Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menuju Lokal Branding Oleh-Oleh Pariaman

1 September 2016 | 1.9.16 WIB Last Updated 2016-09-01T14:08:34Z
Kaos dengan hastag #ayokepariaman sudah punya branding



Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar, ajak pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hasilkan produk lokal berupa souvenir bernilai jual bagi wisatawan untuk mensejajarkan pertumbuhan ekonomi dan perkembangan pariwisata di Kota Pariaman.

Dia menilai, lebih banyak wisatawan berbelanja di Kota Padang dan Bukittinggi meski disaat yang sama mereka berkunjung ke Pariaman.

"Sektor ekonomi kreatif seperti kerajinan kaos dan baju bertema wisata terus tumbuh, kita terus genjot pelaku UMKM agar menghasilkan produk oleh-oleh khas Pariaman. Kita berharap setiap orang yang berkunjung ke Pariaman akan ada oleh-oleh khas Pariaman yang dibawanya pulang," kata Genius, di Pariaman, Kamis (1/9).

Disampaikan Genius, produk lokal berupa kerajinan dan penganan, lambat laun akan punya branding tersendiri terhadap Kota Pariaman sebagaimana Kota Bukittinggi dengan Sanjai-nya dan Payakumbuh dengan Gelamai-nya.

"Pada intinya pembangunan pariwisata sejalan dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kita terus upayakan agar UMKM di Pariaman melihat peluang yang memiliki celah lebar ini," tuturnya.

Sementara itu, Peneliti Forum Wartawan Peduli Pariwisata Piaman (FWP3) Muhamad Zulfikar Harahap (24) menanggapi kebijakan pemerintah terhadap pengembangan UMKM berbasis budaya lokal.

Menurutnya, selama ini perhatian pemerintah terhadap UMKM cukup besar, bahkan dalam perberdayaan kelompok dan komunitas kreatif dinilainya sangat berhasil.

"Kita bisa lihat kemajuan komunitas pemuda #ayokepariaman, Orang Piaman Creatif (OPC), Darak Badarak, dan lain-lain. Bahkan diantaranya sudah punya branding kaos tersendiri yang sudah dikenal hingga ke luar negeri," kata Zulfikar.

Terkait produk lokal UMKM, dia menilai perlu pendampingan khusus dari pemerintah setempat, sekaligus dalam mengarahkan.

"Pembinaan UMKM terkait pengembangan produk sudah dilakukan dengan baik, namun yang menjadi tantangan terbesar pemerintah adalah upaya pengawasan secara berkelanjutan," jelasnya.

Disamping itu menurutnya, Pemko Pariaman juga harus memikirkan lebih jauh terkait pemasaran dalam jangka panjang sehingga kerajinan yang dihasilkan dapat dijangkau di seluruh daerah.

TIM
×
Berita Terbaru Update