Ali Mukhni: Narkoba Masuk Semua Lini Kecuali Pesantren




Penyebaran narkoba di Indonesia sudah menyentuh semua lini profesi dan status sosial di tengah masyarakat. Mulai dari pejabat negara, politisi, polisi, tentara, guru, orangtua, ibu-ibu rumah tangga, mahasiswa, pelajar dan lainnya. Yang belum disentuh oleh narkoba hanyalah santri di pondok pesantren.

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengungkapkan hal itu ketika melepas pawai santri bersarung Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung Padangpariaman, Sabtu (22/10) sore di halaman rusunawa pesantren tersebut. Pawai diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Santri kedua 22 Oktober 2016. 

Pawai diikuti seribu santri keliling nagari dengan melintasi jalan raya Padang – Bukittinggi. Pawai sepanjang sekitar satu kilometer yang dipandu aparat kepolisian tersebut sempat memacetkan arus lalu lintas Padang – Bukittinggi.

Menurut Ali Mukhni, santri yang tengah belajar di pondok pesantren masih kuat dari serangan penyebaran penyalahgunaan narkoba. Karena santri selalu dibentengi dengan nilai-nilai agama Islam yang kuat. 

“Narkoba itu ibarat setan dunia yang kedua. Karena narkoba merusak kehidupan orang dunia dan akhirat. Melalui kekuatan santri ini, kita berharap Padangpariaman bisa mencegah penyebaran narkoba. Terutama di kalangan generasi muda sebagai harapan bangsa,” kata Ali Mukhni.

Ali Mukhni juga memberikan apresiasi terhadap Hari Santri Nasional yang sudah diputuskan oleh Presiden RI Joko Widodo. Hari Santri merupakan bentuk penghargaan negara terhadap santri yang sudah berperan aktif dalam mengusir bangsa penjajah dari Indonesia dulunya.

Ketua Yayasan Pembangunan Islam El Imraniyah (PYII) Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Drs. Idarussalam Tuanku Sutan,  menyebutkan, pawai dan peringatan Hari Santri ini merupakan yang pertama di Nurul Yaqin. Para santri terlihat sangat antusias mengikutinya.

“Melalui pawai ini, kita menggugah perhatian santri agar lebih termotivasi belajar. Jangan diantara mereka masih ada yang merasa orang nomor belakangan di negeri. Tapi mereka sebagai santri sudah diakui keberadaannya oleh negara,” kata Idarussalam yang musytasyar PCNU Padangpariaman ini.
Pawai juga dihadiri Ketua Badan Anti Narkoba Ansor (BAANAR) Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat Hardi Candra dan Ketua IPNU Padangpariaman Ahmad Fauzan. 

HT