Ali Mukhni Rencanakan Bangun Dua Kampus di Kayu Tanam




Bupati Padangpariaman Ali Mukhni tak main-main ingin menjadikan Padangpariaman sebagai daerah sentral pendidikan di Sumbar.

Setelah Balai Pendidikan dan Pelatihan Pelayaran (BP3) di Ulakan Tapakis, dan MAN Insan Cendekia di Sintuak Toboh Gadang, kini dua perguruan tinggi, yakni Politeknik Negeri Padang dan Istitut Kesenian Indonesia (ISI) siap menyusul didirikan.


Berlokasi di Kenagarian Kapalo Ilalang, Kecamatan 2X11 Kayu Tanam, Senin (11/4), Ali Mukhni dan pimpinan Politeknik Negeri Padang dan Istitut Kesenian Indonesia (ISI), meninjau lokasi rencana pembangunan kampus itu.

Tanah seluas masing-masing 50 hektar telah siap untuk mendirikan gedung. Untuk akses jalan, Ali Mukhni juga akan mengganggarkan di APBD 2017.


Melihat denah yang sangat cocok untuk dijadikan lokasi pendidikan, bak gayung bersambut, Direktur Politeknik Padang, Aidil Zamri yang ikut meninjau lokasi, sangat menyetujui kampus Politeknik Padang akan dikembangkan di lokasi tersebut.

“Kalau di sini bisa jadi kampus sangat bagus sekali. Udaranya sejuk, dataran tinggi, jauh dari gangguan-gangguan lingkungan. Apalagi view nya bagus,” ungkapnya.


Dengan didirikannya kampus di lokasi yang luas, maka otomatis akan berdiri gedung yang megah dan besar. Dengan sendiri, daya tampung mahasiswa juga akan semakin besar.
 

“Melihat semakin besarnya minat masyarakat untuk masuk ke perguruan tinggi, maka akan dibutuhkan ketersedian prasarana yang juga memadai. Prospek ke depan, kita memang memerlukan sebuah kampus yang luas. Tahun ini saja ada 8000 orang yang melamar. Kita hanya mampu menampung 1200 orang,” ungkapnya seraya menyampaikan jika jadi berdiri, maka tidak tertutup kemungkinan pusat Politeknik Negeri akan dipindahkan ke Padangpariaman.

“Apalagi pemerintah pusat juga sangat merespon pengembangan kampus. Kita evaluasi lebih jauh,” sebutnya.

Seperti halnya Aidil Zamri, Pembantu Rektor (PR) 1 ISI Padangpanjang, Ediwar juga menyambut baik pemerintah Padangpariaman ingin mengembangkan ISI di Padangpariaman.

Dia mengaku setelah melihat langsung ke lapangan, maka akan sangat strategis dan sangat bermanfaat besar, jika sebuah kampus seni, didirikan di lokasi itu.

“Kami tentu akan memanfaatkan ini. Melihat lokasinya jauh dari keramaian, kami tentu leluasa untuk mengambangkan kesenian. Seni akan muncul di daerah ini,” sebutnya.

Ia juga salut dengan cepat tanggapnya Bupati Ali Mukhni dalam memfasilitasi pembangunan Kampus ISI sejak setahun terakhir. Wilayah Kayu Tanam layak dijadikan sebuah kota modern yang dilengkapi infrastruktur kesehatan, pendidikan dan industri.

"Pak Ali Mukhni ini bupati hebat dan luarbiasa memajukan kesejahteraan masyarakat," kata Ediwar.

Ninik Mamak Kenagarian Kapalo Ilalang, Asrizal Dt Panghulu Basa mengatakan sangat mendukung apa yang direncanakan oleh bupati. Sebab, dengan berdirinya dua kampus dan ditambah lagi rencana pengembangan RSUP M Djamil, maka dengan sendirinya perekonomian masyarakat di Kapalo Ilalang juga akan ikut terangkat.

“Lahan disini seluas 600 hektar yang merupakan tanah erpach. Jadi, sewaktu-waktu pemerintah daerah mengambil alih tentunya kita serahkan," ujarnya.

Sementara itu, Ali Mukhni mengatakan pembangunan dua kampus ternama Sumbar dan rencana pemindahan M Djamil menandakan keseriusannya untuk menjadikan Padangpariaman sebagai sentral pendidikan di Sumbar.

“2016 untuk pembangunan tidak ada masalah, untuk jalan permanen, kita bersama DPDR anggarkan di APBD 2017,” kata Mantan Pengajar di SMU 10 Padang itu.


HA/OLP