Abrasi Pantai dan Pulau, Yaminurizal: Itu Siklus Alam

f
foto dokumentasi arah timur Pulau Kasiak



Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman, Yaminurizal, menyebutkan siklus alam sebabkan abrasi di arah barat daya (belakang) Pulau Kasiak Pariaman. Ungkap dia, di Pariaman, Rabu (13/4) abrasi tersebut bertentangan dengan sejumlah teori bahwasanya abrasi disebabkan oleh pembangunan batu pemecah ombak (batu grip) di pesisir pantai Pariaman.

"Siapa yang bisa menjelaskan teori tentang fenomena tersebut. Jika disebabkan oleh batu grip tentu arah depan yang kena dampak abrasi bukan belakang," kata Yaminurizal melalui sambungan seluler.

Imbuh dia, pembangunan batu grip di muara Pariaman juga tidak bisa serta merta dikambinghitamkan jika terjadi abrasi di bibir pantai lainnya.

"Siklus alam itu "hidup" berubah-rubah seperti manusia," tukuknya.

Dia menuturkan saat ini memang di berbagai belahan dunia terjadi pola perubahan cuaca ekstrim setiap saatnya. Oleh sebab itu pihaknya akan tetap melakukan pemantauan bersama instansi terkait dan selalu siagakan personil.

"Kita sudah bentuk kelompok sadar bencana di tiap desa dan kelurahan. Pemahaman dan tanggap bencana sangat penting dilakukan karena daerah kita memang daerah rawan," ungkapnya.

Terpisah, Aguih (46) warga Kampung Jawo, Pariaman Tengah, mengatakan bibir pantai Gandoriah sedikit terkikis ke tepi.

"Tidak besar memang, tapi bibir pantai terlihat sedikit berkurang luasnya," kata dia.

OLP