Genius: Mutu Pendidikan Pesantren Tidak Kalah dengan Sekolah Umum





Pesantren kilat dan pertandingan futsal di pondok pesantren (Ponpes) modern Taman Pendidikan Ulama Zauma (TAPUZ)  di Desa Marunggi dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar, Sabtu (26/3).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin, Ketua GOW, Lucy Genius, sejumlah SKPD, tokoh masyarakat dan panitia setempat.

Genius, pada kesempatan itu mengingatkan pentingnya penanaman nilai-nilai islami di tengah kuatnya arus globalisasi dan budaya.

"Di mana kehidupan ruang pandang dan ruang dengar kita di penuhi oleh berbagai kenyataan yang semakin menjauhkan kita dari nilai-nilai islami. Maka keberadaan sekolah-sekolah islam menjadi benteng penguatan terhadap gejolak yang menguak tersebut," kata dia.

Dengan penyelenggaran pesantren kilat di tempat tersebut dirinya berharap agar para peserta lebih mendalami dan memahami kandungan nilai Alquran dan mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari.

"Dan untuk menjauhi pergaulan anak muda yang sudah menyimpang mulai mengunakan narkoba, hisap lem dan pergaulan bebas," tuturnya.

Saat ini, kata dia, mutu pendidikan sekolah berbasis islam tidak kalah dibanding sekolah umum. Dia berharap siswa melanjutkan sekolahnya ke pesantren.

“Jika kita mampu membuktikan kwalitas dan kwantitasnya maka akan mampu menambah daya saing akreditasi termasuk dalam hal pendanaan mencari donator yang mau menjadi orang tua asuh bagi para siswa yang tidak mampu bersekolah di sini,” imbuhnya.

Rangkaian kegiatan itu dilaksanakan mulai tanggal 26 sampai 30 Maret 2016. Pesantren kilat diikuti 80 peserta, futsal 20 tim dari MTS se-Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman.

"Sekaligus untuk mengasah kreatifitas guru Tapuz dan mempromosikan persantren kita untuk lebih dikenal oleh masyarakat Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman," kata Ketua Panitia, Jinaidi.

Pembukaan acara sempat ditampilkan atraksi beladiri tenaga batin tapak suci dan ceramah agama dalam tiga bahasa yakni, Inggris, Arab dan bahasa Indonesia.

TIM/OLP