Normalisasi Batang Piaman dan Batang Mangau Solusi Banjir




Hujan lebat yang mengguyur Kota Pariaman seharian dari Senin malam hingga Selasa pagi (12/4) membuat 67 rumah terendam banjir yakni di Desa Cimparuah, Pariaman Tengah dan Desa Taluak, Pariaman Selatan.

Dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman, Yaminurizal, di Pariaman, Rabu (13/4), tingginya curah hujan disebabkan siklus alam yang tidak bisa dikendalikan manusia.

"Ini merupakan fenomena alam yang berubah-rubah sehingga beberapa daerah yang kerendahan tergenang," kata dia.

Dia menuturkan, untuk antisipasi dampak banjir di beberapa zona rawan diperlukan normalisasi sungai dan drainase yang bagus.

"Hal itu perlu koordinasi dengan dinas terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum. Rencana Selasa depan SKPD terkait akan membicarakan hal itu," tambah dia.

Kata dia, beberapa hari lalu
seluruh walikota dan bupati se-Sumatera Barat dikumpulkan oleh Gubernur Sumbar dalam rangka mengatasi bencana banjir bandang di Sumatera Barat.

"Gubernur ingin wilayah Sumbar nol (0) banjir bandang. Maka dari itu dalam waktu dekat akan ditandatangani MoU antara gubernur dan bupati/walikota se Sumbar," kata dia.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin, terpisah, menyebutkan bahwa banjir Pariaman adalah peristiwa besar yang harus dicarikan solusi konkritnya.

Kata dia, dua aliran sungai, yakni Batang Piaman dan Batang Mangau harus segera dilakukan normalisasi disamping pembangunan sejumlah drainase.

"Kalau untuk normalisasi biayanya sangat besar dan tidak tertampung oleh APBD Kota Pariaman. Dulu di era Leonardy menjabat Ketua DPRD Sumbar, hal itu hampir terealisasi oleh APBD Sumbar," ungkap Mardison via seluler.

Ke depan, imbuh dia, pihaknya di DPRD melalui partai akan melakukan lobi ke DPRD Sumbar agar dialokasikan anggaran melalui APBD Sumbar untuk normalisasi dua sungai tersebut.

"Kalau yang kecil-kecil seperti drainase kita siap menganggarkannya. Namun agar Pariaman terbebas dari banjir, normalisasi dua sungai adalah solusinya," kata dia.

Sementara itu, Zal (36) warga Cimparuah, berharap kepada pemerintah dan pihak terkait bergerak cepat atasi persoalan banjir di desanya.

"Jangan sampai berlarut-larut. Jika curah hujan tinggi di sini selalu tergenang meski wilayah lain aman," kata dia.

Dia juga berharap kepada sesama warga agar tidak membuang sampah ke selokan dan sungai karena bisa menyumbat aliran air.

"Saat banjir besar beberapa minggu lalu tidak hanya air yang mengalir tapi juga sampah-sampah dari hulu," sebutnya.

OLP