Komisi VIII DPR RI Ingin Pembangunan Asrama Haji Dilanjutkan




Terhentinya pembangunan Asrama Haji Embarkasi Padang mendapat sorotan dari Komisi VIII DPR RI yang merupakan mitra dari Kementerian Agama. Setelah menerima surat dari Bupati Padangpariaman, 12 orang anggota Komisi VIII DPR RI yang dipimpin H. Debing Ishak selaku ketua tim mengadakan kunjungan kerja spesifik ke lokasi pembangunan asrama haji terluas di Indonesia yang hanya berjarak 5 kilometer dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

"Kita datang untuk menjalankan fungsi anggota DPR dalam pengawasan dan penganggaran," kata Wakil Ketua Komisi VIII Debing Ishak didampingi Bupati Ali Mukhni di Nagari Sungai Buluh Kec. Batang Anai.

Pihaknya sangat menyayangkan tidak terserapnya alokasi dana pembangunan asrama haji senilai Rp100 milyar pada tahun 2015 lalu. Ia meminta Kementerian Agama membuat laporan pertanggungjawaban untuk dibahas pada rapat komisi yang akan dijadwalkan.

"Kenapa tidak terserap dana 100 milyar itu. Kita akan kaji bersama kementerian terkait pada rapat komisi untuk dievaluasi," kata politisi Dapil Jabar itu.

Ia mengakui pembangunan asrama haji yang baru sangatlah mendesak untuk memberikan pelayanan haji yang representatif kepada calon jamaah haji. Untuk itu Komisi VIII DPR RI, kata Debing, tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan asrama haji pada tahiun 2017.

"Kita apreasisi kegigihan Bapak Bupati Ali Mukhni yang berjuang untuk penganggaran pembangunan asrama haji ini. Insya Allah, kita siap dukung," imbuh politisi dari Partai Golkar.

Sementara, Anggota DPR RI Agus Susanto, mengatakan, pembangunan asmara haji adalah marwah daerah Sumbar. Asrama haji yang berada di Tabing Padang sudah tidak mampu menampung ribuan jamaah haji setiap tahunnya. Apalagi tidak ada lahan yang tersedia untuk pengembangan asrama haji.

"Pembangunan Asrama haji ini akan diusulkan untuk dimultiyearskan. Karena dijanjikan oleh Menteri Agama sewaktu peletakan batu pertama tahun lalu," kata politisi asal Sumbar itu.

Hal senada juga disampaikan oleh Moh. Asli Chaidir yang bersemangat untuk melanjutkan pembangunan asrama haji. Ia mengaku tahu persis sejarah berdiri asrama haji di Sungai Buluh, Batang anai tersebut.

"Awalnya asrama haji ini direncanakan di kota Padang tapi Padangpariaman cepat merespon dengan menyediakan tanah 10 hektar tanpa ganti rugi kepada pemerintah. Saya akan support kelanjutan untuk anggarannya," kata Asli Chaidir anggota DPR RI dari Fraksi PAN itu.

Bupati Ali Mukhni mengatakan bahwa asrama haji embarkasi Padang melayani sekitar enam ribuan jamaah haji yang terdiri dari tiga propinsi yaitu Sumatera Barat, Jambi dan Bengkulu.

"Sumbar sekitar 4500 jamaah, Jambi sekitar 1200 jamaah dan Bengkulu sekitar 600an jamaah," kata Bupati Ali Mukhni didampingi Kabag Humas Hendra Aswara.

Ditambahkannya bahwa pihaknya juga telah menganggarkan untuk pembangunan pintu gerbang dan jalan jalur dua akses keluar masuk jamaah haji. Ia berharap kelanjutan pembangunan asrama haji menjadi prioritas pada APBN Perubahan 2016 dan APBN 2017.

Kepala Kemenag Sumbar Salman K Memed, saat itu melaporkan bahwa pembangunan asrama haji telah dianggarakan sebesar 100 Milyar. Dalam proses tender dimenangkan oleh PT Ratu Karya.

"Namun dana yang terserap hanya 48 Milyar dan biaya konsultan sebesar 4 Milyar. Jadi total 52 Milyar yang bisa dipakai, selebihnya dikembalikan ke kas negara," kata Salman.

Terkait adanya permasalahan antara PT. Ratu Karya dengan subkontraktor dan masyarakat sekitar karena adanya tagihan yang belum dibayar yang jumlahnya cukup fantastis yaitu sekitar Rp12 milyar, ia mengaku berupaya memfasilitasi agar hak masyarakat dapat dipenuhi.

Adapun Tim Kunker Spesifik Komisi VIII DPR RI yaitu Dr. H. Debing Ishak, Hj. Ledia Amalia, Prof. H. Hamka Haq, Itet Tridjayati, Sumarjianto, Agus Susanto, Firman Dez, Hj. Anda SE, MM, Khohibul Umawiranu, M. Asli Chaidir, Arzeti Bilbina dan H. Ahmad Mustaqin.

Usai pertemuan, rombongan Komisi VIII DPR RI melaksanakan ibadah Sholat Jumat di Mesjid Angung Syekh Burhanuddin.


TIM