Pokdakan Tumbuh Saat Moneter Dikunjungi Walikota




Walikota Pariaman Mukhlis Rahman didampingi Wakil Walikota Genius Umar, tinjau pembudidayaan ikan binaan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Pariaman di Desa Kajai, Pariaman Timur, Minggu (30/10).

Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Tusamon (Tumbuh Saat Moneter) yang berdiri sejak tahun 1999 di desa setempat mendapat pujian dari walikota. Ridwan selaku ketua Tusamon turut mendampingi walikota dalam peninjauan tersebut.

Mukhlis mengingatkan Pokdakan agar meniru kesuksesan Tusamon dalam mengelola kelompok dalam penggunaan bantuan stimulan dari pemerintah. Jangan sampai bantuan habis, kelompok pun bubar.

Pokdakan Tusamon menurut Mukhlis telah dibimbing dan dibina dalam bentuk pelatihan, bimbingan, bantuan bibit dan pakan oleh DKP sehingga berkembang dari kelompok pemula menjadi kelompok madya.

Kepala DKP Kota Pariaman, Dasril, menjelaskan di Kota Pariaman terdapat 27 Pokdakan dan 18 Unit Pembibitan Rakyat (UPR). Pokdakan Tusamon, kata dia merupakan kelompok pembudidaya ikan berkinerja baik tingkat provinsi pada tahun 2013.

"Tusamon telah diajukan untuk dinilai sebagai Pokdakan berkinerja baik tingkat nasional, Insya Allah tahun ini tim penilainya akan turun ke Kota Pariaman," ujar dia.

Kepala Desa Kajai, Andri Yusal, mengatakan PokdakanTusamon berstatus madya dan memiliki sertipikat CBIB. Pokdakan telah mampu memproduksi ikan gurami 5 ton pertahun, ikan nila 2 ton pertahun, dengan 20 kolam.

Setiap minggu, kata dia Pokdakan menggelar mancing mania. Peserta pendapat ikan terbesar pertama hingga ketiga akan mendapatkan hadiah.

Tusamon  juga diajukan oleh Pemerintah Kota Pariaman untuk mendapatkan program Gerakan Pakan Mandiri (Gepari) dari pemerintah pusat pada tahun 2017.

TIM