"Basapa" di Ulakan Ikon Wisata Religi di Sumbar




Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar telah meninjau dan mengkaji ritus Basapa di Ulakan Padangpariaman sangat cocok dijadikan destinasi wisata religi Sumatera Barat.

"Basapa tidak ada di tempat lain di Sumbar selain di Padangpariaman," kata Kepala Seksi Promosi Konvensi Hisentif Even dan Minat Khusus Dinas Pariwisata Sumbar Riza Chandra saat konferensi pers di Padangpariaman, beberapa hari lalu.

Untuk memaksimalkan potensi Basapa yang dikunjungi puluhan ribuat umat muslim dari segala penjuru nusantara dan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Brunai, kata dia diperlukan upaya maksimal.

"Oleh karenanya kita dari Dinas Pariwisata Sumbar akan melakukan promosi agar Basapa di Padangpariaman lebih banyak dikunjungi wisatawan religi. Basapa di Padangpariaman akan menjadi ikon wisata religi provinsi Sumbar," sambungnya.

Hal senada diungkapkan oleh Bupati Padangpariaman Ali Mukhni. Kawasan Ulakan, kata bupati akan dibangun infrastruktur untuk kenyamanan wisatawan yang ingin berwisata religius saat Basapa di Kecamatan Ulakan Tapakis tersebut.

Basapa sendiri, kata Ali Mukhni terbagi dua, yakni Basapa Ketek dan Basapa Gadang yang akan jatuh pada tanggal 16 November 2016. Jarak antara Basapa Ketek dan Basapa Gadang adalah satu minggu. Rentang interval satu minggu antara Basapa Gadang dan Basapa Ketek itu, sebut Ali Mukhni pihaknya akan menggelar beberapa kegiatan bersifat islami.

Dikutip dari antarasumbar, Kalifah ke-15 Syekh Burhanuddin Heri Firmansyah mengatakan, Basapa berasal dari kata Safar sebagai peringatan meninggalnya Syekh Burhanuddin.

"Syekh Burhanuddin sendiri merupakan tokoh yang telah menyebarkan agama Islam di Minangkabau," katanya.

Ia mengatakan tradisi Basapa dilakukan dengan tiga kegiatan yaitu pertama mendatangi Masjid Tuo tempat Syekh Burhanuddin mengajar ilmu agama Islam. Kedua yaitu dengan mendatangi barang-barang peninggalan Syekh Burhanuddin dan yang ketiga melakukan ziarah ke makam syekh tersebut di Ulakan Tapakis.

"Pada tahun ini Basapa diselenggarakan pada 16 November dan umat Islam akan beribadah dan berdoa di lingkungan makam Syekh Burhanuddin," ujarnya.

TIM