FMIPA Unand Tanam Pohon Langka di Pulau Angsoduo




Dalam rangka menjadikan Pulau Angso Duo sebagai destinasi edukasi disamping pariwisata dalam wilayah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman gandeng Fakultas FMIPA Jurusan Biologi Universitas Andalas (UNAND) Padang dalam kegiatan pemberian nama latin bagi pohon. Disamping itu juga penanaman beberapa jenis pohon langka di pulau tersebut, Sabtu (9/4).

Rombongan yang dipimpin oleh senior purnabakti UNAND Prof. H. Marlis Rahman, MSc, mantan Gubernur Sumbar dan Rektor UNAND itu diikuti Pembantu Dekan III FMIPA Prof. Dr. Syamsuardi, MSc, Ketua Jurusan Biologi Dr. Jabang Nurdin, serta segenap civitas akademika UNAND.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman dan sejumlah SKPD dampingi rombongan tersebut. Rombongan bertolak dari terminal kapal wisata Muaro Pariaman menuju pulau penuh semangat.

Dikatakan Walikota Mukhlis, dia menyambut baik kegiatan sekaligus berterima kasih atas kunjungan yang menguntungkan bagi kota yang dipimpinnya itu.

Dia menuturkan, Pemko Pariaman saat ini tidak hanya membenahi pulau Angso Duo tapi juga sedang merencanakan pembangunan hutan kota dan melindungi pohon-pohon langka.

Selain itu, imbuh dia, masih wisata edukasi, pihaknya terus mengembangkan wisata ekologi di pusat penangkaran penyu di Desa Ampalu.

"Kita punya lima jenis penyu, tiga diantaranya penyu langka di dunia. Banyak kalangan peneliti luar negeri kunjungi pusat konservasi Pariaman lakukan penelitian," ujar Mukhlis yang juga alumni FMIPA Unand tersebut.

Dia berharap, kunjungan FMIPA Unand tersebut sekaligus ajang promosi wisata Pariaman.

"Melalui foto yang diunggah di jejaring sosial telah membantu promosi potensi wisata Kota Pariaman. Kita berharap kegiatan ini berkelanjutan," tuturnya.

Pembantu Dekan III FMIPA Prof. Dr. Syamsuardi, MSc, menjelaskan, kegiatan yang mereka lakukan itu bertujuan mendorong masyarakat untuk ikut membangun ekosistem tanaman yang akan meningkatkan kualitas lingkungan hidup lebih baik.

"Serta mampu mengenalkan kepada para pengunjung pulau ini tentang nama latin dari berbagai tanaman yang ada seperti ketaping, ampelas, manggis dan lain-lain sebagainya," kata dia.

Hal tersebut menurut dia juga menjadi langkah prespektif dalam melestarikan tanaman pohon demi menunjang kehidupan dan keselamatan pulau dari bahaya abrasi.


Phaik/OLP