18 March 2017

Berumur Setahun, Genius: Dubalang Mampu Tekan Penyakit Masyarakat




Setahun pasca dibentuknya Dubalang Desa di Kota Pariaman, sejumlah kabar positif diterima terkait keamananan desa dan menekan penyakit masyarakat.

"Dengan keberadaan Dubalang keamanan desa menjadi lebih baik dari sebelumnya," ujar Wakil Walikota Pariaman Genius Umar saat pertemuan dengan 74 Dubalang se Kota Pariaman, Jumat (17/3/2017).

Ia menuturkan, peran Pemko Pariaman dalam mengaktifkan kehidupan bernagari, meski di Pariaman sendiri tidak terdapat pemerintahan nagari, mampu tumbuh di tengah masyarakat.

Langkah pihaknya dalam menghidupkan kearifan lokal tersebut, diiringi pula dengan memperkuat Kerapatan Adat Nagari (KAN) serta mengidupkan kembali peran penghulu kaum, sebagaimana dilewakannya puluhan datuak oleh LKAAM Pariaman beberapa waktu lalu.

Ia menyampaikan, eksistensi dua orang Dubalang per tiap desa, selain menjaga keamanan desa juga telah mampu mebina sanak kemenakan mereka di desa masing-masing agar menjauhi narkoba dan keluyuran tak menentu di malam hari.

Biasanya kata Genius, dalam pesta perkawinan, masyarakat cenderung mengadakan pertunjukkan orgen tunggal lewat dini hari hingga pukul 02.00 hingga 03.00 WIB.

"Bahkan menjelang subuh, kini sudah berkurang. Karena ketentuan orgen tunggal hanya dibolehkan hingga pukul 24.00 WIB. Dubalang desa berperan besar dalam menertibkan desanya dari ketentuan itu," imbuh Genius.

Ide dubalang, sebut Genius, terinspirasi dari Pecalang di Bali. Di sana ditemui Pecalang menjaga kawasan wisata dan kampung. Ternyata, lanjut Genius, Pecalang tersebut merupakan lembaga adat, bukan lembaga pemerintahan. Kehadiran Pecalang di kawasan wisata Bali terbukti mampu menjaga keamanan, kenyamanan dan kebersihan di kawasan wisata tersebut.

"Dari perbincangan dengan Pecalang tersebut, ternyata ide Pecalang di Bali tersebut justru lahir dari Hulubalang Kerajaan Minangkabau. Namun namanya mereka ganti dengan Pecalang," aku Genius.

Istilah Hulubalang yang digunakan pada zaman kerajaan, dimodifikasi frasanya menjadi Dubalang oleh pemerintahan Mukhlis-Genius untuk diaplikasikan di Pariaman.

TIM