Hamdani Tuding Oknum LSM Lakukan Pemerasan Terkait Pembangunan Pasar Pariaman




Anggota komisi I DPRD Kota Pariaman, Hamdani, menyebut koordinator LSM Gempur, Ali Nurdin mencoba melakukan pemerasan kepada Kepala Dinas Koperindag Kota Pariaman Gusniyeti Zaunit terkait rencana pembangunan Pasar Pariaman oleh Pemko Pariaman.
 

Pernyataan Hamdani sontak membuat tensi suasana pertemuan antara pedagang pasar dengan DPRD bersama Dinas Koperindag meninggi pada Senin (7/11) di DPRD Kota Pariaman.

Di depan yang bersangkutan dia menyebut bahwa Ali Nurdin mengadvokasi pemilik kios tidak murni memperjuangkan tuntutan pemilik kios, melainkan mencoba mengambil keuntungan pribadi.

"Dia tidak murni memperjuangkan rekan-rekan pemilik kios ini, saya dapat laporan bahwa Ali Nurdin beberapa kali mengajukan permintaan uang kepada Buk Kadis Koperindag (Gusniyety Zaunit) untuk kelancaran pembangunan pasar," terang Hamdani kepada perwakilan pemilik kios.

Diakui Hamdani, informasi adanya permintaan uang dari koordinator LSM itu cenderung mengarah pada unsur pemerasan dan dilakukan melalui SMS. Bahkan, ia sendiri pernah dibacakan SMS yang dikirim Ali Nurdin kepada Gusniyeti Zaunit.

"Dua bulan setelah rapat dengan perwakilan pedagang bulan April 2016 yang lalu. Bunyinya ada permintaan uang biar urusan pembangunan pasar selesai," sebutnya lagi.

Sementara itu, Ketua LSM Gempur Pariaman, Ali Nurdin membantah bahwa  pernyataan yang disampaikan oleh Hamdani tersebut tidak benar. Ia bahkan menantang Hamdani untuk membuktikan tudingannya tersebut.

"Tidak pernah saya meminta sejumlah uang, apalagi memeras, silahkan saja buktikan," tegasnya.

Ali Nurdin masih mempertimbangkan keinginannya untuk melaporkan tuduhan yang disampaikan Hamdani atas dirinya kepada aparat kepolisan dengan pencemaran nama baik.

"Kita masih mempertimbangkan apakah kita akan melaporkan kepada pihak yang berwajib atau seperti apa," sebutnya.
 

Kepala Dinas Koperindag Gusniyeti Zaunit saat dikonfirmasi langsung dalam pertemuan tersebut membenarkan bahwa ada permintaan sejumlah uang yang disampaikan oleh Ali Nurdin selaku ketua LSM Gempur kepada dirinya agar rencana pembangunan Pasar Ampek Nagari lancar.

"Benar, ada beberapa kali disampaikan kepada saya melalui pesan singkat dan via telfon, intinya agar pembangunan pasar lancar," terangnya.

Namun Gusniyetti enggan membacakan secara lengkap bunyi pesan singkat yang disebut-sebut bentuk pemerasan yang dilakukan oknum LSM kepadanya.

Ia mengaku bahwa Walikota Pariaman telah mengetahui perihal pesan singkat yang ia terima dari Ali Nurdin.

"Kita sudah sampaikan ke pak walikota dan agar permintaan tersebut diabaikan saja," ujarnya.

Perwakilan pemilik kios Pasar Ampek Nagari Pariaman pemegang kartu kuning, Suci, meminta DPRD Kota Pariaman meninjau ulang pembangunan Pasar Pariaman. Dikatakannya pembagunan ulang pasar yang dilakukan oleh Pemko Pariaman akan mengapus hak kepemilikan pemegang kartu kuning atas kios yang telah mereka tempati sejak lama.

Ia berharap agar Pemko Pariaman dan DPRD Kota Pariaman menyusun formulasi alternatif dalam pembangunan Pasar Pariaman.

"Tentu masih ada alternatif lain yang dapat ditempuh walikota dalam perbaikan pasar tanpa menghilangkan hak kepemilikan pemilik kios," katanya.

Ketua DPRD Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin menegaskan bahwa DPRD Kota Pariaman belum mengesahkan rencana pembangunan Pasar Ampek Nagari Pariaman. Saat ini katanya, belum ada usulan dari Pemko Pariaman.

"Pembangunan pasar Ampek Nagari masih dalam tahapan rencana, bahkan usulan pun belum sampai ke DPRD, ranperda pengelolaan pasar pun masih dalam pembahasan," ujar Mardison.

Dikatakan, DPRD Kota Pariaman akan menampung aspirasi pemilik kios untuk ditindak lanjuti. Sebagai langkah awal, DPRD Kota Pariaman dalam waktu dekat akan turun langsung meninjau Pasar Ampek Nagari sekaligus pengecekan pemegang kartu kuning.

Nanda/OLP