Latih Pramuwisata, Ini Kata Wisatawan Lihat Kondisi Terkini Wisata Pariaman




Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar, berharap pada pramuwisata agar menguasai seluk beluk objek wisata di daerahnya selain komunikatif.

Pemandu wisata, kata dia juga harus mampu meyakinkan wisatawan agar menikmati seluruh destinasi yang ada.

"Seorang pramuwisata harus bisa menguasai dirinya, atraktif dan konstruktif," ujar Genius, pada acara pelatihan pengembangan sumber daya manusia (SDM) Pramuwisata Kota Pariaman di Hotel Nan Tongga Pariaman, Rabu (30/3).

Menurut dia, parmuwisata juga merupakan aset bagi pariwisata Kota Pariaman yang harus diberdayakan terus menerus.

"Apabila baik penyampaian dari pramuwisata serta memahami wisatawan yang dibawanya, maka akan baik pula penilaian wisatawan terhadap kota kita," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Kota Pariaman sedang giat-giatnya bangun berbagai infrastruktur kepariwisataan seperti dermaga Pulau Angsoduo, taman Gandoriah, taman pantai Kata dan pantai Cermin hingga berbagai fasilitas penunjangnya.


"Dan untuk tahun 2017, kita akan membuka dan mengembangkan Pulau Tangah sebagai tempat wisata yang baru dilengkapi dermaga dan fasilitas penunjang lainnya dengan tidak mengubah hutan yang ada di pulau tersebut," pungkasnya.

Terpisah, Wandi (31) wisatawan asal kota Bandung, di Pariaman, menyebut, pelayanan pariwisata di kampung halamannya itu masih jauh panggang dari api.

"Ramah itu yang mahal di Pariaman. Kita berharap pemerintah selain menyiapkan pramuwisata juga mampu ciptakan nuansa aman, damai, asri dan tentram di setiap objek wisata," kata dia.

Dia menilai, lesunya wisata Pariaman saat ini juga disebabkan kontradiktifnya berbagai program lintas SKPD.

"Kalau Pol PP sering razia, kota akan mati, walau kota wisata sekalipun. Jadi sangat sulit kembangkan wisata sejalan sengan penegakan Perda," tutur lulusan ITB dan UI itu.

OLP