Waspada Petir, Pemko Pariaman dan PLN Data Instalasi Listrik




Hujan deras disertai petir keras sahut menyahut cemaskan warga Pariaman. Fenomena alam tersebut disebut warga sangat jarang terjadi sebelumnya sebagaimana petir Rabu malam (20/4).

"Mengerikan rasa mau kiamat. Saat itu saya lagi masak, listrik langsung padam. Dentumannya sangat keras sekali," kata Hendriwati (46) warga Perumahan Jati Raya Indah, Jati Hilir, Pariaman Tengah, Kamis (21/4).

Selain Hendriwati, hal serupa juga dirasakan warga Pariaman lainnya, Meri (38). Menurut dia, petir Rabu malam sangat dahsyat dan keras hingga terasa ada getaran.

"Rumah rasa bergetar oleh kerasnya petir. Padamnya listrik seketika oleh petir membuat anak-anak kami ketakutan," kata Meri, ibu empat orang anak ini.

Petir atau halilintar malam itu, menurut kesaksian Erna (52) warga Jati Hilir lainnya, sempat menyambar kabel listrik di Jl. Cut Nya Dien dan menimbulkan percikan kembang api cukup besar.

"Sangat jelas dan banyak warga menyaksikan. Petir semalam adalah patuih tongga kata orang-orang tua dahulu yang memang menggetarkan," sebutnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman, Yaminurizal, menyebut, tingginya curah hujan dan petir disebabkan oleh pengaruh cuaca ekstrim.

"Cuaca ekstrim tidak bisa ditebak kapan berakhirnya karena merupakan fenomena," ujar dia melalui sambungan seluler.

Dia menuturkan saat ini pihaknya bersama PLN cabang Pariaman sedang mendata instalasi listrik rumah warga yang sudah tua untuk menghindari terjadinya kebakaran.

"Salah satu langkah antisipasi kita sedang melakukan itu. Petir bisa mendatangkan bencana kebakaran karena membawa muatan listrik yang sangat besar," jelasnya.

Demi keselamatan dia menghimbau kepada warga agar menjauhi tanah lapang saat petir terjadi.

"Petir menyambar kepada yang lebih tinggi karenanya hindari berdiri di tanah lapang atau tempat terbuka. Disamping itu matikan peralatan elektronik pemancar dan penerima sinyal seperti televisi, ponsel dan alat serupa lainnya," ungkapnya.

OLP