Harga Cabai Melambung, DPRD Imbau Masyarakat Hemat Konsumsi




Harga cabai merah keriting yang sempat Rp68 ribu/kilogram pada Senin (14/11) lalu, kembali merangkak naik. Harga cabai merah keriting yang di pantau wartawan di sejumlah pasar, yakni pasar Lubuk Alung dan pasar Pariaman dijual di kisaran harga Rp90 ribu/kilogram hingga Rp95 ribu/kilogram, Rabu (16/11).

Sedangkan harga cabai rawit mengalami penurunan dari Rp50 ribu/kilogram menjadi Rp40 ribu/kilogram. Harga bawang merah masih stabil di harga Rp35 ribu/kilogram.

"Kita mengimbau pada masyarakat agar kenaikan harga cabai disikapi dengan bijak, misalnya kebutuhan keluarga setengah kilogram sehari dikurangi menjadi seperempat kilogram atau cukup satu ons saja sesuai kondisi keuangan. Kita berharap harga cabai kembali normal dalam waktu dekat," kata Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Syafinal Akbar di Pariaman, Rabu (16/11).

Menurutnya, dari data yang dihimpun pihak DPRD, kenaikan harga cabai disebabkan oleh minimnya pasokan dari petani cabai kepada pedagang di sejumlah pasar di Pariaman. Meski DPRD belum melaksanakan operasi pasar menyikapi meroketnya harga cabai, DPRD tidak ada menerima laporan ada pengepulan cabai oleh oknum pedagang.

"Kenaikan harga cabai selalu kita pantau, kita selalu berkoordinasi dengan Dinas Koperindag Kota Pariaman. Dari pemantauan tiap hari oleh dinas tersebut kenaikan harga cabai bukan karena pengepulan oleh oknum pedagang, tapi memang karena pasokan sangat minim," sebut Syafinal.

Dihubungi terpisah, tidak stabilnya harga cabai, menurut Kepala Dinas Koperindag Kota Pariaman Gusniyeti Zaunit, disebabkan oleh tingginya curah hujan yang mengakibatkan cabai hasil panen petani di sejumlah wilayah mengalami kebusukan, sehingga hasil panen petani jadi berkurang.

"Hal itu menyebabkan minimya pasokan cabai dari petani ke pedagang. Cabai yang dominan dipasok pedagang Pariaman umumnya dari petani cabai di Curup provinsi Bengkulu," ungkapnya.

Dia menambahkan, perihal kenaikan itu, pihaknya sudah melaporkan hal tersebut kepada Bulog Provinsi Sumbar agar dicarikan solusinya.

"Kita berharap harganya kembali normal dalam waktu dekat. Beberapa waktu lalu pihak Bulog sempat mewacanakan jika harga cabai terus merangkak naik maka akan dilakukan subsidi harga," ungkap Gusniyetti.

Subsidi harga terangnya, dilakukan dengan membeli cabai dari petani lalu menjualnya langsung dengan harga murah kepada masyarakat.

"Harga normal cabai merah keriting sekitar Rp30 hingga Rp35 ribu/kilogram," pungkasnya.

Sementara itu, Yosi (40), warga Pariaman Tengah mengaku tidak membeli cabai merah keriting hari ini karena terlalu mahal.

"Kita hanya beli cabai rawit, yang penting ada pedasnya," sebutnya.

OLP