Progres Kayu Tanam Menuju Kawasan Pendidikan Perkantoran Berjalan Lancar




Pembangunan kawasan pendidikan di Kabupaten Padangpariaman memasuki babak baru. Saat ini tengah dilakukan pembukaan jalan dan pembersihan lahan di lokasi yang berpusat di Korong Tarok, Nagari Kapalo Hilalang, Kec. 2x11 Kayu Tanam.

Di kawasan seluas 697 hektar itu akan dibangun empat kampus, satu unit rumah sakit vertikal dan kawasan perkantoran.

"Alhamdulillah, hari ini satu unit eskavator sudah standby di sini untuk pembukaan jalan dan land-clearing. Mohon dukungan masyarakat," kata Bupati Padangpariaman Ali Mukhni didampingi Wabup Suhatri Bur lokasi tersebut, Selasa (14/2).

Dalam kondisi hujan tak menghalangi niat Ali Mukhni meninjau pembukaan jalan itu. Tanpa alas kaki, ia mengarahkan operator eskavator agar bekerja ekstra dan memastikan persediaan bahan bakar.

"Jika lahan sudah ready, tentu pembangunan fisik sudah bisa dimulai," sambungnya.

Ia menambahkan, saat ini juga dilakukan proses pembuatan sertifikat yang difasilitasi oleh Badan Pertanahan Nasional. Sertifikat akan dibagi sesuai peruntukannya. Diantaranya Kampus ISI Padangpanjang seluas 50 hektar, Kampus Politeknik Negeri Padang 50 hektar, Kampus UNP Fakultas Pariwisata dan Perhotelan seluas 20 hektar, Kampus STIT Syekh Burhabuddin seluas 20 hektar, Kampus Universitas Bisnis Internasional 20 hektar, Rumah Sakit Vertikal seluas 50 hektar, serta Gedung Diklat BPN dan kawasan perkantoran.

"Sertifikat dalam proses oleh BPN yang didukung juga oleh masyarakat dan KAN," imbuhnya.

Ke depan, sebut Ali Mukhni pihaknya akan mengupayakan sarana transportasi kereta api memasuki areal kampus tersebut. Ia mengaku sudah melakukan pembicaraan awal dengan Gubernur Sumbar dan Kementerian Perhubungan. Wacana tersebut kata dia direspon positif dan tentunya akan dilakukan studi kelayakannya.

"Jadi nanti ada program kereta api masuk kampus. Bapak Gubernur dan Kemenhub mendukung, ini kan untuk kepentingan umat," jelasnya.

Wabup Suhatri Bur yang diberi tugas khusus oleh Bupati Ali Mukhni untuk mengawal proses pembebasan lahan, optimis Nagari Kayu Tanam akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun ke depan.

Ia menjelaskan, lahan seluas 697 hektar merupakan tanah erpach atau tanah milik negara yang peruntukan sepenuhnya dikelola oleh pemerintah daerah. Adapun akses masuk ke lokasi itu tidak jauh dari Kampus INS Kayu Tanam di pinggir jalan nasional Padang-Bukittinggi dengan jarak tempuh 2,5 Kilometer. Saat ini sedang konsolidasi pembebasan lahan dengan lebar jalan 50 meter.

"Kita buka akses jalan masuk selebar 50 meter dari jalan Padang-Bukittinggi, dekat INS Kayu Tanam" jelas dia.

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) setempat, Asrizal, menyatakan mendukung program pemerintah yang akan menjadikan Nagari Kapalo Hilalang sebagai pusat pembangunan strategis pendidikan, kesehatan dan perkantoran.

"Pembangunan ini tentunya akan menyerap tenaga kerja, mengurangi pengangguran, ekonomi menggeliat dan masyarakat sejahtera. Program ini perlu didukung," ucap dia.

Turut mendampingi peninjauan tersebut Kepala Bappeda Ali Amran, Kadis PMPTP Hendra Aswara, Camat 2x11 Kayu Tanam, Wali Nagari Kapalo Hilalang, BPN beserta masyarakat setempat.

HA/OLP