FWP3 Dukung Pembuatan Taman Laut Sebagai Objek Wisata Pariaman




Rencana pembuatan taman laut oleh Pemko Pariaman melalui UPT Konservasi Penyu DKP Kota Pariaman pada tahun 2017 mendapat dukungan dari Forum Wartawan Peduli Pariwisata Piaman (FWP3).

"Pembuatan taman laut akan menarik minat wisatawan khusus untuk datang ke Pariaman, hal itu sejalan dengan visi misi menjadikan Pariaman sebagai kota tujuan wisata," ungkap Tomi Syamsuar Koordinator Bidang Kemaritiman FWP3 bersama Peneliti FWP3 Muhammad Zulfikar Harahap di Kantor PWI Pariaman, Sabtu (19/11).

FWP3 berharap, seiring dibuatnya taman laut tersebut, regulasi yang berprisip dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut harus tetap terpenuhi.

"Tantangan dan tugas utama pemerintah, bagaimana memanfaatkan alam tetapi tidak merusak keberadaan ekosistem," sebut Tomi.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Advodkasi FWP3 Oyong Liza Piliang, mendorong pemerintah setempat terus memaksimalkan potensi wisata bahari yang ada di Pariaman, baik pulau-pulau dalam bentuk permukaan, maupun terumbu-terumbu karang sebagai objek wisata dalam bawah laut.

"Kita menyambut baik akan dibangunnya taman burung dan dermaga di Pulau Tangah di tahun 2017 nanti. Pembuatan taman laut sebuah kejutan yang patut kita dorong," ungkapnya.

Objek wisata dalam bentuk alam, imbuh FWP3, adalah objek wisata yang harus ada pembatasan jumlah pengunjung agar tidak merusak keseimbangan alam sebagai objek wisata itu sendiri.

Sebelumnya, Citrha Aditur Bahri Kepala UPT Konservasi Penyu DKP Kota Pariaman menyatakan, pihaknya akan membuat taman laut bekerjasama dengan sebuah perusahaan BUMN.

"Pembuatan taman laut didanai program CSR tahun 2017 oleh PLN. Selain dapat dijadikan sebagai rumah ikan, plankton, terumbu karang, dan biota hidup lainnya, taman laut diproyeksikan dapat dijadikan sebagai destinasi tujuan wisata bawah laut," ujarnya.

Citrha saat ini masih mensurvey lokasi penempatan taman laut yang akan mereka buat. Dari analisa sementara, lokasi Gosong Sabareh yang berjarak 100 meter arah barat Pulau Ujuang dianggap cocok.

TIM