Menyikapi Cuaca Ekstrim, Ali Mukhni Komandoi Koordinasi Siaga Bencana Lintas SKPD





Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengimbau seluruh masyarakat Padangpariaman agar meningkatkan kewaspadaan menyikapi cuaca ekstrim di penghujung tahun.

Menurutnya, disampaikan Kabag Humas Hendra Aswara di Pendopo Bupati, Senin (14/11), dari data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat yang dirilis melalui laman websitenya, prakiraan cuaca di Padangpariaman meliputi curah hujan tinggi yang dapat menyebabkan banjir dan tanah longsor, kenaikan gelombang air laut berkisar antara 0,25 hingga 0,5 meter yang berdampak pada aktifitas nelayan.

"Bapak Bupati mengimbau kepada seluruh masyarakat yang tinggal di kawasan lereng dan tebing agar meningkatkan kewaspadaan. Jika terjadi hujan lebat dengan intensitas tinggi, segera mengungsi, jangan menunggu longsor baru mengungsi," ujar Hendra.

Hendra menegaskan, pemerintah Kabupaten Padangpariaman melalui koordinasi BPBD Padangpariaman, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan telah meningkatkan kesiagaan menyikapi ancaman potensi bencana banjir dan tanah longsor hingga bulan Januari 2017.

Terkait penanganan ancaman banjir di sejumlah kawasan, kata Hendra, pihak pemerintah kabupaten telah menormalisasi sejumlah sungai di beberapa wilayah Padangpariaman. Normalisasi sungai yang dilakukan, disebutkan telah mampu mengatasi banjir di sejumlah kawasan tersebut.

"Sejak lima tahun terakhir banjir di Padangpariaman jauh berkurang karena sejumlah normalisasi sungai seperti normalisasi Batang Anai, Batang Kalampaian, Batang Mangor di Sunur dan sejumlah kawasan lainnya," jelas Hendra.

Sedangkan untuk sebuah kawasan yang menjadi langganan banjir di salah satu perumahan di Kasang, Hendra mengatakan ada saluran pembuangan air dari menuju sungai yang mengecil di perumahan tersebut.

"Persoalannya terletak di saluran air tersebut setelah diperiksa langsung oleh Pak Bupati. Penciutan saluran air tersebut membuat banjir besar di wilayah itu. Namun demikian, pemerintah daerah sedang mengupayakan penganggaran dari pihak provinsi untuk menormalisasi kembali saluran ini," urai Hendra.

Banjir di perumahan itu, dijelaskan lagi oleh Hendra, baru terjadi dalam dua tahun terakhir. Saat saluran buang air ke sungai baru dibangun oleh pemerintah provinsi sekitar lima tahun lalu, tidak ada penyempitan saluran air ke sungai sehingga tidak ada banjir melanda kawasan tersebut.

Disamping itu, dituturkan Hendra, bupati Ali Mukhni juga telah lama membentuk forum siaga bencana di tiap nagari di seluruh wilayah Padangpariaman yang mendapat pelatihan tekhnis dari BPBD Padangpariaman.

Forum siaga bencana nagari, sebut Hendra, wajib melaporkan tiap hari kondisi di masing daerahnya melalui SMS langsung ke ponsel bupati, baik saat ada bencana, maupun tidak ada bencana. Oleh sebab itulah, kata Hendra, ketika bencana terjadi TRC BPBD selalu lekas melakukan evakuasi saat terjadi bencana, pihak Dinas Kesehatan mendatangkan tenaga medis dan obat-obatan serta Dinas Sosial menyuplai berbagai kebutuhan pokok dan mendirikan tenda tenda darurat.

"Sejauh ini koordinasi antar SKPD tersebut selalu dievaluasi langsung oleh Pak Bupati demi peningkatan kinerja dan pelayanan di lapangan," kata Hendra.

Ali Mukhni juga mengimbau kepada nelayan, kata Hendra lagi, agar mengikuti anjuran dari pihak BPBD Padangpariaman jika diberitahu saat cuaca sangat tidak memungkinkan bagi nelayan untuk tidak melaut karena cuaca diprakirakan dapat mengancam keselamatan jiwa.

"BPBD di sejumlah kawasan pesisir selalu mengabarkan kondisi terkini prakiraan cuaca kepada nelayan. Jika informasi yang disampaikan berbentuk anjuran agar nelayan tidak melaut karena cuaca sangat tidak memungkinkan, diharapkan nelayan mengikuti anjuran tersebut demi keselamatan jiwa," ungkap Hendra.

Sejauh ini, Hendra menuntaskan, penanganan bencana alam di Padangpariaman dinilai masyarakat cukup reaktif dan memuaskan. Kekurangan-kerungan yang terjadi di lapangan akan terus dibenahi oleh koordinasi tiga SKPD dibawah komando langsung bupati Ali Mukhni.

Sementara itu, Syam (38), warga Sungai Sariak Padangpariaman, mengaku selalu mendapat informasi dari forum siaga bencana di nagari yang mengabarkan kondisi cuaca terkini.

Menyikapi curah hujan yang tinggi sebagaimana diprakirakan dapat menyebabkan banjir, dirinya bersama masyarakat setempat akan melakukan gotong-royong membersihkan saluran (banda) air dari sumbatan sampah dan daun-daun pohon.

"Saluran air mesti bebas dari penyumbatan, selaku masyarakat kita rutin bergotong-royong untuk meminimalisir dampak dari curah hujan tersebut. Jika saluran air tersumbat, pasti akan terjadi genangan-genangan," ujar Syam.

Di saat musim penghujan seperti saat ini, imbuh Syam selaku masyarakat yang memiliki aktivitas rutin setiap hari, dia memiliki beberapa tips yang pernah dilakukannya kepada masyarakat lain.

"Jika memungkinkan selesaikan semua urusan di siang hari, jika nyatanya terjebak hujan badai saat dalam perjalanan berhenti sementara, tunggu hujan agak reda," saran dia.

Dalam perjalanan, imbuh Syam, hindari melewati daerah rawan banjir dan genangan air. Kemudian saat hujan lebat disertai angin kencang dan petir, jangan parkir kendaraan di bawah pohon.

"Usahakan parkir di dalam bangunan atau tempat parkir yang terlindung dan jauh dari pepohonan," pungkasnya.

OLP