Dapat 20 Lagi Untuk Kelurahan, Bantuan RTLH Kota Pariaman Jadi 70 Rumah




Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, berharap kepada semua kepala desa dan lurah agar mampu menggerakkan gotong royong melalui partisipasi kebersamaan masyarakat. Gotong royong partisipatif menurutnya, juga diharapkan berlaku dalam merehab rumah warga yang mendapat bantuan dari pemerintah sehingga nominal bantuan jadi bertambah.

Hal itu disampaikan oleh Genius Umar usai peletakkan batu pertama rehabilitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Palak Aneh, Kecamatan Pariaman Selatan, Kamis (17/11). 


Program RTLH melalui Dinsosnaker, ujar Genius, bentuk komitmen pihaknya dalam meningkatkan kualitas rumah keluarga miskin dari status rumah tidak layak huni menjadi layak huni.

Bantuan RTLH senilai Rp15 juta yang diberikan pemerintah, ujar Genius, adalah untuk pembelian bahan bangunan untuk mendirikan rumah. Genius berharap uang yang diterima masyarakat agar dipergunakan sesuai peruntukan, bukan membeli kebutuhan yang bersifat konsumtif seperti telepon genggam.

“Kita harapkan bantuan Rp15 juta dapat bertambah nilainya melalui partisipasi aktif masyarakat, baik dalam bentuk materi (badoncek) maupun bentuk turut serta (bergotong-royong) dalam pengerjaan rumah,” imbau Genius.

Dana program RTLH untuk 50 rumah di Kota Pariaman berasal dari Kementerian Sosial RI dengan jumlah total Rp750 juta. Bantuan RTLH disalurkan kepada masyarakat melalui kelompok kecil berjumlah 10 orang.

Dalam pelaksanaan pembangunan, masyarakat harus mengerjakannya sendiri dalam waktu 25 hari. Penerima bantuan dana RTLH diutamakan bagi masyarakat yang namanya termasuk dalam daftar Program Keluarga Harapan (PKH) Basis Data Terpadu (BDT) yang merupakan data PPLS BPS tahun 2011. Tanah yang akan dipakai untuk membangun rumah harus milik sendiri.

“Insya Allah dalam dua pekan ke depan Kota Pariaman akan dapat juga program serupa untuk 20 unit rumah bagi kelurahan saja," pungkas Genius.

TIM