(Cuaca Ekstrim) Selain Waspada Banjir dan Pohon Tumbang, Petir Juga Mengancam



Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman menghimbau masyarakat tetap waspada dengan tingginya curah hujan disertai badai dan petir.
 

Kepala BPBD Kota Pariaman, Yaminurizal, Rabu (6/4), di Pariaman, kepada wartawan menyebutkan, tingginya curah hujan dan badai berpotensi timbulkan banjir, longsor dan pohon tumbang.

"Ini akibat perubahan cuaca ekstrim dan fenomena alam. Kemarin ada tiga pohon tumbang satu diantaranya menimpa rumah warga di Koto Mandakek, Desa Pauh Timur," ungkap dia.

Dia menuturkan, pihaknya akan terus memantau perkembangan cuaca dengan pihak terkait disamping mensiagakan jajarannya.

"Hari ini pukul dua siang seluruh walikota/bupati se Sumatera Barat dipanggil gubernur termasuk kepala BPBD-nya membahas perubahan cuaca dan siaga bencana banjir bandang. Nanti kita berikan keterangan resmi usai rapat tersebut," sebut Yaminurizal.

Dia menegaskan, dengan situasi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu, ada kalanya hujan lebat, petir hingga angin kencang, masyarakat dituntut selalu waspada.

"Termasuk pihak pemerintah juga selalu wasapada dengan menyiagakan personil 1x24 jam yang selalu melaporkan kondisi terkini. Kemarin bersama Badan Lingkungan Hidup (BLH) kita menebang sejumlah pohon lapuk yang berpotensi roboh diterjang badai," tutupnya.

Terpisah, Tomi (38) warga Pariaman Selatan, menyebut, petir dahsyat disertai hujan badai tadi malam (Selasa) pukul 21.30 WIB putuskan enam buah bohlam lampu di rumahnya.

"Petirnya menggelegar kemudian listrik tiba-tiba padam selama satu jam. Setelah listrik hidup, enam buah bola (bohlam) lampu di rumah putus," ungkap Tomi kepada wartawan di kantor PWI Pariaman.

Dia menuturkan, hujan badai disertai petir yang sahut menyahut hingga putuskan bohlam lampu baru kali ini dia rasakan seumur hidupnya.

"Petir sangat keras menggelegar bersahut-sahutan," kata dia.

OLP