BPK Goes to Campus STIT SB, Ketua BPK: IPM Indonesia Peringkat Rendah Dunia




Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Harry Azhar Aziz, berikan kuliah umum di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh Burhanudin (SB), Pariaman, dalam program bertajuk BPK Goes to Campus, Kamis (16/3/2017).

Turut hadir dalam kesempatan itu Bupati Padangpariaman Ali Mukhni, Sekdako Pariaman Indra Sakti, Anggota DPR RI Refrizal, Kapolres Pariaman AKBP Ricko Junaldy dan Ketua STIT Syekh Burhanudin, Rasyidah.

Harry Azhar Aziz, putra Kampung Dalam itu, meminta mahasiswa STIT SB Pariaman meningkatkan kualitas agar bisa bersaing di tingkat nasional. Mahasiswa Pariaman kata dia harus bermimpi besar dan menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sampai ke luar negeri.

Dengan banyaknya generasi muda Indonesia yang terpelajar, maka indonesia akan semakin maju dan berkembang ke arah yang lebih baik. Ia juga berjanji akan merekomendasikan mahasiswa Pariaman mendapat program beasiswa, namun harus memenuhi kriteria tertentu.

Dalam kuliah umumnya, ia menyatakan pentingnya komitmen bersama termasuk dari perguruan tinggi untuk menciptakan tata kelola keuangan negara yang bersih dan akuntable, transparan serta bebas dari korupsi.

"Pemerintah telah menetapkan 9 program prioritas dalam RPJMN 2015-2019 yang dikenal dengan Nawacita. Dari 9 program itu, pendidikan mendapatkan prioritas oleh pemerintah dengan dukungan 20 persen dana dari APBN," ujarnya.

Berdasarkan data yang dirilis UNDP 2015 terkait nilai Human Development Index (HDI) tahun 2014 atau indek pembangunan manusia (IPM), sebut dia, Indonesia menempati peringkat 110 dari 188 negara yang disurvei. Kondisi IPM tersebut menunjukkan tingkat daya saing sumber daya manusia Indonesia yang masih rendah.

"Salah satu peran strategis perguruan tinggi saat ini adalah membangun daya saing sumber daya manusia Indonesia. Pada umumnya dunia pendidikan Indonesia telah tertinggal. Kondisi itu menuntut agar perguruan tinggi memulihkan perannya untuk terlibat langsung sebagai agen perubahan masyarakat," sebutnya.

Ia juga menyatakan peran BPK dalam menjaga dan memastikan keuangan negara dipergunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat. Pemeriksaan BPK merupakan upaya untuk mendorong akuntabilitas, transparansi  dan perwujudan kesejahteraan rakyat.

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni pada kesempatan itu menyatakan pihaknya sangat peduli dunia pendidikan dalam bentuk penyaluran beasiswa sebesar Rp2 milyar per tahun bagi pelajar Padangpariaman.

Selain itu, terkait rencana pembangunan Institut Negeri Syekh Burhanuddin di kawasan terpadu pendidikan dan perkantoran di Korong Tarok, Nagari Kapalo Hilalang, telah diserahkan hibah tanah lokasi kampus-- langsung kepada Menristek RI.

Pihaknya mengaku telah menyediakan lahan di lokasi itu dan akan membangun tiga kampus, antara lain, PNP, ISI Padang Panjang dan STIT SB Pariaman. STIT SB saat ini menurutnya masih menempati aset milik Pemko Pariaman.

"Ada beberapa aset Pemkab Padangpariaman terletak di Kota Pariaman yang tidak dapat diserahkan kepada Pemko Pariaman, salah satunya Kantor Bupati Padangpariaman di dekat lapangan merdeka, karena sangat bersejarah," sambungnya.

Ketua STIT SB Rasyidah menambahkan, seiring perpindahan kampus STIT SB ke kawasan Tarok Kapalo Hilalang, status STIT SB berubah menjadi Institut Syekh Burhanuddin.


TIM