Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Waspada Cuaca Ekstrim, Genius Terangkan Tekhnis Kerja BPBD di Lapangan

13 November 2016 | 13.11.16 WIB Last Updated 2016-11-13T05:37:59Z



Badan Meteorologi Krimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat, merilis wilayah Sumatera masih berpotensi mengalami curah hujan cukup tinggi, angin kencang, kenaikan gelombang air laut yang disebabkan fenomena cuaca ekstrim dalam beberapa hari ke depan.

Prakiraan yang dipublikasi sejumlah media tersebut juga terpampang di laman website www.bmkg.go.id. Dari citra satelit di laman website itu, Minggu (13/11), terlihat potensi tinggi gelombang laut, prakiraan hujan, prakiraan angin dan prakiraan kebakaran hutan di sejumlah wilayah Indonesia.

Untuk posisi pantai barat pulau Sumatera termasuk Pariaman, hasil pengamatan kami di website tersebut, potensi hujan disertai angin kencang masih ada dan kenaikan gelombang air laut berkisar diantara 0,25 hingga 0,5 meter.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Walikota Pariaman menegaskan pihaknya selalu melakukan pemantauan kondisi di lapangan dan melakukan koordinasi dengan BMKG daerah terkait potensi cuaca buruk.

"Selain itu Pemko Pariaman melalui BPBD kota selalu dalam kondisi siaga dan terus melakukan koordinasi dengan para nelayan yang akan melaut terkait potensi cuaca ekstrim," ujar Genius Umar.

Genius meminta kepada nelayan agar tidak melaut jika cuaca dirasa tidak memungkinkan karena bisa mengancam keselamatan jiwa. Jika ada imbauan dari BPBD, diharapkan nelayan mengikuti imbauan tersebut.

Terkait kapal wisata bahari, kata Genius juga demikian. Pihaknya melalui otoritas yang dibentuk di Muaro Batang Pariaman telah membuatkan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas bagi operasional kapal wisata. Dia menjelaskan, jika ada bendera merah dikibarkan di ujung muaro, berarti kapal wisata dilarang bawa penumpang, jika bendera berwarna hijau artinya diperbolehkan.

"Hal itu perlu dilakukan demi keselamatan penumpang dan ABK kapal wisata sendiri. Keselamatan selalu nomor satu," tegasnya.

Terpisah, Nal (35), salah seorang pelaku wisata bahari di Muaro Pariaman mengaku pemilik kapal wisata selalu mematuhi SOP yang telah ditetapkan. SOP itu adalah acuan bagi pelaku usaha wisata bahari.

"SOP itu menjadi rujukan yang harus dipatuhi bagi seluruh pengusaha kapal wisata. Dengan adanya SOP itu, kita tidak perlu lagi memprakirakan cuaca dengan penafsiran sendiri," ujarnya.

OLP
×
Berita Terbaru Update