimpulan dari pernyataan Mardison, argumen memasangkan Genius-Mardison pada Pilkada Pariaman telah pupus jika keputusan akhir Golkar demikian.

"Saya menduga Mardison akan diusung oleh Golkar sebagai calon walikota karena dia kader paling senior dan sekarang ketua DPRD pula. Tentu saja Genius Umar tidak mungkin mau menjadi wakilnya Mardison. Dia kan sekarang sudah wakil walikota, tak mungkinlah akan mencalon sebagai wakil lagi," kata dia.

Keputusan tersebut menurutnya akan memicu suhu politik di Pariaman. Pilkada Pariaman 2018 menurutnya akan memanas dan sulit diprediksi siapa pemenangnya sedari kini.

"Pandangan saya sebagai warga, jika Genius-Mardison berpasangan, hemat saya mereka dengan mudah menang dan lawan pun pikir-pikir untuk maju. Suhu politik akan adem. Jika berlawanan Genius dengan Mardison suhu politik akan memanas dan akan banyak lagi calon yang akan ikut kontestasi," menurut dia.

OLP